Bersembunyi dalam jaring “Ekslusif”

Februari 22, 2011 pukul 7:40 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag:

Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!

Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu!
dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.

Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!

Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.

Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
(Lukas 13:23-29)

Berbicara mengenai “sorga” dan “neraka” ada sedikit pemikiran yang mengatakan,..”kalian itu eksklusif, mengirim orang ke neraka”…
Pertanyaan dan topik dan pernyataan ini memang sebenarnya sudah berusia ribuan tahun. Bahkan sejarah orang Israel di dalam ALKITAB diwarnai hal-hal seperti itu, dan bahkan semua orang yang mengaku beragama berada pada topik yang sama. Ketika kita mengucapkan filosofi-filosofi tertentu, kitapun telah eksklusif terhadap pandangan kita.

Tetapi mari keluar dari relatifitas seperti itu, biasanya yang dianggap orthodoks itulah yang dianggap eklusif.
Yang konserfatif (dalam istilah politiknya) atau orthodoks cenderung mempertahankan pondasi-pondasi yang diterima dan diyakini secara mendasar, serta dipelihara secara berkesinambungan.

Salah satu yang mendasar dari ke-Kristen-an adalah perihal “penghakiman”, akhir jaman. Ini berbicara tentang arah dari hidup kita selanjutnya, yang mati akan dibangkitkan, dan yang masih hidup akan diperhadapkan pada suatu hal yang sama, yaitu PENGHAKIMAN.

Thema penghakiman inilah yang coba dihindari oleh penggagas atau yang berlindung pada tuduhan eksklusif pada pemeluk agama. Karena tidak ada manusia yang merasa dirinya benar dan tidak bersalau mau dihakimi, atau selalu manusia bisa membenarkan apa yang ia perbuah untuk kesenangan,…menghindari tuduhan, menghindari kursi pesakitan,… dan karena tidak mau duduk pada kursi itu, atau karena ia dalam posisi tidak melihat kesalahannya sendiri di hadapan DIA YANG MAHA MELIHAT, maka ia melempar jaring eksklusif kepada sekelompok orthodoks, lalu keluar dengan melenggang,… dan mungkin sesekali mengeluarkan ajaran-ajaran universal YESUS sendiri, sebagai simpul-simpul yang mengeratkan jaring-jaring itu,.. biasanya itu membuat tambah sakit bagi kita.

YESUS berkata: “…Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! …”

Pelempar jaring tadi sebenarnya sedang berusaha memasukkan dirinya kepada “sorga”, tanpa melalui “penghakiman”, tanpa melalui pintu, tanpa melalui jalan. Dengan memanfaatkan pondasi cinta kasih, dan kasih sayang yang universal, kita berlindung pada point utama, bahwa Merah harus menjadi Merah dan tetap menjadi Merah, dan malah menuduh Merah eksklusif. YESUS bekata: “Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup”,.. jadi jika ada yang berusaha memasuki “sorga” di luar itu, atau malah membuah jalan, dan kebenaran, dan hidup sendiri, itu disebut bersembunyi dalam jaring Eksklusif. Jaring eksklusif telah dilemparkan oleh Petrus cs (si penjala manusia), maka berlindunglah di dalamnya, dan jangan malah keluar darinya, sebab jala-jala yang dilempar Petrus Cs adalah jala-jala kehidupan, jala yang memperlihatkan emas-emas murni pada masa penghakiman, bukan jala-jala yang mau menghindari penghakiman itu. Dan justru karena penghakiman itulah maka kita dijaring dalam darah tebusan Kristus. Eksklusif? memang benar. Sebab kita memang eksklusif dalam hal siap menghadapi Sang Hakim, dan yang lain tidak siap.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: