Menghidupkan

Desember 8, 2010 pukul 10:50 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
(1 Korintus 13:3)

Mungkin ini sudah tidak rahasia,.. bahwa jika kampanye dekat maka mereka yang merasa harus dipilih turut menceburkan diri di dalam ‘panggung’ charity. Ada banyak yang ‘mengeluarkan’ wajah mulia, membagi ini dan itu.

Mereka yang menceburkan diri dalam hal seperti ini dapat disebut ‘ekor’, mereka menjadi baik karena ‘kepala’nya adalah nafsu berkuasa, ‘kepala’ popularitas, bayangkan jika mayoritas begini, maka kasihan mereka yang benar-benar mulia hatinya…

Ada juga kelompok manusia yang berani mati untuk membela hal-hal tertentu. Demi orang baik orang rela memanggul senjata, mempertaruhkan nyawanya, memanggul senjata atau mungkin membom demi mempertahankan norma-norma tertentu. Biasanya perang suku dimulai oleh hal-hal yang begini.
Rasa tenggang rasa dan solidaritas telah dibakar oleh ikatan-ikatan sosial dibanding perlunya melepas subjek dalam warna yang benar. Memang susah sekali, kita lebih cenderung membela istri kita ketimbang seorang pelacur, itu pasti, tetapi kasihan sekali pelacur-pelacur yang disepelekan karena ternyata banyak juga istri-istri yang dibela meski nyatanya salah. Egaliter masih jauh.

Itu sekilas dari dunia yang mematikan.
Sementara ALLAH memberikan yang menghidupkan.
Menghidupkan bukan dalam kelas daging, sebab oleh kata menghidupkan beberapa mata dan hati telah buta.
Jika percaya dunia ini fana maka kata menghidupkan dapat disematkan kepada sesuatu yang bukan di dunia ini lagi,…
Menghidupkan berarti oleh apa yang kita perbuat seolah sebagai pembuktian bahwa ada sesuatu yang membuat hidup di dalam kita.
Sehingga jika kita percaya bahwa ALLAH adalah Hidup, maka yang menghidupkan kita adalah ALLAH… dan yang bekerja melalui KASIH, sebab ALLAH adalah KASIH…

Yang sudah dapat atau sudah pernah merasakan hadirat ALLAH, lakukanlah kasih, karena itu menghidupkan.
Jika kita menolak perbuatan kasih, kita sedang mempertimbangkan untung rugi, dan…selanjutnya kita telah akan sedang mengukur hal-hal yang seharusnya dapat kita lakukan… pikiran deras menimbang, realita selalu sering berlawanan, karena keputusan sering ditimbang-timbang oleh untung rugi pikiran. Jika terlalu sering memilih untung maka kita bisa buta terhadap sesuatu yang membuat rugi, dan ternyata apa-apa yang membuat rugi dikemudian hari barulah ketahuan, diwaktu penyesalan datang, bahwa itulah keuntungan yang sesungguhnya.
Meminta maaf lebih rugi daripada mengacungkan tangan, tetapi keputusan bisa saja menjotos lebih memuaskan, puas, puas,.. lega,…itu membakar diri kita sendiri oleh nurani,…

Kejarlah yang menghidupkan, meski itu bisa membakar dirimu sendiri, ada saatnya ‘pentas’ akan dibalik, oleh kasih dipastikan itu adalah pembakaran demi mengeluarkan cahaya, terang.

Bagikan, berikan, kerjakan, dengan dasar kasih, itu menghidupkan, karena HIDUP adalah Kasih.

mari memikirkan dan belajar melakukan ini semua..
semoga TUHAN menolong

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: