Apa bedanya sich?

Desember 6, 2010 pukul 9:05 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 8 Komentar
Tag:

Minggu-minggu ini saya sedang menunggu istri saya di sebuah bangunan besar. Di dalamnya ada Gramedia, lalu saya sempatkan mencari buku-buku di rak-rak yang bertanda Kristen.

Ada beberapa buku yang menarik perhatian saya….
Saya buka halaman demi halaman…

Satu yang saya ingat…
Ketika ilmu-ilmu modern kita tetapkan maka kita akan menemukan ketidakberhargaan diri kita dibanding benda-benda lain di sekitar kita, apalagi dibanding alam semesta ini. Kita tidak sebanding dengan alam itu sendiri, kita begitu muda,… kita terbentuk dari Kera malah….

Beberapa filsafat helenis juga beranggapan hal yang sama, bahwa suatu Yang transenden, sangat mungkin ada, tetapi Yang transenden itu sangat melampaui sehingga tidak ada kemungkinan Yang transenden itu mengjangkau secara langsung dunia ini, apalagi manusia ini…

Sementara ada sumber yang berbeda, ALKITAB, justru menceritakan hal yang lain, melawan arus…
Jika arus menuju Niagara yang terjal, maka ALKITAB berjuang keras melawan arus itu…

ALKITAB justru sarat dengan narasi akan betapa pentingnya manusia di Hadapan TUHAN, bahkan disebut dipelihara bagaikan biji mata…

Bedanya karena manusia diciptakan seturut gambarNYA…
sementara yang lain TIDAK….

8 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. parhobass,

    Bedanya karena manusia diciptakan seturut gambarNYA…
    sementara yang lain TIDAK….

    Bukannya kebalik nih, menurut saya yang benar adalah :
    Gambar-Nya diciptakan menurut manusia, sementara yang lain JUGA …

    • @Tri

      ada kue tart dengan loyang,…
      tentu kue akan berbentuk seturut loyang itu…
      tidak ada kemungkinan loyang dibentuk seturut kue, sementara kuenya belum ada…

      salam

  2. @parhobas
    Saya masih belum paham nih. Yang dimaksud manusia dibentuk menurut gambar-Nya itu :
    1. Bentuk manusia serupa dengan gambar/bentuk/rupa Tuhan, atau
    2. Tuhan membentuk manusia sesuai dengan kehendak-Nya/gambaran-Nya.
    Terus pengertiannya bagaimana, bisa tolong dijelaskan…

    • @Triadi

      Saya masih belum paham nih. Yang dimaksud manusia dibentuk menurut gambar-Nya itu :
      1. Bentuk manusia serupa dengan gambar/bentuk/rupa Tuhan, atau

      benar
      2. Tuhan membentuk manusia sesuai dengan kehendak-Nya/gambaran-Nya.
      benar

      Terus pengertiannya bagaimana, bisa tolong dijelaskan…

      pertanyaan dua di atas itu tidak sama dengan pernyataan sebelumnya
      yaitu :
      Gambar-Nya diciptakan menurut manusia, sementara yang lain JUGA …

      Gambar ALLAH itu adalah KASIH…
      jadi manusia diciptakan seturut Gambar ini, untuk melakukan KASIH…
      untuk melakukan kasih maka Anda harus menganggap/melihat/menilai yang lain berharga….

  3. Tes.. tes

    • @Triadi

      mohon nick dan email Anda dibuat sama setiap membuat komen, supaya tidak perlu moderasi..

      salam

  4. Parhobas,

    1. Bentuk manusia serupa dengan gambar/bentuk/rupa Tuhan.
    Benar.
    Gambar ALLAH itu adalah KASIH…
    jadi manusia diciptakan seturut Gambar ini, untuk melakukan KASIH…
    untuk melakukan kasih maka Anda harus menganggap/melihat/menilai yang lain berharga….

    Dengan kata-2 saya, mungkin maksud anda begini :
    Dalam hal tertentu, kehendak manusia serupa dengan kehendak Tuhan, dalam arti manusia hendaknya memiliki juga sifat Tuhan antara lain adalah Kasih, Kasih kepada sesama.
    Tapi manusia secara physical tidak bisa disamakan dengan bentuk Tuhan, karena bentuk Tuhan sendiri tidak bisa dilihat oleh manusia. Kalau bisa dilihat secara fisik dan diserupakan dengan manusia, berarti itu bukan Tuhan tetapi ciptaan-Nya…
    Roh manusia diciptakan berasal dari Tuhan, karena itu manusia hendaknya juga memiliki sifat menjaga kesucian dan melakukan kehendak Tuhan.
    Bagaimana anda setuju dengan pandangan saya ?

    • @Triadi

      Dalam hal tertentu, kehendak manusia serupa dengan kehendak Tuhan, dalam arti manusia hendaknya memiliki juga sifat Tuhan antara lain adalah Kasih, Kasih kepada sesama.
      justru pada awalnya manusia itu diberi gambar sesuai Gambar ALLAH…
      jadi ‘manusia bukan hendaknya memiliki juga sifat Tuhan’, tetapi awalnya sifat itu sudah diberikan kepada manusia,… sifat itulah yang dilanggar/ditolak di EDEN…

      Tapi manusia secara physical tidak bisa disamakan dengan bentuk Tuhan, karena bentuk Tuhan sendiri tidak bisa dilihat oleh manusia. Kalau bisa dilihat secara fisik dan diserupakan dengan manusia, berarti itu bukan Tuhan tetapi ciptaan-Nya…
      Secara phisikal memang TUHAN tidak bisa dan tidak akan bisa sama dengan manusia…., tetapi kita jangan juga membatasi Kuasa TUHAN dengan mengatakan tidak dapat menampakkan diriNYA, sebab nyatanya banyak Nabi-nabi bersaksi bahw IA ADA….Jika saksi-saksi tadi dapat membuktikan IA ADA, berarti TUHAN sedang menghargai ciptaanNYA berupa mata yang IA tempatkan di kepala kita…dan kita manusia biasa jangan juga memaksa TUHAN untuk menerima perlakuan yang sama dengan Nabi-nabi, sebab tidak mungkin semua menjadi Nabi, tetapi TUHAN memperlakukan hal yang sama dengan apa yang dapat disaksikan Nabi-nabi, yaitu kita beroleh ROH KUDUS,….sebab kita menyembah ALLAH harus di dalam ROH dan Kebenaran….

      Roh manusia diciptakan berasal dari Tuhan, karena itu manusia hendaknya juga memiliki sifat menjaga kesucian dan melakukan kehendak Tuhan.
      Tepat,…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: