Tersembunyi di balik pikiran sendiri

Februari 11, 2011 pukul 10:29 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 4 Komentar
Tag: , , , , , ,

Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya:
“Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
(Lukas 18:18-19)

kita akan langsung dibawa kepada Kitab Mazmur, yaitu:
Aku berkata kepada TUHAN: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!”
(Mazmur 16:2)

Yang perlu diingat adalah yang bertanya kepada YESUS sekarang adalah seorang pemimpin, seorang yang paham betul apa yang ditanyanya.
Kita beruntung sekali Roh Kudus memilih dialog ini untuk dituliskan di Kitab Injil dalam bahasa Yunani pula.

Kata “baik” yang digunakan di Injil ini berasal dari kata “agathos”.
Berbeda dari kata “baik” yang berasal dari kata “kalos”.
Sederhanya, kata agathos hanya disematkan kepada yang mulia, yang lebih, raja…dan biasanya tidak diucapkan kepada kepada orang biasa, d.l.l. Jika saya, parhobass dikatakan baik, maka digunakan kata “kalos” untuk mengungkapkannya, sedang untuk TUHAN akan ucapkan “agathos”.

Oleh karena memang dari sekian bukti yang dilakukan YESUS, orang bisa mengetahui bahwa ada sesuatu yang lain dari Diri YESUS.
Salah satu contoh:
… “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”
(Yohanes 3:2)

Dan karena sekian bukti maka si Pemimpin tadi mengatakan “agathos” kepada YESUS.
Dari konfirmasi penegasan YESUS kepada si Pemimpin langsung ditimpali: “Hanya ALLAH “agathos”, kenapa kamu memanggil Aku “agathos” ? “.

Apa maknanya?
Mari kita bandingkan perihal Yohanes dengan Malaikat berikut:

Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: “Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.”
(Wahyu 19:10)

Peristiwa demikian sering juga terjadi di Perjanjian Lama, bahwa jika seseorang menyembah (jenis tertentu) yang seharusnya layak bagi TUHAN maka yang disembah (suruhan TUHAN) akan segera melarang, sebab sembah seperti itu hanya bagi TUHAN.

Nah jika kita hubungkan dengan peristiwa “agathos” di atas, maka YESUS tidak melarang pemimpin itu memanggil agathos kepada YESUS. Jika YESUS melarang, maka akan sama seperti peristiwa-peristiwa Kitab Suci lainnya, YESUS akan mengatakan: “Jangan menyebut Aku “Agathos”, sebab Aku hanya guru/nabi/manusia biasa”.
Tetapi YESUS malah menanyakan :”Mengapa kaukatakan Aku “agathos”?…”, dan dilanjutkan…, “Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.”

Jika YESUS disebut “agathos”, dan ALLAH semata yang “agathos”, apakah si Pemimpin bisa menerima dan mengaminkan bahwa YESUS adalah MESIAS yang dinantikan itu? apakah beliau sudah tahu bahwa YESUS adalah FIRMAN ALLAH, yang adalah ALLAH, yang telah datang sebagai manusia di dunia?
Apakah Pemimpin ini sudah tahu?…

Dari lanjutan percakapan YESUS dengan si Pemimpin dapat dipastikan ternyata dia bukannya tidak tahu, tetapi dia tidak mau, dia menolak, dan ….Hal MESIAS menjadi tersembunyi bagi dia, karena ada hal lain yang dianggapnya lebih “kalos” dari pada mengaku YESUS sebagai Raja Penyelamat (Mesias).

Ada yang ia bandingkan atas apa yang ia punyai di dunia ini yang segera akan terjual/hilang/pergi/musnah jika ia mengikuti YESUS. Sebab YESUS dengan tegas mengatakan, Kerajaan Sorga, atau Mengikut YESUS itu yaitu sbb:

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. …
(Matius 13:44)

Jadi kita harus menjual ego, menjual kekerasan, kebebalan, kekerasan hati, kedengkian, nafsu, amarah yang tidak beralasan dan terus menerus, benci, d.l.s, kita jual itu lalu mengikuti Raja Sorga….

Si Pemimpin tadi, tidak menggambarkan Sorga seperti itu, sehingga ia menolak SANG AGATHOS, YESUS, Raja Sorga yang ada di depan matanya..

Jika kita bandingkan beliau ini dengan seorang perempaun sederhana di Samaria, maka akan jauh berbeda.
bisa dibaca di Perempuan Samaria

Setelah sekian lama berbincang dengan YESUS ia lalu berkata:
“Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?”
(Yohanes 4:29)

Dan … ia percaya, dan bukan hanya ia sendiri, ia mengajak satu kampungnya untuk melihat DIA, RAJA Penyelamat (dalam bahasa Yunani disebut Christos, cikal bakal kata Kristus dalam bahasa Indonesia).
Sorga tidak tersembunyi bagi dia, perempuan yang memegang janji kedatangan MESIAS, sama seperti si Pemimpin, tetapi pilihan mereka menjadi berbeda ujungnya, karena terkadang Sorga menjadi tersembunyi bagi kita bukan karena Sorga itu tidak terlihat, IA sudah ada di sini di dunia ini, ROH KUDUS ada di dunia, Sorga ada di bumi dan di langit, dimana-mana,…tetapi kita yang menolak, dan karena menolak maka tersembunyilah selamanya semua anugerah-anugerah, semua karunia-karunia rohaniah yang selayaknya diberikan kepada kita.

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Bersembunyi di balik semak-semak.
    Sorga tersembunyi dibalik pikiran sendiri, Tuhan juga bersembunyi di kisi-kisi hati manusia yang tidak mengetahui-Nya. Tapi segala sesuatu tidak akan luput dari perhatian-Nya, dimanapun manusia bersembunyi.

    Kejadian :
    3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
    3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
    3:9. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”
    3:10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

    Adam merupakan manusia yang pernah berhadapan langsung dengan Tuhan, kenapa masih berusaha bersembunyi dari penglihatan Tuhan. Apakah Tuhan tidak Maha Melihat ? TIDAK, dia adalah Maha Melihat.
    Siapakah sosok yang berjalan-jalan di taman tersebut, dan berkata : Dimanakah Engkau ?

    Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja

    Segala sesuatu yang baik berasal dari Tuhan, kehinaan dan penderitaan berasal dari manusia itu sendiri dan bukan karena diwariskan oleh nenek moyangnya.

    Siapakah orang yang berbahagia di dunia sehingga seperti merasakan kehadiran surga, yaitu anak-anak.
    Jadi jangan menolak kehadiran anak, karena menganggapnya sebagai kemunculan manusia berdosa yang baru, anggaplah kehadirannya sebagai titipan dari surga…

    • @Triadi

      ketika manusia jatuh ke dalam dosa, kutuk yang menyertai adalah mereka akan tahu BAIK dan JAHAT tetapi juga akan mati (menderita)

      satu hal yang dicatat Kitab Suci untuk membuktikan bahwa kutuk itu bekerja adalah ketika TUHAN bertanya :”Dimana engkau ADAM?”

      Adam bukannya tidak tahu ALLAH datang, tetapi ia malah mulai merasa menderita ketika bertemu ALLAH…ia takut,…artinya kutuk “engkau pasti mati(menderita)” telah bekerja, tidak main-main…

      sama seperti saudara, bukannya sudah tercatat dengan yang baik bahwa TUHAN turun ke bumi, untuk melihat ADAM/Hawa, malah saudara masih bertanya siapakah sosok yang bertanya :”Dimanakah engkau?”…
      DIA adalah TUHAN.

      Anda mungkin beragama X, dan agama X itu telah mengajarkan Anda tentang tuhan yang lain, tuhan yang bukan YESUS YANG MULIA,…agam X itu telah mewariskan ajaran-ajaran,… dan hebatnya ANda menolak “dosa warisan”…inkonsisten sekali…

      atau begini silahkan baca artikel saya berikut, supaya ada sedikit gambaran tentang “dosa warisan”,.. warisan harta

      cara sederhana mengetahui asal-usul seseorang adalah dengan mempercayai kerabat terdekat atau malah si empunya usul jika masih hidup,… maka cara sederhana menafsir ALKITAB adalah dengan cara mempercayai orang-orang yang beriman kepada ALKITAB itu sendiri bukan dengan orang yang tidak beriman kepada KITAB SUCI…

      anak-anak harus dilindungi, karena TUHAN berjanji kepada ADAM/HAWA untuk beranak cucu di muka bumi ini, nah salah satu tanggung jawab kita melindungi anak adalah dengan cara menjaga diri kita dengan kekudusan, sebab ketika kita tidak kudus maka kemungkinan besar anak yang kita kandung di dalam tubuh kita akan tercemar secara rohaniah… tunjukkan kasih dan sayangmu kepada anak-anak dengan cara menjaga dirimu sebagai bakal “keluar”nya calon anak-anak, bertanggungjawablah…dan jangan malah menggunakan “kepolosan” anak-anak sebagai dalih dan sebagai senjata untuk menolak kutuk bagi dirimu sendiri…

      salam

  2. Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja.” (Mark 13:32)

    Ayat alkitab tidak menyata tentang Yesus tidak memberitahu soal hari kiamat, tapi jelas menyatakan dia tidak tahu . Maka persoalan timbul , apakah tiga tuhan sama darjatya? atau Sang bapa sahaja yang teragung memandang kan pengetahuan sang bapa melangkaui Yesus?

    Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah (Sang bapa?) saja. (Mark 10:18)

    Jelas Yesus bukan Allah dan tidak setanding Allah

    • Saudara submitter.
      Yesus saudara tahu mati disalibkan bukan?
      Pertanyaan timbul, masak Allah mati?
      Jadi point yang saudara ambil adalah sisi kemanusiaan Yesus. Bahwa dikatakan memang Firman Allah telah menjadi manusia, dan karena memang pernah manusia, dan maka itu harus mengalami apa yang manusia alami, salah satunya mati, dan bahkan tidak tahu tentang kiamat. Masalah utama adalah saudara tidak memandang dari mana dan kemana Yesus sebelum dan setelah 33 tahun di bumi ini sebagai manusia.

      Yesus yang saudara katakan tidak sebandiny dengan Allah justru adalah Pribadi dari Allah yang Esa. Jika saudara berani mengutip ayat2 alkitab tertentu maka harusnya berani pula membaca dan menerima kutipan yang lain macam Yohanes 10:30 Aku dan Bapa adalah satu.”

      Perlu membaca Alkitab melihat konteks kalimat, ayat, dan pasal.
      Salam berani
      TUHAN YESUS mengasihi kita semua


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: