Pure Love

Juni 1, 2011 pukul 10:03 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 4 Komentar
Tag: , , , ,

Tulisan dari istri saya (yang sementara belum minta ijin untuk dimuat di blog ini)

Memiliki seseorang untuk dikasihi dan yang mengasihi adalah suatu anugerah luar biasa dari sang Khalik. Mengasihi karena Tuhan sudah lebih dahulu mengasihi kita. Mengasihi karena setiap orang layak dan berhak untuk dikasihi. Mengasihi dengan tulus, tanpa syarat.

Pertanyaannya, apakah mengasihi selalu berkaitan dengan hal-hal indah, manis, menggairahkan, layaknya pasangan muda yang sedang kasmaran. Kapan sebenarnya kasih sejati itu nyata dari dalam diri sesorang? Sangatlah mudah mengatakan “aku mengasihimu, aku berjanji akan untuk selalu mengasihimu”….. tapi apa wujud kasihmu itu?

Mengasihi di kala sehat, saat semua kebutuhan tercukupi, saat dia selalu ada di samping kita, itu mah gampang……. sehingga ada istilah “ada uang, abang disayang”…. Betapa dangkalnya kasih itu jika hanya dalam keadaan seperti itu…. Bagaimana jika keadaan itu dibalik, bagaimana kita harus mengasihi orang yang notabene sangat menyebalkan buat kita, mengasihi di kala orang itu sakit, lemah, dan tidak punya daya untuk menopang hidupnya sehari….. seberapa besar kasih itu masih tetap ada…..

Mungkin kita tetap akan mencoba disamping nya, karena takut dengan omongan orang, kita mengasihi dengan motif yang salah, kita melakukannya hanya untuk menjaga reputasi kita…. semuanya berpusat kepada diriku….. itu namanya egois. Kalau sudah begitu, dimana integritas kekristenan kita, dimana karakter Kristus padahal kita mengaku Kristen…. yang terjadi justru kita menjadi bahan tertawaan setan…. dia akan mengolok-olok dan mempertanyakan apa bedanya kita dengan dunia ini…… katanya orang Kristen…..????

Hendaklah kasih itu tulus, murni, tidak berpura-pura. Mengasihi karena kita sudah merasakan dikasihi oleh Allah tanpa syarat, mengasihi sesama karena setiap orang memang layak untuk dikasihi. Wujudkan kasih itu hari ini dengan mengawalinya lewat memberi senyuman tulus di wajahmu bagi orang lain, senyuman yang membantu membahagiakan orang-orang di sekitarmu hari ini…

Ku titipkan senyumanku untuk seseorang, walau dia tidak bisa melihatku secara langsung saat ini, seseorang yang memiliki arti penting bagiku…. seseorang yang membantuku belajar mengasihi dan dikasihi dengan tulus….. Seseorang yang aku panggil …. My dear husband…… I give you my smile on my face….. Hope you can see it in your heart……

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. teladan kasih paling besar adalah Yesus Kristus… Satu nyawa mati agar semua orang diselamatkan dari kebinasaan… dan Kasih semacam inilah yang kiranya ditanamkan Tuhan ke dalam hati kita….
    🙂

  2. Kasih yg tulus tidak terpengaruh dgn kebaikan dan kejahatan seseorang.. Itulah kasih dalam Tuhan kita.
    Shalom ma laeku

    • shalom juga lae…

      maaf telat membalas lagi sibuk berat neh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: