Jasa yang dilambungkan

Agustus 23, 2011 pukul 7:53 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , , , , , ,

Jika seseorang yang memiliki jasa, nama yang harum ketika hidupnya, maka jasa-jasa itu akan menjadi seperti dupa yang harum bagi keturunannya. Bahan-bahan dupa harus mati dan dibakar supaya asap yang harum itu menerjang udara disekelilinya, dan sampailah pada indera penciuman kita. Sambil berkata: “Harum sekali”, kita butuh menarik napas lebih dalam lagi dari hidung tentunya untuk penciuman yang lebih.

Segala decak kagum, kata-kata pujian, hormat akan mengalir deras, dan bisa jadi dari beberapa musuh akan terucap juga kata hangat dalam kebenaran politis. Lalu pewarta akan menuliskan dengan megah: “Ia dikagumi teman-temannya dan dihormati musuh-musuhnya”.

Itu lumrah, dan meski lumrah bisa jadi ada hal yang amat sangat esensi telah terlalu dilambung-lambungkan, atau bisa juga dikurang-kurangkan. Seorang moral bejad, oleh karena hal lain bisa dikurangi dosanya atau dipoles seindah mungkin, dan setelah dipoles memang setelah matinya ia bisa menjadi sebuah permata berharga yang amat sangat indah dan tak ternilai lagi.

Injil Yohanes pasal satu ayat 14a menulis:
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya

Ketika YESUS telah diagung-agungkan, berikut karena berita kebangkitanNYA semakin luas terdengar, bahkan beberapa petinggi agama dan Negara telah menjadi percaya, ditambah lagi dari sekian mukjizat-mukjizat yang dapat disaksikan dengan mata kepala yang mana dipertontonkan oleh murid-muridNYA, dengan hanya menyebut Nama YESUS, beberapa orang mati telah bangkit, hidup kembali, orang-orang lumpuh telah disembuhkan, sehat kembali, maka tidaklah menjadi salah maka pada abad-abad pertama dan kedua banyak aliran muncul. Mereka memuja-muja YESUS dengan amat sangat, memandang YESUS sangat luar biasa, ilahi, TUHAN yang tak ada bandingnya, bahkan satu aliran langsung menolak Perjanjian Lama sembari memungut tulisan-tulisan baru (cikal bakal Perjanjian Baru). Ini luar biasa, hebat, berbeda dari lain, YESUS patut dihargai sedemikian hebat.

Tetapi tulisan YOHANES di atas menjadi sebuah penegas yang keras, benar dan kokoh. Yohanes justru menjelaskan lebih akurat, ia berkata :”Firman itu telah menjadi manusia”.
Firman yang ia sebut adalah ALLAH pada ayat pertama, disebutkan lagi telah menjadi manusia. Jadi Yohanes tidak menyangkali bahwa Firman adalah ALLAH mutlak, sama seperti aliran-aliran berkembang pada saat itu, sekaligus Yohanes juga tidak dapat menyangkali bahwa Firman yang adalah ALLAH telah menjadi manusia, tidak menyangkal ke-manusia-an YESUS, ia tidak seperti bidah-bidah yang menyangkal ke-manusia-an YESUS.

Meski IA adalah ALLAH, tetapi pernah dan telah menjadi manusia dalam Nama YESUS, dan…. Seterusnya di akhir tulisannya ia berkata, semoga kamu percaya bahwa memang YESUS adalah MESIAS, ANAK ALLAH.

Yohanes menulis sekaligus untuk menyangkal apa yang terjadi pada jamannya dia, menjawab apa yang dinanti-nanti oleh jaman sebelumnya dia, dan menegaskan pondasi pada apa yang dipertanyakan setelah jaman dia dan sampai sekarang.

Seperti membaca ALKITAB yang blak-blakan tentang keadaan manusia, demikianlah adanya supaya tidak melambung-lambungkan atau mengurang-ngurangi. Ulangan 4:2 mengatakan:..”Jangan menambahi..dan jangan mengurangi..” dan kemudian ditegaskan lagi pada Kitab Wahyu 22:18-19: “menambahi dan mengurangi” akan berakibat fatal. Abraham yang pernah peragu digambarkan dengan gamblang, Yakub yang pernah menipu digambarkan jujur, Salomo poligamis sejati, Daud yang pernah berzinah,.. Israel umat pilihan yang dibantai karena membangkang,… dan banyak lainnya…

Pertanyaan sekarang di zaman kini yang umum adalah..”Siapakah YESUS?”, dan lebih kentara lagi adalah mempertanyakan keilahian YESUS. Pertanyaan yang sekarang lahir ini justru bertolak belakang dengan sesuatu yang justru diperjuangkan dengan keras oleh orang yang ditolak oleh murid-murid YESUS, dimana Yohanes adalah salah satunya. Kala itu YESUS terlalu dilambung-lambungkan, dikurangi keadaanNYA yang pernah sebagai manusia, sekarang ke-Ilahian-NYA justru dikurangi-kurangi dengan menonjolkan perjuangan-perjuangan iman rasul penulis Injil yang menulis sisi kemanusian YESUS untuk menyangkal bidah yang mempertahankan ke-ILAHI-an YESUS kala itu.

bisa membaca point ini sebagai renungan juga:
Proof by Contradiction

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: