Miryam-Harun vs Musa

Agustus 23, 2011 pukul 4:24 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , ,

Miryam, Harun dan Musa adalah saudara kandung dari orang tua yang bernama Amram. Dipastikan mereka adalah dari suku Lewi.

Suatu waktu ketika Israel sudah akan menuju Kanaan dari Mesir, maka ALLAH mendatangi Musa. Dan karena Musa seorang yang tidak cakap berkata-kata maka TUHAN menugaskan saudaranya Harun sebagai juru bicaranya.
Dan tertulislan di Alkitab sebuah perintah dari ALLAH kepada Musa sbb:

(Keluaran 4:16) Ia harus berbicara bagimu kepada bangsa itu, dengan demikian ia akan menjadi penyambung lidahmu dan engkau akan menjadi seperti Allah baginya.

Jadi Musa menjadi seperti Allah kepada abangnya Harun. Harun menjadi seperti Nabinya Musa. Nabi di sini disebut sebagai penyambung lidah dari Allah.

Miryam sendiri disebut sebagai nabiah pertama di Alkitab (Keluaran 15:20). Jadi kakaknya Miryam dan abangnya Harun adalah seperti nabi bagi Musa yang seperti Allah.

Kita ketahui bahwa Musa dan Miryamlah menjabat sebagai nabi sementara Harun sebagai Imam Besar. Jadi arti seperti ALLAH dan seperti nabi itu adalah suatu keadaan yang membedakan antara Musa dan Harun+Miryam. Ada sesuatu yang membuat mereka berbeda.

Ketika Musa sedang dipertanyakan Harun dan Miryam, maka TUHAN langsung menegur Harun dan Miryam dengan berfirman:

(Bilangan 12:6-8) Lalu berfirmanlah Ia: “Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi.
Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku.
Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?”

Jadi Harun dan Miryam dapat pernyataan tidak seperti Musa. Kita ketahui Musa beroleh hukum-hukum taurat secara langsung, bahkan loh batu ditulis oleh jari Tuhan langsung di hadapan Musa. Jadi apa yang TUHAN ingin umatNYA lakukan TUHAN ucapkan secara berhadap-hadapan dengan MUSA, tidak dengan Harun dan Miryam.
Oleh karena sedemikian hebatnya MUSA dibuat oleh TUHAN maka ketika Nabih Miryam dan Imam Besar Harun mempertanyakan Musa, maka TUHAN menghukum mereka berdua.

Tidak menjadi salah jika salah satu mazhab di Yahudi menganggap bahwa hanya Musalah yang dianggap sebagai Nabi, yang lainnya tidak.

Dari perkara 3 orang pilihan TUHAN ini maka kita mencoba mencari makna dari ayat berikut ini:

(Yesaya 42:1) Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.

Jelas ini adalah sebuah nubuatan dan kemudian, sekitar 700 tahun berikutnya, diulang lagi setelah nubuatan ini tergenapi, yaitu waktu pembaptisan YESUS oleh Yohanes Pembaptis…

(Matius 3:16-17) Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Jadi DIA yang dikenan telah datang, artinya nubuatan tentang Mesias telah digenapi.
Nah karena YESUS adalah Yang dikenan, dan kepadaNYA kita diwajibkan mendengar karena ROH TUHAN ada padaNYA, maka….

Jika MUSA menjadi perantara bagi umat Israel, karena umat itu tidak tahan berhadapan dengan TUHAN, sementara MUSA juga tidak dapat melihat sepenuhnya kemuliaan ALLAH, maka akan menjadi sangat kontras perbedaan antara MUSA dan YESUS, dan jika MUSA dianggap sebegitu besar maka YESUS lebih lagi dari MUSA, jauh melampaui MUSA, sebab YESUS melihat hadirat ALLAH.

Jika Imam Besar Harun dan Nabiah Miryam mendapat teguran karena mempertanyakan Musa, maka semoga setiap yang mengaku nabi dan imam tidak diperhadapkan dengan TUHAN YANG MURKA karena mempertanyakan YESUS, ANAK ALLAH YANG TUNGGAL.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: