Semakin jauh

Maret 21, 2011 pukul 8:20 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Beberapa waktu kemudian bani Amon berperang melawan orang Israel.
(Hakim-hakim 11:4)

Ada sebuah “hukum”, bahwa tali persaudaraan akan “terputus” setelah 5 generasi. Dalam kekerabatan Batak maka keturunan dari sekitar 5 generasi akan cenderung membentuk perkumpulan yang disebut ‘Parsadaan’. Contohnya jika nama generasi ke 5 di atas saya disebut namanya Guru Hariara, maka sekitar 5 generasi-generasi di bawahnya akan membentuk perkumpulan yang disebut ‘Parsadaan Guru Hariara’.

Di sini kita sedang membicarakan tentang Israel dan Amon.
Israel kita tahu adalah berasal dari nama Yakub, sehingga semua keturunan Yakub kemudian disebut orang Israel. Dan orang Israel yang sedang kita ucapkan sebagai orang Israel di ayat di atas adalah sudah melebihi sektiar 10 generasi dari Yakub, sudah melewati masa di Mesir, dan sekarang sedang di dalam wilayah Kanaan Pra Kerajaan Israel. Paling tidak sudah ada rentang 500 tahun dari Yakub.

Yakub adalah anak dari Ishak, dan Ishak adalah anak dari Abraham.

Nenek moyang bani Amon adalah keturunan dari Lot (yang ibunya adalah putri Lot sendiri), dan Lot adalah keponakan kandung dari Abraham.

Kejadian 19:36-38
Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka. Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang. Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.

Jauhnya ke depan setelah peristiwa Abraham-Lot, ternyata keturunan Lot ini telah menjadikan suatu pola pemerintahan tertentu, mereka kuat dan memiliki wilayah sendiri. Mereka tetap saja disebut bani Amon meski tendensi membentuk suatu kerajaan telah ada, mereka sepertinya tidak pernah disebut Bangsa Amon, mereka lebih sering disebut bani Amon, atau keturunan atau anak cucu dari Amon.

Tendensi pemerintahan, pola keagamaan, dan jauhnya generasi yang terpisah itu, dan di ayat kutipan dari Kitab Hakim-Hakim di atas kita lihat bahwa Amon dan Israel sekarang berperang, dan kalau kita ikuti terus sejarahnya sampai ke jaman Raja-Raja, maka dua kelompok ini selalu diwarnai perang. Dan ini bukan perang saudara, sebab Amon dan Israel tidak bersaudara. Mereka sudah jauh terpisah..

Israel adalah Yakub, dan Amon adalah keturunan Lot, bukan saudara.
Itu sudah jauh sekali.

Anak cucu kita akan semakin jauh kelak, jika mereka memiliki kepentingan dirinya sendiri, dan apabila mereka memiliki pikiran-pikiran dan praktek-praktek yang berbeda dengan kita, maka anak cucu kita bisa terpisah baik terpisah di dalam darah dan daging maupun roh.
Umat Israel menyembah TUHAN sementara Amon menyembah berhala, jelas itu berbeda, dan mereka akan ada kecenderungan mempertahankan Ilahnya masing-masing, itu sudah semakin jauh.

Kita yang suatu saat akan menjadi nenek moyang dari generasi-generasi berikutnya, berkarakterlah seperti Kristus, maka anak cucu kita yang pada saatnya juga akan berjuang di dalam peran memperjuangkan karakter Kristus di dalam dirinya sendiri akan menemukan kesamaan, ‘Parsadaan’,… persekutuan, yaitu Kristus sebagai Kepala, sehingga meski generasi semakin jauh, tetapi semakin jauh pula kita melangkah mendekati karakter Kristus… Semakin jauh untuk semakin serupa. Sebab kita adalah saudara di dalam Kristus. Di atas segalanya kehendak TUHAN jadilah.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: