Awas perangnya di sini ternyata

Agustus 22, 2011 pukul 3:32 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , ,

karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
(Efesus 6:12)

Sering kita ketemui beberapa orang yang kita anggap benar, baik, suci dan sebagainya ternyata adalah penyangkal-pnyangkal iman yang jitu. Bahkan mereka bisa melemahkan iman beberapa orang yang sedang mencari jati diri di hadapan TUHAN YANG ESA.

Dalam berbagai penjelasan di Alkitab kata “roh” tidak selalu menjelaskan tentang wujud nyata, berpribadi atau sosok, melainkan bisa berupa ide, pikiran atau wawasan. Jika kita ketahui bahwa Alkitab ditulis dengan Ilham Roh Kudus, maka dapat pula kita artikan bahwa penulis Alkitab adalah mereka-mereka yang telah dijejali oleh pengetahuan, pengenalan dan pemahaman tentang ALLAH. Bisa diartikan begitu bukan berarti melulu seperti itu, itu maksud saya.

Kutipan di atas mengatakan bahwa musuh kita yang mana kita harus berperang di sana adalah ‘roh-roh jahat’, yang mana bisa diartikan pikiran-pikiran, ide-ide, wawasan-wawasan jahat.

Dalam beberapa kasus kita ketahui bahwa seorang yang disebut Kristen adalah orang yang dipilih oleh Bapa.
Sama seperti Israel dipilih, tetapi ratusan ribu dibantai juga ketika kekudusan TUHAN ditantang waktu Isarel keluar dari Mesir, terpilih tetapi dibantai. Kenapa? karena mereka kalah dalam perang sesungguhnya. Yaitu mereka kalah dalam perang di pikiran mereka. Mereka menduga TUHAN tidak akan ini dan itu, TUHAN akan membinasakan karena kelaparan, TUHAN tidak dapat dipercaya, TUHAN ini dan itu yang lain… ini semua berada di pikiran mereka, yang mana telah jelas sekali mata mereka melihat Kuasa TUHAN bekerja sepanjang 40 tahun perjalanan dari Mesir menuju bibir Kanaan.

Mengatakan itu sangat mudah, tetapi ketika kita menghadapi sendiri, maka terasalah kenapa sampai banyak yang tewas di tengah jalan. Karena perang kita adalah, salah satunya, perang di sini, di dalam pikiran. BEtapa tidak, sebab ternyata telah begitu gampang pengetahuan-pengetahuan, wawasan-wawasan dan sebagainya yang tidak sesuai dengan iman kita, bersileweran di sana dan di sini, dan itu kadang masuk ke dalam pikiran… lalu masuk ke hati, dan…maknyoslah ,… murtadlah dari kasih KRISTUS.

Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
(Filipi 3:19)

Ini contoh yang paling utama, sampai-sampai ada sebuah tulisan di Perjanjian Baru,

Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.
(Roma 2:29)

Nah ketika itu Kristen sudah mulai banyak, baik dari latar belakang Yahudi maupun latar belakang Yunani. Lalu timbulkan pikiran yang berwarna duniawi, yaitu bahwa hanya jika orang Yunani yang telah menjadi Kristen melakukan adat istiadat Yahudi maka layak disebut suci dan disebut murid Kristus.
Ini jelas perkara duniawi.

Banyak hal lain yang harus kita tanggalkan dari pikiran kita, jika semua pikiran itu menghantam kita dikala membaca Alkitab, sebab jika kita membawa pikiran duniawi maka semakin duniawilah Alkitab itu dan semakin hebatlah perang yang akan kita hadapi tak kalai kita ingin kembali kepada makna rohaniahnya.

Kita disebut orang sorgawi, kita belum di sorga, tetapi Hadirat TUHAN kita rasakan di bumi, kita rasakan secara rohaniah, dibatas oleh kedaan kita yang masih bertubuh dan berdaging, sehingga haruslah dalam manusia yang diperbaharui secara roh, dilahirkan dari ROH, baru kita dapat dengan gagah perkasa mengangkat senjata perang melawan “musuh”. Kiranya TUHAN akan terus membantu dan menolong.

Karena perang begitu dekat, dipikiran kita, maka selalu dinasehatkan “bertekunlah, dan siap siagalah”….

Beberapa memang harus terus diselubungi oleh ketidakrohanian, supaya segala sesuatu yang “jahat” itu dapat direkakan demi kebaikan orang yang benar.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. saya sangat diberkati dengan renungan anda ini. saya akan sheringkan bahkan kotbah ke jemaat yang Tuhan percayakan kepada untuk digembalakan.

    • terimakasih atas kehadiran saudara, TUHAN memberkati kita semua


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: