Ketika pikiran terkadang ingin “mengendalikan” TUHAN

Februari 21, 2011 pukul 7:19 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat, Uncategorized | 2 Komentar
Tag: , , , , ,

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan.
(Lukas 19:1-11)

Yeriko

Yeriko


Sumber gambar:
Jericho

Di kota inilah YESUS sedang lewat. Keramaian menyambut karena pada saat itu YESUS banyak sekali melakukan mukjijat. YESUS melakukan banyak mukjijat di luar Yerusalem.

Zakeus sebagai simbol manusia, kita yang penuh dosa, dan YESUS menyatakan akan datang ke “dunia” yang penuh dosa itu. Bukan tidak salah bahwa memang Zakeus adalah seorang “pendosa”, sebab nyatanya ia memperoleh kekayaannya kemungkinan besar dari hasil pemerasan atau mungkin dibarangi dengan penipuan.
Ia ditempatkan oleh penguasa (penjajah) Romawi sebagai pemungut cukai, ia bahkan sebagai kepalanya, di daerah yang mayoritas adalah orang Yahudi.

Ketika YESUS berkata: “Aku akan menumpang di rumahmu”, Zakeus meresponi dengan luar biasa, ia sangat senang. Bahkan ada letupan iman yang dapat ia perlihatkan, ia berkata: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Respon inilah yang disebut respon iman, sama seperti respon Abraham, adalah respon Abraham, jadi sekarang Zakeus adalah anak cucu Abrahan secara daging dan juga sekaligus anak Abraham secara rohaniah. Iman itulah yang sama-sama dimiliki oleh Zakeus dan Abraham.

Pikiran apa yang ada pada kita yang terkadang ingin “mengatur-ngatur” TUHAN?
1. Ketika TUHAN memilih dan melihat hati, manusia melihat yang di luarnya.
Jelas kita bisa melihat banyak orang jahat di sekeliling kita, dan sangat jarang kita menemui orang yang amat sangat jahat tiba-tiba bertobat dan menjadi pemberita Injil. Pertobatan mereka terkadang sangat cepat tidak bertele-tele seperti pertobatan yang dapat diperlihatkan oleh orang-orang terpelajar (macam Nikodemus).
– Jadi kita memiliki pikiran yang terkadang menghakimi manusia dari apa yang tampak,
– Dan kita tidak tahu segala sesuatu tentang apa yang dipikirkan orang,
dengan keterbatasan ini maka sangat besar kemungkinan penilaian kita kepada seseorang amat sangat sering salah.
– Dan satu hal adalah kita tidak tahu kapan TUHAN datang menjamah hati seseorang.

Itulah yang terjadi dengan Zakeus, ketika TUHAN menjamah hatinya, orang disekitarnya malah ingin mengatur YESUS agar tidak mendatangi Zakeus.
Manusia sekarang juga sering memperlihatkan pola yang sama, banyak orang yang ingin mengatur-ngatur TUHAN supaya tidak datang di dalam Nama YESUS, dengan dalil antara lain, “Ngapain TUHAN Yang Maha KUASA sampai datang sebagai manusia?”. Padahal dengan menjadi manusia, dengan datang ke rumah Zakeus, maka dikabarkanlah bahwa Keselamatan telah datang ke dunia, telah datang ke rumah Zakeus. Respon Zakeus penting, dan respon itu lahir dari iman.

2. Menyangka TUHAN seperti yang kita persepsikan.
Ketika kita mengatakan tentang menuju ke “sorga”, maka kita langsung berpikiran bahwa sorga adalah suatu tempat seperti bumi ini. Memang sorga digambarkan seperti suatu tempat, tetapi itu untuk memperjelas kepada kita bahwa sorga itu ADA dan NYATA, bukan sebagai ide atau pikiran semata.
Pada saat itu orang di sekitar Zakeus telah mulai memahami bahwa YESUS benar-benar adalah MESIAS. Dan karena begitu, meski mereka tidak memiliki respon iman seperti Zakeus, tetapi mereka mengharapkan bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Mereka mengharapkan sesuatu yang dapat dilihat oleh mata, sementara YESUS mengatakan bahwa respon iman adalah salah satu yang tidak hanya dilihat mata, tetapi diungkapkan dalam kata dan perbuatan, sama seperti Zakeus, dan saat itulah Zakeus merasakan Kerajaan ALLAH. Orang mencari-cari bentuk Kerajaan ALLAH, sementara Zakeus sudah di dalamnya. MESIAS memang adalah yang akan memerintah Kerajaan ALLAH, dan kita harus ingat bahwa yang menolak KRISTUS juga akan dibangkitkan (jika sudah mati) untuk dihakimi dan dihukum mati kekal, dan mereka tidak akan pernah merasakan, melihat dan mengecap Kerajaan Sorga, sedemikian juga mereka yang masih hidup, macam tetangga Zakeus, mereka memiliki persepsi tentang sesuatu yang dapat dilihat tentang Pemerintahan MESIAS, bukan tentang penyerahan, pemberian diri kepada KRISTUS itu sendiri. Kerajaan ALLAH yang diterima Zakeus inilah yang ditolak oleh pemuka-pemuka Agama pada waktu, dan sekaligus yang ditolak juga oleh banyak orang hingga sampai hari ini bahkan sampai Maranatha (sampai TUHAN datang kembali).
Jika kita memiliki persepsi maka datanglah dengan antusias melebihi keterbatasan yang ada pada kita, seperti Zakeus, kepada YESUS, dan semoga respon iman ada pada kita. Respon iman, iman seperti Abraham, yang tidak mempertanyakan tentang “perintah” TUHAN, tetapi yang mendalaminya di dalam hati, direnungkan, dan dikerjakan, semoga TUHAN menyediakan.

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Salam kasih lae ..
    Maafkan saya karena sudah beberapa minggu ini tidak dapat mampir ke blog kita ini. Saya saat ini dalam pergumulan keluarga dgn diiringin berbagai masalah yg sangat menyita dan menguras pikiran dan energi. Oleh karena itu saya memohon maaf jika sekiranya belum dapat sepenuhnya bahu membahu dgn lae dalam memberitakan Injil itu.
    Salam kasih dan hormat

    • @Lae Sihotang

      salam kasih juga lae,…
      saya juga 1 minggu ini tidak dapat memantai blog ini karena ada kesibukan di luar kota…

      semoga Kasih Kristus memelihara lae dan sekeluarga, sehingga segala pergumulan dan masalah dapat menghasilkan kebaikan-kebaikan bagi kita masing-masing… dan oleh masalah dan pergumulan itu semoga kita dapat semakin melihat kasih Kristus yang bekerja bagi kita..

      salam kasih lae…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: