Maniak bola mengebaskan asap rokok

April 18, 2011 pukul 7:44 am | Ditulis dalam Pemikiran | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya!
(Ratapan 3:39)

Ada beberapa hal yang terjadi pada konteks masyarakat Indonesia, tentu di jaman-jaman akhir ini. Dahulu mungkin saja terjadi, tetapi dengan cepatnya informasi sekarang ini serasa setiap hari warta berita selalu menyajikan hal-hal yang membuat kita menggelengkan kepala. Kita menyebutnya “orde” Reformasi.

Di jalanan kita bisa dengan leluasa menemukan perokok. Perokok menghembuskan asapnya, racunnya, ke setiap orang yang berada di sekitarnya.

Leluasa, meski beberapa tempat telah dipasang rambu, DILARANG MEROKOK.
Tanda larangan itu tidak terjewantahkan dalam bentuk hukum-hukum yang dapat menyentuh langsung. Memang tidak terlalu ditegaskan, tetapi itu juga memakan biaya besar jika dilakukan. Setiap mulut harus diawasi nantinya, ada keterbatasan untuk itu bukan?, Indonesia 200 juta, harus diawasi mulutnya? yang benar saja meeennnn!!!???.

Itu suatu hal, kita beralih ke hal lain yang masih terikat dengan ’embun’ nikotin tadi.
Ada beberapa maniak bola menonton di televisi. Siaran langsung tentunya, lebih menarik lagi jika nonton bareng. Nobar. Beberapa diantaranya akan menghembuskan asap juga. Dan hebatnya ada diantara mereka yang akan menarik hidungnya, atau menutup hidungnya, dan dengan sinis mengibaskan tangan kanannya untuk menghalau asap rokok yang lewat mendekati wajahnya.
“Masss rokoknya dong!!!?, teriaknya dengan kesal.

Mari membayangkan itu ke tingkat yang lebih lagi,… beberapa diantara kita telah melakukan demo anti sana sini, tetapi jika ditelusuri kita telah menikmati ‘keringat’ yang berkucuran dari yang kita benci itu.

Maniak bola mengibaskan asap rokok, ia sinis dan agak bermuka sombong membanggakan ketidakmerokokannya (entah bahasa apapun ini semoga dimengerti).

Dan di jeda setiap pertandingan sepak bola dari siaran langsungnya iklan rokok melayangkan rayuan-rayuannya.

Masalah khusus di Indonesia juga demikian adanya, setiap keputusan demi kemaslahatan bangsa dan negara selalu berujung kepada pola “seorang maniak bola mengebaskan asap rokok”.
Masak seorang engineer dengan bayaran dolar yang bertugas ke luar negeri ingin rupiah menguat?…
jika ada dan masih ada, dan akan ada,… itu dia yang mengerti diri.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: