Atas nama orang miskin

Agustus 12, 2011 pukul 7:27 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Suatu saat ada seorang perempuan meminyaki YESUS dengan minyak mahal, lalu…

“Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”
(Yohanes 12:5)

Menurut penerjemah Alkitab di tahun 1800-an, 300 dinar disebut sekitar 9 Pound Sterling Inggris.
Ucapan kutipan di atas datang dari mulut seorang murid pilihan YESUS, Yudas Iskariot namanya.

Bisa saja dia sedang merefer ke salah satu hukum di Perjanjian Lama

(Ulangan 15:11 [ITB])
Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu.

Untuk menjawab “pemikiran” Yudas kitab Injil Matius mencatat jawaban YESUS sbb:

(Matt 26:10-11 [ITB])
Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.
Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.

Jawaban ini indetik dengan kutipan dari Kitab Perjanjian Lama di atas, bahwa orang yang “berada” diharuskan mengulurkan tangan kepada orang yang “tidak berada”, supaya orang yang “berada” tidak menjadi loba, tamak, tahu diri, dan semakin bersandar kepada TUHAN.

Apakah sama dan selaras tujuan ucapan dari YESUS, Yudas dan Perjanjian Lama?

Ternyata atas nama orang miskin Yudas telah menyelipkan suatu makna lain dari “tujuan mulia”-nya.
Ia mengatakan demikian supaya lumbung perbendaharaannya banyak, ingat ia adalah bendahara, lalu dengan demikian ia bisa mengkorupsinya sedikit demi sedikit.

Ada juga yayasan-yayasan, ormas, NGO/LSM, gereja, oknum, dan sebagainya seperti Yudas, mengatasnamakan pihak yang dianggap “pinggiran/marginal” untuk mendapatkan kepuasan amoral diri/golongan/pihak sendiri.

Ternyata ayat seterusnya mengalir dengan kalimat yang memiriskan hati:

Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
(Yohanes 12:6)

ini malah identik dengan alinea sebelum ayat kutipan ini bukan?

Melihat situasi ini berarti makna ucapan YESUS dengan Perjanjian Lama bertentangan dengan “ucapan” Yudas.

Maksud hati ini tetapi diucapkan itu, dalam berbagai penerjemahan Alkitab disebut makna dasarnya sebagai tidak tepat sasaran, melenceng, kabur, atau disingkat saja dengan kata “dosa”. Itulah kenapa Iblis atau si Setan sering disebut sebagi bapa orang pendusta, sebab meski si Setan hebat, tetapi dengan apa yang diberikan kepadanya, dengan segala yang ia memiliki , maka kecenderungan untuk melenceng sangat tinggi dan malah dengan sadar ia lakukan.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: