Nehustan, dijadikan berhala

Mei 19, 2011 pukul 9:41 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 6 Komentar
Tag: , , , ,

Dahulu kala, ketika masa Raja-Raja, seorang raja memerintah atas Yehuda. Raja Hizkia namanya. Dia salah satu raja yang dapat dikenang sepanjang sejarah karena ia takut akan TUHAN.

Jika kita membandingkan dengan sekarang ini dalam konteks bernegara Indonesia, maka ada beberapa hal yang tidak populer yang dilakukan oleh pemimpin lalu dihujat habis oleh rakyatnya.
Kemungkinan besar Raja Hizkia ini juga mengalami hal yang sama, dikala rakyatnya sudah banyak yang menyembah dewa-dewa, berhala-berhala, maka Raja Hizkia memerintahkan untuk menghancurkan semua berhala, baik patungnya maupun segala mezbah dan tempat-tempat penyembahan berhala.

Isu sensitif selalu mewarnai ketegangan kala sesuatu yang berbau relijius merembet dalam sebuah keputusan pemimpin. Kita ketahui bahwa dahulu kala ketika Musa memimpin si budak Israel keluar dari Mesir, mereka diserang sesuatu yang amat sangat mematikan. Dan TUHAN memberi cara untuk menyelesaikan yaitu memerintahkan Musa untuk membuat tongkat ular tembaga. Siapapun yang melihat ular tembaga yang ditinggikan itu maka ia akan hidup.
Siapa orang Israel yang tidak kenal Musa? apalagi jaman masih tidak terlalu jauh kala itu. Sekarang saja yang sudah berjarak hampir 3000 tahun dengan Musa banyak orang yang mengenal beliau, bahkan non Israel sekalipun.

Misalkan oleh karena pembangunan suatu jalan untuk fasilitas umum, untuk kepentingan umum, lalu ada sebuah rumah ibadah harus dikorbankan…. hmmm ini sensitif, SARA ini… maka tentu akan banyak “teori-teori” yang terkadang mengorbankan harga diri, sebab selalu saja ada rasa dikorbankan oleh keadaan, menjadi terasa atau malah selalu merasa menjadi korban, yang selalu merasa direndahkan, dihina dan sebagainya… biasanya itu selalu ditantang dengan berat.

Ular tembaga itu berbau relijius, karena TUHAN memerintahkan Musa membuat itu, dengan logika atas dasar perintah TUHAN, maka itu layak dihargai. Kitab Suci dari TUHAN bukan? layak dihargai?, dihargai dengan cara mempelajarinya bukan?, nah si Ular tembaga ini, si Nehustan ini sekarang malah sudah disesajenin, diberi bakar-bakaran oleh orang Israel… jadi hati-hatilah… bisa jadi sesuatu yang berbau relijius telah menjadi berhala, telah menjadi penghalang bagi kita untuk “bertemu” dengan TUHAN.

Ular tembaga yang ditinggikan itu sebagai perlambang akan Kristus yang ditinggikan di salib, sehingga siapa yang melihat Nehustan, siapa yang melihat Kristus akan beroleh sembuh. Beroleh sembuh, dikatakan demikian karena memang kita sedang di dalam keadaan sakit, yang merasa dirinya tidak sakit, bisa jadi menjadi penghalang melihat Kristus, dan dipastikan dapat menjadi pemicu kepada kematian kekal, sesuatu yang tidak diinginkan oleh TUHAN.

Nehustan bukan perantara umat ALLAH kepada TUHAN, sehingga ia tidak layak disembah.
KRISTUS adalah Perantara kita kepada ALLAH, sebab KRISTUS berasal dari TUHAN, karena hanya TUHAN yang sanggup mengenali diriNya sendiri, maka oleh karena itulah KRISTUS yang adalah TUHAN dapat dan sanggup dan mau membawa kita kepada TUHAN.

Mungkin saja menjadi suatu pemicu kepada kita supaya setiap keputusan tidak populer dari luar sana dapat kita telaah lebih dalam lagi, dan kita tenang melihatnya… dan kita dapat tenang sebab kita melihat KRISTUS yang telah ditinggikan sampai ke Sorga…dan karenanya kita dapat hidup.

Maka dalam tahun ketiga zaman Hosea bin Ela, raja Israel, Hizkia, anak Ahas raja Yehuda menjadi raja. Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abi, anak Zakharia. Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya. Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan. Ia percaya kepada TUHAN, Allah Israel, dan di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia.
(2 Raja-Raja 18:1-5)

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Menarik menarik..aslinya bukan cuma patung yang bisa diberhalakan. Allah pun juga bisa diberhalakan. JIka kita kebanyakan berkoar membela Tuhan bisa saja mirip dalam kisah Ibrahim yang menjawab : Jika memang Maha Kuasa Memangnya Tuhan tidak bisa membela dirinya sendiri. Jadi yah aslinya kita hanya membela pikiran kita masing2..karena Tuhan toh tidak perlu kita berhalakan dan kita anggap tanpa daya ^_^

  2. @lovepassword

    Pa kabar mas Eko? baik2 aza khan…?
    fanya rasa tidak semua perbuatan yg dikategorikan “membela Tuhan” adalah tindakan konyol akibat fanatisme membuta dlm beragama. fanya kerap melihat bhw dlm berbagai kasus, olok-olok “membela Tuhan” tsb kerap di alamatkan kpd mereka yg bereaksi atas terjadinya pembiaran terhadap pelecehan atau pelanggaran hukum yg dilakukan seseorang/sekelompok orang menyangkut aspek mendasar nilai2 keimanan suatu agama, sementara pelanggaran serupa thdp aspek2 lain yg relatif tidak sepenting kedudukan agama selalu menjadi prioritas dan sorotan media…… .

    Pelecehan thdp simbol2 keimanan umat agama manapun sesungguhnya adalah pelanggaran yg masuk dlm kategori tindak pidana penghinaan yg seharusnya tidak dibiarkan terjadi di negara hukum.

    fanya kadang berpikir istilah “membela Tuhan” tsb sengaja dihembuskan oleh pihak2 tertentu untuk membangun opini masyarakat agar kasus yg sejatinya adalah “reaksi” atau response thd suatu pelanggaran hukum terkait sesuatu agama/keyakinan, disalah pahami menjadi sebuah “aksi” yg berdiri sendiri akibat ajaran yg keliru, fanatisme berlebih, atau pemahaman yg salah thdp nilai2 ajaran agama.

    salam

    • maaf komennya ketahan di spam, ngga tau kenapa…

  3. Koq komen fanya nggak muncul?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: