Perempuan itu bernama Maria…

November 29, 2010 pukul 3:20 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 103 Komentar
Tag: ,

Pada masa derita salib, ada kira-kira 3 Maria yang meratapi Yesus. Mereka berdiri terus di depan Mesiasnya yang sekarang menderita… sangat menderita.

Mereka menjadi saksi yang melihat semua kejadian penyaliban.
Mereka ‘menemani’ derita yang YESUS alami… diungkapkan dengan tangis, isak tangis, ketidakberdayaan…
Dikala murid yang lain kabur, malah ada yang mengkhianati (Yudas Iskariot), ada juga yang menolak mengenal Yesus, demi cari selamat (Petrus si batu karang),… Maria-Maria ini berdiri terus di sekitar Golgota…

Kemungkinan karena mereka wanita, sehingga orang tidak memperdulikan keberadaan mereka.
Maria dapat diartikan sebuah penderitaan, sebuah kepahitan. Maka seperti nama itu, Maria-maria ini menyaksikan semua penderitaan, menyaksikan semua kepahitan di salib…

Status sebagai wanita telah dipandang hina kemungkinan…
Dan mungkin di jaman yang modern ini, kita bisa saja masih ada pandangan hina dan rendah kepada status-status sosial tertentu….

Nah… apa yang terjadi kawan?
Ternyata TUHAN YESUS memilih Maria-Maria ini sebagai yang pertama menyaksikan kebangkitanNYA…

Seolah memberitakan kepada kita, bahwa jika kita turut merasakan derita Kristus di dalam tubuh kita, maka kita juga akan diberikan Berita Injil yang berkemenangan dan memberi hidup.

TUHAN sering memilih yang lemah, untuk menunjukkan kuasaNYA.
IA memilih Israel, sang budak, untuk mengalahkan raja-raja penyembah berhala di Kanaan..
IA memilih 12 murid, yang tidak terpelajar untuk mempermalukan kaum-kaum terpelajar, kaum agama…
IA memilih yang terpinggirkan oleh dunia, untuk mempermalukan semua yang sombong…

INGAT…
Nama perempuan-perempuan yang menyaksikan derita itu adalah Maria. Mereka sanggup menemai derita itu karena mereka telah melihat dan menerima Kuasa Kristus.

Iklan

103 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. @Par

    1.taruhlah sekarang yesus kamu itu tuhan, mengapa dia perlu saksi? ini yang aneh!
    2. kemaren2 engkau mengatakan ada ratusan orang yang menyaksikan yesus di salib sekarang 3 maria, mana yang betul?
    3. Mengapa murid2nya lari? memangnya mereka melihat hantu?
    4. Oh jadi maria2 itu menyaksikan kebangkitannya begitu? bangkit menjadi apa?
    5. ternyata tuhanmu memilih israel? berarti hanya orang israel saja yang di tebus dosanya, dan kamu di indonesia ngapain?
    6. Nah sudah tahu dia memilih 12 murid lalu kalian muridnya kah atau apanya?
    7. Kenapa Yudas Berkhianat? (Walau aku tahu, aku ingin tanya saja)
    8. Berarti ada 3 nama maria, tolong jelaskan, jangan ngarang aja?

    • @Filar

      1.taruhlah sekarang yesus kamu itu tuhan, mengapa dia perlu saksi? ini yang aneh!

      karena
      a. ada 3 saksi baru suatu perkara sah…
      b. karena TUHAN menghargai pendapat kita, sebagai bukti IA MAHA PENGASIH…

      2. kemaren2 engkau mengatakan ada ratusan orang yang menyaksikan yesus di salib sekarang 3 maria, mana yang betul?
      ada teori himpunan,…. 100-an orang itu berarti ada 3 maria di dalamnya…

      3. Mengapa murid2nya lari? memangnya mereka melihat hantu?

      a. YESUS adalah MESIAS, mereka sudah melihat kuasa-kuasaNYA,… nah sementara YESUS saja disiksa/dibantai, apalagi murid2NYA?….
      b. Sebab nubuat harus terjadi, sebab jika mereka semua tidak lari maka pada saat itu tentu mereka juga akan mati dibantai,… tetapi ketakutan mereka itu telah digunakan TUHAN supaya mereka terpelihara dan akhirnya setelah YESUS bangkit mereka semakin berani memberitakan bahwa YESUS adalah MESIAS

      4. Oh jadi maria2 itu menyaksikan kebangkitannya begitu? bangkit menjadi apa?
      Ya, maria2 itulah yang pertama menjadi saksi kebangkitan…
      DIA mati dari daging maka bangkit di dalam daging…tetapi bukan lagi daging yang bisa merasakan penderitaan…

      5. ternyata tuhanmu memilih israel? berarti hanya orang israel saja yang di tebus dosanya, dan kamu di indonesia ngapain?
      Sebab keselamatan datang dari ISRAEL anak ISHAK…itulah sebabnya banyak nabi berasal dari keturunan ISHAK…
      sehingga setelah waktunya genap MESIAS datang, dan oleh MESIAS maka seluruh dunia diajak untuk bersatu dengan persekutuan orang beriman…

      6. Nah sudah tahu dia memilih 12 murid lalu kalian muridnya kah atau apanya?
      murid memuridkan…. dari 12 murid menjadi 5000 murid.. dari 5000 murid menjadi jutaan murid, dan seterusnya dan selanjutnya,.. makanya disebut KRISTEN alias pengikut KRISTUS

      7. Kenapa Yudas Berkhianat? (Walau aku tahu, aku ingin tanya saja)
      kalau sudah tahu kenapa nanya?

      8. Berarti ada 3 nama maria, tolong jelaskan, jangan ngarang aja?
      di Israel nama Maria itu seperti nama Wati di Jawa, banyak sekali tentunya, tetapi di artikel ada 3 Maria tersebut yang dekat dengan salib sebagai saksi kepada ANda, saya dan kita semua…
      yaitu Maria Magdalena, Maria istri Kleopas dan Maria bunda YESUS..

  2. DISKUSINYA AKU ALIH KESINI.
    Tapi aku pelajari dulu jawabanmu, waktu mepet.

  3. Ku tunggun jawabanmu di tempat postingan itu aku akan pindah kesini sebab di sebalah sudah berat loadingnya di komputerku

  4. Sebab keselamatan datang dari ISRAEL anak ISHAK…itulah sebabnya banyak nabi berasal dari keturunan ISHAK…

    GBU

  5. @ Fillar Biru

    Hehehehe …

    Memahami Allah dari kebijaksanaan manusia yg sudah jatuh ke dalam dosa seperti melihat matahari dari Bumi . Benda objek itu sangat kecil tetapi membutakan mata jasmani kemanusiaan kita. Oleh karena itulah Allah itu sendiri yg menyatakan diriNYA dalam bentuk kedagingan manusia spy manusia dapat melihat Allah itu sangat nyata tanpa ada satupun yg akan membantah spt kaum Atheis . Dia sekarang ada di Surga tetapi jikalau engkau percaya maka DIA akan menanam kehendakNYa dan RohNya di dalam hatimu. Dia tidak butuh saksi utk semua pernyataanNYA itu tetapi saksi itu diperlukan spy kamu jgn gampang mematahkan kabar INJIL yg merupakan keselamatan bagi dirimu sendiri.

    • @Robin

      Itu versi kalian….
      versi kami tentu beda.
      Manusia itu seluruhnya suci ketika di lahirkan tidak ada dosa satu tetespun dalam si cabang bayi.
      jadi bagai mana mungkin manusia jatuh ke dalam dosa.
      Saya jadi heran kepercayaan kalian penuh dengan karangan2 paulus.

      Bagi saya Roh adalah urusan Allah.
      Begini saya punya prinsip hidup yang sangat sederhana tidak bertele-tele.
      1. Saya akan percaya dengan sebuah kitab suci apa bila di dalam kitab itu selalu mengabarkan kebenaran demi kebenaran.
      2. Saya akan selalu percaya dengan kitab suci itu apa bila di dlamnya tidak terdapat pertentangan, kata2 vulgar, menjelek2kan nabi.
      3. jadi kesimpulannya kamu sebaiknya berpikir dua kali dengan kitab suci kamu tersebut, terlalu banyak dusta di sana, hampir di setiap lembaranya ada dusta.
      kalau pengikutnya banyak yang berdusta itu wajar2 saja. kalau sudah begini bagaimana mau selamat?

      • @Filar

        maaf saya potong pembicaraan ANda dengan laeku Sihotang…

        saya hanya akan bertanya masalah pernyataan ANda berikut:
        Manusia itu seluruhnya suci ketika di lahirkan tidak ada dosa satu tetespun dalam si cabang bayi.

        pertanyaan saya,
        Jika semua bayi suci dan bersih dilahirkan,
        maka ada masalah besar:
        1. Anda katakan sebelumnya beberapa manusia telah ditentukan masuk neraka
        2. Anda juga katakan hanya yang bersih/beramal saleh d.l.l yang masuk surga…

        nah bandingkan dengan keadaan bayi tersebut:
        a. Sibayi akan bertumbuh dan beberapa akan menjadi berdosa
        pertanyaan:
        Betapa jahatnya allah Anda membiarkan si bayi bertumbuh, sebab setelah ia bertumbuh ia akan menjadi berdosa, kecuali memang allah Anda senang melihat yang suci menjadi berdosa…

        b. Sibayi lahir suci,…
        sementara setelah dewasa tidak suci lagi…
        artinya beberapa orang suci ternyata juga telah ditentukan untuk masuk neraka…apakah neraka yang Anda tahu berisi orang suci juga?

        c. Betapa jahatnya orang tua/lingkungan sibayi sehinggai si bayi yang suci menjadi tidak suci lagi?

  6. maaf saya potong pembicaraan ANda dengan laeku Sihotang…

    *Silahkan

    saya hanya akan bertanya masalah pernyataan ANda berikut:
    Manusia itu seluruhnya suci ketika di lahirkan tidak ada dosa satu tetespun dalam si cabang bayi.
    pertanyaan saya,
    Jika semua bayi suci dan bersih dilahirkan,
    maka ada masalah besar:
    1. Anda katakan sebelumnya beberapa manusia telah ditentukan masuk neraka
    2. Anda juga katakan hanya yang bersih/beramal saleh d.l.l yang masuk surga…

    *Hahahaha yang di tentukan oleh Allah adalah orang yang kafir (termasuk orang islam sendiri). Bayi kecil apakah kafir? Lihat komen saya mana saya menulis orang beramal shaleh masuk syurga kecuali orang2 yang di beri anugrah.

    nah bandingkan dengan keadaan bayi tersebut:
    a. Sibayi akan bertumbuh dan beberapa akan menjadi berdosa
    pertanyaan:
    Betapa jahatnya allah Anda membiarkan si bayi bertumbuh, sebab setelah ia bertumbuh ia akan menjadi berdosa, kecuali memang allah Anda senang melihat yang suci menjadi berdosa…

    *hahaha….tidak ada manusia yang berakal yang tidak berdosa, sedangkan para nabi sendiri minta ampun kepada Allah. Apakah kamu tidak berdosa?

    b. Sibayi lahir suci,…
    sementara setelah dewasa tidak suci lagi…

    *betul

    artinya beberapa orang suci ternyata juga telah ditentukan untuk masuk neraka…apakah neraka yang Anda tahu berisi orang suci juga?

    *mana ada orang suci masuk neraka! Lihat kalimat kamu yang berlepotan dari awal sampai bawah ini.

    c. Betapa jahatnya orang tua/lingkungan sibayi sehinggai si bayi yang suci menjadi tidak suci lagi?

    *sesungguhnya bayi yang dilahirkan itu adalah suci orang tuanyalah yang membuat dia menjadi nasrani, yahudi ataupun majusi.

    • @Filar

      Anda katakan tidak ada manusia yang tidak berdosa

      sebelumnya Anda katakan

      bayi lepas dari dosa..

      apakah bayi itu tidak manusia?

  7. @Filar

    kata Anda:
    *mana ada orang suci masuk neraka! Lihat kalimat kamu yang berlepotan dari awal sampai bawah ini.

    nyatanya bayi ada yang mati…
    nah jika dari awal sudah ditentukan yang ke neraka dan sorga, berarti beberapa bayi itu akan ke neraka…

  8. 2. Saya akan selalu percaya dengan kitab suci itu apa bila di dlamnya tidak terdapat pertentangan, kata2 vulgar, menjelek2kan nabi
    Di sinilah kita bisa melihat bahwa Alkitab tidak pilih bulu dan jujur, Alkitab berkata bahwa semua manusia berdosa, dan kita semua tau Nabi juga manusia…..Alkitab tidak pernah menutup-nutupi dosa Daud yang jatuh dalam perzinahan hanya karena dia seorang Raja Israel, Alkitab tidak pernah menutup-nutupi kesalahan Bangsa Israel hanya karena mereka Bangsa Pilihan…

    Secara moral Alkitab terbukti jujur dan konsekuen dengan apa yang diucapkannya.

    kata2 vulgar ?? Maaf gan, ane ngak ngerti maksudnya apa…kata2 vulgar yang mana ? Di Alkitab atau di AQ ?.

    Thanx

    • @Penuai

      apa khabarmu? sudah lama aku nggak debat denganmu!

      tentu kata2 vulgar itu di alkitab di mana lagi di al quran nggak ada.
      sebelumnya kamu harus tahu bahwa kitabmu itu bukan jujur, tapi hanya berisikan cerita2 fitnah, mana ada Nabi berzinah, dan lagi pula mana mau Tuhan mengangkat seorang pezinah menjadi nabi.

      • @Filar

        maaf saya potong,…

        beberapa saat yang lalu Anda mengatakan bahwa tidak ada manusia yang tidak lepas dari dosa…

        menilik dari kata dan pemahaman Anda ini…
        Apakah Anda sedang mengatakan bahwa nabi/rasul,.d.l.l bukan manusia?

  9. @ Filar Biru
    Bagi saya Roh adalah urusan Allah.
    Begini saya punya prinsip hidup yang sangat sederhana tidak bertele-tele.
    .
    .

    Jikalau itu menjadi urusan Allah .. apa mungkin Allah harus menyimpannya dari orang yg menjadi sahabatNYA ? Mengapa DIA harus berlelah-2 menciptakan manusia segambar dgn DIA jikalau Dia tidak dapat berbagi hal yg dapat kita ketahui ?? Pengetahuanmu ttg keyakinanmu sangat dangkal

    .
    .

    @ Fillar Biru
    1. Saya akan percaya dengan sebuah kitab suci apa bila di dalam kitab itu selalu mengabarkan kebenaran demi kebenaran.
    2. Saya akan selalu percaya dengan kitab suci itu apa bila di dlamnya tidak terdapat pertentangan, kata2 vulgar, menjelek2kan nabi.
    .
    .
    Kebenaran adalah kebenaran dari ALLAH. Bukan kebenaran yg berasal dari pengertian manusia. DIA mengungkapkan kebenaran yg harus menelanjangin kehidupan manusia baik buruk ataupun dogma keagamaan moralitas sisi kehidupan itu sendiri. Tidak ada yg salah dgn memberitakan penyimpangan orang-orang kudus jaman dahulu. Karena untuk dapat berada di hadirat ALLAH yg Maha kUDUS MAKA KITA SEMUA HARUS DITELANJANGIN BAIK PIKIRAN ATAUPUN PERBUATAN KITA

    .
    .
    @ FILAR bIRU
    3. jadi kesimpulannya kamu sebaiknya berpikir dua kali dengan kitab suci kamu tersebut, terlalu banyak dusta di sana, hampir di setiap lembaranya ada dusta.
    kalau pengikutnya banyak yang berdusta itu wajar2 saja. kalau sudah begini bagaimana mau selamat?

    .
    .
    Hehehe … sebenarnya saya tidak suka berdebat dgn saling menjelekkan keyakinan kita yg berbeda , itu makanya saya sering tersenyum menghadapin komentmu spt apa mindset keyakinanmu ttg keselamatan

  10. @Robin

    Hehehe … sebenarnya saya tidak suka berdebat dgn saling menjelekkan keyakinan kita yg berbeda , itu makanya saya sering tersenyum menghadapin komentmu spt apa mindset keyakinanmu ttg keselamatan .

    *lihatlah isi kitabmu itu, kitabmu sendiri yang menjelek2kan para nabi dan para rasul. sekarang engkau ngomong tidak mau menjelek2 keyakinan masing2. oke kalau begitu.

    *yang namanya roh itu urusan Allah tidak di beritahukan hal itu kepda manusia melainkan sedikit.

    *seluruh yang ada di alam semesta ini kepunyaan Allah, termasuk kebenaran. Anda mengatakan tidak ada salah pemberitaan penyimpangan orang2 kudus jaman dahulu. Yang perlu kamu ketahui YANG NAMANYA MANUSIA KUDUS TIDAK AKAN MEMPUNYAI PENYIMPANGAN PERILAKU. Apabila ada tuduh2 yang tidak mendasar itu namanya fitnah. mana ada nabi kerjaannya berzinah? Dan mana mau Tuhan mengakat manusia menjadi nabi? ada2 saja kalian ini.

  11. tentu kata2 vulgar itu di alkitab di mana lagi di al quran nggak ada.
    sebelumnya kamu harus tahu bahwa kitabmu itu bukan jujur, tapi hanya berisikan cerita2 fitnah, mana ada Nabi berzinah, dan lagi pula mana mau Tuhan mengangkat seorang pezinah menjadi nabi.

    Kabarku baik brot….hehehehe ndak ada ya ?…kanapa harus menutup mata brot ?, kenapa selalu membohongi diri sendiri ?, saya rasa kita tidak perlu perang ayat di sini…saya juga percaya bro Filar dah dewasa, ngak perlu ngeles lah….jujur aja pada diri sendiri…ngak bakalan diketawain deh…..

    Saya ngak tau Nabi siapa yang berzinah…!!!!, bagi saya Daud bukan Nabi, Daud itu Raja…..
    Saya juga bingung kenapa banyak orang beranggapan bahwa Nabi yang nota bene masih disebut manusia, masih memiliki darah yang sama dengan saya dan anda bisa memiliki Ilmu kebal dosa, kayak Soeharto aja bisa kebal Hukum.

    lagi pula mana mau Tuhan mengangkat seorang pezinah menjadi nabi
    Tolong bro, jelaskan bagaimana prosesnya seorang Nabi dianggap suci dan kebal dosa, meskipun jelas2 di mata manusia lainnya dia dinilai bersalah dan berbuat dosa.

  12. YANG NAMANYA MANUSIA KUDUS TIDAK AKAN MEMPUNYAI PENYIMPANGAN PERILAKU
    Prinsip yang sama yang dianut kebanyakan masyarakat Indonesia.
    – Karena Soeharto Presiden maka dia TIDAK PERNAH SALAH (KEBAL HUKUM)
    – SBY ngak pernah salah ngomong dalam masalah DIY, masyarakat yang jumlahnya jutaan itu yang salah menanggapi. (NGAK MUNGKIN SALAH NGOMONG KARENA DIA PRESIDEN).

  13. @Penuai

    kanapa harus menutup mata brot ?, kenapa selalu membohongi diri sendiri ?, saya rasa kita tidak perlu perang ayat di sini…saya juga percaya bro Filar dah dewasa, ngak perlu ngeles lah….jujur aja pada diri sendiri…ngak bakalan diketawain deh…..

    Maksud kamu ini apa, saya tidak mengerti?

    Daud yang mana kamu maksudkan lagi kalau bukan Daud bapaknya Sulaiman?

    *Yang jelas Nabi dan Rasul itu di jaga oleh Allah dari perbuatan dosa baik kecil maupun besar.

    *Tidak ada sangkut pautnya omongan saya dengan dunia politik!!!

    Tolong bro, jelaskan bagaimana prosesnya seorang Nabi dianggap suci dan kebal dosa, meskipun jelas2 di mata manusia lainnya dia dinilai bersalah dan berbuat dosa.

    setiap nabi lahir dari keturunan baik-baik, tidak ada seorang nabi yang bapak dan emak nya berzina. Sekali lagi yang namanya Nabi terjaga dari dosa sebab memang seorang nabi selalu di jaga oleh Allah dari perbuatan dosa. Mana ada seorang Pendosa di angkat Tuhan menjadi Nabi.

    seorang presiden bukan nabi baik Soeharo dan SBY. mereka bukan utusan Tuhan. jadi kalau mereka salah ngomong itu wajar, mereka manusia biasa, seperti kita, mereka tidak seperti nabi.

  14. @ Filar Biru

    *seluruh yang ada di alam semesta ini kepunyaan Allah, termasuk kebenaran. Anda mengatakan tidak ada salah pemberitaan penyimpangan orang2 kudus jaman dahulu. Yang perlu kamu ketahui YANG NAMANYA MANUSIA KUDUS TIDAK AKAN MEMPUNYAI PENYIMPANGAN PERILAKU. Apabila ada tuduh2 yang tidak mendasar itu namanya fitnah. mana ada nabi kerjaannya berzinah? Dan mana mau Tuhan mengakat manusia menjadi nabi? ada2 saja kalian ini.
    .
    .

    @ Fillar Biru yg terkasih

    Sekalipun seorang nabi adalah utusan dari Allah .. tetapi dia adalah seorang manusia juga. Yg membedakannya dari manusia biasa lain hanyalah bhw dia dipilih utk suatu maksud dari Allah. Mind setmu tidak boleh mengatakan seorang nabi dapat jatuh dalam dosa. Tetapi dalam keyakinan Kristiani seseorang tidak memandang bulu adalah sama di hadapan Allah yg Maha Kuasa.

    .
    .

    Allah adalah Pribadi Yang Maha Kuasa .. Dia tidak terikat seperti keyakinanmu itu. Dia tetap mampu mengangkat seseorang itu utk menjadi nabi tanpa bertanya apakah yg bersangkutan mampu menjabat jabatan keNabian itu. Dia tidak perlu diberitahu bhw seseorang itu berdosa dan tidak layak utk menjadi nabi .. paham kau Fillar ??

    • @Robin

      Kedudukan manusia sama dalam hadapan Allah itu betul sekali, sebab yang membedakannya adalah takwa.

      Akan tetapi yang namanya Nabi jelas orangnya adalah manusia pilihan. tidak ada manusia yang di angkat jadi nabi itu adalah seorang penzinah.

      Kalau orang yang banyak berdosa tiba2 menjadi nabi, kira2 kamu percaya tidak akan apa yang dia bawah?

      Kira2 orang yang banyak berdusta, tukang zina, tukang tipu, sang pembunuh, tukang maling sekarang tiba2 menjadi nabi apakah kamu percaya?

  15. @ Fillar Biru
    Akan tetapi yang namanya Nabi jelas orangnya adalah manusia pilihan. tidak ada manusia yang di angkat jadi nabi itu adalah seorang penzinah.
    .
    .

    Itu kan pola pemikiranmu saja.. .. , apakah kamu tidak tahu bahwa tidak ada satupun manusia yg tidak akan mendapat pencobaan di bawah muka bumi ini

    .
    .
    @ Fillar Biru
    Kalau orang yang banyak berdosa tiba2 menjadi nabi, kira2 kamu percaya tidak akan apa yang dia bawah?
    .
    .

    Tidak ada satupun manusia yg mampu mengangkat dirinya menjadi seorang nabi jikalau tidak dikatakan oleh firman Allah , disertai saksi-2 dandgn suatu perbuatan ajaib yg melaluinya Allah meneguhkan kenabiannya. Hanya kamu harus ingat nabi itu sekalipun telah diangkat oleh Allah tetap suatu ketika pernah melakukan perbuatan yg terkadang melanggar firman Allah. Maafkan saya krn Alkitab adalah firman Allah yg sebenar-benarnya yg menceritakan baik buruk apapun kehidupan para orang-2 kudus pilihan Allah itu sendiri.
    .
    .
    @ Fillar Biru
    Kira2 orang yang banyak berdusta, tukang zina, tukang tipu, sang pembunuh, tukang maling sekarang tiba2 menjadi nabi apakah kamu percaya?
    .
    .
    .

    Apakah kamu diangkat Allah utk menghakimi orang lain hai Fillar ? Perhatikan ucapan saya ini.., apa yg keluar dari mulutmu itulah yg ada di dalam hatimu ? Keyakinan dan imanmu itulah yg menggambarkan apa yg menjadi kebenaran hidupmu bukan kebenaran orang lain. Jadi keselamatan kita hanya tergantung hubungan kita kpd Allah itu bukan tergantung kpd berdasarkan krn keyakinan kita kpd keyakinan dn kepercayaan orang lain. Jadi intinya urus dirimu sendiri dan pastikan bhw keselamatanmu hanyalah anugerah gratis Allah dlm nama Yesus Kristus itu.

  16. @Robin

    Tidak ada satupun manusia yg mampu mengangkat dirinya menjadi seorang nabi jikalau tidak dikatakan oleh firman Allah , disertai saksi-2 dandgn suatu perbuatan ajaib yg melaluinya Allah meneguhkan kenabiannya. Hanya kamu harus ingat nabi itu sekalipun telah diangkat oleh Allah tetap suatu ketika pernah melakukan perbuatan yg terkadang melanggar firman Allah. Maafkan saya krn Alkitab adalah firman Allah yg sebenar-benarnya yg menceritakan baik buruk apapun kehidupan para orang-2 kudus pilihan Allah itu sendiri.

    Tentu bukan manusia yang mengangkat manusia menjadi nabi!!!!. nah kalau Tuhan sudah mengangkat manusia menjadi nabi, itu berarti segala perbuatan nabi tersebut sudah di kontrol oleh Allah, artinya Nabi itu terjaga dari perbuatan dosa baik yang kecil mapun yang besar. Kalau ada nabi tetap saja melakukan dosa, itu namanya bukan nabi.

    begini: yang namanya perempuan pasiti di tidak punya jambang. kalau ada perempuan yang punya jambang itu namanya bukan perempuan. Ngerti??? begitu juga dengan nabi.

    Apakah kamu diangkat Allah utk menghakimi orang lain hai Fillar ? Perhatikan ucapan saya ini.., apa yg keluar dari mulutmu itulah yg ada di dalam hatimu ? Keyakinan dan imanmu itulah yg menggambarkan apa yg menjadi kebenaran hidupmu bukan kebenaran orang lain. Jadi keselamatan kita hanya tergantung hubungan kita kpd Allah itu bukan tergantung kpd berdasarkan krn keyakinan kita kpd keyakinan dn kepercayaan orang lain. Jadi intinya urus dirimu sendiri dan pastikan bhw keselamatanmu hanyalah anugerah gratis Allah dlm nama Yesus Kristus itu.

    saya kan memberi contoh di atas kok kamu langsung memvonis saya begitu??? apa anda tidak punya logika lagi untuk mengcounter postingan saya di atas?.

    kalau bukan di karena KEYAKINAN lalu engkau punya apa lagi? apakah harta bendamu?

    Anda bicara masalah keselamatan? taruhlah yesus tuhan kamu itu di salib, mengapa dia teriak2 minta tolong? kalau memang tuhan kamu datang untuk menebus dosa manusia, kenapa teriak2, mengapa orang2 yahudi menyalib beliau, mengapa dia tidak mengatakan pada murid2 bahwa saya datang ke dunia ini untuk menebus dosa sekalian manusia, untuk itu saliblah saya. mengapa murid2 harus kocar kacir di buruh yahudi? mengapa setelah di salib harus di kuburkan? bukankah beliau disalib untuk menebus dosa? untuk apa di kuburkan? bukankah dengan cara di salib tersebut dunia bisa melihat dengan mata kepala sendiri bahwa anak tuhan sudah menebus dosa sekalian manusia, mengapa tidak ada keabadian tersalibnya yesus kalian?

    lalu apakah penebusan dosa itu harus di salib? apakah tidak ada cara mati yang lebih baik dari pada di salib? mengapa yesus kamu tidak mengumumkan di Injil bahwa dia datang untuk di salib agar seluruh manusia tahu akan cerita hebat ini? mengapa harus ada nabi baru lagi? bukankah dosa sekalin manusia sudah di ampuni? mengapa harus ada al quran lagi? sebelum ada cerita penebusan dosa ini bagaimana dengan umat2 terdahulu yang tidak tahu menahu dengan penebusan dosa yang di emban oleh yesus kamu itu, kenalpun tidak?

    akan ada satu juta pertanyaan di kepala saya yang sampai kiamatpun engkau tidak akan mampu menjawab, lebih baik engkau jawab saja satu persatu di atas?

  17. @ Filar Biru
    Tentu bukan manusia yang mengangkat manusia menjadi nabi!!!!. nah kalau Tuhan sudah mengangkat manusia menjadi nabi, itu berarti segala perbuatan nabi tersebut sudah di kontrol oleh Allah, artinya Nabi itu terjaga dari perbuatan dosa baik yang kecil mapun yang besar. Kalau ada nabi tetap saja melakukan dosa, itu namanya bukan nabi.
    .
    .

    Harusnya kamu mengetahui apa arti kebebasan yg telah diberikan Tuhan kpd manusia. Sekalipun malaikat adalah mahluk surgawi ciptaan Allah yg sempurna tetapi beberapa mereka juga dapat jatuh kedalam dosa. Contohnya Iblis. Itu artinya semua mahluk yg segambar dgn DIA diberi Allah bebas menjatuhkan pilihan apakah hendak berbuat dosa ataukah tidak.

    .
    .
    @ Filar Biru
    saya kan memberi contoh di atas kok kamu langsung memvonis saya begitu??? apa anda tidak punya logika lagi untuk mengcounter postingan saya di atas?.

    kalau bukan di karena KEYAKINAN lalu engkau punya apa lagi? apakah harta bendamu?
    .
    .

    Saya bukan type org yg spt sahabat lain yg mengcounter atau berdebat dgn berputar-2 pada masalah itu. Saya hanya memberi tahukan bhw kita membahas sesuatu yg manusia tidak pernah melihat apakah keyakinan krn agama yg dianutnya itu benar atau salah. Kita hanya perlu berbicara ttg apa yg kita diskusikan. Jangan melebar dgn menghakimi orang lain Maafkan saya krn khusus type orang sptmu saya tidak boleh berbicara panjang lebar.
    .
    .
    @ Filar Biru
    Anda bicara masalah keselamatan? taruhlah yesus tuhan kamu itu di salib, mengapa dia teriak2 minta tolong? kalau memang tuhan kamu datang untuk menebus dosa manusia, kenapa teriak2, mengapa orang2 yahudi menyalib beliau, mengapa dia tidak mengatakan pada murid2 bahwa saya datang ke dunia ini untuk menebus dosa sekalian manusia, bla bla ….

    .
    .

    Khusus pertanyaanmu ini sebenarnya saya, sdr Parhobas dan teman lainnya telah memberi jawaban yg kurang lebih sangat mudah utk kamu pahamin. Saya juga pernah memberi jawaban khusus itu di blogmu tetapi sptnya tetap hatimu belum terbuka. Baiklah kita cari dulu judul posting sdr saya ini ttg pertanyaanmu itu, saya dan sdr Parhobas akan memberi jawaban yg to the point aja

    .
    .
    @ Filar Biru
    akan ada satu juta pertanyaan di kepala saya yang sampai kiamatpun engkau tidak akan mampu menjawab, lebih baik engkau jawab saja satu persatu di atas?
    .
    .

    Kamu kira pertanyaanmu spt itu membutuhkan jawaban sp akhir jaman ?? Hehehehe. Ilustrasinya begini ya Filar .. anak saya sewaktu berumur 4 hingga 6 thn selalu bertanya dan bertanya ttg apa yg baru dan selalu hendak ia ketahui. Setiap dia bertanya hal tertentu maka dia tidak akan bertanya di lain waktu ttg itu juga. Dia berkembang seiring waktu pertambahan usianya. Jadi sewaktu kecil makanannya adalah minuman susu. Setelah dewasa diapun membutuhkan makanan keras. Sama dgn itu pertanyaanmu itu sudah berulangkali kamu tanyakan di berbagai blog hanya saja saya heran koq kenapa selalu bertanya ttg itu-2 saja. Dapat saya simpulkan adalah pertanyaan mu hanyalah menunjukkan penolakanmu saja ttg berita Injil itu. Karena setiap yg mendengarkan berita Injil dan menerimanya tanpa banyak bertanya dia serupa dgn anak-anak kecil yg selalu percaya tanpa banyak bertanya krn percaya.

  18. @Robin

    Harusnya kamu mengetahui apa arti kebebasan yg telah diberikan Tuhan kpd manusia. Sekalipun malaikat adalah mahluk surgawi ciptaan Allah yg sempurna tetapi beberapa mereka juga dapat jatuh kedalam dosa. Contohnya Iblis. Itu artinya semua mahluk yg segambar dgn DIA diberi Allah bebas menjatuhkan pilihan apakah hendak berbuat dosa ataukah tidak.

    Hahahahah…..tidak saja kepercayaan kamu kepada Tuhanmu menghantarkan kamu ke jurang kebinasan. Kepada mahkluk ghaibnya juga kamu tidak tidak mampu membedakan mana yang di sebut Malaikat dan mana dari golongan Jin. hahahaha.

    Itu sebabnya Al Quran itu turun, untuk menjelaskan segala sesuatu.

    “Kami menurunkan AI-Quran kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu.” (QS 16:89)

    Lihat ayat di atas, sungguh manusia itu tidak mengatahui apa2 kalau Al Quran tidak di turnkan.

    Golongan malaikat adalah golongan mahkluk Allah yang taat yang diciptkan dari Nur. di ambil dari akar kata Mala dari bahasa arab yang artinya kekuatan. sedangkan golongan Jin adalah mahkluk Allah yang diciptakanNya dari Api. Akar katanya adalah Jann. yang artinya tersembunyi. Iblis itu dari golongan Jin. Bukan dari golongan Malaikat. Ngerti.!!!???

    15:27. “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.”

    18:50. “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang lalim.”

    Lihatlah begiu terangnya firman Allah dalam Al Quran, kalau tidak ada ayat2 di atas sungguh manusia tidak tahu apa itu malaikat dan apa itu Jin.

    Khusus pertanyaanmu ini sebenarnya saya, sdr Parhobas dan teman lainnya telah memberi jawaban yg kurang lebih sangat mudah utk kamu pahamin. Saya juga pernah memberi jawaban khusus itu di blogmu tetapi sptnya tetap hatimu belum terbuka. Baiklah kita cari dulu judul posting sdr saya ini ttg pertanyaanmu itu, saya dan sdr Parhobas akan memberi jawaban yg to the point aja

    mana ajaran kamu yang mudah di pahami? apakah trinitas yang dengan segala atributnya mudah di pahami? sudah kita tidak usah lagi membicarakan permaslahan ini , sudah berapa banyak jawaban dari para pendeta kalian tidak ada yang sama.

    dan diantara banyaknya pertanyaanku tidak ada satu jawaban darimu, oleh sebab itu engkau sengaja mengambil ilustrasi bocah berumur 4 tahun dan 6 tahun.

    Sudahlah tidak usah lagi kita berdebat terlau sengit, imanilah apa yang pantas engkau imani, begitu juga dengan diriku. smoga saja di suatu hari nantti kalain mendapat hidayah dari Allah.

    Percuma juga saya memberikan pertanyaan maupun jawaban.

  19. setiap nabi lahir dari keturunan baik-baik, tidak ada seorang nabi yang bapak dan emak nya berzina. Sekali lagi yang namanya Nabi terjaga dari dosa sebab memang seorang nabi selalu di jaga oleh Allah dari perbuatan dosa. Mana ada seorang Pendosa di angkat Tuhan menjadi Nabi.
    Hahahaha…ngelucu aja kau brott….Adam melanggar perintah TUHAN (berdosa) dengan memakan buah terlarang (Bagi golongan anda Adam itu Nabi). Kemudian Adam dan Hawa terusir dan melahirkan anak Kain dan Habel.
    Kain kemudian (berdosa) membunuh habel, perlu kamu ketahui Filar, para nabi2 termasuk anda dan saya adalah keturunan dari Adam si pembuat dosa dan Kain si pembunuh manusia pertama.

    Nahhh….klo Adam saja melahirkan seorang pembunuh, bisa kamu bayangkan seorang pembunuh kemudian melahirkan keturunan yang bagaimana.

    Maksud kamu ini apa, saya tidak mengerti?
    Daud yang mana kamu maksudkan lagi kalau bukan Daud bapaknya Sulaiman?

    Ahhhh…kamu pura2 ngak tau ya brott….biasanya masalah yang porno2 manusia cepat tanggap lho….wkwkwkwkwk…ayolahh…jangan menutup mata brott…tolong ceritakan mengenai ayat2 porno dalam AQmu juga biar balance debat kita ini.

    Memang, tidak ada hubungannya dengan politik dan saya sedang tidak menyinggung masalah politik. Saya menyinggung tentang konsep, ya…..konsep pemkiran bangsa Indonesia. Karena berjenggot dan berjambang di bilang alim, karena presiden tidak pernah bersalah dan kebal hukum. Karena berpakaian necis dibilang kaya dan terhormat. Karena nabi dibilang tanpa dosa dan kebal dosa.

    Thanx

    • @Penuai

      Hahahaha…ngelucu aja kau brott….Adam melanggar perintah TUHAN (berdosa) dengan memakan buah terlarang (Bagi golongan anda Adam itu Nabi). Kemudian Adam dan Hawa terusir dan melahirkan anak Kain dan Habel.

      apakah status adam ketika di syurga adalah Nabi? hahaha otak kamu itu yang kurang memahami perkataan saya. Saya katakan sekali lagi apakah ada seorang penzina di angkat Tuhan menjadi Nabi?

      Yang namanya Nabi pasti ada umatnya atau kaumnya, di syurga apakah Adam memiliki kaum? hahahaha

      dasar boncel betul otakmu itu, Adam itu di angkat oleh Allah menjadi Nabi setelah ada manusia keturunannya dan itupun setelah di bumi bukan di syurga. Ngerti????!!!!

      Ahhhh…kamu pura2 ngak tau ya brott….biasanya masalah yang porno2 manusia cepat tanggap lho….wkwkwkwkwk…ayolahh…jangan menutup mata brott…tolong ceritakan mengenai ayat2 porno dalam AQmu juga biar balance debat kita ini

      tunjukan padaku mana2 ayat2 porno dalam al quran?

      Karena berjenggot dan berjambang di bilang alim, karena presiden tidak pernah bersalah dan kebal hukum. Karena berpakaian necis dibilang kaya dan terhormat. Karena nabi dibilang tanpa dosa dan kebal dosa.

      apa relevansinya ocehanmu ini antara jambang, jenggot dengan presiden. antara dasi dengan dosa?

      hahaha kamu ini semakin ngeracau saja

  20. @ Filar Biru
    mana ajaran kamu yang mudah di pahami? apakah trinitas yang dengan segala atributnya mudah di pahami? sudah kita tidak usah lagi membicarakan permaslahan ini , sudah berapa banyak jawaban dari para pendeta kalian tidak ada yang sama.
    .
    .

    Kalau begitu mengapa kamu yg ngotot bertanya tanpa tidak ingin memahaminya heheh

    .
    .

    @ Filar Biru
    Sudahlah tidak usah lagi kita berdebat terlau sengit, imanilah apa yang pantas engkau imani, begitu juga dengan diriku. smoga saja di suatu hari nantti kalain mendapat hidayah dari Allah.
    .
    .
    Sedari awal saya katakan bhw saya bukan tipe pendebat spt sahabat-2 seiman lainnya. Saya hanya inginmengulas posting ulasan sdr Parhobas dan memberi penerangan bgmu dan yg kurang mengerti. Sdr Parhobas memberitakan.. saya menerangkan… tugas kamu hanya bertanya dan membaca tanpa berlelah-2 hanya ingin berdebat. Karena pengalaman saya diskusi dgnmu .., jikalau panjang lebar saya terangkan .. kamu katakan selalu panjang lebar kesana kemari. Sekarang saya terangkan langsung to the point kau katakan percuma kamu bertanya ? hehehe

    .
    .
    @ Filar Biru
    Percuma juga saya memberikan pertanyaan maupun jawaban.
    .
    .

    Kasih karunia Tuhan Yesus yg saya sembah juga menyertai firman yg saya sampaikan kpdmu…, amin

    • @robin

      Kalau begitu mengapa kamu yg ngotot bertanya tanpa tidak ingin memahaminya heheh

      saya bertanya di sebabkan ketidak beresan kepercayaanmu itu, makanya saya bertanya, lagian mengapa anda tidak menjawab?

      Sedari awal saya katakan bhw saya bukan tipe pendebat spt sahabat-2 seiman lainnya. Saya hanya inginmengulas posting ulasan sdr Parhobas dan memberi penerangan bgmu dan yg kurang mengerti. Sdr Parhobas memberitakan.. saya menerangkan… tugas kamu hanya bertanya dan membaca tanpa berlelah-2 hanya ingin berdebat. Karena pengalaman saya diskusi dgnmu .., jikalau panjang lebar saya terangkan .. kamu katakan selalu panjang lebar kesana kemari. Sekarang saya terangkan langsung to the point kau katakan percuma kamu bertanya ? hehehe

      lihat koment kamu di atas itu, tidak satupun pertanyaan saya kamu jawab? engkau menyruhku bertanya, setelah aku tanya hasilnya NOL BESAR.

    • @Robin

      anda mengatakan tidak ingin berputar2 dalam masalah apapun, sekarang anda sendiri berputar.

      Anda mengelak dari apa yang saya tanya. kalau kamu nggak bisa jawab ya sudah nggak apa2. yang jelas sekarang kalian ini adalah nol besar.

      • @ Filar Biru
        Anda mengelak dari apa yang saya tanya. kalau kamu nggak bisa jawab ya sudah nggak apa2. yang jelas sekarang kalian ini adalah nol besar.
        .
        .

        Apakah kamu hendak mengatakan saya, sdr Parhobas dan sdr Penuai adalah Nol besar sementara kamu Nol kecil . Hmm .. benar juga sih.. tingkatannya Nol besar pasti di atas Nol Kecil

  21. nabi selalu di jaga oleh Allah dari perbuatan dosa
    Trusss…kenapa Adam bisa jatuh ke dalam dosa ???!!!!…kenapa Kain menjadi seorang pembunuh…????!!!

    • @Penuai

      saya katakan apakah adam adalah seorang nabi ketika di syurga? dan apakah Kain seorang nabi?

      hehehe penuai…penuai sedih betul aku melihat kedangkalan cara berfikirmu.

      kau carilah referensinya di kolong langit ini.

      • @Filar Biru

        Nabi Isa itu manusia biasa atau gimana?
        dimana beliau sekarang?

        salam

    • @penuai

      mas filar ini sering mengutarakan hal-hal yang inkonsisten…
      bagi saya itu sangat parah…

      salam

      • @Par

        yang kagak konsisten itu kitab elo. apa perlu gue bongkar tu kitab lo di sini?

      • @Filar

        marilah kita masing2 merenung, jangan sampai tinggi hati, merasa benar d.l.l….

        salam

      • @Par

        Sorry Par… saya kalau debat dengan @Penuai sering emosi, dari dulu emang begini.

        Penuai sering membuat saya naik pitam, sejujurnya saya katakan:

        saya sebenarnya orangnya tidak suka menghina kepercayaan orang lain, akan tetapi di karenakan saya pertama sekali melihat bagaimana jephman di blognya dan komennya di blog islamindie menghina Rasulullah dengan makian dan cacian, darah saya mendidih itu sebabnya saya menjadi kasar terhadap kalian.

        Belum perna seumur2 hidup saya, Rasulullah yang saya cintai di hina melebihi binatang.

  22. @ Fillar Biru
    saya bertanya di sebabkan ketidak beresan kepercayaanmu itu, makanya saya bertanya, lagian mengapa anda tidak menjawab?
    .
    .

    Terimakasih atas pujiannya Dalam hal apa saya tidak menjawab kau Filar ? Apakah ada pertanyaanmu serupa dgn judul posting di atas ??

    .
    .
    @ Filar biru
    lihat koment kamu di atas itu, tidak satupun pertanyaan saya kamu jawab? engkau menyruhku bertanya, setelah aku tanya hasilnya NOL BESAR.

    .
    .

    Yang saya tahu biasanya orang-orang yg bertanya adalah orang-2 yg memang ingin mengetahui sesuatu hal dan pengetahuannya jauh dibawah org yg memberi jawaban .. hehehehe , apa kamu mengerti Filar

    • @ Robin

      lo sama aja sama penuai ngak juga jawab2 tu pertanyaan gue, alasan ini lah itu lah hahhhhhhhhhhhh paya lu hehehe

  23. Ahhhh…maless berdebat ama Filar biru…tukang ngeles nih orang..pertanyaan ane kagak dijawab-jawab. Klo dah terdesak suka pake kata2 kasar deh…tapi klo di kritik pasti ngeles lagi deh….

    Kemarin juga gaya berdebatnya seperti itu, pertanyaan ndak dijawab kerjaannya ngeles mulu….ndak sembuh-sembuh tuh penyakitnya Gan….wkwkwkwkw…gihh sana makan bakso dulu biar agak sehat….wkwkwkw

    • @Penuai

      hahahah jawab aja lo nggak bisa. kan saya tanya lo pade. apakah adam itu seorang nabi ketika di syurga? hahaha ngapain lo kagak jawab tu pertanyaan gue?

      • Lha…ente tanya aja ama Adam….gw cuma tau orang muslim bilang Adam itu Nabi…so…loe bilang Nabi tu ndak bisa berdosa…ente bilang TUHAN ngak mungkin mengangkat pendosa menjadi Nabi…nah..kanapa tuhan ente mengangkat Adam sebagai nabi ketika di bumi, jelas2 dia berdosa….

        Trus ent bilang, Nabi berasal dari keurunan baik-baik, lhaa jelas2 semua nabi termasuk anda dan saya keturunan dari Adam si pendosa dan Kain si pembunuh…..

        Hahahaa…juga ya iyalah…klo ngikutin gaya berpikir ente saya ndak akan bisa jawab, soalnya ente jawabannya berkelit dan ngeles mode on…

        Btw…ayat pornonya dah dapet lom…

        Thanx..

      • @Penuai

        *Ketika adam udah di bumi dosanya udah di ampuni oleh Allah jadi ketika beliau di angkat menjadi nabi beliau nggak ada dosa lagi. lagian mana ada orang yang berdosa di angkat menjadi nabi lo ada2 saja.

        lo aja kagak ngerti maksud gue. paya lo.

        *Na…apakah ada nabi dari keturunan penzina? itu makanya gue bilang nabi nggak ada dari keturunan penzina. Itu sebabnya mereka dari keturunan baik2.

        sapa yang mode on ….hehehe lo aja yang kagak ngerti maksud gue. lagian lo jawabnya ngalur ngidul

  24. Btw….Lar….status apa nih maksudnya ?…status pesbuk kahhh…??!!! wkwkwkwkwk….

  25. @Par

    Yang namanya NABI jelas dari golongan manusia!!! Tapi kalau Rasul itu ada dari golongan Malaikat dan Manusia.

    Itu arinya Isa binti Maryam adalah manusia, gitu aja repot.

    Sekarang beliau udah meninggal. Umurnya sekita 120 tahun

    • @Filar

      Yang namanya NABI jelas dari golongan manusia!!! Tapi kalau Rasul itu ada dari golongan Malaikat dan Manusia.
      jadi Isa adalah nabi, artinya ia dari golongan manusia…
      terimakasih jawaban Anda..

      Itu arinya Isa binti Maryam adalah manusia, gitu aja repot.

      Sekarang beliau udah meninggal. Umurnya sekita 120 tahun
      Kapan meninggal, dan dimana, dan dari mana Anda tahu usianya 120 tahun?,… katanya beliau ditukarkan waktu disalib, dan diangkat ke sorga, bisa diperjelas…

      sekali lagi terimakasih atas ketidakrepotan Anda

  26. @Par

    Kapan meninggal, dan dimana, dan dari mana Anda tahu usianya 120 tahun?,… katanya beliau ditukarkan waktu disalib, dan diangkat ke sorga, bisa diperjelas…

    sekali lagi terimakasih atas ketidakrepotan Anda.

    meninggalnya saya tidak tahu persis. Saya tahu usianya berdasarkan hadits Rasulullah SAW: Dalam Kitab Hadis Kanzul Umal Jilid XI hal 479. Fatimah r.a. menerangkan Rasulullah saw bersabda :

    “Sesungguhnya Isa ibnu Maryam usianya 120 tahun”.

    Jadi beliau tidak wafat dalam usia 33 tahun, tidak juga dalam usia 2000 tahun lebih, melainkan beliau wafat pada usia 120 tahun.

    Di dalam Al Quran juga ada kok:

    23:50. Dan telah Kami jadikan (Isa) putra Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.

    Bukankah di Injil juga ada?

    Berarti kamu selama ini nggak baca tu alkitab heheheh

    Yang di salib memang bukan nabi isa, yang di salib adalah muridnya yang kurang ajar dan pengkhianat.

    Memang banyak hadits yang mengatakan bahwa nabi isa di angkat oleh Allah ke langit. Tapi secara pribadi saya tidak percaya dengan hadits2 seperti itu sebab sangat berlawanan dengan firman Allah di dalam AQ.

    • @Filar

      Kapan meninggal, dan dimana, dan dari mana Anda tahu usianya 120 tahun?,… katanya beliau ditukarkan waktu disalib, dan diangkat ke sorga, bisa diperjelas…

      sekali lagi terimakasih atas ketidakrepotan Anda.

      meninggalnya saya tidak tahu persis. Saya tahu usianya berdasarkan hadits Rasulullah SAW: Dalam Kitab Hadis Kanzul Umal Jilid XI hal 479. Fatimah r.a. menerangkan Rasulullah saw bersabda :

      “Sesungguhnya Isa ibnu Maryam usianya 120 tahun”.

      Jadi beliau tidak wafat dalam usia 33 tahun, tidak juga dalam usia 2000 tahun lebih, melainkan beliau wafat pada usia 120 tahun.
      bagaimana caranya Muhammad tahu bahwa Isa meninggal pada usia 120 tahun? dan bagaimana caranya Anda mengatakan Isa tidak mati 33 tahun atau usia 2000 tahun lebih

      Di dalam Al Quran juga ada kok:

      23:50. Dan telah Kami jadikan (Isa) putra Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.
      saya kira ini belum menjawab, dimana beliau sekarang berada?…

      Bukankah di Injil juga ada?
      Sekali lagi itu logika amburadul,.. jadi tidak usah membawa2 ALKITAB (yang di dalamnya ada Injil),… sebab ALKITAB ditulis untuk menjadi saksi kepada semua manusia, bahwa YESUS telah menyelesaikan keterpisahan manusia dari ALLAH dengan cara jalan SALIB…

      Berarti kamu selama ini nggak baca tu alkitab heheheh
      tidak ada gunanya Anda mengucapkan kata2 kosong….

      Yang di salib memang bukan nabi isa, yang di salib adalah muridnya yang kurang ajar dan pengkhianat.
      artinya Nabi Isa bukanlah YESUS KRISTUS, jadi kalau ANda sampai menolak YESUS KRISTUS Anda telah melampaui batas2 kepantasan dogma/iman saudara…

      Memang banyak hadits yang mengatakan bahwa nabi isa di angkat oleh Allah ke langit. Tapi secara pribadi saya tidak percaya dengan hadits2 seperti itu sebab sangat berlawanan dengan firman Allah di dalam AQ.
      dan ternyata ada juga saudara muslim yang percaya bahwa beliau diangkat ke sorga, dan perkataan saudara mengindikasikan bahwa memang terjadi perbedaan di antara sesama muslim…bagaimana saudara mempertimbangkan hal ini?… apakah ini juga sebagai bukti bahwa memang meski 1 AQ tetapi harus terpisah satu sama lain jika dipandang dari masalah iman pribadi dan tafsir berdasar hadits…
      sebuah perkataan saudara mengatakan bahwa semua yang beriman ke AQ pasti tidak terpecah-pecah, nyatanya?…

  27. @Filar…..kenapa ente selalu emosi klo debat dengan ane….hehehehe….kamu tuh mirip ahli taurat pada zaman Yesus….suka emosi klo debat….klo merasa benar kenapa harus emosi gan…????!!!

    • @Penuai

      lo muter2 makanya gue jadi emosi heheheh
      di tanya ini jawabnye itu siapa yang kagak emosi

      • Wkwkwkwkwk….bukannya ente yang seperti itu, Bang Par juga kayaknya mengakui hal tersebut, kamu tuh sering mengungkappan hal-hal yang inkonsisten…….

        Tapi anehnya meskipun ente begitu, ane kagak pernah emosi……

      • @Nuai

        hehehe kalian berdua sepertinya tidak nyadar2 yang inkosisten itu sapa? lihatlah kitabmu itu apakah kitabmu konsisten? hahahah
        kalian berdua ini membuat malu diri sendiri. ngerti?

        dimana letak ketidakkonsistenan diri ku wahai penuai?

    • Btw…ayat pornonya dah dapet lom, biar konsisten gitu lho….

  28. *Ketika adam udah di bumi dosanya udah di ampuni oleh Allah jadi ketika beliau di angkat menjadi nabi beliau nggak ada dosa lagi. lagian mana ada orang yang berdosa di angkat menjadi nabi lo ada2 saja.
    lo aja kagak ngerti maksud gue. paya lo.

    Wkwkwkwkwkkk…..suka-suka allahmulahhhh Lar…..wkwkwkwkk.
    Saran ane….lebih baik allah mengampuni dosanya Hitler, Mao Zedong, dan kroni-kroninya…trus abis tu diangkat jadi Nabi…kan lumayan tuh…pengikut mereka kan banyak, jadi….sekalinya bertobat…langsung dapat banyak pengikut…wkwkwkwkwk

    Na…apakah ada nabi dari keturunan penzina? itu makanya gue bilang nabi nggak ada dari keturunan penzina. Itu sebabnya mereka dari keturunan baik2.
    Wkwkwkwkwkk……gw mo nanya ama ente…? keturunan Adam tuh bersih semua yahh? ndak ada yg pezina ?….sadar tidak sadar, mau tidak mau…klo kamu masih keturunan Adam, maka pastilah ada keturunan Adam yang melakukan dosa zina.

    Logikanya gini deh, klo Kain keturunan langsung dari Adam saja bisa jadi pembunuh….apakah mustahil Kain melahirkan keturunan yang pasti pernah melakukan zinah ???!!!

    Klo masih mengandung darah adam, tidak ada ceritanya keturunan baik-baik, sebab klo memang baik-baik….harusnya ente dan ane ngak tinggal di bumi, tapi tinggal di Firdaus.

    Klo emosi….makan bakmi….wkwkwkwk

    • @Penuai

      Wkwkwkwkwkkk…..suka-suka allahmulahhhh Lar…..wkwkwkwkk.
      Saran ane….lebih baik allah mengampuni dosanya Hitler, Mao Zedong, dan kroni-kroninya…trus abis tu diangkat jadi Nabi…kan lumayan tuh…pengikut mereka kan banyak, jadi….sekalinya bertobat…langsung dapat banyak pengikut…wkwkwkwkwk

      nah lain yang saya jelaskan lain pula yang kau jawab hahaha memang otakmu udah karatan kali ye

      Wkwkwkwkwkk……gw mo nanya ama ente…? keturunan Adam tuh bersih semua yahh? ndak ada yg pezina ?….sadar tidak sadar, mau tidak mau…klo kamu masih keturunan Adam, maka pastilah ada keturunan Adam yang melakukan dosa zina.

      benar keturunan adam emang nggak ada yang bersih melulu akan tetapi keturunan para nabi tidak ada keluarganya seorang penzina, contoh nabi ibrahim, apakah bapak nenek moyangnya seorang penzina?

      Klo masih mengandung darah adam, tidak ada ceritanya keturunan baik-baik, sebab klo memang baik-baik….harusnya ente dan ane ngak tinggal di bumi, tapi tinggal di Firdaus.

      hahahah ternyata otak lu emang cumprret…saya beri tahu ama elo tidak salahpun adam, tetap aja keturunannya ini mendiami bumi, artinya salah nggak salah adam tetap aja dia bakalan di turunkan kebumi.ngerti?

      jadi menurut pendapat kepercayaan kalian adam itu di turunkan di karena salah? begitu? hahahaahah

      1. tahukah kamu seandainya apa yang akan engkau katakan seandainya adam nggak ada salah tapi tetap di turunkan ke bumi?

      2. Tahukah kau apa yang di katakan oleh Malaikat Maut kepada Allah ketika dia di beri tugas untuk mencabut nyawa manusia dan mahkluk lainnya?

      jawaban no 1 san no 2 sama hanya objeknya yang lain, ngerti?

      • @Filar

        Ketika seseorang menginginkan seorang wanita di dalam hatinya, itu sudah diperhitungkan berzina…

        nah coba Anda uji Nabi atau Rasul atau diri Anda sendiri, berapa kali sudah berzina…

        bagi pria di jaman sekarang ini ZINA adalah tantangan besar

      • Hehehehe…di Filar emosi lagi, dah makan bakmi lom….saya kan cuma ngasih saran, klo memang allah itu bisa dengan sesuka hatinya menghapus dosa manusia, kan ndak ada salahnya dosa Hitler ‘n Mao Zedong dihapus, soalnya pengikutnya besar…..atau saran yg lebih ekstrim lagi…dosanya iblis dihapus aja, pengikutnya lebih besar lagi tuh……biar allah bikin perjanjian ama iblis…nahhh…klo gini kan enak….iblis ngak akan capek2 lagi godain manusia. Manusia juga bisa terlepas dari gangguan iblis….Happy Ending dahhhh…semua masuk surga…..Bukankah itu yang dicita-citakan tuhan…agar smua mahlukNya selamat..??!!!

        Lagi pula iblis akan cemburu menuntut keadilan TUHAN, klo ternyata allah dengan gampangnya menghapus dosa Adam sedangkan iblis yang juga mahluk ciptaan tuhan dosanya dibiarin menumpuk dan berkarat.

        Iblis akan mengajukan gugatan terhadap gelar TUHAN sebagai yang MAHA ADIL.

        Abraham masih keuturunan Adam brot…

  29. @Par

    Tergantung orangnya juga. kalau saya si udah nggak terhitung zinanya kalau yang kamu maksudkan begitu.

    Nabi itu hatinya suci bro, sudahlah jangan kamu berburuk sangka terus dengan para nabi. Nabi itu tidak perna salah sama kamu kok kamu seorang umat beragama kayak begini imannya, heran gue?

    lagian mana ada nabi itu hatinya kotor seperti yang kamu tuliskan begitu. Aku benar2 heran sama kamu ini. kamu mengaku beragama tapi hati kamu seperti lumpur.

    Apakah di dalam agama kamu tidak di ajarkan begaimana cara berbaik sangka kepada sesama manusia???
    mengucapkan salam ketika bertemu dengan sesama?

    • @Filar Biru

      Jika Anda menganggap Nabi itu suci dan tidak lepas dari dosa, maka pertanyaannya adalah:
      a. Apakah seseorang menjadi nabi karena ia telah suci?, jika ya maka setiap bayi (karena menurut dogma Anda setiap bayi adalah suci) adalah layak menjadi nabi, termasuk bayinya pezinah

      b. Tidak ada buruk sangka, atau prasangka atau menjelek2kan nabi hai saudara Filar,… Yang adalah kami juga memperkatakan apa yang Nabi ucapkan, apa yang nabi pesankan, semuanya itu sudah tercatat di ALKITAB… tetapi harus diingat bahwa meski mereka adalah nabi (orang yang dipilih oleh TUHAN secara langsung untuk memperlihatkan maksudNYA di bumi), TUHAN memperlihatkan bahwa mereka ini juga adalah manusia-manusia biasa, manusia yang sama seperti kita,… sampai datang DIA (KRISTUS), Yang Benar, Yang Adil dan Yang Suci

      Anda jika membaca Alkitab selalu menemukan kesalahan-kesalahan manusia, termasuk di dalamnya adalah beberapa orang Nabi.
      Kenapa bisa begitu?
      Begini saudara Filar…
      Ketika kita mengaku TUHAN adalah Satu-satunya, dan tidak ada yang lain selain DIA, alias DIA adalah ESA, maka Hanya DIA Yang Suci.
      Lalu bagaimana dengan manusia?
      Manusia telah berdosa, terpisah dari ALLAH.
      Tetapi TUHAN tidak serta merta melepaskan manusia itu kepada kebinasaan, IA menggunakan beberapa orang untuk mengabarkan KASIH ALLAH. Jadi orang yang berdosa itu dipakai, artinya mereka dibenarkan bukan karena sudah benar sebelumnya, mereka disucikan bukan karena sudah suci sebelumnya.
      Lalu timbul pertanyaan, jika Nabi adalah manusia biasa yang kemungkinan bisa salah bagaimana kita bisa percaya kepada mereka?, … Nah itulah gunanya Anda percaya kepada ALLAH, sebab jika Anda percaya kepada ALLAH, maka Anda akan bisa membedakan mana nabi yang benar-benar berbicara atas nama ALLAH, dan mana nabi yang nabi gadungan…caranya gimana? Yaitu melalui ROH ALLAH, ALLAH menerangkannya di dalam hati setiap umatNYA…
      ROH ALLAH tidak ada pada pemuka-pemuka agama Yahudi, dan ahli-ahli dan imam-imam pada masa pelayanan YESUS di bumi, maka mereka menyalibkan DIA Yang ADIL itu,.. Firman ALLAH Yang telah menjadi manusia itu…
      Sedemikian ROH ALLAH tidak ada secara ajaran pada Muslim, maka mereka tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah…

      Maka Anda akan selalu menemukan semua hal ini di ALKITAB, yang membuktikan bahwa hanya TUHAN Yang patut di percaya, sebab hanya DIA YANG ESA,.. tidak nabi, tidak rasul dan tidak yang lain,… meski TUHAN juga mengharuskan setiap orang yang percaya kepadaNYA supaya bisa kudus, supaya suci, d.l.l, sebab TUHAN adalah KUDUS…
      Setiap kegagalan oleh manusia di dalam upaya menjadi kudus itu dicatat di dalam ALKITAB, sebab ALKITAB adalah Ilham ROH ALLAH, sebab tidak ada yang tersembunyi di hadapan ALLAH.
      Nah jika ada orang yang mengaku-ngaku nabi, tetapi banyak hal yang tersembunyi, itu salah satu indikasi ia adalah nabi palsu, nabi gadungan, yang tidak mengenal ALLAH yang menyelidiki setiap hati. Nabi seperti itu pasti binasa di api kekal.

      Jika orang sudah mengkultuskan nabi, maka akan timbul masalah besar,..mereka akan menganggap setiap perkataan nabi benar,..padahal tadi mengaku hanya TUHAN Yang benar, sekarang koq perkataan nabi juga harus selalu benar,…Agama tanpa nabi ini akan kosong dan hampa, … saudara bisa melihat itu pada umumnya Islam, pada umumnya yang beragama Islam jika tanpa Muhammad adalah hampa, nah bagi orang yang percaya TUHAN Yang ESA, itu sudah bahaya…

      salam

      • @Pas

        Oke…di satu sisi anda mengakui keesaan Allah di sisi lain anda juga mengakui trinitas. Manurut saya anda tidak konsekwen. Bagaimana mungkin di dalam hati manusia ada iman dua bercabang begitu, permasalahan ini lah yang membuat saya ingin mengcounter bahwa apa yang anda imani itu adalah kesesatan. padahal telah datang kepadamu suatu petunjuk dari Rasulullah bahwa dia di utus untuk semua manusia bahkan termasuk mahkluk ghaib yaitu golongan jin.

        setiap manusia yang suci atau bersih belum tetntu di angkat menjadi nabi, anda jangan berfikiran sempit begitu. Kalau anda mengatakan bahwa setiap bayi lahir adalah suci, itu benar sebab bapak ibunyalah yang menjadikannya nasrani, yahudi ataupun majusi.

        anak lahir dari perbuatan zinah menurut saya juga tetap suci, sebab anak tersebut lahir bukan atas kehendaknya, mana ada bayi lahir tahu bahwa ia lahir dari perbuatan baik ataupun buruk ibu bapaknya. kalau ada anak haram jadah itu perbuatan orang tuanya yang haram jadah.

        baik… kembali ke dalam pembahasan anda dalam keesaan Tuhan. Sebenarnya di lihat dari kacamata apapun di dunia ini, hati nurani manusia itu sebetulnya sudah mengakui keesaan Tuhan. Hanya saja di dalam perkembangannya manusia selalu bersikap apatis, sombong, dan takabur, mendewakan mahkluk dsb.

        Itulah sebabnya peran sentral seorang nabi memberitahukan kepada kita sebuah kabar besar (Naba) bahwa dia di utus untuk menunjukan bahwa tiada tuhan selain Allah. Kalau Nabi bisa salah di dalam memberikan dakwa itu wajar saja itu sebabnya di perlukan wahyu agar jangan sampai salah.

        Kalau anda berpedoman kepada Nabi Muhammad sebagai nabi yang anda tuduhkan ada sesuatu yang di sembunyikan olehnya, tolong kamu katakan apa saja yang disembunyikannya!

        kalau melihat konsep yang anda gunakan jelas sekali kedangkalan anda berpikir. Allah menciptkan manusia adalah di mulai dari rahim seorang ibu, secara logika bayi yang baru lahir tidak memiliki apa2 termasuk dosa, apakah pantas anak yang baru lahir seumpama anak anda tegakah anda membenai dia dengan seonggok dosa, padahal melihat ibunya saja belum mampu? bukankah untuk menyusuinya saja punting susu ibunya di sodorkan ke mulutnya?

        Kalau ada agama bahwa bayi baru lahir itu sudah mewariskan dosa orang lain, sungguh kepercayaan yang terlaknat. Singa saja tidak mau makan anaknya sendiri.

        apapun yang anda katakan di atas tidak akan menyelesaikan permasalahan dalam agama anda, percayalah, tidak ada manusia lahir ke atas dunia ini menanggung dosa orang lain. Sungguh kepercayaan kalian sangat menyeramkan.

      • @Filar

        Oke…di satu sisi anda mengakui keesaan Allah di sisi lain anda juga mengakui trinitas. Manurut saya anda tidak konsekwen. Bagaimana mungkin di dalam hati manusia ada iman dua bercabang begitu, permasalahan ini lah yang membuat saya ingin mengcounter bahwa apa yang anda imani itu adalah kesesatan. padahal telah datang kepadamu suatu petunjuk dari Rasulullah bahwa dia di utus untuk semua manusia bahkan termasuk mahkluk ghaib yaitu golongan jin.

        Ada perkara besar buat mereka yang memahami Trinitas sebagai Triteis…
        Trinitas mengajarkan Ada ALLAH Yang ESA, dimana ALLAH Yang Esa itu ada 3 Pribadi, Bapa, Firman dan ROH Kudus…

        Triteis mengajarkan ada 3 allah, masing-masing dengan 1 Pribadi…
        Jadi Tritunggal/Trinitas bukanlah Triteis… sementara Anda selalu menganggap bahwa Kristen menyembah 3 ALLAH, yang disebut Tritunggal…
        sederhana saja:
        Tri = 3
        Tunggal = Esa, Satu…
        jadi 3 Pribadi Yang Satu…

        bedangan dengan TriTheis
        Tri = Tiga
        Teis = Tuhan
        jadi ada 3 TUHAN…

        Jika saudara bisa memahami itu maka sia-sialah counter dari allah Anda yang mengatakan bahwa trinitas adalah Allah, Isa dan Maria…

        setiap manusia yang suci atau bersih belum tetntu di angkat menjadi nabi, anda jangan berfikiran sempit begitu. Kalau anda mengatakan bahwa setiap bayi lahir adalah suci, itu benar sebab bapak ibunyalah yang menjadikannya nasrani, yahudi ataupun majusi.

        a. lalu apa dasarnya seseorang diangkat jadi nabi?
        b. kalau bapak ibumu bukan Islam apakah Anda akan menjadi Islam?

        anak lahir dari perbuatan zinah menurut saya juga tetap suci, sebab anak tersebut lahir bukan atas kehendaknya, mana ada bayi lahir tahu bahwa ia lahir dari perbuatan baik ataupun buruk ibu bapaknya. kalau ada anak haram jadah itu perbuatan orang tuanya yang haram jadah.

        itu menurut kamu, sebenarnya gimana?
        Dari ujung ke ujung bumi setiap anak yang dilahirkan dari ZINAH, maka biasanya akan “dikucilkan”, kenapa? karena moral yang ditanamkan pada manusia sejak Adam sudah baik, dan bisa melihat hal-hal yang tidak benar, salah satunya adalah ZINAH. Nah moral yang rusak seperti Anda itulah yang menganggap itu tidak apa-apa…dan memang banyak moral sudah rusak yang menganggap itu tidak apa…
        Yang kedua Anda harus bisa membedakan suci karena tidak atau belum melakukan sesuatu yang salah dan suci karena disucikan oleh TUHAN sendiri…

        baik… kembali ke dalam pembahasan anda dalam keesaan Tuhan. Sebenarnya di lihat dari kacamata apapun di dunia ini, hati nurani manusia itu sebetulnya sudah mengakui keesaan Tuhan. Hanya saja di dalam perkembangannya manusia selalu bersikap apatis, sombong, dan takabur, mendewakan mahkluk dsb.
        Tepat

        Itulah sebabnya peran sentral seorang nabi memberitahukan kepada kita sebuah kabar besar (Naba) bahwa dia di utus untuk menunjukan bahwa tiada tuhan selain Allah. Kalau Nabi bisa salah di dalam memberikan dakwa itu wajar saja itu sebabnya di perlukan wahyu agar jangan sampai salah.
        tolong Anda jawab, apa dasar seseorang diangkat menjadi seorang nabi

        Kalau anda berpedoman kepada Nabi Muhammad sebagai nabi yang anda tuduhkan ada sesuatu yang di sembunyikan olehnya, tolong kamu katakan apa saja yang disembunyikannya!
        bisa saja bukan beliau yang menyembunyikan, tetapi bisa juga saudara sendiri…
        contohnya banyak:
        YESUS mengatakan bahwa mengingini seorang perempuan pada saat kita sudah menikah, itu sudah berzinah…
        nah peristiwa Aisyah itu sudah zinah di hadapan TUHAN YANG ESA…
        tetapi di dalam mata saudara dan mata Islam itu bisa dilogisisasi menjadi tidak ZINA…

        kalau melihat konsep yang anda gunakan jelas sekali kedangkalan anda berpikir.
        mengerti kalimat2 saya saja terkadang Anda pusing,.. Anda harus lebih belajar merendah kawan, tidak bagus dialog begitu itu….

        Allah menciptkan manusia adalah di mulai dari rahim seorang ibu, secara logika bayi yang baru lahir tidak memiliki apa2 termasuk dosa, apakah pantas anak yang baru lahir seumpama anak anda tegakah anda membenai dia dengan seonggok dosa, padahal melihat ibunya saja belum mampu? bukankah untuk menyusuinya saja punting susu ibunya di sodorkan ke mulutnya?
        Anda katanya mempercayai dogma ANUGERAH, sehingga Anda akan memahami betapa terjadi ketidakkonsistenan jika memandang cara berpikir begini kawan….
        Cara berpikir begini di dasarkan pada sistem TIMBANGAN atau sistem ATAS DASAR PERBUATAN… atau sistem UNTUNG-RUGI…
        Jadi jika Anda telah mengatakan Hanya karena Anugerah, maka segera buang pemikiran yang beginian, karena kalau tidak Anda akan menjadi orang yang tidak konsisten…

        Karena seorang bayi belum bisa melakukan apa-apa maka ia suci.. di sini acuannya PERBUATAN… dimana ALLAHNYA?
        Padahal bayi dan manusia bukan hanya daging, tetapi juga roh..
        seorang bayi yang memiliki daging belum tentu dan pasti belum melakukan pelanggaran, tetapi bagaimana kondisi rohnya apakah Anda tahu?…

        Kalau ada agama bahwa bayi baru lahir itu sudah mewariskan dosa orang lain, sungguh kepercayaan yang terlaknat. Singa saja tidak mau makan anaknya sendiri.
        Sejak ADAM berdosa, manusia sudah terpisah dari ALLAH… itu intinya…
        Nah keterpisahan itu yang tidak bisa disambung oleh karena perbuatan manusia..
        DOSA itu ada dua secara umum, yaitu pelanggaran terhadap perintah, dan keterpisahan dari ALLAH…
        nah bagaimana Anda tahu melanggar perintah ALLAH jika di dalam roh Anda tidak mengenal hubungan Anda dengan ALLAH?
        Jadi miliki dulu hubungan yang baik dengan ROH ALLAH, terima ROH ALLAH, maka Anda akan tahu perintahNYA…
        Sehingga setiap orang tua yang menghilangkan hubungan dengan ALLAH, maka anak-anaknya juga akan menghilang hubungannya dengan ALLAH, oleh karena bahaya inilah maka TUHAN sejak awal tidak main-main dengan pernikahan dan perjinahan….karena berdampak pada jiwa baru yang akan mati karena perbuatan kita..

        apapun yang anda katakan di atas tidak akan menyelesaikan permasalahan dalam agama anda, percayalah, tidak ada manusia lahir ke atas dunia ini menanggung dosa orang lain. Sungguh kepercayaan kalian sangat menyeramkan.
        Jangan terlalu dibawa se ekstrim itu… mari kita pandang begini
        contoh hal yang terjadi di Indonesia:
        Jika orang tua Anda merasa dirinya adalah Islam yang benar, maka otomatis beliau akan mengarahkan dan mendoakan Anda kepada agama Islam…
        sampai Anda bertumbuh dan bisa membedakan sesuatu lalu Anda menentukan sendiri, tetapi terkadang ada masalah, dimana iman dipertanyakan,… ketika iman dipertanyakan, kita bisa saja pindah agama,… nah untuk pindah agama ini yang pertama dipikirkan manusia cenderung adalah bagaimana tanggapan orang tuanya…ya toh…

        Artinya orang tua yang benar sebelum melahirkan anak-anaknya sudah lebih dahulu menentukan masa depan anaknya, tanpa menanyakannya kepada si anak..salah satunya masalah agama…

        Nah sekarang jika saya sebut Agama Islam itu salah…
        berarti orang TUA Anda telah menjadikan Anda orang yang salah juga… artinya si anak telah menerima sesuatu yang salah yang sekarang dipertahankan seolah benar…itu artinya Anda telah menanggung dosa turunan dari orang tua Anda sendiri…

        bayangkanlah itu jika terjadi beribu-ribu generasi…
        sekarang bagaimana tanggapan Anda?

      • @Par

        Ada perkara besar buat mereka yang memahami Trinitas sebagai Triteis…
        Trinitas mengajarkan Ada ALLAH Yang ESA, dimana ALLAH Yang Esa itu ada 3 Pribadi, Bapa, Firman dan ROH Kudus…

        Saya tidak bicara triteis, saya bicara trinitas yang di ajarkan oleh paulusmu itu. Anda mengatakan bahwa Allah itu Esa lalu Esa itu ada sub tiga bagian atau 3 pribadi. Apakah anda bodoh ataukah agama anda yang goblok?

        Esa ya Esa, tri ya tri mana ada esa=tri. tolong tanyakan pada anak kecil 1apakah sama dengan 3. Anak kecil akan protes kalau engkau tetap berpendapat bahwa 1=3.

        Okelah sekarang saya akan jelaskan padamu yang namanya Esa yang di maksud di dalam agamaku itu adalah bahwa Zat Tuhan itu satu. Artinya begini; aku adalah manusia di dalam diriku ada darah, ada tulang, ada kotoran, ada air dll. itu artinya aku tida esa alias banyak zat dalam diriku walau yang namanya Filar itu orangnya hanya satu. Nah Allah Tuhanmu itu adalah SATU ZATNYA. Ngerti?

        Kalu menurut pandanganmu bahwa esa ada 3 pribadi itu artinya ada 3 zat di dalam satu tubuh tuhanmu. itu artinya bukan esa bro. ngerti maksudku?
        Artinya Allah itu Tuhan kita di dalam Zatnya tidak bercampur dengan zat yang lain, Zatnya Maha Esa. kok susah betul seh kamu ini memahaminya

        a. lalu apa dasarnya seseorang diangkat jadi nabi?

        tidak ada manusia yang di angkat menjadi nabi oleh Allah, melaikan sudah Dia tetapkan dari sononya, kalau anda mengatakan mengapa Allah menetapkan si A menjadi nabi, itu hak Dia bukankah Allah itu raja diraja?

        b. kalau bapak ibumu bukan Islam apakah Anda akan menjadi Islam?

        islam tidaknya seseorang itu hidayah Allah semata. walaupun misal bapak ibuku seorang al kafirun kalau Allah berkehendak bahwa aku tetap atau harus islam, ya tetap islam, lagian tidak ada jaminan kalau ada ibu bapaknya islam anaknya tetap islam.

        *menurutku bahwa tidak ada anak yang terlahir di dunia ini berdosa itu artinya dia suci dari segala dosa, walaupun bapak emaknya tukang kumpul kebo*

        Anda katanya mempercayai dogma ANUGERAH, sehingga Anda akan memahami betapa terjadi ketidakkonsistenan jika memandang cara berpikir begini kawan….
        Cara berpikir begini di dasarkan pada sistem TIMBANGAN atau sistem ATAS DASAR PERBUATAN… atau sistem UNTUNG-RUGI…
        Jadi jika Anda telah mengatakan Hanya karena Anugerah, maka segera buang pemikiran yang beginian, karena kalau tidak Anda akan menjadi orang yang tidak konsisten…

        kalau di pikir islam emang nggak konsisten, kalu dilihat secara lahiriyah. lihat saja umat islam seakan2 menyembah Ka’bah! itu contoh kecil

        Karena seorang bayi belum bisa melakukan apa-apa maka ia suci.. di sini acuannya PERBUATAN… dimana ALLAHNYA?
        Padahal bayi dan manusia bukan hanya daging, tetapi juga roh..
        seorang bayi yang memiliki daging belum tentu dan pasti belum melakukan pelanggaran, tetapi bagaimana kondisi rohnya apakah Anda tahu?…

        sangat tahu sekali, rohnya suci. Begini; yang di hukum itukan dagingnya bukan rohnya, setiap kali kita berbuat dosa di dunia ini yang di hukumkan dagingnya bukan rohnya. sedangkan roh ikut merasakan apa yang kita rasakan. kalu roh yang di hukum mana ada penjara juga mana ada neraka!?

        4:56. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

        Sejak ADAM berdosa, manusia sudah terpisah dari ALLAH… itu intinya…
        Nah keterpisahan itu yang tidak bisa disambung oleh karena perbuatan manusia..

        hehehe itu kepercayaanmu saja. segala sesuatu itu berasal dari Allah dan kembali kepada Allah, bagamana mungkin anda mengatakan bahwa terpisah dari Allah? itu artinya anda sudah mengecilkan pengetahuan Allah padahal Allah Maha Tahu. lagian dosa dan kesalahan adam itu sudah di ampuni oleh Allah kok.

        DOSA itu ada dua secara umum, yaitu pelanggaran terhadap perintah, dan keterpisahan dari ALLAH…

        yang namanya dosa itu adalah melanggar perintah Allah, terpisah dari Allah tidak ada kamusnya.

        nah bagaimana Anda tahu melanggar perintah ALLAH jika di dalam roh Anda tidak mengenal hubungan Anda dengan ALLAH?

        roh saya tetap mengenal Tuhannya. tidak roh di dunia ini yang tidak mengenal Tuhannya, termasuk roh kamu juga mengenal Tuhannya. Sebab modal pertama ini sudah di berikan Allah secara gratis dari sonohnya. tinggal kita lagi untuk mengemblengngnya. kalau kita melanggar ketentaun Allah sangat muda di dekteksi oleh roh kita. ada suatu rasa bersalah di dalam hati kita. sedangkan jasmani kita tidak bisa merasakan hal ini.

        Jadi miliki dulu hubungan yang baik dengan ROH ALLAH, terima ROH ALLAH, maka Anda akan tahu perintahNYA…

        hehehe saya sudah di ajarkan oleh Al Quran dan Sunnah bagaimana cara menyembahNya, terimakasih atas tawaranmu

        Sehingga setiap orang tua yang menghilangkan hubungan dengan ALLAH, maka anak-anaknya juga akan menghilang hubungannya dengan ALLAH, oleh karena bahaya inilah maka TUHAN sejak awal tidak main-main dengan pernikahan dan perjinahan….karena berdampak pada jiwa baru yang akan mati karena perbuatan kita..

        lalu mengapa kitabmu menghalalkan zinah? mengapa ada surat pengampunan dosa segala?

        Jika orang tua Anda merasa dirinya adalah Islam yang benar, maka otomatis beliau akan mengarahkan dan mendoakan Anda kepada agama Islam…

        betul

        sampai Anda bertumbuh dan bisa membedakan sesuatu lalu Anda menentukan sendiri, tetapi terkadang ada masalah, dimana iman dipertanyakan,… ketika iman dipertanyakan, kita bisa saja pindah agama,… nah untuk pindah agama ini yang pertama dipikirkan manusia cenderung adalah bagaimana tanggapan orang tuanya…ya toh…

        orang tua yang baik memang demikian adanya. apakah anda berniat pindah agama?

        Artinya orang tua yang benar sebelum melahirkan anak-anaknya sudah lebih dahulu menentukan masa depan anaknya, tanpa menanyakannya kepada si anak..salah satunya masalah agama…

        menurutku kamu betul. hanya saja ada peran Allah juga kok

        Nah sekarang jika saya sebut Agama Islam itu salah…
        berarti orang TUA Anda telah menjadikan Anda orang yang salah juga… artinya si anak telah menerima sesuatu yang salah yang sekarang dipertahankan seolah benar…itu artinya Anda telah menanggung dosa turunan dari orang tua Anda sendiri…

        bayangkanlah itu jika terjadi beribu-ribu generasi…
        sekarang bagaimana tanggapan Anda?

        tunggu dulu! di islam mananya yang salah? (untuk masalah ini kamu harus buktikan! saya tidak mau lawan debat tidak mempunyai bukti)

        kalau menurut kamu begitu bahwa dosa di turunkan oleh orang tua kepada anaknya berarti anak dari keturunanku yang paling terakhir lahir di dunia ini yang paling banyak dosanya? begitu? enak betul kalau begitu aku sekarang ya ada anak2ku yang akan menanggung dosa2ku lalu dosa2 anak2ku di turunkan kepada anak2nya demikian seterusnya sampai terakhir dari keturunanku, dan keturunanku yang paling terakhir dong banyak dosanya. kalau begitu agama apa ini? dogma apa ini?

        kalau begini cara kepercayaanmu berdogma ya sudah hancur leburlah kalian semua di dalam neraka.

        lalu anak terakhir tadi di tebus oleh yesusmu itu? atau dosa manusia seluruhnya di tebus oleh yesus kamu itu begitu? lalu untuk apa Nabi Muhammad SAW di utus ke dunia ini bro? taruhlah kamu tidak mengakui Rasulullah bukan nabi lalu siapa Tuhan Ibrahim?apakah yesus kamu itu menebusnya juga kalau boleh tahu apa kata Ibrahim?

      • @Filar

        Ada perkara besar buat mereka yang memahami Trinitas sebagai Triteis…
        Trinitas mengajarkan Ada ALLAH Yang ESA, dimana ALLAH Yang Esa itu ada 3 Pribadi, Bapa, Firman dan ROH Kudus…

        Saya tidak bicara triteis, saya bicara trinitas yang di ajarkan oleh paulusmu itu. Anda mengatakan bahwa Allah itu Esa lalu Esa itu ada sub tiga bagian atau 3 pribadi. Apakah anda bodoh ataukah agama anda yang goblok?

        Esa ya Esa, tri ya tri mana ada esa=tri. tolong tanyakan pada anak kecil 1apakah sama dengan 3. Anak kecil akan protes kalau engkau tetap berpendapat bahwa 1=3.
        Cara Anda memandang trinitas itu masih dari kaca mata triteis, makanya Anda tidak bisa memaksa sesuatu yang belum Anda pahami lalu melampaui batas menyalahkan Paulus, menyalahkan agama, dan terus mengatai saya goblok…., jadi perkataan saya dari awal buat Anda, kalau tidak mampu jangan dipaksakan, OK!!!

        Contoh sederhana dalam konteks ini,
        rumus kimia H2O, 1 rumus kimia H2O ini bisa di dalam 3 wujud, Air, Es dan Uap…
        Ada satu H2O tetapi 3 wujud,…
        Ada Satu ALLAH tetapi 3 Pribadi…
        semoga paham

        Okelah sekarang saya akan jelaskan padamu yang namanya Esa yang di maksud di dalam agamaku itu adalah bahwa Zat Tuhan itu satu. Artinya begini; aku adalah manusia di dalam diriku ada darah, ada tulang, ada kotoran, ada air dll. itu artinya aku tida esa alias banyak zat dalam diriku walau yang namanya Filar itu orangnya hanya satu. Nah Allah Tuhanmu itu adalah SATU ZATNYA. Ngerti?

        Kalu menurut pandanganmu bahwa esa ada 3 pribadi itu artinya ada 3 zat di dalam satu tubuh tuhanmu. itu artinya bukan esa bro. ngerti maksudku?
        Artinya Allah itu Tuhan kita di dalam Zatnya tidak bercampur dengan zat yang lain, Zatnya Maha Esa. kok susah betul seh kamu ini memahaminya

        a. Anda mengerti rumus2 unsur kimia tidak?,… nah dari situ diketehui bahwa rumusan terkecil, atom adalah zat tunggal, pertanyaan apakah dengan demikian atom itu juga Maha ESA?…
        b. allahmu bisa berkata2 tidak? pasti bisa kan karna bisa berwahyu, kalau bisa maka apakah apa yang dapat didengar itu se-zat dengan sumber suara yang ditimbulkan oleh allah Anda?
        apakah ide dan impression dari allah Anda sezat dengan allah itu sendiri?

        a. lalu apa dasarnya seseorang diangkat jadi nabi?

        tidak ada manusia yang di angkat menjadi nabi oleh Allah, melaikan sudah Dia tetapkan dari sononya, kalau anda mengatakan mengapa Allah menetapkan si A menjadi nabi, itu hak Dia bukankah Allah itu raja diraja?
        apa dasarnya allah Anda menetapkan dari sononya seseorang menjadi nabi?

        b. kalau bapak ibumu bukan Islam apakah Anda akan menjadi Islam?

        islam tidaknya seseorang itu hidayah Allah semata. walaupun misal bapak ibuku seorang al kafirun kalau Allah berkehendak bahwa aku tetap atau harus islam, ya tetap islam, lagian tidak ada jaminan kalau ada ibu bapaknya islam anaknya tetap islam.
        pernyataan ini bertentangan dengan pernyataan Anda sebelumnya yang mengatakan Anda suka saya dijalur saya yang sekarang…

        *menurutku bahwa tidak ada anak yang terlahir di dunia ini berdosa itu artinya dia suci dari segala dosa, walaupun bapak emaknya tukang kumpul kebo*
        dasarnya Anda mengatakan ini adalah karena dogma Anda yang mengatakan dogma karena perbuatan, timbangan, untung rugi, dan sekali lagi itu inkonsisten terhadap dogma Anda yang lain yaitu dogma anugerah….

        Anda katanya mempercayai dogma ANUGERAH, sehingga Anda akan memahami betapa terjadi ketidakkonsistenan jika memandang cara berpikir begini kawan….
        Cara berpikir begini di dasarkan pada sistem TIMBANGAN atau sistem ATAS DASAR PERBUATAN… atau sistem UNTUNG-RUGI…
        Jadi jika Anda telah mengatakan Hanya karena Anugerah, maka segera buang pemikiran yang beginian, karena kalau tidak Anda akan menjadi orang yang tidak konsisten…

        kalau di pikir islam emang nggak konsisten, kalu dilihat secara lahiriyah. lihat saja umat islam seakan2 menyembah Ka’bah! itu contoh kecil
        itulah yang terjadi turun temurun,…dan bukan hanya lahiriahnya saja, sebab salah satu dogma yang Anda anut sudah inkonsisten yaitu DOGMA ANUGERAH dan DOGMA TIMBANGAN…dan semoga Anda bisa melihat praktek2/dogma2 inkonsisten yang lain… selamat berjuang….

        Karena seorang bayi belum bisa melakukan apa-apa maka ia suci.. di sini acuannya PERBUATAN… dimana ALLAHNYA?
        Padahal bayi dan manusia bukan hanya daging, tetapi juga roh..
        seorang bayi yang memiliki daging belum tentu dan pasti belum melakukan pelanggaran, tetapi bagaimana kondisi rohnya apakah Anda tahu?…

        sangat tahu sekali, rohnya suci. Begini; yang di hukum itukan dagingnya bukan rohnya, setiap kali kita berbuat dosa di dunia ini yang di hukumkan dagingnya bukan rohnya. sedangkan roh ikut merasakan apa yang kita rasakan. kalu roh yang di hukum mana ada penjara juga mana ada neraka!?

        4:56. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
        satu lagi bukti bahwa allah ANda bukan ALLAH Abraham…justru karena roh Anda itu kekal adanya maka sangat disayangkan jika dinodai dipisahkan dari DIA YANG KEKAL… karena meski rohmu kekal tetapi DIA mampu membinasakannya.. dan karena mampu dibinasakanitulah maka perlu disambung/diperdamaikan dengan DIA SUMBER KEKEKALAN…YESUS sudah menyambung/memperdamaikan roh dari setiap manusia,.. dan jika ANda percaya maka buktikanlah bahwa Anda itu sudah hidup di dalam perdamaian dengan ALLAH,… itulah Misi KRISTUS…Misi dari AL MASIH…membawa perdamaian dengan ALLAH (dibaca menghapus dosa manusia), sampai pada akhirnya KRISTUS memerintah sebagai Raja di atas segala raja…

        Sejak ADAM berdosa, manusia sudah terpisah dari ALLAH… itu intinya…
        Nah keterpisahan itu yang tidak bisa disambung oleh karena perbuatan manusia..

        hehehe itu kepercayaanmu saja. segala sesuatu itu berasal dari Allah dan kembali kepada Allah, bagamana mungkin anda mengatakan bahwa terpisah dari Allah? itu artinya anda sudah mengecilkan pengetahuan Allah padahal Allah Maha Tahu. lagian dosa dan kesalahan adam itu sudah di ampuni oleh Allah kok.
        mudah saja membuktikan bahwa kepercayaan ini benar,.. salah satunya adalah…coba kamu teliti dari lingkungan sekitarmu,… jika kamu memasuki wilayah tertentu maka di wilayah itu ada adat istiadatnya,… nah jika kita memandang adat istiadat itu cenderung ada kemiripan dipandang secara global, salah satunya tentang berbuat baik, d.l.l…itu menggambarkan bahwa asal dari Moral itu adalah dari TUHAN,.. tetapi selalu ada celah dari manusia itu untuk melawan hal-hal baik seperti itu,…contohnya, di Indonesia ada sejenis budaya memberi uang sebagai ucapan terimakasih, nah kalau tidak diberi uang maka kerjaan bisa tidak beres,… semisal Andapun seorang beragama kalau Anda tidak memberi uang waktu mengurus hal-hal tertentu maka ANda akan dipersulit… dan terpaksa Anda harus mengeluarkan uang,… nah itu bukti bahwa dosa melahirkan dosa… Anda menjadi berdosa karena kebudayaan Anda sudah membuat sesuatu dosa… dan hebatnya Anda tidak berdaya dibuatnya,… nah bandingkanlah itu dengan perbuatan ADAM yang pertama, ketika ia berdosa dan melawan TUHAN, menjadi “terbiasa” buat keturunannya melawan TUHAN, KAIN anaknya menjadi pembunuh, LABAN turunannya kesekian menjadi amat sangat jahat, d.l.l….

        Jadi terpisah dari ALLAH dalam term ALKITAB adalah menggambarkan tentang keadaan manusia yang tidak bisa memenuhi standard kudusnya TUHAN lagi,.. kecenderungan dari manusia untuk selalu bertentangan dengan IMAGE/POLA/KEINGINAN dari ALLAH…

        DOSA itu ada dua secara umum, yaitu pelanggaran terhadap perintah, dan keterpisahan dari ALLAH…

        yang namanya dosa itu adalah melanggar perintah Allah, terpisah dari Allah tidak ada kamusnya.
        karena tidak ada dikamusmu itulah makanya kamu menganggap enteng tentang dosa, dan tentang pengorbanan Mesias dan tentang perlunya MESIAS…

        nah bagaimana Anda tahu melanggar perintah ALLAH jika di dalam roh Anda tidak mengenal hubungan Anda dengan ALLAH?

        roh saya tetap mengenal Tuhannya. tidak roh di dunia ini yang tidak mengenal Tuhannya, termasuk roh kamu juga mengenal Tuhannya. Sebab modal pertama ini sudah di berikan Allah secara gratis dari sonohnya. tinggal kita lagi untuk mengemblengngnya. kalau kita melanggar ketentaun Allah sangat muda di dekteksi oleh roh kita. ada suatu rasa bersalah di dalam hati kita. sedangkan jasmani kita tidak bisa merasakan hal ini.
        seolah roh dan tubuhmu terpisah neh kayaknya?,… apalah filsafat helenis telah merasuk Anda?

        Jadi miliki dulu hubungan yang baik dengan ROH ALLAH, terima ROH ALLAH, maka Anda akan tahu perintahNYA…

        hehehe saya sudah di ajarkan oleh Al Quran dan Sunnah bagaimana cara menyembahNya, terimakasih atas tawaranmu
        nyatanya orang yang percaya TUHAN harus menerima ROH ALLAH,….sebab hanya ROH ALLAH yang mengenal ALLAH…

        Sehingga setiap orang tua yang menghilangkan hubungan dengan ALLAH, maka anak-anaknya juga akan menghilang hubungannya dengan ALLAH, oleh karena bahaya inilah maka TUHAN sejak awal tidak main-main dengan pernikahan dan perjinahan….karena berdampak pada jiwa baru yang akan mati karena perbuatan kita..

        lalu mengapa kitabmu menghalalkan zinah? mengapa ada surat pengampunan dosa segala?
        sudah saya katakan dari awal… YESUS mengajarkan tentang bahayanya ZINAH, mengingini di dalam hati saja sudah zinah,.. jadi orang yang mengajari Anda yang mengatakan menghalalkan ZINAH pasti itu adalah PENDUSTA, IBLIS….
        Surat pengampunan dosa tanyakan saya sama pencetusnya,… sebab DOSA hanya diampuni oleh YESUS di GOLGOTA…

        Jika orang tua Anda merasa dirinya adalah Islam yang benar, maka otomatis beliau akan mengarahkan dan mendoakan Anda kepada agama Islam…

        betul

        sampai Anda bertumbuh dan bisa membedakan sesuatu lalu Anda menentukan sendiri, tetapi terkadang ada masalah, dimana iman dipertanyakan,… ketika iman dipertanyakan, kita bisa saja pindah agama,… nah untuk pindah agama ini yang pertama dipikirkan manusia cenderung adalah bagaimana tanggapan orang tuanya…ya toh…

        orang tua yang baik memang demikian adanya. apakah anda berniat pindah agama?
        hubungan ke TUHAN lebih indah ketimbang agama, sebab Kristen secara konteks bukanlah agama, tetapi perkara hubungan dengan TUHAN,….

        Artinya orang tua yang benar sebelum melahirkan anak-anaknya sudah lebih dahulu menentukan masa depan anaknya, tanpa menanyakannya kepada si anak..salah satunya masalah agama…

        menurutku kamu betul. hanya saja ada peran Allah juga kok
        nyatanya tidak ada orang tua yang rela anaknya berpindah agama meski disa bisa memberi bukti banyaknya praktek yang tidak benar, dan nyatanya banyak orang yang tidak pernah mengenal ROH TUHAN, sebab oleh ROH TUHANlah manusia bisa berbicara/berdoa kepada TUHAN…

        Nah sekarang jika saya sebut Agama Islam itu salah…
        berarti orang TUA Anda telah menjadikan Anda orang yang salah juga… artinya si anak telah menerima sesuatu yang salah yang sekarang dipertahankan seolah benar…itu artinya Anda telah menanggung dosa turunan dari orang tua Anda sendiri…

        bayangkanlah itu jika terjadi beribu-ribu generasi…
        sekarang bagaimana tanggapan Anda?

        tunggu dulu! di islam mananya yang salah? (untuk masalah ini kamu harus buktikan! saya tidak mau lawan debat tidak mempunyai bukti)
        pembicaraan kita sepanjang itu belum juga Anda temukan?…
        DOGMA ANUGERAH dan DOGMA TIMBANGAN yang digabungkan itu sangat salah…

        kalau menurut kamu begitu bahwa dosa di turunkan oleh orang tua kepada anaknya berarti anak dari keturunanku yang paling terakhir lahir di dunia ini yang paling banyak dosanya? begitu? enak betul kalau begitu aku sekarang ya ada anak2ku yang akan menanggung dosa2ku lalu dosa2 anak2ku di turunkan kepada anak2nya demikian seterusnya sampai terakhir dari keturunanku, dan keturunanku yang paling terakhir dong banyak dosanya. kalau begitu agama apa ini? dogma apa ini?
        jika anakmu ada yang bertobat dan menerima korban tebusan KRISTUS, maka kutuk itu bisa diputuskan….karena dosa keterpisahan sudah diselesaikan KRISTUS 2000 tahun lalu, jadi tinggal menerima dan mempercayai… jika sudah maka dosa turunan, kutuk turunan putus,.. jika sudah putus maka buktikanlah bahwa perdamaikan dengan ALLAH melalui Kristus sudah diterima… hiduplah seperti Kristus…

        kalau begini cara kepercayaanmu berdogma ya sudah hancur leburlah kalian semua di dalam neraka.
        karena saking kuduslah TUHAN maka sangat dipastikan semua manusia akan lebur di neraka, tetapi SYUKUR kepada YESUS yang mau mengangkat kita dari kematian itu….sekarang Jalan itu sudah tersedia, tinggal terima, percaya, dan buktikan ANda sudah menerima dan percaya…

        lalu anak terakhir tadi di tebus oleh yesusmu itu? atau dosa manusia seluruhnya di tebus oleh yesus kamu itu begitu?
        Saya sebut dosa dalam konteks ini ada dua
        dosa karena pelanggaran dan dosa karena keterpisahan dari ALLAH….
        dosa karena pelanggaran ditanggung oleh masing-masing pribadi, tetapi dosa keterpisahan bisa diakibatkan oleh orang lain…(ingat masalah budaya suap menyuap di Indonesia, maka itu contoh Anda menjadi penyuap karena kalau tidak menyuap maka urusan menjadi susah, itu salah satu contoh)…

        Nah dosa keterpisahana itu sudah diselesaikan melalui Darah tebusan Kristus…untuk semua jaman untuk semua manusia…

        Dosa pelanggaran akan dihapuskan jika Anda mengaku percaya bahwa Anda sudah berdamai dengan ALLAH karena Jalan Kristus…
        dosa pelanggaran itu akan terhapus jika Anda bertindak seperti Kristus di dunia… Katanya percaya kepada Kristus tetapi masih menyuap, itu dusta namanya… berarti belum percaya kepada pendamaian yang dari Kristus….

        lalu untuk apa Nabi Muhammad SAW di utus ke dunia ini bro?
        Pada masa akhir jaman akan banyak terjadi kesusahan dan peperangan, salah satunya adalah orang dengan berani membunuh dengan alasan ALLAH,… jika dapat saya teliti orang-orang seperti ini hanya ada di 2 agama, yaitu YAHUDI dan ISLAM…. jadi hati2lah, jagalah hati ANda, sayangi roh Anda…

        taruhlah kamu tidak mengakui Rasulullah bukan nabi lalu siapa Tuhan Ibrahim?
        TUHAN Abraham adalah TUHAN Pencipta alam semesta, yang melihat manusia terpisah dan yang mengasihi manusia sehingga IA berkorban supaya setiap orang yang mengasihi ALLAH tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal….

        apakah yesus kamu itu menebusnya juga kalau boleh tahu apa kata Ibrahim?
        bisa kamu perjelas kalimat ini…
        maksudmu YESUS menebus Abraham kah?
        Janji ALLAH kepada Abraham adalah bahwa ia akan menjadi bapa dari segala bangsa…
        jika dilihat dua bangsa besar keturunan Abraham adalah Ibrani dan Arab…
        sekarang Ibrani ada sekitar 13 juta
        Arab ada sekitar 150 juta
        lalu apakah itu besar dibanding penduduk dunia yang milyaran?

        nah ternyata melalui YESUS, keturunan kesekian secara daging dari ABRAHAM janji menjadi bapa segala bangsa itu tergenapi, karena itu terjadi secara rohaniah,… secara iman…
        saya salah satu keturunan ABRAHAM oleh karena iman, karena Abraham mempercayai TUHAN yang sama dengan TUHAN yang saya sembah…jika Anda mempercayai TUHAN di dalam KRISTUS maka Anda juga mewarisi janji TUHAN kepada ABRAHAM itu, maka Anda menjadi salah satu anak Abraham….

        Salah satu Nama ALLAH adalah ALLAH ABRAHAM,… jadi Abraham dilihat benar, dibenarkan oleh TUHAN, sehingga ia beroleh hidup. Dan karena ALLAH adalah ALLAH Yang Hidup, maka Abraham beroleh kemurahan dari TUHAN untuk hidup kekal di dalam sorga…
        TUHAN yang sama yang menempatkan Abraham di sorga adalah TUHAN yang sama yang akan menempatkan kita di sorga melalui KRISTUS, sebab melalui Kristus janji ALLAH kepada Abraham akan digenapi…

        Kita adalah warga sorgawi melalui warisan IMAN ABRAHAM dalam Darah TEBUSAN KRISTUS….

  30. Hehehehe….ngomong2 soal zina nih….

    Dunia sekarang memang dah terbalik dan gila…

    Ada orang yang percaya bahwa jika mereka mati dengan cara bunuh diri, mengorbankan dirinya dan mengakibatkan orang lain (kafir) mati, maka mereka akan masuk surga, diberikan bidadari yang cantik2 dan seksi2. Mereka percaya dan bilang itu MASUK AKAL

    Tetapi, ketika dikatakan bahwa Tuhan telah turun menjadi manusia, dan mati disalib mengorbankan diriNya agar manusia selamat dan masuk Surga.Mereka bilang itu TIDAK MASUK AKAL

    Met Natal semuanya.
    GBU

  31. @Penuai

    kalau Allah menghapus dosa seluruh mahkluk, itu namanya tidak adil.
    Kalau Iblis menuntut Keadilan Tuhan, itu haknya dia. Lalu salah dia sendiri ketika kedua kalinya di beri kesempatan oleh Allah untuk bertobat, dia malahan nggak tobat kok. Malahan Iblis cengar cengir di Makam Adam as.

    Ketika di suruh untuk sujud kepada Adam untuk kedua kalinya walau di atas makam Adam, Iblis hanya cengar cengir bukannya bersujud dan mengakui keunggulan Adam, malahan menjadikan makam Nabi Adam sebeagai mainan.

    heheheh jadi yang salah sekarang siapa?

    Ada orang yang percaya bahwa jika mereka mati dengan cara bunuh diri, mengorbankan dirinya dan mengakibatkan orang lain (kafir) mati, maka mereka akan masuk surga, diberikan bidadari yang cantik2 dan seksi2. Mereka percaya dan bilang itu MASUK AKAL

    konteksnya apa dulu? dalam islam di larang bunuh diri. pergi berperang dengan satu tujuan yaitu membelah agama lantas mati, bukankah ini bisa di katakan bunuh diri juga? bukankah ini juga mencari penyakit?
    Akan tetapi pergi berperang itu adalah perintah Allah sendiri kok, kalaupun mati, matinya mati syahid.

    tidak ada orang yang mati di jalan Allah itu mati bunuh diri, ngerti?

    Tetapi, ketika dikatakan bahwa Tuhan telah turun menjadi manusia, dan mati disalib mengorbankan diriNya agar manusia selamat dan masuk Surga.Mereka bilang itu TIDAK MASUK AKAL.

    emang nggak masuk akal kok, emangnya masuk akal tuhan lahir dari ‘itunya’ perempuan?, yang benar aja. lalu mati di kayu salib tambah nggak masuk akal lagi bro.

    Memang benar Tuhan itu Maha Bisa, Maha segala Maha, akan tetapi apakah perbuatanNya itu masuk akal? Di katakan Allah Maha Melihat apa mungkin Tuhan itu Buta?

    Allah Maha Mendengar apa mungkin Tuhan itu tuli? Kalau Tuhan itu segala Maha tentu bisa buta bisa tuli. ajaran apa ini???

    Kalau Tuhan Maha Pintar lantas apa Tuhan Maha Bodoh? begitu? yang benar saja!!!

    Kalau Allah bisa ini dan itu konteksnya apa dulu nyong? Kalau tuhan lahir lantas di salib itu bukan tuhan nyong? itu namanya manusia nyong!

  32. @Bapa Tua Parhobass & Tulang RAS

    Halooo…. Wah, masih tetap ramai, ya. Suasana Natal jadi makin meriah kayaknya dengan diskusi hangat ini. 😉
    Boru sudah rinduuuu bisa ngobrol di sini. Hanya saja boru lagi repotttttt….! Tapi, boru tetap harus ambil waktu buat ngucapin:
    Selamat Natal buat Bapa Tua dan Tulang (ga q lihat ito Rodry. Kali dia sibuk mau ujian semester).
    Boru juga ngucapin Selamat Natal buat semua pengujung blog ini. Terkhusus buat yang namanya Maria 😀
    Tuhan memberkati kita semua. .

    🙂

    -salam-

    • @Inang Boru Sasada;

      Selamat Natal juga inang,…
      dan selamat Natal juga buat:
      Lae Sihotang;
      Amanang Rodry;
      Lae Penuai;

      dan semua pengunjung blog ini…

      Tuhan memberkati kita semua…

      Salam dan Horasssssss

  33. @Par

    Cara Anda memandang trinitas itu masih dari kaca mata triteis, makanya Anda tidak bisa memaksa sesuatu yang belum Anda pahami lalu melampaui batas menyalahkan Paulus, menyalahkan agama, dan terus mengatai saya goblok…., jadi perkataan saya dari awal buat Anda, kalau tidak mampu jangan dipaksakan, OK!!!

    hahaha anda juga mengatakan saya bodoh, ingat itu!!!!saya sangat paham apa yang anda anut dan teramat paham dari anda sendiri. Saya mengerti agama apa yang anda anut, itu sebabnya saya melakukan counter di atas pengetahuan anda, ini bukan sombong

    Contoh sederhana dalam konteks ini,
    rumus kimia H2O, 1 rumus kimia H2O ini bisa di dalam 3 wujud, Air, Es dan Uap…
    Ada satu H2O tetapi 3 wujud,…
    Ada Satu ALLAH tetapi 3 Pribadi…
    semoga paham

    hahaha H2O tetap H2O memangnya ada wujud air H3O? apa yang anda katakan; air, es, uap tetap saja air tetap saja H2O!!! Di sini saya melihat anda kesukaran sendiri menerapkan dan menjabarkan apa itu trinitas hahahaha,

    kenapa anda tidak bilang tuhan itu sama dengan rokok yang terdiri dari: bara api, asap, batang rokok.?

    Sedangkan kenyataan yang ada: daging dan roh adalah dua sifat yang sangat berlawanan, apa anda buta? yang namanya daging terdiri dari otot dan urat, sedangkan roh hanya Tuhanmu yang mengetahui.! bagaimana mungkin engkau menyamakan kedudukan tersebut dengan perumpamaan di atas? H2O????

    a. Anda mengerti rumus2 unsur kimia tidak?,… nah dari situ diketehui bahwa rumusan terkecil, atom adalah zat tunggal, pertanyaan apakah dengan demikian atom itu juga Maha ESA?…

    atom mana yang anda maksudkan zat tungal, bisakah anda menunjukan dan menyebutkannya? atom itu terdiri dari proton, netron dan elektron bro!!! apa anda tidak belajar waktu di tk kristen?

    b. allahmu bisa berkata2 tidak? pasti bisa kan karna bisa berwahyu, kalau bisa maka apakah apa yang dapat didengar itu se-zat dengan sumber suara yang ditimbulkan oleh allah Anda?
    apakah ide dan impression dari allah Anda sezat dengan allah itu sendiri?

    Allah Maha Melihat apa Dia butuh mata? Allah Maha berkata (berfirman) apa Dia butuh mulut? Allah Maha mendengar apa Dia butuh telinga, Allah Maha mengetahui apa Dia butuh otak?

    apa dasarnya allah Anda menetapkan dari sononya seseorang menjadi nabi?

    tetap sekali apa yang aku pikirkan bahwa anda akan bertanya seperti itu. Allah menetapkan segala sesutunya dengan Kehendaknya dengan sangat teliti. Allah menjadikan bumi ini sebagai tempat dan berkembangnya manusia, itu merupakan ketetapan dari Allah dari sonohnya. Allah menetapkan seorang manusia menjadi nabi juga dari sonohnya, sebelum Seluruh mahkluk dan alam semesta ini di ciptakan, Allah sudah menetapkan semua perencanaanNya. Mengapa A menjadi nabi, engkau tanyalah sama Allah, mengapa bumi menjadi sarangnya manusia, engkau tanyakanlah sendiri? Mengapa kupingmu di letakan oleh Allah di kedua sisi kepalamu engkau tanyakanlah sama Allah, mana aku tahu!!!

    pertanyaanmu itu sebenarnya tidak memerlukan jawaban. Yang jelas segala sesuatunya sudah di tetapkan oleh Allah dari sonohnya, apa bila engaku sekarang kafir dan kemudian beriman kepadaNya itu juga ketetapan Allah, atau engkau tetap dalam keadaan kafir itu juga ketetapan Allah, mengapa engkau kafir, mengapa engkau beriman mana aku tahu, engkau tanyalah sendiri pada yesus tuhanmu itu.!!!!

    Yang jelas dasar Allah menetapkan segala sesuatu itu merupakan sunnahtullah, mengapa Allah menetapkan Muhammad menjadi Nabi itu juga ketetapanNya?

    Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. (Maryam 19 : 94)

    pernyataan ini bertentangan dengan pernyataan Anda sebelumnya yang mengatakan Anda suka saya dijalur saya yang sekarang…

    memang saya suka kok kamu tetap kafir, apa peduli ku? tapi kalau kamu mendapatkan hidayah siapa yang tidak suka? Artinya aku suka melihat engkau tetap kafir tapi juga suka mendapatkan hidayah, ngerti maksudku? Artinya tidak ada keuntungan bagiku engkau mau kafir mau islam! juga tidak ada kerugian bagiku engkau mau kafir mau islam? Paham?

    dasarnya Anda mengatakan ini adalah karena dogma Anda yang mengatakan dogma karena perbuatan, timbangan, untung rugi, dan sekali lagi itu inkonsisten terhadap dogma Anda yang lain yaitu dogma anugerah….

    di mana letak pertentangannya bisa di jelaskan menurut nalarmu?

    satu lagi bukti bahwa allah ANda bukan ALLAH Abraham…justru karena roh Anda itu kekal adanya maka sangat disayangkan jika dinodai dipisahkan dari DIA YANG KEKAL… karena meski rohmu kekal tetapi DIA mampu membinasakannya.. dan karena mampu dibinasakanitulah maka perlu disambung/diperdamaikan dengan DIA SUMBER KEKEKALAN…YESUS sudah menyambung/memperdamaikan roh dari setiap manusia,.. dan jika ANda percaya maka buktikanlah bahwa Anda itu sudah hidup di dalam perdamaian dengan ALLAH,… itulah Misi KRISTUS…Misi dari AL MASIH…membawa perdamaian dengan ALLAH (dibaca menghapus dosa manusia), sampai pada akhirnya KRISTUS memerintah sebagai Raja di atas segala raja…

    emangnya roh saya dengan Allah berkelahi sehingga perlu di musnahkan? atau yesus kamu itu tukang nyambung roh begitu?

    Anda bicara perdamaian, coba anda ceritakan perjalan hidup agama anda yang sudah berumur 2000 tahun, apakah ada perdamaian di sana? Siapa yang mencetuskan pertama sekali perang salib? mengapa sekte protestan tidak mengakui surat pengampunan dosa sehingga terjadi pembantaian umat manusia?

    seolah roh dan tubuhmu terpisah neh kayaknya?,… apalah filsafat helenis telah merasuk Anda?

    hehehehe…perhatikan lagi apakah kalimatku ada yang salah? apa saya sedang kerasukan roh jahat?

    Untuk koment kamu yang terakhir tidak memberikan jawaban, engkau hanya bercerita tentang dogma paulus. Tidak ada penyeleselaian terbaik tentang anak dari ketrununanku yang bergelimang dosa, sebab dia menanggung seluruh dosa bapak nenek moyangnya. dogmamu untuk yang ini tidak kulihat keadilan di sini? untung aku bukan manusia terakhir.

    Bisa kulihat kepercayaan kalian memang kepercayaan yang mnyeramkan. Masuklah kalian keneraka semuanya, aku tidak akan melihatmu, jadi batu dan jadi besilah kalian di dalamnya.

    • @Filar

      Cara Anda memandang trinitas itu masih dari kaca mata triteis, makanya Anda tidak bisa memaksa sesuatu yang belum Anda pahami lalu melampaui batas menyalahkan Paulus, menyalahkan agama, dan terus mengatai saya goblok…., jadi perkataan saya dari awal buat Anda, kalau tidak mampu jangan dipaksakan, OK!!!

      hahaha anda juga mengatakan saya bodoh, ingat itu!!!!saya sangat paham apa yang anda anut dan teramat paham dari anda sendiri. Saya mengerti agama apa yang anda anut, itu sebabnya saya melakukan counter di atas pengetahuan anda, ini bukan sombong
      saya katakan kalau Anda tidak mengerti jangan dipaksakan, itu bukan berarti saya mengatakan Anda bodoh….

      pernyataan memahami agama saya itu ternyata hanya klaim, nyatanya berkata lain….

      Contoh sederhana dalam konteks ini,
      rumus kimia H2O, 1 rumus kimia H2O ini bisa di dalam 3 wujud, Air, Es dan Uap…
      Ada satu H2O tetapi 3 wujud,…
      Ada Satu ALLAH tetapi 3 Pribadi…
      semoga paham

      hahaha H2O tetap H2O memangnya ada wujud air H3O?
      ada wujud air H3O, namanya Hidronium….

      apa yang anda katakan; air, es, uap tetap saja air tetap saja H2O!!! Di sini saya melihat anda kesukaran sendiri menerapkan dan menjabarkan apa itu trinitas hahahaha,
      justru itulah yang saya jelaskan kepada Anda dalam konteks Tritunggal ALLAH dalam 3 Pribadi yang nyatakan adalah Satu Esensi…
      Meski Esensinya adalah H2O, tetapi ada 3 wujud di dalamnya yaitu Air, Uap dan Es,… meski ada 3 Pribadi Bapa, Firman dan Roh Kudus, tetapi tetap Esa, Tunggal, Satu, … ALLAH YANG ESA…

      Oleh KUASA ALLAH YANG ESA maka Pribadi Firman ALLAH menjadi manusia…

      kenapa anda tidak bilang tuhan itu sama dengan rokok yang terdiri dari: bara api, asap, batang rokok.?
      karena esensinya sudah tidak sama….esensi bara api tidak sama dengan esensi asap dan tidak sama dengan esensi batang rokok, …
      dengan logika ini itu sama dengan Triteis,… sementara konteks contoh H2O itu Tritunggal

      Sedangkan kenyataan yang ada: daging dan roh adalah dua sifat yang sangat berlawanan, apa anda buta? yang namanya daging terdiri dari otot dan urat, sedangkan roh hanya Tuhanmu yang mengetahui.! bagaimana mungkin engkau menyamakan kedudukan tersebut dengan perumpamaan di atas? H2O????
      Roh/roh tidak bisa dilihat kasat mata, tetapi kita bisa melihat efeknya, sebab itulah arti Roh/roh…, jadi bicara Roh/roh memang Anda tidak bisa berbicara banyak, sebab allahmu tidak banyak mengatakannya,….hanya sedikit yang diberitahukan kepada Anda…
      jadi perumpamaan H2O itu hanyalah peraga untuk mempermudah pemahaman ANda, sebab Alam Semesta (salah satu diantaranya adalah H2O, bisa menceritakan tentang Kemuliaan TUHAN,…saya sebutkah dahulu di awal bahwa Penyataan ALLAH ada dua jenis, yaitu umum dan khusus, yang umum contohnya adalah alam semesta ini, dan yang khusus adalah melalui YESUS KRISTUS….


      a. Anda mengerti rumus2 unsur kimia tidak?,… nah dari situ diketehui bahwa rumusan terkecil, atom adalah zat tunggal, pertanyaan apakah dengan demikian atom itu juga Maha ESA?…

      atom mana yang anda maksudkan zat tungal, bisakah anda menunjukan dan menyebutkannya? atom itu terdiri dari proton, netron dan elektron bro!!! apa anda tidak belajar waktu di tk kristen?
      proton adalah proton, apakah itu juga Maha ESA?

      b. allahmu bisa berkata2 tidak? pasti bisa kan karna bisa berwahyu, kalau bisa maka apakah apa yang dapat didengar itu se-zat dengan sumber suara yang ditimbulkan oleh allah Anda?
      apakah ide dan impression dari allah Anda sezat dengan allah itu sendiri?

      Allah Maha Melihat apa Dia butuh mata? Allah Maha berkata (berfirman) apa Dia butuh mulut? Allah Maha mendengar apa Dia butuh telinga, Allah Maha mengetahui apa Dia butuh otak?
      yang saya tanya bagaimana allah ANda mengungkapkan kehendaknya?…. nah jika sudah mengungkappkan kehendaknya apakah itu se-jat dengan allah ANda itu sendiri?

      apa dasarnya allah Anda menetapkan dari sononya seseorang menjadi nabi?

      tetap sekali apa yang aku pikirkan bahwa anda akan bertanya seperti itu. Allah menetapkan segala sesutunya dengan Kehendaknya dengan sangat teliti. Allah menjadikan bumi ini sebagai tempat dan berkembangnya manusia, itu merupakan ketetapan dari Allah dari sonohnya. Allah menetapkan seorang manusia menjadi nabi juga dari sonohnya, sebelum Seluruh mahkluk dan alam semesta ini di ciptakan, Allah sudah menetapkan semua perencanaanNya. Mengapa A menjadi nabi, engkau tanyalah sama Allah, mengapa bumi menjadi sarangnya manusia, engkau tanyakanlah sendiri? Mengapa kupingmu di letakan oleh Allah di kedua sisi kepalamu engkau tanyakanlah sama Allah, mana aku tahu!!!
      allah Anda tidak memberitahukan kepada Anda kenapa seseorang ditetapkan menjadi nabi begitulah arti kalimatmu ini kawan…
      apakah allah Anda juga menetapkan seseorang menjadi penghuni neraka?

      pertanyaanmu itu sebenarnya tidak memerlukan jawaban. Yang jelas segala sesuatunya sudah di tetapkan oleh Allah dari sonohnya, apa bila engaku sekarang kafir dan kemudian beriman kepadaNya itu juga ketetapan Allah, atau engkau tetap dalam keadaan kafir itu juga ketetapan Allah, mengapa engkau kafir, mengapa engkau beriman mana aku tahu, engkau tanyalah sendiri pada yesus tuhanmu itu.!!!!
      Anda tidak bisa menjawab, atau allah Anda tidak memberi wahyu tentang itu atau Anda prustasi kawan Filar?

      Yang jelas dasar Allah menetapkan segala sesuatu itu merupakan sunnahtullah, mengapa Allah menetapkan Muhammad menjadi Nabi itu juga ketetapanNya?

      Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. (Maryam 19 : 94)
      di sini dikatakan jumlahnya ditetapkan, bukan seseorang menjadi nabi atau tidak….

      pernyataan ini bertentangan dengan pernyataan Anda sebelumnya yang mengatakan Anda suka saya dijalur saya yang sekarang…

      memang saya suka kok kamu tetap kafir, apa peduli ku? tapi kalau kamu mendapatkan hidayah siapa yang tidak suka? Artinya aku suka melihat engkau tetap kafir tapi juga suka mendapatkan hidayah, ngerti maksudku? Artinya tidak ada keuntungan bagiku engkau mau kafir mau islam! juga tidak ada kerugian bagiku engkau mau kafir mau islam? Paham?
      suka bilang suka, kalau tidak suka bilang tidak suka,… inkonsisten,.. ngga jujur, munafik namanya itu kawan….


      dasarnya Anda mengatakan ini adalah karena dogma Anda yang mengatakan dogma karena perbuatan, timbangan, untung rugi, dan sekali lagi itu inkonsisten terhadap dogma Anda yang lain yaitu dogma anugerah….

      di mana letak pertentangannya bisa di jelaskan menurut nalarmu?

      Filar,…
      Dogma Anugerah artinya TUHAN memberikan sorga dengan cuma-cuma
      sementara Dogma Timbangan artinya untuk mendapatkan sorga Anda butuh berusaha…

      jadi Diberi Sorga dan Mengusahakan Sorga itu bertentangan….
      Anda harus percaya salah satunya, tidak mungkin dua-duanya, kecuali kalau ternyata allah Anda tidak esa, itu lain hal…sebab ajaran seperti ini pasti datang dari 2 allah…

      satu lagi bukti bahwa allah ANda bukan ALLAH Abraham…justru karena roh Anda itu kekal adanya maka sangat disayangkan jika dinodai dipisahkan dari DIA YANG KEKAL… karena meski rohmu kekal tetapi DIA mampu membinasakannya.. dan karena mampu dibinasakanitulah maka perlu disambung/diperdamaikan dengan DIA SUMBER KEKEKALAN…YESUS sudah menyambung/memperdamaikan roh dari setiap manusia,.. dan jika ANda percaya maka buktikanlah bahwa Anda itu sudah hidup di dalam perdamaian dengan ALLAH,… itulah Misi KRISTUS…Misi dari AL MASIH…membawa perdamaian dengan ALLAH (dibaca menghapus dosa manusia), sampai pada akhirnya KRISTUS memerintah sebagai Raja di atas segala raja…

      emangnya roh saya dengan Allah berkelahi sehingga perlu di musnahkan? atau yesus kamu itu tukang nyambung roh begitu?
      itulah yang telah dilakukan oleh ADAM di Taman Eden, ADAM telah terpisah dari ALLAH secara roh karena dosanya, dan karena terpisah itulah maka dosa merajalela di dunia ini,.. dan karena dosa melahirkan dosa, maka manusia semakin terpisah secara roh dengan ROH…
      dan karena bahayanya keterpisahan itu maka YESUS menjembataninya dengan Jalan Salib, IA menganugerahkan Pendamaian, Anda tinggal terima dan mensyukuri pendamaian itu…jadi kalau ANda menyayangi roh yang kekal yang ada padamu itu maka terimalah Jalan Pendamaian oleh Kristus,… terima dan hiduplah di dalamNYA…

      Anda bicara perdamaian, coba anda ceritakan perjalan hidup agama anda yang sudah berumur 2000 tahun, apakah ada perdamaian di sana? Siapa yang mencetuskan pertama sekali perang salib? mengapa sekte protestan tidak mengakui surat pengampunan dosa sehingga terjadi pembantaian umat manusia?
      sekali lagi landasan Umat ALLAH bukan agama, tetapi ALLAH…
      agama Kristen di bawah kekuasaan Bizantium memang amat sangat jauh dari pondasi kekristenan, tetapi perang oleh Islam benar-benar direstui oleh allahnya, itu yang membedakan antara agama Kristen dan agama Islam….tetapi itulah agama, sementara Kristen secara hakekat bukanlah agama… melainkan cara hidup Umat ALLAH yang mendapat Anugerah…

      Perang salib dicetuskan oleh orang yang mengaku Kristen dari Barat (yaitu bekas-bekas koloni Romawi) karena Yerusalem telah dikuasai oleh Islam secara perang…
      kenapa bisa begitu?, karena di Era Kristen Romawi Yesusalem telah dijadikan oleh Helena (seorang Kristen yang baru bertobat) sebagai Kota Suci Kristen ditandai dengan pembangunan Gereja-Gereja di tempat-tempat terpenting, yang kemudian dihancurkan oleh kaum Arab lainnya yang umumnya adalah orang Islam dari golongan bukan Sunni…sebelumnya Sunni pernah menguasai Yerusalem, tetapi tidak terjadi pengrusakan, melainkan terjadi toleransi antara Kristen, Yahudi dan Islam…

      seolah roh dan tubuhmu terpisah neh kayaknya?,… apalah filsafat helenis telah merasuk Anda?
      roh, jiwa dan raga adalah 3 wujud, tetapi tetap satu… sebab kalau rohmu tidak ada, maka kamu disebut tidak lengkap, jika jiwamu tidak ada maka disebut tidak lengkap, jika tubuhmu tidak ada apalagi ya toh…kenapa jika tubuh tidak ada maka dapat dengan mudah kita ketahui? karena memang tubuh lah yang bisa diresapi oleh sesama tubuh… dan roh juga dapat diresapi dengan mudah oleh ROH…
      jadi kalau ANda menerima KRISTUS, maka ANda bisa merasakannya dengan mudah

      hehehehe…perhatikan lagi apakah kalimatku ada yang salah? apa saya sedang kerasukan roh jahat?

      Untuk koment kamu yang terakhir tidak memberikan jawaban, engkau hanya bercerita tentang dogma paulus. Tidak ada penyeleselaian terbaik tentang anak dari ketrununanku yang bergelimang dosa, sebab dia menanggung seluruh dosa bapak nenek moyangnya. dogmamu untuk yang ini tidak kulihat keadilan di sini? untung aku bukan manusia terakhir.

      Bisa kulihat kepercayaan kalian memang kepercayaan yang mnyeramkan. Masuklah kalian keneraka semuanya, aku tidak akan melihatmu, jadi batu dan jadi besilah kalian di dalamnya.
      Surga yang kamu sebut sepertinya adalah bumi ini, jadi bsa jadi neraka yang kamu sebut adalah sorga sesungguhnya….
      jadi terimakasih sudah mengutuki kami untuk masuk ke nerakanya allahmu…. HALELUYA…

  34. @memang saya suka kok kamu tetap kafir, apa peduli ku? tapi kalau kamu mendapatkan hidayah siapa yang tidak suka? Artinya aku suka melihat engkau tetap kafir tapi juga suka mendapatkan hidayah, ngerti maksudku? Artinya tidak ada keuntungan bagiku engkau mau kafir mau islam! juga tidak ada kerugian bagiku engkau mau kafir mau islam? Paham?

    .
    .
    Hehehe.. .. ada-2 aja kau Fillar.. Kamu menuduh sdr Parhobas Kafir sementara kitab sucimu mengatakan kaum ahli kitab adalah tempat kamu bertanya Jikalau kau percaya ttg Injil keselamatan dalam Yesus Kristus itu saya ucapkan selamat hari Natal bagimu ya …

    • @Robin

      Yang namanya kafir itu tidak saja ada oranngya di dalam agamamu di islam juga ada. Dia mengaku beragama islam tapi perintah Allah tidak dia indahkan itu namanya kafir. Nah…apa lagi di luar islam???!!!

      • @Filar

        pernyataan Anda di lain topik adalah..

        Bahwa menjadi Islam itu adalah hidayah…

        di sini Anda katakan seorang yang islam bisa jadi adalah kafir

        nah menurut Anda, itu konsisten atau tidak?

        salam

      • @Par

        itu artinya kamu tidak tau arti kafir, Konteks kafir dalam islam adalah sebuah pernyataan yang memberi kedudukan yang gelap di hadapan Allah. Kafir berasal dari akar kata KUFAR dalam bahasa arab yang artinya adalah tertutup, kujelaskan masalah ini padamu agar engkau mengadopsi bahasa arab menjadi jelas dan mengerti.

        Orang kafir adalah orang yang tertutup hatinya dari segala cahaya Allah. golongan ini ada dari islam sendiri. Banyak orang beragama islam tapi kafir, artinya walaupun islam tapi banyak perintah Allah yang dia langgar. Melanggar perintah Allah dan Rasulnya adalah sebuah bentuk pengingkaran. Pengingkaran terhadap Allah dan RasulNya adalah sebuah bentuk kekafiran.

        Di suruh sholat tidak sholat, di suruh puasa tidak puasa, itu artinya kafir. Hanya saja umat di luar islam sudah jelas kafir. Apakah kalian pernah sholat?

        Hanya saja bagi umat islam masih ada kemudahan yang diberikan Allah yaitu pintu tobat. Orang2 islam yang banyak melakukan banyak dosa, sebesar apapun dosanya kecuali syirik, maka pintu tobat tetap terbuka selebar-lebarnya, itulah sebabnya orang2 islam banyak yang lalai.

        sedangkan di luar islam tobat mereka tidak di terimah yang di terimah tobatnya hanya orang islam. Seandainya permasalahan ini engkau jadi kan hujamu di akhirat kelak engkau tidak punya alasan apapun lagi.

        Seandainya engkau ingin menjelaskan kepada Pengadil di akhirat segala hujamu tidak akan berhasil sebab, bukankah telah datang padamu seorang nabi yang memberikan keterangan2 yang nyata (Al Quran), Sementara engkau akan minta tolong pada Yesusmu itu, sedangkan dia sendiri ketakutan. Bagaimana mungkin engkau minta tolong pada orang yang ketakutan?

        Satu2nya manusia yang tidak memiliki rasa takut di hatinya pada waktu kecuali pada Allah saja adalah Nabi Muhammad SAW sendiri. Dan engkau akan mengemis padanya minta tolong (Syafaat) sedangkan manusia2 yang di berikan syafaat oleh Nabi adalah umat islam saja.

        Bagaimana mungkin engkau akan di berikan pertolongan sedangkan engkau mendustkannya?

        Lihat kepercayaanku islam, aku tidak mendustkan Yesusmu itu, seluruh umat islam beriman padanya, menyanyanginya dan meletakan kedudukannya pada kedudukan yang terhormat yaitu seorang nabi dan seorang rasul, sementara kalian mencaci maki Rasulullah SAW, bahkan kalian mendustakannya. Adakah rasa malu di hati kalian minta tolong pada orang yang kalian caci maki?

        Ingatlah peristiwa ini benar2 akan terjadi, sebentar lagi!!!, sekali lagi aku tidak menyuruhmu masuk islam, aku hanya menyuruhmu untuk berfikir.

        Apakah ada kebaikan pada seseorang yang kerjanya menjelek2kan seseorang, terlepas apa agamanya?

        Di mana letak ketidakonsistenan perkataanku?

      • @Filar

        itu artinya kamu tidak tau arti kafir, Konteks kafir dalam islam adalah sebuah pernyataan yang memberi kedudukan yang gelap di hadapan Allah. Kafir berasal dari akar kata KUFAR dalam bahasa arab yang artinya adalah tertutup, kujelaskan masalah ini padamu agar engkau mengadopsi bahasa arab menjadi jelas dan mengerti.

        Orang kafir adalah orang yang tertutup hatinya dari segala cahaya Allah. golongan ini ada dari islam sendiri. Banyak orang beragama islam tapi kafir, artinya walaupun islam tapi banyak perintah Allah yang dia langgar. Melanggar perintah Allah dan Rasulnya adalah sebuah bentuk pengingkaran. Pengingkaran terhadap Allah dan RasulNya adalah sebuah bentuk kekafiran.

        Di suruh sholat tidak sholat, di suruh puasa tidak puasa, itu artinya kafir. Hanya saja umat di luar islam sudah jelas kafir. Apakah kalian pernah sholat?

        Hanya saja bagi umat islam masih ada kemudahan yang diberikan Allah yaitu pintu tobat. Orang2 islam yang banyak melakukan banyak dosa, sebesar apapun dosanya kecuali syirik, maka pintu tobat tetap terbuka selebar-lebarnya, itulah sebabnya orang2 islam banyak yang lalai.

        sedangkan di luar islam tobat mereka tidak di terimah yang di terimah tobatnya hanya orang islam. Seandainya permasalahan ini engkau jadi kan hujamu di akhirat kelak engkau tidak punya alasan apapun lagi.

        Seandainya engkau ingin menjelaskan kepada Pengadil di akhirat segala hujamu tidak akan berhasil sebab, bukankah telah datang padamu seorang nabi yang memberikan keterangan2 yang nyata (Al Quran), Sementara engkau akan minta tolong pada Yesusmu itu, sedangkan dia sendiri ketakutan. Bagaimana mungkin engkau minta tolong pada orang yang ketakutan?

        Satu2nya manusia yang tidak memiliki rasa takut di hatinya pada waktu kecuali pada Allah saja adalah Nabi Muhammad SAW sendiri. Dan engkau akan mengemis padanya minta tolong (Syafaat) sedangkan manusia2 yang di berikan syafaat oleh Nabi adalah umat islam saja.

        Bagaimana mungkin engkau akan di berikan pertolongan sedangkan engkau mendustkannya?

        Lihat kepercayaanku islam, aku tidak mendustkan Yesusmu itu, seluruh umat islam beriman padanya, menyanyanginya dan meletakan kedudukannya pada kedudukan yang terhormat yaitu seorang nabi dan seorang rasul, sementara kalian mencaci maki Rasulullah SAW, bahkan kalian mendustakannya. Adakah rasa malu di hati kalian minta tolong pada orang yang kalian caci maki?

        Ingatlah peristiwa ini benar2 akan terjadi, sebentar lagi!!!, sekali lagi aku tidak menyuruhmu masuk islam, aku hanya menyuruhmu untuk berfikir.

        Apakah ada kebaikan pada seseorang yang kerjanya menjelek2kan seseorang, terlepas apa agamanya?

        Di mana letak ketidakonsistenan perkataanku?


        YESUS berkata: “Jika manusia menghina salah satu dari kamu, maka camkanlah bahwa AKU telah terlebih dahulu dihina”, kira2 begitu singkatnya….
        nah dengan menghina Paulus, salah satu Rasul dari Kristus, maka Anda telah menghina Kristus juga….
        jadi perkataan tidak menghina atau tidak mendustakan itu adalah salah satu bentuk inkonsistensi antara dogma yang Anda anut dengan kenyataan yang terjadi….

        nah mengenai kafir,…

        begini
        Anda menyebutka salah satu hidayah allah Anda adalah memilih orang2 tertentu menjadi islam dari sononya…

        nah bicara mengenai dari sononya, berarti bicara mengenai siapa yang berhak mendapat sesuatu dari allah Anda, salah satunya Anda sebut pintu tobat akan dibukakan hanya bagi Islam saja…

        nah bicara mengenai hidayah berarti sudah tidak bicara mengenai apa yang dapat kita lakukan untuk mendapat sesuatu…
        nah jika oleh perlakuan apapun dari kita bisa menjadikan kita kafir alias bisa menolak hidayah dari allah Anda yang dari sononya berarti itu inkonsisten….

        nah yang lebih parah lagi adalah….
        Menjadi Islam adalah Hidayah…
        dan ternyata Hidayah itu ada yang Kafir…
        Kafir karene perbuatan…

        jadi Hidayah dari allah Anda itu yang tidak jelas, tidak benar, atau tidak akurat, atau memang manusia menjadi Islam bukan karena hidayah melainkan oleh karena perbuatan?….

        bisa dilihat inkonsistensinya?

  35. mas filar sudah bisa menghakimi ya, hebat.. 😀
    kaya Tuhan aja..

  36. @Par

    setelah sekian lama aku berdialog denganmu ternyata baru sekarang aku menyadari kalau kamu tidak mengerti dengan apa yang aku maksudkan.

    Ok…biar aku terangkan satu persatu.
    Sebelumnya engkau menyamaratakan Hidayah dengan Islam. Hidayah adalah Anugrah Allah semata yang Dia berikan kepada HambaNya di dalam mencari kebenaran.

    Sedangkan Islam adalah sebuah Kepercayaan yang mentauhidkan Tuhan Alam Semesta di dlmnya terdapat penyerahan diri seutuhnya kepada Sang Khaliq melalui hukum-hukum yang telah Dia tetapkan.

    Nah jadi sangat jelas sekali bahwa Hidayah dengan Islam adalah berbeda, Hidayah bukanlah agama sedangkan Islam adalah agama.

    YESUS berkata: “Jika manusia menghina salah satu dari kamu, maka camkanlah bahwa AKU telah terlebih dahulu dihina”, kira2 begitu singkatnya….
    nah dengan menghina Paulus, salah satu Rasul dari Kristus, maka Anda telah menghina Kristus juga….

    Kami bukan menghina paulus kamu, itu harus engkau camkan. Sebab bagi kami apa yang di katakannya di dalam alkitab adalah kedustaan, kemunafikan dll. Dan itu adalah kenyataan. Sebab yang namanya Kitab suci tidak akan tercampur dengan perkataan manusia dan tulisan manusia. Sedangkan di dalam Alkitabmu lebih dari 40 orang yang menulisnya, dan itu engkau akui sendiri bukan?

    jadi perkataan tidak menghina atau tidak mendustakan itu adalah salah satu bentuk inkonsistensi antara dogma yang Anda anut dengan kenyataan yang terjadi….

    Sudah dari dulu saya meminta kepadamu mana kata2 saya yang tidak konsisten, kamu harus menyelami apa yang saya maksudkan, kalau di lihat dari luar saja, tentu saja kamu tidak mengerti.

    nah mengenai kafir,…

    begini
    Anda menyebutka salah satu hidayah allah Anda adalah memilih orang2 tertentu menjadi islam dari sononya…

    sekali lagi saya katakan bahwa maksud dan tujuanmu tulisanmu terlalu melebar. Kalau engkau sebutkan bahwa Allah Maha Berkehendak, itu baru betul

    nah bicara mengenai dari sononya, berarti bicara mengenai siapa yang berhak mendapat sesuatu dari allah Anda, salah satunya Anda sebut pintu tobat akan dibukakan hanya bagi Islam saja…

    pintu tobat memang terbuka bagi orang2 islam dan tidak dalam konteks diluar dari pada itu. Kalau engkau masuk islam itu bukan tobat namanya bro, itu baru hidayah namanya. Nah setelah kamu islam akan tetapi banyak melakukan dosa maka apa bila ada rasa penyesalan di dalam hatimu dalam berbuat dosa dan berniat untuk tidak mengulanginya lagi dan berjanji akan memperbaiki amal perbuatan dengan tindakan nyata itu baru tobat.

    nah bicara mengenai hidayah berarti sudah tidak bicara mengenai apa yang dapat kita lakukan untuk mendapat sesuatu…

    sekali lagi kamu ini memang tidak mengerti dengan apa yang saya maksdukan. Hidayah itu tidak bisa di dapati dengan duduk diam di rumah melamun dan pasrah, engkau harus bekerja dan berusaha mencarinya dan membuka hatimu, setelah engkau melakukan apa yang saya katakan maka waktunya tidak akan lama lagi hidayah itu akan datang. Jadi hidayah itu tidak datang kepada orang2 pemalas, panjang angan2, bodoh dll.

    nah jika oleh perlakuan apapun dari kita bisa menjadikan kita kafir alias bisa menolak hidayah dari allah Anda yang dari sononya berarti itu inkonsisten….

    terlihat sekarang dengan apa yang aku katakan bahwa kamu memang tidak mengerti dengan istilah2 islam, Hidayah, Kafir dll.,/strong>

    nah yang lebih parah lagi adalah….
    Menjadi Islam adalah Hidayah…
    dan ternyata Hidayah itu ada yang Kafir…
    Kafir karene perbuatan…

    jelas sekali engkau kebingungan. Sudah aku katakan bahwa hidayah bukanlah sebuah agama, melainkan sebuah pemberian dan anugrah dari Allah di dalam pencarian kebenaran. Hidayah bukanlah mahkluk hidup berakal. yang kafir itu manusianya atau pemeluknya. ck…ck….ampun

    jadi Hidayah dari allah Anda itu yang tidak jelas, tidak benar, atau tidak akurat, atau memang manusia menjadi Islam bukan karena hidayah melainkan oleh karena perbuatan?….

    Itu hanya sebuah bentuk pemahamanmu saja yang dengan segala keterbatasan yang ada padamu. sungguh engkau memang sangat menyedihkan

    bisa dilihat inkonsistensinya?

    • @Filar

      setelah sekian lama aku berdialog denganmu ternyata baru sekarang aku menyadari kalau kamu tidak mengerti dengan apa yang aku maksudkan.

      Ok…biar aku terangkan satu persatu.
      Sebelumnya engkau menyamaratakan Hidayah dengan Islam. Hidayah adalah Anugrah Allah semata yang Dia berikan kepada HambaNya di dalam mencari kebenaran.

      Sedangkan Islam adalah sebuah Kepercayaan yang mentauhidkan Tuhan Alam Semesta di dlmnya terdapat penyerahan diri seutuhnya kepada Sang Khaliq melalui hukum-hukum yang telah Dia tetapkan.

      Nah jadi sangat jelas sekali bahwa Hidayah dengan Islam adalah berbeda, Hidayah bukanlah agama sedangkan Islam adalah agama.
      Filar-filar…
      Untuk mendapat cahaya dari allah Islam sehingga menjadi penganut agamanya allahmu yaitu Islam, maka diperlukan hidayah (dogma anugerah)….
      tetapi melalui perbuatan seseorang bisa menjadi tidak islam (dogma Timbangan/Dogma perbuatan/Dogma untung rugi/dogma politis)…

      itu dua hal yang berbeda kawan…itu inkonsisten….
      jika anugerah bilang anugerah jika tidak katakan bukan anugerah,… atau ada sesuatu yang miss sepertinya…

      YESUS berkata: “Jika manusia menghina salah satu dari kamu, maka camkanlah bahwa AKU telah terlebih dahulu dihina”, kira2 begitu singkatnya….
      nah dengan menghina Paulus, salah satu Rasul dari Kristus, maka Anda telah menghina Kristus juga….

      Kami bukan menghina paulus kamu, itu harus engkau camkan. Sebab bagi kami apa yang di katakannya di dalam alkitab adalah kedustaan, kemunafikan dll. Dan itu adalah kenyataan. Sebab yang namanya Kitab suci tidak akan tercampur dengan perkataan manusia dan tulisan manusia. Sedangkan di dalam Alkitabmu lebih dari 40 orang yang menulisnya, dan itu engkau akui sendiri bukan?
      inkonsisten lagi dirimu ini kawan,…
      kamu katakan tidak menghina, tetapi kamu sudah mengatakan bahwa Paulus mengatakan sesuatu di Alkitab dan sesuatu itu adalah dusta, itu sama dengan menghina Rasul ALLAH, Paulus, adalah seorang pendusta…

      Kebencianmu terhadap Paulus memang sangat tidak beralasan karena nyatanya memang ada sekitar 40 orang yang menulis Alkitab jadi bukan Paulus saja, sehingga kalau engkau mengatakan Paulus yang menulis Alkitab, maka itu dapat dipastikan yang mengari kamu itu pasti Pendusta yang asli…

      jadi perkataan tidak menghina atau tidak mendustakan itu adalah salah satu bentuk inkonsistensi antara dogma yang Anda anut dengan kenyataan yang terjadi….

      Sudah dari dulu saya meminta kepadamu mana kata2 saya yang tidak konsisten, kamu harus menyelami apa yang saya maksudkan, kalau di lihat dari luar saja, tentu saja kamu tidak mengerti.
      belajarlah merendahkan diri kawan, cek kalimat2mu cek dogma dogma yang engkau percayai, jangan sampai berulang kali saya ucapkan kata2 yang sama setiap saya sebut inkonsistensi Anda….

      nah mengenai kafir,…

      begini
      Anda menyebutka salah satu hidayah allah Anda adalah memilih orang2 tertentu menjadi islam dari sononya…

      sekali lagi saya katakan bahwa maksud dan tujuanmu tulisanmu terlalu melebar. Kalau engkau sebutkan bahwa Allah Maha Berkehendak, itu baru betul

      nah bicara mengenai dari sononya, berarti bicara mengenai siapa yang berhak mendapat sesuatu dari allah Anda, salah satunya Anda sebut pintu tobat akan dibukakan hanya bagi Islam saja…

      pintu tobat memang terbuka bagi orang2 islam dan tidak dalam konteks diluar dari pada itu. Kalau engkau masuk islam itu bukan tobat namanya bro, itu baru hidayah namanya. Nah setelah kamu islam akan tetapi banyak melakukan dosa maka apa bila ada rasa penyesalan di dalam hatimu dalam berbuat dosa dan berniat untuk tidak mengulanginya lagi dan berjanji akan memperbaiki amal perbuatan dengan tindakan nyata itu baru tobat.

      nah bicara mengenai hidayah berarti sudah tidak bicara mengenai apa yang dapat kita lakukan untuk mendapat sesuatu…

      sekali lagi kamu ini memang tidak mengerti dengan apa yang saya maksdukan. Hidayah itu tidak bisa di dapati dengan duduk diam di rumah melamun dan pasrah, engkau harus bekerja dan berusaha mencarinya dan membuka hatimu, setelah engkau melakukan apa yang saya katakan maka waktunya tidak akan lama lagi hidayah itu akan datang. Jadi hidayah itu tidak datang kepada orang2 pemalas, panjang angan2, bodoh dll.
      Hidayah itu anugerah, mengusahakan hidayah berarti itu sudah bukan anugerah…
      inkonsisten…

      nah jika oleh perlakuan apapun dari kita bisa menjadikan kita kafir alias bisa menolak hidayah dari allah Anda yang dari sononya berarti itu inkonsisten….

      terlihat sekarang dengan apa yang aku katakan bahwa kamu memang tidak mengerti dengan istilah2 islam, Hidayah, Kafir dll.
      atau kamu yang tidak mengerti kawan? memutar balikkan segala sesuatu…

      nah yang lebih parah lagi adalah….
      Menjadi Islam adalah Hidayah…
      dan ternyata Hidayah itu ada yang Kafir…
      Kafir karene perbuatan…

      jelas sekali engkau kebingungan. Sudah aku katakan bahwa hidayah bukanlah sebuah agama, melainkan sebuah pemberian dan anugrah dari Allah di dalam pencarian kebenaran. Hidayah bukanlah mahkluk hidup berakal. yang kafir itu manusianya atau pemeluknya. ck…ck….ampun
      cek kalimat saya di atas:
      Hidayah (dogma anugerah),… bekerja untuk mendapatkan anugerah bukankah itu menjadi sebuah inkonsistensi? bekerja untuk mendapatkan sesuatu itu disebut UPAH bukan HIDAYAH…
      UPAH dan HIDAYAH adalah dua hal yang bertentangan, jadi kepercayaanmu akan TAUHID dipertanyakan, karena nyatana DOGMA UPAH dan DOGMA HIDAYAH pasti datang dari 2 allah…

      jadi Hidayah dari allah Anda itu yang tidak jelas, tidak benar, atau tidak akurat, atau memang manusia menjadi Islam bukan karena hidayah melainkan oleh karena perbuatan?….

      Itu hanya sebuah bentuk pemahamanmu saja yang dengan segala keterbatasan yang ada padamu. sungguh engkau memang sangat menyedihkan
      DIBERIKAN atau DIUSAHAKAN? pikirkanlah itu sebelumnya…

      bisa dilihat inkonsistensinya?

  37. hmm…. nimbrung dikit ah…
    upah dan hidayah….. menurut yg fanya pahami ya beda banget atuh hihihi……

    UPAH sudah jelas adalah imbalan yg DIBAYARKAN sbg pembalas jasa atau pembayar tenaga yg dikeluarkan kpd seseorang karena mengerjakan sesuatu tugas atas dasar kesepakatan sebelumnya antar kedua belah pihak…

    HIDAYAH adalah anugrah Tuhan berupa petunjuk maupun bimbingan kedalam hati seseorang shg bisa melihat/memahami kebenaran ilahiah…..

    Meski seseorang tlh dianugrahi hidayah (kemampuan utk “melihat/memahami” kebenaran ilahiah) dlm hidupnya, ia tetap leluasa memilih jalan mana yg hendak ditempuh sehingga mungkin saja setelah mendapat hidayah tsb ybs kembali berpaling mengikuti fatamorgana yg dipertontonkan oleh sang dajjal (sbgmn dialami umat Nabi Musa selepas lolos dari kejaran Firaun….)

    wallahu’alam

    Salam

    • @fanya

      semoga jika Anda yang menjelaskan kepada saudara Filar dia bisa dapat mendengarkan…

      sebab mas Filar ini telah mengimani dua dogma yang saling berlawanan.

      yaitu Dogma UPAH vs Dogma Anugerah…

      sampai sekarang mas Filar belum bisa memahami inkonsistensinya…

      salam

      • @Om Parhobas
        Hidayah itu anugerah, mengusahakan hidayah berarti itu sudah bukan anugerah…
        inkonsisten…

        :
        :
        Hidayah itu (salah satu bentuk) anugerah,…. tepat.
        Mengusahakan Hidayah ….. tentu sangat dianjurkan……!
        …..
        Analoginya:
        Kalpataru; EMI award; Tanda2 Kehormatan (Gelar, Bintang, Satyalancana, Samkarya Nugraha dll) adalah berbagai bentuk ANUGRAH bagi insan2 yg dianggap layak mendapatkannya. Setiap manusia bisa mengupayakan dan berharap mendapat anugrah2 stsb melalui prestasi dan karya nyata yg di bidang masing2. Tak semua orang yg terus menerus berupaya mendapat “award” tsb memperolehnya dan tak pernah ada orang yg mengatakan bahwa anugrah adalah atau identik dengan upah!

        Meski anugrah DAPAT diupayakan, namun Anugrah sama sekali BUKAN Upah dan menurut arti harfiahnya Anugrah adalah grace bukan upah (payment).

        Oleh karena itu mengupayakan Hidayah tidak ada kaitan sama sekali dengan eksistensi upah dan meski dapat diupayakan, Hidayah tetap konsisten sbg salah satu anugrah-NYA.
        Demikian menurut pendapat dan pemahaman fanya.

        Salam

      • @Par

        heheheh kamu aja yang kagak ngerti karena system yang ada di dalam pikiranmu belum terbuka.

        kamu masih aja getol dengan 1+1+1+=1

        kalau begitu pendapatmu untuk yang lain juga begitu, KAMU TIDAK AKAN PERNAH FAHAM!!!!

      • @Fanya


        Hidayah itu anugerah, mengusahakan hidayah berarti itu sudah bukan anugerah…
        inkonsisten…

        :
        :
        Hidayah itu (salah satu bentuk) anugerah,…. tepat.
        Mengusahakan Hidayah ….. tentu sangat dianjurkan……!
        …..
        Analoginya:
        Kalpataru; EMI award; Tanda2 Kehormatan (Gelar, Bintang, Satyalancana, Samkarya Nugraha dll) adalah berbagai bentuk ANUGRAH bagi insan2 yg dianggap layak mendapatkannya. Setiap manusia bisa mengupayakan dan berharap mendapat anugrah2 stsb melalui prestasi dan karya nyata yg di bidang masing2. Tak semua orang yg terus menerus berupaya mendapat “award” tsb memperolehnya dan tak pernah ada orang yg mengatakan bahwa anugrah adalah atau identik dengan upah!

        Meski anugrah DAPAT diupayakan, namun Anugrah sama sekali BUKAN Upah dan menurut arti harfiahnya Anugrah adalah grace bukan upah (payment).

        Oleh karena itu mengupayakan Hidayah tidak ada kaitan sama sekali dengan eksistensi upah dan meski dapat diupayakan, Hidayah tetap konsisten sbg salah satu anugrah-NYA.
        Demikian menurut pendapat dan pemahaman fanya.

        Salam

        baiklah kalau itu pendapat Anda,…

        anugerah adalah apa yang diberikan oleh Oknum tertentu kepada oknum yang lain tanpa ada usaha apapun untuk mendapatkannya…

        sedang upah adalah apa yang kita dapat setelah melakukan sesuatu yang kira-kira sepadan dengan hasil usaha kita itu…

        jadi itu dua hal yang berbeda…

        sedang keterangan yang Anda sebut itu adalah…

        Janji dan Pemenuhan Janji…yang secara konteks masih sekelas dengan upah bukan anugerah

        Si A berjanji kepada si B akan memberikan sesuatu yang mana jika ditepati maka ada imbalan…
        nah setelah ada kesepakatan dan ada penepatan janji maka imbalan akan diberikan…

        sementara untuk keterkaitannya dengan anugerah adalah.. meski ada ketidaktepatan janji dari pihak yang diberikan janji tetapi ada suatu pemberian yang tidak membutuhkan perbuatan apapun janji itu tetap berlaku, contohnya kerelaan memberikan Janji dari A ke B, pemberian janji itu adalah anugerah karena diberikan kepada si B tanpa syarat apapun dari si B…

        sehingga anugerah itu selalu disematkan kepada apa yang dari TUHAN,… tidak pernah dari manusia…
        TUHAN memberikan janji supaya setiap orang yang percaya kepadaNYA tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal…
        nah bicara memberi hidup yang kekal itu adalah anugerah kepada manusia biasa seperti kita yang nyatanya fana alias tidak kekal…

        bagaimana kita mempertahankan anugerah ini itulah cara kita memang di dalam setia atas setiap janji yang dibarengi oleh anugerah itu…

        jadi penjelasan Anda itu, jika itu pandangan secara islam maka dapat dikatakan bertolak belakang dengan apa yang dapat dijelaskan secara Kristen…

        Islam : ada anugerah, sementara jika berusaha maka anugerah itu menjadi milik kita

        Kristen: anugerah sudah diberikan, maka berusahalah untuk mempertahankannya…

        dan karena itulah maka Kristen lebih konsisten dalam hal menjelaskan anugerah dan makna anugerah itu sendiri…

        salam juga

      • @Filar

        heheheh kamu aja yang kagak ngerti karena system yang ada di dalam pikiranmu belum terbuka.

        kamu masih aja getol dengan 1+1+1+=1

        kalau begitu pendapatmu untuk yang lain juga begitu, KAMU TIDAK AKAN PERNAH FAHAM!!!!

        dosa terbesarmu di dalam dialog kita ini adalah dengan menyebut satuan tuhan dengan satu satuan…
        bahaya kamu ini…

      • @Om Parhobass

        jadi penjelasan Anda itu, jika itu pandangan secara islam maka dapat dikatakan bertolak belakang dengan apa yang dapat dijelaskan secara Kristen…

        Islam : ada anugerah, sementara jika berusaha maka anugerah itu menjadi milik kita

        Kristen: anugerah sudah diberikan, maka berusahalah untuk mempertahankannya…
        :
        :
        :

        Sebagaimana fanya kemukakan diatas : Hidayah itu (salah satu bentuk) anugerah,…. tepat.
        Disebut SALAH SATU, karena Anugrah Allah swt bagi manusia sungguh TAK TERHINGGA. Contoh berbagai anugrah Tuhan a.l. keberadaan dan berfungsinya secara baik seluruh organ tubuh kita….. (jantung, paru2, ginjal, hati dll… dimana keberadaan dan berfungsinya organ tubuh tsb tak satupun yg ada dibawah kendali kita/manusia…..); Ketersediaan kebutuhan dasar kehidupan manusia dan seisi bumi: oksigen, air, bahan makanan, zat-zat organik dan non organik dll….. yg ketersediaannya juga bukan karena ulah kita…….
        Kecerdasan, akal, bakat, naluri, potensi dll……. (termasuk “kecerdasan” burung manyar menganyam sarang, penataan sistem sosial kehidupan semut/rayap/lebah dan berbagai kehidupan lainnya….. semuanya adalah given (anugrah) dari Sang Pencipta…… dan, semua anugrah tsb jelas BUKAN UPAH karena yg tidak berbuat apapun, bahkan tidak bersedia mengakui, beriman, tunduk atau patuh kepada Allah pun, tetap saja dianugrahi-Nya berbagai anugrah tsb!
        Diantara bentuk anugrah yg tak terhitung tsb tersebutlah ………..Hidayah (anugrah berupa kemampuan utk melihat, membedakan dan memahami kebenaran ilahiah)…… yg diberikan Allah kpd manusia2/orang2 tertentu baik terkait permohonan ybs maupun murni karena hak “prerogatif” Tuhan.

        Namun prakteknya, meski manusia tak henti dibanjiri tak terhidung anugrah Tuhan dlm hidupnya, manusia kerap tidak mensyukuri, tidak memanfaatkan, bahkan mengabaikan/menyia-nyiakan anugrah-anugrah tsb. Maka dari itu dlm berbagai ajaran dikatakan bhw manusia dianugrahi mata tapi tak melihat, diberi telinga namun tak mendengar, diberi hati namun tak mau merasakan….. dll, yg intinya adalah, meski manusia tlh mengantungi berbagai anugrah Allah, namun manusia bisa saja disregards/mengabaikan anugrah2 tsb dan lebih mengedepankan ego, nafsu, kesombongan, kebodohan dll……

        Sementara Upah (reward, payment) sbgmn fanya kemukakan diatas adalah: pembalas jasa atau pembayar tenaga yg dikeluarkan kpd seseorang karena mengerjakan sesuatu tugas atas dasar kesepakatan sebelumnya …. Dibandingkan dgn tak terhingganya anugrah Tuhan kpd manusia, berapa jumlah perintah/tugas/kewajiban/sunat/larangan yg diberlakukan Tuhan thdp manusia dlm hdiupnya? adakah 100 atau 1000 items? dan berapa banyak yg tlh dilakukan/dipatuhi shg patut memperoleh upah-NYA? Perlu diingat pula bhw imbangan dari reward adalah punishment manakala kita melanggar larangan-Nya……

        Itu sebabnya fanya mengatakan bhw UPAH dan ANUGRAH adalah dua hal yg betul-betul berbeda dan keberadaan dogma upah (reward/payment) sama sekali tidak membuat dogma anugrah (grace) rancu terlebih lagi jika dikatakan……… inkonsisten……hihihi.. This is what I understand and belief Sir. tq

        salam

      • @Fanya


        dari penjelasan saudari sepertinya itu sudah penjelasan ala Kristen yang saya sebut,…

        makanya saya sebut bicara pondasi dan makna Anugerah, maka Kristen lebih konsisten di banding Islam (jika penjelasan Anda atas nama Islam)

        yaitu:
        Islam : ada anugerah , sementara jika berusaha maka anugerah itu menjadi milik kita

        Kristen: anugerah sudah diberikan, maka berusahalah untuk mempertahankannya…

        tetapi kesimpulan saudari yang mengatakan:

        Itu sebabnya fanya mengatakan bhw UPAH dan ANUGRAH adalah dua hal yg betul-betul berbeda dan keberadaan dogma upah (reward/payment) sama sekali tidak membuat dogma anugrah (grace) rancu terlebih lagi jika dikatakan……… inkonsisten……hihihi.. This is what I understand and belief Sir. tq

        jika Anda perhatikan dialog saya dengan mas Filar maka inkonsistensi yang saya sebut adalah dengan mengatakan bahwa anugerah itu harus diupayakan…

        artinya anugerah itu harus diusahakan,… padahal jika melandaskan ini berarti itu sudah bukan anugerah tetapi upah…

        jadi anugerah katakan anugerah, upah katakan upah, lebih dari itu inkonsistensi…

        perhatikan pandangan Islam dan Kristen di atas…
        menurut ANda yang mana anugerah yang tepat? pandangan Islam atau Kristen…

        selamat memilih

      • @Om Parhobass,

        jika Anda perhatikan dialog saya dengan mas Filar maka inkonsistensi yang saya sebut adalah dengan mengatakan bahwa anugerah itu harus diupayakan…

        artinya anugerah itu harus diusahakan,… padahal jika melandaskan ini berarti itu sudah bukan anugerah tetapi upah…
        :
        :

        Itu sebabnya fanya membuat analogi pemberian anugrah pd tataran manusia (EMI, OSCAR, CITRA, Bintang Kehormatan, Satyalancana, Kalpataru dll) yg sepenuhnya merupakan hak prerogatif institusi pemberi anugrah dan sama sekali bukan “UPAH”. Penganugrahan award kehormatan tsb pasti tak lepas dari usaha masing2 individu di bidangnya masing2. Namun dmk, meski orang senantiasa berusaha sangat keras mendapatkan award tsb, tidak ada ketentuan dan jaminan bagi siapapun utk mendapatkan award (anugrah) tsb karena Anugrah BUKAN UPAH.

        Dlm kehidupan sosial manusia berlaku sistem anugrah (award) dan sistem upah secara bersamaan tanpa terjadi persinggungan apalagi mencemari konsistensi sistem sosial karena anugrah dan upah adalah dua hal yg sama sekali berbeda alur dan sistemnya.

        Dalam hal anugrah Tuhan, Dia Maha berkehendak. Dia menganugrahkan Hidayah dan anugrah2 lainnya dengan atau tanpa konsiderans apapun kpd siapapun yg dikehendaki-Nya. Mengapa Tuhan menganugrahi Om Parhobass kecerdasan dan kemampuan berbahasa Ibrani; menganugrahi Hawkins otak jenius tapi tidak menganugrahinya fisik yg sempurna; menganugrahi wajah cantik dan tubuh indah kpd Sandra Dewi namun tidak kpd Okky yg dianugrahi-Nya tubuh subur dll…, apakah penganugrahan-Nya diberikan berdasarkan konsiderans – misal karena ikhtiar, doa, kerja keras, ketekunan, dedikasi ybs dll guna memperoleh anugrah tsb… atau tanpa konsiderans apapun (sekehendak Tuhan semata) …… hanya Dia yg tahu dan Dia Maha Kuasa.

        Menurut hemat fanya anugrah yg tepat adalah apa yg ada dlm ISLAM karena hal tsb sangat rasional dan lebih merefleksikan ke-Maha rahman-rahim-an Tuhan. Tuhan berfirman :
        Tuhan-lah yg menentukan nasib setiap mahluk-Nya dan Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum JIKA kaum tsb tidak berusaha merubah nasibnya sendiri

        Dalam pemahaman fanya firman tsb merupakan landasan hukum sebagai dasar adanya korelasi antara usaha manusia dlm mengubah nasib dengan diberi-Nya ANUGRAH a.l. PERUBAHAN NASIB!
        Perubahan nasib jika Tuhan berkenan, tsb jelas adalah anugrah-Nya, bukan upah, bukan balas jasa atau pembayaran/payment atas ditunaikannya sesuatu tugas/kewajiban.

        Dengan demikian, Islam mengajarkan bahwa Allah swt senantiasa memberi peluang kepada siapapun utk mendapatkan berbagai anugrahNya melalui usaha lahiriah yg dilakukan secara normatif dan rasional serta usaha spiritual melalui doa dan amal ibadah lainnya. Alhamdulillah itulah indahnya hukum yg berlaku dalam Islam.

        salam

      • @fanya

        coba sekali lagi cek analogi yang Anda sebutkan itu, meski namanya “anugerah” dan ada istilah penganugerahan, itu bukan berarti itu anugerah, melainkan suatu UPAH atas upaya dari kerja tertentu…

        penjelasan Anda akan istilah “award” atas setiap perbuatan atau tindakan itu menjalaskan mengenai UPAH/Pahala, d.l.l… itu bukan lagi anugerah…

        ditimpali kata2 Anda:
        Tuhan-lah yg menentukan nasib setiap mahluk-Nya dan Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum JIKA kaum tsb tidak berusaha merubah nasibnya sendiri
        itu artinya tuhan Anda tergantung kepada manusia…
        dalam bahasa sederhananya:
        tuhan Anda ingin memerahkan baju Anda, tetapi karena Anda tidak mau mencelupkannya ke warna merah maka baju Anda tidak akan menjadi merah…

        meski itu lari dari topik anugerah, tetapi jelas pemahaman seperti itu juga salah…

        jadi pemahaman sadari (mungkin Islam karna Anda telah mengatasnamakan Islam).. anugerah adalah sesuatu yang dapat diraih dan diusahakan,…

        dalam pengertian mendasar jelas ini adalah UPAH…

        itu tidak benar…

        sekali lagi Kristen lebih tegas, jelas dan mendasar dalam menjelaskan apa itu anugerah…

        yaitu:
        Anugerah sudah diberikan, nah bagaimana kita mempertahankan anugerah itulah kehidupan realita kita…

        salam

      • @Om Parhobass

        itu artinya tuhan Anda tergantung kepada manusia…
        dalam bahasa sederhananya:
        tuhan Anda ingin memerahkan baju Anda, tetapi karena Anda tidak mau mencelupkannya ke warna merah maka baju Anda tidak akan menjadi merah…

        :
        :
        Kesimpulan diatas dimata fanya merupakan hal yg sangat absurd terlebih lagi dikemukakan oleh orang sekaliber Om Parhobass. Kesimpulan tsb menunjukkan seolah sifat-sifat Tuhan bekerja secara secara parsial.
        Ketika Om Par mengatakan Tuhan Maha Kuasa, Om Par seolah lupa atau menafikan fakta bhw Tuhan memiliki sifat maha-maha lain a.l. Maha Suci, Maha Adil, Maha Bijaksana, Rahman, Rahim dlsb.
        Oleh karenanya dlm ke-MahaKuasaan-Nya, Dia juga Maha Adil, Dia Maha Penyayang, Maha Pengampun, jMaha Bijaksana dlsb.

        Sifat, Kapasitas dan Dzat Tuhan mustahil terpecah secara parsial dlm situasi atau kondisi apapun karena Tuhan bebas dan tidak terpengaruh oleh dimensi apapun. Siapapun atau apapun yg hidupnya terbukti masih dipengaruhi oleh kekuatan lain atau kondisi tertentu, dia pasti BUKAN Tuhan.

        Dalam konteks tsb, meski suatu ketika Dia MERUBAH ketetapannya, mestinya dipahami bhw hal tsb justru sangat dimungkinkan karena Dia Maha Berkehendak, Maha Tau, Maha Penyayang, Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Pengampun, Maha Pemurah dan maha2 lainnya,…… bukan malah dikatakan sbg tergantung pd manusia, atau pd sikon tertentu……hihihi.

        Demikian, tapi bagi fanya wajar-wajar saja bhw seseorang memiliki cara pandang dan kesimpulan berbeda terhadap segala sesuatu, karena banyak faktor yg memungkinkan terjadinya hal tsb, terlebih mengingat ada tidaknya Hidayah dari Allah swt tentunya……

        Salam

      • @Fanya

        Keterangan dan penjelasan Anda abu2 dan tidak mendasar…
        maka saya sebut tuhan Anda bukan TUHAN…

        sekali lagi anugerah katakan anugerah, upah katakan upah, jangan jelaskan dua2nya secara acak….

        salam

      • @Om Parhobass,

        Keterangan dan penjelasan Anda abu2 dan tidak mendasar…
        maka saya sebut tuhan Anda bukan TUHAN…

        sekali lagi anugerah katakan anugerah, upah katakan upah, jangan jelaskan dua2nya secara acak….
        :
        :
        Terimakasih.
        fanya sepakat bhw Hidayah adalah anugrah … bukan upah.
        Sbgmn sdh fanya kemukakan diatas : Anugrah sama sekali BUKAN Upah dan menurut arti harfiahnya Anugrah adalah grace bukan upah (payment).

        Mengenai Allah swt, dalam segala hal, dalam sikon apapun Dia KONSISTEN sbg TUHAN YANG MAHA ESA, tidak ada dan tidak pernah menjelma dlm wujud lain atau menyerupai wujud apapun selain DZAT-NYA.

        fanya bersyukur dan sangat beruntung bhw Tuhan berkenan memberi peluang kpd umat Islam guna memohon dan memperoleh Hidayah dan anugrah2 lainnya dlm perjalanan hidup manusia…..
        Memang bisa saja Tuhan tidak berkenan lagi memberi anugrah-NYA sbgmn yg diyakini oleh sebagian non Islam, bahkan menyatakan/menetapkan bhw bayi yg baru lahirpun tlh memiliki/membawa dosa turunan, wuiiihh…sebuah aturan/ketetapan “tuhan”yg sangat mengerikan….

        Sekali lagi fanya bersyukur krn menjadi umat Islam.

        salam

      • @fanya

        Anda jelas sangat membedakan antara anugerah dan upah, tetapi dari analogi Anda itu tetap angureah dan upah tidak bisa Anda bedakan…

        jadi iman Anda tidak jelas…
        meski iman bukan perkara apa yang kita ketahui tetapi nyatanya Anda telah menghidupi/mesyukuri sesuatu yang tidak jelas itu…

        dari pondasi Anda yang tidak jelas itulah saya harapkan Anda jangan2 sesekali menafsir atau menerjemahkan dogma Kristen, itu sangat berbahaya bagi keselamatan roh, jiwa dan ragamu…

        merendahlah di hadapan TUHAN, itu lebih menguntungkan
        salam

  38. @Fanya

    Maksud kamu apa Neng? dengan mengambil sampel Musa dan Firaun segala?

    Orang yang sudah mendapat hidayah tentu sudah mengetahui mana yang baik dan mana yang bener. Hanya saja ketika sudah dapat perlu sebuah bimbingan agar iman menjadi kuat.

    Salam

  39. Yah…. kpd umat Nabi Musa berulang kali diberi anugrah dan hidayah a.l. melalui pertunjukan muk’jizat Allah hingga mereka mampu melihat kebenaran bahwa Allah adalah Tuhan YME. Namun kurang dari 40 hari ditinggal Musa ke Bukit Sinai, mereka sdh berpaling dan kembali menyembah berhala sapi emas yg mereka buat sendiri..
    salam

  40. @Om Parhobass

    makanya saya sebut bicara pondasi dan makna Anugerah, maka Kristen lebih konsisten di banding Islam (jika penjelasan Anda atas nama Islam)

    yaitu:
    Islam : ada anugerah , sementara jika berusaha maka anugerah itu menjadi milik kita

    Kristen: anugerah sudah diberikan, maka berusahalah untuk mempertahankannya…
    :
    :
    :
    Maaf Om Par, baca statement Om diatas fanya jadi penasaran hihihi…..

    Menurut Om ANAK (keturunan) itu UPAH atau ANUGRAH dari Tuhan?
    Berdasarkan etimologi, Upah adalah imbalan tertentu atas dilaksanakannya suatu perintah tertentu…..
    Jika Anak adalah anugrah, sungguh bertolak belakang dengan keyakinan Om yg menyatakan bhw anugrah SUDAH diberikan sebelumnya karena faktanya Anak si A (laki2) baru ada setelah si A lahir, hidup, dewasa, coitus dgn B (wanita) dan …… Tuhan berkenan menganugrahkan anak bagi si A dan B tsb melalui rahim si B.

    Tidak sedikit manusia yg lahir, hidup, dewasa, subur, coitus secara terus menerus…. dan tak henti mengupayakan berbagai cara …..namun, manakala Tuhan belum/tidak berkenan memebri mereka anugrah-Nya, tetap saja anak yg didambakan tak tunjung datang…. meski dari aspek medis tak diragukan kesuburan biologis mereka?

    Namun sebaliknya, terbukti banyak pasangan yg memperoleh anak setelah mereka tak henti berdoa dan berikhtiar melalui berbagai cara, bahkan mereka memperolehnya pd usia yg secara medis seolah mustahil. Silahkan baca kutipan berikut:
    Rajo Devi is an indian woman and oldest woman to become a mother at the age of 70. Rajo Devi delivered her baby girl on the 28th of November 2008 using a vitro fertilization also known as an IVF treatment.
    Maria del Carmen Bousada at age 66 she had twins, becoming the world’s oldest new mom – and raising questions about maternity so late in life. Now she is dead at age 69, leaving behind boys not yet 3.
    Adriana Iliescu, born 31 May 1938, gave birth to Eliza Maria on 16 January 2005, at the Giulesti Maternity Hospital in Bucharest, Romania. Adriana Iliescu, a 72-year old Romanian university lecturer who had a daughter at the age of 66, also using a vitro fertilizationis planning to have another child……

    IS PLANNING TO HAVE ANOTHER CHILD….., diusahakan, shg dikaitkan dengan statement Om Parhobass, segala sesuatu yg dpt diusahakan adalah UPAH.

    Jika anak/keturunan adalah UPAH, adakah dalil/hukum/firman yg mengatakan bhw ANAK adalah UPAH Tuhan kpd mahluknya “tugas” apa yg diberikan-Nya sbg ybs layak mendapat upah berupa ANAK/Keturunan….

    Salam

    • @Fanya

      letaknya pada perbedaan makna anugerah.

      Anugerah dapat diartikan sebagai “pemberian”.
      Jika fanya seorang perempuan dan tahu bagaimana rumitnya jaringan reproduksi wanita dan bagaimana peluang sel telur Anda dapat dibuahi dan bagaimana resistansi tubuh Anda kepada sperma, maka dapat disebut anak adalah anugerah…

      bagaimana seseorang bisa memiliki anak dan keturunan?
      karena TUHAN telah memberikan anugerah sejak jaman Adam/Hawa.
      TUHAN berkata: “Beranak cuculah… penuhilah bumi”…

      Nah anugerah beranak cucu itu berlaku bagi siapapun yang masih disebut manusia, baik beragama, baikpun tidak, karena kemampuan beranak itu tidak bergantung terhadap apa2, anugerah telah diberikan, yaitu salah satunya manusia diberi “ALAT reproduksi”.

      saya sebut di atas, setiap ada anugerah ada janji yang menyertainya.
      Dan biasanya janji inilah yang dilanggar, tetapi meski janji dilanggar anugerah itu tidak serta merta hilang. Anda sebagai muslim tentu dilahirkan dari orang tua yang muslim (contoh saja), dan Anda tidak musti menjadi seorang Yahudi atau seorang Kristen untuk dapa dilahirkan bukan?… nah itulah anugerah kepada manusia..

      supaya anugerah dan janji yang diberikan kepada ADAM/HAWA itu dapat Anda pertanggungjawabkan maka pergunakanlah alat reproduksi Anda sesuai dengan JANJI dari DIA yang memberikannya…

      jadi sejalan dengan :
      Anugerah sudah diberikan, berusahalah mempertahankannya…(alat reproduksi sudah diberikan, maka gunakanlah itu untuk kemuliaan DIA yang menganugerahkannya)

      beda dengan Islam
      Anugerah sudah ada, tetapi itu tergantung usaha Anda untuk mendapatkannya…(Anda tidak perlu usaha untuk mendapatkan alat reproduksi wanita toh?)….

      sangat mendasar kekeliruan Anda kawan…

      • @Om Parhobass,

        Nah anugerah beranak cucu itu berlaku bagi siapapun yang masih disebut manusia, baik beragama, baikpun tidak, karena kemampuan beranak itu tidak bergantung terhadap apa2, anugerah telah diberikan, yaitu salah satunya manusia diberi “ALAT reproduksi”.
        :
        :
        Nyatanya banyak manusia yg jelas2 telah dianugrahi “ALAT reproduksi” (bahkan berdasarkan penelitian medis segalanya OKE), dan mereka juga menggunakan anugrah tsb dgn sebaik-baiknya bhb mereka sangat mendambakan ANAK/Keturunan……, ternyata sia-sia…usaha terbaik mereka memanfaatkan ALAT Reproduksi tsb tidak di-UPAHI ANAK……

        Disisi lain, tak sedikit wanita yg kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil karena menurutnya tanpa dia kehendaki mengapa wanita bisa hamil dan punya anak………., sedangkan pria tidak? Dalam hal ini, mereka yg tidak/belum ingin punya anak atau yg belum sepatutnya punya anak, memandang kehadiran anak adalah musibah, bukan anugrah!

        Anugrah anak yg berparas cantik/tampan tak jarang akhirnya justru menjadi musibah ketika diakhir si anak tumbuh menjadi manusia bejat seiring pemahaman “anugrah” yg berhenti hanya pd ketersediaan Alat reproduksi dan kelahiran Anak tsb.

        Anugrah Kecerdasan pasti menjadi azab yg dpt menjebloskan seseorang ke lobang kehancuran manakala kecerdasannya tsb digunakan utk mendapatkan segala sesuatu yg TIDAK DIRIDLAI Tuhan.

        Allah Maha Kaya. Meski tak terhitung anugrah yg TELAH dilimpahkan Tuhan kpd manusia, namun tak terhitung pula anugrah yg SENANTIASA TERSEDIA utk diberikan Allah kpd manusia, jika manusia tsb memohon ridla dan terus berikhtiar dalam istiqomah pada Allah SWT.

        @ Om Parhobass:
        Anugerah sudah diberikan, berusahalah mempertahankannya…(alat reproduksi sudah diberikan, maka gunakanlah itu untuk kemuliaan DIA yang menganugerahkannya)
        :
        :
        :
        Jika disamping keberadaan manusia yg sehat, subur dan dianugrahi anak keturunan, adapula manusia sehat subur, sempurna dan ulet berikhtiar sungguh2 meski hasilnya tetap NIHIL…… , nyatanya tak terbilang pula manusia yg TIDAK DIANUGRAHI ORGAN Reproduksi yg berfungsi baik………., atau pasangan hidup yg baik, sehingga sampai akhir hayatnya mereka tidak beroleh anak atau keturunan…… mengapa?
        Jika dikatakan bhw TIDAK ADA LAGI ANUGRAH TUHAN dlm perjalanan hidup manusia selain, bukankah ini berarti Tuhan pilih kasih????

        Melalui al Qur’an kami diajarkan bahwa Anak, Pasangan hidup, Harta kekayaan dan status sosial dll, bisa jadi adalah anugrah-Nya yg akan mengantarkan kita pd kemuliaan dunia akhirat; atau bisa jadi merupakan Ujian-Nya utk mengukur derajat keimanan dan ketakwaan kita pd Allah; bahkan dapat pula menjadi musibah sebagai cambuk maupun stimulan kesabaran, keikhlasan dan keistiqomahan kita pada Allah swt.

        Dalam hal ini Islam menekankan ttg betapa pentingnya utk senantiasa istiqomah terhadap rahmat dan anugrah Allah; betapa pentingnya ikhtiar serta peran doa guna mendapatkan keridlaan Allah; dan betapa pentingnya tetap berdisiplin menjalankan ibadah dan muamalah, sehingga Dia tak henti membanjiri ybs dengan rakhmat dan anugrah-Nya sepanjang hidup di dunia maupun di akhirat kelak. Wallahu’alam.

        salam

      • @fanya

        seperti sudah diucapkan di atas ada anugerah maka ada janji yang menyertainya…

        contoh:
        Anugerah beranak cucu kepada Adam dibarengi Janji untuk setia kepada TUHAN..

        Jika anugerah tidak dijaga maka runtunan kejadian yang diakibatkan pelanggarannya akan berakibat fatal…

        Anugerah beranak cucu dari Adam tetap berlaku meski ia melanggar janji, tetapi akibat dari melanggar janji itulah yang membuat cara memandang anugerah itu berbeda…

        anugerah “image” Kristus ngga dijaga maka akibatnya fatal ya toh..yaitu dosa meraja lela…

        anugerah keselamatan dari Kristus kalau ngga dijaga juga bisa berakibat fatal,…

        nah kondisi yang terjadi sekarang adalah kita telah berjalan pada suatu waktu dimana ada banyak anugerah yang telah dilanggar, dilawan dan ditolak,…
        Anda misalkan telah mewarisi “anugerah” muslim dari orang tua Anda, dan tentu akan Anda wariskan kepada anak2 Anda kelak, karena Anda anggap itu baik ya toh… nyatanya memang manusia menganggap apa yang ia punyai/miliki/lakukan baik, padahal bisa saja tidak, nah malah ada yang jelas-jelas tidak baik masih saja dilakukan… dan efek sosial harus kita pertimbangkan….negara yang korupsi cenderung akan membuat rakyat juga korupsi,.. dosa yang berbau sosial itu juga ada,… jadi itu harus dipertimbangkan terhadap bagaimana kita menyikapi pelanggaran janji dari anugerah yang ada…

        Jika ADAM tidak melawan JANJI dari anugerah di EDEN, maka “PENYAKIT” moral, dan penyakit fisik tidak akan ada, ya toh…

        Jadi jika anak adalah anugerah, maka ketika kita memperolehnya itu bukan lagi upah, melainkan pemberian…
        anak bukan upah dari mempergunakan alat reproduksi, tetapi adalah kegenapan janji dari anugerah pemberian alat reproduksi..

        jadi sekali lagi:
        anugerah sudah diberikan (contohnya sudah Anda sebut, cantik, tampan, d.l.l),… tinggal bagaimana Anda memaknainya…

        nah dari contoh2 itu nyata benar bahwa dogma Kristen tentang anugerah lebih tepat, lebih mendasar dibanding dogma Islam yang mengatakan anugerah harus dikejar dan diusahakan, itu ibarat (maaf kata) seorang yang jelek rupa berusaha menjadi cantik/tampan,… ini contoh saja supaya lebih tegas pemisahnya…

        Dalam hal ini ketika Anda berdoa kepada TUHAN, dalam hal masalah (contohnya tidak ada anak), maka berdoalah, memohonlah atas JANJI TUHAN supaya DIA tepati kepada Anda, jadi bukan anugerah itu yang dikejar (didoakan) sebab anugerah beranak cucu sudah ada sejak ADAM/HAWA ada di bumi… tetapi JANJI beranak cucu tidak ada pada setiap manusia… karena apa? karena JANJI itu telah pernah dilanggar…

        Anda katakan perlu ibadah,..d.l.l yang berhubungan dengan itu, sangat penting dan perlu, tetapi itu bukan untuk mengusahakan anugerah, melainkan mesyukuri anugerah yang dari TUHAN..

        Kristen bernyanyi riang gembira karena telah mensyukuri anugerah keselamatan yang dikerjakan Kristus di salib yang telah diberikan sekali sepanjang jaman…..
        Dan kristen menyerahkan tubuh, jiwa dan raganya kepada TUHAN karena Janji yang menyertai anugerah keselamatan itu adalah diberikan Hadirat ALLAH, baik di bumi maupun di sorga…

        salam

  41. Alkisah:
    Boru lagi nolong seseorang (melakukan yang BAIK toh?!).
    Trus hal itu dilihat/disaksikan oleh Bu Fanya ama Bu Fitri dan mereka bilang: “Borusasada, UPAHmu besar di Sorga.”
    Lalu Boru jwb: “UPAHnya diuangkan saja skrg, blh?
    Saat itu Mas Filar lewat dan dengar apa yang boru blg. Lalu nyahut tiba2: “eh, dasar boru orang KAFIR..”

    Hahaha..
    Numpang lewat, aja Bapak. Lagi mumet dengan kerjaan..
    Tetap semangat, ya. Songon i do molo mangadopi angka sundut naumposo, Bapak. Godang angka na binoto na. Hape so binoto botoboto-an sian dia i. Ueee da boto.. 🙂

    -salam hangat dari Boru buat Inangtua dan Kakak/Abang-

  42. @Par

    Dalam hal ini ketika Anda berdoa kepada TUHAN, dalam hal masalah (contohnya tidak ada anak), maka berdoalah, memohonlah atas JANJI TUHAN supaya DIA tepati kepada Anda, jadi bukan anugerah itu yang dikejar (didoakan) sebab anugerah beranak cucu sudah ada sejak ADAM/HAWA ada di bumi… tetapi JANJI beranak cucu tidak ada pada setiap manusia… karena apa? karena JANJI itu telah pernah dilanggar…

    sekali lagi coba engkau baca koment kamu ini baik2?…Bukankah di dunia ini adah orang baik dan ada orang jahat, apa kamu pikir anugrah untuk orang itu berhenti? artinya orang yang melanggar peraturan Tuhan tidak akan beranak?

    Di dalam Islam Anugrah adalah pemberian Tuhan, dia bisa datang dengan tidak di duga2, bisa di usahakan dll. Kristen=Anugrah sudah diberikan dan harus di pertahankan.

    Terlihatlah keduannya emang nggak singkron toh… Sedangkan anugrah kamu artikan sebagai pengampunan dosa. Bagi saya Anugrah meliputi Kebaikan Allah untuk hambaNya. Saya Islam dari kecil itu juga Anugrah Allah, Kamu kristen lantas nanti masuk islam itu juga Anugrah Allah, lalu mana anugrah Tuhan yang di berikannya padamu itu?

    Yang jelas Anugrah dalam kristen sangat sempit hanya sebatas pengampunan dari Tuhan, masuk syurganya belum!!!

    • @Filar

      anugerah itu dari ALLAH,.. diberikan secara cuma-cuma
      jadi kalau kamu katakan anugerah itu dapat kamu usahakan maka itu sudah bukan anugerah, tetapi namanya adalah upah…

      belajarlah merendahkan diri, salah satunya menerima penjelasan mengenal ANUGERAH dan UPAH,… merendahkan diri lebih membuat untung…

      salam

  43. @Om Parhobass yg baik

    Anugerah dapat diartikan sebagai “pemberian”.
    Jika fanya seorang perempuan dan tahu bagaimana rumitnya jaringan reproduksi wanita dan bagaimana peluang sel telur Anda dapat dibuahi dan bagaimana resistansi tubuh Anda kepada sperma, maka dapat disebut anak adalah anugerah…

    :
    :

    @f:
    Sebagaimana fanya kutip artikel ttg Rajo Devi, Maria del Carmen Bousada dan Adriana Iliescu, mereka akhirnya mendapat anak yg diidam-idamkan di usia lanjut berkat usaha/ikhtiar tak kenal putus asa melalui program Bayi Tabung (IVF) dan tentu berkat anugrah-Nya. Sebagaimana diketahui, program Bayi Tabung/Fertilisasi-in-vitro (IVF) adalah proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di dalam tabung petri yg dilakukan oleh petugas medis. (ini sejalan dgn pendapat fanya bhw anugrah DAPAT/Dimungkinkan dicapai melalui ikhtiar dan doa); kata “DAPAT” menjadi sangat penting karena makna kata “dapat” bukan berarti “pasti” atau “automatically”, mengingat selain ikhtiar dan doa, disana masih bergantung pd “kehendak/ridla” Tuhan.

    Meski Otto Soemarwoto dalam bukunya “Indonesia Dalam Kancah Isu Lingkungan Global” menyatakan bahwa bayi tabung di satu pihak merupakan hikmah karena membantu pasangan suami istri yang subur tetapi berhubung suatu gangguan pada organ reproduksi tidak dapat mempunyai anak, terbukti Gereja Katolik Roma tetap menentang segala bentuk fertilisasi in vitro yg diyakini mencederai penciptaan fitrah dan tujuan perkawinan.

    @Om Parhobass:
    …….artinya anugerah itu harus diusahakan,… padahal jika melandaskan ini berarti itu sudah bukan anugerah tetapi upah
    :
    Jadi jika anak adalah anugerah, maka ketika kita memperolehnya itu bukan lagi upah, melainkan pemberian
    anak bukan upah dari mempergunakan alat reproduksi, tetapi adalah kegenapan janji dari anugerah pemberian alat reproduksi..
    :
    :
    @f:
    Maaf, fanya menangkap inkonsistensi mendasar dlm pernyataan Om. 😉
    Demikian pula dgn pernyataan “anak bukan upah dari mempergunakan alat reproduksi, tetapi adalah kegenapan janji dari anugerah pemberian alat reproduksi..”, dengan kata lain ketiadaan anak pd mereka yg tlh memperlakukan anugrah alat reproduksi secara seksama, baik dan benar berarti Tuhan tidak menggenapi janji dari anugerah pemberian alat reproduksi.. tsb……????? 😀

    Salam

    • @Fanya

      untuk masalah pendapat Katolik Roma dalam hal IVF Anda dapat menanyakan langsung kepada mereka yang berkompeten, Anda bisa mendatangi Gereja-gereja Katolik, tanyakan langsung kepada mereka, itu lebih bijaksana ketimbang membuat opini-opini….

      Ada beberapa kalimat saya, yang entah bagaimana luput dari kutipan Anda…

      alur pikiran saya begini:

      a. bicara manusia, maka jika ada sesuatu yang sulit ia dapatkan, dan pada akhirnya ia dapatkan, dapat dikatakan itu anugerah…padahal bisa jadi itu bukan anugerah…bisa jadi itu adalah upah atau malah bisa jadi itu hanya penepatan janji.

      b. saya sebut bahwa anugerah untuk “berkembang biak” sudah sejak dahulu kala sejak jaman ADAM, ketika manusia diciptakan,… tetapi tidak semua bisa memahami bahwa itu adalah anugerah,.. ada yang merasa itu bukan anugerah…(saya sebut dikalimat saya ada yang menolak, berontak, melawan, d.l.l)

      c. bagi orang percaya, mereka memaknai segala sesuatu adalah anugerah, bukan upah, nah orang-orang begini pasti memiliki pandangan berbeda dengan orang yang di bagian a. di atas.

      d. semua mendapat anugerah, dan tidak semua orang dapat meresapi dan mengaminkan anugerah itu… karena apa? lihatlah point e. berikut:

      e. manusia telah berdosa (saya menyebutnya di dalam contoh, jika ibu bapak Anda muslim tentu Anda diharapkan menjadi muslim, maka dosa juga bekerja seperti itu, ada beberapa yang kelihatan benar maka itu akan diturunkan… padahal bisa jadi ada kesalahannya)…kenapa bisa begitu? karena seperti point a. di atas, manusia menilai sesuatu itu ada kecenderungan berdasar atas apa yang ia rasakan, padahal belum tentu seperti itu…

      Nah contoh kasus mengenai seseorang yang tidak diberi anak,
      jika Anda memandang dan meresapi point c di atas, maka TIDAK MENDAPAT ANAK juga adalah anugerah,.. sebab anugerah bukan semata-mata sesuatu yang didapatkan untuk “dipamer-pamerkan”,…bukan sesuatu yang dikejar untuk “keduniaan”,…
      Ada seorang pendeta sudah menikah 30-an tahun dan belum juga dikasih anak, tetapi dia tidak “tersesak”, sebab ia tahu TUHAN lebih tahu kenapa beliau tidak dianugerahi anak, dan untuk itulah kita harus percaya bahwa TUHAN memiliki “JANJI” yang lain dari pada janji keturunan. dan karena TUHAN kaya akan janji, maka oleh karena itulah kita diharuskan untuk memiliki hubungan yang erat, lepas dari segala prosesi dan aturan-aturan keduniawian…

      Nah contoh yang paling tepat bicara mengenai ANUGERAH padahal belum tentu ANUGERAH adalah tentang dogma Islam yang ANda bawa sama mas Filar…

      ANda menyebut anugerah, tetapi dari contoh dan analogi semua yang Anda ucapkan itu bukanlah ANUGERAH, tetapi adalah UPAH…

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: