Ki Gadol ADONAI

Februari 14, 2011 pukul 8:13 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah. Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit.
(Mazmur 96:4-5)

Ki Gadol ADONAI, Sebab ALLAH MAHA BESAR, kira-kira begitu artinya.
Bicara Maha Besar, kita langsung tertuju kepada sebuah perbandingan.

GT

GT


Dari penyimbolan di atas ktia ketahui bahwa X lebih besar dari Y, artinya “ada sesuatu” dalam X yang membuat ia tidak sama dengan Y dan bahkan yang ada itu membuat ia lebih besar dari Y.

X dan Y itu nyata, ada, dan “berinteraksi”, dan karena berinteraksi kita dapat membandingkannya.

Kita dapat membandingkan si Einstein dan si Jaultop, karena kita memiliki sesuatu sebagai pembanding, dan setelah itu kita dapat mengatakan si Einstein lebih “canggih” otaknya.

Jadi ketika kita mengetahui ALLAH MAHA BESAR, atau ALLAH kita MAHA BESAR, Adoneinu Gadol, maka kita mengetahui bahwa “ADA” yang membuat DIA jauh melampaui segala sesuatu.

Segala sesuatu yang dapat disebut adalah allah. Sebab gelar “allah” menyiratkan tentang “suatu” yang dianggap besar dan melebihi manusia. Kecenderungan untuk “beragama”, spiritualis, moralis, dari manusia menekankan bahwa manusia butuh ilah, allah, tuhan, tuan. Bahkan rumah tangga kita mencerminkan itu, bahwa di dalam rumah tangga harus ada yang dipertuan, yang memimpin, yang lebih besar pengaruhnya, jaman sekarang diperlihatkan dengan harta dan kemewahan, d.l.l.

BAAL, dapat diterjemahkan sebagai “TUHAN AGUNG”, “TUHAN BESAR”, dan kita dapat menyelidiki sepanjang Kitab SUCI, bahwa ALLAH selalu giat berinteraksi dengan BAAL, Satu disebut YHWY, atau ADONAI, satu disebut BAAL, sama-sama “MAHA BESAR”,… tetapi kita dapat mengaminkan BAAL tidak dapat membelah air (peristiwa MUSA), BAAL tidak dapat membakar persembahan nabi-nabinya (peristiwa Nabi Elia), dan BAAL tidak dapat melepaskan bangsanya dari penjajah (peristiwa Raja Daud)…
Begitu banyak allah yang mengaku “MAHA BESAR” dilingkungan orang-orang yang mengimani TUHAN sebagai MAHA BESAR, dan diketahui semua allah-allah itu tidak bisa berinteraksi sedemikian rupa, tidak seperti yang dapat dilakukan oleh YHWH, ADONAI, TUHAN ISRAEL…

TUHAN mengklaim sebagai MAHA BESAR, tetapi kita tidak dapat memungkiri bahwa IA juga yang menganugerahkan indera-indera yang dapat membedakan, membandingkan atau menilai dan memutuskan segala sesuatu.

Menurut orang yang menuhankan BAAL, bagaimanapun menurut dia BAAL adalah Yang Maha BESAR, meski nyata TUHAN telah sering berinteraksi dengan BAAL (salah satunya peristiwa Nabi Elia).
Dan bahkan kita sendiri bisa mempertuhankan diri kita sendiri, pikiran kita sendiri. Secara kasat mata bisa, dan sangat sering terjadi, bahwa ketika kita ketahui sesuatu yang baik di depan mata, bisa saja kita menolaknya dengan alasan dan keadaan tertentu yang tidak dapat memampukan kita memutuskan.

Banyak “ALLAH ” yang akan mengklaim, tetapi TUHAN kita membuktikan secara nyata.
Ketika banyak “ALLAH” memuji dirinya sendiri tanpa bukti nyata maka ALLAH kita memperlihatkan bukti nyata.
Bukti terbesar tentu lahirnya SANG FIRMAN menjadi Manusia,…bukan untuk memamerkan KEKUATAN sebagai bukti KEBESARAN, tetapi mempraktekkan KASIH dan CINTA, sebab kita ketahui ALLAH YANG MAHA BESAR adalah ESA dengan ALLAH YANG ADIL, YANG MAHA KUDUS dan YANG SUCI….

Kitab Suci dicatat sebagai “pengarah” bahwa kita bisa juga merasakan dan membuktikan bahwa ALLAH MAHA BESAR, tidak tinggal dalam klaim dan sesuatu yang butuh dipertahankan di langit sana, IA turun, untuk dapat dibuktikan dan dirasakan, sebab TUHAN YANG MAHA BESAR pernah berkata: “UJILAH AKU”…(Maleakhi 3:10).
Dan karena IA turun maka kita dapat membandingkan… dan karena allah-allah lain juga nyata dan ada di dunia ini maka kita dapat membandingkan…

Bagaimana kita dapat merasakan dan membuktikan?
Tidak terlalu mudah, sebab ini terkait dengan subjektifitas pengamat. Dan karena ada nuansa keyakinan dan kepercayaan, dan memang tidak mudah “menyalahkan” suatu iman, maka cara termudah adalah dengan kita mau menguji ALLAH yang di dalam Nama TUHAN YESUS, TUHAN YANG MULIA.

Dalam kelas tertentu Kitab SUCI, ALKITAB, memberi suatu pilihan bagi mereka yang masih mencari dan membutuhkan. Dan bagi mereka yang berkeimanan yang lain, Kitab Suci seolah berbisik dan memberi peluang dan berkata: “Bagaimana jika ternyata ALLAH dalam Nama YESUS adalah Yang Benar dan bukan yang lain”.

Sebab meski ALLAH berkata IA adalah Maha Besar, dan umat ALLAH di dalam Kitab Suci dapat meyakinkan kita bahwa memang klaim itu lahir dari interaksi dengan allah-allah lain, IA juga TUHAN yang menegaskan tentang penghakiman, dan Kitab Suci tidak diperuntukkan bagi mereka yang menolak, sebab hukuman bagi si penolak sudah tersedia sejak kutuk di taman EDEN, “Kamu pasti mati”. Untuk melepaskan kutuk itulah TUHAN menyediakan alternatif, suatu pilihan dari sekian pilihan. Meski manusia bebas memilih, TUHAN memberi satu pilihan, TUHAN juga mewanti-wanti bahwa pilihan yang salah selalu berakibat fatal, sebab IA ADALAH KUDUS, Yaitu API Yang menghanguskan.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: