Warisan harta

Februari 10, 2011 pukul 7:40 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 1 Komentar
Tag: , , ,

link tambahan bisa baca:
aku juga tahu koq
jatuh

Jika seorang kaya melahirkan keturunan, maka anak-anaknya entah bagaimana juga disebut anak orang kaya, simplenya anak kaya, lebih umum lagi, orang kaya.

Jika seorang miskin melahirkan keturunan, maka …… titik saja.

Artinya harta orang tua diwariskan kepada anak-anaknya, umumnya begitu, meski ada beberapa orang yang mewariskan hartanya bukan kepada anak-anaknya melainkan yayasan sosial tertentu atau lain-lain.

Terkadang warisan harta itu tidak dilimpahkan kepada anak-anaknya karena ada sesuatu pada anak itu atau ada sesuatu yang membuat orang tua itu tidak mewariskannya kepada si anak.

Jadi di sini jelas terlihat dua hal yaitu sesuatu yang wajib/khas/umum/harus, dan sesuatu yang menjadi tidak wajib/khas/umum/harus oleh karena perbuatan.

Warisan tidak berbicara tentang perbuatan, tetapi perbuatan bisa mendapatkan warisan. Sebentar lagi mungkin kita akan mengerti dari perkataan ini.

Ketika ADAM/HAWA diciptakan mereka diberi janji untuk mengusahakan seluruh ciptaan lain, dan janji itu akan diwariskan kepada semua keturunannya, sebab bukan ADAM/HAWA saja yang akan memenuhi bumi tetapi keturunannya juga, ADAM/HAWA amat sangat penting, karena mereka adalah manusia pertama. Tentu tidak akan ada yang protes akan satu hal ini kecuali yang berikut:…

Ketika ADAM/HAWA telah memulai pelanggaran terhadap satu perintah TUHAN, maka ADAM dan HAWA mewariskan sesuatu kepada kita. Dan kita yang terwaris satu pelanggaran itu malah telah melakukan pelanggaran-pelanggaran yang tidak cuman satu, bahkan bisa lebih, ratusan, ribuan atau malah buaaanyak sekali. Kita tidak pernah melakukan suatu apapun sehingga kita harus lepas dari hubungan akrab dengan TUHAN. Kita tidak pernah bisa memilih untuk dilahirkan oleh orang tua tertentu, kita lepas dari perbuatan itu.
Sehingga kita juga tidak bisa lepas dari keadaan terbuang dari EDEN.

ADAM melakukan satu dosa, tidak setia, tetapi coba cek diri kita, kita telah melakukan tidak setia, berbohong kepada orang tua, berdusta kepada Guru, memaki orang yang sedang mencari Mesias,…mengatai orang Kafir,..d.l.l, buanyak sekali…jadi hati-hatilah, jika Anda masih bisa membuat anak, maka jika anak Anda melihat hal-hal yang demikian maka roh Anda bisa berbicara kepada roh si anak…
Ada efek sosial dari melahirkan anak, bahwa kita harus menjaga dan memeliharanya…dan karena harus maka kita jangan sembarangan memiliki hubungan yang bisa melahirkan anak. Contohnya sudah jelas pada peristiwa Hagar dan Sarah, Ismael dan Ishak… karena Abraham sembarangan terhadap Janji TUHAN maka anak Ismael dan anak Ishak pada umumnya “berantam” bahkan sampai jaman sekarang.
Karena anak tidak memiliki perbuatan apapun yang bisa membuat dia lahir sebagai sesuatu kelas tertentu, dan karena orang tua yang memiliki perbuatan pembatasan itu, maka orang tua bertanggung jawab terhadap warisan rohaniah apa yang didapatkan anak-anaknya. Kalau anak Anda tidak ingin menjadi miskin, maka hai orang tua janganlah miskin… itu sederhananya.

Ada sesuatu di dalam diri ADAM/HAWA yang langsung “tewas” ketika menyadari dosanya. Dan itu berlanjut kepada kita. Sesuatu yang tewas itu adalah kita (kala itu ADAM/HAWA) tidak dapat lagi berhubungan langsung dengan TUHAN di EDEN, di Firdaus.

Di Taman Eden ADAM dan HAWA bisa “bercakap-cakap” langsung dengan TUHAN, tetapi ketika manusia berani berontak kedekatan itu menjadi renggang, ditandai dengan diusirnya manusia pertama itu dari EDEN.
Kerenggangan hubungan itulah yang menjadi nenekmoyang dari segala penderitaan yang kita alami. Dan susahnya “bercakap-cakap” dengan TUHAN itulah yang dicoba oleh keturunan SET anak ADAM, yaitu jaman ENOS, dalam bentuk pemanggilan Nama TUHAN, memanggil kehadiran TUHAN dalam ritual-ritual spiritual, dan sejak itulah dimulai penyembahan kepada TUHAN.

Kata mati dalam perintah TUHAN yang pertama yaitu Larangan memakan pohon pengetahuan secara etimologi bisa diartikan “kamu pasti menderita”. Dan jelas sejak peristiwa itu menderitalah manusia, salah satu pointnya adalah setiap wanita akan sakit kala bersalin… tanah menjadi “mengerikan”,…perjuangan menafkahi keluarga, d.l.l…

Lempar tanggung jawab adalah salah satu efek dari kerenggangan hubungan dengan TUHAN. Ingat Adam melempar tanggung jawab kepada Hawa, dan Hawa kepada ular… ketika kita tidak setuju dengan warisan, maka kita bisa saja lempar tanggung jawab…menyalahkan orang tua, menyalahkan pemerintah, menyalahkan si koruptor sana, d.l.l, padahal kita bisa menjadikan diri kita kaya dengan memilih warisan yang seharusnya milik kita, yaitu warisan akrab dengan TUHAN.

Sebagai contoh sederhana, seorang koruptor jelas akan dihukum oleh karena pelanggarannya sendiri, kita tidak akan pernah dihukum sebagai koruptor sebab kita tidak melakukannya, tetapi oleh ulah seorang koruptor maka seantero negeri bisa merasakan masuknya penderitaan bernama kemiskinan, dan kita harus menanggung akibat-akibat kemiskinan itu, antara lain kerusuhan, pencurian, perampokan, ketidaknyamanan,… dan itu adalah dosa-dosa baru yang dilahirkan oleh efek si koruptor.

Peristiwa ini dicatat di Kitab Kejadian, di Kitab Kejadian dikisahkan banyaknya peristiwa awal, peritiwa asal muasal. Dan disitupulalah kita temui asal muasal kenapa tangis, ratap tangis, kesedihan, penderitaan ada dan hadir di dunia ini, yaitu kala manusia melawan dan berontak dan tidak setuju kepada hadirnya hadirat TUHAN di bumi. Dosa warisan berbicara tentang bagaimana penderitaan masuk dan dimulai di dunia ini.

TUHAN menciptakan segala sesuatu baik, artinya manusia tidak diciptakan untuk menderita, tetapi manusia menjadi menderita karena perbuatan melanggar kesetiaan/ketundukan kepada Pemerintah YANG SATU, TUHAN.
Keadaan “tidak dekat” dengan TUHAN itu langsung dibuktikan dari peristiwa anak ADAM, Kain dan Habel. Belum beberapa generasi, masih generasi pertama dari ADAM, sudah terjadi pembunuhan pertama,… sudah terjadi pembangkangan ke dua yang lebih parah,… sampai generasi ke tujuh, sudah terjadi manusia membuat hukum sendiri,…dan seterusnya dan seterusnya…

Kain yang orang tuanya terusir dari EDEN sekarang malah telah melakukan dosa yang lebih parah dari ADAM, ia seorang pembunuh.
Kenapa bisa? apakah ADAM mengajari Kain membunuh? apakah TUHAN mengajari cara membunuh?
TIDAK. Apa yang terjadi? yang terjadi adalah bahwa ada pada diri Kain yang menggambarkan tentang ROH yang ditolak.
Terusir dari EDEN maka tidak ada satupun manusia yang akan sanggup memasuki EDEN itu lagi, dan ketidaksanggupan itu diwarisi oleh ADAM kepada semua keturunannya. Tidak ada satucarapun dari manusia yang bisa membalikkan keadaan dunia ini kepada keadaan semula tak kala dunia baru selesai diciptakan TUHAN. Karena ada perkara rohaniah berat yang sedang terjadi. ADAM dan HAWA diberi warning, dan sebelum warning ADAM dan HAWA deberi janji untuk beranak pinak, sehingga ketika mereka menyepelekan Warning itu sekaligus mereka melepas tanggung jawab kepada keadaan rohaniah anak-anaknya.
Jadi orang tua bijaksanalah, berdoalah. Hai para pemimpin hati-hatilah, takutlah akan TUHAN (itu yang dikumandangkan oleh Kitab Suci sejak dahulu kala). Hai kepala rumah tangga, hai manusia, takutlah akan TUHAN, sebab kita adalah manusia sosial, bukan manusia egois,…(itu juga dikumandangkan sepanjang sejarah Kitab Suci)…

Perbuatan dosa ditanggung oleh diri kita yang melakukannya, tetapi ada efek sosial yang berlaku kepada mereka yang memiliki kesanggupan untuk beranak pinak.
Seorang bapak yang menjadi pembunuh akan dihakimi sebagai pembunuh, tetapi anak dari bapak pembunuh ini bisa dicemooh sebagai pembunuh oleh lingkungannya dan itu bisa tertanam dan bisa membuat dia sebagai seorang pembunuh berdarah dingin juga.

Seorang yang merasa A adalah yang terbaik di muka bumi ini akan berusaha mewariskan A kepada anak-anaknya, ia akan berusaha mendidik si anak sejak di kandungan bahkan, …. jika ternyata A adalah sesuatu yang salah di mata TUHAN, maka orang tua itu telah mewariskan sesuatu yang salah, itu juga disebut warisan harta, warisan dosa.

Dari keadaan asal muasal penderitaan di atas maka sangat masuk akallah kenapa begitu banyak aliran-aliran kepercayaan di muka bumi ini. Karena semua orang bisa mengeluarkan atau memraktekkan apa yang menurutnya benar, sementara YANG BENAR telah undur dari manusia itu sendiri.

Keadaan yang amat sangat pahit inilah yang oleh pemazmur ungkapkan sebagai hutang darah:

Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
(Mazmur 51:5)

Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
(Mazmur 51:14)

yang kemudian sekitar 900 tahun berikutnya dikutip oleh Paulus, yang kemudian disalah mengerti oleh orang-orang di jaman-jaman akhir ini.

Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.
(Yehezkiel 18:4)

Ini bicara perbuatan. Siapapun yang berbuat atas pelanggaran, maka ia sendiri akan menanggung akibatnya.
Adam menanggung akibat dosanya, Kain menanggung akibat dosanya, kita semua akan menanggung akibat dosa pelanggaran kita.

Tetapi ketika saya misalkan seorang pendosa oleh karena membunuh maka ini menceritakan tentang ada yang terbunuh, jika ada yang terbunuh maka ada efek lain dari dosa saya itu, yaitu keluarga korban, dan hukum, jika hukum tidak baik maka keluarga korban bisa menuntut balas secara individual, dan…terjadilah kekacauan… maka pembunuh membuat orang lain menjadi pembunuh… dan seterusnya…lahirlah penderitaan,.. sebab TUHAN telah berkata: “Ketika kamu melawan kamu pasti mati”, mati = menderita.

Jadi dosa warisan tidak berbicara tentang dosa perbuatan, tetapi asal muasal dari tentang hilangnya keadaan baik dari manusia. Perbuatan adalah efek dari dalam keadaan terwaris jauh dari TUHAN, yang digambarkan sebagai selalu memilih yang salah.

Dalam keadaan yang hilang baik itulah ROH ALLAH bekerja di dalam KRISTUS YESUS. KRISTUS yang baik yang tinggal di dalam kita menjadikan kita dapat merasakan Hadirat TUHAN, dapat merasakan EDEN, Firdaus, meski kita masih hidup di dalam dunia yang telah terkutuk ini.

Surat warisan harta akan sah jika ada “materai”, dan materai darah YESUS telah mensahkan bahwa kita bisa mewariskan Kerajaan Sorga kepada mereka yang dipanggil TUHAN. Dan karena SAH itulah YESUS mengatakan supaya kita memateraikan setiap orang yang percaya dalam Baptisan BAPA, ANAK dan ROH KUDUS…Dipilih oleh Bapa, dimateraikan dalam damai darah YESUS dan dibenarkan oleh Saksi Kebenaran ROH KUDUS…sebagai simbol bahwa dari keadaan terusir dari EDEN oleh Adam kita menjadi dapat merasakan EDEN oleh darah YESUS. Hutang darah dibayar oleh YESUS. Dan dihidupi dalam kelimpahan anugerah-anugerah rohaniah.

Dalam darah YESUS semua manusia seyogyanya diberi warisan sorga, tetapi tidak semua mau menerima warisan itu. Dan ketidakmauan menerima warisan itu adalah buah dari perbuatan memilih. Jika Anda memilih tidak mau menerima warisan sorga dari ALLAH, apakah Anda rela mau memberi pilihan kepada anak Anda untuk memilih antara menerima atau menolak warisan YESUS? tentu yang menolak YESUS tidak akan pernah melakukan hal sedemikian itu. Dalam hal ini ia juga telah turut mewariskan suatu penolakan kepada warisan YESUS. Tidak semua mau menerima karena tidak semua mau menjadikan YESUS sebagai Raja di dalam dirinya. Bahkan yang menerima bisa saja tidak mau mengaku YESUS sebagai RAJA, persis seperti ADAM/HAWA diawal kejatuhan, ketidakmauan mereka setia, tidak melihat Tuan mereka sebagai sesuatu yang harus dipatuhi, ditakui, maka mereka berani memakan pohon pengetahuan…dan ternyata benar, kita diwarisi keadaan yang sama, yaitu tidak mau dan tidak rela menjadikan YESUS Raja, syukur ada yang mau.

Dosa warisan bukan berbicara mengenai nenek moyang yang melanggar dosa tetapi kita anak cucunya yang menanggungnya (baca kutipan Yehezkiel di atas), karena kita sudah mengatakan bahwa dosa warisan bukan berbicara mengenai akibat dari perbuatan , tetapi berbicara mengenai ketidaksanggupan manusia menghadap TUHAN secara langsung, mati rohaniah, tentang penderitaan, tentang hutang darah, asal muasal penderitaan.
Seorang orang tua yang berhutang akan membuat anaknya terhutang, atau Pemerintah yang berhutang akan membuat warganya terhutang, bahkan anak cucu kita telah diwarisi hutang kepada negara-negara maju, rusaknya hutan telah kita warisi sebagai bentuk pemanasan global kepada anak cucu kita.

Dosa warisan juga bukan berbicara mengenai TUHAN yang tidak Maha Pengampun, karena TUHAN melalui YESUS ternyata mengampuni siapa saja dari manusia, perkaranya adalah apakah kita tahu bahwa kita telah diampuni?, tetapi berbicara mengenai tanggung jawab kita sebagai manusia yang dianugerahi untuk dapat memenuhi bumi ini, mengenai KEKUDUSAN TUHAN dan berbicara tentang KEADILAN TUHAN, dan lebih lagi yaitu berbicara tentang seriusnya TUHAN melihat pelanggaran dan penolakan akan TUHAN sebagai RAJA. Jika TUHAN ditolak, tidak terlalu mudah berkata maaf, berkata maaf kepada si penolak akan membuat dia manja dan tidak terdidik. Sekali lagi KASIH tidak sama dengan memanjakan. KASIH tahu kapan berkata TIDAK.

Jadi point utamanya adalah di kata dosa itu sendiri.
Dosa bisa disebut sebagai pelanggaran terhadap hukum/perintah TUHAN…
tetapi ada satu dosa lagi yang amat mematikan, yaitu Dosa jauh dari TUHAN, dan itulah yang dilakukan ADAM/HAWA, jauh dari TUHAN. Iblis ingin manusia tidak akrab dengan TUHAN, salah satu caranya adalah dengan menyuntikkan firman yang ia pelintir,… dan ia berhasil.

Di sini kita dapat pahami, bahwa memang ada orang yang tidak berdosa karena tidak melakukan pelanggaran terhadap hukum ALLAH, tetapi meski ia tidak melakukan pelanggaran secara roh ia tetap terpisah dari ALLAH, sebab memang tidak ada manusia yang Maha, atau sederhananya manusia berdosa bukan karena perbuatan melanggar peraturan tertentu, tetapi karena secara roh mereka telah tidak akrab lagi dengan TUHAN.

Jika oleh perbuatan kita disebut melanggar dan berdosa, dan ternyata akan lebih parah lagi adalah jika dikatakan seseorang menganut agama tertentu akan masuk sorga padahal perbuatan kebaikan yang ia perbuat tidak ada apa-apanya jika dibanding dengan seseorang yang menganut agama lain ada hal yang tidak adil di sini. Seorang menganut agama X tetapi merusak dan membunuh oleh alasan agama dan dijanjikan masuk sorga akan menjadi aneh jika dibandingkan dengan Bunda Theresa yang menyayangi kaum papa tetapi harus masuk neraka karena menjadi seorang Katolik… itu tidak adil…
Tetapi karena dosa warisan bukan perkara perbuatan, maka adil juga TUHAN memberi anugerah sorga bukan oleh karena perbuatan kita sendiri.

Pelanggaran dosa baru diperhitungkan setelah Hukum Taurat diberikan, itu menjelaskan tentang dosa akibat pelanggaran, tetapi sebelum Taurat itu diberikan jelas manusia banyak yang melanggar, mereka cenderung melanggar karena asal muasalnya sudah cenderung berbuat dosa,… agama banyak, keyakinan banyak, orang berkata benar banyak, karena sejak asalnya manusia telah cenderung salah…
dan supaya tidak cenderung salah terimalah ROH KEBENARAN, karena kita menyembah ALLAH hanya di dalam ROH dan KEBENARAN.
Orang yang menerima ROH KEBENARAN bisa saja melakukan pelanggaran, dosa pribadi. Tetapi rohnya sendiri telah diperdamaikan dengan TUHAN oleh tebusan KRISTUS, dan kita berdoa agar setiap orang dapat mengingat pondasi ini di dalam hukum Jangan Menghakimi, sebab kita tidak tahu kapan TUHAN menjamah seseorang. Sebab orang diuji menurut “kemauannya” sendiri, dan orang bisa saja gagal dan gagal, tetapi umat ALLAH dikatakan meski gagal sampai tujuh kali, maka tujuh kalipula dia akan bangkit. Salah satu bagian dari Kasih adalah Lemah Lembut, sehingga jika kita menemukan kesalahan pada orang lain, yang rohaniah, ajarlah mereka dengan lemah lembut, itu Pesan ROH KUDUS melalui tangan PAULUS. Karena pada jaman Paulus banyak orang membawa senjata dan pentungan untuk menyelesaikan masalah.

Iklan

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sungguh tulisan yg berkualitas super. Di tunggu karya terbarunya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: