Dari Abraham ke Daud Ke Yosia, lalu YESUS

Agustus 25, 2011 pukul 8:44 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

(Matius 1:17 [ITB])
Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

Ada suatu yang sedang ditekankan sampai-sampai pola 14 keturunan dimulai dari Abraham, lalu dari Daud, dan terus ke Yosia. Sementara jika diperhatikan ada sebuah kesulitan tersendiri untuk menekankan urutan yang tepat secara garis keturunan jasmani. Ada sebuah garis iman yang diungkapkan sehingga dengan melihat itu maka kita bisa dengan jelas memaknainya.

Dari pola di atas disebutkan ada 3 tokoh kunci, yaitu Abraham, Daud dan Yosia. Kita menyebut Yosia karena setelah Abraham ke Daud disebut 14 keturunan, sehingga dari Daud ada 14 keturunan ke Yosia.

Titik temu dari tiga tokoh ini adalah perjanjian, sehingga kita akan meneliti apa saja perjanjian TUHAN kepada mereka.

Abraham:
TUHAN membuat sebuah perjanjian kepada Abraham. Antara lain memiliki keturunan yang banyak dan memberi tanah Kanaan kepada dia dan keturunannya. Bahkan disebutkan perjanjian ini adalah perjanjian kekal.
Bisa ditelusuri di Perjanjian Lama Kitab Kejadian 15.

Daud:
TUHAN membuat sebuah perjanjian kepada Daud. Kerajaannya akan menetap kepada keturunannya selama-lamanya jika ia taat dan setia kepada TUHAN, juga dijanjikan tentang seorang keturunan yang akan memerintah selama-lamanya.

Yosia:
Sebelum Yosia lahir, ia telah dinubuatkan kelahirannya (dapat dibaca di 1 Raja-Raja 13). Pada saat Yosialah ditemukan kembali kitab perjanjian TUHAN kepada Israel. Ada kebangunan rohani yang hebat ketika beliau memerintah. Tetapi setelah beliau inilah Yehuda dibuangk ke Babel

Dari apa yang dapat dilihat oleh mata kepala orang-orang yang mengimani perjanjian kepada Abraham dapat dikatakan bahwa ketika Daud memerintah maka janji kepada Abraham sedang akan digenapi. Terlebih ketika Salomo anak Daud naik tahta, maka orang yang menantikan penggenapan nubuat kepada Abraham mungkin sudah meloncat-loncat kegirangan, saking bersuka cita atas janji setia TUHAN.

Abraham dijanjikan Tanah Kanaan, dan sekarang pada jaman Daud hampir seluruh tanah Kanaan telah dikuasai oleh keturunan Abraham melalui cucunya Yakub yang kemudian disebut Israel.

Tetapi melihat titik Yosia, orang bisa merinding ketakutan dan bisa merongrong iman. Oleh karena itulah Yosia ketika menemukan Kitab Perjanjian TUHAN di Yerusalem terjadi kebangunan rohani, mereka sadar bagaimana Perjanjian TUHAN telah dilanggar oleh umat pilihanNYA sendiri. Bayangkan Israel yang dibayangkan sebagi penggenapan pada jaman Daud sekarang telah terbelah menjadi dua. Israel Utara atau Samaria, dan Israel Selatan atau Yudea. Samaria telah menjadi pusat perlawanan, tandingan, kepada TUHAN, ditandai dengan pendirian bait TUHAN sebagai pertanda perpecahan dengan Bait ALLAH yang di Yerusalem.
Dan orang Yudea sendiri telah sering direcoki oleh perzinahan dengan menyembah allah lain, dewa-dewa, Baal, dan sejenisnya. Dan lebih menggetirkan lagi ternyata setelah jaman Yosia, seluruh Yudea dihancurkan dan penduduknya diangkut ke Babel.

Penyembah setan kala itu bisa dengan leluasa mengejek umat TUHAN dengan mengatakan: “Mana TUHANmu, katanya setia, sekarang janjiNYA malah tidak benar”, dan juga bisa menambahkan..”Keturunan Abraham terbuang dari Kanaan, terpecah-pecah…”,…dan lagi “Keturunan Daud menjadi budak buangan ke Babel”.
Tiga kalimat ini bisa saja terjadi di jaman sekarang, sebab itu kalimat ejekan kepada TUHAN Yang berjanji.
Ejekan itu sangat menusuk ke jantung, tepat dan akurat. Melihat perjanjian kepada Abraham dan Daud di atas maka sepertinya tidak ada lagi harapan.

Seperti waktu Abraham mengatakan ketiadaan harapannya ketika usianya sudah lanjut, istrinya sudah lanjut juga. TUHAN berjanji anaknya akan banyak, sementara istrinya sudah tidak mungkin lagi mempunyai anak. Ia menempuh cara antara lain menyodorkan kepala pekerjanya Eleazar sebagai penerus warisannya, bahkan ia sempat mengambil perempuan Mesir, sebagai gundik, dari hamba Sarai sebagai istri, yang kemudian melahirkan Israel. Tetapi TUHAN berkata: “Istrimu yang benar di hadapanKU adalah Sarai, jadi anak kandungmu hanya anak yang dilahirkan Sarai” (Bahasa saya saja supaya mudah dimengerti).
Keresahan Abraham dihantam dengan janji “Tahun depan Ishak akan lahir”.

Cara TUHAN memang tidak sesuai alur logika Abraham.

Ketika Raja Daud berzinah dengan istri Uria, TUHAN menghardik, tetapi ternyata cara TUHAN berbeda justru dari istri Uria inilah penerus tahtahnya dijalankan, Raja Salomo adalah anak Raja Daud dari mantan istri panglima perangnya.

Cara TUHAN tidak sesuai alur logika Raja Daud.

Dikatakan Kitab Suci perjanjian kepada Abraham dan Daud adalah perjanjian kekal, yang tidak akan berubah sebab ALLAH telah mengatakannya, dan tidak ada satupun Firman TUHAN yang akan gugur ke tanah, semua akan terlaksana. (Baca 1 Samuel 3:19)

Penulis Kitab Matius yang dilatarbelakangi muatan ke-Yahudi-an diharapkan akan memberi pengertian kepada audiens Yahudi, yang awalnya memang bisa dikatakan begitu.
Dari runut 3 tokoh di atas sedang diungkapkan jika engkau mengakui percaya TUHAN, dan kamu katakan DIA setia dan layak dipercayai, lalu lihatlah 3 tokoh ini dari segi kesetiaan TUHAN akan perjanjianNYA…
Jika kamu katakan TUHAN tidak setia maka akibatnya bisa parah, kamu melawan imanmu sendiri, jika kamu katakan PerjanjianNYA kekal tetapi lihatlah 3 tokoh ini, apakah telah gagal? Lalu perjanjian itu harus dilihat dari mana?
Kira-kira begitu sedikit dari makna yang bisa saya sebut.

“Untuk melihat Perjanjian Kekal itu mari kita lihat DIA ini, YESUS yang sedang kuberitakan ini”, DIA adalah Keturunan Abraham yang olehNYA Abraham akan mendapat anak-anak iman sebanyak bintang di langit. DIA jugalah yang menggenapi Perjanjian kepada Raja Daud, bahwa olehNYA keturunan Daud akan menjadi raja-raja yang gagah perkasa yang bisa melahirkan tentara-tentara iman yang setia dan penuh akan ketakutan kepada TUHAN. Setiap umat ALLAH mengaku bahwa YESUS adalah Raja di atas segala raja (baca 1 Timotius 6:15, dan Wahyu 17:14).

Perjanjian itu kekal, sehingga pada saat yang sedang kita rindukan itu akan datanglah DIA dalam kemuliaanNYA yang sesungguhnya, dalam kemuliaan BAPA, maka pada saat itulah semua keturunan iman Abraham dan semua keturunan raja-raja iman dari Raja Daud akan melihat dengan nyata penggenapan penuh dari semua Perjanjian TUHAN tadi.

Sehingga sebelum semua itu nyata, sangat tepatlah Matius ditutup dengan ayat berikut:

(Matius 28:18-20)
Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: