Amanat Agung Kristus

Mei 16, 2011 pukul 8:19 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , , ,

Yesus mendekati mereka dan berkata:
“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Karena itu pergilah,
jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
(Matius 28:18-20)

Kepada YESUS telah diberikan kuasa di sorga dan di bumi.
Dengan kata “diberikan”, maka kita langsung menuju Subject “Pemberi”. YESUS menjadi “Object”.
Jika kita membaca Kitab Perjanjian Baru, bagian Kitab Ibrani, maka kita bisa menemukan gelar yang disematkan kepada YESUS, antara lain Anak Allah, Imam Agung, … dan tentu Perantara.
TUHAN Yang Maha Besar itu tidak dapat didekati oleh ciptaanNYA, sehingga oleh kuasaNYA, FirmanNYA menjadi manusia, diberi nama YESUS, dan oleh YESUS inilah kita disanggupkan ‘bertemu’ dengan TUHAN. YESUS menyanggupkan kita sampai kepada Sorga. Dan ‘pekerjaan’ menyanggupkan ini disebut sebagai Pengantara. Selama menjadi manusia IA melakukan banyak hal, salah satunya mengalahkan maut, kutuk akibat dosa. Dengan perantaraan inilah dapat dikatakan bahwa kuasa bumi telah ditaklukkan kepada kebenaran KRISTUS. Anak Manusia yang telah mati itu, bangkit dan naik ke sorga, IA mengangkat banyak tawanan dosa, dimenangkan, dan dibawa kembali ke Sorga. IA ke Sorga, karena IA adalah Raja Sorga yang telah pernah menjadi manusia. Perantara kita. Firman menjadi manusia, demi kita.

Oleh karena IA telah menyelesaikan tugasNYA, dan karena sekarang IA akan sedang naik ke sorga, maka IA menugaskan yang percaya kepadaNYA untuk melakukan hal-hal yang wajib dilakukan.

antara lain:
1. Pergi.
Seruan anti kemapanan, anti kenyamanan. Setiap yang percaya Kristus wajib menyeberangi sungai luasnya masing- masing, dikala sungai atau bahkan laut itu menghadang maka TUHAN akan mengeringkannya. Itu telah pernah terjadi dan akan terjadi dalam maksud dan tujuan yang sama, meski dengan cara yang berbeda. Setiap yang percaya harus menaiki gunung Sinai masing-masing, mengarungi keringnya jiwa-jiwa, menerobos kegelapan. Maka pergilah…Atau lakukanlah dari sini ke sana, beritakan Injil Kristus selalu, masyurkanlah…

2. Menjadikan semua bangsa murid
Seruan Pemazmur adalah “bahwa segala bangsa dan suku akan memuji Nama TUHAN kita YESUS Kristus. Kita berdoa dan berusaha supaya terjadilah yang demikian. Setiap suku dan bangsa telah dipanggil terlebih dahulu oleh TUHAN yang disembah bapa-bapa leluhur, oleh nabi-nabi, oleh bapa rohani kita, dan karena sudah dipanggil maka pasti ada di antara mereka yang jika mendengar INJIL akan percaya dan menerimanya, dan untuk itulah kita disuruh pergi, supaya mereka yang telah dipanggil terlebih dahulu tidak menjadi binasa. Mereka yang tidak dipanggil telah mendapat upahnya sejak ADAM/HAWA dikutuk untuk binasa sejak dahulu kala.

Kata kunci utama juga di sini adalah kata “murid”. Murid dalam kamus TVM dalam bahasa Inggris dijelaskan sebagai seorang yang suka belajar. Bagi bahasa awam kita, maka seorang yang disebut murid baik adalah mereka yang suka mendengarkan hal-hal yang baru dan dapat membangun dirinya sendiri. YESUS tidak menginginkan kita menjadikan seseorang pintar tentang Kitab SUCI, atau hebat dalam hal pengetahuan segala sesuatu, tetapi IA menginginkan seorang murid, yang tunduk dan patuh kepada DIA, Guru kita. Dan IA tidak memanggil kita untuk menjadikan diri kita sebagai guru dari murid, tetapi IA memanggil kita untuk menggembalakan murid-murid Kristus itu sendiri, muridnya DIA, bukan murid kita, sehingga kita harus dapat melepaskan kultus kultus orang suci, orang yang dituakan, orang yang dianggap berbakat, yang dianggap hebat, sekali lagi, kita dipanggil untuk membawa orang kepada KRISTUS.

3. Membaptis
Banyak hal yang bisa dijelaskan oleh prosesi ini. Yang pasti adalah bagi mereka yang telah percaya kepada Kristus maka mereka harus yakin dan percaya bahwa mereka telah dipanggil oleh Bapa, dikhususkan untuk hidup seperti Kristus dan dibenarkan oleh Roh Kebenaran dalam segala perbuatannya. Dan oleh karena pondasi inilah maka kita percaya tidak ada baptis ulang, sebab Bapa hanya satu, Kristus hanya satu, Roh Kebenaran hanya satu, TUHAN YANG ESA.

4. Mengajar
Pondasi pengajaran telah dikendalikan oleh Kristus, dan oleh Roh Kudus semua yang diajarkan oleh YESUS selama 3 tahun diingatkan kembali kepada murid-muridNYA, sehingga mereka menuliskan Kitab Perjanjian Baru. Kitab Perjanjian Baru tidak turun dari langit untuk dikultuskan, tetapi Kitab Perjanjian Baru yang sama seperti Kitab Perjanjian Lama, adalah berisi tentang kesaksian, tentang bukti yang telah dilihat oleh mata rohani, oleh mata kepala, bahwa TUHAN mengasihi dan menyangi kita ciptaanNYA. DNA Injil ada dalam ALKITAB, dan itulah yang harus diajarkan, tidak lebih dari itu, dan tidaklah menjadi terlalu sukar dipahami dan dipertahankan sebab TUHAN juga telah nyata memanggil warna-warni manusia sejak dahulu kala, dari petani, peternak, budak, raja, nabi, rasul, orang buangan, penjahat, penipu, pembunuh, pendengki, orang saleh, orang taat, orang keras kepala dan sebagainya telah pernah TUHAN panggil, jadi amatlah mudah untuk dipahami. Dan disimpulkan dalam dalil sederhana saja yaitu: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes3:16) Jika TUHAN mengasihi kita di dalam keadaan kita yang masih berdosa, maka kita diperintahkan jugalah untuk mengashi sesama kita di dalam keadaan mereka masing-masing.

IMANUEL, TUHAN beserta kita, itulah nama YESUS. Dan IA memang akan selalu berserta kita, sebab jika IA memerintahkan kita untuk pergi, menjadikan bangsa muridNYA, membaptis dan mengajar, maka kita yang berkata YA kepada TUGAS itu akan serta merta juga dikawal oleh Kristus.
Dan jika dikawal bukan berarti menjadi lepas dari penderitaan, sebab Kristus sendiri telah menderita, maka yang dikatakan murid harus siap mendapat pengajaran yang baharu senantiasa. Penderitaan lebih pas dan tepat untuk mendidik. Ujian selalu menjadi momok bagi murid, tetapi tanpa ujian tidak ada peningkatan kelas.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. sebuah amanat singkat, tapi agung dan memiliki daya untuk menggerakkan banyak orang, sampai detik ini untuk terus pergi memberitakan Kabar Baik.
    Kabar baik dan keselamatan itu harus, dan perlu, disampaikan supaya setiap org menemukan Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan yang selama ini mereka cari-cari..
    kiranya semakin banyak orang yang mendengar, sudah mendengar, lalu pergi untuk memberitakannya kembali….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: