Jangan takut!

Januari 12, 2011 pukul 8:24 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: , ,


Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.

Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”
(Matius 28:9-10)

Suatu kata yang sering ditemukan di dalam perbendaharaan Alkitab Ibrani adalah, “Jangan takut”.
Takut di sini digambarkan kepada keadaan dari mereka yang mengalami perjumpaan dengan Oknum-oknum ilahi, bisa jadi malaikat, Malaikat TUHAN, atau TUHAN sendiri.

Efek yang pertama yang diakibatkan dari pertemuan dengan Sang Khalik itu adalah kematian, sebab IA adalah API Yang menghanguskan, IA adalah KUDUS, dan karena kita tidak kudus, maka kita pasti mati di hadapan KEKUDUSANNYA…

Tetapi anugerah perjumpaan Pribadi TUHAN dengan manusia telah sering dicatat, manusia-manusia itu tidak mati, karena TUHAN memampukan manusia-manusia itu untuk tidak binasa, sebab ada Maksud TUHAN yang harus diteruskan oleh manusia-manusia yang IA pilih untuk melanjutkan dan memberitakan maksudNYA…

Karena potensi mati akibat ketidakkudusan manusia itulah, atau tepatnya karena manusia tidak kudus itulah, maka manusia takut. Dan karena tahu mati itulah maka TUHAN berkata: “Jangan takut”. Artinya TUHAN telah membuat kamu tidak akan mati oleh karena “pertemuan” ini…

Ketika kita mengingat bagaimana TUHAN mengucapkan Perjanjian TUHAN kepada bangsa Israel di gurun dari Mesir menuju Kanaan, maka waktu itu Bangsa Israel tidak mampu berhadap-hadapan dengan hadiratNYA,… mereka berkata kepada Musa: “Kamu saja yang berhadapan dengan TUHAN, setelah itu baru kamu ucapkan kepada kami apa yang diucapkan oleh TUHAN, meski Musa tidak dapat juga berhadapan langsung dengan Hadirat TUHAN. Seluruh bangsa itu mendengar suara TUHAN, mereka menjadi saksi, tetapi mereka hanya mendengar suara saja, HadiratNYA tidak mereka lihat.

Perhatikan beberapa contoh dari Alkitab Ibrani berikut (Alkitab Ibrani disebut juga Perjanjian Lama)::

Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
(Keluaran 3:6)

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.”
(Hakim-hakim 6:23)

Berkatalah Manoah kepada isterinya: “Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah.” Tetapi jawab isterinya kepadanya: “Seandainya TUHAN hendak membunuh kita, maka tidaklah Ia menerima korban bakaran dan korban sajian dari tangan kita dan tidaklah Ia memperlihatkan semuanya itu kepada kita dan tidaklah Ia memperdengarkan hal-hal yang demikian kepada kita pada waktu sekarang ini.”
(Hakim-hakim 13:22-23)

Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!”
(Ratapan 3:57)

Pengertian inilah yang sedang diucapkan oleh Yesus kepada saksi-saksi kebangkitanNYA. Sebab sebelum Yesus mengatakan “Jangan takut”, mereka, saksi-saksi itu, telah lebih dahulu menyembahNYA, jadi mereka tahu apa yang sedang terjadi, dan mereka tahu siapa yang sedang dihadapkan dengan mereka, yaitu Pribadi TUHAN, Yang di dalam Roh Kekudusan dinyatakan sebagai ANAK ALLAH, YESUS KRISTUS, yang telah bangkit dari mati, setelah keadaanNYA sebagai manusia telah mati karena disalibkan.

Ketika TUHAN berkehendak menyatakan maksudNYA, IA sering kali turun ke bumi, dan ketika IA memilih orang yang IA pilih, IA berkata: “Jangan takut!”. Ini dapat menjelaskan banyak hal, salah satunya adalah bahwa TUHAN-lah yang memampukan kita untuk sampai ke-HadiratNYA, bukan oleh kekuatan dan keperkasaan manusia. Semua karena anugerah.

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. “..Karena potensi mati akibat ketidakkudusan manusia itulah, atau tepatnya karena manusia tidak kudus itulah, maka manusia takut..”
    saya senang kalimat ini. dengan keadaan dunia saat ini, semua orang pasti pernah melakukan dosa dan pelanggaran, tanpa kecuali, sehingga selalu ada rasa “takut” walau sekecil apapun ketika mengingat manusia hari akhirnya kelak. seorang adam yg diusir dari firdaus hanya karena sebuah pelanggaran, bagaimana pula dengan kita yang setiap hari selalu saja ada salah sehingga menodai kekudusan kita di mata Allah.
    tapi terpujilah Tuhan karena ada Yesus Kristus yang “merendahkan diriNya” dari sorga utk turun ke dunia yg tidak kudus ini, untuk mengangkat manusia kembali suci di hadapan ALLAH. sehingga setiap orang yg “melihat” diriNya (secara iman) tidak perlu takut lagi untuk melihat ALLAH dan hari akhir kelak. seperti kataNya “Akulah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP… tidak ada seorang pun yg dapat datang kepada BAPA kalau tidak melalui AKU”
    salam.

  2. @ Mr Sectiodaevaries

    seperti kataNya “Akulah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP… tidak ada seorang pun yg dapat datang kepada BAPA kalau tidak melalui AKU”

    .
    .

    Sangat benar itu saudaraku ..

    Segala puji dan sembah sujud bagi ALLAH kita yg Maha Kuasa yg membentangkan rahmat kasih karuniaNYa dan janjiNYA yg kekal bagi setiap mereka yg memberi dirinya untuk mengambil bagian di pernikahan ANAK DOMBA ALLAH nanti. Haleluya Haleluya Haleluya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: