Kaleb anak Yefune

Agustus 24, 2011 pukul 9:22 am | Ditulis dalam Pemikiran, Saya melihat | 4 Komentar
Tag: , , , , , , , , ,

Kaleb yang kita bicarakan di sini adalah Kaleb si pengintai. Jika demikian maka Kaleb ini umumnya disebut sebagai Kaleb bin Yefune, atau Kaleb keturunan Yefune dari orang Kenas.

Kenas ditekankan di sini untuk menjelaskan asal muasal darah, atau kemanusiaan dari Kaleb. Kita harus kembali mundur sekitar 400 tahun dari masa Kaleb untuk dapat menelusuri asal usul orang Kenas.

(Kejadian 36:11) Anak-anak Elifas ialah Teman, Omar, Zefo, Gaetam dan Kenas.

Dari sini kita tahu bahwa Kenas adalah anak dari Elifas. Dan untuk mengetahui siapa Elifas kita harus melihat ayat di atasnya lagi yaitu:

(Kejadian 36:15-16) Inilah kepala-kepala kaum bani Esau: keturunan Elifas anak sulung Esau, ialah kepala kaum Teman, kepala kaum Omar, kepala kaum Zefo, kepala kaum Kenas, kepala kaum Korah, kepala kaum Gaetam dan kepala kaum Amalek; itulah kepala-kepala kaum Elifas di tanah Edom; itulah keturunan Ada.

Jadi sekarang kita ketahui Elifas adalah anak sulung Esau yang disebut EDOM, dan Elifas melahirkan kaum Kenas, dan seterusnya kaum kenas melahirkan Yefune dan Yefune melahirkan Kaleb. Dan karena masing-masing nama di atas telah melahirkan puak-puak atau mungkin marga-marga, maka sering diambil marga yang paling terdekat, sehingga Kaleb disebut Kaleb bin Yefune orang Kenas.

Dalam Kitab Bilangan disebut seperti berikut:
(Bilangan 13:6) dari suku Yehuda: Kaleb bin Yefune;

Kaleb bin Yefune dari suku Yehuda. Bahkan kalau merujuk ke ayat sebelumnya:
(Bilangan 13:3) Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai dengan titah TUHAN; semua orang itu adalah kepala-kepala di antara orang Israel.,
maka Kaleb bin Yefune orang Kenas keturunan Esau orang Edom telah menjadi salah satu ketua suku dari suku Yehuda keturunan Yakub orang Israel.

Nama kaleb baru timbul pada saat akan memasuki Kanaan. Dalam perhitungan pertama orang Israel di Dekat Gunung Sinai namanya tidak ada. Waktu itu Nahason bin Aminadab-lah sebagai kepala bagi marga Yehuda. Itu karena pada saat sudah di Kanaan usianya sekitar 40 tahun, yaitu ketika ia disuruh menjadi salah satu pengintai. Dengan demikian ia masih balita ketika Israel keluar dari Mesir dan ketika sensus Israel diadakan oleh Musa atas perintah TUHAN di Sinai.

Nama Kaleb bin Yefune selalu ditekankan tentang asal puaknya, yaitu Kenas, kita akan tahu kenapa demikian.
Contoh ayatnya adalah sbb:

(Bilangan 32:12) kecuali Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, dan Yosua bin Nun, sebab keduanya mengikut TUHAN dengan sepenuh hatinya.

(Yosua 14:6)
Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya: “Engkau tahu firman yang diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah itu, tentang aku dan tentang engkau di Kadesh-Barnea.

(Yosua 14:14) Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.

Beberapa petunjuk mengatakan Kabeb dimasukkan menjadi salah satu bagian dari Israel karena perkawinan kepada salah satu suku Israel (suku Yehuda).
Ada juga yang mengatakan bahwa pada saat Israel keluar dari Mesir ada juga banyak orang yang bukan keturunan Israel ikut keluar, dan mereka-mereka ini dimasukkan bergabung ke suku Yehuda, sehingga tidak menjadi suatu keheranan suku Yehuda melonjak jumlahnya ketika dihitung pertama kali di sekitar Sinai. Suku Yehuda menjadi yang terbanyak dari semua suku Israel yang keluar menuju Kanaan. Dari sekitar lima orang keturunan Yehuda yang masuk Mesir, setelah sekitar 430 tahun di Mesir melonjak menjadi 74.000 orang (tujuh puluh empat ribu orang), dan bahkan setelah dihajar habis-habisan di gurun selama 40 tahun suku ini masih mengalami pertumbuhan, pada saat akan memasuki Kanaan, jumlah mereka menjadi sekitar 76.000 orang. Asal tahu saja itu baru orang-orang yang paling tidak berusia 20 tahun ke atas.

Sering sekali di ALkitab dikatakan bahwa seseorang menjadi “Israel” karena mengikuti ALLAH yang disembah oleh orang Israel. Setelah jaman Musa, maka kita akan menemukannya di Kitab Ruth, ketika salah satu janda anak Naomi mengikuti Naomi ke Betlehem tanah Yehuda dengan mengatakan: “Allahmulah Allahku”. Dia menjadi bagian dari iman yang diwarisi oleh karena iman, karena dilahirkan dari ROH yang sama.

Sedemikian juga Kaleb bin Yefune orang Kenas keturunan Esau orang Edom, karena ia takut dan percaya kepada TUHAN, Allahnya Abraham, Ishak dan Yakub maka ia diperhitungkan sebagai salah satu keturunan Israel, bahkan dianggap sebagai kepala suku dari suku terbesar yaitu Yehuda. Karena iman ia menjadi anak cucu Abraham. Sehingga janji kepada Abraham tentang banyak keturunan kembali dingatkan kepada kita. Oleh Iman Abraham menjadi bapa kita. Menjadi bapa kita karena imannya turun kepada kita, sekali lagi itu karena dilahirkan dari ROH yang sama.

EDOM atau Esau (mungkin diucapkan Isa) menjadi ejekan dari beberapa orang Israel karena menyepelekan janji TUHAN, karena lemah, karena imannya tidak ada, tetapi ketika salah satu keturunannya dipilih TUHAN, dan mempercayai TUHAN maka ia dicangkokkan kepada YEHUDA, kepada Israel, bahkan karena kegigihannya dalam mempercayai janji ia dipercayakan sebagai kepala suku. Karena iman. Ia memiliki iman dan ia buktikan dengan gigih, salah satu contoh adalah ketika 10 pengintai lain kecut, maka karena seolah ia telah menggenggam Kanaan karena percaya Janji TUHAN atas Kanaan kepada keturunan Abraham, maka ia berani berkata: “Majulah, TUHAN telah menyerahkannya kepada kita”.

Sebuah ironi tentunya, keturunan Yakub (Israel) secara daging malah binasa di padang gurun iman, sementara keturunan Israel karena iman (Israel sejati, bandingkan dengan Roma 2:9) mendapat hidup dan kuasa.

Kaleb menjadi sebuah pelajaran bahwa: “TUHAN mencari dan menyebarkan kasihNYA kepada hanya dan hanya kepada ISRAEL”.

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ulasannya mantap banget

  2. Ada detil kecil yang menurut saya kurang pas >> Itu karena pada saat sudah di Kanaan usianya sekitar 40 tahun, yaitu ketika ia disuruh menjadi salah satu pengintai. Dengan demikian ia masih balita ketika Israel keluar dari Mesir dan ketika sensus Israel diadakan oleh Musa atas perintah TUHAN di Sinai. >> Selisih waktu antara Bangsa Israel keluar dari tanah mesir sampai peristiwa pengintaian tidak sampai 40th karena jarak yang sebenarnya relatif dekat antara Kanaan dan Mesir. Memang Israel berputar2 selama 40th di Padang Gurun sebelum masuk Kanaan, tapi itu setelah peristiwa 12 Pengintai. Buktinya, saat terjadi kelaparan pada jaman Yusuf menjadi tangan kanan Firaun di Mesir, saudara2 Yusuf bisa bolak-balik Kanaan-Mesir smp 3x. Jadi tidak mungkin menghabiskan waktu 40tahun hanya utk perjalanan Kanaan-Mesir. Jadi saat Israel keluar dari Mesir, pastilah Kaleb bukan sbg balita. Salah satu alasan yg mungkin kenapa dia tidak terhitung waktu Musa mengadakan sensus adalah karena Kaleb orang Kenas bukan bangsa asli Israel seperti yang sudah Anda jelaskan selanjutnya. Jbu

    • @Yohanes;

      Set waktunya mungkin yang perlu ditata dengan baik, pilihan ada dua:
      1. apakah pengintaian sesaat sebelum akan sampai di Kanaan (ketika exodus sudah akan sampai di Kanaan), atau
      2. apakah mengintai sesaat akan Exodus atau keluar dari Mesir.

      nah waktu itu Bangsa Israel sedang berkemah di Kadesh lalu disuruh untuk mengintai Kanaan, artinya point 1 di atas set waktu yang paling tepat, Exodus sudah berlangsung sekitar 40 tahun (sudah berputar-putar sekitar 40 tahun) dan akan sedang memasuki Kanaan.

      set waktu untuk mengetahui usia Kaleb waktu pengintaian adalah ketika ada sensus di Bilangan 4, batas minimum yang didaftarkan adakan usia 20 tahun, apakah Kaleb sudah dimaksukkan?

      salam

  3. lluar biasa tokoh kaleb ini yang patut kita contoh, walaupun dia bukan keturunan orang Israel tapi loyalitasnya sampai dia memiliki kepercayaan yang tinggi kepada Tuhan membuat dia dicatatkan namanya dalam kitab. haleluya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: