Jangan mengingkari

Februari 4, 2011 pukul 7:47 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa;
berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam. Sela
(Mazmur 4:4)

Dengan menggunakan Septuaginta, Paulus mengutip ayat ini sbb:

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
(Efesus 4:26)

Banyak konteks yang dibawa oleh ayat ini tentunya.
Bisa kita artikan jika kita marah maka jangan berikan Iblis mengacaukan, jangan serahkan kepada Iblis untuk masuk pada “marah” kita.

Bisa juga kita artikan, jika kita marah maka jangan sampai tersimpan dendam di hati, jangan sampai ada akar pahit, jangan sampai ada efek domino lanjutan sehingga hati kita atau hati orang yang kita marahi menjadi terluka, dan ia akan mengingat itu sepanjang hidupnya, …..

Dan banyak arti lainnya.
Di sini saya menyebutnya jangan mengingkari.
Marah adalah salah satu bentuk dari pengungkapan emosi.
Marah sama dengan menangis, tertawa, dalam arti “satu ruangan kelas”, ruangan kelas bernama emosi.
Jika kita menangis padahal orang sedang bersuka cita, itu bisa juga menjadi batu sandungan,
Jika kita tertawa padahal orang sedag berduka cita, itu bisa juga menjadi batu sandungan,..

Batu sandungan bisa menjadi dosa, menjadi kacau, menjadi buruk keadaannya..
Oleh makan makanan kita juga bisa berdosa,… dan sebagainya, bahkan jika kita duduk saja bisa berdosa…

Jadi bukan perkara hukum fisik, hukum badaniah, hukum yang dapat dilihat mata, tetapi hukum yang berlaku di dalam roh, sebab ROH TUHAN melihat segala sesuatu sampai ke kedalaman hati kita. Bisa saja kita menyumbangkan seribu dua ribu pada fakir miskin, tetapi jika kita menyumbang itu dengan mengharapkan TUHAN akan membalas sesuatu kepada kita, maka pemberian itu adalah sia-sia juga, dan jika kelamaan bisa disebut dosa…

Apa yang diberi pada kita jangan kita ingkari, jika kita diberi marah, maka pergunakanlah marah itu, syukuri marah itu…sama dengan tertawa, menangis, d.l.l, pergunakan emosi itu semua, syukuri,…
Tetapi,… ikatlah itu di dalam kasih karunia, di dalam hikmad dari Kristus, di dalam roh akan takut pada TUHAN, sebab emosi adalah pemberian TUHAN.

Artinya kita bisa melakukan apapun sebab kita adalah orang yang telah dimerdekakan, tetapi jangan oleh karena kita merdeka, kita tunduk kepada apa yang kita dapatkan dari kemerdekaan itu, tunduklah pada Satu Raja, yaitu Kristus, TUHAN Yang Mulia. Jangan mengingkari ROH ALLAH yang ada pada kita.

Singkatnya saya sebut sebagai berikut:
Kita boleh makan apapun, tetapi rakus bukan bagian kita,
Kita boleh minum apapun, tetapi pemabuk bukan kelas kita,
Kita merdeka, tetapi kita bukan orang-orang yang tanpa hukum..

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: