Ditabur-dituai

Maret 10, 2011 pukul 8:01 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Maka majulah suku Yehuda, lalu TUHAN menyerahkan orang Kanaan dan orang Feris ke dalam tangan mereka, dan mereka memukul kalah orang-orang itu dekat Bezek, sepuluh ribu orang banyaknya.
Di Bezek mereka menjumpai Adoni-Bezek dan berperang melawan dia, dan mereka memukul kalah orang Kanaan dan orang Feris.
Tetapi Adoni-Bezek melarikan diri, lalu mereka mengejarnya, menangkapnya dan memotong ibu jari dari tangannya dan dari kakinya.
Kata Adoni-Bezek: “Ada tujuh puluh raja dengan terpotong ibu jari tangan dan kakinya memungut sisa-sisa makanan di bawah mejaku; sesuai dengan yang kulakukan itu, demikianlah dibalaskan Allah kepadaku.” Kemudian ia dibawa ke Yerusalem dan mati di sana.
(Hakim-Hakim 1:4-7)

Kanaan, sudah menjadi daerah yang amat sangat berlawanan dengan kehendak TUHAN. Penyembahan berhala tersebar di seantero negeri, bahkan terkenal penyembahan berupa pembakaran bayi-bayi demi dewa-dewa yang tidak bisa bergerak sekalipun.

Suatu peristiwa terjadi di Bezek (lihat peta di Bezek), disana ada seorang yang bernama Adoni-Bezek (sepertinya dapat diartikan Tuan dari orang-orang Bezek). Sepertinya pula dapat kita pastikan orang ini sangat berkuasa dan arogan, bayangkan 70 orang raja pernah ia taklukkan, bahkan dipermalukan dengan amat sangat, belum cukup ia memotong ibu kaki dan tangan raja-raja yang ia taklukkan, ia masih memperlakukan mereka seperti anjing, yang memungut makanan mereka sendiri dari sisa-sisa meja makanan Adoni-Bezek.

Dapat diperkirakan ketika Yosua memasuki wilayah Kanaan Adoni-Bezek telah mengetahuinya, dan meski ia mengetahui karena ia merasa kuat ia tidak merasa perlu tunduk di hadapan TUHAN dengan perantaraan tangan Yosua, tidak seperti beberapa suku di Kanaan yang menyerah, bukan karena takut kepada Israel, tetapi karena mereka tahu bahwa TUHAN sedang mengacungkan tanganNYA kepada Kanaan.
Sedemikian Kanaan mendapat hukuman yang tegas dari TUHAN akibat pelanggarannyua, demikian juga Adoni-Bezek, sebagai pribadi, sebagai simbol dari kehancuran kesombongan di hadapan TUHAN, sebagai mana cara dia memperlakukan kejahatan kepada orang lain, maka dengan cara itu pula ia mendapat hukuman,…, ia berkata: “..demikianlah dibalaskan Allah kepadaku.”

Dosa ditabur, maka hukuman dituai.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: