Peneguhan

April 21, 2011 pukul 7:46 am | Ditulis dalam Apologet | 18 Komentar
Tag: ,

Orang yang bekerja buat Tuhan tidak patut bertengkar; ia harus ramah terhadap semua orang, dan dapat mengajar orang dengan baik dan sabar.
(2Timotius 2:24)

TUHAN berkata kepada manusia itu, “Engkau boleh makan buah-buahan dari semua pohon di taman ini, kecuali dari pohon yang memberi pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Buahnya tidak boleh engkau makan; jika engkau memakannya, engkau pasti akan mati pada hari itu juga.”
(Kejadian 2:16-17)

Apakah Adam/Hawa bisa diteguhkan sebagai manusia yang setia, teguh pendirian?…
Melihat keteguhan hati dan kesetiaan itu, TUHAN memberi hukum, “Jangan makan ini dan itu, nanti ini dan itu”…
Lepas dari detail, tetapi kita melihat konteks kesetiaan yang kental sekali. Dan memang kesetiaan menjadi nilai yang sangat mahal.

Dalam perkara Perjanjian Baru ada juga sebuah “jaring”, “penjara”… dapat kita ‘comot’ dari ayat Timotius di atas..

Orang yang bekerja buat Tuhan tidak patut bertengkar
Dan tanpa tedeng aling-aling, kesetiaan selalu menjadi barang, pusakan yang mahal…
Banyak pelayan TUHAN yang nyata-nyata berantem, angkat senjata, menerobos gelar hamba yang disematkan kepadanya…

Memang banyak serigala yang masuk, dan serigala yang masuk itu bisa saja merusak dan menghancurkan, tetapi yang terpenting semoga serigala masuk demi meneguhkan mereka yang mau tampil setia dan layak dibenarkan.

Semua harus terjadi, bahwa guru, mesias, pengajar, rasul palsu harus masuk, masuk supaya kita tahu memang hari-hari terakhir sudah diambang pintu.

18 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sang Penggembala diterkam hingga berdarah2, dan serigala itu berjubah domba sambil berkhotbah diantara domba lainnya “sang penggembala telah menebus dosa kita”. Ketika serigala sudah berbulu domba selama berabad, mungkin ia sudah merasa bukan serigala lagi.

    • @Samaranji

      Bisa saja itu terjadi…
      dan karena kemungkinan itu sangat sangat mungkin terjadi maka YESUS mewanti-wanti:
      Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.
      (Matius 12:33)

      dan melalui Ilham ROH KUDUS, buah dari pohon yang dimaksud semakin dijelaskan melalui Rasul Paulus,…

      Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.
      (Galatia 5:22-26)

      jadi kalau ada seorang yang mengaku mengenal dan mengikuti YESUS tetapi keinginan daginnya masih ada maka itu perlu dipertanyakan, salah satu keinginan daging adalah melegalkan memiliki istri lebih dari satu…

      salam

  2. @ Om Parhobass
    “…salah satu keinginan daging adalah melegalkan memiliki istri lebih dari satu…”

    >>> mungkin lebih tepatnya membolehkan (bukan melegalkan). Bukankah demikian juga yang ditempuh Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s ? Para Nabi alaihimus salaam sekedar menjalankan perintah-Nya, dan mungkin manusia lain yang masih terkungkung dengan sifat kedagingan iri dan dengki menganggap kemauan Nabi SAW sendiri.

    >>> saya juga melihat “buah” dari pelarangan beristri dan berpoligami, free sex dan pelacuran.

    >>> saya juga melihat”buah” dari penghapusan hukum taurat, minum alkohol dan makan babi.

    • @Samaranji

      pada awalnya satu Adam ke satu Hawa, dan oleh kekerasan hatilah maka beristri bukan satu dilegalkan,… jadi kalau ada aturan yang melegalkan (dalam bahasa Anda dibolehkan, impaknya sama saya kira), itu dapat dipastikan datang dari keinginan daging…

      termasuk iri dan dengki, itu juga bagian dari keinginan daging…

      tidak ada yang melarang beristri, dan poligami bukanlah solusi dari bebasnya budaya free sex dan pelacuran…solusi yang tepat adalah tunduklah kepada KRISTUS, kepada TUHAN, sebab kita mengaku percaya kepada TUHAN, lain hal kalau tidak percaya TUHAN, silahkan pilih sendiri solusi yang baik menurutmu. Ketidaktundukan kepada Kristus, kepada TUHAN itulah yang membuat orang free sex, pelacuran d.l.l..

      Hukum Taurat tidak dihapuskan, tetapi telah digenapi dalam Nama YESUS KRISTUS… dimana tuntutan utamanya adalah mengasihi TUHAN dan mengasihi manusia/sesama, jadi tidak ada gunanya tidak memakan babi tetapi tidak mengenal TUHAN dan tidak mengenal sesamanya..

      salam

  3. Parhb,
    Apa yang dimaksudkan keinginan daging ? Keinginan daging itu baik / buruk ?

    • @Triadi

      dalam Alkitab term “keinginan daging” itu disejajarkan atau diartikan dengan perseteruan dengan TUHAN. Jadi itu adalah keadaan yang buruk.
      Alkitab mencatat beberapa keinginan daging, antara lain:
      percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora

      dosa melahirkan dosa, keinginan daging melahirkan keinginan daging, contohnya,
      ADAM/HAWA berontak kepada TUHAN, sehingga dosa ADAM/HAWA melahirkan dosa baru pada diri KAIN, yaitu membunuh,.. dan seterusnya dosa ADAM/HAWA, KAIN sampai kepada LAMEKH, yaitu dosa berani melawan TUHAN dengan cara beristri lebih dari satu, bahkan melegalkannya dengan peraturannya sendiri….

      contoh sederhana, ketika kita ingin kaya dengan cara tidak benar (korupsi salah satu contoh di Indonesia), maka dosa berikut yang yang mengikuti dengan itu adalah dosa berdusta, berbohong, tidak mengasihi sesamanya, dan tidak patuh kepada pemerintah.

      salam

  4. Kalau begitu kenapa Tuhan A**** anda masih membutuhkan pengorbanan dari daging (baca “tubuh-manusia”) untuk mengampuni dosa hambanya ?

    • @Triadi

      Seperti term itu sendiri “keinginan daging”, maka dan karena Anda masih hidup di dalam daging, maka kenalilah keinginan-keinginnannya, dan kalau Anda mengenalinya maka Anda akan mengerti pengorbanan Kristus.

      Kalau Anda mengenali akibat dari menyetujui “keinginan daging” maka maut/binasa kekal adalah bagiannya, tetapi maut/binasa kekal itu telah dikalahkan oleh YESUS di dalam pengornan sekali dalam segala jaman.

      Nah jika Anda percaya maka keinginan daging Anda harus Anda korbankan, tujuannya satu saja, yaitu sebagai bukti bahwa Anda mengaku percaya kepada YESUS. Sebab mengaku percaya berarti setuju kepada Kristus bahwa IA telah mengalahkan keinginan daging, dan karena Anda percaya maka keinginan daging Anda otomatis juga harus dikalahkan, dikorbankan,…

      Jadi pengampunan dosa oleh tubuh Kristus hanya sekali, tubuh kita harus dikendalikan sebagai bukti bahwa kita percaya kepada KRISTUS.

      Kristus dikatakan dilahirkan dari Roh, oleh karena itulah IA tidak memiliki keinginan daging. IA SUCI dan bersih, sebab IA dikandung daripada Roh Kudus, sebab IA adalah FIRMAN ALLAH yang telah menjadi manusia.
      Sekali lagi keinginan daging dalam term Alkitab diartikan sebagai ‘berseteru dengan TUHAN”. YESUS tidak mungkin berseteru dengan TUHAN, sebab IA adalah Firman ALLAH, yang satu esensi dengan TUHAN, yang telah menjadi manusia.

      Jadi kenalulah keinginan dagingmu, maka kamu akan mengenal KRISTUS, tetapi bagaimana engkau mengenali keinginan dagingmu jika kamu tidak mau membuka hati kepada ketukan Roh Kristus?

      salam

  5. Hmm…penjelasan sangat dalam…… tambah sulit aja nyelaminya ….

    • @fanya

      dimananya yang sulit diselami?
      cara mudah menyelaminya adalah mempercayainya dahulu… meski itu paralel tetapi mungkin lebih mudah mempercayai terlebih dahulu, selebihnya akan ditambahkanNYA…

      salam

  6. Lupa nggak tengok blok ini…🙂
    Parhobass :

    Kristus dikatakan dilahirkan dari Roh, oleh karena itulah IA tidak memiliki keinginan daging.

    Keinginan daging : makan, minum, tidur, berhubungan, dll… Apakah Y tidak memiliki keingininan tersebut ?

    • @Triadi;

      Keinginan daging sudah disebutkan di atas, yaitu term yang menjelaskan tentang “perseteruan dengan TUHAN”.

      contohnya sudah pula disebutkan, al:
      percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora

      jadi itu lain dari kebutuhan tubuh, seperti yang Anda ucapkan…

      salam

      • @ Om Parhobass

        Kristus dikatakan dilahirkan dari Roh, oleh karena itulah IA tidak memiliki keinginan daging. IA SUCI dan bersih, sebab IA dikandung daripada Roh Kudus, sebab IA adalah FIRMAN ALLAH yang telah menjadi manusia..
        :
        :

        Menyimak penjelasan Om Par diatas, yg membuat fanya makin sulit mencerna bhw Yesus “suci dari keinginan daging” adalah a.l. :

        Dlm Markus 11:13-14 dikatakan:

        “Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.”

        demikian pula dlm Lukas 19:27-28 :

        “Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.” Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.”

        Apakah hals diatas bukan refleksi dari “keinginan daging”???.

        salam

      • @fanya

        Markus 11:13-14, coba saudari cermati, konteks apa yang sedang diberitakan…

        demikian juga untuk Lukas 19:27-28,…Lukas ini adalah sebuah perumpamaan, dan itu bukanlah ucapan YESUS yang menjelaskan diriNYA sendiri…

        point-point yang bisa membantu adalah:
        1. Jika kiamat telah tiba, bukankah dunia ini akan dihancurkan? nah jika dihancurkan siapakah yang berhak dan mampu menghancurkannya? DIA yang berhak dan mampu itu apakah menjadi di dalam keadaan berperilaku lepas dari keinginan daging?…

        2. Menyambung dari point satu ini, maka ada waktu diberikan oleh DIA yang berhak dan mampu itu, waktu yang diberikan kiranya cukup membuat menerima YESUS, tetapi ketika tiba-tiba YESUS datang dan kita tidak juga menerima DIA, maka DIA yang berhak dan mampu itu akan menghancurkan kita…. sebab kita percaya bahwa kiamat akan datang.

        selamat merenung…
        salam


  7. jadi itu lain dari kebutuhan tubuh, seperti yang Anda ucapkan…

    Fanya,
    Baru kali ini saya dengar, “keinginan daging” berbeza dengan “kebutuhan tubuh”.

    • @Triadi

      ada sebuah kata “telor mata sapi”, itu bukan berarti telor dari mata sapi bukan?
      (semoga saudara paham maksud saya)

      salam

  8. Kenyataan, manusia hidup karena ada roh, jiwa dan daging. Kecuali mati, berarti dia hanya berwujud roh atau jiwa… Tinggal bagaimana mengatur keinginan tubuh sesuai dengan kodrat manusia dan ketentuan-Nya.
    Semoga anda bisa memahami memerluas sendiri maknanya

    • @Triadi

      “Keinginan daging” adalah sebuah istilah yang menjelaskan tentang perseteruan dengan TUHAN, berseteru oleh roh dan diaminkan oleh tubuh dan jiwa.

      sementara memang ada juga kata keinginan daging, tetapi bukan sebuah istilah, melainkan kata mentah, yang dalam bahasa biasa disebut “kebutuhan nutrisi tubuh”.

      Ada mata ada sapi, tetapi ketika seseorang menyebut telor mata sapi, kita tidak meski menerjemahkannya sebagai telor dari mata sapi, atau telor dan mata sapi melainkan langsung kepada makna istilah itu yaitu jenis masakan telor yang mirip mata sapi… kita tidak musti menjelaskan apa2, orang sudah mengerti bahwa telor mata sapi tidak dapat diterjemahkan mentah-mentah…

      demikian pula jika kita mendengar kata2 “keinginan daging”, maka orang yang mengenal TUHAN tidak dapat menerjemahkan itu menjadi kebutuhan tubuh, melainkan diartikan sebagai “perseteruan dengan TUHAN”….

      jadi kalau Anda berbicara sesuatu yang lain (di luar makna Alkitab itu), maka dapat dipastikan Anda tidak paham apa yang sedang saya ucapkan atau Anda tidak paham apa yang sedang Anda ucapkan atau Anda sedang memaksakan suatu hal atau lebih parah bisa jadi Anda tidak percaya kepada TUHAN.

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: