Allamaaak bagaimana ini?

Agustus 2, 2011 pukul 7:38 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , ,

Murid-murid-Nya menjawab: “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?”
(Markus 8:4)

Jika rencana TUHAN sudah begitu jelas di depan mata, maka perkara-perkara mustahil akan dapat kita lihat nyata dalam hidup kita.

Sekian kali memang kita selalu diingatkan, bahwa memang “di luar” sana ada suatu hal yang sama sekali “bekerja” di luar hal-hal yang biasa yang dapat terima akal, kita menyebutnya dengan kalimat sederhana, luar biasa, di luar kebiasaan.

Dalam perumusan-perumusan matematis untuk mendapatkan pedoman-pedoman fisis maka selalu ada “partikel-partikel” nisbi atau menuju nol yang dihadapkan, sehingga sesuatu yang begitu amat sangat kompleks menjadi terlihat sederhana, dapat ditelaah.

Perlu memang ditanamkan, pada perhitungan yang diharapkan seakurat mungkin di jaman modern ini, bahwa selalu ada faktor X yang harus diperhitungkan. Group sepak bola yang dianggap hebat, ternyata bisa saja kalah dengan team yang baru promosi. Itu contoh kecilnya.

Dalam segi memandang pesimis untuk menyelesaikan masalah yang mustahil, maka umumnya orang batak di Medan, atau orang Medan saja, akan berteriak: “Allammaaak bagaimana ini”.
Itu ungkapan ketidaksanggupan, ketidakmampuan, atau bisa jadi ketidakrelaan kita membuka jalan lain.
Sama seperti murid-murid YESUS, ketika mereka akan sedang merencanakan “resepsi” kotbah YESUS di tempat sepi. Orang sangat banyak, dan mereka sedang berada di tempat yang sunyi senyap (alias jauh dari pasar dan sejenisnya yang sanggup menyediakan makanan instan, lagipula mana sanggup “gerombolan” kecil ini membiayai orang sebanyak itu),… sekali lagi: “Allamak maccammana pulak ini”. Untuk logat untuk lebih kentara tentunya.

Sementara para murid yang nyata-nyata melihat YESUS masih saja berteriak begitu, apalagi kita yang tidak dapat melihat dan hanya dapat merasakan dalam iman, ya toh?

“Bagaimana kamu mengasihi ALLAH yang tidak dapat kamu lihat, sementara saudaramu sendiri yang dapat kamu lihat tidak kamu kasihi”… itu sebuah kalimat keras dari Kitab Perjanjian Baru.
Meski tidak melihat dengan mata kepala, tetapi jika kita percaya, dalam iman, kita malah bisa diperhitungkan sebagai yang didahulukan, sebab ada juga tertulis “yang belakangan didahulukan”, atau ada juga tertulis: “berbahagialah mereka meski tidak melihat tetapi percaya”.

Tidak ada bahagia yang terbesar kalau kita paling tidak dapat merasakan salah satu dari sekian perkara mustahil yang menjadi kenyataan dalam hidup kita bukan?.
Carilah perkara-perkara mustahilmu, lalu lihatlah rencana TUHAN didalamnya, bisa jadi mukjizat sedang akan terjadi, dan kemudian saking bahagianya kita berteriak: “Allamaaakk ruaar biasa kali TUHAN ini BAH”.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. horas amang
    sedikit share dan berbagi…
    saya pernah mempelajari ilmu ttg pembentukan manusia, yg disebut dgn Embriologi. dalam waktu 280 hari setiap bagian2 tubuh manusia dibentuk dalam rahim dgn sangat rinci, tanpa ada yg memerintahkan. misalnya kapan otak harus terbentuk, di mana jantung harus ditempatkan, kapan rongga2 tubuh harus menutup dsb.
    salah bergeser sedikit saja, atau telat terbentuknya, maka manusia yang keluar bisa aneh bentuknya, misalnya: (maaf) bibir sumbing, kepala tidak menutup, saluran hati tidak terbentuk (atresia bilier) dsb…
    kenapa bisa seperti itu, sampai sekarang tidak ada yg bisa menjelaskan. namun dari situ saya tahu bahwa tidak semua hal di dunia ini bisa dijangkau dgn pikiran manusia yg konon katanya “berakal”. itu masih yg kelihatan lho, apalagi yang nggak kelihatan sama sekali.
    saya percaya ada faktor X yang memainkan peranan dalam kehidupan kita. dan saya lebih suka menyebut faktor X itu sebagai Tuhan. faktor X itu juga yang membuat kita bisa berteriak ALAMAAKK utk setiap hal ajaib yg terjadi dalam kehidupan kita..

    duh, alamakk… jadi kepanjangan ya.., malah jadi OOT kayaknya😀

    • horas juga amang;

      share yang membukakan pikiran dan menambah pengetahuan, terimakasih amang ateh.

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: