Ketika kesaksian kita membutuhkan penerjemah iman

Januari 11, 2011 pukul 8:17 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 2 Komentar
Tag: ,

Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
(Matius 28:1)

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
(Matius 28:8)

Ada sebuah dasar, 2 atau 3 orang saksi maka suatu perkara dapat dikatakan sah..
bicara saksi, kita jangan sampai terkontaminasi dengan pengertian saksi yang berdusta, meski ada potensi untuk berdusta, tetapi seseorang dikatakan saksi maka “kepercayaan” dapat disematkan kepada dia.

2 atau 3 Maria menjadi saksi kebangkitan YESUS,…
jadi dalam konteks ini, KEMATIAN dan KEBANGKITAN YESUS itu sudah sah dan benar-benar terjadi.

Namun, ketika saksi ini disuruh untuk menyaksikan kepada murid-murid yang lain ada “setting” yang harus dilalui. Bahwa ternyata mereka adalah perempuan, dan kita harus mengerti bagaimana kedudukan perempuan pada budaya tradisional ketimuran, apalagi kebudahaan suku-suku Yahudi pada masa itu.
Dan jangankan seperti itu sampai sekarang atas dasar kebudayaan, perbuatan dan tindak tanduk orang yang menamakan dirinya Kristen maka kesaksian KEMATIAN dan KEBANGKITAN Kristus akan terus dipertanyakan, padahal KEMATIAN dan KEBANGKITAN itu sendiri sudah jelas dinyatakan saksi awal (2 atau 3 Maria) itu telah terjadi, benar dan akurat…
Sehingga kesaksian yang terkadang lemah oleh karena “wajah”, atau karena perilaku saksi-saksi tertentu itu harus diterjemahkan oleh iman. Iman kita menjadi pondasi dan dasar yang kuat, iman di dalam TUHAN, yang kita kenal di dalam Nama YESUS KRISTUS, TUHAN YANG MULIA.

Jika murid-murid beriman kepada YESUS pra kebangkitanNYA, maka tidak perlu mereka menerjemahkan secara apappun lagi ketika menerima kesaksian 2 atau 3 Maria,… tetapi apa yang terjadi telah memberikan gambaran kepada kita, bahwa memang manusia pada umumnya terlebih dahulu menerjemahkan sesuatu dengan logikan dan perasaan, politis, kebimbangan dan lain lain ketimbang menerjemahkan dengan iman.

Jika ada orang yang tidak bisa menerjemahkan kesaksian kita, ada kemungkinan lain, salah satunya adalah bahwa beliau tidak ada iman di dalam TUHAN. Keraguan dan kebimbangan bisa dijawab jika ternyata diri kita sendiri menjadi saksi kesekian. Tetapi kita tidak selalu bisa menjadi saksi jika iman tidak ada. Karena iman Thomas pada akhirnya bersaksi dan tunduk di bawah kaki YESUS. Tetapi jika sedikit iman tidak ada maka pada akhirnya kita akan menghujat Yang Kudus di Sorga.

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @ Laeku terkasih Parhobas

    Jika ada orang yang tidak bisa menerjemahkan kesaksian kita, ada kemungkinan lain, salah satunya adalah bahwa beliau tidak ada iman di dalam TUHAN. Keraguan dan kebimbangan bisa dijawab jika ternyata diri kita sendiri menjadi saksi kesekian. Tetapi kita tidak selalu bisa menjadi saksi jika iman tidak ada. Karena iman Thomas pada akhirnya bersaksi dan tunduk di bawah kaki YESUS.
    .
    .

    Sangat benar perkataan lae itu …
    Iman adalah dasar dari segala apa yg kita harapkan dan bukti dari apa yg tidak kita lihat. Tanpa Iman maka kita beroleh apa-apa dalam nama DIA.
    Hanya yg menjadi bagian kita adalah untuk tetap selalu menaruh PERCAYA kpd Allah. Dan yg menjadi bagian Allah adalah menggenapi apa yg kita PERCAYAI itu.
    Walau sekarang ini dasar dari keyakinan keKristenan diserang dari kaum yg tidak percaya maupun dari kalangan Kristen sendiri tetapi kunci kePercayaan kita adalah Yesus Kristus adalah Juruselamat yg diutus ALLAH sbg jalan keselamatan satu-satunya. Dari ALLAH dan Oleh ALLAH dan kembali hanya kepada ALLAH.
    Amen segala puja puji bagi Yesus Kristus yg oleh kehendak ALLAH sekarang bertahta ditempat yg MAHA TINGGI….

    • @Lae Sihotang

      Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
      (Ibrani 11:1)

      salam juga lae


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: