130 tahun belum ada apa-apanya bung…

Mei 25, 2011 pukul 9:37 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Yusuf membawa juga Yakub, ayahnya, menghadap Firaun. Lalu Yakub memohonkan berkat bagi Firaun.
Kemudian bertanyalah Firaun kepada Yakub: “Sudah berapa tahun umurmu?”
Jawab Yakub kepada Firaun: “Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing.”
(Kejadian 47:7-9)

Ada sesuatu yang unik dari pembicaraan antara Firaun dengan Yakub, Sang Firaun langsung bertanya usia Yakub. Mungkin dia melihat perawakan yang sudah ujur dari Yakub, sampai-sampai ia harus bertanya demikian, dan mungkin juga dengan perawakan begitu dia kagum dengan Yakub sebab dengan usia dan penampakan tua begitu koq masih kuat mengarungi daratan dari Kanaan ke Mesir, yang kira-kira sejauh 40 hari perjalanan.

Usia yang disebut oleh Yakub dia gambarkan sebagai pengembaraan. Dan disebutkan ia mengembara selama 130 tahun.
Mengembara di sini diambil dari kata מָגֹור, dibaca magur, 4 kali diterjemahkan sebagai “berjiarah”, 4 kali diterjemahkan menjadi “orang asing”, sebagai “tinggal: diterjemahkan 2 kali dan hanya sekali diterjemahkan sebagai “singgah”. Jika kita ambil makna rohaniahnya memang tepatlah demikian bahwa kita hidup di dalam daging adalah sebagai persinggahan, tentu sebagai persinggahan bagi mereka yang percaya kepada TUHAN, karena kalau tidak maka lain lagi ceritanya. Hidup dalam tubuh ini bisa menjadi jembatan menuju mati kekal.
Jadi 130 tahunlah Yakub singgah di dunia ini, dan ia sebut itu penuh dengan derita dan hal-hal yang tidak menyenangkan.
Dan lebih lagi ia masih membandingkannya dengan nenek moyangnya. Jika bahasa Yakub memasukkan ayahnya Ishak dan Abraham sepertinya belum dapat disebut nenek moyangnya, paling tidak ia akan memasukkan Shem. Shem adalah anak Nuh. Shem melintasi hampir 22 generasi para leluhur Israel. Ishak berumur 180 tahun, Abraham perumur 175 tahun, dan Shem mengisi waktu di bumi ini sekitar tahun 2468 – 1868 SM. Yakub sendiri lahir sekitar tahun 1918 SM, jadi ada sekitar 50 tahun ia mengenal Shem yang menjadi saksi sejarah penghakiman dan saksi sejarah janji Mesias. Pada waktu itu Yakub pasti mengenal ALLAH yang disebut sebagai ALLAH SEM. Dan kemudian ALLAH mau mengenalkan diriNYA sebagai ALLAH Abraham, ALLAH Ishak, ALLAH Yakub, sebagai pedoman dan sebagai pertanda bahwa Berkat kepada Shem, telah turun kepada keturunan Abraham, dan dari Abraham turun kepada Ishak dan dari Ishak turun kepada Yakub yang disebut juga ISRAEL, dan oleh karena ISRAELsudah menjadi sebuah kerajaan terlebih setelah ISRAEL yang dikenang ditambatkan hanya kepada keturunan YEHUDA, maka semakin jelaslah bahwa MESIAS datang dari YEHUDA, anak ISRAEL….
Penantian kedatangan MESIAS itu membuat bapa-bapa leluhur itu menderita…. mereka merana dalam rindu.

130 tahun yang disebut Yakub belum ada apa-apanya dibanding penantian SHEM sepanjang berabad-abad menantikan Mesiasnya menyelesaikan derita dunia, menyelesaikan maut.
Dan ternyata kesabaran TUHAN lebih lagi dari panjang usia SHEM… ada ribuan tahun IA menunggu sampai tepatlah waktunya maka FIRMAN ALLAH menjadi manusia.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: