Ketika kelas itu dirobohkan Paulus

Desember 3, 2010 pukul 1:46 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 4 Komentar
Tag: ,

Memang ROH Kuduslah pengilham Kitab Suci, tetapi orang yang menulisnya juga bukan orang yang biasa-biasa saja. Mereka adalah orang-orang yang mendedikasikan dirinya total buat TUHAN, cara hidup mereka menjadi gambaran atau bukti kepada kita bahwa TUHAN sedang bersama mereka.

Jika ada orang yang ekstrim pintarnya, jenius, kenapa kita tidak bisa berpikir bahwa memang ada orang yang ekstrim imannya,.. saleh, teladan… Paulus contohnya.

(Yohanes 9:34 [ITB])
Jawab mereka: “Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?” Lalu mereka mengusir dia ke luar.

Dari percakapan antara si Buta yang disembuhkan oleh YESUS dengan Farisi terlihat sekilas akan adanya kelas-kelas yang diciptakan oleh agama. Pemilik kelas imam berhak lebih tinggi status dari rakyat biasa, apalagi rakyat biasa yang hina dina, buta lagi.
Mereka yang merasa dirinya mengikuti aturan-aturan seolah layak disebut saleh, kudus, bersih…dan lain sebagainya…
Padahal… perlakuan mereka jauh dari apa yang mereka sematkan kepada dirinya sendiri…

Masih kita temukan orang-orang seperti itu,… mereka menyebut diri mereka pengajar agama, tetapi diri mereka sendiri tidak mereka ajar…
Jangan ini dan itu, katanya… tetapi ia melakukan ini dan itu…Tidak total…

Keadaan itu bisa terjadi jika status melahirkan status, seorang yang kaya otomatis melahirkan anak yang kaya. Seorang militer melahirkan anak yang gayanya seperti militer, d.l.l.

Dua kali Alkitab mengatakan:
Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
(Roma 10:12)

Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.
(Galatia 3:27-28)

Di dalam Kristus kita semua sama…
tetapi tunjukkanlah hidup kita sehari-hari sudah di dalam Kristus…
sebanyak kita melawan hidup ala Kristus, sebanyak itulah yang membedakan kita,…
yang kemungkinan akan membuat kelas-kelas lagi.

Jika aturan agama menciptakan status atau kelas karena aturan
maka oleh Kristus kita menciptakan status atau kelas dari perlawanan kita kepada ROH Kristus…
itulah yang ditekankan Kitab Suci melalui pena Paulus…

Iklan

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Tapi saat ini, perbedaan itu masin banyak di jumpai, terutama di Indonesia.

    • @Marende

      justru karena masalah itu akan terus ada di dunia, maka kita selalu dipanggil setiap saat memancarkan terang Kristus ya toh…

      saking seriusnya masalah itulah sampai Kristus menderita, ya toh…

      Akan selalu ada yang seperti itu, dan karena akan selalu ada, maka TUHAN memanggil kita untuk tidak seperti itu…itulah cara kerja penyelamatan kita, yaitu membawa kita kepada jalan yang baru, kepada TerangNYA Yang Ajaib

  2. parhobass,
    Ajaran Yesus dengan ajaran Paulus itu sama enggak ya ?

    Salam,

    • @Tri

      Roma 1:1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.

      Jika Paulus memandang dirinya sebagai hamba dari YESUS KRISTUS, maka dapat dipastikan Paulus meneruskan ajaran yang diajarkan oleh YESUS…

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: