Dibawa senang saja

Juli 26, 2011 pukul 8:22 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 6 Komentar
Tag: , ,

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
(Matius 11:29)

Salah satu pelajaran yang kita dapatkan dari YESUS adalah untuk rela menderita.
Mungkin agak susah kita mengejawantahkannya di dalam kehidupan sehari-hari, amat susah.

Ketika memulai suatu kegiatan berbau birokrasi, kala ini, di negara tercinta, tentu salah satu dilema, atau mungkin ujiannya adalah mempraktekkan seruan ini.
Apakah kita harus berlama-lama mendapatkan sesuatu, atau bisa jadi malah tidak mendapatkannya, atau malah menyeberangi jalan pintas, melawan moral.
Ketika sudah sering dilakukan maka akan menjadi lumrah, lalu keluarlah kata-kata “dibawa senang saja”, … “itu biasa”. Banyak yang harus melawan hati nurani memang, dipaksakan dan diharuskan demikian,… dan karena sudah tercipta begitu, selalu dan dapat dipastikan sudah ada budaya yang berkata demikian itu.

YESUS melambaikan tangan, sebab kejadian atau budaya seperti itu sudah, sedang, dan akan terus tercipta. Kebobrokan akan selalu ada, dan karena begitulah relefansi seruan YESUS akan terus berlanjut.

Daripada harus pesimis melihat kerusakan, kenapa tidak mau ikut menderita, tampil bercahaya saja yuk. Memikul penderitaan, dengan konsekuensi, biasanya akan terlihat “culun”, “bodohj”.

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. cuma curhat toh..!

    • @yadi

      bukan curhat, itu ajakan supaya:
      1. Tidak pesimis
      2. Tidak mengikuti arus
      3. Tampil bercahaya

      salam

  2. kenapa harus pesimis

    • @coffe k cup

      banyak orang bisa menjadi didalam keadaan pesimis…
      dan umumnya keadaan membuat orang pesimis lebih banyak dari yang beriman

      salam

  3. horas amang parhobas
    ini adalah salah satu ayat Alkitab kesukaan saya, yang didahului dengan ayat 28:
    “Marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
    kalimat ini menggambarkan pribadi Yesus yang sejati sebagai seorang guru, seorang dokter yang secara proaktif memanggil orang2 yang sedang kesusahan dan berbeban hidupnya untuk disembuhkan.
    di ayat berikutnya Ia memberikan teladan dan menginstruksikan apa yg harus dikerjakan untuk mendapat ketenangan jiwa. adapun beban yang dimaksud di sini bukanlah beban fisik melainkan beban jiwa; sebab untuk mengikut Yesus itu bukan perkara mudah/banyak rintangan.
    karena sebagai murid2 Yesus kita bukan bagian dari dunia ini, melainkan bagian dari kerajaan sorga sama seperti Yesus sendiri.

    • horas juga amang mikhael..

      jiwa tenang dengan mengikut YESUS, sungguh benar..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: