Diselamatkan atau cari selamat sendiri bung?

November 30, 2010 pukul 8:24 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.
Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: “Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri.”
(Yohanes 9:22-23)

Ketika seorang buta dicelikkan YESUS, timbul masalah baru.
Yaitu orang Farisi menuduh YESUS melanggar Sabat, dan mengklaim bahwa si Buta dan Yesus adalah pendosa.
Persidangan ‘kecil’-pun dilakukan.
Kaum Farisi bukan berisi orang yang tidak logis, mereka terdiri atas kaum terpelajar, dan beberapa diantara mereka memiliki logika penyelesaian yang jernih.

Masalah sekarang adalah seorang buta sejak lahirnya telah disembuhkan pada hari Sabat.
Lalu pihak-pihak yang terkait dengan masalah itupun dipertemukan,…
Farisi sebagai penuduh (hakim), YESUS sebagai tertuduh (pelanggar Sabat), dan si Buta sebagai saksi.

Masalah hampir selesai, sampai orang tua dari si Buta dipanggil…
Jawab orang tua itu: “Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta, tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri.” (Yohanes 9:20-21)

Apa motivasi dari jawaban kalimat terakhir itu?
……
Ternyata mereka sedang mengupayakan cara untuk cari selamat…Mereka takut dikucilkan.
Masalah ini ternyata telah menjadi rangkaian dari jaring laba-laba atas kebencian Hukum Kaku dengan Hukum Dinamis..(kosa kata saya saja)

Nah cari selamat ini biasalah dilahirkan dari keadaan status yang di dunia ini.
Dan dicetuskan oleh logika-logika penyelesaian yang dianggap bijaksana oleh dunia. Siapa yang tidak dianggap bijaksana di dunia ini jika orang tersebut dapat menyelesaian masalah-masalah kenegaraan, meski dengan cara kekerasan, ide-ide kekerasan,… banyak contoh yang dapat diambil dari pola-pola otoriter dari pemimpin-pemimpun tertentu, meski demikian mereka masih dapat diidolakan kaum-kaum muda.

Keadaan yang terbalik terjadi dengan si buta, malah itu yang memutarbalikkan kenyataan yang jahat.
Si buta ini diajukan pertanyaan berat oleh YESUS,…
Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?
(Yohanes 9:35)

Pertanyaan ini bukan seperti kadar seseorang percaya bahwa api itu panas, atau es itu dingin,… tetapi pertanyaan yang dihadapkan kepada seseorang yang sedang terjun dari menara yang sangat tinggi, tetapi diberi jaminan, kamu pasti tidak akan mati… percaya atau tidak? Pertanyaan yang sama yang TUHAN ajukan kepada Abram dan Sarai… percaya tidak bahwa tahun depan kamu akan melahirkan seoarang anak,.. padahal usianya sudah lanjut… percaya tidak?

Dan karena ia tahu konsekuensi pertanyaan itu maka ia menyembahNYA…
Katanya: “Aku percaya, Tuhan!” Lalu ia sujud menyembah-Nya.
(Yohanes 9:38)

Ia diselamatkan… ia tidak cari selamat sendiri, ia bebas mengutarakan imannya, karena status tidak ia perdulikan, ia kaum lemah, terpinggirkan…

Kita kaum yang merasa tinggi, kaum yang merasa benar, kaum yang merasa di atas, hati-hatilah, bisa jadi oleh yang kita miliki itu kita sering cari selamat sendiri, sampai-sampai kita tidak diselamatkan oleh DIA…

salam

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: