Takut…lah

Desember 6, 2010 pukul 11:25 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag:

KBBI menjelaskan berikut:
ta·kut a
1 merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana: anjing ini jinak, engkau tidak perlu –;
2 takwa; segan dan hormat: hendaklah kita — kpd Allah;
3 tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dsb): hari sudah malam, aku — pulang sendiri;
4 gelisah; khawatir (kalau …):
digenggam — mati, dilepaskan — terbang, pb rasa gelisah, khawatir kacau-balau;

Mari kita lihat dua ayat berikut:
Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”
(Mazmur 118:4)

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.
(Amsal 1:7)

dengan satu ayat berikut:
Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”
(Kejadian 3:10)

Di dalam pandangan beberapa orthodox Yahudi, TUHAN adalah “mengerikan”, “menakutkan”.
Sebab IA berkuasa atas segala sesuatu, maka IA bisa mensetujui apa-apa yang di luar pemikiran kita, lalu terjadi kepada kita, dan kitapun amat sangat menderita, AYUB contohnya.
TUHAN bisa dipandang sebagai “tukang” teror, dan karena begitu kita musti takut kepada TUHAN.

Bandingkan itu dengan beberapa orang anismis modern, atau agama-agama kuno, mereka dengan sengaja memberi sesajen kepada roh-roh dengan maksud supaya tidak diganggu. Dua gunung “keramat” sedang “teriak” di Indonesia sekarang ini, beberapa orang masih berkata: “Kurang sesajen tuh”….
Dan karena itu beberapa orang menaruh takut kepada roh-roh, yang dijewantahkan pada takut dengan gunung keramat tertentu. Pantangan.

Jika TUHAN dipandang dan dilihat sekilas begitu, maka memang benar, TUHAN amat sangat mengerikan. Teror.
IA tahu segala sesuatu, dan IA mengawasi kita. Bayangkan jika sanak saudara kita selalu mendampingi kita dengan tujuan untuk mengetahui apa saja yang kita perbuat. Bayangkan seorang yang mulai beranjak dewasa tetapi selalu diawasi oleh ibundanya waktu pacaran, d.l.l, risih bukan?… sekarang TUHAN melebihi bunda yang mengawasi itu, sebab IA sanggup melihat pertimbangan hati dan pikiran kita…risih tidak? takut tidak?

Melihat binatang buas, kita juga bisa takut. Kita bisa diteror oleh nafsu si buas yang tidak ada batas pemikirannya. Si Buas hanya bisa mencabik-cabik korbannya, dengan tujuan ia tidak menjadi berdiri di pihak korban. Buas, liar, tidak ada aturan, itu ada kemiripan yang mantap.

Untuk alasan tertentu, kita memang harus takut kepada ALLAH.
Doa BAPA KAMI yang diajar YESUS bisa mengisyaratkan satu hal,…
“Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat”….

Kita harus takut, sebab TUHAN bisa membawa kita kepada pencobaan.

Doa ini dapat kita sejajarkan dengan:
Mazmur 19:12 Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari.

Karena TUHAN Yang Tahu, maka IA tahu kesesatan kita, dan siapa yang dapat melepaskan kita dari kesesatan itu? TUHAN juga, lalu bagaimana jika TUHAN tidak berkenan melepaskan kesesatan itu?
Menakutkan bukan?…

Untuk alasan tertentu, sekali lagi, kita memang harus takut oleh karena teror yang dibawa oleh Kekudusan TUHAN.
Sebab IA adalah API Yang menghanguskan, IA KUDUS, maka kita harus takut, sebab kita tidak kudus, dan kita berdosa.

Ketakutan yang besar akan Hadirat TUHAN itu hanya bisa dihibur oleh KEADILAN TUHAN.
Ketidaksanggupan kita diraih, dikerjakan oleh TUHAN sendiri.
Ketika IA Kudus, kita harus kudus… ADILnya TUHAN adalah IA memberikan Jalan supaya kudus dengan KASIHNYA.

Meski kita takut, merasa ngeri,… tetapi kita dituntut untuk percaya,…
Jika dipandang itu amat sangat jungkir balik.
Bagaimana bisa binatang buas yang menakutkan, sekaligus kita percayai untuk dapat menyelamatkan kita dari kematian?….
Yang menghibur kita adalah bahwa ALKITAB berkata, “TUHAN adalah ESA”.
Meski IA KUDUS, IA ADIL dan penuh KASIH.
IA berkhikmad tiada tara. Dalam kelas kekuatan kita, Kitab Suci berkata: “Kita tidak dibebankan melebihi apa yang dapat kita pikul”. Karena kita harus memikul supaya mengetahui apa itu beban, maka takutlah akan TUHAN, sebab jika kita tidak tahu beban kita, bisa-bisa kita kalah, tewas, dan merasa diteror amat sangat, kita akan merasa kalah, karena kita merasa beban yang semakin berat…. kita lupa akan DIA YANG Menolong.

Takutlah, sebab IA-pun memperkenalkan NamaNYA sebagai yang berotoritas penuh, “AKU ADALAH AKU”, kata TUHAN memperkenalkan DiriNYA kepada MUSA. Dan oleh karena itu kita wajib memiliki relasi yang kuat dengan DIA, kalau tidak kita akan larut di dalam kehampaan, kebosanan, kekurangajaran….kematian. Sebab IA adalah HIDUP… maka kitapun akan hidup. Jika kita tidak hidup, maka kita mati, dan IA berkuasa membunuh baik roh dan jiwa … Takutlah….

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: