Metusalah

Mei 20, 2011 pukul 8:49 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag:

Beberapa data yang perlu diingat mengenai Metusalah.

Ketika TUHAN menceritakan tentang hidup yang saleh dan yang tidak, TUHAN membagi silsilah keturunan Adam atas keturunan Kain dan keturunan Seth. Keturunan Kain menggambarkan tentang kanker dosa yang akut, sementara sebaliknya keturunan Seth mengalirkan janji “anak Perempuan” yang akan mengalahkan si Iblis, janji Mesias.
Metusalah adalah keturunan Adam dari garis Seth, Metusalah berada pada generasi ke 8 (delapan) sejak bumi diciptakan.

Metusalah adalah anak dari Henok. Henok pada usia 365 tahun diangkat TUHAN ke sorga. Hanya ada 2 orang yang diangkat TUHAN ke sorga hidup-hidup, Henok dan Elia. Jadi betapa mulianya dan bangganya hati Metusalah melihat orang tuanya dihargai TUHAN seperti itu.

Metusalah, dalam studi kata bisa diartikan: “ketika ia mati akan datang penghakiman“, dari makna ini dapatlah kita ketahui sedikit kenapa ayahnya Henok dapat hidup begitu dekat dengan TUHAN. Jika kita telah dikasih tahu oleh TUHAN tentang mati kita, tentu kita akan konsentrasi kepada kehidupan kelak. Itulah yang terjadi dengan Henok,…. YESUS mewanti-wanti bahwa ketidakikutsertaan kita pada tebusan darahNYA maka akan binasa kekal. Apakah kita bisa seperti Henok?,… mungkin tidak.

Metusalah adalah orang tertua di dunia ini, 969 tahun usianya. Ketika ADAM berusia sekitar 700 tahun, Metusalah lahir. Sehingga sekitar 2 abad ia dapat menerima informasi tentang EDEN dan kejatuhan manusia dan bagaimana TUHAN mengutuk manusia dari ADAM/HAWA. Ketika Metusalah berusia sekitar 4 abad, Nuh lahir. Nuh adalah cucunya Metusalah. Dan dapat dipastikan Metusalah dan Nuh hidup bersama sekitar 6 abad. Jadi Metusalah menjadi jembatan penyambung informasi antara generasi ADAM/HAWA kepada generasi NUH. Sebab ada sekitar satu setengah abad jarak kematian ADAM dengan kelahiran NUH. Metusalah dapat melihat bagaimana NUH membangun bahteranya, menurut beberapa ahli kemungkinan besar Metusalah turut serta membangun bahtera. Kenapa begitu? sebab sekali lagi nama dari Metusalah adalah “ketika ia mati akan datang penghakiman“, dan bahtera ini adalah sebagai bendera yang dikibarkan, sebagai genderang perang atas turunnya penghakiman bagi bumi dan isinya. Dan kita tahu, bahwa manusia tak satupun yang dapat melihat penghakiman itu selain Metusalah dan Nuh. Ketika Metusalah mati, beberapa tahun kemudian Bumi dibanjiri sampai ketingkat-tingkat batas kehidupan. Bumi menyisakan 8 orang saja, Nuh dan istri dan 3 anaknya beserta istri masing-masing.

Cicit dari Metusalah, yaitu Shem anak Nuh, masih hidup sepanjang usia Abraham. Jadi Abraham mati dahulu barulah Shem. Jadi masih dapat dipastikan informasi tentang ADAM, kejatuhannya dan tentang janji Mesias yang ia dapat dari Metusalah masih terpelihara kepada Abraham. Shem hidup selama 5 abad dengan Metusalah. Dan oleh Abraham kita tentu dapat mengerti kenapa harus Ishak yang disebut anak perjanjian, sebab kemudian anaknya Yakublah yang kemudian dipanggil Israel (umat pemenang) bukan anak yang lain. Dan bagaimana kita juga yakin bahwa Mesias harus dari Israel, bukan yang lain.

Di sepanjang tulisan Alkitab ada 7 (tujuh) kali nama Methusalah diulang-ulang, salah satunya adalah di Perjanjian Baru, di kitab Lukas, ketika Lukas menulis silsilah YESUS KRISTUS dari jalur Maria, bundaNYA. Angkat 7 sendiri dalam makna ibrani dapat diartikan sempurna/komplit/lengkap.

Metusalah adalah salah satu nenek moyang manusia yang merasakan bagaimana Roh TUHAN yang spesial ada pada manusia, sebab oleh Roh yang spesial itulah manusia dapat hidup berabad-abad lamanya, dan ketika jaman Air Bah usailah usia yang berabad-abad itu berangsur-angsur berkurang, sampai Kitab Mazmur menuliskan bahwa usia manusia dapat diperkirakan kisaran 70 tahun, itupun sudah penuh dengan penderitaan.

Hmmmm… jika manusia awal-awal itu sampai berabad-abad, dapat tidak kita bayangkan komodo, misalnya, yang berusia 700 tahun,sebagai hewan yang diciptakan TUHAN juga awal-awalnya, imaginasi saya berkata komodo itu akan menjadi seperti “dinosaurus” konturnya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: