Kepunyaan DIA

Agustus 22, 2011 pukul 8:08 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 1 Komentar
Tag: , , ,

Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat? Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku.
(Ayub 41:11)

Seorang kaya, tentu memiliki sesuatu yang lebih, membeli sebuah lukisan. Lukisan itu amatlah sangat terkenal, sebab dilukis oleh orang yang dapat disebut ahli, kesohor pula. Tanda tangan ahli itu tercetak di samping, serta tahun kapan lukisan itu tertuang. Dari ide menjadi goretan berharga.

Tahun pembuatannya dihitung dari pembeliannya sekitar 600 tahun sudah, meski usia segitu lukisan itu masih cerah dan nyaman dipandang, lebih membanggakan lagi, nama pelukisnya amat sangat terkenal.

Si kaya lalu pulang dari pelelangan “si Antik” itu, ia melahirkan decak kagum dari peserta yang lain sebab ia telah menjadi penawar tertinggi. Ia bahkan jauh melampaui semua penawar yang lain, ia mematok harga yang baginya sedikit, tetapi menjadi besar dan tak tertandingi bagi yang lain. Ia sengaja berbuat begitu karena ia ingin secepat mungkin mendapatkan lukisan indah itu. Ia memajang lukisan itu tepat di depan pintu utama rumahnya, dengan maksud supaya harga dirinya dapat dikumandangkan, dan orang yang masuk seraya berucap: “Anda luar biasa kaya”.

Paradoks kehidupan diambang mata, meski ia memiliki sepenuhnya lukisan itu, dengan mengorbankan beberapa kepunyaannya, tetap saja lukisan itu adalah hasil karya orang lain, yang mana membuat lukisan itu semakin berharga dan bernilai dan disegani. Tanda tangan dan tahun tadi biasanya memang tercantum kecil di sudut sana atau sudut sini. Jika dibandingkan dengan luas kanvasnya maka bisa jadi perbandingannya hanya 1:200. Tetapi 1 dari 200 itu menentukan harga dari 200 tadi. Lengkapnya tahun dan lekukan tanda tangan si pelukis turut memelihara harga diri lukisan itu.

TUHAN telah memberikan jejak-jejakNYA pada diri setiap orang. Meski setiap orang berharga berkata memiliki dirinya sendiri, tubuhnya sendiri, kepalanya sendiri, tetapi jejak TUHAN pada tubuh, jiwa dan raga kita tidak dapat dipungkiri, karena itulah yang menentukan harga kita.

Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu
(Mazmur 17:8)

Dengan takut dan percaya kepada TUHAN, maka kita dapat berdoa semoga kita dipelihara seperti memelihara biji mata, dan semoa IA menaungi kita dalam dekapan sayapNYA sehingga kita menjadi manusia-manusia yang berharga. Biji mata akan terlindung dari debu sekecil apapun dengan cara “kerdipan” super reflex. Kira-kira itu menggambarkan bagaimana perlindungan dari TUHAN kepada kita, sebab kita adalah kepunyaan DIA.

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Dengan takut dan percaya kepada TUHAN, maka kita dapat berdoa semoga kita dipelihara seperti memelihara biji mata, dan semoa IA menaungi kita dalam dekapan sayapNYA sehingga kita menjadi manusia-manusia yang berharga.
    .
    .
    .
    Takut akan Allah akan memelihara kita dari ketakutan akan ketidak pastian hidup kita.. Shalom ma laeku ..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: