Tamparan Keras

November 22, 2010 pukul 8:55 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 13 Komentar
Tag: ,

Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
(2Timotius 3:5, Terjemahan Baru)

Apa yang akan terjadi di jaman-jaman akhir sudah digambarkan oleh TUHAN melalui tangan-tangan penulis Kitab Suci. Kita bisa melihat bagaimana akhir jaman itu sudah atau belum akan sedang akan terjadi dari beberapa kejadian-kejadian yang digambarkan dengan jelas oleh Kitab Suci.

Suatu pagi, tanpa penjelasan panjang, tiba-tiba ada seorang sobat mengatakan kepada saya: “Kamu pembohong,… saya tidak suka pembohong”. Saya berpikir keras,… kenapa dia bisa berkata begitu. Salah satu cara membuktikan bahwa saya tidak berbohongpun saya upayakan,…. dan ternyata cara itu tidak berhasil… dan wajah saya memerah tidak main,… saya seperti ditampar di depan umum. sangat malu. Hati saya panas tidak main-main… Seharian saya menjadi tidak tenang. Setelah beberapa saat, sobat itu memang akhirnya bisa memahami, setelah menyelediki secara natural,.. menyelidiki tanpa tujuan menyelesaikan secara khusus masalah kata-kata “pembohong” itu, …bahwa kesalahan bukan pada saya.

Tetapi pelajaran ini menghantarkan saya kepada suatu hal yang amat sangat perlu dilakukan oleh orang-orang yang mengaku beriman.
Yaitu supaya setiap orang siap sedia setiap saat, jika TUHAN YESUS tiba-tiba datang. Maka penghakiman segera dilakukan, dan ketika pertanggungan jawab dilakukan, apa yang ditemukan pada kita hanya pelanggaran, dosa, dan sebagainya,…. dan kitapun akan amat sangat dipermalukan. Kita tidak bisa mengelak, karena satu-satunya upaya yang dapat kita lakukan untuk membuktikan kita benar, ternyata kita tidak punya, dan tidak sanggup membenarkan kita… sebab kita tidak memilikiNya…

Kemungkinan apa yang bisa membuat kita malu?
yaitu kemungkinan yang disebabkan oleh betapa seringnya kita menggerutu…(sudah saya ungkapkan sedikit di artikel Komplain.
Orang yang mengaku pengikut Kristus membawa konsekuensi yang hebat, berarti ia sudah diterima oleh ROH KUDUS, dan ROH KUDUS ada padanya. Jika ALLAH di pihak kita siapa berani melawan? itu mottonya. Kesadaran itu membawa kita kepada kemenangan menghadapi masalah, tetapi bayangkan jika kita mengaku ROH ALLAH ada pada kita, tetapi kita menyerah kepada keadaan, … atau seperti 12 murid Yesus di perahu, pada waktu menyeberang Yordan,… salah satu berteriak: “Kita akan binasa, sebab angin ribut menghantam”….Dia ini sedang menyerah, menggerutu, sementara ada Kristus di depan matanya. “Dimana imanmu”, kata YESUS kepada sang murid.
Dan pertanyaan yang sama berlaku kepada kita,..”Dimana imanmu”…, jika kita sudah diperhadapkan dengan kedatangan YESUS kedua kali, pertanyaan seperti itu tidak akan ada lagi….
Dengan lidah terkadang kita mengaku percaya… percaya artinya ALLAH ada di sini… dan ALLAH adalah MAHA KUASA, tetapi dengan perbuatan kita mengatakan hal lain, kita meremehkan KEKUASAAN ALLAH… itu sama saja tidak mengenal ALLAH… malah mungkin lebih jahat dari orang yang tidak mengenal ALLAH sama sekali…

Tamparan-tamparan keras, terimalah mendarat di pipi, pelajaran selalu datang lebih awal untuk mempersiapkan kita di dalam menghadapi hal-hal berat yang menghadang di depan. Sebab penderitaan adalah ibadah dari setiap KRISTEN, pengikut KRISTUS. Dan karena di dalam penderitaan, kelemahan, kita dapat melihat KUAT KUASA KRISTUS Yang menopang. Pengendara traktor tidak akan mencari alat lain yang lebih kuat untuk mengeruk tanah,… tetapi si tangan kosong akan giat mencari alat yang lebih kuat dari tangannya untuk mengeruk tanah yang sama.

salam

Iklan

13 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Pembohong memang sifat tercelah, pembohong adalah sifat bohong yang melekat pada manusia yang suka berbohong maka namanya pembohong.

    Jika Tuhan Yesus datang…?
    memangnya tuhan kamu itu kemana saja? mengapa engkau tidak minta tolong kepadanya bahwa kamu bukan seorang pembohong? mengapa tuhan kamu membiarkan saja kamu menjadi pembohong di mana letak “kasih” yang engkau gembar-gemborkan itu?

    Kalau begitu tuhanmu tidak bisa menolongmu bagaimana mungkin dia bisa menebus dosamu, untuk meluruskan perkara ini saja tuhanmu tidak mampu?

    ku tunggu jawaban darimu!!!!

    • @Filar Biru

      Ada anak cengeng ada juga anak dewasa…

      Anak cengeng sama seperti orang yang memeluk agama tertentu, tetapi ia ingin masalah-masalahnya diselesaikan oleh tuhannya secara langsung, sia anak cengeng berusaha untuk hidup tenang saja. Suatu saat tuhannay dihina, ia akan berkata: “tuhan kami itu maha ini dan itu”, “maka kami akan membumi hanguskan semua yang menghina allah kami”… itu bisa dikatakan karena memang allahnya di dalam pikirannya selalu menolong.

      sementara si anak dewasa, adalah pemeluk agama tertentu juga.
      Ia bekerja bersama-sama dengan TUHAN… Ia mengerjakan bagiannya dan TUHANnya mengerjakan bagianNYA. TUHAN menggerakkan si anak dewasa ini, si anak setuju, lalu dikerjakan.

      Perbandingan, atau study kasus dituduh berbohong (seperti saya dituduh pembohong)..
      Si Anak cengeng kalau dituduh pembohong, maka ia akan lekas marah…meski ia mengaku percaya kepada tuhannya, maka ketika ia dituduh, ia akan memohon tuhannya untuk menghakimi si penuduh, Maka tidak jarang orang-orang cengeng seperti ini akan berkata :”Semoga kamu dilaknat tuhan”…. atau: “Semoga kamu disiksa di alam kubur”… atau :”Semoga kamu masuk neraka”…
      sementara orang yang dewasa kalau dituduh pembohong, maka ia akan tenang-tenang saja, semisal ia bisa membuktikan kebenaran ya bagus, semisal pun tidak bisa, tetap saja bagus, karena memang tidak ada yang perlu dibuktikan, sebab TUHAN melihat segala sesuatu.

      kata Anda:
      Pembohong memang sifat tercelah, pembohong adalah sifat bohong yang melekat pada manusia yang suka berbohong maka namanya pembohong
      1. ini dogma atau tidak?
      2. pernah ngga mas filar berbohong?

      kata ANda:
      Jika Tuhan Yesus datang…?
      memangnya tuhan kamu itu kemana saja? mengapa engkau tidak minta tolong kepadanya bahwa kamu bukan seorang pembohong? mengapa tuhan kamu membiarkan saja kamu menjadi pembohong di mana letak “kasih” yang engkau gembar-gemborkan itu?

      TUHAN Yesus dikatakan datang kembali. bukan berarti DIA tidak Maha HADIR. Sekarang IA ADA. Tetapi kata : “TUHAN YESUS AKAN DATANG”, itu adalah ucapan simbolik dari TUHAN untung mengungkapkan tentang AKHIR JAMAN. Dimana semua mahluk ciptaan akan dihakimi. Nah dikatakan dihakimi maka ada HAKIMnya. Nah kalau HAKIM datang barulah sidang dimulai. Siapa Yang datang? IA adalah HAKIM. siapa HAKIM? DIa adalah ALLAH YANG ESA?… Siapa YANG DATANG?, DIA adalah TUHAN YESUS…. … jadi penghakiman ada ditangan YESUS.

      jadi kalimat-kalimatmu di atas itu hanya memberi bukti kepada saya betapa Anda tidak mengerti segala sesuatu, tetapi merasa mengerti segala sesuatu…

      kata ANda:
      Kalau begitu tuhanmu tidak bisa menolongmu bagaimana mungkin dia bisa menebus dosamu, untuk meluruskan perkara ini saja tuhanmu tidak mampu?
      Kalau ANda baca dengan pelan artikel saya, maka akhirnya memang sipenuduh saya maklum dan paham bahwa saya tidak membohongi dia.
      Nah semisal saya anak cengeng tentu saya akan marah besar, sebab saya tidak berbohong tetapi dituduh berbohong..Saya punnya alasan untuk marah karena ada ajaran BERANI karena BENAR…
      tetapi karena ajaran yang TUHAN ajarkan adalah.. TUHAN MAHA ADIL dan MAHA MELIHAT dan MAHA KASIH,… maka saya biarkan tuduhan itu, berjalan natural…. dan syukur pada TUHAN DIA biarkan kebenaran terkuak… semisalpun TUHAN tidak mengijinkan masalahnya terkuak, saya akan tetap diam saja, karena memang saya tidak berbohong…

      nah pertanyaan kepada saudara muslim, terutama ANda,
      ketika Islam dituduh menjadi baing teroris, apa yang diupayakan oleh Islam? berceramah ke sana kemari tentang agama damai? atau hidup saja di dalam damai dan kasih?…

      salam

      • @Parhobas

        saya tahu kemana arah anda dengan maksud “anak cengeng”. Memangnya orang islam atau saya itu cengeng.

        segala persoalan hidup itu memang sebaiknya di serahkan kepada Allah saja, sebab tiang agama islam ini adalah Tauhid dan penyerahan diri. Berserah diri itulah yang di sebut ISLAM.

        Berarti kamu selama ini tidak tahu apa itu ISLAM?

        Orang yang asli islam tidak akan pernah mendoakan seorang hamba untuk celaka sekalipun si hamba tadi al kafirun. Apa lagi memusuhi umat manusia.

        Sudah saya katakan yang namanya dogma dalam islam itu jelas, sejelas saya melihat mentari.

        manusia yang suka berbohong di namakan pembohong, itu bukan dogma tapi akidah.

        *Saya perna berbohong kok, tapi tidak selalu namun ada.

        *tuhan kamu itu tidak akan perna datang, engkau hanya terbuai dengan mimpi2 paulus. Yang menghakimi manusia itu bukan yesus tapi Allah SWT.

        contohnya apa saya tidak mengerti dengan permasalahan ini?

        kalu menurut kamu “segala sesuatu” itu tepat memang saya tidak mengerti dengan segala sesuatu sebab yang mengerti dengan Segala Sesuatu itu hanya Allah saja.

        Satu ajaran di dalam islam yang sangat mempengaruhi pola pikir kami akan ajaran ini, yaitu fitnah. Allah menggaris bawahi bahwa fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Islam di tuduh sebagai teroris itulah yang di namakan fitnah, cara menghancurkan fitnah adalah dengan cara mencari akar permasalahannya dengan teliti. setelah di temukan barulah di ambil tindakan tegas.

        2:191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.

      • @Filar Biru
        saya tahu kemana arah anda dengan maksud “anak cengeng”. Memangnya orang islam atau saya itu cengeng.
        semua pemeluk agama ada kemungkinan disebut anak cengeng, makanya saya sebut pemeluk agama tertentu… di dalam diskusi ada baiknya prasangka-prasangka dihindari… semisal ANda merasa cengeng, ya segera berubah supaya tidak cengeng…

        segala persoalan hidup itu memang sebaiknya di serahkan kepada Allah saja, sebab tiang agama islam ini adalah Tauhid dan penyerahan diri. Berserah diri itulah yang di sebut ISLAM.
        Puji TUHAN,…orang yang berserah kepada TUHAN tentu akan hidup damai…

        Berarti kamu selama ini tidak tahu apa itu ISLAM?
        saya pernah belajar Islam, waktu mahasiswa dulu, waktu masa-masa muda hehehhe…, karena saya tahu Islam, maka saya tidak menjadi Islam…

        Orang yang asli islam tidak akan pernah mendoakan seorang hamba untuk celaka sekalipun si hamba tadi al kafirun. Apa lagi memusuhi umat manusia.
        mas filar tidak usah berbasa-basi dengan saya… Jika Anda tidak memusuhi manusia, tentu kalimat Anda di awal diskusi ini tidak akan seperti itu,… itu tidak sopan,… kasar… memusuhi peradaban…

        Sudah saya katakan yang namanya dogma dalam islam itu jelas, sejelas saya melihat mentari.
        saya katakan dari awal, teman muslim tidak bisa lepas dari dogma. NAh karena Anda hidup oleh dogma itu, maka kalimat2 Anda yang anti dogma itu harus dirobah… Kitab Suci mengatakan, “Kutil” di mata temanmu kamu lihat, “Gajah Bunting” di matamu tidak kamu lihat….

        manusia yang suka berbohong di namakan pembohong, itu bukan dogma tapi akidah.
        akidah dan dogma apa bedanya mas filar?

        *Saya perna berbohong kok, tapi tidak selalu namun ada.
        apakah berbohongmu itu sudah diselesaikan? dengan apa Anda menyelesaikannya?

        *tuhan kamu itu tidak akan perna datang, engkau hanya terbuai dengan mimpi2 paulus. Yang menghakimi manusia itu bukan yesus tapi Allah SWT.
        Anda katakan Anda ISLAM, sekarang Anda sudah membenci Paulus….

        contohnya apa saya tidak mengerti dengan permasalahan ini?

        kalu menurut kamu “segala sesuatu” itu tepat memang saya tidak mengerti dengan segala sesuatu sebab yang mengerti dengan Segala Sesuatu itu hanya Allah saja.

        Satu ajaran di dalam islam yang sangat mempengaruhi pola pikir kami akan ajaran ini, yaitu fitnah. Allah menggaris bawahi bahwa fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Islam di tuduh sebagai teroris itulah yang di namakan fitnah, cara menghancurkan fitnah adalah dengan cara mencari akar permasalahannya dengan teliti. setelah di temukan barulah di ambil tindakan tegas.

        2:191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.
        itulah kecengengan Anda…

  2. @Parhobas.

    Siapa bilang saya cengeng, siapa bilang saya berprasangka? bukankah anda sendiri yang menggunakan kata-kata dengan multi tafsir?

    Anda mengatakan bahwa anda pernah belajar Islam, Kalau boleh tahu sampai di mana anda belajar islam? (saya ingin tahu saja).

    Akidah jelas beda dengan dogma. Akidah itu jelas terpampang di depan mata kepala anda sedangkan dogma hanyalah ilustrasi belaka.

    mudah saja untuk menyelesaikan perkara berbohong itu dan mudah juga untuk mengetahui orang berbohong. sebab ada ciri-cirinya.

    Ketika saya berbohong ada satu ganjalan dalam hati saya, sholat saya tidak bisa khusuk. untuk menyelesaikannya saya akan minta maaf kepada orang yang saya bohongi dan berjanji tidak mengulanginya lagi, itu yang benar.

    Siapa yang membenci paulus, saya benci apa yang di bawahnya.

    Ayat itu bukan cengeng, ayat itu tindakan dan ketegasan.

    • @mas filar

      Siapa bilang saya cengeng, siapa bilang saya berprasangka? bukankah anda sendiri yang menggunakan kata-kata dengan multi tafsir?

      Tidak ada yang multi tafsir… yang saya katakan, ada orang yang merupakan pemeluk agama tertentu… nah agama itu memang cuman Islam?… ada ratusan agama bukan?…. piye toh kang?…
      Jadi tidak ada yang mengatakan Anda cengeng, tetapi jika Anda merasa tidak cengeng ya tidak apa2,.. itu bagus… yang perlu sekarang adalah buktikan Anda tidak cengeng…

      Anda mengatakan bahwa anda pernah belajar Islam, Kalau boleh tahu sampai di mana anda belajar islam? (saya ingin tahu saja).
      mau tau ajah….

      Akidah jelas beda dengan dogma. Akidah itu jelas terpampang di depan mata kepala anda sedangkan dogma hanyalah ilustrasi belaka.
      saya tanya mas filar… sampean beragama Islam itu sejak menerima ajaran Islam atau sebelumnya?

      mudah saja untuk menyelesaikan perkara berbohong itu dan mudah juga untuk mengetahui orang berbohong. sebab ada ciri-cirinya.

      Ketika saya berbohong ada satu ganjalan dalam hati saya, sholat saya tidak bisa khusuk. untuk menyelesaikannya saya akan minta maaf kepada orang yang saya bohongi dan berjanji tidak mengulanginya lagi, itu yang benar.
      apakah Anda pernah berbohong kepada allah Anda? bagaimana ANda menyelesaikannya?

      Siapa yang membenci paulus, saya benci apa yang di bawahnya.
      bagaimana Anda tidak membenci orangnya sementara apa yang ia ucapkan Anda benci?

      Ayat itu bukan cengeng, ayat itu tindakan dan ketegasan.
      itu cengeng…dan banyak masalah yang bisa diutarakan dari ajaran ini kawan…
      cara kerjanya gimana?
      gini mas filar…
      1.a Anda percaya allah Anda maha pengasih dan maha penyayang dan maha melihat
      1.b Muslim dituduh sebagai teroris
      2. Jika terjadi fitnah, dan ditemukan masalahnya, maka “BUNUHLAH”… d.l.l

      dilema…
      1. kenapa orang muslim yang disuruh membunuh bukan allahnya sendiri?
      2. jika memang tidak benar, atau hanya fitnah, bukanlah hidup dengan benar lebih akurat menyelesaikan masalah ketimbang mencari2 akar masalah dari tuduhan itu? mencari2 akar masalah tertentu berupa tuduhan hanya melahirkan masalah-masalah baru bukan?
      3. Anda tentu pecaya kiamat, lalu apakah ayat ini akan menjadi tidak laku pada saat setelah kiamat itu?…

      terlalu banyak yang bisa diucapkan,.. waktu saya tidak cukup kawan..

  3. @Parhobas

    saya tanya mas filar… sampean beragama Islam itu sejak menerima ajaran Islam atau sebelumnya?

    *Saya sudah islam emang dari sonohnya, Alhamdulillah. Segala Puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. Saya tahu apa yang ada di benak anda ketika membaca tulisan ini. Hehehe.
    apakah Anda pernah berbohong kepada allah Anda? bagaimana ANda menyelesaikannya?

    *Saya tidak perna berbohong kepada Allah, Itu artinya saya juga tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya. 😀 kecuali saya membohongi diri sendiri.
    bagaimana Anda tidak membenci orangnya sementara apa yang ia ucapkan Anda benci?

    *Itulah saya, belum tentu saya benci dengan orangnya.

    itu cengeng…dan banyak masalah yang bisa diutarakan dari ajaran ini kawan…
    cara kerjanya gimana?
    gini mas filar…
    1.a Anda percaya allah Anda maha pengasih dan maha penyayang dan maha melihat
    1.b Muslim dituduh sebagai teroris
    2. Jika terjadi fitnah, dan ditemukan masalahnya, maka “BUNUHLAH”… d.l.l

    *Baiklah kamu harus mengerti dahulu akar permasalahan atau tema yang diusung oleh ayat tersebut. Apa ada bukti bahwa islam teroris?

    *Masalahnya apa dulu, untuk bunuh membunuh bro? berikan contoh!!!

    dilema…
    1. kenapa orang muslim yang disuruh membunuh bukan allahnya sendiri?
    Ternyata anda tidak memahami dari ajaran agama. Sama saja pertanyaannya seperti ini: “mengapa tidak Allah saja yang naik haji, atau mengapa tidak Allah saja yang puasa atau mengapa tidak Allah saja yang berperang, kan begitu?” Kamu saja lah yang jawab. Aku udah capek.

    2. jika memang tidak benar, atau hanya fitnah, bukanlah hidup dengan benar lebih akurat menyelesaikan masalah ketimbang mencari2 akar masalah dari tuduhan itu? mencari2 akar masalah tertentu berupa tuduhan hanya melahirkan masalah-masalah baru bukan?

    Islam tidak pandai tuduh menuduh, itu namanya fitnah.

    3. Anda tentu pecaya kiamat, lalu apakah ayat ini akan menjadi tidak laku pada saat setelah kiamat itu?…

    *Namanya aja kiamat, ya hancurlah semuanya dan tetap hiduplah Zat Tuhanmu yang Maha Perkasa. Yang namanya petunjuk berlaku hanya di dunia bro, di akhirat itu tidak ada lagi yang berlaku, yang berlaku hanya keputusan Allah saja.

    terlalu banyak yang bisa diucapkan,.. waktu saya tidak cukup kawan..

    *yayaya…aku juga capek.

    • @Filar…

      Akidah jelas beda dengan dogma. Akidah itu jelas terpampang di depan mata kepala anda sedangkan dogma hanyalah ilustrasi belaka.
      saya tanya mas filar… sampean beragama Islam itu sejak menerima ajaran Islam atau sebelumnya?

      *Saya sudah islam emang dari sonohnya, Alhamdulillah. Segala Puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. Saya tahu apa yang ada di benak anda ketika membaca tulisan ini. Hehehe.
      …Anda Islam dari sononya,
      dan tentu ada masa-masa Anda mengkonfirmasi iman (aqidah) Anda itu…
      nah pada saat mengkofirmasi itu tentu Anda membutuhkan dogma-dogma (ajaran-ajaran) yang disodorkan oleh aqidah itu..
      jadi dogma itu dilahirkan oleh iman itu…(dilahirkan dalam arti paralel, karena iman tanpa pengajaran adalah hampa),… jadi jangan katakan dogma adalah ilustrasi…(btw. Saya jamin benak saya ini tidak Anda tahu…)

      apakah Anda pernah berbohong kepada allah Anda? bagaimana ANda menyelesaikannya?

      *Saya tidak perna berbohong kepada Allah, Itu artinya saya juga tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya. 😀 kecuali saya membohongi diri sendiri.
      dengan mengatakan Anda tunduk sepenuhnya kepada ALLAH bukankah itu sudah berbohong?

      bagaimana Anda tidak membenci orangnya sementara apa yang ia ucapkan Anda benci?

      *Itulah saya, belum tentu saya benci dengan orangnya.
      mas filar, yagn saya tanya bagaimana caranya?

      itu cengeng…dan banyak masalah yang bisa diutarakan dari ajaran ini kawan…
      cara kerjanya gimana?
      gini mas filar…
      1.a Anda percaya allah Anda maha pengasih dan maha penyayang dan maha melihat
      1.b Muslim dituduh sebagai teroris
      2. Jika terjadi fitnah, dan ditemukan masalahnya, maka “BUNUHLAH”… d.l.l

      *Baiklah kamu harus mengerti dahulu akar permasalahan atau tema yang diusung oleh ayat tersebut. Apa ada bukti bahwa islam teroris?

      *Masalahnya apa dulu, untuk bunuh membunuh bro? berikan contoh!!!
      sebenarnya point2 di atas itu satu pembahasan dengan yang di bawah ini….

      dilema…
      1. kenapa orang muslim yang disuruh membunuh bukan allahnya sendiri?
      Ternyata anda tidak memahami dari ajaran agama. Sama saja pertanyaannya seperti ini: “mengapa tidak Allah saja yang naik haji, atau mengapa tidak Allah saja yang puasa atau mengapa tidak Allah saja yang berperang, kan begitu?” Kamu saja lah yang jawab. Aku udah capek.

      2. jika memang tidak benar, atau hanya fitnah, bukanlah hidup dengan benar lebih akurat menyelesaikan masalah ketimbang mencari2 akar masalah dari tuduhan itu? mencari2 akar masalah tertentu berupa tuduhan hanya melahirkan masalah-masalah baru bukan?

      Islam tidak pandai tuduh menuduh, itu namanya fitnah.
      sepertinya Anda tidak menyimak pertanyaan saya..


      3. Anda tentu pecaya kiamat, lalu apakah ayat ini akan menjadi tidak laku pada saat setelah kiamat itu?…

      *Namanya aja kiamat, ya hancurlah semuanya dan tetap hiduplah Zat Tuhanmu yang Maha Perkasa. Yang namanya petunjuk berlaku hanya di dunia bro, di akhirat itu tidak ada lagi yang berlaku, yang berlaku hanya keputusan Allah saja.
      Jadi mitos Al Quran berusia 50000 tahun sebelum penciptaan bisa dijawab oleh Anda sendiri, sebab Al Quran itu tidak kekal adanya…

      terlalu banyak yang bisa diucapkan,.. waktu saya tidak cukup kawan..

      *yayaya…aku juga capek.
      istirahatlah yang banyak supaya Anda sedikit lebih fokus menjawab dan menyimak pertanyaan saya….

  4. aku baca dulu countermu, waktuku mepet aku harus ke kantor nanti aku jawab yang jelas udah aku kopi di word heheh

    • @filar

      ok…
      sayapun sebenarnya berdialog dengan Anda di selah-selah kesibukan yang luar biasa…

      salam

      • @Par
        …Anda Islam dari sononya,
        dan tentu ada masa-masa Anda mengkonfirmasi iman (aqidah) Anda itu…
        nah pada saat mengkofirmasi itu tentu Anda membutuhkan dogma-dogma (ajaran-ajaran) yang disodorkan oleh aqidah itu..
        jadi dogma itu dilahirkan oleh iman itu…(dilahirkan dalam arti paralel, karena iman tanpa pengajaran adalah hampa),… jadi jangan katakan dogma adalah ilustrasi…(btw. Saya jamin benak saya ini tidak Anda tahu…)

        *Benar…ada saat iman itu turun grafiknya juga ada masa naiknya. Akan tetapi naik turunnya iman bukan di karenakan hal-hal yang menyinggung masalah dogma atau ajaran-ajaran, akan tetapi naik turunnya iman di karenakan tingkah laku kita (akidah) kita. Sedangkan dogma di dalam islam sudah paten tidak bisa lagi di tambah dan di kurangi, jabarannya sudah jelas di Al Quran dan Al Hikma (Hadits2). Jadi kesimpulannya dogma dalam islam hanya ada dua Al Quran dan Al Hikma.

        dengan mengatakan Anda tunduk sepenuhnya kepada ALLAH bukankah itu sudah berbohong?

        *Seluruh mahkluk memang harus tunduk dengan kehendak Allah, siapa yang berani membakang? Di dalam ajaran islam jantungnya adalah Tauhid (Penyerahan diri) ini adalah kepatuhan atau ketundukan seorang muslim, lalu di mana letaknya saya berbohong?

        bagaimana Anda tidak membenci orangnya sementara apa yang ia ucapkan Anda benci?
        mas filar, yagn saya tanya bagaimana caranya?

        *Caranya lihat pribadi orang itu, apakah selama ini dia hidup penuh dengan dusta atau tidak, munafik atau tidak, kalau dalam kesehari-hariannya dia selalu berbuat baik lalu lantas dia membawa yang baru yang tidak sesuai dengan akal budi pekertinya, hal inilah yang membuat saya benci begitu pula sebaliknya. Gitu aja repot.

        itu cengeng…dan banyak masalah yang bisa diutarakan dari ajaran ini kawan…
        cara kerjanya gimana?
        gini mas filar…
        1.a Anda percaya allah Anda maha pengasih dan maha penyayang dan maha melihat
        1.b Muslim dituduh sebagai teroris
        2. Jika terjadi fitnah, dan ditemukan masalahnya, maka “BUNUHLAH”… d.l.l

        *Sudah saya jelaskan dahulu, kita lihat dulu apa persoalannya. Sehingga timbul fitnah begini rupa, padahal islam mengajarkan kasih dan sayang dari Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang. Siapa yang menuduh islam teroris? Adakah ilmu pengetahuan pada mereka yang menuduh islam teroris? Teroris ya teroris islam ya islam. Kalaupun ada teroris yang beragama islam hal itu di karenakan pribadi mereka masing-masing bukan di karenakan agama islam. Kalau memang islam teroris sudah lama perang berkobar. Jadi menurut saya kamu hati-hati kalau ngomong. Menurut saya berdiskusilah dengan hati yang bersih jadikan diskusi sebagai wawasan dalam memandang agama lain sebagai perspektiv yang baru. Islam itu mengajarkan bagaimana bersopan santun dan berbakti kepada kedua orang tua, menyantuni anak yatim, mengasihi orang miskin dan tolong menolong dalam kebaikan. Apakah agama yang begini hebat mengajarkan perang? Agama ini adalah rahmat bagi alam semesta. Kalau agama ini sudah musnah sudah lama kiamat terjadi. Di karenakan agama islam inilah dunia ini masih berdiri. Sebab tidak ada alasan bagi Allah untuk berlama2 dalam mempertahan keutuhan dunia ini kalau sudah tidak ada lagi manusia menyembahNya.

        jika memang tidak benar, atau hanya fitnah, bukanlah hidup dengan benar lebih akurat menyelesaikan masalah ketimbang mencari2 akar masalah dari tuduhan itu? mencari2 akar masalah tertentu berupa tuduhan hanya melahirkan masalah-masalah baru bukan?

        *Sepertinya anda menafsirkan sendiri ayat2 AQ itu, bukan begitu maksud dari ayat2 AQ yang anda postingkan, cobalah untuk mengerti akar dari permasalahan yang ada di balik turunnya ayat tersebut.

        Islam tidak pandai tuduh menuduh, itu namanya fitnah.
        sepertinya Anda tidak menyimak pertanyaan saya..

        *Pertanyaan yang mana lagi?

        3. Anda tentu pecaya kiamat, lalu apakah ayat ini akan menjadi tidak laku pada saat setelah kiamat itu?…

        *Namanya aja kiamat, ya hancurlah semuanya dan tetap hiduplah Zat Tuhanmu yang Maha Perkasa. Yang namanya petunjuk berlaku hanya di dunia bro, di akhirat itu tidak ada lagi yang berlaku, yang berlaku hanya keputusan Allah saja.

        Jadi mitos Al Quran berusia 50000 tahun sebelum penciptaan bisa dijawab oleh Anda sendiri, sebab Al Quran itu tidak kekal adanya…

        *Di dalam islam ada yang namanya Lauhmahfuz, yaitu sebuah Arsip milik Allah, di situ seluruh kejadian alam semesta, takdir makhluk, dan berakhirnya dunia ini tersimpan rapi. Dan umur Lauhmahfuz itu 50,000 tahun barulah seluruh alam semesta ini di ciptakan. Dan salah satu arsip Allah yang diturunkan itu adalah Al Quran, sebagai petunjuk bagi mereka yang beriman.
        Jadi seluruh alam semesta ini pada hari kiamat hancur tidak berbekas yang kekal itu adalah Zat Tuhanmu Yang Maha Perkasa. Jangankan Al Quran, Malaikat pencabut nyawa saja mati. Dan setelah alam semesta ini musnah, entah berapa lama tidak di jelaskan, hanya saja setelah kejadian tersebut barulah Allah mengganti alam dunia ini dengan alam yang lain. Dan pertama-tama sekali di hidupkan dari golongan manusia adalah Nabi Muhamad SAW. Tentu sebelumya Allah juga telah membangkitkan golongan Malaikat, dan di perintahkanlah kepada Malaikat Jibril untuk mencari makam Nabi Muhammad SAW walau sebenarnya Allah mengetahui di mana letak makamnya. Selama 21.000 tahun barulah Malaikat Jibril menemukan Makam Nabi. Ketika Jibril sudah berada di sisi Makam, maka menangislah Jibril. Tahukah engkau mengapa Jibril menangis? Tidak lain karena takut kepda Allah dan Rasulnya. Itulah yang membuat Jibril menangis. Ketika sinar putih keluar dari kubur itu maka Rasulullah keluar sambil menyibak debu di kepalanya dan berkata: “Wahai Jibril, apa yang engkau tangiskan, mana umatku, umatku, umatku apakah engkau sudah mengantarkannya ke neraka? Sehingga engkau datang padaku dengan tangisan yang belum pernah aku lihat?”
        Jawab Jibril “Ya Rasul, aku tidak mengetahui nasibku sedikitpun di hari kiamat ini, itulah sebabnya aku menangis sedangkan umatmu belum aku ketahui sebab engkaulah yang pertama di bangkitkan”
        Maka ada suara yang menjawab “Benar kalian berdua tidak lepas dari pengawasanKu”

        Begitulah gambaran kiamat yang aku ketahui, tentang kelanjutannya engkau carilah sendiri tapi kalau ada kesempatan aku akan menerangkan kepadamu dengan ilmu yang ada padaku.
        Dan pada hari kiamat itulah Yesus yang engkau anggap tuhan itu bersaksi, dia akan mengatakan tentang dirinya, apa yang di katakan Yesus? Manusia yang kalian sembah itu?
        19:30. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.

        19:31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

        19:32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

        19:33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

        19:34. Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.
        Perkataan ini juga pernah dia ucapkan ketika beberapa saat setelah dia di lahirkan.

        terlalu banyak yang bisa diucapkan,.. waktu saya tidak cukup kawan..
        *waktu saya juga tidak cukup saya mengantuk.

        istirahatlah yang banyak supaya Anda sedikit lebih fokus menjawab dan menyimak pertanyaan saya….

        terimakasih nasehatnya

      • @Mas Filar

        …Anda Islam dari sononya,
        dan tentu ada masa-masa Anda mengkonfirmasi iman (aqidah) Anda itu…
        nah pada saat mengkofirmasi itu tentu Anda membutuhkan dogma-dogma (ajaran-ajaran) yang disodorkan oleh aqidah itu..
        jadi dogma itu dilahirkan oleh iman itu…(dilahirkan dalam arti paralel, karena iman tanpa pengajaran adalah hampa),… jadi jangan katakan dogma adalah ilustrasi…(btw. Saya jamin benak saya ini tidak Anda tahu…)

        *Benar…ada saat iman itu turun grafiknya juga ada masa naiknya. Akan tetapi naik turunnya iman bukan di karenakan hal-hal yang menyinggung masalah dogma atau ajaran-ajaran, akan tetapi naik turunnya iman di karenakan tingkah laku kita (akidah) kita. Sedangkan dogma di dalam islam sudah paten tidak bisa lagi di tambah dan di kurangi, jabarannya sudah jelas di Al Quran dan Al Hikma (Hadits2).

        harap Anda hati2 ya mass…
        kemaren2 Anda bilang aqidah (iman) itu sudah pasti…dan dogma (ajaran) itu hanya ilustrasi,.. sekarang Anda bilang aqidah (iman) bisa naik turun… sementara dogma (ajaran) tetap…

        Jadi kesimpulannya dogma dalam islam hanya ada dua Al Quran dan Al Hikma.
        makanya Anda tidak boleh anti dogma, atau mengatai orang tidak boleh berdogma, karena Anda sendiri hidup oleh dogma-dogma… ok…


        dengan mengatakan Anda tunduk sepenuhnya kepada ALLAH bukankah itu sudah berbohong?

        *Seluruh mahkluk memang harus tunduk dengan kehendak Allah, siapa yang berani membakang? Di dalam ajaran islam jantungnya adalah Tauhid (Penyerahan diri) ini adalah kepatuhan atau ketundukan seorang muslim, lalu di mana letaknya saya berbohong?
        Saya tanya sekali lagi,.. apakah Anda sepenuhnya tunduk kepada ALLAH?

        bagaimana Anda tidak membenci orangnya sementara apa yang ia ucapkan Anda benci?
        mas filar, yagn saya tanya bagaimana caranya?

        *Caranya lihat pribadi orang itu, apakah selama ini dia hidup penuh dengan dusta atau tidak, munafik atau tidak, kalau dalam kesehari-hariannya dia selalu berbuat baik lalu lantas dia membawa yang baru yang tidak sesuai dengan akal budi pekertinya, hal inilah yang membuat saya benci begitu pula sebaliknya. Gitu aja repot.
        mas filar-mas filar… standard apa yang Anda gunakan untuk menilai seseorang tidak berdusta, tidak munafik, tidak bertindak di luar akal budinya?

        itu cengeng…dan banyak masalah yang bisa diutarakan dari ajaran ini kawan…
        cara kerjanya gimana?
        gini mas filar…
        1.a Anda percaya allah Anda maha pengasih dan maha penyayang dan maha melihat
        1.b Muslim dituduh sebagai teroris
        2. Jika terjadi fitnah, dan ditemukan masalahnya, maka “BUNUHLAH”… d.l.l

        *Sudah saya jelaskan dahulu, kita lihat dulu apa persoalannya. Sehingga timbul fitnah begini rupa, padahal islam mengajarkan kasih dan sayang dari Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang. Siapa yang menuduh islam teroris? Adakah ilmu pengetahuan pada mereka yang menuduh islam teroris? Teroris ya teroris islam ya islam. Kalaupun ada teroris yang beragama islam hal itu di karenakan pribadi mereka masing-masing bukan di karenakan agama islam. Kalau memang islam teroris sudah lama perang berkobar. Jadi menurut saya kamu hati-hati kalau ngomong. Menurut saya berdiskusilah dengan hati yang bersih jadikan diskusi sebagai wawasan dalam memandang agama lain sebagai perspektiv yang baru. Islam itu mengajarkan bagaimana bersopan santun dan berbakti kepada kedua orang tua, menyantuni anak yatim, mengasihi orang miskin dan tolong menolong dalam kebaikan. Apakah agama yang begini hebat mengajarkan perang? Agama ini adalah rahmat bagi alam semesta. Kalau agama ini sudah musnah sudah lama kiamat terjadi. Di karenakan agama islam inilah dunia ini masih berdiri. Sebab tidak ada alasan bagi Allah untuk berlama2 dalam mempertahan keutuhan dunia ini kalau sudah tidak ada lagi manusia menyembahNya.
        sekarang saya tanya bagaimana cara membuktikan, sementara kebanyakan teroris mengaku agama Islam….Penilain subjective selalu bisa berbanding terbalik dengan penilain objective… Jika Anda ingat ucapan2 Imam Samudera sebelum dihukum mati, maka tidak ada yang meragukan keIslaman dia, jika dipandang dari apa yang dapat kita lihat dan apa yang kita dengar… so… masihkah bisa tuduhan itu hanya fitnah?… saya belum bisa menemukan cara jitu dari mas Filar…

        jika memang tidak benar, atau hanya fitnah, bukanlah hidup dengan benar lebih akurat menyelesaikan masalah ketimbang mencari2 akar masalah dari tuduhan itu? mencari2 akar masalah tertentu berupa tuduhan hanya melahirkan masalah-masalah baru bukan?

        *Sepertinya anda menafsirkan sendiri ayat2 AQ itu, bukan begitu maksud dari ayat2 AQ yang anda postingkan, cobalah untuk mengerti akar dari permasalahan yang ada di balik turunnya ayat tersebut.
        saya sedang tidak menafsir AQ, saya sedang berdialog dari sudut pandang Anda…
        Anda katakan jika sudah memuncak atau sudah jelas musuhnya, maka wajar digunakan ayat “BUNUH” itu… itu yang saya katakan dari dulu kecengengan Anda…jadi jika ada tuduhan ini dan itu sebaiknya Anda hidup damai dan kasih saja, ngga perlu membunuh untuk membuktikan kebenaran Anda…


        3. Anda tentu pecaya kiamat, lalu apakah ayat ini akan menjadi tidak laku pada saat setelah kiamat itu?…

        *Namanya aja kiamat, ya hancurlah semuanya dan tetap hiduplah Zat Tuhanmu yang Maha Perkasa. Yang namanya petunjuk berlaku hanya di dunia bro, di akhirat itu tidak ada lagi yang berlaku, yang berlaku hanya keputusan Allah saja.
        Baiklah, artinya tidak ada petunjuk bagaimana hidup di sorga toh?… jadi tidak kekal toh?

        Jadi mitos Al Quran berusia 50000 tahun sebelum penciptaan bisa dijawab oleh Anda sendiri, sebab Al Quran itu tidak kekal adanya…

        *Di dalam islam ada yang namanya Lauhmahfuz, yaitu sebuah Arsip milik Allah, di situ seluruh kejadian alam semesta, takdir makhluk, dan berakhirnya dunia ini tersimpan rapi. Dan umur Lauhmahfuz itu 50,000 tahun barulah seluruh alam semesta ini di ciptakan. Dan salah satu arsip Allah yang diturunkan itu adalah Al Quran, sebagai petunjuk bagi mereka yang beriman.
        Jadi seluruh alam semesta ini pada hari kiamat hancur tidak berbekas yang kekal itu adalah Zat Tuhanmu Yang Maha Perkasa. Jangankan Al Quran, Malaikat pencabut nyawa saja mati. Dan setelah alam semesta ini musnah, entah berapa lama tidak di jelaskan, hanya saja setelah kejadian tersebut barulah Allah mengganti alam dunia ini dengan alam yang lain. Dan pertama-tama sekali di hidupkan dari golongan manusia adalah Nabi Muhamad SAW. Tentu sebelumya Allah juga telah membangkitkan golongan Malaikat, dan di perintahkanlah kepada Malaikat Jibril untuk mencari makam Nabi Muhammad SAW walau sebenarnya Allah mengetahui di mana letak makamnya. Selama 21.000 tahun barulah Malaikat Jibril menemukan Makam Nabi. Ketika Jibril sudah berada di sisi Makam, maka menangislah Jibril. Tahukah engkau mengapa Jibril menangis? Tidak lain karena takut kepda Allah dan Rasulnya. Itulah yang membuat Jibril menangis. Ketika sinar putih keluar dari kubur itu maka Rasulullah keluar sambil menyibak debu di kepalanya dan berkata: “Wahai Jibril, apa yang engkau tangiskan, mana umatku, umatku, umatku apakah engkau sudah mengantarkannya ke neraka? Sehingga engkau datang padaku dengan tangisan yang belum pernah aku lihat?”
        Jawab Jibril “Ya Rasul, aku tidak mengetahui nasibku sedikitpun di hari kiamat ini, itulah sebabnya aku menangis sedangkan umatmu belum aku ketahui sebab engkaulah yang pertama di bangkitkan”
        Maka ada suara yang menjawab “Benar kalian berdua tidak lepas dari pengawasanKu”
        Ya saya sudah simpulkan bahwa ajaran Islam tidak akan kekal, hanya berakhir pada saat kiamat…

        Begitulah gambaran kiamat yang aku ketahui, tentang kelanjutannya engkau carilah sendiri tapi kalau ada kesempatan aku akan menerangkan kepadamu dengan ilmu yang ada padaku.
        Dan pada hari kiamat itulah Yesus yang engkau anggap tuhan itu bersaksi, dia akan mengatakan tentang dirinya, apa yang di katakan Yesus? Manusia yang kalian sembah itu?
        19:30. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.

        19:31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

        19:32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

        19:33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

        19:34. Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.
        Perkataan ini juga pernah dia ucapkan ketika beberapa saat setelah dia di lahirkan.
        kita lihat saja siapa yang mendapat malu nantinya…
        sebab YESUS akan datang sekali lagi pada saat PENGHAKIMAN TERAKHIR, IA akan duduk sebagai HAKIM alam semesta, termasuk rasullah, termasuk Anda, termasuk saya…selamat menanti…

  5. Selamat menanti juga…. 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: