Merdeka atau mati?

Agustus 19, 2011 pukul 10:36 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

..Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka..(Yohanes 8:36)

..tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.
(Roma 8:21)

..Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
(2 Korintus 3:17)

..Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
(Galatia 5:13)

Beberapa paradoks:

Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.
(1 Petrus 2:16)

Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.
(1 Petrus 2:16)

Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu.
(2 Petrus 2:19)

Merdeka dan kemerdekaan.
Kita bebas dari perhambaan dosa, lepas dari tuntutan taurat, tidak bergantung kepada hukum-hukum melainkan kepada kasih karunia.
Meski merdeka, dan dalam melakukan “merdeka” itu, atau memiliki “merdeka”, kemerdekaan, hendaklah kita sadar betul dan paham bahwa kita meski merdeka, tetapi kita, paradoks, telah memilih menjadi hamba TUHAN.
Artinya bukan merdeka semerdeka-dekanya, atau bebas tak bermoral, atau tak terikat sama sekali, melainkan ingatlah bahwa “merdeka” yang menjadi “kemerdekaan” adalah dari TUHAN, untuk TUHAN dan oleh TUHAN, kemuliaan hanya bagi DIA.

Ketidak “merdeka”-an, dan ketidakpemilikan atas “kemerdekaan” itulah yang membawa kepada mati dan kematian.
Jadi merdeka atau mati?
(dibaca: Mau menjadi budak ALLAH atau bebas sebebas-bebasnya?)

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: