Matahari, Bulan dan 11 Bintang

Agustus 5, 2011 pukul 8:05 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 9 Komentar
Tag: , , , ,

Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: “Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku.”
(Kejadian 37:9)

“Ia” di atas adalah Yusuf anak Yakub.
Mendengar kata Yusuf bisa jadi kita langsung mengingat beberapa hal mengenai beliau. Bisa jadi kita mengingat tentang Mesir, atau bisa jadi kita mengingat tentang saudaranya yang menjual dia, bisa jadi tentang ibunya Rahel, ibu yang paling dicintai ayahnya, Yakub, sekaligus membuat Yusuf menjadi anak kesayangannya. Bisa juga tentang kemampuan mengartikan mimpi (meski ia akui bahwa Allah-nyalah yang mengungkapkan itu kepadanya). Bisa juga tentang kemampuan memimpin, bisa juga tentang ketaatannya kepada TUHAN, bisa juga tentang Potifar, bisa juga tentang Perjanjian Allah tentang turunan keempat yang akan keluar dari Mesir, atau tentang pernyetaan Allah dalam menepati janjiNYA.

Dalam hal ini penulis akan menguraikan salah satu pandangan saja, yaitu bagaimana hubungan TUHAN dalam kehidupan manusia, khususnya mereka yang telah dianggap anak oleh DIA, Bapa dari segala yang ada.

Semasa Yusuf bersama kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya, ia sering memimpikan hal-hal yang membuat saudara-saudaranya berang, geram, dan berujung kepada dijualnya dia kepada saudagar Mesir.

“Matahari, Bulan dan 11 bintang akan menyembah aku”, katanya pada waktu jamuan makan. Saudaranya sedang berhitung, dan langsung penat dengan kata-kata itu. “Sial neh anak, masak ayah, ibu dan kami abang-abangnya menyembah dia”, gerutu saudara-saudara tuanya.

Berbicara tentang perjanjian TUHAN, maka ada nubuatan yang menyertainya. Dan beberapa nubuatan telah diucapkan kepada Abraham, kakek dari ayah Yusuf. Perjanjian itu adalah bahwa keturunan bapa leluhur (Abraham/Ishak/Yakub) akan dibuang ke daerah asing, dan setelah 400 tahun akan kembali ke Kanaan.
Sekali lagi, berbicara Perjanjian dan Nubuatan maka selalu ada TUHAN Yang menyertai, Imanuel.

Ketika kita mendengar kata TUHAN menyertai, Imanuel, bisa jadi kita salah kaprah. Bisa jadi kita beranggapan ada hal-hal yang indah yang dirasakan secara jasmani maupun rohani. Ternyata?….
Yusuf, mari kita lihat jalan penggenapan Matahari, Bulan dan 11 Bintang menyembah Yusuf.

Pertama, ia harus dibenci saudara-saudaranya. Ia dikucilkan, dan puncaknya adalah ia dijual ke orang asing. Pahit sekali dikucilkan bukan?.

Kedua, ia harus mengembara sendirian di daerah yang sama sekali asing baginya, bahkan ia menjadi hamba (TKI=Tenaga Kerja Israel, mungkin begitu gambarannya)

Ketiga, ia disalah mengerti oleh tuannya di Mesir, dan harus dipenjara.

Keempat, puluhan tahun ia tidak pernah berjumpa dengan orang tuanya.

Kelima, ia harus menghadapi bahaya kelaparan di wilayah yang sekarang telah menjadi wilayah kuasanya.

Mungkin itu masih terlalu sedikit, jika kita pada pihak Yusuf, mungkin masih banyak derita yang dapat kita ucapkan. Tetapi derita-derita yang ia alami itu adalah “jalan-jalan TUHAN” untuk menuju penggenapan nubuatan yang diungkapkan ALLAH kepadanya melalui mimpi.

Peristiwa kelaparan hebat di Mesir telah sampai kepada wilayah-wilayah disekitarnya termasuk di wilayah asal-asulnya, kampungnya Kanaan. Dan kelaparan hebat itulah yang akhirnya membawa ‘Matahari, Bulan dan 11 Bintang’ berangkat dari Kanaan menuju Mesir.

Melihat ke awal sebentar, bahwa mimpi di atas membuat saudaranya iri, tetapi ayahnya yang juga seorang yang percaya kepada TUHAN, merenungkannya dalam-dalam di hatinya, sepertinya ia bisa memandang jauh kepada TUHAN dan ingin mendalami maksud TUHAN kepada Yusuf.

Dan setelah puluhan tahun kedepan, seluruh saudaranya “menyembah” Yusuf di Mesir, ketika Yusuf masih merahasiakan identitasnya, dan seterusnya setelah identitasnya dijelaskan, sanak saudaranya, orang tuanya “disambung ” nyawanya oleh keberadaan Yusuf. TUHAN memelihara keluarga Yakub/Israel oleh keberadaan Yusuf. TUHAN menyertai Yusuf untuk dapat menjadi jalan kepada pemeliharaan Israel. Israel sedang dipelihara untuk “dibantai” selama 400 tahun di Mesir.

Jadi Penyertaan TUHAN sering diikuti oleh “penderitaan”, dan mungkin pada akhirnya barulah kita sadari, tepat pada waktu TUHAN, sesuai rencanaNYA, kita melihat bahwa “Matahari, Bulan dan 11 bintang” sujud kepada kita, artinya rencana TUHAN barulah terasa indah setelah segala prosesnya kita lalui. Pemazmur berkata:

Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya;
(Mazmur 145:15)

Artinya segala sesuatu ditetapkan TUHAN dengan tepat dan teliti. Percayalah.

9 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Horas laeku,..
    Salam bertemu kembali setelah beberapa bulan tidak mengisi koment di blog kita ini. Semoga kita tetap diberi kekuatan dalam mengikuti keinginanNYa dalam memberitakan Injil sbg kekuatanNYA dlm menerangin hati dan pikiran sahabat, saudara dan handai taulan semua. Horas dan salam kasih

    • @lae Sihotang

      Salam dan horas juga lae…

      selamat bertemu kembali…

      amin lae…

      horas…

    • Israel semua kitab lo salah kaprah udah karangan pendeta kitab lo tuh dulu bibel coba lo liat perjanjian lama dan perjanjian baru

      yang bener itu Al-QURAN
      jangan ngambil ngambil ayat deh di al quran

      • @Syaiful

        selamat datang, dan terimakasih atas kunjungannya atas blog ini.

        setiap pernyataan atau kesimpulan ada eloknya diiringi penjelasan, dasar dan pondasi.
        Tentu saudara memilikinya sehingga berani berkesimpulan demikian, bisa dishare?

        sebagai pembuka,
        Kitab yang menuliskan peristiwa Yusuf sudah berusia sekitar 2800 tahun, ketika Al Quran yang pertama tertulis di muka bumi ini.
        Jika dinilai dari logika sejarah maka saya akan lebih percaya kepada kitab tertua.
        Jika dari segi wahyu, maka saudara dan saya sama2 tidak sedang dapat wahyu langsung bukan? jadi pondasi sejarah yang dapat kita ambil.

        salam dan selamat puasa, kalau saudara puasa

  2. Saya pernah baca di sebuah blog (lupa hehe) sebelas bintang artinya sebelas planet Merkurius, Venus, Bumi, ‘sebuah planet antara Bumi dan Mars’ yang menurut ahli astrologi telah hancur walau masih ada bekas puing2nya, Mars, Uranus, Neptunus, Juputer, Pluto dan sebuah planet baru yang ditemukan sekitar tahun 1998. dan di planet terakhir tersebut terdapat Masjidil Aqsa (Masjid Terjauh) bukan yang di Palestina (karena Isra’ Mi’raj tidak mungkin hany Makkah-Palestina), dan disimpulkan planet teakhir (Muntaha) adalah satu kesatuan ‘istilah’langit tujuh lapis’ sebagai tujuan Isra’ Mi’raj (planet ke tujuh; dihitung setelah Bumi)
    wallahu allam………………

    • @Sandal

      dari narasi Alkitab dijelaskan perihal 11 bintang adalah kata “perbandingan”,..

      bintang pada masa itu dianggap sebagai sesuatu yang “mulia”,
      jadi 11 kemulian akan menyembah ke Yusuf karena kemuliaan ALLAH menaungi Yusuf..

      salam

  3. Keren

  4. Apa hubungan nya dengan11 bintang matahari danbulan bersujud kepada yusuf apa kelak dia akn menjadi nabi

    • Yusuf menjadi simbol/perlambang dari Kristus yang akan datang.
      Seperti kita ketahui dari narasi “kelaparan” di sekitar Mesir, Yusuf yang ditolak saudaranya (11 orang) menjadi jalan keselamatan bagi bangsanya, orang tuanya (ibu dan bapak) juga selamat oleh jalan TUHAN yang dikerjakan dalam Yusuf. Yusuf bukanlah seorang nabi,…

      Dalam Kristus, batu penjuru yang ditolak, menjadi batu sandungan, tetapi menjadi jalan keselamatan untuk kita semua.

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: