Terkadang setelah menjalani baru mengerti

Agustus 11, 2011 pukul 8:04 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Masih perihal Yusuf di Mesir, dan keturunan Yakub yang lain yang sedang dalam pertemuan dengan beliau untuk negosiasi bahan pangan.

Seluruh daerah Mesir, bahkan sampai Kanaan yang jauh mengalami kelaparan waktu itu. Pasokan sudah habis, kematian sudah dekat. Mengerikan. Dan karena dalam keadaan inilah beberapa pendatang datang menuju Mesir, karena kabar cepat tersiar, di Mesir ada lumbung makanan ‘raksasa’. Kabar itu tersiar juga kepada Yakub dan keturunannya.

Yusuf sampai di Mesir karena terjual ke pedagang, terjual oleh jalan iri saudaranya.
Ia pernah difitnah, dipenjara, dan sebagainya.

Dalam keadaan kelaparan saudaranya datang ke Mesir, dam Yusuf mengenali mereka.
Dan setelah sekian pertemuan, akhirnya ia memperkenalkan diri juga kepada saudara-saudaranya itu.
Lalu tertulislah di Alkitab sbb:

Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.
Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan membajak atau menuai. Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong.
(Kejadian 45:5-7)

Jika melihat peristiwa-peristiwa yang dicatat dalam kisah-kisah bapa leluhur maka sering TUHAN berfirman langsung kepada mereka untuk menyatakan sesuatu, baik Janji baik apa yang harus dilakukan dan sebagainya.
Tanpa mengesampingkan kemungkinan penyampaian langsung yang tidak dicatat dalam Alkitab, kita bisa melihat peluang yang lain, yaitu karena Yusuf senantiasa dekat kepada TUHAN, maka ia mampu (dimampukan) untuk melihat rencana pemeliharaan TUHAN atas dirinya dan atas suatu bangsa yang baru akan ada jauh kedepannya.

Sangat layak Yusuf memarahi saudaranya karena memang mereka telah berlaku jahat kepada dia. Tetapi karena TUHAN telah berapa kali menolong beliau maka ia bisa membaca rancangan TUHAN.
Dus YESUS layak menurunkan berlaksa-laksa tentara langit untuk membawa DIA dari penderitaan salib yang akan segera IA tempuh, tetapi RancanganNYA harus digenapi dan diunggulkan, sebab IA harus menyelamatkan dunia bukan untuk menghakimiNYA, persis sesuai dengan rancanganNYA sepanjang sejarah Perjanjian Lama, dimana Yusuf telah menjadi salah satu model.

Setelah Yusuf menjalani sekian banyak kejadian, sekian banyak prahara, ia sadar betul posisinya dalam “secuil” sejarah yang akan tercatat.

Ketakutan, apriori, kemalasan, atau apapun namanya itu bisa jadi penghalang atau hambatan untuk kita mau terjun dalam menjalani kehidupan di dalam YESUS, sebab jika tidak berani memasukinya selamanya tidak akan ada pengertian, dan selama itu pula akan semakin menjauhlah pikiran, akan berbuah, kesesatan semakin melangit…. dan.. kaaabooommmm. Tamat.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: