Ini namanya perang

November 29, 2010 pukul 8:22 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag:

Demikianlah aku dapati hukum ini:
jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.
Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah,
tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
(Roma 7:21-23)

Mungkin orang yang memiliki status tinggi tertentu dapat menjadi contoh kepada kita.
Pada masa pelayanan YESUS di bumi, IA mendapati orang-orang status tinggi. Petinggi Farisi, petinggi Saduki, Mahkamah Agama, dan lain-lain. Apa yang mereka ketahui tentu tidak dapat diragukan, tetapi ada pada tingkata tertentu status itu harus dipertaruhkan. Yaitu pada saat mengambil keputusan yang sangat pribadi. Antara lain, menerima YESUS sebagai Mesias. Peneriaan atau pengakuan YESUS Mesias, akan berujung kepada ‘mati’nya karir dan status sosial itu secara otomatis.

Bahkan rakyat biasa juga begitu, beberapa di antara mereka menolak secara terang-terangan menerima YESUS karena alasan akan dikucilkan.

Dua kelompok orang di atas sangat jelas mengetahui sesuatu, tetapi ada hal lain yang berjuang untuk menghendaki hal lain.

Dan hal yang paling menyakitkan dari seseorang yang mengetahui adalah ketika ia diperhadapkan dengan pilihan yang sangat berat. Memilih ini maka itu, memilih itu maka konsekuensinya ini.. seterusnya dan sebaliknya.
Dan di antara semua pilihan itu, yang paling sering membuat kita malu adalah… ketika kita sadar betul akan tindakan yang akan berbuah kepada ‘pelanggaran’, dosa, tetapi kita tetap saja melakukannya. Beberapa tindakan akan membuat kita malu ketika sudah kita renungkan di kemudian hari, tetapi tipe yang satu ini memang berbeda. Secara sadar kita berbohong kepada nurani, kita sadar melakukannya, atau bahkan kita mungkin diperingatkan oleh nurani kita,… tetapi apa gerangan yang kita lakukan?,… kontra kepada akal budi yang sehat…. kita sering melakukannya.

Inilah perang sepanjang khayat dari manusia.

Lalu bagaimana kita bisa memenangkan perang, jika ternyata kita tidak mengenal musuh kita?, jika pengajaran yang kita ketahui ternyata melulu berbau dunia itu sendiri? berbau keinginan tubuh itu sendiri?.
Apa itu keinginan tubuh? Salah satu diantaranya adalah dengan mengatakan….”Ada batas kesabaran”. Jika kesabaran tertentu telah dilewati maka kita bisa melawan, dan ini dan itu, serta sah ini dan itu.

77 kali 7, Adalah batas yang melambangkan tak berhingga, itu adalah batas kesabaran. Memaafkan. Tetapi apa bisa mulut, hati dan mata kita bertahan melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan kata ‘standard’?, TIDAK. Kita akan segera ‘melawan’.

Musuh kita, manusia-manusia tertentu, adalah ada di dalam dirinya sendiri. Sangat tidak wajar menyalahkan orang lain, agama lain, golongan lain,…. menyalahkan di luar diri kita, tidak akan pernah melahirkan diri yang bijaksana. Terpidana selalu ada peluang merasa dirinya pihak yang dikorbankan oleh keadaan-keadaan tertentu, atau merasa perlu untuk mengatakan bahwa tindakannya hanya bentuk reaksi mempertahankan diri, mensahkan tindakannya oleh pleidoi-pleidoi… alih-alih mengaku bersalah.

Manusia yang banyak melakukan kebaikan tertentu, peraturan-peraturan agama tertentu, terkadang juga mesahkan diri untuk mendapatkan apa yang baik-baik, apa yang menguntungkan,…Dan sangat susah melihat keadilan TUHAN dikala penderitaan menghampiri.

Ini juga perang.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: