Enyahlah Iblis!

Agustus 1, 2011 pukul 7:52 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

(Matius 16:22 [ITB])
Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”

Dalam hal ini mungkin kita bisa menarik sebuah kesimpulan sederhana, bahwa kemungkinan Petrus bisa jadi belum sadar dan mengerti bahwa memang MESIAS harus mati untuk menebus dosa-dosa manusia.

Dalam hal tertentu kita bisa jadi seperti itu, ketika kita merasa nyaman dengan sesuatu atau seseorang maka akan amat susah untuk melepaskannya, sekalipun itu adalah sesuatu yang mungkin saja amat sangat bertentangan dengan nurani kita, dalam bahasa negatif bisa disebut ketagihan.

Ada beberapa hal yang kemungkinan diijinkan untuk kita alami dalam hidup ini, bahwa sekiranya kita berbalik dan bertobat maka masa lampau menjadi barometer akan jalan benar yang akan kita langkahi dikemudian hari, dengan pepatah sedikit bisa mengingatkan, “keledai tidak akan tersandung pada batu di tempat yang sama”.

Dalam bahasa rohani disebutkan bahwa rancangan TUHAN akan terjadi, apapun yang dipilih manusia itu.

Bicara rancangan maka TUHAN sering terlebih dahulu, bahkan selalu demikian, memberitahukan kepada manusia, melalui orang-orang tertentu, oleh karena itulah disebut namanya nubuatan, sedikit mirip atau mungkin sama dengan kata ramalan. Ramalan yang yang harus dan pasti terjadi tentunya.

Itulah yang terjadi pada Petrus,… ia tidak menyadari rancangan TUHAN, meski ia menyaradi bahwa YESUS adalah MESIAS, Al Masih, Kristus, tetapi ia tidak memahami apa makna kata, gelar, jabatan, pribadi itu. Kita tidak bisa mengatakan bahwa Petrus jahat, anti Kristus, tidak mengenal TUHAN, nyatanya ia orang yang taat kepada TUHAN. Yang tidak ia mengerti adalah rencana TUHAN kepada manusia dan kepada dirinya secara khusus.

Kitapun kadang kala sampai hari ini tidak pernah atau mungkin bisa jadi bagi beberapa orang tidak pernah mengetahui apa rencana TUHAN bagi dirinya sendiri.

Di dalam keadaan ini YESUS menghardik Petrus, dan juga kita yang sampai hari ini tidak mengetahui rencana TUHAN bagi kita secara khusus,..”Enyahlah Iblis!”.

Pemikiran yang bersandar kepada kekuatan manusia, kalkulasi manusia, rencana manusia semata, tanpa melihat TUHAN,… maka bisa jadi pemikiran Iblis telah, atau sedang, mengganggu kita. Pemikiran selalu menjadi modal utama untuk menolak segala sesuatu yang sepertinya tidak terlaksana begitu cepat bukan?, ketika kita, Petrus, berharap YESUS memerintah secara gamblang, malah IA memilih MATI di salib,… pilihan macam apa itu, rencana macam apa itu, bisik kita, Petrus, dalam hati. Tetapi rencana TUHAN harus terlaksana,.. dan yang ada kita bisa jadi menolak segala yang indah yang diberikan dan disediakan TUHAN kepada kita, Petrus.

Jika Petrus dengan berat dan penuh perjuangan pada akhirnya menyadari rencana TUHAN kepada dia, bagaimana kita?…

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: