Berjalan terus

Januari 25, 2011 pukul 7:50 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag:

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
(Yohanes 1:9-14)

Bahasan kita sedang singkat-singkat saja.
Secara singkat sejenak kita bisa melihat ada 2 “warna” yang diperlihatkan di dalam konteks ayat kutipan kita di atas.

“Cahaya” itu menerangi semua orang,
tetapi “semua” orang ini ada dua jenis,
yaitu mereka yang menolak, warna yang pertama,.. dan
mereka yang menerima, warna yang kedua.

Meski ada warna yang menolak, YESUS “jalan” terus,.. sebab hukuman buat mereka yang menolak sudah tersedia sejak dahulu kala,…Meski YESUS “berjalan” terus, IA masih terus memanggil,.. membuktikan,..
bahwa setiap manusia yang diterangi (yang diberikan anugerah), seharusnya masuk pada warna yang kedua,…

tetapi,…
kebenaran memang tidak bisa dipaksakan,…

sebuah tulisan dari pengkotbah berkata: “Jika diberi pilihan untuk memilih antara kebenaran dan Yesus maka pilihlah lebih dahulu kebenaran”.
Saya agak lama memikirkan kata-kata ini, meski agak berat, jika dinalar lebih jauh maka kita bisa, atau dapat setuju kepada beliau. Sebab kebenaran adalah sesuatu yang dapat kita lihat, jika apa yang dapat kita lihat tidak dapat kita percayai maka mana mungkin kita dapat mempercayai apa yang tidak dapat kita lihat.

Sejarah telah mencatat bahwa seorang yang bernama YESUS telah pernah disalib dan mati, bahkan catatan rohani agama Yahudi menuliskan bahwa ketika YESUS harus mati sebagai “terhukum”, maka mereka kecewa, kecewa karena mereka harus menunggu Mesias yang lain, yang tadinya sepertinya mereka dapati pada diri YESUS. Catatan ini membuktikan bahwa YESUS mati. Sejarawan Romawi yang anti Kristen itu juga turut mencatat peristiwa itu,… nah itu hal-hal yang benar di depan mata kita, jika kita tidak dapat mempercayai hal-hal yang di depan mata ini, maka apa bisa kita mempercayai hal-hal yang tidak terlihat dengan mata telanjang?

Mata hati kita juga memiliki mata,.. apa yang dilihat secara langsung oleh mata hati kita adalah kasih. Jika kita tidak mempercayai bahwa seorang bapa mengasihi anak-anaknya, bagaimana kita bisa percaya bahwa ALLAH yang kita sebut BAPA mengasihi kita yang dipanggilNYA anak-anakNYA?…

Meski ada yang tidak melihat,… marilah berjalan terus, karena pondasi kita bukan pada keraguan dan pada ketidakpercayaan manusia, bukan pada dunia, tetapi pada ROH KEBENARAN…

shalom.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: