Kasih menutupi banyak dosa

Desember 1, 2010 pukul 10:25 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 58 Komentar
Tag: , ,

Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. (1Petrus 4:8)

Contoh perkara akan kita sari masih dari pasal 9 dari Injil Yohanes. Menarik sekali bukan…

Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: “Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat.” Sebagian pula berkata: “Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?” Maka timbullah pertentangan di antara mereka.
(Yohanes 9:16)

Jawab mereka: “Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?” Lalu mereka mengusir dia ke luar.
(Yohanes 9:34)

Oleh kasihlah YESUS tergerak untuk menyembuhkan si Buta.
Tetapi oleh pekerjaan kasih itu, ada pertentangan. Beberapa orang mengajukan pikirannya masing-masing.

Pemelihara hukum agama, Farisi. Dan kita bisa saja salah satu dari Farisi-farisi modern.
Karena hukum agama, atau hukum-hukum sosial, bisa saja kita langsung menghakimi.
Jika tidak ke Gereja, berarti bukan Kristen sejati. Contoh saja. Lalu mencap yang tidak Kristen sejati itu sebagai pendosa. Jika ini dan itu, maka pendosa. Sementara YESUS berkata: “Pekerjaan-pekerjaan TUHAN harus dinyatakan”. Apa yang harus dinyatakan? yaitu KASIH, sebab ALLAH adalah KASIH. Jika pemelihara hukum-hukum itu melakukan kasih, maka ia akan “terjun ke lapangan”, ‘membuat’ si pelanggar menjadi tidak melanggar dengan memberi contoh bagaimana caranya tidak melanggar. Jika penuduh ini melakukan kasih maka ‘acara penghakiman’, dan pertentangan tidak akan terlalu meruncing. Tetapi itulah kita, melalui perikop ini sifat dasar manusia itu ditunjukkan dengan tepat, akurat. Karena kita butuh kasih, maka kasih dipraktekkan, tetapi tidak banyak orang yang bisa menyadarinya. Tidak ada peraturan yang bisa membuat orang memraktekkan kasih, sebab kasih dapat dilakukan hanya jika SANG KASIH ada di dalam diri kita masing-masing.

Karena kita jauh dari KASIH, maka KASIH datang,…
Karena kita jauh dari KASIH, maka KASIH dikerjakan di bumi, dijelaskan bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dijelaskan dengan perbuatan….
Karena KASIH sudah datang, maka terimalah, sebab KASIH hanya dapat dikenali dengan kasih…

Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: “Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?” Jawab Yesus kepada mereka: “Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu.”
(Yohanes 9:40-41)

Yang tidak mempraktekkan kasih itu, dengan menuruti aturan-aturan tanpa ROH di dalamnya akan menaikkan status sebagai di pihak yang benar, merasa benar, sehingga menjadi buta. Dan karena buta itu, tetaplah dosanya,… dan dosa melahirkan dosa,….jika terus menerus terjadi maka….akibat dosa adalah maut.

Iklan

58 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Selamat Advent ma di laeku dohot sude keluarga ta ganup marsada-sada. Mian ma holong ni Kristus i di hita na porsea di Ibana. Amen Haleluya.

    • Selamat Advent juga lae…
      Kasih Kristus kiranya terus bekerja di dalam kita,…
      Haleluya, Amin

  2. parhobbas,
    Hmm… kalau seseorang menghilangkan jiwa orang lain dengan alasan kasih, apakah orang tersebut dikatakan berdosa atau tidak ?

    Salam,

    • @Tri

      Anda sedang bertanya tentang dua hal yang bertentangan saudara…
      pertanyaan Anda itu seperti ini

      Seseorang sedang melangkah maju ke depannya…

      lalu Anda bertanya,…
      apakah seseorang itu dapat dikatakan mundur ke depannya?

      dalam konteks biasa, jadi maju itu pasti ke depannya, tidak mungkin mundur ke depannya…

      jadi kasih itu memelihara jiwa, tidak menghilangkannya…
      karena jiwa itu sedang di dalam keadaan hilang, maka jiwa itu diraih, diraih karena kasih tadi,…
      tetapi ada orang yang merasa jiwanya tidak hilang, dan merasa-merasa yang lain,…sayangnya ALLAH tidak memandang rasa-rasanya, tidak memihak atas penglihatan manusia,…. IA adalah AKU ADALAH AKU…

      salam

  3. @Parhobas,
    Baik, mungkin pernyataan saya itu terlalu kejam bahwa sesorang bisa menghilangkan jiwa orang lain karena alasan kasih. Saya kira bukan hal mustahil melakukan dua hal bertentangan dalam satu perbuatan, atau dua hal yang berlawanan berada dalam satu wadah.
    Kalau berbicara tentang melangkah, kita berbicara pula dengan tujuan. Apakah bisa seseorang dikatakan berjalan maju sekaligus mundur. Kerangka acuan bahwa sesuatu dikatakan maju atau mundur, adalah tujuannya. Kalau seseorang ingin mencapai tempat tujuan, dari tempat yang jelek menuju ke tempat yang lebih baik dengan berjalan mundur, apakah dia dikatakan maju atau makin mundur ?
    Pemahaman manusia sendiri sebenarnya adalah sangat terbatas untuk mengetahui batas yang jelas antara yang baik dan buruk, benar dan salah. Yang bisa menilai pada hakekatnya cuma Tuhan…

    • @Triadi

      Ketika kita sanggup memilih berarti kita dapat menilai…
      ketika kita dapat menilai maka kita dapat berubah…
      yang menjadi masalah adalah ketika kita sudah dapat memilih kita tidak mau menilai…
      ketika kita sudah dapat menilai kita malah tidak mau berubah…

      pertanyaan,
      apakah manusia diberi wawasan untuk memilih?

      jika ya
      maka menilailah…

      jika sudah menilai
      maka berubahlah…

      proses ini akan seperti Musa yang menaiki gunung Sinai…
      dan setelah ia berubah, ia bertemu dengan DIA Pencipta Alam Semesta…

      Sebab TUHAN memberi kita pemberian-pemberian yang Indah…

  4. Parhobas,
    Arah pembicaraan saya sebenarnya bukan ke situ. Lebih jelasnya : kasih menutupi banyak dosa, itu merupakan ungkapan yang masih perlu dijelaskan maksudnya.
    Pengertian saya, implikasi dari ungkapan anda tsb. adalah seseorang dibenarkan berbuat dosa dengan alasan kasih. Apa mungkin ? Banyak contohnya. salah satunya adalah, menurut anda dibenarkan atau tidak kah perang karena alasan kasih kpd Yesus dengan menggadaikan jiwa2 manusia untuk menguasai yerusalem di masa silam ?
    Apakah cukup dengan kasih bisa menghapuskan dosa. Kasih yang mana , dan kasih terhadap siapa? Seperti saya bilang definisi kebaikan adalah relatif menurut manusia, hanya Tuhan yang tahu pasti…

    Salam,

    • @Triadi

      Note singkat dari saya:
      tidak ada yang perlu Anda takutkan dengan memberitahu email Anda di kolom input komen, supaya saya tidak perlu moderasi terus komen Anda.. terimakasih…

      Arah pembicaraan saya sebenarnya bukan ke situ. Lebih jelasnya : kasih menutupi banyak dosa, itu merupakan ungkapan yang masih perlu dijelaskan maksudnya.
      Pengertian saya, implikasi dari ungkapan anda tsb. adalah seseorang dibenarkan berbuat dosa dengan alasan kasih.

      dari artikel sebenarnya bisa kita tarik contoh alasan kenapa kasih bisa menutupi banyak dosa….
      begini:
      semisal Anda mengetahui seseorang salah, maka upaya pertama Anda bukanlah seperti Farisi di atas, malah menghakimi dan menjurus ke memfitnah, sebab ternyata si penghakimi itu tidak luput juga dari dosa atau kesalahan yang sama, nah yang pertama diupayakan adalah menunjukkan sesuatu yang salah itu adalah salah satunya dengan cara/gaya hidupmu….jangan malah menganggap yang salah itu bisa dikompromikan terhadapa yang benar, tetapi kompromikanlah kesalahan itu dengan kebiasaan Anda menahan upaya menghakimi, itu artinya Anda mengasihi si pembuat salah,… nah jika si pembuat salah itu merasakan sentuhan kasih yang telah engkau beri maka ia akan merasakan kasih, sehingga dosa-dosa berikutnya bisa dielakkan…dosa yang bisa timbul dari orang yang langsung menghakimi sudah dijelaskan di atas, antara lain adalah ternyata diri kita sendiri juga tidak bisa menutup kemungkinan melakukan kesalahan yang sama, kemungkinan kedua adalah si pembuat salah bisa saja melawan, akhirnya berantem, akhirnya kacau… seterusnya dan seterusnya, maka ada dendam, lalu bunuh2an d.l.l,… itulah daftar dosa yang bisa lahir dari ketiadaan kasih….

      nah semisal Anda ditolak di dalam praktek kasih Anda, maka itu disebut berkorban, sebab kasih tanpa pengorbanan adalah kosong….

      jadi arah dari artikel di atas sangat jauh dari makna kalimat yang Anda sebut… kasih yang ada di benak saudara masih bukan kasih yang murni, tetapi ‘kasih’ yang bermotif/bermuatan sesuatu,…menuntuk untung rugi…

      Apa mungkin ? Banyak contohnya. salah satunya adalah, menurut anda dibenarkan atau tidak kah perang karena alasan kasih kpd Yesus dengan menggadaikan jiwa2 manusia untuk menguasai yerusalem di masa silam ?
      bisa diperjelas, penguasaan Yerusalem yang kapan yang Anda maksud? waktu jaman Yosua atau jaman perang salib?

      Apakah cukup dengan kasih bisa menghapuskan dosa. Kasih yang mana , dan kasih terhadap siapa? Seperti saya bilang definisi kebaikan adalah relatif menurut manusia, hanya Tuhan yang tahu pasti…
      kasih dan kebaikan itu tidak sama….
      Kasih yang menghapuskan dosa adalah KASIH ALLAH, AGAPE,….
      Kasih itu tidak relatif, karena ALLAH adalah KASIH, YOCHANA…, ALLAH adalah ESA…

      Salam,
      salam juga

  5. Parhabos,
    Begitu,..saya baru tahu maksud anda : Kasih menutupi banyak dosa mengandung dua pengertian :
    1. Sifat kasih, dapat mencegah dosa akibat kejahatan yang menimbulkan kejahatan baru karena interaksi dengan orang lain. Begitukah ?
    2. Dosa manusia dapat dihapuskan karena kasih Allah.

    Untuk point pertama, saya sependapat dengan anda, meskipun 100 % saya belum yakin. Ini kalau menilik sejarah kelam di abad pertengahan, seperti saya kemukakan di atas, jelasnya dalam perang Salib yang berlangsung 2 abad , atau perang internal antara Katolik-Protestan sendiri yang hampir 1 abad. Bagaimana bisa Paus sebagai pemegang tahta suci kristen, merestui orang-2 untuk menumpahkan darah dalam Perang Salib, atau membasmi kaum kristen gnostik di Perancis. Dimanakah peran Kasih dalam benak Paus waktu itu ?
    Bagaimana pendapat anda ?

    Untuk yang ke-2 : Bagaimanakah peran Yesus dan Allah dalam pengampunan dosa, siapakah yang sebenarnya lebih berkuasa mengampuni dosa manusia ?

    Trim’s

    • @Triadi

      Begitu,..saya baru tahu maksud anda : Kasih menutupi banyak dosa mengandung dua pengertian :
      1. Sifat kasih, dapat mencegah dosa akibat kejahatan yang menimbulkan kejahatan baru karena interaksi dengan orang lain. Begitukah ?
      salah satunya begitu,… tepat.

      2. Dosa manusia dapat dihapuskan karena kasih Allah.
      tepat

      Untuk point pertama, saya sependapat dengan anda, meskipun 100 % saya belum yakin. Ini kalau menilik sejarah kelam di abad pertengahan, seperti saya kemukakan di atas, jelasnya dalam perang Salib yang berlangsung 2 abad , atau perang internal antara Katolik-Protestan sendiri yang hampir 1 abad. Bagaimana bisa Paus sebagai pemegang tahta suci kristen, merestui orang-2 untuk menumpahkan darah dalam Perang Salib, atau membasmi kaum kristen gnostik di Perancis. Dimanakah peran Kasih dalam benak Paus waktu itu ?
      apa isi benak Paus kala itu saya tidak tahu….

      Bagaimana pendapat anda ?
      Triadi,…
      Ada perbedaan antara apa yang disuratkan/diharuskan dengan apa yang manusia senang/biasanya lakukan….

      Ketika manusia dikatakan seharusnya berbuat baik, maka yang terjadi adalah manusia malah melawan TUHAN..

      apa gerangan yang terjadi?
      yang terjadi adalah bahwa manusia itu bisa melihat, menimbang, dan mengetahui untung rugi, baik dan jahat, dan hebatnya ia bisa memilih….

      nah di dalam memilih inilah manusia sering salah,.. sebab banyak faktor yang harus ia pertimbangkan, tetapi tidak semua orang dan mungkin terlalu sedikit orang yang bertanya kepada TUHAN apa yang harus dilakukan….

      kenapa bisa begitu?
      karena ada faktor bahwa memang manusia sudah sedang di dalam keadaan berdosa (terpisah secara gambar dengan Gambar ALLAH)…

      Kasih itu bukan berarti ‘menerima’ semua tamparan, tetapi juga ‘mengerti’ kapan harus berkata TIDAK…
      nah variable inilah yang sering dipermainkan oleh manusia. Manusia membutuhkan TUHAN bukan agama dan bukan aturan, tetapi manusia yang mengaku berTUHAN sering melakukan keputusan berdasar agama dan aturan…berdasarkan egonya, keuntungan sepihak…
      ketika penderitaan terjadi atau penjajahan terjadi sering orang akan merujuk atau menafsir ayat-ayat ‘peperangan’ secara literal ketimbang menilai penderitaan YESUS di salib….

      Ketika Yerusalem dikuasai kaum Islam, maka sontak jiwa patriotisme merasa memiliki sejarah lampau dengan kota itu terpanggang di daratan Eropah, itulah upaya global yang dikumandangkan dalam perang salib, meski nuansa-nuasan politis selalu ada…
      Jika mereka pada saat itu mengerti Firman TUHAN bahwa bukan lagi di Yerusalem atau di tempat tertentu orang datang atau menyembah ALLAH melainkan di dalam ROH dan Kebenaran maka sejarah bisa bercerita lain….

      Apa yang terjadi? manusia selalu ada kecenderungan salah memilih…
      apa dong penghiburannya jika mayoritas manusia selalu salah memilih…
      Nah Kitab Suci menceritakan banyak narasi, kesaksian tentang bagaimana orang yang dianggap benar, orang yang memiliki hubungan dengan TUHAN sering juga melakukan kesalahan (macam Raja Daud dengan berjinah, macam Yakub sang penipu, tentang Abraham yang terkadang peragu..d.l.l), dan meski mereka melakukan kesalahan TUHAN bisa merekakan perbuatan salah kita itu kepada sesuatu yang bisa membantu kita bertumbuh, atau bisa menolong orang lain untuk mendekat kepada TUHAN… Jika TUHAN tidak memaafkan Daud maka Salomo tidak akan ada, jika Salomo tidak ada maka Bait ALLAH tidak ada…dst dst…

      Dan apa yang kita lakukan dikala kita sudah tahu bahwa kita berbuat salah? apakah kita seperti Raja Daud yang mau mengaku dan bertobat? atau kah seperti Yudas Iskariot yang berhenti? atau seperti Yakub yang terus menguji TUHANnya? atau seperti Abraham yang akhirnya merelakan segala sesuatu? atau mungkin seperti Petrus yang menjadi berani dikala pertobatannya?…
      Permintaan maaf Paus Benedictus, Paus sekarang atas sejarah kelam masa lampau dari Gereja perlu dipertimbangkan mengingat tidak banyak organisasi keagamaan yang bisa melakukan hal seperti itu..
      dan kita sendiri agak susah untuk memaafkan orang lain, alih2 memaafkan diri sendiri juga susah…

      jadi Kasih itu melihat diri sendiri sebelum menunjuk orang lain, …. sehingga bisa memutuskan akibat2 dosa berikutnya….

      Jika Kristen mengakui bahwa mereka pengikut Kristus, dan Kristus adalah pengejawantahan AGAPE, apa mungkin ada perang?
      tetapi nyatanya banyak yang memilih perang…. lalu apa yang TUHAN lakukan dengan perbuatan salah itu?, yaitu supaya setiap Kristen di masa mendatang bisa merendahkan dirinya, jangan songong mengaku2 damai dan kasih, nyatanya masa lampaunya sering diwarnai kekerasan….

      Di atas segalanya Firman TUHAN harus terjadi….

      Untuk yang ke-2 : Bagaimanakah peran Yesus dan Allah dalam pengampunan dosa, siapakah yang sebenarnya lebih berkuasa mengampuni dosa manusia ?
      TUHAN adalah Penyelamat..
      Kenapa IA disebut Penyelamat?
      Karena IA menyelamatkan…
      Kenapa IA mau menyelamatkan?
      karena IA adalah KASIH…
      Lalu dengan bagaimana TUHAN menyelamatkan?

      Dengan cara mengutus Sang Firman menjadi manusia, ALLAH Yang adalah ROH, ALLAH Yang adalah Bapa, Firman dan ROH KUDUS Yang ESA, menjadi daging…. ROH menjadi daging…
      ROH menjadi daging inilah yang dinamai YESUS.. dan oleh pekerjaan yang IA lakukan IA dinamai KRISTUS, Raja Penyelamat, MESIAS, AL MASIH…. dan setelah tugas di dalam daging itu selesai, IA kembali ke kemuliaanNYA, sebagai FIRMAN YANG ESA dengan BAPA dan ROH KUDUS…

      jadi pertanyaan “siapa yang lebih berkuasa” itu melihat YESUS dan ALLAH sebagai dua esensi,… sementara Kristen diajarkan oleh Yesus sendiri harus memandang itu sebagai dua Pribadi, sebab YESUS (SANG FIRMAN Yang menjadi manusia) dan Bapa adalah SATU…

      Trim’s
      terimakasih juga

  6. Kalau begitu, apakah Paus dan otoritas gereja layak untuk dipercaya dan ditaati ?

    • @Triadi

      Percayalah kepada TUHAN,…
      tetapi bagaimana Anda percaya TUHAN (Yang tidak kelihatan) sementara apa yang Anda lihat tidak dapat Anda percayai?

      TUHAN memberikan pemberian-pemberian…
      salah satunya adalah memberikan GEREJA misi pelayanan…
      kalau Anda butuh dilayani maka percayalah pada pelayan Anda…
      kalau Anda tidak membutuhkan pelayanan Anda tidak usah memintanya…

      Kalau Anda curiga kepada Gereja, silahkan, sebab banyak penyamun, pencuri dan penjilat dan bahkan rasul palsu menyusup ke Gereja demi menjelekkan Yang KUDUS,… tetapi di dalam hatimu ada ROH yang ditanamkan yang tidak bisa mendustai kebenaran… jadi Anda melayani kecurigaan atau ROH yang ada padamu?

      salam

  7. Parhaboss

    jadi pertanyaan “siapa yang lebih berkuasa” itu melihat YESUS dan ALLAH sebagai dua esensi,… sementara Kristen diajarkan oleh Yesus sendiri harus memandang itu sebagai dua Pribadi, sebab YESUS (SANG FIRMAN Yang menjadi manusia) dan Bapa adalah SATU

    Untuk yang ke-2 :
    Kalau anda menyebut ada dua subtansi, meskipun berada dalam satu esensi kedua substansi tersebut mestinya bisa dibandingkan satu sama lain.. tetap ada perbedaan satu sama lain atau ada salah satu yang lebih dominan. Jadi kedua substansi tersebut harus berbeda satu sama lain…
    Betul ???

    • @Triadi

      a. 2 Pribadi jelas ada di dalam keadaan perbedaan maka disebut 2 Pribadi…
      b. 2 Pribadi yang adalah ESA (Satu Esensi) artinya tidak ada konflik
      c. Satu Esensi berarti tidak ada subordinasi, Egaliter
      d. Tidak ada konflik berarti Masing-masing Pribadi bertanggungjawab terhadap Perbedaan masing-masing, tanpa membandingkan, tanpa relatifitas, d.l.l

      contoh:
      1. Hati saya harus satu esensi dengan pikiran saya, maka orang menyebut saya saleh, setia dan tidak mencari muka…meski hati dan pikiran saya adalah dua hal yang berbeda
      2. Ketika pikiran saya terlalu menjulang tinggi maka ada masalah yang terjadi, yaitu banyaknya hal yang berbelat-belit yang ada di benak saya, membuat keputusan susah,.. agak plinplan, dan kemungkinan akan sering mencari muka…

  8. a. 2 Pribadi jelas ada di dalam keadaan perbedaan maka disebut 2 Pribadi…
    b. 2 Pribadi yang adalah ESA (Satu Esensi) artinya tidak ada konflik
    c. Satu Esensi berarti tidak ada subordinasi, Egaliter
    d. Tidak ada konflik berarti Masing-masing Pribadi bertanggungjawab terhadap Perbedaan masing-masing, tanpa membandingkan, tanpa relatifitas, d.l.

    Anda menyebut ada Yesus, ada Allah, mau dikatakan sebagai 2 substansi, 2 pribadi, 2 gambar, 2 roh, ..dll tetap saja kita berbicara tentang 2 hal.
    Kalau ditanyakan Allah atau Yesus yang lebih berkuasa ?
    Hendaknya bukan seperti jawaban seorang anak kecil yang kalau disuruh memilih salah satu maka dia memilih dua-duanya…
    Anda sendiri bilang ada perbedaan antara keduanya, berarti antara keduanya memang berbeda.
    Saya tahu anda adalah orang yang terdidik dan pintar, jadi rasanya tidak perlu berbelit-belit untuk menjawab pertanyaan : Siapakah yang lebih ber-Kuasa atau punya Kuasa, Allah atau Yesus ?

    • @Triadi

      Anda menyebut ada Yesus, ada Allah, mau dikatakan sebagai 2 substansi, 2 pribadi, 2 gambar, 2 roh, ..dll tetap saja kita berbicara tentang 2 hal.
      1 koin tapi ada dua muka (gambar)… apakah 1 gambar saja bisa disebut koin? 1 koin itu ya 2 muka (gambar itu)….

      nah…
      pertanyaannya Anda memandang Yesus dan Allah itu bagaimana?
      bagi saya, Yesus adalah Allah, Bapa adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah.. bagi Anda, Yesus bukan Allah, sehingga lahirlah kerancuan…

      jadi kalau Anda tanya Yesus lebih berkuasa mana dibanding dengan Allah,… bisa ngga saudara temukan kerancuannya?
      pondasi saudara untuk bertanya itu sudah salah,.. maka arahnya menjadi salah…

      Kalau ditanyakan Allah atau Yesus yang lebih berkuasa ?
      Hendaknya bukan seperti jawaban seorang anak kecil yang kalau disuruh memilih salah satu maka dia memilih dua-duanya…
      daripada mengatai saya seperti anak kecil, ada baiknya saudara memperhatikan pondasi argumen saya, sebelum Anda memaksa saya memaksakan harus menerima pertanyaan Anda yang tidak jelas pondasinya…

      Anda sendiri bilang ada perbedaan antara keduanya, berarti antara keduanya memang berbeda.
      tepat,….jika Anda memandang Tritunggal

      Saya tahu anda adalah orang yang terdidik dan pintar, jadi rasanya tidak perlu berbelit-belit untuk menjawab pertanyaan : Siapakah yang lebih ber-Kuasa atau punya Kuasa, Allah atau Yesus ?
      perhatikan jawaban argumen saya di atas dan di bawah ini…

      saran saya;
      semoga Anda tidak menjadi menyerah karena ada memang hal-hal yang sulit dapat kita terima, kita sulit menerima terkadang atau biasanya masalahnya justru ada pada diri kita sendiri….

  9. comment saya kok dihapus ?

    • @Triadi

      sekali lagi mohon identitas di komennya Anda buat sama, karena kalau masuk spam saya tidak akan menganggapnya komen benaran, akan saya DELETE otomatis, tanpa melihat siapun yang memberi komen…

      sementara komen Anda masih tertahan di PENDING,…
      bukan dihapus…

  10. Parhabass
    a. 2 Pribadi jelas ada di dalam keadaan perbedaan maka disebut 2 Pribadi…
    Pribadi manakah yang lebih besar kuasa-Nya, pribadi Allah atau Yesus ?

    b. 2 Pribadi yang adalah ESA (Satu Esensi) artinya tidak ada konflik
    c. Satu Esensi berarti tidak ada subordinasi, Egaliter

    Esensi-nya itu jadi dinamakan apa ? </b

    d. Tidak ada konflik berarti Masing-masing Pribadi bertanggungjawab terhadap Perbedaan masing-masing, tanpa membandingkan, tanpa relatifitas, d.l.l

    Anda sendiri bilang kan antara keduanya ada perbedaan. Berarti antara Allah dan Yesus itu memang ada perbedaan

    Ini baru penalaran, dan kita disini belum bermain-main dengan dalil dari Alkitab. Kalau kita gali alkitab, dapat berujung pada suatu kesimpulan bahwa Yesus dan Allah adalah dua yang berbeda, serta Allah memiliki Kuasa yang lebih besar dari pada Yesus.
    Bukti sederhananya adalah dalil dari alkitab : Yesus berasal dar Allah, tetapi tidak pernah dinyatakan bahwa Allah berasal dari Yesus. Berarti Allah lebih besar Kuasanya dari pada Yesus…

    • @Triadi


      a. 2 Pribadi jelas ada di dalam keadaan perbedaan maka disebut 2 Pribadi…

      Pribadi manakah yang lebih besar kuasa-Nya, pribadi Allah atau Yesus ?
      Tidak ada konflik, masing2 bertanggung jawab terhadap perbedaanNYA, maka pertanyaan siapa lebih besar itu tidak tepat, saya tidak mungkin bisa membandingkan antara 2 dengan dua bukan?

      b. 2 Pribadi yang adalah ESA (Satu Esensi) artinya tidak ada konflik
      c. Satu Esensi berarti tidak ada subordinasi, Egaliter

      Esensi-nya itu jadi dinamakan apa ?
      HASHEM, ELOHIM, ALLAH (caplslock semua), TUHAN (Capslock semua), YHWY,.. dan karena memandang keesaan Anda bisa menyebut YESUS…

      d. Tidak ada konflik berarti Masing-masing Pribadi bertanggungjawab terhadap Perbedaan masing-masing, tanpa membandingkan, tanpa relatifitas, d.l.l

      Anda sendiri bilang kan antara keduanya ada perbedaan. Berarti antara Allah dan Yesus itu memang ada perbedaan
      Tritunggal, Tiga Pribadi berbeda tetapi Satu, itu pondasinya, jadi Anda tidak perlu merasa heran akan itu…yang saya perlu risaukan apa maksud Anda dengan Allah dan apa maksud Anda dengan Yesus, bisa lebih diperjelas,…bagi pemahaman saya dari cara berbicara Anda, sepertinya masih mengira bahwa Allah adalah Esensi yang berbeda dengan Yesus…

      Ini baru penalaran, dan kita disini belum bermain-main dengan dalil dari Alkitab. Kalau kita gali alkitab, dapat berujung pada suatu kesimpulan bahwa Yesus dan Allah adalah dua yang berbeda, serta Allah memiliki Kuasa yang lebih besar dari pada Yesus.
      Bukti sederhananya adalah dalil dari alkitab : Yesus berasal dar Allah, tetapi tidak pernah dinyatakan bahwa Allah berasal dari Yesus. Berarti Allah lebih besar Kuasanya dari pada Yesus…
      mari kita bernalar…
      a. Sekarang Anda membandingkan Antara ALLAH (YHWH) dengan YESUS, atau
      b. Pribadi Bapa Anda samakan sebagai ALLAH? mohon diperjelas…
      c. Ada suatu waktu bahwa memang YESUS menjadi manusia…dan itu tercatat dan terjadi… sekarang Anda sedang membicarakan YESUS di dalam keadaan manusiaNYA atau YESUS yang Pra dan Pasca penugasan sebagai manusia itu?

  11. bro Triadi…

    pemberitahuan kepada Anda…

    …….comment ini saya delete karena sudah termaktup di atas….
    (admin: Hakadosh)

  12. Parhobass,
    Sorry kalau anda agak risau karena saya mengibaratkan sebagai anak kecil dalam menentukan pilihan. Jangan salah, justru Yesus menempatkan anak-anak kecil di sampingnya sebagai yang empunya surga.
    Saya tidak gampang menyerah untuk memecahkan masalah yang masih dapat dipikirkan secara logis. Tapi suatu konsep yang tidak bisa diterima akal, seorang jenius pun tidak akan mampu memikirkannya. Tidak mungkin seseorang dapat dipaksa untuk menerima logika 1=3, 1+1+1=1.
    OK, pasti anda akan menjawab bahwa keberadaan Tuhan jauh melampui nalar serta diluar akal dan logika manusia, dan hanya dapat diterima dengan iman. Itu saya setuju. Saya pun merasa tidak pantas dan layak untuk memikir-mikirkan keberadaan-Nya.
    Semua agama dibuat agar orang berbuat baik dan memperbaiki moral, itu benar, tapi selain berbuat baik dimata manusia hendaknya juga berbuat baik di “mata” Tuhan.
    Saya hanya menyampaikan Bro, bahwa sifat kesucian dan kebesaran Tuhan, jangan dinodai dengan menyerupakannya sebagai manusia.

    Parh,
    Ada suatu waktu bahwa memang YESUS menjadi manusia…dan itu tercatat dan terjadi… sekarang Anda sedang membicarakan YESUS di dalam keadaan manusiaNYA atau YESUS yang Pra dan Pasca penugasan sebagai manusia itu?

    Anda tahu, bahwa Yesus itu adalah nama yang diberikan karena terlahir sebagai manusia.
    Nama panggilannya di lingkungannya waktu itu adalah Yeshua, kadang-2 Yeshu atau Joshua (bahasa ibrani). Sedangkan dalam bahasa Yunani menjadi Iesous, dan menjadi Jesus dalam bahasa yang populer sekarang.
    Di masa hidupnya, Yesus merasa lapar ketika berpuasa, Yesus makan dan minum, bersunat, memiliki rasa takut, bercakap-cakap,..dsb, yang intinya adalah 100 % manusia.
    Bagaimana anda bisa mengatakan bahwa Allah adalah Yesus, dan Yesus adalah Allah ketika -menurut anda- dia dalam masa penugasannya (masa hidupnya) ? Faktanya dia adalah 100 % manusia dan melakukan aktifitas sebagaimana yang anda lakukan sendiri.
    Ketika masih hidup didunia, Yesus itu sebagai Allah (mudah-2 Allah mengampuni saya dengan kata-2 ini ) atau sebagai manusia ?

    • @Triadi

      Sorry kalau anda agak risau karena saya mengibaratkan sebagai anak kecil dalam menentukan pilihan. Jangan salah, justru Yesus menempatkan anak-anak kecil di sampingnya sebagai yang empunya surga.

      a. Kerisauan saya bukan pada kata saudara menyebut saya “anak kecil
      b. Ucapan saudara sebagai ‘anak kecil’ di dalam dialog adalah alegori dalam bahasa gamblang ‘goblok’,… ada baiknya kita tidak bersembunyi di balik pengajaran hanya demi menutupi kesalahan kita…

      Saya tidak gampang menyerah untuk memecahkan masalah yang masih dapat dipikirkan secara logis. Tapi suatu konsep yang tidak bisa diterima akal, seorang jenius pun tidak akan mampu memikirkannya. Tidak mungkin seseorang dapat dipaksa untuk menerima logika 1=3, 1+1+1=1.

      Kesalahan pertama manusia adalah:..
      a. berkata tidak mampu memikirkan tetapi terlalu berani melangkah dan terlalu berani menganggap hal lain yang tidak dapat ia nalar sebagai suatu kesalahan…
      Perkara yang harus Anda pecahkan adalah:
      b. Mengapa Anda selalu menyatakan satuan “TUHAN” dengan angka/numerik 1…. menurut Anda ini lebih laknat di mata TUHAN atau dianggap sama dengan mengatakan a di atas?
      c. teruslah berjuang dengan logika mu,… tetapi satu hal, yang mengatakan basis utama adalah logika, tidak menjadikan semua orang berlogika beragama, justru orang yang mengagungkan logika yang pertama yang menolak TUHAN ADA…

      OK, pasti anda akan menjawab bahwa keberadaan Tuhan jauh melampui nalar serta diluar akal dan logika manusia, dan hanya dapat diterima dengan iman. Itu saya setuju. Saya pun merasa tidak pantas dan layak untuk memikir-mikirkan keberadaan-Nya.
      Semua agama dibuat agar orang berbuat baik dan memperbaiki moral, itu benar, tapi selain berbuat baik dimata manusia hendaknya juga berbuat baik di “mata” Tuhan.

      bagaimana kamu berbuat baik jika agama yang kamu anut tidak mengajarkan yang baik?
      bagaimana agama berbuat baik jika tokoh yang diutamakan tidak dapat dianggap sebagai panutan moral?
      atau moral macam apa yang ditawarkan?
      dan saksi macam apa yang kita punya?

      JIka merasa tidak pantas, tentu tidak pantas pula saudara menolak YESUS datang sebagai manusia…

      Saya hanya menyampaikan Bro, bahwa sifat kesucian dan kebesaran Tuhan, jangan dinodai dengan menyerupakannya sebagai manusia.

      ini salah satu ketidakpantasan saudara menolak dan mengatur-ngatur TUHAN….

      Parh,
      Ada suatu waktu bahwa memang YESUS menjadi manusia…dan itu tercatat dan terjadi… sekarang Anda sedang membicarakan YESUS di dalam keadaan manusiaNYA atau YESUS yang Pra dan Pasca penugasan sebagai manusia itu?

      Anda tahu, bahwa Yesus itu adalah nama yang diberikan karena terlahir sebagai manusia.

      Nama panggilannya di lingkungannya waktu itu adalah Yeshua, kadang-2 Yeshu atau Joshua (bahasa ibrani). Sedangkan dalam bahasa Yunani menjadi Iesous, dan menjadi Jesus dalam bahasa yang populer sekarang.
      Di masa hidupnya, Yesus merasa lapar ketika berpuasa, Yesus makan dan minum, bersunat, memiliki rasa takut, bercakap-cakap,..dsb, yang intinya adalah 100 % manusia.
      Bagaimana anda bisa mengatakan bahwa Allah adalah Yesus, dan Yesus adalah Allah ketika -menurut anda- dia dalam masa penugasannya (masa hidupnya) ? Faktanya dia adalah 100 % manusia dan melakukan aktifitas sebagaimana yang anda lakukan sendiri.
      Ketika masih hidup didunia, Yesus itu sebagai Allah (mudah-2 Allah mengampuni saya dengan kata-2 ini ) atau sebagai manusia ?

      sekedar info saja:
      YESHUA (aram), YEHOSHUA (Ibrani)…untuk kata YESHU sepertinya tidak pernah ada ditemukan seperti itu, kecuali Anda memiliki source ibrani silahkan dibagi…(tetapi sepertinya tidak ada, karena suffix vav menjadi u sepertinya tidak ditemukan dalam perbendaharaan Ibrani)

      Berita utama INJIL adalah:
      Firman ALLAH telah datang sebagai manusia

      nah hal yang perlu dicatat oleh Saksi/saksi. menurut Anda adalah apa?
      membuktikan bahwa Firman ALLAH telah datang sebagai manusia bukan?

      nah untuk membuktikan IA adalah Firman ALLAH, kira-kira menurut Anda pertanda apa yang akan IA lakukan?

      nah jika Anda menyelidiki apakah jawaban di atas telah ditemukan?
      jawabnya adalah sudah Anda temukan,

      bahwa YESUS makan, lapar, menangis, sedih, bahkan mati, itu membuktikan bahwa Firman ALLAH telah benar-benar menjadi manusia…

      bahwa YESUS satu dengan BAPA, BAPA menuruti apapun yang ANAK (YESUS) minta,… d.l.l, membuktikan bahwa IA adalah Firman ALLAH…

      sekarang pertanyaan besarnya,
      kenapa ANda menolak dan tidak dapat melihat hal yang gamblang begini?

      tanyalah pada basis logika yang saudara dengungkan itu…
      TUHAN YESUS kiranya mau membuka hati saudara…

  13. Parhb,
    Yesus=Yeshua=Yeshu=Iesous….
    Silahkan anda cari di literatur kitab Talmud Yahudi, bahwa Yeshu=Yesus
    Pertanyaan ini belum anda jawab :
    Menurut keyakinan anda, ketika Yesus hidup di dunia, dia itu sebagai Allah atau manusia ?

    • @Triadi

      Yesus=Yeshua=Yeshu=Iesous….
      Silahkan anda cari di literatur kitab Talmud Yahudi, bahwa Yeshu=Yesus

      Variasi kata “YESUS” adalah:
      YESHUA,
      YEHOSHUA,
      HOSHEA,
      YOSIA,
      itu semua dari dasar Ibrani/Aram, semua huruf AYIN dibaca/dilafalkan menjadi A, tidak mati/konsonan/berhenti/tanpa lafal…
      tetapi timbul masalah karena ada literatur Yahudi dengan Nama YESHU contoh : Toledot YESHU (silsilah YESHU)…
      Ibrani modern dan beberapa skolar menganggap YESHU adalah Pribadi yang sama dengan YESHUA…tetapi jika melihat kenyataannya, itu hampir mirip antara masalah YESHUA HaMasshiach dengan ISA Al Masih (Nabi Islam), meski ada beberapa kemiripan, tetapi dari kenyataan jelas berbeda Pribadi… contohnya YESHUA disalib dan mati, sementara ISA tidak disalib…, contoh lain YESHUA adalah MESIAS (MESIAS artinya Raja Penyelamat, artinya ESA dengan ALLAH), sementara ISA adalah Al Masih (Mesias) tetapi Mesias yang tidak ESA dengan ALLAH…

      jadi intinya YESHUA tidak sama dengan YESHU…, tetapi jika memandang pengajaran, bisa saja Anda memanggil YESHUA dengan YESHU selama Anda tidak menggantikan pengajaranNya YESHUA…

      Pertanyaan ini belum anda jawab :
      Menurut keyakinan anda, ketika Yesus hidup di dunia, dia itu sebagai Allah atau manusia ?
      Sudah saya jawab saudara:
      saya paste lagi di sini:

      Berita utama INJIL adalah:
      Firman ALLAH telah datang sebagai manusia

      nah hal yang perlu dicatat oleh Saksi/saksi. menurut Anda adalah apa?
      membuktikan bahwa Firman ALLAH telah datang sebagai manusia bukan?

      nah untuk membuktikan IA adalah Firman ALLAH, kira-kira menurut Anda pertanda apa yang akan IA lakukan?

      nah jika Anda menyelidiki apakah jawaban di atas telah ditemukan?
      jawabnya adalah sudah Anda temukan,

      bahwa YESUS makan, lapar, menangis, sedih, bahkan mati, itu membuktikan bahwa Firman ALLAH telah benar-benar menjadi manusia…

      bahwa YESUS satu dengan BAPA, BAPA menuruti apapun yang ANAK (YESUS) minta,… d.l.l, membuktikan bahwa IA adalah Firman ALLAH…
      saya tambahkan contoh lagi, bahwa YESUS dibangkitkan dan duduk di sebelah Kanan ALLAH BAPA, (ini adalah sebuah bahasa palestina yang berarti kembali ke kemulianNYA sebagai Firman ALLAH…

      sekarang pertanyaan besarnya,
      kenapa ANda menolak dan tidak dapat melihat hal yang gamblang begini?

      tanyalah pada basis logika yang saudara dengungkan itu…
      TUHAN YESUS kiranya mau membuka hati saudara…

  14. @Par

    Aku potong yang bagian ini, sorry

    Kesalahan pertama manusia adalah:..
    a. berkata tidak mampu memikirkan tetapi terlalu berani melangkah dan terlalu berani menganggap hal lain yang tidak dapat ia nalar sebagai suatu kesalahan…
    Perkara yang harus Anda pecahkan adalah:

    hmmm…bahasamu berbelit2, maksud kamu ini apa? cobalah untuk merangkai kata2 itu dengan tepat sehingga pembaca mampu memahami maksud anda! Anda mengatakan tidak mampu berpikir lalu mampu memikirkan hal lain.

    b. Mengapa Anda selalu menyatakan satuan “TUHAN” dengan angka/numerik 1…. menurut Anda ini lebih laknat di mata TUHAN atau dianggap sama dengan mengatakan a di atas?

    bukankah Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa Dia itu Maha Esa, kami manusia (umat islam) mana tahu kalau Dia itu 2 atau 3 atau 10 atau apa aja namanya kalau tidak di katakanNya demikian. Lagian ngapai Adam itu di syurga kalau tidak di ajarkan sesuatu oleh Allah, itu sebabnya Allah menyuruh Iblis untuk sujud kepada Adam.

    c. teruslah berjuang dengan logika mu,… tetapi satu hal, yang mengatakan basis utama adalah logika, tidak menjadikan semua orang berlogika beragama, justru orang yang mengagungkan logika yang pertama yang menolak TUHAN ADA…

    Logikalah yang mengatakan bahwa Tuhan itu ada

    • @Filar

      Aku potong yang bagian ini, sorry

      Kesalahan pertama manusia adalah:..
      a. berkata tidak mampu memikirkan tetapi terlalu berani melangkah dan terlalu berani menganggap hal lain yang tidak dapat ia nalar sebagai suatu kesalahan…
      Perkara yang harus Anda pecahkan adalah:

      hmmm…bahasamu berbelit2, maksud kamu ini apa? cobalah untuk merangkai kata2 itu dengan tepat sehingga pembaca mampu memahami maksud anda! Anda mengatakan tidak mampu berpikir lalu mampu memikirkan hal lain.
      kalau Anda tidak bisa mengerti tidak usah dipaksa…

      b. Mengapa Anda selalu menyatakan satuan “TUHAN” dengan angka/numerik 1…. menurut Anda ini lebih laknat di mata TUHAN atau dianggap sama dengan mengatakan a di atas?

      bukankah Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa Dia itu Maha Esa, kami manusia (umat islam) mana tahu kalau Dia itu 2 atau 3 atau 10 atau apa aja namanya kalau tidak di katakanNya demikian. Lagian ngapai Adam itu di syurga kalau tidak di ajarkan sesuatu oleh Allah, itu sebabnya Allah menyuruh Iblis untuk sujud kepada Adam.
      pertanyaan saya, apakah allah Anda menyebut bahwa satuan dari TUHAN adalah numerik SATU?…

      c. teruslah berjuang dengan logika mu,… tetapi satu hal, yang mengatakan basis utama adalah logika, tidak menjadikan semua orang berlogika beragama, justru orang yang mengagungkan logika yang pertama yang menolak TUHAN ADA…

      Logikalah yang mengatakan bahwa Tuhan itu ada
      berarti tuhan Anda adalah logika Anda….segera bertobat kawan,….Terima YESUS beres….sebab Yang menyatakan TUHAN ADA adalah TUHAN itu sendiri…, dan oleh Firman ALLAH kita mampu mengenal dan tahu bahwa TUHAN ADA,… dan Firman ALLAH adalah YESUS….
      contoh sederhananya, Jika saya tidak memperkenalkan diri saya sendiri maka kamu selamanya hanya akan mengenal saya sebagai hakadosh atau parhobass… ya toh…kecuali saya mengungkappakn diri saya sendiri maka Anda akan mengenal saya….
      DAn ALLAH mengunggapkan diriNYA sendiri melalui FirmanNYA, yaitu YESUS…

      • @Par

        saya tidak memaksakan untuk mengerti dengan ucapanmu itu, hanya saja saya mencoba mengoreksi, apa yang anda katakan adalah berbelit2 bukan berarti saya tidak tahu apa yang engkau maksudkan.

        pertanyaan saya, apakah allah Anda menyebut bahwa satuan dari TUHAN adalah numerik SATU?…

        Allah tidak ada punya satuan seperti yang engkau katakan, walapun aku tahu apa yang engkau maksudkan, militer mungkin punya satuan.

        2:163. Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

        Maksud saya mengatakan logika adalah bahwa logika saya mengatakan bahwa Tuhan itu ada dengan adanya alam semesta ini. Bukti Tuhan itu ada sangat banyak sekali. satu contoh paling kecil adalah cicak.

        Cicak hidupnya di habiskannya di dinding rumah semantara makanannya terbang. Allah telah menjamin kehidupannya walau makanannya terbang kesana kemari.

        Demikian maksud saya berlogika, bukan Tuhan saya logika. hehehe

        Menerima Yesus? menerima dia sabagai tuhan saya begitu? Aku berlindung kepada Allah, Rabb semesta alam, Dialah yang menjadikan diriku dari segumpal tanah, yang memberiku penghidupan dan yang memberi aku petunjuk jalan yang lurus, Dialah yang menguasi diriku dan kepadaNya aku kembali.

        Seharusnya engkaulah yang menerima Allah sebgai Tuhan Semesta Alam yang menjadikan dirimu, yang memberimu rezeki walau tanpa engkau sadari.

        Silahkan engkau bersyahadat dua kalimat yang suci; Aku bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah dan Aku bersaksi Nabi Muhammad utusan Allah. ucapkan kata2 tersebut dengan sepenuh hatimu. beres. Tinggalkan sekarang tuhan yesusmu itu.

      • @Filar

        saya tidak memaksakan untuk mengerti dengan ucapanmu itu, hanya saja saya mencoba mengoreksi, apa yang anda katakan adalah berbelit2 bukan berarti saya tidak tahu apa yang engkau maksudkan.
        kalau mengerti kenapa meminta penjelasan?….
        maksud dari kalimat saya itu memang itu artinya kawan…
        berkata tidak mampu memikirkan tetapi terlalu berani melangkah dan terlalu berani menganggap hal lain yang tidak dapat ia nalar sebagai suatu kesalahan…
        arti sederhananya…
        kalau Anda tidak bisa mengerti tidak usah dipaksa…

        jadi kalau Ada hal2 yang belum kamu pahami jangan paksakan itu menjadi suatu kesalahan… kalau Anda tidak paham tritunggal, dan belum memahami YESUS, jangan paksakan tritunggal atau YESUS itu salah….

        pertanyaan saya, apakah allah Anda menyebut bahwa satuan dari TUHAN adalah numerik SATU?…

        Allah tidak ada punya satuan seperti yang engkau katakan, walapun aku tahu apa yang engkau maksudkan, militer mungkin punya satuan.

        2:163. Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
        Anda menyebut ALLAH YANG ESA, tetapi di hatimu berkata bahwa ALLAH itu SATU numerik… jadi apakah Anda yang salah? atau ajaran Anda yang salah?

        Maksud saya mengatakan logika adalah bahwa logika saya mengatakan bahwa Tuhan itu ada dengan adanya alam semesta ini. Bukti Tuhan itu ada sangat banyak sekali. satu contoh paling kecil adalah cicak.

        Cicak hidupnya di habiskannya di dinding rumah semantara makanannya terbang. Allah telah menjamin kehidupannya walau makanannya terbang kesana kemari.

        Demikian maksud saya berlogika, bukan Tuhan saya logika. hehehe
        Ada dua penyataan,
        Penyetaan khusus dan penyataan umum…
        Penyataan umum dapat dilihat dari kejadian2 alam semesta seperti yang saudara sebut,… tetapi ada penyataan khusus yang lebih besar dan mantap dari penyataan umum tadi, yaitu ketika TUHAN secara langsung menyatakan diriNYA sendiri….
        Penyataan umum itu seperti blog hakadosh ini…
        Anda mengenal saya dari kalimat2 saya di blog ini
        tetapi sekirannya saya menyatakan diri sendiri secara khusus kepada Anda maka Anda akan mengenal saya lebih mantap lagi…

        Menerima Yesus? menerima dia sabagai tuhan saya begitu? Aku berlindung kepada Allah, Rabb semesta alam, Dialah yang menjadikan diriku dari segumpal tanah, yang memberiku penghidupan dan yang memberi aku petunjuk jalan yang lurus, Dialah yang menguasi diriku dan kepadaNya aku kembali.

        Ibu-bapakmu yang menjadikan engkau seorang manusia, proses penciptaan dari tanah cukup hanya ADAM…

        Seharusnya engkaulah yang menerima Allah sebgai Tuhan Semesta Alam yang menjadikan dirimu, yang memberimu rezeki walau tanpa engkau sadari.
        Di dalam Nama YESUS Kristus sudah…

        Silahkan engkau bersyahadat dua kalimat yang suci; Aku bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah dan Aku bersaksi Nabi Muhammad utusan Allah. ucapkan kata2 tersebut dengan sepenuh hatimu. beres.
        Syahadat saya lebih tua 4000 tahunan dari syahadat yang satu ini…

        Tinggalkan sekarang tuhan yesusmu itu.
        Kalau mau konsisten sepertinya memang harus tetap di dalam Nama TUHAN YESUS,.. kalau Anda mau terus mempertahankan ketidakkonsistenannmu (contohnya: Dogma Anugerah dipercayai tetapi masih mempertahankan Sistem Timbangan/Perbuata/Untung rugi), ya silahkanlah menyembah allahmu yang sekarang…

  15. @Par

    Anda menyebut ALLAH YANG ESA, tetapi di hatimu berkata bahwa ALLAH itu SATU numerik… jadi apakah Anda yang salah? atau ajaran Anda yang salah?

    siapa bilang hati saya mengatakan bahwa Tuhan adalah SATU (MAKSUDNYA ANGKA SATU) heheheh, hebat betul engkau mengetahui isi hatiku?!!! Zat Allah itu Esa atau satu itu yang betul.

    Ada dua penyataan,
    Penyetaan khusus dan penyataan umum…
    Penyataan umum dapat dilihat dari kejadian2 alam semesta seperti yang saudara sebut,… tetapi ada penyataan khusus yang lebih besar dan mantap dari penyataan umum tadi, yaitu ketika TUHAN secara langsung menyatakan diriNYA sendiri….
    Penyataan umum itu seperti blog hakadosh ini…
    Anda mengenal saya dari kalimat2 saya di blog ini
    tetapi sekirannya saya menyatakan diri sendiri secara khusus kepada Anda maka Anda akan mengenal saya lebih mantap lagi…

    Bukankah saya sudah punya Al Quran yang lebih jelas dan mantap dari punyamu, bukan maksud saya untuk menyombongkan diri, Itulah sebabnya Allah mengajarkan kepada Adam nama2 benda.
    Pernyataan saya di ataskan mengenai logika bukan ajar mengajarkan sesuatu atau tentang masalah memperkenakan diri. Bukankah anda yang memulai logika-logikaan? Kalau berdasarkan firman Tuhan dalam AQ jelas banyak ayat2 AQ yang mengupas tentang pengenalan Tuhan kepada manusia ada 99 nama Allah dalam AQ. Jadi intinya anda harus tahu dahulu mengapa saya menjawab begitu!

    Ibu-bapakmu yang menjadikan engkau seorang manusia, proses penciptaan dari tanah cukup hanya ADAM…

    Nah ternyata engkau sekarang sudah pintar rupanya, kalau begitu berarti engkau sudah sependapat denganku bukan?

    Di dalam Nama YESUS Kristus sudah…

    kalau sebagai nabi boleh dan syah

    Syahadat saya lebih tua 4000 tahunan dari syahadat yang satu ini…

    ah masak iya? ternyata engkau belum tahu bahwa syhadat yang terakhir bukankan juga yang pertama? apakah kamu belum tahu bahwa ketika adam akan di turunkan kebumi dia melihat dua kalimat syahadat di pintu syurga? bukankah dengan syahadat ini Adam telah islam dan di angkat menjadi nabi di dunia? kalau kamu nggak tahu tentang masalah ini sekarang harus update to memory di kepalamu

    Kalau mau konsisten sepertinya memang harus tetap di dalam Nama TUHAN YESUS,.. kalau Anda mau terus mempertahankan ketidakkonsistenannmu (contohnya: Dogma Anugerah dipercayai tetapi masih mempertahankan Sistem Timbangan/Perbuata/Untung rugi), ya silahkanlah menyembah allahmu yang sekarang…

    ya…ya betul betul, aku sebenarnya lebih suka kamu pada jalurmu, aku tidak mengharapkan sedikitpun engkau masuk islam, bukan berarti aku benci atau masa bodoh, aku lebih suka, itu saja. Sebab aku tahu perkara yang satu ini kuncinya ada pada Tuhan Kita, Allah SWT.

    • @Filar

      Anda menyebut ALLAH YANG ESA, tetapi di hatimu berkata bahwa ALLAH itu SATU numerik… jadi apakah Anda yang salah? atau ajaran Anda yang salah?

      siapa bilang hati saya mengatakan bahwa Tuhan adalah SATU (MAKSUDNYA ANGKA SATU) heheheh, hebat betul engkau mengetahui isi hatiku?!!! Zat Allah itu Esa atau satu itu yang betul.
      Selidiki terus hati Anda….
      Coba kamu pikirkan kenapa TUHAN selalu berkeras mengumandangkan tentang KEESAANNYA?

      Ada dua penyataan,
      Penyetaan khusus dan penyataan umum…
      Penyataan umum dapat dilihat dari kejadian2 alam semesta seperti yang saudara sebut,… tetapi ada penyataan khusus yang lebih besar dan mantap dari penyataan umum tadi, yaitu ketika TUHAN secara langsung menyatakan diriNYA sendiri….
      Penyataan umum itu seperti blog hakadosh ini…
      Anda mengenal saya dari kalimat2 saya di blog ini
      tetapi sekirannya saya menyatakan diri sendiri secara khusus kepada Anda maka Anda akan mengenal saya lebih mantap lagi…

      Bukankah saya sudah punya Al Quran yang lebih jelas dan mantap dari punyamu, bukan maksud saya untuk menyombongkan diri, Itulah sebabnya Allah mengajarkan kepada Adam nama2 benda.
      Pernyataan saya di ataskan mengenai logika bukan ajar mengajarkan sesuatu atau tentang masalah memperkenakan diri. Bukankah anda yang memulai logika-logikaan? Kalau berdasarkan firman Tuhan dalam AQ jelas banyak ayat2 AQ yang mengupas tentang pengenalan Tuhan kepada manusia ada 99 nama Allah dalam AQ. Jadi intinya anda harus tahu dahulu mengapa saya menjawab begitu!
      AQ “diantarkan” oleh Jibril, jadi bukan allah Anda sendiri, dan tanpa Muhammad AQ tidak akan sampai kepada Anda, bandingkan dengan Firman ALLAH yang adalah ALLAH sendiri mengungkapkan DiriNYA sendiri, bicara nama jika nama allah Anda ada 99 maka di Alkitab ada lebih dari ratusan Nama bagi TUHAN semesta alam…

      Ibu-bapakmu yang menjadikan engkau seorang manusia, proses penciptaan dari tanah cukup hanya ADAM…

      Nah ternyata engkau sekarang sudah pintar rupanya, kalau begitu berarti engkau sudah sependapat denganku bukan?
      berarti pembicaraanmu sebelumnya yang mengutip AQ itu bodoh gitukah?

      Di dalam Nama YESUS Kristus sudah…

      kalau sebagai nabi boleh dan syah
      nyatanya Gelar KRISTUS atau AL MASIH itu ada makna terdalam dari hanya sekedar Nabi….

      Syahadat saya lebih tua 4000 tahunan dari syahadat yang satu ini…

      ah masak iya? ternyata engkau belum tahu bahwa syhadat yang terakhir bukankan juga yang pertama? apakah kamu belum tahu bahwa ketika adam akan di turunkan kebumi dia melihat dua kalimat syahadat di pintu syurga? bukankah dengan syahadat ini Adam telah islam dan di angkat menjadi nabi di dunia? kalau kamu nggak tahu tentang masalah ini sekarang harus update to memory di kepalamu
      ada masalah besar ajaran Islam Anda jika bicara mengenai Adam,…
      Jika Islam percaya Adam diciptakan dari tanah, maka tentu tidak akan ada lagi istilah diturunkan dari sorga, sebab di sorga tidak ada tanahnya… jadi ajaran2/dogma mengenai syahadat Adam adalah dogma yang tidak perlu dipelihara sebab itu tidak konsisten…

      Kalau mau konsisten sepertinya memang harus tetap di dalam Nama TUHAN YESUS,.. kalau Anda mau terus mempertahankan ketidakkonsistenannmu (contohnya: Dogma Anugerah dipercayai tetapi masih mempertahankan Sistem Timbangan/Perbuata/Untung rugi), ya silahkanlah menyembah allahmu yang sekarang…

      ya…ya betul betul, aku sebenarnya lebih suka kamu pada jalurmu, aku tidak mengharapkan sedikitpun engkau masuk islam, bukan berarti aku benci atau masa bodoh, aku lebih suka, itu saja. Sebab aku tahu perkara yang satu ini kuncinya ada pada Tuhan Kita, Allah SWT.
      Dulu Anda berkata bahwa menjadi Islam itu adalah hidayah dari allah Anda, nah jika allah Anda ternyata memberi hidayah kenapa Anda tidak suka?,… jadi Anda yang mengatur allah Anda atau gimana?,… kalau ternyata YESUS memilih Anda, Anda tidak bisa melawan dan sayapun tidak, makanya saya berdoa kiranya YESUS membuka hati Anda, supaya Anda bisa konsisten…

      Salam konsisten

      • @Par

        Selidiki terus hati Anda….
        Coba kamu pikirkan kenapa TUHAN selalu berkeras mengumandangkan tentang KEESAANNYA?

        Mana ada Tuhan bersekeras memperkenalkan dirinya?!!! Anda ini aneh Allah itu Maha Suci, tidak ada Tuhan melakukan hal2 yang akan merendahkan diriNya. Itulah susanya menjadi penganut agama pagan, anda meletakan kedudukan Tuhan itu di bawah telapak kaki anda sendiri. Sedangkan Islam sangat mengagungkan Tuhan. Sebab memang Dia Maha Agung. Sebagai manusia tidak pantas kita memikirkan yang tidak2 tentang Tuhan, selain dari apa yang Dia katakan tentang diriNya saja. Apalagi menuduhNya lahir dari kelamain perempuan, sungguh kalian telah mengatakan dusta yang menyeramkan.
        di akhirat kelak anda dan konco2 anda akan menyesal teramat sangat dengan apa yang anda imani saat ini.

        AQ “diantarkan” oleh Jibril, jadi bukan allah Anda sendiri, dan tanpa Muhammad AQ tidak akan sampai kepada Anda, bandingkan dengan Firman ALLAH yang adalah ALLAH sendiri mengungkapkan DiriNYA sendiri, bicara nama jika nama allah Anda ada 99 maka di Alkitab ada lebih dari ratusan Nama bagi TUHAN semesta alam…

        hahaha yang perlu anda ketahui Islam itu agama fitrah, agama yang sesuai dengan logika manusia. satu adalah satu dua adalah dan seterusnya. Memang benar apa yang anda katakan bahwa AQ itu di antar oleh Jibril kepada Muhammad, untuk masalah ini anda sudah mengalami kemajuan. Bukankah di AQ, Allah juga mengungkapkan DiriNya? itu sudah cukup bagi kami. kami tidak perlu penjelmaan segala, percuma, bukan beriman namanya kalau melihat dengan mata kepala sendiri. Lagian mana ada Tuhan menjelma jadi ini dan jadi itu. mengenai nama2 tuhanmu bisa kamu postingkan di sini? jangan hanya ngomong aja!!!!

        berarti pembicaraanmu sebelumnya yang mengutip AQ itu bodoh gitukah?

        maksudku pola dan cara berfikirmu itu yang bodoh, dinamisme, animisme, paganisme, jahiliyah

        nyatanya Gelar KRISTUS atau AL MASIH itu ada makna terdalam dari hanya sekedar Nabi….

        itu gelar (kritus) paulus yang ngasih bukan Allah.

        ada masalah besar ajaran Islam Anda jika bicara mengenai Adam,…
        Jika Islam percaya Adam diciptakan dari tanah, maka tentu tidak akan ada lagi istilah diturunkan dari sorga, sebab di sorga tidak ada tanahnya… jadi ajaran2/dogma mengenai syahadat Adam adalah dogma yang tidak perlu dipelihara sebab itu tidak konsisten…

        Adam memang benar tercipta dari tanah bumi ini. bukan tanah syurga. apakah di syurga ada tanah atau tidak itu tidak penting, atau ada bidadari, atau ada emas berlian, istanah megah, itu tidak penting bagi kami. Saya juga tidak peduli apakah di syurga ada air sungai yang terdiri dari madu. bukan itu tujuan hidup kami. Kami beribadah tidak mengharapkan syurga dari Allah. Ada sesutu di sisi Allah yang melebihi dari Syurga itu yang kami harapkan dan kami dambakan. itulah muslim, yang tidak ada di agama kalian. Untuk apa Syurga kalau apa yang di janjikan tidak di berikan oleh Allah SWT kepada kami. engaku cari tahulah sendiri aku tidak akan memberi tahukan kepadamu. percuma saja.

        Kalau adam ci ciptakan dari tanah syurga, itu menyalahi ketentuan Dia sendiri. Sebab manusia itu di ciptakan dari tanah dan akan kembali kepada tanah

        Dulu Anda berkata bahwa menjadi Islam itu adalah hidayah dari allah Anda, nah jika allah Anda ternyata memberi hidayah kenapa Anda tidak suka?,… jadi Anda yang mengatur allah Anda atau gimana?,… kalau ternyata YESUS memilih Anda, Anda tidak bisa melawan dan sayapun tidak, makanya saya berdoa kiranya YESUS membuka hati Anda, supaya Anda bisa konsisten…

        memang benar bahwa orang yang masuk islam itu adalah hidayah dari Allah. Apakah kamu sekarang sedang mendapat hidayah Allah? kalau kamu mendapat hidayah Allah siapa yang tidak suka? perhatikan kalimat aku di atas!! aku tidak suka kamu masuk islam sebab yang mengatur bukan aku sebab Allah yang punya kuasa. Tapi seandainya kamu mendapat hidayah siapa yang tidak suka? Yang jelas aku tidak peduli apa kamu mau masuk islam atau tetap dengan keadaan sekarang, apa keuntungan bagiku? kamu tetap di dalam kekafiran juga apa untung bagiku? semuanya tidak ada. Tapi kalau kamu mau memikirkan lagi dan berniat untuk convert aku hanya mampu mengucapkan alhamdulillah. itu saja.

        Apapun agamamu apa peduliku? aku datang kesini hanya berdialog dan debat kecil itu saja. hitung2 apa yang aku katakan sudah cukup membuatmu bertambah pembendaharaan ilmumu, engkau terimah tidak engkau terimah tidak ada kerugian bagiku dan tidak ada juga untung bagiku.

      • @Filar

        Selidiki terus hati Anda….
        Coba kamu pikirkan kenapa TUHAN selalu berkeras mengumandangkan tentang KEESAANNYA?

        Mana ada Tuhan bersekeras memperkenalkan dirinya?!!! Anda ini aneh Allah itu Maha Suci, tidak ada Tuhan melakukan hal2 yang akan merendahkan diriNya. Itulah susanya menjadi penganut agama pagan, anda meletakan kedudukan Tuhan itu di bawah telapak kaki anda sendiri. Sedangkan Islam sangat mengagungkan Tuhan. Sebab memang Dia Maha Agung. Sebagai manusia tidak pantas kita memikirkan yang tidak2 tentang Tuhan, selain dari apa yang Dia katakan tentang diriNya saja. Apalagi menuduhNya lahir dari kelamain perempuan, sungguh kalian telah mengatakan dusta yang menyeramkan.
        di akhirat kelak anda dan konco2 anda akan menyesal teramat sangat dengan apa yang anda imani saat ini.
        ada kesalahan vatal dari kalimat2 Anda ini:
        alurnya begini:
        1. Anda mengatakan ALLAH Maha Suci/Agung, d.l.l, dan mengatakan tidak mungkin melakukan hal2 yang membuat Dia rendah
        2. Anda juga katakan tidak mungkin ini dan itu selain dari yang DIA nyatakan

        pertanyaan, jika memang ALLAH menyatakan DIRI melalui ALLAH menjadi manusia, lalu kamu mau apa?

        dan akhirnya jawaban Anda ini tidak menjawab kenapa TUHAN selalu berkeras mengatakan kenapa IA ESA…

        sekali lagi coba ANda renungkan kenapa ALLAH selalu berkeras mengatakan bahwa IA adalah ESA…

        AQ “diantarkan” oleh Jibril, jadi bukan allah Anda sendiri, dan tanpa Muhammad AQ tidak akan sampai kepada Anda, bandingkan dengan Firman ALLAH yang adalah ALLAH sendiri mengungkapkan DiriNYA sendiri, bicara nama jika nama allah Anda ada 99 maka di Alkitab ada lebih dari ratusan Nama bagi TUHAN semesta alam…

        hahaha yang perlu anda ketahui Islam itu agama fitrah, agama yang sesuai dengan logika manusia. satu adalah satu dua adalah dan seterusnya. Memang benar apa yang anda katakan bahwa AQ itu di antar oleh Jibril kepada Muhammad, untuk masalah ini anda sudah mengalami kemajuan. Bukankah di AQ, Allah juga mengungkapkan DiriNya? itu sudah cukup bagi kami. kami tidak perlu penjelmaan segala, percuma, bukan beriman namanya kalau melihat dengan mata kepala sendiri. Lagian mana ada Tuhan menjelma jadi ini dan jadi itu. mengenai nama2 tuhanmu bisa kamu postingkan di sini? jangan hanya ngomong aja!!!!
        logika manusia itu berubah-ubah, maka sekaligus menjelaskan Islam itu berubah-ubah,… nah karena hanya TUHAN Yang Tetap, maka percayalah kepada DIA Yang Tetap,… sekali lagi inkonsistensi iman Anda Anda ucapkan di sini,…. kalau kamu percaya kepada ALLAH maka dasar logika manusia harus segera Anda lupakan, karena terbukti, bahwa jika logika manusia dituruti yang ada adalah ketidakmauan menerima bahwa ALLAH Ada,.. contohnya Stephen Hawking, ia manusia cerdas, logikanya muantap, tapi dengan logika yang ada padanya ia menolak TUHAN… jadi dasarnya bukan logika tetapi TUHAN,… itulah yang disebut YESUS kenapa IA susah diterima, karena IA berasal dari Sorga semetnara manusia lebih mencintai dunia, salah satunya logika…
        bukan berarti kita anti logika, tetapi seharusnya meletakkan logika pada tempat dan dasar TUHAN… itu yang tepat..

        berarti pembicaraanmu sebelumnya yang mengutip AQ itu bodoh gitukah?

        maksudku pola dan cara berfikirmu itu yang bodoh, dinamisme, animisme, paganisme, jahiliyah
        dan ternyata bukti berbicara lain,… dari semua dibuktikan dari imanmu yang inkonsisten itu

        nyatanya Gelar KRISTUS atau AL MASIH itu ada makna terdalam dari hanya sekedar Nabi….

        itu gelar (kritus) paulus yang ngasih bukan Allah.
        yang mengajari Anda bahwa Paulus yang memberi gelar Kristus/Mesias/Al Masih kepada YESUS dapat saya pastikan itu pasti Iblis, pendusta…

        ada masalah besar ajaran Islam Anda jika bicara mengenai Adam,…
        Jika Islam percaya Adam diciptakan dari tanah, maka tentu tidak akan ada lagi istilah diturunkan dari sorga, sebab di sorga tidak ada tanahnya… jadi ajaran2/dogma mengenai syahadat Adam adalah dogma yang tidak perlu dipelihara sebab itu tidak konsisten…

        Adam memang benar tercipta dari tanah bumi ini. bukan tanah syurga. apakah di syurga ada tanah atau tidak itu tidak penting, atau ada bidadari, atau ada emas berlian, istanah megah, itu tidak penting bagi kami. Saya juga tidak peduli apakah di syurga ada air sungai yang terdiri dari madu. bukan itu tujuan hidup kami. Kami beribadah tidak mengharapkan syurga dari Allah. Ada sesutu di sisi Allah yang melebihi dari Syurga itu yang kami harapkan dan kami dambakan. itulah muslim, yang tidak ada di agama kalian. Untuk apa Syurga kalau apa yang di janjikan tidak di berikan oleh Allah SWT kepada kami. engaku cari tahulah sendiri aku tidak akan memberi tahukan kepadamu. percuma saja.

        Kalau adam ci ciptakan dari tanah syurga, itu menyalahi ketentuan Dia sendiri. Sebab manusia itu di ciptakan dari tanah dan akan kembali kepada tanah
        sekali lagi inkonsistensi….
        ada ajaran Anda yang mengatakan Adam diturunkan dari sorga,.. artinya ia sudah berada di sorga sejak awalnya sebab tidak ada berita ia dinaikkan ke sorga,… Adam diciptakan dari tanah, berarti sorga Anda ada tananya, artinya sorga Anda adalah di bumi ini…

        sorga tidak penting bagi Islam, mungkin saja, sebab bagi Anda sorga dan allah Anda adalah dua hal yang berbeda….

        sementara bagi umat ALLAH sorga itu penting, sebab di sorgalah Hadirat ALLAH, Kerajaan ALLAH,… jadi menjadi umat ALLAH itu sudah otomatis menjadi warga sorgawi…sementara Anda sampai sekarang masig menjadi warga duniawi…

        Dulu Anda berkata bahwa menjadi Islam itu adalah hidayah dari allah Anda, nah jika allah Anda ternyata memberi hidayah kenapa Anda tidak suka?,… jadi Anda yang mengatur allah Anda atau gimana?,… kalau ternyata YESUS memilih Anda, Anda tidak bisa melawan dan sayapun tidak, makanya saya berdoa kiranya YESUS membuka hati Anda, supaya Anda bisa konsisten…

        memang benar bahwa orang yang masuk islam itu adalah hidayah dari Allah. Apakah kamu sekarang sedang mendapat hidayah Allah? kalau kamu mendapat hidayah Allah siapa yang tidak suka? perhatikan kalimat aku di atas!! aku tidak suka kamu masuk islam sebab yang mengatur bukan aku sebab Allah yang punya kuasa. Tapi seandainya kamu mendapat hidayah siapa yang tidak suka? Yang jelas aku tidak peduli apa kamu mau masuk islam atau tetap dengan keadaan sekarang, apa keuntungan bagiku? kamu tetap di dalam kekafiran juga apa untung bagiku? semuanya tidak ada. Tapi kalau kamu mau memikirkan lagi dan berniat untuk convert aku hanya mampu mengucapkan alhamdulillah. itu saja.
        kalau Anda menjadi seorang umat ALLAH, maka sorga akan bersuka cita,… dan saya juga akan bersuka cita,… sangat berbeda dari Anda, itu karena memang ALLAH yang saya sembah dan saya salah satu umatNYA adalah perduli terhadap Anda….
        ALLAH Yang perduli adalah salah satu bukti dari KASIH…
        dan karena saya mengasihi Anda, maka saya perduli, tetapi karena TUHAN yang berkuasa maka saya memohon kepada DIA kiranya DIA berkenan….

        tinggalkan agama, jadilah Umat ALLAH….
        tetapi bagaimana Anda menjadi Umat ALLAH jika saksi-saksiNYA, pemberita-pemberitaNYA (yang ada di agama Kristen) Anda tolak?….

        Apapun agamamu apa peduliku? aku datang kesini hanya berdialog dan debat kecil itu saja. hitung2 apa yang aku katakan sudah cukup membuatmu bertambah pembendaharaan ilmumu, engkau terimah tidak engkau terimah tidak ada kerugian bagiku dan tidak ada juga untung bagiku.
        jadilah manusia yang perduli kepada lingkungan dan sekitar Anda, kecuali allah Anda memang bukan allah yang tidak perduli dan mengajari Anda tidak perduli juga, silahkan, itu pilihan….sekali lagi, ALLAH adalah KASIH,… salah satu pengejawantahan KASIH adalah IA perduli,.. dan karena IA Perduli maka IA juga memampukan kita untuk perduli….

        jadi saya perduli dengan Anda…

      • @Par

        Selidiki terus hati Anda….
        Coba kamu pikirkan kenapa TUHAN selalu berkeras mengumandangkan tentang KEESAANNYA?

        menyelidiki hatiku? hahahah anda ini lucu, sekali lagi apa yang anda katakan dengan mengatakan ‘bersikeras’ telah menempatkan Dia kepada sebuah ilustrasi ‘kepayahan’. Anda telah menempat Tuhan pada tempat yang tidak sebagai mana mestinya. Kamu tidak tahu apa arti Tuhan Maha Suci!!!

        Arti suci di sini bukan berarti suci dari segala noda dan kotoran saja, Jauuuh lebih dalam dan luas maknanya, melebihi dari apa yang engkau anggap suci.

        Ilustrasinya mudah saja untuk di pahami. Contoh:

        Allah Maha Hidup, maka Maha Suci Allah dari bentuk kepunahan dan kematian. Allah Maha Esa, maka Maha suci Allah tidak mungkin dan sangat mustahil Allah mempunyai keturunan, Maha Suci Allah milikNyalah Timur dan Barat.

        Allah adalah Raja Diraja, Maha Suci Allah tidak mungkin Dia seorang hamba.

        Kesimpulannya Allah tidak mungkinmelakukan hal2 yang akan merendahkan DiriNya.

        ada kesalahan vatal dari kalimat2 Anda ini:
        alurnya begini:
        1. Anda mengatakan ALLAH Maha Suci/Agung, d.l.l, dan mengatakan tidak mungkin melakukan hal2 yang membuat Dia rendah

        Benar!

        2. Anda juga katakan tidak mungkin ini dan itu selain dari yang DIA nyatakan

        Benar!

        pertanyaan, jika memang ALLAH menyatakan DIRI melalui ALLAH menjadi manusia, lalu kamu mau apa?

        masalahnya sekarang Dia tidak pernah menjadi ini dan itu, apa lagi menjadi manusia, sungguh ucapanmu telah menempatNya sejajar dengan mahkluk yang lemah, yang apabila kesakitan berteriak, yang apa bila sedih menangis. Tuhan kita tidaklah begitu adanya. Sungguh perkataanmu telah membuat kedurhakaan yang teramat besar. Kecuali engkau mengetahui dengan pasti apa yang terjadi 2000 tahun yang lalu.

        Islam mengajarkan yang jelas dan yang masuk akal saja dan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.

        dan akhirnya jawaban Anda ini tidak menjawab kenapa TUHAN selalu berkeras mengatakan kenapa IA ESA…

        Engkau bicara tentang Keesaan Tuhan padaku…seharusnya kamu itu berkaca dahulu , selama ini dan seluruh umat islam tahu kalau apa yang engkau dan kaummu percaya pd trinitas. Apa trinitas yang di proklamirkan paulus ini ada sebuah Keesaan Tuhan?

        Kalau engkau tahu apa arti Esa, lalu mengapa engkau tetap menganut azaz tritunggal, bukankah ini aneh, sementara engkau berbicara pada kaum muslimin tentang Keesaan. Sekarang aku tanya padamu apa kamu perna dengar umat islam menduakan dan mentrikan Tuhan?

        Kalau aku ambil pribahasa, sebenarnya engkau ingin mengajarkan ikan berenang!!!

        sekali lagi coba ANda renungkan kenapa ALLAH selalu berkeras mengatakan bahwa IA adalah ESA…

        apa lagi yang perlu aku renungkan???dari kecil aku dan seluruh kaum muslimin di ajarkan tentang sifat 20 Allah, dan engkau sekarang datang padaku bicara keesaan Tuhan!!! Hahahahah engkau memang aneh???!!!!

        apakah maksudmu berkata begitu padaku, apakah engkau ingin mengatakan bahwa maling tetap akan mengatakan bahwa dia bukan maling, begitu? Kalau ingin aku bertanya padamu siapa yang mengatakan bahwa Tuhanmu itu Esa di dalam Alkitab? bukankah yang mengatakan demikian adalah Yesus? lalu mengapa di ayat yang lain ada kata2 Bapa? Apakah Yesus itu anak Tuhanmu? Kalau engkau mengatakan IYA, mengapa engkau bicara ESA padaku. Sekarang lebih baik engkau berkaca pada alkitabmu itu!!!!!

        logika manusia itu berubah-ubah, maka sekaligus menjelaskan Islam itu berubah-ubah,… nah karena hanya TUHAN Yang Tetap, maka percayalah kepada DIA Yang Tetap,… sekali lagi inkonsistensi iman Anda Anda ucapkan di sini,…. kalau kamu percaya kepada ALLAH maka dasar logika manusia harus segera Anda lupakan, karena terbukti, bahwa jika logika manusia dituruti yang ada adalah ketidakmauan menerima bahwa ALLAH Ada,..

        Lalu dengan apa manusia mengenal Tuhannya? bukankah logika penyempurna keimanan? Tuhan mengajarkan kepada manusia bahwa melawan kepada kedua orang tua adalah berdosa besar, apabila di ambil sampel logika maka keadaan hati kedua orang tua pasti tidak tenang, galau, cemas dan risau. Dan itu akan membuatnya tidak mempunyai nafsu makan, tubuh menjadi kurus karena kekurangn gizi. Dan masih banyak lagi efek2 negatifnya. Tidak saja 2 dosa besar yang akan timbul. Kita juga akan merasakan dampak dari itu semua.

        contohnya Stephen Hawking, ia manusia cerdas, logikanya muantap, tapi dengan logika yang ada padanya ia menolak TUHAN… jadi dasarnya bukan logika tetapi TUHAN,… itulah yang disebut YESUS kenapa IA susah diterima, karena IA berasal dari Sorga semetnara manusia lebih mencintai dunia, salah satunya logika…
        bukan berarti kita anti logika, tetapi seharusnya meletakkan logika pada tempat dan dasar TUHAN… itu yang tepat..

        Apakah logika menolak tuhan itu mantap?

        nyatanya Gelar KRISTUS atau AL MASIH itu ada makna terdalam dari hanya sekedar Nabi….

        apa kamu ngerti apa itu nabi?

        sekali lagi inkonsistensi….
        ada ajaran Anda yang mengatakan Adam diturunkan dari sorga,.. artinya ia sudah berada di sorga sejak awalnya sebab tidak ada berita ia dinaikkan ke sorga,… Adam diciptakan dari tanah, berarti sorga Anda ada tananya, artinya sorga Anda adalah di bumi ini…

        Baiklah untuk permasalahan ini keknya kamu belum paham. Saya katakan bahwa Adam di ciptakan di syurga oleh Allah, sedangkan bahan bakunya yaitu tanah di bumi ini. Ketika Allah ingin menciptakan Adam, Allah memerintahkan kepada malaikat untuk mengambil tanah di bumi. Maka malaikatpun mengambil tanah hitam kering dan berbau dan membawahnya ke Surga. Jadi dari awal Allah memang ingin menjadikan manusia sebagai mahkluk bumi bukan mahkluk syurga. Itu artinya bordasa tidak berdosa adam tetap akan menjadi mahkluk bumi dan akan mati di bumi bukan mati di syurga, sebab bahan bakunya dari bumi maka akan kembali ke bumi.

        sorga tidak penting bagi Islam, mungkin saja, sebab bagi Anda sorga dan allah Anda adalah dua hal yang berbeda….

        Sudah jelas antara Allah dan Syurga berbeda. Sekali lagi perkataanmu ini merendahkan Tuhanmu sendiri

        sementara bagi umat ALLAH sorga itu penting, sebab di sorgalah Hadirat ALLAH, Kerajaan ALLAH,… jadi menjadi umat ALLAH itu sudah otomatis menjadi warga sorgawi…sementara Anda sampai sekarang masig menjadi warga duniawi…

        Syurga adalah materi yang melambangkan kebahagiaan dan kesehjeteraan serta kemakmuran. Padahal sesungguhnya tugas manusia adalah menyembahNya. Tuhan ciptakan diri kita ini ada yang kaya dan ada yang susah ada yang punya jabatan ada yang jelatah, yang semuanya itu adalah jalan untuk mendekatkan diri padaNya.

        Lalu bagi yang susah hidupnya mencoba mendekatkan diri pada Tuhan apakah doanya meminta harta? kalau itu yang engkau maksudkan maka tidak ada gunanya Tuhan menciptakan perbedaan. dan itu artinya engkau melupakan tujuan Tuhan menciptakan manusia dari awal.

        Sementara anda mengatakan hidup anda sebagai mahkluk surgawi dan saya ada mahkluk duniawi! Yang jelas saya tidak iri dengan syurga anda, dan saya juga tidak ada berniat untuk masuk ke dalam syurga anda. Nikmatilah syurga anda itu!!! Biar aku dan kaum muslimin yang lainnya menikmati hidup ini dengan segala kodratnya yang ada pada kami

        kalau Anda menjadi seorang umat ALLAH, maka sorga akan bersuka cita,… dan saya juga akan bersuka cita,… sangat berbeda dari Anda, itu karena memang ALLAH yang saya sembah dan saya salah satu umatNYA adalah perduli terhadap Anda….
        ALLAH Yang perduli adalah salah satu bukti dari KASIH…
        dan karena saya mengasihi Anda, maka saya perduli, tetapi karena TUHAN yang berkuasa maka saya memohon kepada DIA kiranya DIA berkenan….

        Sesungguhnya aku tidak mengharapkan apapun dari dialog ini, selain dari pada memperjelas apa yang salah padamu dan menukarnya pada sebuah kebenaran. sehingga pada akhirnya engkau mengerti dengan sebuah hakekat hidup.

        tinggalkan agama, jadilah Umat ALLAH….

        Agama saya Allah yang menciptkannya, bukan karangan Nabi Muhammad SAW, bukan juga karangan nabi yang lainnya. Kalau saya meninggalkan agama ini itu berati saya meninggalkan Allah. Seharunya saya mengajakmu ke dalam islam, agar engkau tahu kenyataan hidup ini sebenarnya, juga supaya engkau tahu kebohongan gereja2mu, juga kedustaan paulusmu.

        tetapi bagaimana Anda menjadi Umat ALLAH jika saksi-saksiNYA, pemberita-pemberitaNYA (yang ada di agama Kristen) Anda tolak?….

        kalau ingin aku berkata kristen hanyalah sebuah bentuk kepercayaan yang di buat oleh manusia yang bingung. Di dalam kristen tidak ada jantung kehidupunnya. dan kepercayaannya tidak ada yang bisa di jadikan pegangan hidup. Kitabnya hancur, sumber hukumya kacau, pengikutnya munafik.

        Kukatakan munafik lihat ini:

        Allah menciptakan manusia berpasang2an ada lelaki dan wanita, untuk meneruskan keturunnya, sementara seorang pastor tidak boleh kawin dalam ajaran kalian, lalu untuk apa itu ‘senjata’ di ciptakan Tuhan, dan untuk seorang suster entah untuk apa pula rahimnya. Sungguh kalian telah menyia2kan sebuah kehidupan yang telah di ciptkan Tuhan sekaligus mengharamkannya.

        Ajaran kalian mengharamkan yang tidak di haramkan oleh Tuhan
        Ajaran kalian menghalakan apa yang di haramkan oleh Tuhan.

        Dan sekarang engkau menawarkan ajaran hebat ini padaku yang kesemuanya itu sangat berlawanan dengan naluriku sebagai manusia.

        Terimakasih atas tawanmu itu

        jadilah manusia yang perduli kepada lingkungan dan sekitar Anda, kecuali allah Anda memang bukan allah yang tidak perduli dan mengajari Anda tidak perduli juga, silahkan, itu pilihan….sekali lagi, ALLAH adalah KASIH,… salah satu pengejawantahan KASIH adalah IA perduli,.. dan karena IA Perduli maka IA juga memampukan kita untuk perduli….

        kalau itu pendapatmu sungguh engkau telah menyempitkan kasih sayang Tuhan. Kalu Tuhan mempunyai keinginan seperti itu sudah dari dulu kita hidup di dalam agama yang satu yaitu islam, contoh yang sudah ada adalah kehidupan malaikat. kehidupan para malaikat adalah kehidupan yang satu. seperti yang saya katakan tadi, tujuan Tuhan menciptkan manusia adalah untuk menyembahNya, itulah sebabnya kita di beri akal untuk mengerti maksudnya apa?

        jadi saya perduli dengan Anda…

        sekali lagi terimakasih atas kepedulianmu. Aku tidak peduli denganmu dalam arti apa agamamu, apa kepercayaanmu, itu tidak penting bagiku.

        Apabila agamamu baik menurutmu, apa yang akan engkau lakukan terhadap istrimu apabila seruanmu tidak di indahkannya?

      • @Filar

        Selidiki terus hati Anda….
        Coba kamu pikirkan kenapa TUHAN selalu berkeras mengumandangkan tentang KEESAANNYA?

        menyelidiki hatiku? hahahah anda ini lucu, sekali lagi apa yang anda katakan dengan mengatakan ‘bersikeras’ telah menempatkan Dia kepada sebuah ilustrasi ‘kepayahan’. Anda telah menempat Tuhan pada tempat yang tidak sebagai mana mestinya. Kamu tidak tahu apa arti Tuhan Maha Suci!!!

        Arti suci di sini bukan berarti suci dari segala noda dan kotoran saja, Jauuuh lebih dalam dan luas maknanya, melebihi dari apa yang engkau anggap suci.

        Ilustrasinya mudah saja untuk di pahami. Contoh:

        Allah Maha Hidup, maka Maha Suci Allah dari bentuk kepunahan dan kematian. Allah Maha Esa, maka Maha suci Allah tidak mungkin dan sangat mustahil Allah mempunyai keturunan, Maha Suci Allah milikNyalah Timur dan Barat.

        Allah adalah Raja Diraja, Maha Suci Allah tidak mungkin Dia seorang hamba.

        Kesimpulannya Allah tidak mungkinmelakukan hal2 yang akan merendahkan DiriNya.

        ada kesalahan vatal dari kalimat2 Anda ini:
        alurnya begini:
        1. Anda mengatakan ALLAH Maha Suci/Agung, d.l.l, dan mengatakan tidak mungkin melakukan hal2 yang membuat Dia rendah

        Benar!

        2. Anda juga katakan tidak mungkin ini dan itu selain dari yang DIA nyatakan

        Benar!

        pertanyaan, jika memang ALLAH menyatakan DIRI melalui ALLAH menjadi manusia, lalu kamu mau apa?

        masalahnya sekarang Dia tidak pernah menjadi ini dan itu, apa lagi menjadi manusia, sungguh ucapanmu telah menempatNya sejajar dengan mahkluk yang lemah, yang apabila kesakitan berteriak, yang apa bila sedih menangis. Tuhan kita tidaklah begitu adanya. Sungguh perkataanmu telah membuat kedurhakaan yang teramat besar. Kecuali engkau mengetahui dengan pasti apa yang terjadi 2000 tahun yang lalu.

        Islam mengajarkan yang jelas dan yang masuk akal saja dan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.
        lalu dengan apa allah Anda menciptakan jika ia tidak pernah “turun”?….dengan memberikan wahyu apakah itu tidak bisa disebut merendahkan diri demi kelangsungan umat manusia?

        dan akhirnya jawaban Anda ini tidak menjawab kenapa TUHAN selalu berkeras mengatakan kenapa IA ESA…

        Engkau bicara tentang Keesaan Tuhan padaku…seharusnya kamu itu berkaca dahulu , selama ini dan seluruh umat islam tahu kalau apa yang engkau dan kaummu percaya pd trinitas. Apa trinitas yang di proklamirkan paulus ini ada sebuah Keesaan Tuhan?

        Kalau engkau tahu apa arti Esa, lalu mengapa engkau tetap menganut azaz tritunggal, bukankah ini aneh, sementara engkau berbicara pada kaum muslimin tentang Keesaan. Sekarang aku tanya padamu apa kamu perna dengar umat islam menduakan dan mentrikan Tuhan?

        Kalau aku ambil pribahasa, sebenarnya engkau ingin mengajarkan ikan berenang!!!
        Filar,
        1. Tritunggal itu bukan ajaran Paulus…
        2. Tritunggal itu bukan ajaran yang mengatakan bahwa ada 3 ALLAH…
        3. Tritunggal itu mengajarkan bahwa ALLAH itu ESA…
        4. Ajaran Tritunggal dicetuskan oleh pengajar-pengajar Kristen awal jauh setelah Paulus mati syahid di Roma

        jadi masih saja Anda mengira Tritunggal itu adalah Triteis…

        sekali lagi coba ANda renungkan kenapa ALLAH selalu berkeras mengatakan bahwa IA adalah ESA…

        apa lagi yang perlu aku renungkan???dari kecil aku dan seluruh kaum muslimin di ajarkan tentang sifat 20 Allah, dan engkau sekarang datang padaku bicara keesaan Tuhan!!! Hahahahah engkau memang aneh???!!!!

        apakah maksudmu berkata begitu padaku, apakah engkau ingin mengatakan bahwa maling tetap akan mengatakan bahwa dia bukan maling, begitu? Kalau ingin aku bertanya padamu siapa yang mengatakan bahwa Tuhanmu itu Esa di dalam Alkitab? bukankah yang mengatakan demikian adalah Yesus? lalu mengapa di ayat yang lain ada kata2 Bapa? Apakah Yesus itu anak Tuhanmu? Kalau engkau mengatakan IYA, mengapa engkau bicara ESA padaku. Sekarang lebih baik engkau berkaca pada alkitabmu itu!!!!!

        saya sudah kutip salah satu tulisan Paulus kepada Anda, yang mengatakan bahwa TUHAN adalah ESA…
        bicara mengenai kata Anak dan Bapa, itu seperti bicara lelucon dengan saudara Islam, sebab saudara Islam selalu menerjemahkan secara mentah bahwa jika disebut anak maka pasti itu adalah “hasil perkawinan” dari Bapa….

        jika mengartikan secara mentah begitu, maka sangat wajar mempertanyakan arti allah Anda yang esa, karena nyatanya di AQ sering kali kata “KAMI” ditemukan ketika allah Anda berbicara,.. nyatanya itukan perlu penjelasan, tidak bisa diambil mentah-mentah,.. nah kata BAPA dan kata ANAK itu juga demikian, jangan gunakan mentah2, dan jangan pula tidak mau menerima penjelasan… itu kuncinya…
        contoh: Anak Tangga bukan berarti tangga beranak bukan?, itu sudah menjadi lelucon dari Anda kalau sampai mengartikan Anak tanggga sebagai anak dari tangga…

        logika manusia itu berubah-ubah, maka sekaligus menjelaskan Islam itu berubah-ubah,… nah karena hanya TUHAN Yang Tetap, maka percayalah kepada DIA Yang Tetap,… sekali lagi inkonsistensi iman Anda Anda ucapkan di sini,…. kalau kamu percaya kepada ALLAH maka dasar logika manusia harus segera Anda lupakan, karena terbukti, bahwa jika logika manusia dituruti yang ada adalah ketidakmauan menerima bahwa ALLAH Ada,..

        Lalu dengan apa manusia mengenal Tuhannya? bukankah logika penyempurna keimanan?
        apa saja bisa memperlengkapi kita, tetapi pondasi pertamanya haruslah TUHAN…

        Tuhan mengajarkan kepada manusia bahwa melawan kepada kedua orang tua adalah berdosa besar, apabila di ambil sampel logika maka keadaan hati kedua orang tua pasti tidak tenang, galau, cemas dan risau. Dan itu akan membuatnya tidak mempunyai nafsu makan, tubuh menjadi kurus karena kekurangn gizi. Dan masih banyak lagi efek2 negatifnya. Tidak saja 2 dosa besar yang akan timbul. Kita juga akan merasakan dampak dari itu semua.
        nah gini Filar, karena logikanya orang tua yang kita sakiti hatinya akan risau, dan karena TUHAN juga mengajarkan untuk menghormati orang tua (Taurat ke Lima), maka kita akan menyenangkan hati orang tua, tetapi Filar lupa, bahwa ternyata ada juga orang tua yang jahat dan tidak benar, nah kalau Anda mengasihi orang tua Anda, maka ada saatnya Anda harus membuat orang tua Anda risau, yaitu dengan cara menegurnya… jadi kalau logika bahwa orang tua harus dijaga hatinya dikalahkan dengan pondasi bahwa TUHAN YANG BENAR harus diberitakan juga kebenaranNYA kepada orang tua.. OK!!!

        contohnya Stephen Hawking, ia manusia cerdas, logikanya muantap, tapi dengan logika yang ada padanya ia menolak TUHAN… jadi dasarnya bukan logika tetapi TUHAN,… itulah yang disebut YESUS kenapa IA susah diterima, karena IA berasal dari Sorga semetnara manusia lebih mencintai dunia, salah satunya logika…
        bukan berarti kita anti logika, tetapi seharusnya meletakkan logika pada tempat dan dasar TUHAN… itu yang tepat..

        Apakah logika menolak tuhan itu mantap?
        kalau Anda bisa mengalahkan Stephen Hawking itu dikatakan dunia hebat…nah kalau Anda berkata logika adalah dasar maka ada masalah besar, yaitu ternyata orang yang berlogika wah malah tidak mempercayai TUHAN, tetapi jika Anda maksudkan bahwa berlogika yang mantap adalah berlogika ala agama, berarti Anda sedang memusuhi dunia realistis….

        nyatanya Gelar KRISTUS atau AL MASIH itu ada makna terdalam dari hanya sekedar Nabi….

        apa kamu ngerti apa itu nabi?
        Anda bisa baca di:
        Nabi

        sekali lagi inkonsistensi….
        ada ajaran Anda yang mengatakan Adam diturunkan dari sorga,.. artinya ia sudah berada di sorga sejak awalnya sebab tidak ada berita ia dinaikkan ke sorga,… Adam diciptakan dari tanah, berarti sorga Anda ada tananya, artinya sorga Anda adalah di bumi ini…

        Baiklah untuk permasalahan ini keknya kamu belum paham. Saya katakan bahwa Adam di ciptakan di syurga oleh Allah, sedangkan bahan bakunya yaitu tanah di bumi ini. Ketika Allah ingin menciptakan Adam, Allah memerintahkan kepada malaikat untuk mengambil tanah di bumi. Maka malaikatpun mengambil tanah hitam kering dan berbau dan membawahnya ke Surga. Jadi dari awal Allah memang ingin menjadikan manusia sebagai mahkluk bumi bukan mahkluk syurga. Itu artinya bordasa tidak berdosa adam tetap akan menjadi mahkluk bumi dan akan mati di bumi bukan mati di syurga, sebab bahan bakunya dari bumi maka akan kembali ke bumi.
        bahayanya kalau mengikuti ajaran yang ini adalah maka pastinya Adam berada di bumi ini setelah 50000 tahun berikutnya, karena urusan langit dan bumi jika dilakukan manusia adalah 50000 tahun,……bicara masalah Adam amat sangat penuh dongeng jika bicara sama Islam…

        sorga tidak penting bagi Islam, mungkin saja, sebab bagi Anda sorga dan allah Anda adalah dua hal yang berbeda….

        Sudah jelas antara Allah dan Syurga berbeda. Sekali lagi perkataanmu ini merendahkan Tuhanmu sendiri
        Sorga artinya Hadirat ALLAH ada di situ, jadi kalau sorga tidak penting bagi Islam artinya Hadirat ALLAH tidak penting… jadi itu amat sangat mengerikan bagi manusia seperti kita ini…

        sementara bagi umat ALLAH sorga itu penting, sebab di sorgalah Hadirat ALLAH, Kerajaan ALLAH,… jadi menjadi umat ALLAH itu sudah otomatis menjadi warga sorgawi…sementara Anda sampai sekarang masig menjadi warga duniawi…

        Syurga adalah materi yang melambangkan kebahagiaan dan kesehjeteraan serta kemakmuran. Padahal sesungguhnya tugas manusia adalah menyembahNya. Tuhan ciptakan diri kita ini ada yang kaya dan ada yang susah ada yang punya jabatan ada yang jelatah, yang semuanya itu adalah jalan untuk mendekatkan diri padaNya.

        Lalu bagi yang susah hidupnya mencoba mendekatkan diri pada Tuhan apakah doanya meminta harta? kalau itu yang engkau maksudkan maka tidak ada gunanya Tuhan menciptakan perbedaan. dan itu artinya engkau melupakan tujuan Tuhan menciptakan manusia dari awal.

        Sementara anda mengatakan hidup anda sebagai mahkluk surgawi dan saya ada mahkluk duniawi! Yang jelas saya tidak iri dengan syurga anda, dan saya juga tidak ada berniat untuk masuk ke dalam syurga anda. Nikmatilah syurga anda itu!!! Biar aku dan kaum muslimin yang lainnya menikmati hidup ini dengan segala kodratnya yang ada pada kami
        sorga itu bukan materi kawan….
        secara roh kita akan berada di Hadirat TUHAN, yaitu di Sorga, karena Adam sejak awal berontak atas ini maka itu sangat berhubungan dengan kerusakan moral manusia,… jadi hadirat TUHAN itu sangat perlu… kalau allah Anda mengajarkan yang lai dari itu maka dapat dipastikan itu amat sangat mengerikan….

        kalau Anda menjadi seorang umat ALLAH, maka sorga akan bersuka cita,… dan saya juga akan bersuka cita,… sangat berbeda dari Anda, itu karena memang ALLAH yang saya sembah dan saya salah satu umatNYA adalah perduli terhadap Anda….
        ALLAH Yang perduli adalah salah satu bukti dari KASIH…
        dan karena saya mengasihi Anda, maka saya perduli, tetapi karena TUHAN yang berkuasa maka saya memohon kepada DIA kiranya DIA berkenan….

        Sesungguhnya aku tidak mengharapkan apapun dari dialog ini, selain dari pada memperjelas apa yang salah padamu dan menukarnya pada sebuah kebenaran. sehingga pada akhirnya engkau mengerti dengan sebuah hakekat hidup.
        sepertinya Anda sedang berdusta dalam hal ini….pernyataan pertama dan kedua itu saling bertentangan….
        Anda mengatakan tidak mengharapkan apapun, tetapi sekaligus berkata mengharapkan penjelasan tentang hakekat hidup…
        itu tidak jelas kawan…

        tinggalkan agama, jadilah Umat ALLAH….

        Agama saya Allah yang menciptkannya, bukan karangan Nabi Muhammad SAW, bukan juga karangan nabi yang lainnya. Kalau saya meninggalkan agama ini itu berati saya meninggalkan Allah. Seharunya saya mengajakmu ke dalam islam, agar engkau tahu kenyataan hidup ini sebenarnya, juga supaya engkau tahu kebohongan gereja2mu, juga kedustaan paulusmu.
        nyatanya agama saya bukan karangan Paulus, dengan ini dapat saya pastikan pengetahuan atau bisa jadi iman Anda yabng mengatakan bahwa agama Kristen dibuat oleh Paulus adalah salah dan pasti diajarkan oleh Pendusta, Iblis….

        tetapi bagaimana Anda menjadi Umat ALLAH jika saksi-saksiNYA, pemberita-pemberitaNYA (yang ada di agama Kristen) Anda tolak?….

        kalau ingin aku berkata kristen hanyalah sebuah bentuk kepercayaan yang di buat oleh manusia yang bingung. Di dalam kristen tidak ada jantung kehidupunnya. dan kepercayaannya tidak ada yang bisa di jadikan pegangan hidup. Kitabnya hancur, sumber hukumya kacau, pengikutnya munafik.
        nyatanya Paulus menghidupkan orang dengan menyebut YESUS,… banyak orang sembuh dengan memanggil Nama YESUS…. sebab IA adalah ALLAH Yang Perduli, bukan allah yang diam

        Kukatakan munafik lihat ini:

        Allah menciptakan manusia berpasang2an ada lelaki dan wanita, untuk meneruskan keturunnya, sementara seorang pastor tidak boleh kawin dalam ajaran kalian, lalu untuk apa itu ‘senjata’ di ciptakan Tuhan, dan untuk seorang suster entah untuk apa pula rahimnya. Sungguh kalian telah menyia2kan sebuah kehidupan yang telah di ciptkan Tuhan sekaligus mengharamkannya.
        logika Anda hancur,…
        dengan logika yang sama bisa ngga saya katakan, untuk apa allah Anda menciptakan babi kalau tidak bisa dimakan?….atau untuk apa allah Anda membuat kulit khatan pria kalau ternyata harus disunat…
        aneh kamu ini….

        Ajaran kalian mengharamkan yang tidak di haramkan oleh Tuhan
        Ajaran kalian menghalakan apa yang di haramkan oleh Tuhan.
        apa yang dikatakan TUHAN HALAL maka itu HALAL,….
        karena HUKUM hati nurani lebih tinggi dari hukum apapun…apa gunannya kamu tidak makan babi, kalau ternyata hati nuranimu kayak babi? itu maknanya, OK, jadi selamilah dengan dalam…

        Dan sekarang engkau menawarkan ajaran hebat ini padaku yang kesemuanya itu sangat berlawanan dengan naluriku sebagai manusia.
        jelas bertentangan, sebab beberapa ajaran dusta telah Anda percayai, salah satunya dengan mengatakan bahwa Kristen adalah ciptaan Paulus…

        Terimakasih atas tawanmu itu
        sama-sama….

        jadilah manusia yang perduli kepada lingkungan dan sekitar Anda, kecuali allah Anda memang bukan allah yang tidak perduli dan mengajari Anda tidak perduli juga, silahkan, itu pilihan….sekali lagi, ALLAH adalah KASIH,… salah satu pengejawantahan KASIH adalah IA perduli,.. dan karena IA Perduli maka IA juga memampukan kita untuk perduli….

        kalau itu pendapatmu sungguh engkau telah menyempitkan kasih sayang Tuhan. Kalu Tuhan mempunyai keinginan seperti itu sudah dari dulu kita hidup di dalam agama yang satu yaitu islam, contoh yang sudah ada adalah kehidupan malaikat. kehidupan para malaikat adalah kehidupan yang satu. seperti yang saya katakan tadi, tujuan Tuhan menciptkan manusia adalah untuk menyembahNya, itulah sebabnya kita di beri akal untuk mengerti maksudnya apa?
        sepertinya tidak ada kesinambungan antara kata ALLAH perduli dengan kata menyemmpitkan kasih sayang TUHAN apalagi dibarengi dengan kata2 diciptakan untuk menyembahNYA…

        jadi saya perduli dengan Anda…

        sekali lagi terimakasih atas kepedulianmu. Aku tidak peduli denganmu dalam arti apa agamamu, apa kepercayaanmu, itu tidak penting bagiku.
        semoga itu bukan karena allah Anda mengajari Anda untuk tidak perduli….
        tetapi ternyata sekali lagi pernyataan Anda bertentangan dengan kenyataan yang Anda jalani, kalau Anda tidak perduli dengan agama saya, buat apa Anda bercapek2 berkunjung ke blog ini, ya toh…. mas Filar, belajarlah merendahkan diri.. itu menguntungkan…

        Apabila agamamu baik menurutmu, apa yang akan engkau lakukan terhadap istrimu apabila seruanmu tidak di indahkannya?
        sekali lagi bicara agama dengan Umat ALLAH itu tidak efektiv, tetapi bicaralah dalam konteks Hubungan dengan ALLAH,… sehingga jika ada masalah, salah satunya adalah jika Istri tidak mengindahkan apa yang kita serukan, maka KASIH Kristus berbicara di dalam Hikmat yang IA anugerahkan kepada kita,… pondasi Kasih akan melandasi bahwa perceraian adalah bukan salah satu pilihan… artinya sehebat apapun masalah pasti ada penyelesaian…bedakan dengan legalisasi cerai oleh allah Anda…. itu aneh

  16. Parhb,

    bahwa YESUS makan, lapar, menangis, sedih, bahkan mati, itu membuktikan bahwa Firman ALLAH telah benar-benar menjadi manusia…

    Pertanyaan saya sangat simple : sebagai Allah atau sebagai manusia ? Dan saya kira anda belum menjawab pertanyaan tersebut.

    • @Triadi…

      saya sudah katakan…

      bahwa YESUS makan, lapar, menangis, sedih, bahkan mati, itu membuktikan bahwa Firman ALLAH telah benar-benar menjadi manusia…

      jadi IA adalah manusia, ….

      yang saya harapkan, jangan sampai Anda putuskan informasinya seolah DIA adalah manusia biasa seperti manusia-manusia fana yang lain…

      sebab ada hal yang terjadi sebelum YESUS menjadi manusia,…. yaitu IA adalah FIRMAN ALLAH…

      secara daging IA adalah manusia seperti kita,…terbukti dari pengalaman penderitaan yang IA alami sama seperti pengelaman2 penderitaan, pengalaman kebutuhan manusiawi IA juga alami….

      Jadi keadaanNYA secara daging benar-benar telah menjadi manusia…
      4 Injil telah menulis, semua dibuka dengan KELAHIRAN, itu membuktikan bahwa memang benar-benar keadaanNYA secara daging adalah manusia, bahkan YESUS sendiri memanggil NamanYA Anak Manusia…

      Gamblang dan simplenya sudah saya sebut:
      bahwa YESUS makan, lapar, menangis, sedih, bahkan mati, itu membuktikan bahwa Firman ALLAH telah benar-benar menjadi manusia…

      Tetapi

      Ada yang membedakan IA dari manusia biasa…
      yaitu IA dikandung daripada ROH KUDUS….
      tidak ada manusia yang rohnya ESA dengan ALLAH,..
      hanya YESUS, dan itulah yang membuktikan bahwa IA adalah FIRMAN ALLAH yang telah menjadi manusia….
      Pekerjaan apa yang dapat diperlihatkan bahwa ROHNYA ESA dengan ALLAH?,… yaitu apa yang IA pinta Bapa juga lakukan….

      gamblang, jelas, dan lurus…
      itulah yang saya sebutkan, bahwa perkara keadaanNYA sebagai manusia dan perkara keesaanNYA dalam ROH, itu dapat dengan mudah Anda list, jika ANda berani….

      pertanyaannya,..
      kenapa Anda begitu susah menerimanya?

  17. Parhobas,

    Kenapa Anda begitu susah menerimanya?

    Karena sampai sekarang anda belum bisa menjelaskan dengan tegas : Yesus itu Alah atau manusia ? Dari penjelasan anda, saya tafsirkan bahwa jawabannya adalah 50 % manusia dan 50 % Tuhan. Tentu saja saya tidak bisa menerimanya, karena meminum 100% murni air itu lebih baik dari pada meminum air yang sudah tercemar. Buat apa mencari keselamatan kepada Tuhan yang cuma 50 %, kalau ada yang 100 % Tuhan ? Yang 100 % Tuhan itulah, Allah yang selain Maha Kuasa tapi juga Maha Suci.

    • @Triadi


      Kenapa Anda begitu susah menerimanya?

      Karena sampai sekarang anda belum bisa menjelaskan dengan tegas : Yesus itu Alah atau manusia ? Dari penjelasan anda, saya tafsirkan bahwa jawabannya adalah 50 % manusia dan 50 % Tuhan.

      Tafsiranmu salah….
      saya copy paste saja jawaban saya dari atas, sekaligus untuk membuktikan bahwa jawabannya sudah sedari awal diberitahukan kepada Anda….


      TUHAN adalah Penyelamat..
      Kenapa IA disebut Penyelamat?
      Karena IA menyelamatkan…
      Kenapa IA mau menyelamatkan?
      karena IA adalah KASIH…
      Lalu dengan bagaimana TUHAN menyelamatkan?

      Dengan cara mengutus Sang Firman menjadi manusia, ALLAH Yang adalah ROH, ALLAH Yang adalah Bapa, Firman dan ROH KUDUS Yang ESA, menjadi daging…. ROH menjadi daging…
      ROH menjadi daging inilah yang dinamai YESUS.. dan oleh pekerjaan yang IA lakukan IA dinamai KRISTUS, Raja Penyelamat, MESIAS, AL MASIH…. dan setelah tugas di dalam daging itu selesai, IA kembali ke kemuliaanNYA, sebagai FIRMAN YANG ESA dengan BAPA dan ROH KUDUS…

      jadi pertanyaan “siapa yang lebih berkuasa” itu melihat YESUS dan ALLAH sebagai dua esensi,… sementara Kristen diajarkan oleh Yesus sendiri harus memandang itu sebagai dua Pribadi, sebab YESUS (SANG FIRMAN Yang menjadi manusia) dan Bapa adalah SATU…

      di sini saya tegaskan bawah sebelum YESUS menjadi manusia, menjadi daging, IA adalah FIRMAN ALLAH…dan FIRMAN ALLAH adalah ALLAH itu sendiri…,… dalam bahasa theologis IA ESA…

      tetapi meski IA adalah ALLAH, IA rela menjadi manusia,…

      sehingga saya sebut:

      Gamblang dan simplenya sudah saya sebut:
      bahwa YESUS makan, lapar, menangis, sedih, bahkan mati, itu membuktikan bahwa Firman ALLAH telah benar-benar menjadi manusia…

      bukti ALLAH Yang Esa itu menjadi manusia, sudah dicatat dengan baik oleh INJIL… dan itu mudah Anda cari literaturnya di ALKITAB…

      Nah bukti IA adalah Firman ALLAH itulah yang Anda tolak sedari awal yang membuat Anda susah menerima dan malah menafsir secara salah…

      setelah YESUS membuktikan bahwa MESIAS adalah DiriNYA sendiri, maka bukti selanjutnya adalah YESUS membuktikan bahwa IA ESA dengan ALLAH melalui pekerjaan-pekerjaan yang IA kerjakan, dan bukti paling akurat adalah melalui Kebangkitan dan KenaikanNYA ke sorga…

      jadi bertanyalah ke diri Anda sekali lagi,… kenapa susah diterima?

      Tentu saja saya tidak bisa menerimanya, karena meminum 100% murni air itu lebih baik dari pada meminum air yang sudah tercemar. Buat apa mencari keselamatan kepada Tuhan yang cuma 50 %, kalau ada yang 100 % Tuhan ? Yang 100 % Tuhan itulah, Allah yang selain Maha Kuasa tapi juga Maha Suci.

      Anda sepertinya telah mempercayai tafsir Anda sendiri….

  18. @ Triadi
    Karena sampai sekarang anda belum bisa menjelaskan dengan tegas : Yesus itu Alah atau manusia ? ….. bla bla …
    Buat apa mencari keselamatan kepada Tuhan yang cuma 50 %, kalau ada yang 100 % Tuhan ? Yang 100 % Tuhan itulah, Allah yang selain Maha Kuasa tapi juga Maha Suci.

    .
    .
    Kalau begitu buat apa kamu terus menerus bertanya apa yg sangat sulit kamu terima itu ? Pemberitaan Injil Keselamatan itu akan mengarahkan semua yg menerima Dia sbg Juruselamat kepada keEsaan Allah yg ada di dalam Kristus. Mengerti … ?
    ( belom pak )
    .
    .
    Ya udah tanya lagi ..?

  19. Robin,
    Anda benar, pada dasarnya tujuan akhir adalah Allah, bukan Yesus. Jadi Kuasa Allah lebih besar dari pada Yesus.

    • @Triadi

      bagaimana Anda mengenal ALLAH tanpa mengenal YESUS?

  20. @Filar

    Ada pertanyaan dari Anda di atas yang menanyakan beberapa Nama dari ALLAH,…

    di link berikut ada beberapa yang saya sebut,
    selamat membaca:

    Kenapa Tuhan Esa ujilah

    saya sengaja memisah topik ini dari pertanyaan Anda di atas, supaya bisa lebih menarik perbincangan kita…

    salam

  21. @Par

    lalu dengan apa allah Anda menciptakan jika ia tidak pernah “turun”?….dengan memberikan wahyu apakah itu tidak bisa disebut merendahkan diri demi kelangsungan umat manusia?

    Allah menciptakan dengan Kun Fa Yakun. Untuk menciptakan sesuatu Allah tidak butuh apapun cukup dengan perkataan saja. Dengan mengatakan Dia turun itu sudah menandahkan suatu kelemahan. Sedangkan Allah Maha Suci, Dia tidak perlu ini dan itu untuk melaksanakan niatNya, apa lagi dengan pake turun segala.

    dan akhirnya jawaban Anda ini tidak menjawab kenapa TUHAN selalu berkeras mengatakan kenapa IA ESA…
    Filar,
    1. Tritunggal itu bukan ajaran Paulus…

    lalu ajaran siapa?ajaran yesus? Sedangkan Yesus sendiri mengajarkan Keesaan Tuhan

    2. Tritunggal itu bukan ajaran yang mengatakan bahwa ada 3 ALLAH…

    lalu tritunggal itu berapa, empat begitu?

    3. Tritunggal itu mengajarkan bahwa ALLAH itu ESA…

    Engkau ini memang menyedihkan, sebenarnya kamulah yang tidak konsisten, ajaran Kristen adalah trinitas, perkataanmu ini tidak saja melawan dogma gereja juga tidak sesuai dengan Alkitabmu yang centang perenang. Kalau memang Yesus kamu mengajarkan Keesaan Tuhan, mengapa ada perkataan yang tidak konsisten di dalam Kitabmu? Apa perlu aku menuliskan ayat2 yang saling centang perenang itu di sini?

    4. Ajaran Tritunggal dicetuskan oleh pengajar-pengajar Kristen awal jauh setelah Paulus mati syahid di Roma

    barusan engkau mengatakan bahwa tidak ada ajaran di Kristen Tritunggal dan sekarang engkau mengakui bahwa ajaran ini di ajar oleh pengajar2 Kristen di awal2nya. Yang tidak konsisten itu kamu Par! Dogma ajaranmu penuh dengan dusta dan kebodohan, sampai sekarang para cardinal juga tidak mengetahui dengan pasti apa itu trinitas. Sampai ada konsili2 yang membahas akan permasalahan ini. Saya pribadi bukan tidak tahu ajaran kamu ini. Tapi itu tidak perlu saya bahas lebih mendetail karena semua orang islam juga tahu.

    Apa guna konsili2 itu? kalau tidak membahas permasalahan pelik ini. Konsili Nikea I pada tahun 325 keputusannya adalah derajat Tuhan Bapak dan Tuhan Anak di persamakan, Sedangkan Roh kudus belum masuk dalam daftar kesyirikan kalian. Permasalahn ini di perjuankan oleh Athanasius (296-373), Patriach dari Mesir.

    Roh Kudus baru masuk dalam daftar kesyirikan kalian setelah 56 tahun kemudian tepatnya konsili Konstantinopel I pada tahun 381. Keputusannya adalah menetapkan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan. Maka lengkaplah sudah tiga oknum dalam satu, yaitu trinitas.

    Apakah engkau mampu membantah apa yang aku katakan ini?
    jadi masih saja Anda mengira Tritunggal itu adalah Triteis…

    Saya tidak sebodoh yang engkau kira Par…Cukuplah Allah sebagai saksi hidupku, aku tidak perlu saksi selain dari pada Allah saja, apa yang anda percayai selama ini adalah sebuah konsep karangan Paulus Alias Saulus dari Tarsus (Anadol, Asia Kecil) yang di besarkan di luar Kanaan (Palestina).

    saya sudah kutip salah satu tulisan Paulus kepada Anda, yang mengatakan bahwa TUHAN adalah ESA…
    bicara mengenai kata Anak dan Bapa, itu seperti bicara lelucon dengan saudara Islam, sebab saudara Islam selalu menerjemahkan secara mentah bahwa jika disebut anak maka pasti itu adalah “hasil perkawinan” dari Bapa….

    Pemahaman seperti ini bukan datang dari Counter Islam. Agama kalian sendirilah yang mengajarkannya begitu bahwa batang nadi ajaran kalian adalah Trinitas, itulah sebabnya Islam datang untuk meluruskannya, sebab oknum yang kalian anggap tuhan adalah nabi umat islam yaitu Isa As.
    jika mengartikan secara mentah begitu, maka sangat wajar mempertanyakan arti allah Anda yang esa, karena nyatanya di AQ sering kali kata “KAMI” ditemukan ketika allah Anda berbicara,.. nyatanya itukan perlu penjelasan, tidak bisa diambil mentah-mentah,.. nah kata BAPA dan kata ANAK itu juga demikian, jangan gunakan mentah2, dan jangan pula tidak mau menerima penjelasan… itu kuncinya…

    siapa yang mengartikannya mentah2? bukankah semua itu atas keputusan konsili2 tersebut. Tidak ada sangkut pautnya konsili2 itu dengan agama islam. Permasalahan kalian hanya terletak pada oknum nabi kami, Isa As. Kalian mau mengatakan bahwa tuhan adalah tuhan bapa, tuhan anak dan roh kudus itu hak kalian. Pengertian tuhan bapak, tuhan anak, dan roh kudus bukan sebuah MAJAS, melainkan dalam arti yang sebenarnya, itu sebabnya dalam Al Quran turun ayat2 yang menceritakan kesesatan kalian. Kalau hanya sekedar MAJAS, Allah tidak akan menurunkan ayat2 tersebut di dalam Al Quran!

    Perbedaan kata Kami di dalam Al Quran dan maksud Trinitas dalam ajaran kalian tidak bisa di samakan. Kata Kami juga bukan MAJAS melainkan kata ganti jamak. Kata ganti Kami di dalam Al Quran banyak artinya, bisa Allah dengan para Malikatnya, bisa Kaum muslimin, bisa para nabi dan pengikut2nya tergantung konteks maksud kalimat tersebut dan itu sangat muda di pahami.

    contoh: Anak Tangga bukan berarti tangga beranak bukan?, itu sudah menjadi lelucon dari Anda kalau sampai mengartikan Anak tanggga sebagai anak dari tangga…

    pengertian yang engkau kemukakan tidak mampu untuk menjawab kepelikan ajaran kalian. Kalau permasalahannya hanya sampai di situ, kita tidak perlu ribut selama 14 abad.

    nah gini Filar, karena logikanya orang tua yang kita sakiti hatinya akan risau, dan karena TUHAN juga mengajarkan untuk menghormati orang tua (Taurat ke Lima), maka kita akan menyenangkan hati orang tua, tetapi Filar lupa, bahwa ternyata ada juga orang tua yang jahat dan tidak benar, nah kalau Anda mengasihi orang tua Anda, maka ada saatnya Anda harus membuat orang tua Anda risau, yaitu dengan cara menegurnya… jadi kalau logika bahwa orang tua harus dijaga hatinya dikalahkan dengan pondasi bahwa TUHAN YANG BENAR harus diberitakan juga kebenaranNYA kepada orang tua.. OK!!!

    Yang saya bicarakan adalah orang tua yang baik, bukan orang tua yang kurang ajar.
    Apakah logika menolak tuhan itu mantap?

    kalau Anda bisa mengalahkan Stephen Hawking itu dikatakan dunia hebat…nah kalau Anda berkata logika adalah dasar maka ada masalah besar, yaitu ternyata orang yang berlogika wah malah tidak mempercayai TUHAN, tetapi jika Anda maksudkan bahwa berlogika yang mantap adalah berlogika ala agama, berarti Anda sedang memusuhi dunia realistis….

    baik kalau anda menantang saya untuk berlogika!!! Baik… bagaimana engkau bisa dan mampu mengatakan bahwa 3 adalah 1? Atau 3 dalam 1? Rumus matematika di seluruh dunia juga tidak bisa menjabarkan hal ini dengan benar. Kalau engkau mengatakan bahwa 3 adalah 1, itu artinya logikamu sudah rusak.

    Atas dasar apa Stephen mengatakan dan berlogika adalah sebuah kebenaran dan sekaligus tidak mengakui Tuhan? Apakah dirinya begitu langsung ada saja di muka bumi tanpa melalui proses kelahiran? Apakah manusia langsung ada di dunia ini? langsung ada tanpa campur tangan Tuhan adalah realities, begitu maksudmu? Ketika tidak mempercayai Tuhan sebenarnya logika mereka sudah hancur. Logika mana lagi yang menjadi permasalahan. Ketika spermatozoa masuk ke dalam rahim (liang senggama) untuk menujuh sel telur, apakah spermatozoa ini engkau pikir punya otak dan mata untuk berpikir dan melihat di dalam liang senggama? Apa engkau pikir system pembuahan ini tidak ada unsur campur tangan Tuhan? Kalau hanya bersandarkan logika dan realita, spermatozoa mana tahu menahu dengan sel telur. Ngerti?!!!. Apakah segerombolan Semut yang bekerja dengan segala kelemahannya mampu untuk membuat jembatan dengan tubuh temennya sebagai jalur ketika makanan yang di dapat harus di bawah kesarangnya. Apakah logika manusia mampu untuk menerangkan permasalahan ini? Dan apakah seekor ayam jantan ketika berkelahi selalu menerjang lawannya dengan tajinya, apakah seekor ayam jantan tahu bahwa dia punya taji? Dan ketika seekor anak penyu baru saja menetas, mereka berusaha untuk menujuh kelaut, apakah induknya yang mengajarkan hal yang demikian? Dan bagamiana pula dengan segerombolan lebah madu yang membuat sarangnya dengan ukuran antara satu lubang dengan lubang yang lainnya begitu persis sama? Apa kamu pikir dia punya otak untuk belajar matematika? Masih banyak lagi hal2 yang begitu lumrah engkau lihat tapi sangat luar biasa sekali dan itu semua atas Kehendak Allah.

    bahayanya kalau mengikuti ajaran yang ini adalah maka pastinya Adam berada di bumi ini setelah 50000 tahun berikutnya, karena urusan langit dan bumi jika dilakukan manusia adalah 50000 tahun,……bicara masalah Adam amat sangat penuh dongeng jika bicara sama Islam…

    silahkan engkau ngaca dahulu!!!!, bukanlah alkitab namanya kalau di dalamnya tidak terdapat pembual, inkonsisten, cabul, revisi, dll. Yang turun itu kan malaikat, engkau saja yang mengatakan manusia, padahal ’kan Adam belum di ciptakan? Yang menuduh itu dongeng kan kamu?!!. Yang suka tuduh menuduh itu kan kaummu?!

    Sorga artinya Hadirat ALLAH ada di situ, jadi kalau sorga tidak penting bagi Islam artinya Hadirat ALLAH tidak penting… jadi itu amat sangat mengerikan bagi manusia seperti kita ini…

    Itu kan menurut kamus kamu, menurut kepercayaan kamu, kamu tidak bisa dengan seenak perutmu dan kehendakmu engkau terapkan dalam dunia islam. Kehidupan dengan segala bentuk ahklak mulia yang di ajarkan Rasulullah SAW dan menuruti segala perintah Tuhan adalah kebaikan yang melampaui syurga itu sendiri. dan Keridhaan Allah bersama kami, dan kami ridha kepada Allah, apa engkau kira sebanding dengan sebuah syurga? Keridhaan Allah kepada kami itulah yang kami harapkan, jadi ada atau tidak syurga, kami tak peduli. Apalah arti sebuah syurga kalau Tuhan tidak ridha. Ngerti?

    sorga itu bukan materi kawan….
    secara roh kita akan berada di Hadirat TUHAN, yaitu di Sorga, karena Adam sejak awal berontak atas ini maka itu sangat berhubungan dengan kerusakan moral manusia,… jadi hadirat TUHAN itu sangat perlu… kalau allah Anda mengajarkan yang lai dari itu maka dapat dipastikan itu amat sangat mengerikan….

    itu kan kepercayaan kamu, bukan kepercayaan kami. Di dalam islam orang yang mati akan di bangkitkan kembali setelah kiamat dan akan menerima apa yang dia perbuat selama hidup di dunia ini. Itu artinya keadan dirimu sekarang ini akan sama dengan keadaan dirimu di akhirat kelak. Punya mata, punya telinga, punya daging, punya darah, itu artinya engkau bukan roh. Engkau akan merasakan kebahagiaan di syurga atau kesengsaraan di neraka dengan tubuhmu sekarang ini, bukan rohmu.
    kalau Anda menjadi seorang umat ALLAH, maka sorga akan bersuka cita,… dan saya juga akan bersuka cita,… sangat berbeda dari Anda, itu karena memang ALLAH yang saya sembah dan saya salah satu umatNYA adalah perduli terhadap Anda….
    ALLAH Yang perduli adalah salah satu bukti dari KASIH…
    dan karena saya mengasihi Anda, maka saya perduli, tetapi karena TUHAN yang berkuasa maka saya memohon kepada DIA kiranya DIA berkenan….

    umat tidak sama dengan hamba. Di hadapan Tuhan kita adalah hamba bukan umat. Ngerti? Di hadapan para nabi kita adalah umat. Jadi peletakan sesuatu pada tempatnya sering kali kepercayaan kalian melakukan kesalahan yang fatal, bahkan kefatalan yang paling seram adalah mengangkat manusia menjadi tuhan. Jadi kesimpulan ku bahwa sebuah kata sering kali kalian tidak menggunakannya dengan tepat. Dan dalam prakteknya apa yang kalian yakini juga sama dengan cara kalian berkata. Salah dan Hancur!!!
    Sesungguhnya aku tidak mengharapkan apapun dari dialog ini, selain dari pada memperjelas apa yang salah padamu dan menukarnya pada sebuah kebenaran. sehingga pada akhirnya engkau mengerti dengan sebuah hakekat hidup.

    sepertinya Anda sedang berdusta dalam hal ini….pernyataan pertama dan kedua itu saling bertentangan….
    Anda mengatakan tidak mengharapkan apapun, tetapi sekaligus berkata mengharapkan penjelasan tentang hakekat hidup…
    itu tidak jelas kawan…

    lihat kalimat aku kembali apakah aku mengharapkan penjelasan? Menjelaskan atau memperjelas tidak sama dengan mengharapkan penjelasan.

    nyatanya agama saya bukan karangan Paulus, dengan ini dapat saya pastikan pengetahuan atau bisa jadi iman Anda yabng mengatakan bahwa agama Kristen dibuat oleh Paulus adalah salah dan pasti diajarkan oleh Pendusta, Iblis….

    ternyata anda tidak tahu persis sejarah agama anda sendiri, dan ini memang gawat. Baik aku pegang kata2mu itu bahwa agama Kristen bukan karangan paulus si pendusta yang bodoh itu. Dan ingat jangan sekali2 engkau mungkir dengan apa yang barusan engkau katakan itu. Lalu Kristen itu karangan siapa? (engkau harus menjawab permasalahan ini dengan detai kalau tidak engkau akan aku katakan hanya seorang pecundang)
    tetapi bagaimana Anda menjadi Umat ALLAH jika saksi-saksiNYA, pemberita-pemberitaNYA (yang ada di agama Kristen) Anda tolak?….
    kalau ingin aku berkata kristen hanyalah sebuah bentuk kepercayaan yang di buat oleh manusia yang bingung. Di dalam kristen tidak ada jantung kehidupunnya. dan kepercayaannya tidak ada yang bisa di jadikan pegangan hidup. Kitabnya hancur, sumber hukumya kacau, pengikutnya munafik.
    nyatanya Paulus menghidupkan orang dengan menyebut YESUS,… banyak orang sembuh dengan memanggil Nama YESUS…. sebab IA adalah ALLAH Yang Perduli, bukan allah yang diam.

    kalau engkau sakit, kemana engkau berobat, lalu untuk apa orang2 kristen mendirikan rumah sakit kalau memang ayatnya ada dalam alkitab untuk menyembuhkan orang sakit? Dan buktikan bahwa tuhanmu itu peduli padamu, dan coba engkau buktikan juga bahwa tuhanmu itu mampu menyembuhkan orang sakit!!! Dan satu lagi di dalam alkitabmu ada yang menceritakan bahwa orang yang minum racun akan selamat dengan percaya dengan kristus, tolong engkau minum racun ular sanca itu, aku ingin bukti yang nyata, kalau memang kalian termasuk orang2 yang benar!!!. Tolong engkau buat videonya menangkap ular sanca atau kobra dan mengeluarkan racun dari mulutnya dengan cara meletakan atau menyangkutkan taringnya ke bibir gelas, racun yang keluar langsung engkau minum? Jangan coba2 engkau mengedit video tersebut, sebab akan ketahuaan sebab aku sangat profesioanal dalam editing video. Jangan asal ngomong saja seharusnya kalau engkau pintar dan berakal mampu berfikir dengan objektif. Ayo engkau minum tu racun ular, bukankah engkau percaya sama kristus, engkau tunggu apa lagi? Dan tolong video itu engkau postingkan di komen mendatang. Kalu tidak engkau hanya seorang pembual besar. Sama seperti paulusmu yang juga pembual tapi bodoh bin dungu

    logika Anda hancur,…
    dengan logika yang sama bisa ngga saya katakan, untuk apa allah Anda menciptakan babi kalau tidak bisa dimakan?….atau untuk apa allah Anda membuat kulit khatan pria kalau ternyata harus disunat…
    aneh kamu ini….

    Binatang2 yang di haramkan oleh Allah adalah untuk menguji saja. Tidak lebih dari itu. Orang2 yang beriman dan yang mengaku beriman harus di uji dahulu, ujiannya juga sesuai dengan kadar keimanannya. Bukan babi saja yang haram anjing juga haram, semua bintang yang berkuku cakar dan bertaring juga tidak boleh makan, Mengapa Babi haram? Logika mengatakan bahwa di dalam daging babi merupakan 70 sumber penyakit selain dari pada cacaing pita dan agama melarangnya untuk di konsumsi.

    Mengenai kulit khatan yang ada pada penis lelaki adalah, di balik ‘sarung’ tersebut banyak terdapat bakteri yang mana sangat berbahaya kalau tidak di potong, sehingga apa bila melakukan hubungan intim kotoran tersebit akan pindah pada kelamin perempaun dan hidup di dalam rahim, dan ini sangat berbahaya, itulah sebabnya harus di kerat atau di sunat. Kenapa di ciptakan oleh Allah dalam keadaan berlebih sebab agar manusia tahu dengan kebersihan diri dan juga sebagai pelindung (helm) awal dari kemungkinan2 kerusakan selagi masih kanak2. Itulah sebabnya setelah di khitan diganti pelindungnya dengan celana dalam alias kolor.

    apa yang dikatakan TUHAN HALAL maka itu HALAL,….

    Yang menuruti perintah Tuhan itu hanya yang benar2 Umat Islam, tidak yang lain. Perkataanmu seperti mengejek alkitabmu sendiri!!! Alkitabmu cetakan tahun 1970 mengatakan bahwa babi haram, mengapa engkau memakannya? Dan sekarang alkitabmu sudah berubah di situ di tulis babi hutan, hahahaha di kemudian hari mungkin babinya yang hilang dan hutannya yang tinggal!!!menyedihkan betul kitabmu itu. Konsisitenkah kitabmu itu?

    karena HUKUM hati nurani lebih tinggi dari hukum apapun…apa gunannya kamu tidak makan babi, kalau ternyata hati nuranimu kayak babi? itu maknanya, OK, jadi selamilah dengan dalam…

    bagus kalau engkau mengatakan hati nuraniku seperti babi. Engkau mengatakan bahwa hukum hati nurani adalah hukum tertinggi, kalau engkau seorang hakim apakah engkau akan menanyakan pada hati nuranimu untuk menghukum seseorang yang hatinya terbuat dari hati babi? Dan apakah hukum hati nuranimu sesuai dengan alkitabmu? Kalu memang hukum hati nuranimu lebih tinggi dari alkitabmu, untuk apa lagi hukum2 yang ada di dalam alkitabmu itu toh alkitab mengatakan bahwa babi haram, hati nuranimu karena lebih tinggi engkau mengatakan halal. Sementara Tuhan mengakatakan halal hati nuranimu mengatakan haram, kalau begitu kedudukan hati nuranimu lebih tinggi dari Tuhan. Hebat betul perkataanmu itu. Baru sekarang aku menemukan kristenir ‘secerdas’ engkau.

    jelas bertentangan, sebab beberapa ajaran dusta telah Anda percayai, salah satunya dengan mengatakan bahwa Kristen adalah ciptaan Paulus…

    Pendiri Kristen yang sesungguhnya adalah paulusmu itu dengan segala kebodohan yang ada padanya, jadi kalau pengikutnya juga tidak mampu berpikir, itu juga wajar2 saja. Kalau menurutmu aku berdusta dalam hal ini, tolong engkau bantah konsili2 yang terjadi di awal2 Kristen mulai berdiri itu, jangan seenak perutmu menuduh orang berdusta, aku punya buku dan segudang pengetahuan tentang masalah ini. Ngerti!?. Kalau engkau orang pintar tolong engkau bantah buku2 yang ada di pasaran itu dengan menulis dan mengcounternya dengan disertai bukti bahwa paulus adalah bukan pendiri Kristen, dia hanyalah seorang rasul.

    kalau Anda tidak perduli dengan agama saya, buat apa Anda bercapek2 berkunjung ke blog ini, ya toh…. mas Filar, belajarlah merendahkan diri.. itu menguntungkan…

    saya tidak capek ke blogmu ini, seperti yang saya sampaikan bahwa saya memang tidak peduli dengan dirimu, tapi tulisanmu di blog ini menarik perhatianku, itu saja. Kamu mau Islam kek, mau Kristen kek, mau Budha kek siapa yang peduli. Aku bukan sombong atau sejenisnya, memang sifatku seperti itu, aku tidak peduli dengan agama seseorang. Yang aku cermati adalah omongannya, tulisannya, itu saja tidak ada yang lain. Apakah ada niatku untuk mengajakmu ke dalam dunia islam? Tidak ada terniat sama sekali. Bahkan aku lebih suka melihatmu seperti sekarang ini, makan babi, minum alcohol hahahaha. Dan selalu di dalam kesesatan demi kesesatan. Aku tidak tertarik dengan dirimu masuk ke dalam islam. Beragamalah kamu dengan sesuai dengan ajaran agamamu, tidak perlu engkau mengajak orang lain yang sudah beragama untuk masuk dalam agamamu.

    sekali lagi bicara agama dengan Umat ALLAH itu tidak efektiv, tetapi bicaralah dalam konteks Hubungan dengan ALLAH,… sehingga jika ada masalah, salah satunya adalah jika Istri tidak mengindahkan apa yang kita serukan, maka KASIH Kristus berbicara di dalam Hikmat yang IA anugerahkan kepada kita,… pondasi Kasih akan melandasi bahwa perceraian adalah bukan salah satu pilihan… artinya sehebat apapun masalah pasti ada penyelesaian…bedakan dengan legalisasi cerai oleh allah Anda…. itu aneh.

    kalau itu pendapatmu harga dirimu akan runtuh, mengerti? Ok sekarang aku beri contoh, bagaimana kalau istrimu selingkuh dan ternyata tertangkap basah, apakah engkau tetap akan ‘memakainya’? Kalau engkau memakainya di mana letak harga dirimu sebagai seorang lelaki sejati?

    • @Filar

      lalu dengan apa allah Anda menciptakan jika ia tidak pernah “turun”?….dengan memberikan wahyu apakah itu tidak bisa disebut merendahkan diri demi kelangsungan umat manusia?

      Allah menciptakan dengan Kun Fa Yakun. Untuk menciptakan sesuatu Allah tidak butuh apapun cukup dengan perkataan saja. Dengan mengatakan Dia turun itu sudah menandahkan suatu kelemahan. Sedangkan Allah Maha Suci, Dia tidak perlu ini dan itu untuk melaksanakan niatNya, apa lagi dengan pake turun segala.

      pertanyaan lalu balik ke awal, apakah perkataan allahmu itu sejad dengan allahmu?….
      dogma kun faya kun akan selalu bertentangan bahwa ternyata allamu butuh jibril dan buruh seorang nabi untuk melanjutkan maksud allahmu di bumi….


      dan akhirnya jawaban Anda ini tidak menjawab kenapa TUHAN selalu berkeras mengatakan kenapa IA ESA…
      Filar,
      1. Tritunggal itu bukan ajaran Paulus…

      lalu ajaran siapa?ajaran yesus? Sedangkan Yesus sendiri mengajarkan Keesaan Tuhan
      sudah kukatan kepadamu kawan, dimanapun Alkitab kamu selidiki selalu ditekankan akan KEESAAN ALLAH,… nah yang saya tanyakan kepadamu sebagai yang mengaku seperti itu adalah kenapa TUHAN selalu mengumandangkan bahwa IA adalah ESA adanya….
      Tritunggal adalah suatu dogma yang diambil dari penelahaan ALKITAB,…dilakukan oleh orang2 terpelajar dari bidang Thelogia dari Alexandria Mesir sekitar abad pertama kekristenanm lalu diterima pada abad 3 M….

      2. Tritunggal itu bukan ajaran yang mengatakan bahwa ada 3 ALLAH…

      lalu tritunggal itu berapa, empat begitu?
      sesuai kata yang membentuknya
      tri = 3
      tunggal = 1, esa,

      jadi secara sederhana diartikan 3 (Pribadi) tetapi Satu Esensi…

      3. Tritunggal itu mengajarkan bahwa ALLAH itu ESA…

      Engkau ini memang menyedihkan, sebenarnya kamulah yang tidak konsisten, ajaran Kristen adalah trinitas, perkataanmu ini tidak saja melawan dogma gereja juga tidak sesuai dengan Alkitabmu yang centang perenang. Kalau memang Yesus kamu mengajarkan Keesaan Tuhan, mengapa ada perkataan yang tidak konsisten di dalam Kitabmu? Apa perlu aku menuliskan ayat2 yang saling centang perenang itu di sini?
      justru ayat2 pendukung itu yang menekankan bahwa ternyata ALLAH YANG ESA itu ada 3 Pribadi…
      lahirnya dogma TRITUNGGAL itu atas dasar ALKITAB,…
      dimana ALKITAB menekankan TUHAN ADALAH ESA
      tetapi ALKITAB juga menjelaskan bahwa TUHAN ada 3 PRIBADI Yang Independen…

      4. Ajaran Tritunggal dicetuskan oleh pengajar-pengajar Kristen awal jauh setelah Paulus mati syahid di Roma

      barusan engkau mengatakan bahwa tidak ada ajaran di Kristen Tritunggal dan sekarang engkau mengakui bahwa ajaran ini di ajar oleh pengajar2 Kristen di awal2nya. Yang tidak konsisten itu kamu Par!
      yang saya katakan Paulus tidak mengajarkan dogma Tritunggal, sebab dogma Tritunggal baru dicetuskan beberapa tahuan setelah PAULUS mati martir di ROma,… dogma Tritunggal dicetuskan melalui pendalaman-pendalaman ALKITAB yang akurat….

      Dogma ajaranmu penuh dengan dusta dan kebodohan, sampai sekarang para cardinal juga tidak mengetahui dengan pasti apa itu trinitas. Sampai ada konsili2 yang membahas akan permasalahan ini. Saya pribadi bukan tidak tahu ajaran kamu ini. Tapi itu tidak perlu saya bahas lebih mendetail karena semua orang islam juga tahu.

      Apa guna konsili2 itu? kalau tidak membahas permasalahan pelik ini. Konsili Nikea I pada tahun 325 keputusannya adalah derajat Tuhan Bapak dan Tuhan Anak di persamakan, Sedangkan Roh kudus belum masuk dalam daftar kesyirikan kalian. Permasalahn ini di perjuankan oleh Athanasius (296-373), Patriach dari Mesir.

      Roh Kudus baru masuk dalam daftar kesyirikan kalian setelah 56 tahun kemudian tepatnya konsili Konstantinopel I pada tahun 381. Keputusannya adalah menetapkan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan. Maka lengkaplah sudah tiga oknum dalam satu, yaitu trinitas.

      Apakah engkau mampu membantah apa yang aku katakan ini?
      Jangan takabur…
      Tritunggal adalah dogma tentang ALLAH,
      dan bagaimana deskripsi akurat ALLAH memang tidak sanggup dijelaskan oleh manusia, itu tepat, sangat tepat, tetapi bagaimana manusia bisa mengenal ALLAH melalui indera yang ia miliki dapat dijelaskan di ALKITAB, salah satunya adalah Tritunggal…

      jadi masih saja Anda mengira Tritunggal itu adalah Triteis…

      Saya tidak sebodoh yang engkau kira Par…Cukuplah Allah sebagai saksi hidupku, aku tidak perlu saksi selain dari pada Allah saja, apa yang anda percayai selama ini adalah sebuah konsep karangan Paulus Alias Saulus dari Tarsus (Anadol, Asia Kecil) yang di besarkan di luar Kanaan (Palestina).

      Saya tidak mengatakan/megira Anda bodoh,..tetapi saya katakan Anda tinggi hati dan tidak mau merendahkan diri….

      Mayoritas penguasa gereja setelah kematian bapa-bapa gerewa awal adalah kaum Arianis yang umumnya tidak mempercayai keilahian YESUS, dan oleh karena itulah Anathasius berjuang sendirian sampai dikucilkan berapa kali oleh karena pengajarannya, yaitu TRITUNGGAL.. baru setelah konsili Nicealah dogma Tritunggal itu diterima…sampai2 saudara muslim menduga bahwa Yesus baru disebut/diangkat jadi TUHAN pada Konsili Nicea…
      Jadi kata dan dogma Tritunggal itu tidak diajarkan oleh Paulus, tetapi diawali oleh bapa-bapa gereja jauh setelah Paulus mati martir di Roma…
      Point utama dari pembelaan Anathasius adalah dengan menggunakan Yohanes 1:1, sebab memang YESUS sebelum menjadi manusia adalah Firman ALLAH, dan Firman ALLAH adalah ALLAH itu sendiri…
      Konsili itu secara sederhana adalah cara untuk memecahkan masalah secara damai, secara kasih, tukar pikiran,… jauh dari konflik dan penebasa leher ala kafilah2 Arab… meski pada prakteknya ada juga kekerasan2, yang dapat diterima sebagai nubuatan dari ALKITAB yang mengatakan bahwa iblis akan ada yang menyusub dan menyamar sebagai malaikat terang…nah jika Anda masih berkeras mengatakan bahwa konsep Kristen itu adalah karangan Paulus maka dapat dipastikan berita itu pasti datang dari Iblis Sang Pendusta….

      perkara yang mendasari itu adalah karena adanya aturan dari gereja Katolik bahwa ALKITAB hanya boleh dibaca/diterjemahkan/ditafsir oleh para petinggi2 gereja… padahal mereka nyatanya jarang juga membaca Kitab SUCI, Anathasius sudah cukup membuktikan itu….

      Tujuan Reformasi Gereja oleh Tyndale adalah itu, yaitu supaya Alkitab dapat dimengerti dan dapat dibaca oleh semua orang, maka ia menerjemahkan ALKITAB, meski oleh upayanya itu ia mati martir…

      tetapi hasil kerja Tyndale itu telah menjadi pondasi kuat, dan telah membantu Anda membaca dan mengerti ALKITAB tanpa harus menguasai bahasa2 domain ALKITAB yaitu Ibrani, Yunani, Aram, dan Latin…

      Tritunggal bukan Triteis…
      Bapa adalah ALLAH
      Firman ALLAH adalah ALLAH
      Roh Kudus adalah ALLAH

      tetapi tidak ada 3 ALLAH, sebab Bapa, Firman dan Roh Kudus adalah ESA…

      itulah Tritunggal….

      saya sudah kutip salah satu tulisan Paulus kepada Anda, yang mengatakan bahwa TUHAN adalah ESA…
      bicara mengenai kata Anak dan Bapa, itu seperti bicara lelucon dengan saudara Islam, sebab saudara Islam selalu menerjemahkan secara mentah bahwa jika disebut anak maka pasti itu adalah “hasil perkawinan” dari Bapa….

      Pemahaman seperti ini bukan datang dari Counter Islam. Agama kalian sendirilah yang mengajarkannya begitu bahwa batang nadi ajaran kalian adalah Trinitas, itulah sebabnya Islam datang untuk meluruskannya, sebab oknum yang kalian anggap tuhan adalah nabi umat islam yaitu Isa As.
      nyatanya ISA tidak sama dengan YESUS…
      sebab meski ISA gelarnya AL MASIH atau Kristus atau Mesias, nyatanya beliau tidak mati untuk menebus dosa manusia, dan lagi ISA tidak Esa dengan ALLAH, jadi ISA tidak sama dengan YESUS…..
      jika ANda bersekukuh mengatakan bahwa ISA sama dengan YESUS maka Anda harus siap dipermalukan oleh sejarah, sebab ternyata sejarah telah mencatat bahwa YESUS ternyata mati disalib…

      jika mengartikan secara mentah begitu, maka sangat wajar mempertanyakan arti allah Anda yang esa, karena nyatanya di AQ sering kali kata “KAMI” ditemukan ketika allah Anda berbicara,.. nyatanya itukan perlu penjelasan, tidak bisa diambil mentah-mentah,.. nah kata BAPA dan kata ANAK itu juga demikian, jangan gunakan mentah2, dan jangan pula tidak mau menerima penjelasan… itu kuncinya…

      siapa yang mengartikannya mentah2? bukankah semua itu atas keputusan konsili2 tersebut. Tidak ada sangkut pautnya konsili2 itu dengan agama islam. Permasalahan kalian hanya terletak pada oknum nabi kami, Isa As. Kalian mau mengatakan bahwa tuhan adalah tuhan bapa, tuhan anak dan roh kudus itu hak kalian. Pengertian tuhan bapak, tuhan anak, dan roh kudus bukan sebuah MAJAS, melainkan dalam arti yang sebenarnya, itu sebabnya dalam Al Quran turun ayat2 yang menceritakan kesesatan kalian. Kalau hanya sekedar MAJAS, Allah tidak akan menurunkan ayat2 tersebut di dalam Al Quran!
      Filar, nyatanya masalahnya bukan hanya di sana
      dari Adam sampai Abraham sampai Ishak/Ismael, sudah terjadi keterpisahan yang menjadi jurang yang sangat dalam antara allahnya Islam dengan ALLAH YANG MAHA KUASA….
      Kristen dan Yahudi mencatat ISHAK yang dikurbankan, sedang Islam berkata Ismael,… nah lho…?, jadi intinya sudah ada sejarah yang kacau balau di sini….

      Perbedaan kata Kami di dalam Al Quran dan maksud Trinitas dalam ajaran kalian tidak bisa di samakan. Kata Kami juga bukan MAJAS melainkan kata ganti jamak. Kata ganti Kami di dalam Al Quran banyak artinya, bisa Allah dengan para Malikatnya, bisa Kaum muslimin, bisa para nabi dan pengikut2nya tergantung konteks maksud kalimat tersebut dan itu sangat muda di pahami.

      contoh: Anak Tangga bukan berarti tangga beranak bukan?, itu sudah menjadi lelucon dari Anda kalau sampai mengartikan Anak tanggga sebagai anak dari tangga…

      pengertian yang engkau kemukakan tidak mampu untuk menjawab kepelikan ajaran kalian. Kalau permasalahannya hanya sampai di situ, kita tidak perlu ribut selama 14 abad.
      sekali lagi rendahkan hatimu kawan….
      maksud saya dari contoh di atas adalah sebagai pembanding bahwa kata Bapa dan kata Anak tidak bisa diterjemahkan atau diartikan secara mentah sama seperti jika kita menemukan kata Kami di AQ,.. itu butuh penjelasan lebih lanjut,..Mengerti tidak yah?….
      jika ada masalah dogma2 yang Anda sebut berusia 14 abad, maka Anda juga harus bisa berkaca pada diri Anda, bahwa sunni dan syiah juga telah terpisah dan tidak terdamaikan selama-lamanya.. bandingkan dengan masalah TRINITAS yang umumnya diterima oleh mereka yang mau mendalami ALKITAB…

      nah gini Filar, karena logikanya orang tua yang kita sakiti hatinya akan risau, dan karena TUHAN juga mengajarkan untuk menghormati orang tua (Taurat ke Lima), maka kita akan menyenangkan hati orang tua, tetapi Filar lupa, bahwa ternyata ada juga orang tua yang jahat dan tidak benar, nah kalau Anda mengasihi orang tua Anda, maka ada saatnya Anda harus membuat orang tua Anda risau, yaitu dengan cara menegurnya… jadi kalau logika bahwa orang tua harus dijaga hatinya dikalahkan dengan pondasi bahwa TUHAN YANG BENAR harus diberitakan juga kebenaranNYA kepada orang tua.. OK!!!

      Yang saya bicarakan adalah orang tua yang baik, bukan orang tua yang kurang ajar.
      Filar, nyatanya tidak semua orang tua itu baik….
      Jika orang tua Anda tidak baik, Anda bisa baik bukan? atau sebaliknya jika orang tua Anda baik, Anda bisa tidak baik bukan?…
      maka semua variable ini jangan sampai Anda lewatkan…

      sekali lagi kita bukan mesin logika, dan karena kita bukan mesin logika maka hukum nurani, hukum kasih sayang lebih mendasar daripada hukum syarat2 agama…itulah yang diajarkan YESUS KRISTUS.

      Apakah logika menolak tuhan itu mantap?

      kalau Anda bisa mengalahkan Stephen Hawking itu dikatakan dunia hebat…nah kalau Anda berkata logika adalah dasar maka ada masalah besar, yaitu ternyata orang yang berlogika wah malah tidak mempercayai TUHAN, tetapi jika Anda maksudkan bahwa berlogika yang mantap adalah berlogika ala agama, berarti Anda sedang memusuhi dunia realistis….

      baik kalau anda menantang saya untuk berlogika!!! Baik… bagaimana engkau bisa dan mampu mengatakan bahwa 3 adalah 1? Atau 3 dalam 1? Rumus matematika di seluruh dunia juga tidak bisa menjabarkan hal ini dengan benar. Kalau engkau mengatakan bahwa 3 adalah 1, itu artinya logikamu sudah rusak.

      saya katakan Anda masih mengira Tritunggal itu adalah Triteis masih saja Anda menolak…

      3 yang ada di benakmu adalah berupa esensi…
      nah jika memang itu berupa esensi maka memang tidak akan pernah 3 (esensi) sama dengan 1 (esensi)

      tetapi sudah saya contohkan H2O,
      bahwa meski esensinya adalah H2O tetapi ternyata H2O dalam waktu yang bersamaan bisa di dalam keadaan Air, Uap dan Es (coba kamu ambil sebatang ES lalu tuang ke piring, maka fenomena ini akan Anda lihat)….1 Esensi H2O bisa di dalam 3 wujud…

      sedemikian 1 ALLAH bisa di dalam keadaan 3 Pribadi…
      Esensi tidak sama dengan Pribadi…
      sama seperti 1 orang ada 3 unsur yaitu daging, roh dan jiwa…
      meski ada 3 unsur Parhobass tetapi Parhobass tetaplah 1 Orang…
      itulah pondasi singkat tentang Tritunggal…

      jika Anda doyan matematika maka penjelasannya sebagai berikut:
      perhatikan penggunaan satuan meter berikut:
      1 (meter) = 1 (meter) + 1 (meter) + 1 (meter) <– jelas ini salah
      yang benar adalah

      3 (meter) = 1 (meter) + 1 (meter) + 1 (meter) <– jelas ini benar

      inilah yang Anda gunakan untuk menghitung Trinitas…
      menjadi

      3 (ALLAH) = BAPA (ALLAH) + FIRMAN (ALLAH) + ROH KUDUS (ALLAH) <– jelas ini salah

      ini adalah Triteis..

      yang tepat adalah

      ALLAH = BAPA + Firman + Roh Kudus

      tidak bisa dijumlahkan karena satuannya tidak ada…
      sebab bukan Tritheis atau 3 Allah melainkan 1 Allah saja…

      Atas dasar apa Stephen mengatakan dan berlogika adalah sebuah kebenaran dan sekaligus tidak mengakui Tuhan? Apakah dirinya begitu langsung ada saja di muka bumi tanpa melalui proses kelahiran? Apakah manusia langsung ada di dunia ini? langsung ada tanpa campur tangan Tuhan adalah realities, begitu maksudmu? Ketika tidak mempercayai Tuhan sebenarnya logika mereka sudah hancur. Logika mana lagi yang menjadi permasalahan. Ketika spermatozoa masuk ke dalam rahim (liang senggama) untuk menujuh sel telur, apakah spermatozoa ini engkau pikir punya otak dan mata untuk berpikir dan melihat di dalam liang senggama? Apa engkau pikir system pembuahan ini tidak ada unsur campur tangan Tuhan? Kalau hanya bersandarkan logika dan realita, spermatozoa mana tahu menahu dengan sel telur. Ngerti?!!!. Apakah segerombolan Semut yang bekerja dengan segala kelemahannya mampu untuk membuat jembatan dengan tubuh temennya sebagai jalur ketika makanan yang di dapat harus di bawah kesarangnya. Apakah logika manusia mampu untuk menerangkan permasalahan ini? Dan apakah seekor ayam jantan ketika berkelahi selalu menerjang lawannya dengan tajinya, apakah seekor ayam jantan tahu bahwa dia punya taji? Dan ketika seekor anak penyu baru saja menetas, mereka berusaha untuk menujuh kelaut, apakah induknya yang mengajarkan hal yang demikian? Dan bagamiana pula dengan segerombolan lebah madu yang membuat sarangnya dengan ukuran antara satu lubang dengan lubang yang lainnya begitu persis sama? Apa kamu pikir dia punya otak untuk belajar matematika? Masih banyak lagi hal2 yang begitu lumrah engkau lihat tapi sangat luar biasa sekali dan itu semua atas Kehendak Allah.
      ada masalah pelik dari sekedar penjelasan begitu untuk dijelaskan kepada mereka yang mengagungkan logika…., yang saya harapkan dari Anda bukan disitu melainkan mengharapkan ANda untuk tidak menjadikan logika sebagai pondasi iman Anda, tetapi gunakanlah logikan untuk menjelaskan dan menjawab mengenai imanmu….

      bahayanya kalau mengikuti ajaran yang ini adalah maka pastinya Adam berada di bumi ini setelah 50000 tahun berikutnya, karena urusan langit dan bumi jika dilakukan manusia adalah 50000 tahun,……bicara masalah Adam amat sangat penuh dongeng jika bicara sama Islam…

      silahkan engkau ngaca dahulu!!!!, bukanlah alkitab namanya kalau di dalamnya tidak terdapat pembual, inkonsisten, cabul, revisi, dll. Yang turun itu kan malaikat, engkau saja yang mengatakan manusia, padahal ’kan Adam belum di ciptakan? Yang menuduh itu dongeng kan kamu?!!. Yang suka tuduh menuduh itu kan kaummu?!

      Filar-filar….
      kata Anda Adam diciptakan di sorga, dimana tanahnya dari bumi,
      tetapi pada masa tertentu Adam diturunkan dari surga ke bumi,
      nah dengan merujuk ayat urusan langit ke bumi jika dlakukan manusia maka dibutuhkan 50000 tahun, maka ADAM butuh 50000 tahun turun dari surga ke bumi…
      so bagaimana jawab Anda, saya katakan itu dongeng, karena nyatanya memang ADAM tidak menempuh sebegitu banyak tahun untuk sampai ke bumi, sebab ADAM tidak mencapai usia selama itu…
      inilah salah satu penjelasan yang memerlukan logika… jadi sebagai pengagung logika coba Anda jelaskan bagaimana perihal ini dapat dijelaskan…

      Sorga artinya Hadirat ALLAH ada di situ, jadi kalau sorga tidak penting bagi Islam artinya Hadirat ALLAH tidak penting… jadi itu amat sangat mengerikan bagi manusia seperti kita ini…

      Itu kan menurut kamus kamu, menurut kepercayaan kamu, kamu tidak bisa dengan seenak perutmu dan kehendakmu engkau terapkan dalam dunia islam. Kehidupan dengan segala bentuk ahklak mulia yang di ajarkan Rasulullah SAW dan menuruti segala perintah Tuhan adalah kebaikan yang melampaui syurga itu sendiri. dan Keridhaan Allah bersama kami, dan kami ridha kepada Allah, apa engkau kira sebanding dengan sebuah syurga? Keridhaan Allah kepada kami itulah yang kami harapkan, jadi ada atau tidak syurga, kami tak peduli. Apalah arti sebuah syurga kalau Tuhan tidak ridha. Ngerti?
      sudah dikatakan oleh lae Sihotang dan saya sejak awal, Islam itu sangat bertolak belakang dari Kristen, dan karena Kristen lebih dulu dari Islam, maka dapat dipastikan bahwa telah terjadi kesalahan fatal…
      Jika kamu katakan kebaikan melampaui sorga, itu amat sangat mengerikan bagi saya,… sebab mimpi utama IBLIS adalah ingin lebih tinggi dari TUHAN,… nah jika Anda ingin melampaui Hadirat TUHAN, yaitu sorga, maka ANda ingin menyaingi TUHAN,… itu mengerikan,…

      sorga itu bukan materi kawan….
      secara roh kita akan berada di Hadirat TUHAN, yaitu di Sorga, karena Adam sejak awal berontak atas ini maka itu sangat berhubungan dengan kerusakan moral manusia,… jadi hadirat TUHAN itu sangat perlu… kalau allah Anda mengajarkan yang lai dari itu maka dapat dipastikan itu amat sangat mengerikan….

      itu kan kepercayaan kamu, bukan kepercayaan kami. Di dalam islam orang yang mati akan di bangkitkan kembali setelah kiamat dan akan menerima apa yang dia perbuat selama hidup di dunia ini. Itu artinya keadan dirimu sekarang ini akan sama dengan keadaan dirimu di akhirat kelak. Punya mata, punya telinga, punya daging, punya darah, itu artinya engkau bukan roh. Engkau akan merasakan kebahagiaan di syurga atau kesengsaraan di neraka dengan tubuhmu sekarang ini, bukan rohmu.
      ada dua hal yang sedang kita bicarakan, akhirnya tidak ketemu…
      saya sedang mengatakan tentang kita yang masih hidup ini… nah jika kita menerima TUHAN maka kita merasakan HadiratNYA, nah meski kita masih di bumi yang penuh dosa ini, tetapi kita bisa merasakan damai sejahtera karena ada Sorga yang kita rasakan, dan Hadirat TUHAN inilah yang memampukan Paulus atau Petrus atau Kristen2 mati martir…
      baru setelah hari penghakiman, yaitu ketika YESUS datang di dalam KEMULIANNYA, maka yang telah mati akan dibangkitkan… begitu

      kalau Anda menjadi seorang umat ALLAH, maka sorga akan bersuka cita,… dan saya juga akan bersuka cita,… sangat berbeda dari Anda, itu karena memang ALLAH yang saya sembah dan saya salah satu umatNYA adalah perduli terhadap Anda….
      ALLAH Yang perduli adalah salah satu bukti dari KASIH…
      dan karena saya mengasihi Anda, maka saya perduli, tetapi karena TUHAN yang berkuasa maka saya memohon kepada DIA kiranya DIA berkenan….

      umat tidak sama dengan hamba. Di hadapan Tuhan kita adalah hamba bukan umat. Ngerti? Di hadapan para nabi kita adalah umat. Jadi peletakan sesuatu pada tempatnya sering kali kepercayaan kalian melakukan kesalahan yang fatal, bahkan kefatalan yang paling seram adalah mengangkat manusia menjadi tuhan. Jadi kesimpulan ku bahwa sebuah kata sering kali kalian tidak menggunakannya dengan tepat. Dan dalam prakteknya apa yang kalian yakini juga sama dengan cara kalian berkata. Salah dan Hancur!!!
      Sesungguhnya aku tidak mengharapkan apapun dari dialog ini, selain dari pada memperjelas apa yang salah padamu dan menukarnya pada sebuah kebenaran. sehingga pada akhirnya engkau mengerti dengan sebuah hakekat hidup.
      Bahkan oleh karena Kasih Anugerah Kristus kita telah diangkat menjadi anak-anak ALLAH…. anak-anak ALLAH ini disebut juga umat ALLAH,.. disebut UMAT karena memang dipilih dan dipercayakan…
      kalau ANda sebagai hamba, ya tidak apa2, yang pasti anak kandung lebih berharga dari hamba…(terlepas dari term apa yang Anda gunakan, sebab dalam term pelayanan Hamba TUHAN artinya adalah orang-orang yang bekerja memberitakan INJIL KRISTUS)…

      sepertinya Anda sedang berdusta dalam hal ini….pernyataan pertama dan kedua itu saling bertentangan….
      Anda mengatakan tidak mengharapkan apapun, tetapi sekaligus berkata mengharapkan penjelasan tentang hakekat hidup…
      itu tidak jelas kawan…

      lihat kalimat aku kembali apakah aku mengharapkan penjelasan? Menjelaskan atau memperjelas tidak sama dengan mengharapkan penjelasan.
      koq terbalik2 lagi bahasanya kawan….
      saya sedang tidak mengatakan Anda mengharapkan atau bla bla bla lainnya,… tetapi Anda berkata bahwa Anda tidak mengharapkan apa2 dari dialog ini,… tetapi diakhir kata2 berikutnya Anda mengatakan saya hanya menginginkan ini dan itu…. cek di atas sekali lagi…. itu inkonsisten kawan….

      nyatanya agama saya bukan karangan Paulus, dengan ini dapat saya pastikan pengetahuan atau bisa jadi iman Anda yabng mengatakan bahwa agama Kristen dibuat oleh Paulus adalah salah dan pasti diajarkan oleh Pendusta, Iblis….

      ternyata anda tidak tahu persis sejarah agama anda sendiri, dan ini memang gawat. Baik aku pegang kata2mu itu bahwa agama Kristen bukan karangan paulus si pendusta yang bodoh itu. Dan ingat jangan sekali2 engkau mungkir dengan apa yang barusan engkau katakan itu. Lalu Kristen itu karangan siapa? (engkau harus menjawab permasalahan ini dengan detai kalau tidak engkau akan aku katakan hanya seorang pecundang)
      semoga dengan penjelasan berikut ini Anda bisa menolak informasi dari si Pendusta yang mengatakan Kristen adalah karangan Paulus:…

      Sebelum Paulus disebut Rasul maka murid2 YESUS yang 12 (note ada 1 penggati Yudas Iskariot) sudah memberitakan tentang INJIL Kristus di Yerusalem…, sesama mereka menyebut diri mereka Pengikut TUHAN, atau Penganut Jalan Lurus, atau UMAT ALLAH, d.l.l,… tetapi karena ada tekanan yang sangat berat dari pemimpin2 Yahudi yang kala itu dekat dengan penguasa Romawi maka pengikut-pengikut ini akhirnya “melarikan diri” ke Anthiokia,.. Pusat pelayanan diletakkan di Anthiokia, letaknya kira2 di Suriah Utara sekarang… Disinilah mereka mempraktekkan kehidupan2 yang diajarkan YESUS selama YESUS masih mengajar mereka… dan karena praktek, atau cara hidup inilah mereka dihina oleh penguasa sebagai Kristen…yang artinya Pengikut Kristus…
      Cara hidup ala Kristus itu sangat kentara jika dibandingkan dengan orang2 yang tidak mengenal Kristus, dan karena kentara mereka dihina dengan kata Kristen… jadi itulah awalnya ada kata Kristen sekaligus awal dari sebutan Agama Kristen…dan itu bukan karangan Paulus, melaikan kata hinaan dari penguasa2 Romawi yang tidak mengenal dan tidak mau mengenal cara hidup yang diajarkan oleh YESUS, cara hidup yang waktu itu disebut sebagai Jalan Lurus…
      oleh karena itulah secara hakekatnya Kristen itu adalah cara hidup yang lurus, bukan agama tetapi hubungan pribadi dengan TUHAN…
      Nah karena lama kelamaan jemaat-jemaat yang dihina ini sebagai Kristen bertambah banyak, maka TUHAN mengutus Rasul-rasul untuk membimbing dan menyuruh menuliskan surat2 penggembalaan, nah pada saat itulah TUHAN menggunakan Paulus,… untuk menulis surat2 penghiburan dan surat2 penggembalaan kepada Jemaat2 yang rata2 di bantai secara mengerikan…
      nah peristiwa penusukan pendeta HKBP oleh oknum tertentu di Bekasi Ciketing pada tahun lalu itu, itu sedikit menggambarkan bagaimana penolakan Kristen pada masa awalnya,… dan penusukan Pendeta HKBP itu jika dibandingkan dengan waktu awal kekristenan maka bisa dikalikan kira2 100 sebab rata2 Kristen awal jika ditangkap akan dibakar, disalib, digergaji, di cincang untuk menjadi makanan binatang buas…

      nah ada orang yang rela mati itu persis seperti YESUS yang rela mati di salib…

      cara kerelaan inilah salah satu contoh bagaimana Jalan Lurus ala YESUS telah dilakukan oleh pengikut-pengikutNYA jauh sebelum Paulus menjadi salah satu pengikut YESUS, sebab nyatanya Paulus adalah salah satu eksekutor dari kemartiran Stefanus…seorang Pengikut Kristus yang pertama kali mati martir di Yerusalem….

      tetapi bagaimana Anda menjadi Umat ALLAH jika saksi-saksiNYA, pemberita-pemberitaNYA (yang ada di agama Kristen) Anda tolak?….
      kalau ingin aku berkata kristen hanyalah sebuah bentuk kepercayaan yang di buat oleh manusia yang bingung. Di dalam kristen tidak ada jantung kehidupunnya. dan kepercayaannya tidak ada yang bisa di jadikan pegangan hidup. Kitabnya hancur, sumber hukumya kacau, pengikutnya munafik.
      dari sekian perbincangan kita di sini nyata bagi saya ternyata iman Anda yang tidak jelas, amburadul dan inkonsisten….
      berkacalah sekali lagi….

      nyatanya Paulus menghidupkan orang dengan menyebut YESUS,… banyak orang sembuh dengan memanggil Nama YESUS…. sebab IA adalah ALLAH Yang Perduli, bukan allah yang diam.

      kalau engkau sakit, kemana engkau berobat, lalu untuk apa orang2 kristen mendirikan rumah sakit kalau memang ayatnya ada dalam alkitab untuk menyembuhkan orang sakit? Dan buktikan bahwa tuhanmu itu peduli padamu, dan coba engkau buktikan juga bahwa tuhanmu itu mampu menyembuhkan orang sakit!!!

      ada penyakit jasmaniah yang bisa disembuhkan secara medis, karena memang orang2 medis juga diberkati TUHAN ya toh…
      tetapi ada juga penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh orang2 medis, dan apa yang tidak bisa disembuhkan oleh orang medis cobalah minta pertolongan TUHAN… jika maksud TUHAN terlaksana maka ANda pasti disembuhkan… kan gitu toh…

      Dan satu lagi di dalam alkitabmu ada yang menceritakan bahwa orang yang minum racun akan selamat dengan percaya dengan kristus, tolong engkau minum racun ular sanca itu, aku ingin bukti yang nyata, kalau memang kalian termasuk orang2 yang benar!!!. Tolong engkau buat videonya menangkap ular sanca atau kobra dan mengeluarkan racun dari mulutnya dengan cara meletakan atau menyangkutkan taringnya ke bibir gelas, racun yang keluar langsung engkau minum? Jangan coba2 engkau mengedit video tersebut, sebab akan ketahuaan sebab aku sangat profesioanal dalam editing video. Jangan asal ngomong saja seharusnya kalau engkau pintar dan berakal mampu berfikir dengan objektif. Ayo engkau minum tu racun ular, bukankah engkau percaya sama kristus, engkau tunggu apa lagi? Dan tolong video itu engkau postingkan di komen mendatang. Kalu tidak engkau hanya seorang pembual besar. Sama seperti paulusmu yang juga pembual tapi bodoh bin dungu
      Ada juga tertulis: “Jangan engkau mencobai TUHAN”
      artinya sudah tau racun tapi karena TUHAN maha Kuasa maka kita bisa seenaknya pantenteng patenteng minum racun untuk membuktikan bahwa TUHAN maha KUASA,… itu cara kerja dukun dan ahli2 silat, dan itu banyak kyai yang saya temui di Jawa Timur yang seperti itu, kebal api, kebal pisau d.l.l,.. itu cengeng bagi Kristen…

      Minum racun berbisa yang dimaksud di Alkitab itu adalah racun berbisa dari si Pendusta atau Iblis,… contohnya Anda di sini telah menyemburkan racun2 berbisa tentang ALKITAB, tentang PAULUS tentang YESUS, tentang TUHAN… nah apapun yang engkau semburkan itu maka itu dapat disangkal dan dapat diteliti bahwa memang itu hanya semburan berbisa yang membinasakan,… salah satu bukti saya bisa mengenalnya adalah bahwa Anda sangat penuh inkonsistensi… contohnya Dogma Anugerah Anda anggap sepaket dengan Dogma Timbangan….

      logika Anda hancur,…
      dengan logika yang sama bisa ngga saya katakan, untuk apa allah Anda menciptakan babi kalau tidak bisa dimakan?….atau untuk apa allah Anda membuat kulit khatan pria kalau ternyata harus disunat…
      aneh kamu ini….

      Binatang2 yang di haramkan oleh Allah adalah untuk menguji saja. Tidak lebih dari itu. Orang2 yang beriman dan yang mengaku beriman harus di uji dahulu, ujiannya juga sesuai dengan kadar keimanannya. Bukan babi saja yang haram anjing juga haram, semua bintang yang berkuku cakar dan bertaring juga tidak boleh makan, Mengapa Babi haram? Logika mengatakan bahwa di dalam daging babi merupakan 70 sumber penyakit selain dari pada cacaing pita dan agama melarangnya untuk di konsumsi.

      Mengenai kulit khatan yang ada pada penis lelaki adalah, di balik ‘sarung’ tersebut banyak terdapat bakteri yang mana sangat berbahaya kalau tidak di potong, sehingga apa bila melakukan hubungan intim kotoran tersebit akan pindah pada kelamin perempaun dan hidup di dalam rahim, dan ini sangat berbahaya, itulah sebabnya harus di kerat atau di sunat. Kenapa di ciptakan oleh Allah dalam keadaan berlebih sebab agar manusia tahu dengan kebersihan diri dan juga sebagai pelindung (helm) awal dari kemungkinan2 kerusakan selagi masih kanak2. Itulah sebabnya setelah di khitan diganti pelindungnya dengan celana dalam alias kolor.
      coba perhatikan logika penyelesaian Anda di atas,…
      pondasi diskusi ini bukan terletak di situ…
      melainkan bahwa jika TUHAN memberi kelamin lalu kenapa Pastur/Suster harus tidak kawin… dengan logika yang sama saya tanya kepada Anda jika TUHAN menciptakan Babi dan Khatan lalu kenapa harus tidak boleh dimakan dan kenapa harus disunat…

      coba dicek dan dijawab sekali lagi…

      kalau Anda katakan babi sumber penyakit dan khatan penuh bakteri, lalu kenapa TUHAN harus menciptakan sesuatu yang ada bakteri dan penyakitnya? piye toh kang,… logikamu hancur saya bilang….


      apa yang dikatakan TUHAN HALAL maka itu HALAL,….

      Yang menuruti perintah Tuhan itu hanya yang benar2 Umat Islam, tidak yang lain. Perkataanmu seperti mengejek alkitabmu sendiri!!! Alkitabmu cetakan tahun 1970 mengatakan bahwa babi haram, mengapa engkau memakannya? Dan sekarang alkitabmu sudah berubah di situ di tulis babi hutan, hahahaha di kemudian hari mungkin babinya yang hilang dan hutannya yang tinggal!!!menyedihkan betul kitabmu itu. Konsisitenkah kitabmu itu?
      di Alkitab dikatakan seafood haram, tetapi allah Anda telah menghalalkan seafood… aneh itu kawan….

      saya katakan apa yang dikatakan TUHAN HALAL maka itu HALAL itu bukan perkara hukum mekanis bahwa sesuatu itu mutlak halal atau sesuatu itu mutlak haram kawan…
      sebab jika oleh makanan nasipun bisa halal jika hati nurani kita tidak tulus memakannya…

      jadi oleh NURANI semua HALAL, dan jika nuranimu lemah, maka jangan coba2 melawan, itu maksudnya…
      sebab dengan nuranilah moral bisa terlihat dan bercahaya…
      contohnya
      meski Anda tidak makan babi tetapi cara Anda berdialog dan berdiskusi itu jauh dari cara orang yang rendah hati…
      jadi apa faedahnya bagi Anda untuk tidak makan babi? tidak ada bukan?

      karena HUKUM hati nurani lebih tinggi dari hukum apapun…apa gunannya kamu tidak makan babi, kalau ternyata hati nuranimu kayak babi? itu maknanya, OK, jadi selamilah dengan dalam…

      bagus kalau engkau mengatakan hati nuraniku seperti babi. Engkau mengatakan bahwa hukum hati nurani adalah hukum tertinggi, kalau engkau seorang hakim apakah engkau akan menanyakan pada hati nuranimu untuk menghukum seseorang yang hatinya terbuat dari hati babi? Dan apakah hukum hati nuranimu sesuai dengan alkitabmu? Kalu memang hukum hati nuranimu lebih tinggi dari alkitabmu, untuk apa lagi hukum2 yang ada di dalam alkitabmu itu toh alkitab mengatakan bahwa babi haram, hati nuranimu karena lebih tinggi engkau mengatakan halal. Sementara Tuhan mengakatakan halal hati nuranimu mengatakan haram, kalau begitu kedudukan hati nuranimu lebih tinggi dari Tuhan. Hebat betul perkataanmu itu. Baru sekarang aku menemukan kristenir ‘secerdas’ engkau.
      kalimat di atas adalah sebuah kalimat perumpamaan, jangan terlalu cengeng gitulah kawan….
      kalimat itu saya ulang sekali lagi: apa gunanya kamu tidak makan babi kalau ternyata kelakuanmu kayak babi…
      itu tidak menohok ke kamu saja Filar, tetapi juga kepada semua orang, contohnya AA Gym, di ceramah2nya dia konsern kepada keharmonisan rumah tangga, tetapi nyatanya rumah tangga dia berantakan juga,.. nah itulah salah satu contohnya….

      Hukum hati nurani itu adalah hukum kasih…
      contoh aplikasinya:
      Jika anda memberitakan Injil ke daerah pemakan babi, maka Anda tidak akan serta merta berkata kepada mereka: “hey kamu manusia jahat, sudah jahat makan babi pula, tidakkah kamu tahu babi itu haram?”…
      nah secara sosial kamu pasti dibunuh secara sia-sia dan maksud pemberitaan Injil tidak akan sampai…

      Nah jika sudah tahu contohnya babi itu haram, lalu dia ragu-ragu untuk makan, tetapi setelah lama2 dia makan juga, maka itu dikatakan sebagai hati nurani yang lemah, itu sama dengan menghina ROH ALLAH

      jadi ikuti kata hatimu, dimana di dalam hatimu ada ROH ALLAH yang membimbing, itu jauh lebih mendasar daripada sekedar mengikuti hukum2 mekanis ala Anda…

      contoh lain:
      dikatakan islam adalah agama damai,…
      tetapi coba Anda perhatikan spanduk2 anti HKBP di Cinere, Depok, kata2nya tidak mencerminlkan seorang yang memeluk agama damai,.. nah itu jelas berntentangan dengan hati nurani, itu lemah…

      jelas bertentangan, sebab beberapa ajaran dusta telah Anda percayai, salah satunya dengan mengatakan bahwa Kristen adalah ciptaan Paulus…

      Pendiri Kristen yang sesungguhnya adalah paulusmu itu dengan segala kebodohan yang ada padanya, jadi kalau pengikutnya juga tidak mampu berpikir, itu juga wajar2 saja. Kalau menurutmu aku berdusta dalam hal ini, tolong engkau bantah konsili2 yang terjadi di awal2 Kristen mulai berdiri itu, jangan seenak perutmu menuduh orang berdusta, aku punya buku dan segudang pengetahuan tentang masalah ini. Ngerti!?. Kalau engkau orang pintar tolong engkau bantah buku2 yang ada di pasaran itu dengan menulis dan mengcounternya dengan disertai bukti bahwa paulus adalah bukan pendiri Kristen, dia hanyalah seorang rasul.
      buku 100 tokoh terkenal sangat awet di Indonesia karena ada Muhammad sebagai tokoh nomor 1 di sana, coba dibuat nomor 3 atau nomor 2 maka pasti buku dan penulisnya sudah dijatuhi vonis mati… tetapi itu berbeda dengan umat ALLAH,… nyatanya siapa Paulus itu sudah terlalu banyak buku yang ditulis untuk menjelaskan kedudukan Paulus di dalam Kristen, Anda coba cari di Gramedia, judulnya Paulus, karangan Charless Swindoll, kalau Anda baca semoga bisa membantu….

      kalau Anda tidak perduli dengan agama saya, buat apa Anda bercapek2 berkunjung ke blog ini, ya toh…. mas Filar, belajarlah merendahkan diri.. itu menguntungkan…

      saya tidak capek ke blogmu ini, seperti yang saya sampaikan bahwa saya memang tidak peduli dengan dirimu, tapi tulisanmu di blog ini menarik perhatianku, itu saja. Kamu mau Islam kek, mau Kristen kek, mau Budha kek siapa yang peduli. Aku bukan sombong atau sejenisnya, memang sifatku seperti itu, aku tidak peduli dengan agama seseorang. Yang aku cermati adalah omongannya, tulisannya, itu saja tidak ada yang lain. Apakah ada niatku untuk mengajakmu ke dalam dunia islam? Tidak ada terniat sama sekali. Bahkan aku lebih suka melihatmu seperti sekarang ini, makan babi, minum alcohol hahahaha. Dan selalu di dalam kesesatan demi kesesatan. Aku tidak tertarik dengan dirimu masuk ke dalam islam. Beragamalah kamu dengan sesuai dengan ajaran agamamu, tidak perlu engkau mengajak orang lain yang sudah beragama untuk masuk dalam agamamu.
      Kenapa Anda tidak capek? karena ada kedamaian di blog ini ya toh hehehe… kenapa damai? karena adminnya dan teman2nya (terutama lae Sihotang) adalah perduli kepada siapapun yang menanyakan kekristenan… jadi kalau Anda katakan tidak perduli berarti seharusnya Anda tidak perlu menginformasikan hal2 yang Anda anggap salah dan perlu dibenarkan ya toh….

      sekali lagi bicara agama dengan Umat ALLAH itu tidak efektiv, tetapi bicaralah dalam konteks Hubungan dengan ALLAH,… sehingga jika ada masalah, salah satunya adalah jika Istri tidak mengindahkan apa yang kita serukan, maka KASIH Kristus berbicara di dalam Hikmat yang IA anugerahkan kepada kita,… pondasi Kasih akan melandasi bahwa perceraian adalah bukan salah satu pilihan… artinya sehebat apapun masalah pasti ada penyelesaian…bedakan dengan legalisasi cerai oleh allah Anda…. itu aneh.

      kalau itu pendapatmu harga dirimu akan runtuh, mengerti? Ok sekarang aku beri contoh, bagaimana kalau istrimu selingkuh dan ternyata tertangkap basah, apakah engkau tetap akan ‘memakainya’? Kalau engkau memakainya di mana letak harga dirimu sebagai seorang lelaki sejati?
      Istri yang berlandaskan Kristus tentu tidak akan selingkuh, jadi kondisi yang Anda sebut terlalu berlebihan….

      tetapi diatas apapun masalah yang terjadi sudah saya jelaskan,..
      pondasi utama adalah KASIH KRISTUS… dimana salah satu pointnya adalah PERCERAIAN sangat di larang dan tidak boleh, sebab jika CERAI dan KAWIN lagi maka itu sama dengan ZINAH sama dengan PENYEMBAHAN BERHALA…. oleh karena itu pecahkanlah masalah dengan landasan itu…

      jadi kalau sampai ada pernikahan dan pernceraian di luar ISTRI YANG PERTAMA, itu sama dengan ZINAH dan disamakan dengan Penyembahan BERHALA…itulah Jalan LURUS yang dipraktekkan oleh pengikut2 Kristus…

      • @Par

        pertanyaan lalu balik ke awal, apakah perkataan allahmu itu sejad dengan allahmu?….
        dogma kun faya kun akan selalu bertentangan bahwa ternyata allamu butuh jibril dan buruh seorang nabi untuk melanjutkan maksud allahmu di bumi….

        itu artinya engkau sudah pintar dan mengakui apa yang aku akui. Tapi tunggu dulu. Kalau Al Quran itu langsung diturunkan ataupun di ciptakan berupa seonggok buku (kitab) dan di letak di rumah Muhammad, bagaimana pula cara menerangkannya pd umatnya?. Segala sesuatu itu harus ada prosedur yang mampu di tangkap oleh otak manusia, itu sebabnya lamanya turun wahyu itu cukup lama sekita 23 tahun, pelajaran yang ada padanya di ajarkan secara berangsur2. Logika seperti ini juga mencangkup ke dalam segi kehidupan. Dari kecil ke besar. Dari jahat berangsur2 menjadi baik. Dari bodoh berangsur2 menjadi pintar dan berakal. Dst. Tidak ada di dunia ini manusia lahir langsung menjadi dewasa.
        Tidak ada Jibril sebenarnya Al Quran bisa saja di turunkan melalui caraNya yaitu bisa dengan ‘mematri’ Al Quran itu ke dalam hati Muhammad atau sesuka Dialah, akan tetapi suatu proses lebih Allah kedepankan untuk ukuran dunia ini, yang tidak ada proses itu hanya ada di syurga bro. Allah menciptkan sesuatunya secara instan di syurga, mau makan langsung ada, mau bini langsung ada, mau terbang langsung bisa, terserah maumu apa di syurga itu. Apabila tidak ada proses itu sangat berlawanan dunia yang fanah ini.

        Allah bisa saja menciptakan umat yang satu dalam iman yang satu dan seluruh manusia hanya beribadah dan menyembahNya. Jadi mengapa kita berbangsa2 itulah yang namanya proses. Jadi di dalam penciptaan dengan perkataan itu (Kun Fa Yakun) untuk ukuran dunia adalah sebuah proses, dengan begitu apa yang diciptakan oleh Allah bisa di pelajari. Tujuan kita untuk belajar sebenarnya adalah untuk mengetahui keberadaan DIRINYA. Dan itu adalah sebuah proses. Engkau belajar kitab di rumah dan ingin mencari tahu apa sesungguhnya agama itu, itu juga proses. Nah proses- seperti inilah yang di maksudkan untuk ukuran dunia.

        Engkau haus engkau butuh air untuk menghilangkan dahaga, setelah sampai di perut, airmu itu diserap oleh tubuh maka, rasa haus di tenggorokanmu menjadi hilang, masuknya air kedalam tubuh dan menghilangkan rasa hausmu itu, itu juga proses. Jangan engkau katakan bahwa Tuhanmu tidak mampu menghilangkan rasa hausmu tanpa minum air. Dia mampu menghilangkan rasa hausmu buat selama-lamanya tanpa engkau minum setetespun.

        Kalaupun engkau tetap keras kepala dan ingin sesutu yang instan, di dunia ini juga ada, bukankah air mani yang ada di dalam kontong spectrum zakarmu itu Allah yang membuat, apa engkau pikir bapak nenenk moyangmu yang membuatnya, apa engkau pikir Allah datang ke rumahmu dan membuat ‘adonan’ dan memasukan air mani itu ke dalam kantong menyanmu? Bukankah Allah berfirman di langit, tahu-tahu kantong menyanmu sudah penuh dengan air mani?. Seharusnya masalah seperti ini tidak perlu aku menerangkan sedetail begini, tapi karena engkau begitu lugunya dan dangkalnya ya…itung2 pahala juga hehehe.

        sudah kukatan kepadamu kawan, dimanapun Alkitab kamu selidiki selalu ditekankan akan KEESAAN ALLAH,… nah yang saya tanyakan kepadamu sebagai yang mengaku seperti itu adalah kenapa TUHAN selalu mengumandangkan bahwa IA adalah ESA adanya….

        kalau begitu mengapa engkau tidak curiga dengan Alkitabmu itu, orang maling tentu akan teriak maling. Kalau memang tuhanmu itu esa, tidak perlu toh memaksakan diri bukan? Engkau begitu getol teriak tentang keesaan Tuhan, sedangkan di dalam alkitabmu ada kepercayaan tentang trinitas, aku menjadi curiga dengan dirimu ini, jangan2 engkau ini pengikut Kristen Advent atau Protestan. Kalau engkau seorang Khatolik (umum) tentunya engkau mati-matian membelah trinitas bukan teriak2 tentang keesaan Tuhan.

        Tritunggal adalah suatu dogma yang diambil dari penelahaan ALKITAB,…dilakukan oleh orang2 terpelajar dari bidang Thelogia dari Alexandria Mesir sekitar abad pertama kekristenanm lalu diterima pada abad 3 M….

        Berarti engkau tidak tahu persis agamamu sendiri. Pada abad ke 3 inilah keributan terjadi, kalau di terimah untuk apa konsili2 syirik tersebut di adakan. Apakah aku harus menjadi gurumu dan mengajarkan padamu tentang agamamu!. Bagiku untuk mengajarkan dogma2 khayal agamamu seperti mengajarkan anak sd berhitung, tidak lebih dari itu, mudah dan mudah

        sesuai kata yang membentuknya
        tri = 3
        tunggal = 1, esa,
        jadi secara sederhana diartikan 3 (Pribadi) tetapi Satu Esensi…

        Kalau semudah itu yang engkau katakan mengapa seluruh cardinal dan pendeta mu kesusahan untuk menjelaskannya kepada jamaat. Kenapa sampai sekarang masih ribut dan tidak ada jalan keluarnya.

        Satu yang perlu engkau ketahui bahwa penjelasan yang logis untuk keruwetan kepercayaanmu ini memang tidak ada di planet ini.

        justru ayat2 pendukung itu yang menekankan bahwa ternyata ALLAH YANG ESA itu ada 3 Pribadi…

        Esa itu bukan tiga bro, esa itu tunggal. Tadi engkau sendiri mengatakan bahwa tri=3…..ampun

        lahirnya dogma TRITUNGGAL itu atas dasar ALKITAB,…
        dimana ALKITAB menekankan TUHAN ADALAH ESA
        tetapi ALKITAB juga menjelaskan bahwa TUHAN ada 3 PRIBADI Yang Independen…

        wadawww…tritunggal dasarnya alkitab, alkitab menekankan tuhan esa lalu alkitab berkata tuhan ada 3 pribadi, hahahah

        Jelas betul kepercayaanmu akal-akalan orang bodoh dan engkau dengan senang hati memilih kebodohan. Syukurlah kalau begitu, aku suka engkau tetap bodoh dan yang lebih para tidak pandai berhitung. Anak sd saja tahu kalau 1+1+1=3 dan engkau mengatakan 1+1+1=1 hahahahahah

        Aku tahu engkau sarjana, seorang pendidikan, ilmu yang engkau dapati di perguruan tinggi telah mengubah akalmu dari bodoh menjadi pinter. Tapi untuk urusan agama, engkau memang di bawah anak sd.

        yang saya katakan Paulus tidak mengajarkan dogma Tritunggal, sebab dogma Tritunggal baru dicetuskan beberapa tahuan setelah PAULUS mati martir di ROma,… dogma Tritunggal dicetuskan melalui pendalaman-pendalaman ALKITAB yang akurat….

        sumbernya dari tulisan2 atau surat2 kiriman paulus itu, kalau tidak ada dasarnya dari surat tersebut untuk apa di adakan konsili2, logikanyakan begitu. Memangnya mereka mengadakan rapat untuk apa? Nah itu artinya pendirinya adalah Paulus, sedangkan orang2 sesudah paulus tidak ada artinya bagiku.

        Saya tidak mengatakan/megira Anda bodoh,..tetapi saya katakan Anda tinggi hati dan tidak mau merendahkan diri….

        Kalau engkau cermati kalimatku demi kalimat tidak ada kesombongan di sanah apa lagi tinggi hati, engkau hanya salah persepsi saja

        Mayoritas penguasa gereja setelah kematian bapa-bapa gerewa awal adalah kaum Arianis yang umumnya tidak mempercayai keilahian YESUS, dan oleh karena itulah Anathasius berjuang sendirian sampai dikucilkan berapa kali oleh karena pengajarannya, yaitu TRITUNGGAL.. baru setelah konsili Nicealah dogma Tritunggal itu diterima…sampai2 saudara muslim menduga bahwa Yesus baru disebut/diangkat jadi TUHAN pada Konsili Nicea…

        logikanya begini kalau dari awal bahwa yesus itu tuhan, tidak perlu di adakan konsili2 itu dengan rapat darurat segala macam, misal kalau yang namanya pisang tetap orang akan tahu bahwa buah pisang rasanya enak, tidak perlu manusia membuat sebuah rapat untuk mengatakan bahwa pisang buahnya rasanya enak.

        Timbulnya konsili2 tersebut bukankah untuk membahas permasalahan yang rumit ini yang di usung oleh paulus di dalam alkitab tersebut

        Jadi kata dan dogma Tritunggal itu tidak diajarkan oleh Paulus, tetapi diawali oleh bapa-bapa gereja jauh setelah Paulus mati martir di Roma…

        jabaranmu ini sudah melawan apa yang ada di dalam alkitabmu, kalau engkau beriman padanya, engkau akan tetap mempertahankan image kamu itu dengan segala konsekwensinya. Hanya engkau satu2nya pemeluk Kristen yang bersikeras mengatakan bahwa tuhan kamu itu esa. Padahal hanya dunia islam yang mengatakan bahwa Tiada Tuhan Selain Allah (Tauhid), dan sekarang engkau mencoba melawan arus. Aneh…

        Point utama dari pembelaan Anathasius adalah dengan menggunakan Yohanes 1:1, sebab memang YESUS sebelum menjadi manusia adalah Firman ALLAH, dan Firman ALLAH adalah ALLAH itu sendiri…

        tidak ada singkronisasi yang aku temui dalam kalimatmu itu, tadi engkau mengatakan bahwa tritunggal itu muncul dari perbuatan bapa2mu yang cerdas itu, sekarang engkau berpatokan dengan Anathasius dalam kitabmu itu. Secara tidak langsung engkau mengakui bahwa isi kitabmu itu karangan paulus. Payah kamu ini….

        Apa maksudmu mengatakan sebelum yesus menjadi manusia? Memang yesusmu itu hantu? Logika apa ini??? Firman allah adalah allah sendiri, kacau betul kamu ini. Aku tidak melihat sebuah kecerdasan kamu ini berfikir, bahkan engkau tidak mampu menjabarkan secara terperinci apa itu firman dan apa itu Allah, bahkan engkau menggabungkan menjadi satu.

        Konsili itu secara sederhana adalah cara untuk memecahkan masalah secara damai, secara kasih, tukar pikiran,… jauh dari konflik dan penebasa leher ala kafilah2 Arab… meski pada prakteknya ada juga kekerasan2, yang dapat diterima sebagai nubuatan dari ALKITAB yang mengatakan bahwa iblis akan ada yang menyusub dan menyamar sebagai malaikat terang…nah jika Anda masih berkeras mengatakan bahwa konsep Kristen itu adalah karangan Paulus maka dapat dipastikan berita itu pasti datang dari Iblis Sang Pendusta….

        tadi engkau mengatakan bahwa Anathasius menggunakan dalil2 dalam alkitab, sedangkan alkitabmu itu sebagian dari isinya adalah karangan paulus. Dan rapat2 itu adalah membahas surat2 atau ayat2 buatan paulus dan sekarang engkau mengatakan bahwa konsep kristen bukan dari paulus, lalu dari siapa lagi bro

        perkara yang mendasari itu adalah karena adanya aturan dari gereja Katolik bahwa ALKITAB hanya boleh dibaca/diterjemahkan/ditafsir oleh para petinggi2 gereja… padahal mereka nyatanya jarang juga membaca Kitab SUCI, Anathasius sudah cukup membuktikan itu….Tujuan Reformasi Gereja oleh Tyndale adalah itu, yaitu supaya Alkitab dapat dimengerti dan dapat dibaca oleh semua orang, maka ia menerjemahkan ALKITAB, meski oleh upayanya itu ia mati martir…tetapi hasil kerja Tyndale itu telah menjadi pondasi kuat, dan telah membantu Anda membaca dan mengerti ALKITAB tanpa harus menguasai bahasa2 domain ALKITAB yaitu Ibrani, Yunani, Aram, dan Latin…

        <strong. Sejujurnya saya katakan saya tidak tertarik dengan ajaran yang di dalamnya penuh dengan kedustaan dan kebodohan dan menyamaratakan antara Tuhan Semesta Alam dengan manusia.

        nyatanya ISA tidak sama dengan YESUS…
        sebab meski ISA gelarnya AL MASIH atau Kristus atau Mesias, nyatanya beliau tidak mati untuk menebus dosa manusia, dan lagi ISA tidak Esa dengan ALLAH, jadi ISA tidak sama dengan YESUS…..

        bagus ternyata engkau juga mengakui bahwa bukan Isa yang di salib, kuucapkan selamat datang di dunia yang penuh keberkahan. Tinggal selangkah lagi, ku lihat engkau sudah ada kemajuan:
        1. Engkau sudah mengakui bahwa Tuhan itu Esa
        2. Engkau juga menolak bahwa bukan Nabi Isa As yang di salib
        3. Tinggal lagi sekarang engkau mengucapkan dua kalimat Syahadat.

        jika ANda bersekukuh mengatakan bahwa ISA sama dengan YESUS maka Anda harus siap dipermalukan oleh sejarah, sebab ternyata sejarah telah mencatat bahwa YESUS ternyata mati disalib…

        bagus… semakin mantap pendapatmu itu, aku mulai senang padamu, engkau sekarang sudah tambah pintar. Yesus yang di maksud dan di salib di tiang terkutuk itu memang bukan Nabi Isa wahai calon saudaraku, dia adalah Yudas Iskariot, tukang khianat.

        Filar, nyatanya masalahnya bukan hanya di sana
        dari Adam sampai Abraham sampai Ishak/Ismael, sudah terjadi keterpisahan yang menjadi jurang yang sangat dalam antara allahnya Islam dengan ALLAH YANG MAHA KUASA….
        Kristen dan Yahudi mencatat ISHAK yang dikurbankan, sedang Islam berkata Ismael,… nah lho…?, jadi intinya sudah ada sejarah yang kacau balau di sini….

        tidak susah untuk menjelaskan hal ini padamu, mana lebih tua Ismael dengan Ishak? Itu saja kuncinya

        sekali lagi rendahkan hatimu kawan….
        maksud saya dari contoh di atas adalah sebagai pembanding bahwa kata Bapa dan kata Anak tidak bisa diterjemahkan atau diartikan secara mentah sama seperti jika kita menemukan kata Kami di AQ,.. itu butuh penjelasan lebih lanjut,..Mengerti tidak yah?….

        Kalau hanya istilah, untuk apa ribut? Kan begitu logikanya dan logika juga yang mengatakan bahwa konsili2 itu sebenarnya memang membahas permasalahan itu

        jika ada masalah dogma2 yang Anda sebut berusia 14 abad, maka Anda juga harus bisa berkaca pada diri Anda, bahwa sunni dan syiah juga telah terpisah dan tidak terdamaikan selama-lamanya.. bandingkan dengan masalah TRINITAS yang umumnya diterima oleh mereka yang mau mendalami ALKITAB…

        Permasalahan antara Sunni dan Syiah hanya mengenai imam saja sedang oknum Tuhan tidak ada masalah, mereka Syiah mengakui bahwa Tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

        Jika orang tua Anda tidak baik, Anda bisa baik bukan? atau sebaliknya jika orang tua Anda baik, Anda bisa tidak baik bukan?…
        maka semua variable ini jangan sampai Anda lewatkan…
        sekali lagi kita bukan mesin logika, dan karena kita bukan mesin logika maka hukum nurani, hukum kasih sayang lebih mendasar daripada hukum syarat2 agama…itulah yang diajarkan YESUS KRISTUS.

        kita memang bukan mesin logika, tapi logikanya ada pada otakmu

        saya katakan Anda masih mengira Tritunggal itu adalah Triteis masih saja Anda menolak…

        aku memang menolaknya dari dulu2

        3 yang ada di benakmu adalah berupa esensi…
        nah jika memang itu berupa esensi maka memang tidak akan pernah 3 (esensi) sama dengan 1 (esensi).

        tidak perlu engkau mencari2 logika, semua orang tahu bahkan kristenir juga tahu, bahwa apa itu trinitas sesuai dengan angka tersebut

        tetapi sudah saya contohkan H2O,
        bahwa meski esensinya adalah H2O tetapi ternyata H2O dalam waktu yang bersamaan bisa di dalam keadaan Air, Uap dan Es (coba kamu ambil sebatang ES lalu tuang ke piring, maka fenomena ini akan Anda lihat)….1 Esensi H2O bisa di dalam 3 wujud…

        hahaha… engkau mencoba mengelabui dirimu sendiri, contoh yang engkau kemukan tidak sesui dengan kenyataan yang ada, engkau bersikeras mengatakan bahwa tuhan kamu itu esa sementara yesus kamu itu terbuat dari daging sementara di pihak lain ada roh kudus yang bahan bakunya dari cahaya, dan tuhanmu yang satu lagi adalah allah, sekarang engkau persamakan perumpamaan di atas untuk mengelabui dirimu sendiri, sebaiknya analogi ini engkau katakan pada anak2mu bukan padaku

        sedemikian 1 ALLAH bisa di dalam keadaan 3 Pribadi…
        Esensi tidak sama dengan Pribadi…
        sama seperti 1 orang ada 3 unsur yaitu daging, roh dan jiwa…
        meski ada 3 unsur Parhobass tetapi Parhobass tetaplah 1 Orang…
        itulah pondasi singkat tentang Tritunggal…

        bolal balik kamu ini. Engkau tadi sudah sepakat bahwa tuhanmu itu esa, sekarang ada tiga pribadi lagi, hahahah…ampun

        jika Anda doyan matematika maka penjelasannya sebagai berikut:
        perhatikan penggunaan satuan meter berikut:
        1 (meter) = 1 (meter) + 1 (meter) + 1 (meter) <– jelas ini salah
        yang benar adalah
        3 (meter) = 1 (meter) + 1 (meter) + 1 (meter) <– jelas ini benar
        inilah yang Anda gunakan untuk menghitung Trinitas…
        menjadi
        3 (ALLAH) = BAPA (ALLAH) + FIRMAN (ALLAH) + ROH KUDUS (ALLAH) <– jelas ini salah
        ini adalah Triteis..
        yang tepat adalah
        ALLAH = BAPA + Firman + Roh Kudus
        tidak bisa dijumlahkan karena satuannya tidak ada…
        sebab bukan Tritheis atau 3 Allah melainkan 1 Allah saja…

        ternyata sekarang sudah berubah tuhan anak menjadi firman hahaha aku belum mengatahui kalau ada konsili yang baru.

        Atas dasar apa Stephen mengatakan dan berlogika adalah sebuah kebenaran dan sekaligus tidak mengakui Tuhan? Apakah dirinya begitu langsung ada saja di muka bumi tanpa melalui proses kelahiran? Apakah manusia langsung ada di dunia ini? langsung ada tanpa campur tangan Tuhan adalah realities, begitu maksudmu? Ketika tidak mempercayai Tuhan sebenarnya logika mereka sudah hancur. Logika mana lagi yang menjadi permasalahan. Ketika spermatozoa masuk ke dalam rahim (liang senggama) untuk menujuh sel telur, apakah spermatozoa ini engkau pikir punya otak dan mata untuk berpikir dan melihat di dalam liang senggama? Apa engkau pikir system pembuahan ini tidak ada unsur campur tangan Tuhan? Kalau hanya bersandarkan logika dan realita, spermatozoa mana tahu menahu dengan sel telur. Ngerti?!!!. Apakah segerombolan Semut yang bekerja dengan segala kelemahannya mampu untuk membuat jembatan dengan tubuh temennya sebagai jalur ketika makanan yang di dapat harus di bawah kesarangnya. Apakah logika manusia mampu untuk menerangkan permasalahan ini? Dan apakah seekor ayam jantan ketika berkelahi selalu menerjang lawannya dengan tajinya, apakah seekor ayam jantan tahu bahwa dia punya taji? Dan ketika seekor anak penyu baru saja menetas, mereka berusaha untuk menujuh kelaut, apakah induknya yang mengajarkan hal yang demikian? Dan bagamiana pula dengan segerombolan lebah madu yang membuat sarangnya dengan ukuran antara satu lubang dengan lubang yang lainnya begitu persis sama? Apa kamu pikir dia punya otak untuk belajar matematika? Masih banyak lagi hal2 yang begitu lumrah engkau lihat tapi sangat luar biasa sekali dan itu semua atas Kehendak Allah.

        ada masalah pelik dari sekedar penjelasan begitu untuk dijelaskan kepada mereka yang mengagungkan logika…., yang saya harapkan dari Anda bukan disitu melainkan mengharapkan ANda untuk tidak menjadikan logika sebagai pondasi iman Anda, tetapi gunakanlah logikan untuk menjelaskan dan menjawab mengenai imanmu….

        Jangan anda lari dari pokok debat cantik kita ini, bukan kah engkau menantangku untuk berlogika segala, setelah aku datangkan ilustrasi di atas, engkau baru bicara iman. Engkau tidak saja menunjukan kelemahanmu dalam berdebat tapi juga tidak mampu mencounter topic yang aku angkat, aku bukanlah seorang ahli biologi, tapi untuk beradu kimia, fisika, elektrik, biologi dan astronomi denganmu aku siap melayanimu.

        Filar-filar….
        kata Anda Adam diciptakan di sorga, dimana tanahnya dari bumi,
        tetapi pada masa tertentu Adam diturunkan dari surga ke bumi,
        nah dengan merujuk ayat urusan langit ke bumi jika dlakukan manusia maka dibutuhkan 50000 tahun, maka ADAM butuh 50000 tahun turun dari surga ke bumi…
        so bagaimana jawab Anda, saya katakan itu dongeng, karena nyatanya memang ADAM tidak menempuh sebegitu banyak tahun untuk sampai ke bumi, sebab ADAM tidak mencapai usia selama itu…
        inilah salah satu penjelasan yang memerlukan logika… jadi sebagai pengagung logika coba Anda jelaskan bagaimana perihal ini dapat dijelaskan…

        sudah saya katakan bahwa perjalanan malaikat itu naik kelangit di butuhkan waktu 50000 tahun apa bila di lakukan oleh manusia, tapi yang melakukannya sekarang kan malaikat, dia hanya butuh waktu satu hari. Nah… ketika Nabi Adam di turunkan ke bumi yang membawahnya tentu malaikat dengan kendaraan Buraq, gitu aja repot.

        sudah dikatakan oleh lae Sihotang dan saya sejak awal, Islam itu sangat bertolak belakang dari Kristen, dan karena Kristen lebih dulu dari Islam, maka dapat dipastikan bahwa telah terjadi kesalahan fatal…

        betul…Kristen memang bertolak belakang dengan Islam. Tapi saya tidak setuju dengan statemenmu yang terakhir itu dengan mengatakan bahawa Kristen lebih dahulu dari Islam, kamu ngaca dulu, baru ngomong.Agama islam itu sudah ada sebelum ada manusia, Nabi Muhammad SAW adalah penyempurna ajaran Tauhid ini.

        Jika kamu katakan kebaikan melampaui sorga, itu amat sangat mengerikan bagi saya,… sebab mimpi utama IBLIS adalah ingin lebih tinggi dari TUHAN,… nah jika Anda ingin melampaui Hadirat TUHAN, yaitu sorga, maka ANda ingin menyaingi TUHAN,… itu mengerikan,…

        aku berani mengatakan itu agar engkau tidak terlalu mengagungkan syurga yang engkau samaratakan dengan tuhanmu itu, agama kalian memang terlalu mengagungkan2 kan segala sesuatu selain dari pada Tuhan Alam Semesta, padahal syurga itu terletak di bawah telapak kaki ibu, artinya kebaikan seorang ibu dan keridahaannya kepada anaknya melebihi dari syurga itu sendiri. Agama kalian memang agama khayal penuh dengan imajinasi negatif

        ada dua hal yang sedang kita bicarakan, akhirnya tidak ketemu…
        saya sedang mengatakan tentang kita yang masih hidup ini… nah jika kita menerima TUHAN

        engkau bicara seperti dengan seorang atheis, hahahah

        maka kita merasakan HadiratNYA, nah meski kita masih di bumi yang penuh dosa ini, tetapi kita bisa merasakan damai sejahtera karena ada Sorga yang kita rasakan, dan Hadirat TUHAN inilah yang memampukan Paulus atau Petrus atau Kristen2 mati martir…

        paulus kamu itu sekarang merasakan derita yang tidak berkesudahan, setiap pagi dan petang di perlihatkan kepadanya neraka

        baru setelah hari penghakiman, yaitu ketika YESUS datang di dalam KEMULIANNYA, maka yang telah mati akan dibangkitkan… begitu.

        oh begitu….benar2 agamamu ini penuh khayal, menyedihkan betul, engkau masih berharap bahwa yesus kamu itu masih di langit ha, seandainya aku tahu dengan pasti kuburannya akan aku beri tahukan padamu. Tapi silahkan saja engkau bermimpi di dalam khayalmu itu sampai hari kiamat selesaipun yesus kamu itu tidak akan datang menemui kamu, engkau dan paulusmu serta yesus (yudas) akan merasakan kesengsaraan tiada taranya. Selamat mimpi.

        Bahkan oleh karena Kasih Anugerah Kristus kita telah diangkat menjadi anak-anak ALLAH…. anak-anak ALLAH ini disebut juga umat ALLAH,.. disebut UMAT karena memang dipilih dan dipercayakan…
        kalau ANda sebagai hamba, ya tidak apa2, yang pasti anak kandung lebih berharga dari hamba…(terlepas dari term apa yang Anda gunakan, sebab dalam term pelayanan Hamba TUHAN artinya adalah orang-orang yang bekerja memberitakan INJIL KRISTUS)…

        bagus… sekarang tanpa engkau sadari engkau sudah salah berucap, (akhirnya Allah menunjukan padaku bahwa engkau memang seorang munafik dan pendusta) dan itu menandakan salah satu bentuk dari keaslian dari watakmu dan pribadimu. Di awal2 dari debat cantik ini engkau bersikeras dengan mengatakan bahwa Tuhan itu Esa, sekarang engkau mengakui dogma agamamu itu engkau mengatakan dengan yang sebenarnya tanpa engkau sadari bahwa agamamu memang menyakini bahwa tuhan beranak kandung,

        Bagus engkau menuduhku dengan inkonsisten, lihat dirimu: maling teriak maling, munafik.

        Pembahsan yang lain tidak perlu lagi aku bahas percuma, karena aku sudah mengatahui tabiatmu, pembual besar. Allah telah menunjukan padaku tentang kerendahan ahklak kalian, dan itu tanpa engkau sadari. Percuma engkau selama ini teriak2 mengesakan Tuhan karena di balik isi hatimu itu terdapat kesyirikan yang merobek alam semesta ini.

  22. @ Fillar Biru

    Saya tidak sebodoh yang engkau kira Par…Cukuplah Allah sebagai saksi hidupku, aku tidak perlu saksi selain dari pada Allah saja, apa yang anda percayai selama ini adalah sebuah konsep karangan Paulus Alias Saulus dari Tarsus (Anadol, Asia Kecil) yang di besarkan di luar Kanaan (Palestina).

    .
    .
    Wah … lagakmulah mister Fillar ..!!
    Kamu memang tidak bodoh tetapi sejujurnya kukatakan agak kurang pintar saja. Mencoba memahami keKristenan dan keyakinan didalamnya berdasarkan keyakinanmu akan membuat engkau tersesat dalam kepintaran krn aroganmu itu hehehe..

    @ Fillar Biru
    Pendiri Kristen yang sesungguhnya adalah paulusmu itu dengan segala kebodohan yang ada padanya, jadi kalau pengikutnya juga tidak mampu berpikir, itu juga wajar2 saja. …. bla ..bla Kalau engkau orang pintar tolong engkau bantah buku2 yang ada di pasaran itu dengan menulis dan mengcounternya dengan disertai bukti bahwa paulus adalah bukan pendiri Kristen, dia hanyalah seorang rasul.

    .
    .
    .
    Memangnya keKristenan itu adalah suatu yayasan yg dibentuk Paulus utk suatu tujuan menurut keinginanya ? Makin ngawur kau ini Fillar ?? Melebihi org-2 pendusta

  23. watching….

  24. @Robin

    Wah … lagakmulah mister Fillar ..!!
    Kamu memang tidak bodoh tetapi sejujurnya kukatakan agak kurang pintar saja. Mencoba memahami keKristenan dan keyakinan didalamnya berdasarkan keyakinanmu akan membuat engkau tersesat dalam kepintaran krn aroganmu itu hehehe..

    HAHAHAHA….Lain yang aku maksudkan lain pula yang engkau jawab. Engkau dan Parhobas sama saja. TIDAK MENGERTI. counterku bukan membawah kalian kedalam suasana islam tapi meluruskan yang kalian kaburkan dan kalian bengkokan. itu saja.

    Memangnya keKristenan itu adalah suatu yayasan yg dibentuk Paulus utk suatu tujuan menurut keinginanya ? Makin ngawur kau ini Fillar ?? Melebihi org-2 pendusta

    Yang mencetuskan kristen di dalam Alkitamu itukan paulus dengan doktrin kritusnya, sebelum paulus datang dan ‘menenteng2 surat’ manusia tidak mengenal apa itu trinitas, kecuali ajaran tiga tuhan alias dewa dari yunani. bukankah ajaran ini dia bawah dari ajaran Yunani? Jangan mungkir kalian!?

    • @Filar

      Yang mencetuskan kristen di dalam Alkitamu itukan paulus dengan doktrin kritusnya, sebelum paulus datang dan ‘menenteng2 surat’ manusia tidak mengenal apa itu trinitas, kecuali ajaran tiga tuhan alias dewa dari yunani. bukankah ajaran ini dia bawah dari ajaran Yunani? Jangan mungkir kalian!?

      Jika Anda telah menginami hal-hal seperti ini dapat dipastikan 100 persen informasi itu pasti datang dari Iblis Sang Pendusta…
      belajarlah untuk merendahkan diri mas Filar, itu lebih baik dan sangat menguntungkan…

      • @Par

        Aku rasa engkau hanya bersembuyi di balik dusta paulusmu. Kutakan hal yang sebenarnya padamu malahan engkau mungkir.

        Sejak kapan pula Iblis bicara padaku??? Kalau itu memang tuduhanmu???

        Sekali lagi aku bukan sombong atau congkak. Apa yang aku katakan, umat islam juga mengatakannya. Di karena aku islamlah maka aku tahu sejarah kepercayaan kalian.

        Sudah aku katakan padamu, bahwa aku berteman dengan orang kristen sudah begitu lama, muai tahun 1987an. Aku paham betul apa yang kalian imani.

        Jadi jangan coba2 kalian mungkir dengan apa yang aku katakan, kalau kalian punya bukti maka bantahlah!!!

      • @Filar

        dengan logika yang sama:

        YAHUDI itu telah berteman dengan ALKITAB sekitar 5000-an tahun…
        jadi menurut Anda siapa yang lebih benar menceritakan tentang ALKITAB, YAHUDI atau Anda?

        nah sedemikian, PAULUS itu sudah mendalami ALKITAB sepanjang hidupnya, menurut Anda, siapa yang layak menjelaskan ALKITAB, Anda atau PAULUS?

        nah itulah yang saya sebut belajarlah untuk terus merendahkan diri… itu lebih baik dan menguntungkan…

        Iblis itu adalah roh…
        salah satu bentuk pengejawantahan roh adalah pengetahuan…
        nah jika pengetahuan Anda telah mengalir dari sumber tertentu yang mengatakan Paulus adalah pendiri Kristen dan Kristen menyemah 3 allah, maka dipastikan itu pasti berasal dari Iblis…Sang Raja Dusta…

        sedang ROH KEBENARAN yang adalah ALLAH sendiri juga telah mengejawantahkan pengetahuan tentang DIRINYA di dalam ALKITAB, salah satu pengejawantahan itu adalah bahwa IA adalah ESA…SATU, TUNGGAL…

  25. @ Fillar Biru

    Aku rasa engkau hanya bersembuyi di balik dusta paulusmu. Kutakan hal yang sebenarnya padamu malahan engkau mungkir.
    .
    .
    .

    >>
    Sdr Fillar yg terkasih..
    Kami memberitakan ttg suatu yg kabar baik .. yakni Injil Keselamatan dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia Bapa yg Kekal yg dari padaNYa segala yg ada Di Surga dan yang ada di Bumi ini. Dia mengasihimu dan mengasihi kita semua manusia ciptaanNya sendiri. Dalam diriNya tidak ada kebohongan tetapi kita mengatakan Dia pembohong dgn mengatakan Tuhan tdk layak turun menjadi hina spt yg kamu katakan itu krn kita menganggap diri kita tidak layak menerima kasih karuniaNya didlm nama AnakNYa yg Dia utus. Sehingga maafkan kami dan semua berita yg kami sampaikan itu jikalau tidak berkenan kpdmu maupun semua kaummu. Tetapi saya dan sdr Parhobas dan semua yg menaruh harapan kpd keselamatan Allah dlm nama Yesus Kristus tidak akan berpaling dari keyakinan yg kamu tolak itu . Jikalau engkau tidak percaya itu adalah urusanmu sendiri. Tanda itu hanya mengebaskan jubah pakaian kami sbg peringatan bgmu. Kami hanya menjaga sikap tutur kata dan perbuatan kami spt tata pola hidup Kasih Kristus sewaktu Dia ada di dunia ini.
    Salam

    • @Robin

      Sdr Fillar yg terkasih..
      Kami memberitakan ttg suatu yg kabar baik .. yakni Injil Keselamatan dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

      Mulai dari sini ucapanmu benar, bahkan sangat benar. ucapan2 seperti ini sudah ada sejak zaman dahulu kala semenjak Zaman Nabi Adam AS di utus menjadi nabi. Saya setuju padamu. Dan sebagai bukti bahwa saya juga beriman dengan Kitab Injil bukan Alkitab

      Dia Bapa yg Kekal yg dari padaNYa segala yg ada Di Surga dan yang ada di Bumi ini. Dia mengasihimu dan mengasihi kita semua manusia ciptaanNya sendiri. Dalam diriNya tidak ada kebohongan tetapi kita mengatakan Dia pembohong dgn mengatakan Tuhan tdk layak turun menjadi hina spt yg kamu katakan itu krn kita menganggap diri kita tidak layak menerima kasih karuniaNya didlm nama AnakNYa yg Dia utus.

      Ternyata kalimat dan imanmu yang benar itu hanya sampai di alenia pertama dari komen kamu ini. Setelah itu hancur lagi. Lagi pula kalimatmu itu hanya berkutat dengan dogma ‘bapa yang di syurga’, padahal alam semesta ini begitu luasnya sedangkan syurga sendiri ada di dalamnya. Tidak saja engkau menyempitkan kekuasaanNya tapi juga merendahkan tuhanmu sendiri

      Sehingga maafkan kami dan semua berita yg kami sampaikan itu jikalau tidak berkenan kpdmu maupun semua kaummu.

      Robin…tidakpun engkau kasih tahu Saya juga mengetahuinya bahwa dogma agamamu tidak sesuai dengan akal budi manusia. Tidak perlu engkau meminta maaf begitu rupa, karena engkau tidak salah padaku, engkau hanya bersalah hanya pada Tuhan Yang Telah Menciptakanmu!!! Kepadanyalah seharusnya minta maaf dengan jidat tersungkur (sholat) memohon ampun kepadaNya, sebelum terlambat. Percayalah apa yang saya katakan ini adalah kebenaran, Demi Allah yeng memegang urat leherku, sekiranya saya berdusta padamu, cukuplah Dia sebagai saksiku

      Tetapi saya dan sdr Parhobas dan semua yg menaruh harapan kpd keselamatan Allah dlm nama Yesus Kristus tidak akan berpaling dari keyakinan yg kamu tolak itu .

      Sebagaimana yang terjadi dengan Nabi Muhammad SAW, ketika para Musyrikin Mekkah mendatangi Paman Nabi Muhammad SAW, agar pamanya mau membujuk Rasulullah SAW agar berhenti berdakwa. Mereka para penduduk dan pemimpin para Kabilah di kota Mekkah akan mengumpulkan seluruh harta yang ada dan perempuan yang cantik serta mengangkat beliau menjadi seorang Raja. Maka kesepakatan inipun mereka sampaikan kepada Paman Rasulullah SAW. Maka pamannya mendatangi Rasulullah SAW dengan lembut dan santun agar Rasulullah SAW mau melepaskan RisalahNya dengan imbalan yang sudah mereka sepakati bersama, maka dengan lembut Rasulullah SAW menjawab “Sekirannya mereka meletakan Rembulan di tangan kiriku dan Matahari di tangan kananku, saya tidak akan berhenti menyampaikan dakwa atau saya binasa karenanya”

      Nah…dari ucapan manusia seperti itu (Rasulullah SAW) pasti ada sesuatu yang membuat hatinya begitu kuat untuk mepertahankannya, padahal tidak ada manusia yang mengajarkannya kepada beliau. Selain dari Allah sendiri.

      Sedangkan kamu siapa yang mengajarkan kamu? yang bersikeras mempertahankan kezhaliman dengan mempertuhankan manusia? Padahal alam semesta ini tidak mampu membendung Kemarahan Allah di hari akhir kelak. Apakah kamu akan mengatakan di hari kiamat kelak tentang Yesus kamu itu dan meminta perlindungan darinya, Bukankan telah datang seorang rasul kepadamu dengan membawa keterangan2 yang nyata (Al Quran) lalu mengapa engkau berpaling? Tidakkah cukup Al Quran itu sebagai peringatan bagimu?

      Jikalau engkau tidak percaya itu adalah urusanmu sendiri. Tanda itu hanya mengebaskan jubah pakaian kami sbg peringatan bgmu. Kami hanya menjaga sikap tutur kata dan perbuatan kami spt tata pola hidup Kasih Kristus sewaktu Dia ada di dunia ini.

      Apa yang telah engkau katakan itu dengan berbuat baik adalah ahklak yang mulia, namun sayang perbuatan baikmu tidak di terimah di sisi Allah, perbuatanmu sia-sia saja sebab engkau telah mentigakanNya. Syirik adalah perbuatan yang tidak ada ampunannya dalam islam, engkau akan menjadi penghuni nereka buat selama-lamanya. Kalau engkau tidak percaya tidak apa2, nanti setelah datang padamu Malaikat Maut untuk mencabut rohmu barulah engkau melihat apa yang saya katakan ini

  26. Parhb,

    bagaimana Anda mengenal ALLAH tanpa mengenal YESUS?

    Mengenal bukan berarti jadi tujuan terakhir. Karena Yesus sendiri mengenalkan kepada kaum di zamannya bahwa Tuhan adalah Allah Yang Esa.
    Seorang perantara bukanlah pemilik
    Seorang diutus, karena mendapatkan mandat hanya dari yang lebih berkuasa
    Pintu rumah hanya sebagai sarana untuk memasuki rumah
    Jalan bukanlah tujuan
    Dalam injil, Yesus tidak pernah berbicara tentang penebusan dosa dengan penyalibannya, tapi yang dikatakan adalah : pertobatan dan pengampunan…
    Kesimpulannya : Allah lebih Maha Kuasa dari pada Yesus…

    Kutipan dari opini anda :
    Inilah Nama yang umum digunakan:
    1. EL = Allah (kata tunggal), Allah dalam kekuasaan dan kekhususan karena ada sifat Ilahi
    2. EL(Elohim) = Allah (kata jamak), Allah yang sifat dan kodratNya lengkap, Hakim
    3. ADON(AI) = Yang Maha Kuasa, Yang Berdaulat
    4. YHVH (YHWH) = sering disubsitusikan ke ADONAI, karena tidak dapat diucapkan, semua konsonan tanpa vokal.
    5. EL Shadday = Allah Yang Mahakuasa
    6. EL Elyon = Allah Yang Mahatinggi
    7. EL Roi = Allah Yang Melihat
    8. EL Olam = Allah Yang Kekal
    9. EL Bethel = Allah Yang di Bethel (Beth=tenda, rumah El = Allah)
    10. EL Elohe Yisrael = Allah Israel adalah EL (Allah )

    Ada satu kekurangan dalam Tuhan yang anda muliakan, yaitu Allah tidak Maha Suci karena menurut anda pernah menjadi seorang manusia yang mengalami makan, minum, bab, buang air dll. sebagaimana anda sendiri melakukannya setiap hari…
    Juga tidak Maha Kuasa dan Maha Pengampun, karena tidak kuasa untuk mengampuni dosa manusia tanpa melalui pengorbanan diri Yesus…

    • @Triadi

      mohon Anda perhatikan kata2 di atas sebelum list “NAMA” itu saya sebutkan, ok mas Triadi…
      (yaitu: Inilah Nama yang umum digunakan)

      Firman ALLAH yang menjadi nyata bagi kita adalah YESUS KRISTUS
      Firman ALLAH yang diterjemahkan dari kata LOGOS adalah representasi, kehendak, ide, ekspresi dari ALLAH,.. sehingga ALLAH YANG ESA itu selalu akan dikenal melalui SANG FIRMAN,
      dan oleh karena itulah ketika Sang FIRMAN menjadi manusia, IA berkata: “Tidak akan ada yang sampai ke BAPA kalau tidak melalui AKU”
      dan karena ke-ESA-anNYAlah maka Ia berkata kepada murid-muridNYA: “Kamu telah melihat AKU masakan kamu masih berkata tunjukkanlah Bapa itu kepada kami”

      jadi saya masih bertanda tanya besar kepada Anda, bagaimana Anda mengenal ALLAH kalau tidak melalui Sang FIRMAN, yaitu YESUS KRISTUS…

      sebab kalau bukan melalui YESUS Anda mengenal ALLAH, dapat dipastikan kamu adalah pencuri dan perampok, sebab memang banyak yang memaksa ingin masuk kepada KERAJAAN ALLAH, tetapi SANG Firman telah ditetapkan sebagai Pengantara kepada KERAJAAN itu, dan yang memaksa masuk akan diusir dan dihalau dengan ROHNYA YANG KUDUS…

      jadi kembali kepertanyaan awal,
      bagaimana Anda mengenal ALLAH tanpa mengenal YESUS?

  27. Parh,

    bagaimana Anda mengenal ALLAH (Tuhan) tanpa mengenal YESUS?

    Kalau anda bertanya kepada Yahudi , jawabannya : melalui petunjuk yang dibawa nabi dan rahib-2 Yahudi
    Kalau anda bertanya kepada umat Islam, jawabannya : melalui petunjuk yang dibawa nabi dan rasul umat Islam
    Kepada kaum hawariyun Nasrani, dijawab :melalui berita baik yang disampaikan oleh Yeshua
    Dll…

    • @Triadi

      saya sedang tidak bertanya kepada Yahudi, Islam atau Kristen saudara Triadi,

      tetapi saya sedang bertanya kepada Anda,… bagaimana Anda mengenal ALLAH kalau bukan, atau tanpa mengenal YESUS?

      atau Anda bisa katakan Anda menjadi salah satu dari afiliasi yang mana dari 3 “OKNUM” yang Anda sebut itu (Yahudi, Kristen atau Islam?)

      sebab pertanyaan akan berlanjut yaitu;
      darimana YAHUDI/KRISTEN/ISLAM bisa mengenal ALLAH kalau bukan melalui YESUS ?

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: