Kelompok

Maret 28, 2011 pukul 10:50 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.
(Hakim-hakim 17:6)

Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.
(Hakim-hakim 21:25)

Ada 3 hal yang dapat kita ucapkan,… hukum, raja, dan rakyat (umat).

Ketika tidak ada raja maka rakyat dalam kondisi tertentu akan ‘berjuang’ dalam kelompok-kelompok. Kelompok dominan akan memandang yang benar sesuai pandangannya sendiri, dan yang lain salah. Bukan pada konteks pandangan yang benar, tetapi tak kala ada unsur kerusakan moral di sana, ketiadaan patokan, maka dapat dipastikan motivasi jahat pasti mewarnai segala keputusan. Kepentingan individual, keinginan berkuasa selamanya akan terbungkus rapat dalam gerak-gerik yang kuat. Dan yang kuat ada kecenderungan menindas yang lemah. Rakyat (umat) menentukan sendiri apa yang baik dan benar menurut keadaan sesaat, dan ini sangat berbahaya. Penerimaan rakyat (umat) atas suatu usul tertentu bisa saja diterima baik dan benar untuk masa tertentu, tetapi hakekat dan pondasi kebenarannya tidaklah baik, terutama dimata TUHAN.

Rakyat (umat) dikatakan demikian karena sepatutnya mengakui pemerintahan Theokrasi, tetapi jika kita berkompromi terhadap hal-hal yang bertentangan dengan maksud TUHAN, maka timbullah pemisahan, keberanian terpisah, dari pemerintahan TUHAN, lahirlah kelompok-kelompok.

Ketiadaan, atau ketidakmauan menerima Raja, yaitu TUHAN, akan memberanikan manusia (rakyat) membuat atau berlaku apa saja yang menurutnya benar. Raja Saul pernah mempraktekkannya. Ketika ia merasa perlu mengambil hati rakyatnya maka ia melampaui batas wewenangnya di dalam prosesi peribadatan yang diserahkan kepada Imam Israel. Rakyat yang kemauannya dituruti raja sepihak bisa kita katakan menjadi sebuah kemenangan demokrasi, raja yang bijaksana. Tetapi jika kita melepaskan diri dari kejadian sebelumnya maka kita dapat meletakkan pondasi kuat, bahwa ‘kebijaksanaan’ Raja Saul ternyata adalah bentuk penyelewengan dan keberanian melawan TUHAN. Raja Saul tidak mengakui Raja di atas segala raja, yaitu TUHAN Semesta ALAM.

Dan karena kita telah berani mengaku TUHAN adalah RAJA di atas segala Raja, maka kitapun diberikan, dianugerahkan hukum yang indah, Kasih diantaranya yang terindah, sehingga kita tidak lagi bertindak mengikuti kelompok-kelompok dengan segala bentuk kebenarannya masing-masing, melainkan memiliki Satu Kristus sebagai panutan, sebab TUHAN adalah ESA.

Kita tahu TUHAN adalah MAHA Kuat, tetapi IA tidak menindas kita yang lemah, melainkan berfirman,

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
(Matius 11:28)

Dan tidak ada sesuatu apapun yang dapat kita sebut ketidakadilan yang dapat dilakukan TUHAN kita sebab DIA sendiri mengambil kelemahan kita dalam Salib, dan melimpahkan kekuatan bagi kita dengan Roh-Nya Yang Kudus. Adil yang tidak dipandang dari apa yang sanggup kita lakukan secara tersembunyi atau terang-terangan, tetapi dipandang dari DIA Yang telah lebih dahulu melakukan segala sesuatu, sementara kita diberi kuasa untuk melakukan, atau paling tidak mengikutiNYA, sebab sekali lagi, kita telah mengaku DIA adalah RAJA yang memberi HUKUM.

Dan ada satu hal yang amat sangat memiriskan hati, dan kita tahu ada sesuatu di dalam sini yang perlu diluruskan…
bahwa banyak Gereja dalam keadaan menjadi disebut kelompok, berani atau terlalu berani menyatakan kebenaran. Semoga kebenaran dalam pandangan sendiri dapat seabagai pemicu kepada kita bahwa memang benarlah Firman TUHAN, sebab Kristus harus diberitakan baik dengan maksud baik dan dengan maksud tidak baik. Sebab memang ada saja serigala berbulu domba, rasul palsu, masuk di dalam Gereja.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: