Ah dia itu orang Samaria

Februari 8, 2011 pukul 7:58 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

(Yohanes 4:9 [ITB])
Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

(Lukas 9:52-53 [ITB])
dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

(Yohanes 8:48 [ITB])
Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: “Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?”

Bahaya dari menilai orang berdasar teritori, berdasar golongan, berdasar apa yang dapat kita lihat sekilas adalah kita tidak dapat dididik dan lebih parah lagi tidak dapat melihat kebenaran. Dan orang yang tidak mau menerima kebeneran dapat dipastikan belum mendengar atau belum menerima sama sekali Roh Kebenaran, belum mau di Baptis di dalam Nama ROH KUDUS, TUHAN YANG MULIA.

Itulah yang terjadi diantara sebagian besar orang Yahudi dan orang Samaria. Jelas mereka datang dari nenek moyang yang sama, tetapi karena Samaria lebih dahulu memberontak kepada TUHAN maka Samaria dicap sebagai “pelacur” alias penyembah allah lain, tentu dicap oleh mereka yang masih memraktekkan keagamaan di Yerusalem. Sebab Penyembahan Berhala disamakan dengan ZINAH, jadi mereka yang menyembah allah lain, memraktekkan cara lain disebut PELACUR, PEZINAH,…. dan dalam bahasa sosial disebut Orang Samaria.
Jika ditemukan orang yang mengajarkan hal yang lain, maka diucapkanlah kata ejekan, “Dasar orang Samaria loe”, (penekanan bahasa saya saja).

Perhatikan kata Nathanael sebelum menjadi murid YESUS,
(Yohanes 1:45-46 [ITB])
Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya:
“Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.”

Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”

Nazareth jelas lebih dekat ke Samaria ketimbang Yerusamel, Nazareth lebih ke utara lagi dari Kota Samaria, Nazareth dekat Danau Tiberias atau beberapa orang menyebut Laut Galilea. Beberapa sumber Arab telah salah menuliskan/menginformasikan yang mengatakan bahwa Nazareth di pantai dan Kapernaun di gunung, jelas itu terbalik, Kapernaun yang dekat pantai Galilea dan Nazareth di pegunungan (perbukitan).

Suatu rumusan yang amat salah sering diimani oleh manusia. TUHAN mengasihi manusia bukan karena manusia itu suci, bersih dan lain sebagainya, tetapi justru pada saat manusia itu di dalam keberdosaan, di dalam ketidaksucian, TUHAN menunjukkan belaskasihanNYA,… itulah pondasi dari ANUGERAH itu, TUHAN memberi bukan karena melihat suci, kudus, bersih d.l.l yang ada pada kita,… Tetapi oleh ANUGERAH itu TUHAN mengharuskan kita menjadi suci, kudus, bersih ,.dll. Dengan hidup di dalam pondasi seperti ini maka kita akan berpikir 1000 kali untuk mengatai orang sebagai orang Samaria, terlebih karena kita mengasihi sesama kita. Bicara mengasihi ada salah satu elemen di sana, yaitu membiarkan orang memilih apa yang baik menurut dia, jika dia tidak menerima YANG BAIK. Itu diibaratkan sebagai mengebaskan debu dari kaki kita ketika memasuki wilayah pelayanan yang menolak TUHAN.

Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.
(Markus 6:10-11)

Ini yang tidak dipraktekkan oleh penguasa Gereja di abad Kegelapan, dan sangat wajar disebut jaman kegelapan karena meski Eropah hampir menyatakan diri sebagai orang Kristen, tetapi mereka hidup bukan di dalam Kerajaan Kristus. Tetapi semua telah terjadi sebagai peringatan dan penjelasan bagi kita, bahwa memang kasih adalah sesuatu yang amat sangat berharga.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: