Jangan sampai…

Desember 20, 2010 pukul 3:50 pm | Ditulis dalam Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

(1Timotius 6:6-10 [IBIS])
Memang agama memberikan keuntungan yang besar, kalau orang puas dengan apa yang dipunyainya.

Sebab tidak ada sesuatupun yang kita bawa ke dalam dunia ini, dan tidak ada sesuatupun juga yang dapat kita bawa ke luar!

Jadi, kalau ada makanan dan pakaian, itu sudah cukup.

Tetapi orang yang mau menjadi kaya, tergoda dan terjerat oleh bermacam-macam keinginan yang bodoh dan yang merusak.

Keinginan-keinginan itu membuat orang menjadi hancur dan celaka.

Sebab dari cinta akan uang, timbul segala macam kejahatan.

Ada sebagian orang yang mengejar uang sehingga sudah tidak menuruti lagi ajaran Kristen, lalu mereka tertimpa banyak penderitaan yang menghancurkan hati mereka.

Dunia modern cenderung memiliki siklus berikut:
Lahir–> Sekolah–> Bekerja

Bekerja untuk mendapat uang,…
Semakin besar uang semakin banyak kesenangan yang dapat dikonversi dari uang itu.

Coba hidup satu bulan di Singapura contohnya, dan uang Anda hanya 100 dolar…
Bandingkan dengan hidup di pedalaman sumatera dengan uang yang sama,…. akan terasa bedanya.

Hebatnya adalah semua hunian hampir selalu menjurus menjadi kota-kota modern, memfasilitasi warganya dengan baik, dan tentu biaya harus digantikan dari konsumen, … produsen berlomba,… dan konsumen semakin serakah….. Dulu dengan komputer XT sudah menganggap “OK”, sekarang mau “Core 2 Duo”-pun masih bisa mencak-mencak karena banyaknya Software yang membutuhkan perangkat Maximum,…
Bahkan dulu oragn pacaran naik pedati, di perkotaan bisa-bisa minimal taxi atau sepeda motor.
Bicara sepeda motor, karena cepat, maka terbiasa dengan yang cepat-cepat, melihat yang lambat emosi akan naik, … maka lihatlah klakson pengendara motor lebih galak dibanding pengendara yang lain….

Itulah yang terjadi dengan uang juga, semakin besar kita dapat, semakin besar perubahan pada kita di dalam memperdayakannya, hutang orang miskin akan sama faedahnya dibanding hutang orang kaya raya. Sekaleng beras bagi miskin akan sama dengan 4 triliyun bagi si kaya,… dan apa yang terjadi?….
beberapa orang telah melupakan “moral” hanya demi uang,.. sebab semakin besar uang, semakin besar hal-hal yang dapat dimanifestasikan, baik bentuk kesenangan, harkat, dan martabatnya..
Orang kaya cenderung lebih didengar dan dihargai daripada orang miskin, G8 atau G20 lebih menentukan masa depan dunia ketimbang negara ke tiga… itu contoh…

Dan…. Jangan sampai itu terjadi, maunya seh seperti itu, tetapi memang tidak semua bisa mengendalikan perilakunya, bahkan ada orang yang marah jika dinasehati, meski nasehat itu dapat membuat dia bertumbuh.

Bukan mengatakan orang kaya berbahaya atau tidak bisa, dan juga tidak mengatakan menjadi kaya itu salah,… tetapi sesuai syahadat kita, bahwa jadikanlah TUHAN sebagai satu-satunya TUAN atas diri kita dan kemauan kita,… maka harta tidak lagi bisa memperbudak kita. Jika harta telah menjadi tuan, maka segala dosa celaka, kesesatan, keserakahan, bahkan maut bisa mengiringi langkah kita.

Lihat saja, hampir 7 kekaisaran masa silam, hancur,… salah satu penyebabnya adalah melalui harta. Harta telah menggantikan TUHAN. Aneh buat kita, justru pada saat yang paralel umat TUHAN justru diperbudak, menjadi budak di MESIR…

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: