Anjing hidup lebih baik dari Singa mati

Oktober 22, 2010 pukul 9:38 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 72 Komentar
Tag: , ,

Sesungguhnya,
semua ini telah kuperhatikan,
semua ini telah kuperiksa,
yakni bahwa orang-orang yang benar
dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka,
baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah;
manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya.

Segala sesuatu sama bagi sekalian;
nasib orang sama:
baik orang yang benar maupun orang yang fasik,
orang yang baik maupun orang yang jahat,
orang yang tahir maupun orang yang najis,
orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban.

Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa;
sebagaimana orang yang bersumpah,
begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.

Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari;
nasib semua orang sama.

Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan,
dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup,
dan kemudian mereka menuju alam orang mati.

Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
(Amsal 9:1-4)

72 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sebab Allah tidak memandang rupa dan tidak memandang harta. Yang Dia cari dan Dia inginkan hanya hati yg setia dan selalu percaya kepadaNYA.

  2. siapa maksud anda anjing dalam tulisan ini…?
    dan siapa pula singa…?

  3. Fillar Biru

    siapa maksud anda anjing dalam tulisan ini…?
    dan siapa pula singa…?

    .
    .

    Dalam perbandingan tulisan di atas seharusnya anda dapat menangkap maksud intinya. Bahwa anjing jikalau dibandingkan seekor singa tidak akan ada artinya. Anjing adalah binatang yg kerdil dan tidak berharga dibandingkan dgn seekor raja hutan. Tetapi adakah anda hargai seekor singa jikalau dia sudah mati ?? Bukan kah lebih baik menghargai anjing yg walaupun hina tetapi dia masih bernyawa ??
    jadi :
    Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
    (Amsal 9:1-4)

    Selagi kita masih diberi BAPA kesempatan utk hidup maka mari kita menghargai kehidupan itu. Terlebih DIA telah menganugerahkan AnakNya Yesus Kristus spy oleh DIA kita dapat menghampiri tahta kasih karunia ALLAH di Surga.

    • Aku kan tanya…perumpamaan di atas apa maksudnya kalo secara lahiriah aku tahu dengan kedua jenis binatang tersebut. apa lagi beda yang mati sama yang hidup tetntu lebih berharga yang hidup dari sisi ekonomi. nah pertanyaanku apa maksud perumpamaan di atas itu saja kok repot.

  4. @ Fillar Biru
    Aku kan tanya…perumpamaan di atas apa maksudnya kalo secara lahiriah aku tahu dengan kedua jenis binatang tersebut. apa lagi beda yang mati sama yang hidup tetntu lebih berharga yang hidup dari sisi ekonomi.

    .
    .

    Hidup adalah anugerah..
    Kau masih tetap berharga jikalau kau masih punya nyawa. (ini jawaban situsuk mata ni dekke)

    • Ah ternyata engkau tidak mampu menjabarkan dengan baik malahan engkau menggunakan jawaban orang lain.

  5. @ Fillar Biru

    Ah ternyata engkau tidak mampu menjabarkan dengan baik malahan engkau menggunakan jawaban orang lain.
    .
    .
    Lho.., dijawab malah tidak kau terima..? Kalau begitu bagaimana menurut anda ..? Saya rasa kalau sorang PNS pariwisata sptmu mungkin dapat menjabarkan menurut pengalamanmu sendiri ..

    • @Roinson

      Perlu di ingat aku bukan pns pariwisata aku hanya seorang kuli. Kuli di Pariwisata, tukang membersihkan areal pariwisata, (cleaning Service) itu yang tepat itu jujur aku katakan padamu. Aku mau berhenti bekerja. Sejak kapan aku menjadi pns pariwisata? orang seperti ku ini tidak pantas menjadi pns, terlalu mulia pekerjaan itu buatku.

      Sekarang aku berniat untuk mandiri dan bekerja sendiri, cari uang sendiri untuk anak istri. coba kamu telusuri, mana koment2ku yang mengatakan bahw aku pns pariwisata?

      kembali ke laptop!

      Raja (singa) walaupun mati kalu ajaran2 baik untuk umat lebih berharga dari pada seekor anjing walaupun hidup yang tentu menyusahkan umat yang lainnya.

  6. @Fillar Biru

    Raja (singa) walaupun mati kalu ajaran2 baik untuk umat lebih berharga dari pada seekor anjing walaupun hidup yang tentu menyusahkan umat yang lainnya.

    .
    .
    Topik yg di atas itu adalah mengenai harapan bagi setiap anak-anak manusia. Setiap anak-anak manusia pasti akan mati sekalipun dia adalah nabi, orang benar , penjahat dsb. Hanya supaya kamu catat bhw orang-2 yg hidup lebih besar peluangnya untuk dapat datang kepada suatu ajakan dari Tuhan dari pada orang-2 yg sudah mati. Peluang utk dibenarkan oleh Allah diberikan kpd manusia yg masih hidup dan itu berlaku untuk semua orang. Jadi walaupun ajaran seorang raja itu sangat baik tetapi peluangnya untuk dibenarkan atau di hargai Allah tidak sebesar yg diberikan Allah kpd seorang pemulung atau cleaning servis spr dirimu. Jadi orang-2 yg hidup sangat berharga di hadapan Allah yg Maha Kuasa. Begitu arti kurang lebihnya mas…

    • Terimakasih engkau telah menyebut diriku seorang pemulung atau cleaning service. itulah fakta diriku. Aku bangga dengan pekerjaan ini

      Pekerjaanku adalah selalu membersihkan hal-hal atau tempat2 yang kotor. Agar pemandangan lebih enak dinikmati oleh orang lain, aku tidak megharapkan upah dari orang yang menikmatinya.

      Rasulullah SAW telah meninggal namun ajrannya 1,3 milyar orang mengikutinya termasuk diriku. Dan engkau apakah seorang pendeta atau missionaris, orang kantoran, pejabat, direktur, politikus, atau apakah pekerjaanmu lebih hebat dari seorang cleaning service?

      Aku bangga dengan pekerjaanku walau seorang tukang sapuh, penuh derita dan nestapa, penuh ujian dan bencana. walau sesuap nasi yang aku dapati hari ini untuk anak dan istriku, Namun masih ada Rabb dalam Qalbuku.

      Di mata Allah dunia ini dan segala isinya tidak lebih dari selembar dari sayap nyamuk. Apakah itu yang engkau banggakan? Harta, wanita, jabatan, pangkat dan kedudukan …apakah itu yang engkau banggakan terhadap diriku, terhadap saudara-saudarmu, terhadap Pencita Alam Semsta ini. Apakah engkau pantas mejadi contoh suri tauladan diantara saudara2mu sesama nasrani?

      Aku seorang muslim walau seluruh isi alam ini engkau yang punya dan engkau berikan padaku aku tidak akan tergoda. Aku akan tetap menjadi tukang sapu. itulah pendirianku seteguh Filar biru di langit.

  7. @ Fillar Biru

    Rasulullah SAW telah meninggal namun ajrannya 1,3 milyar orang mengikutinya termasuk diriku. Dan engkau apakah seorang pendeta atau missionaris, orang kantoran, pejabat, direktur, politikus, atau apakah pekerjaanmu lebih hebat dari seorang cleaning service?

    .
    .
    Kamu tidak konsisten dalam hal ini. Justru itu yg membuat saya tersenyum memuji kenaifanmu. Coba kamu runut dulu dari atas .. kamu bertanya saya menjawab dgn penuh kerendahan hati. Nah, kamu mengemukakan hal yg tidak pernah saya tanyakan ?? Siapakah yg bertanya kpdmu ttg tokoh yg kamu maksudkan ?? Dan siapa pula yg menyombongkan pekerjaan saya dgn pekerjaanmu… ayolah smart sedikit dan dewasa dalam berdialog. Kita yg sudah berkepala 40-an kiranya dapat membangun kedewasaan iman di Indonesia ini.

    .
    .
    @ Fillar Biru
    Di mata Allah dunia ini dan segala isinya tidak lebih dari selembar dari sayap nyamuk. Apakah itu yang engkau banggakan? Harta, wanita, jabatan, pangkat dan kedudukan …apakah itu yang engkau banggakan terhadap diriku, terhadap saudara-saudarmu, terhadap Pencita Alam Semsta ini. Apakah engkau pantas mejadi contoh suri tauladan diantara saudara2mu sesama nasrani?
    .
    .

    Saya hanya menmberimu satu ilustrasi saja.., segala apa yg kita yakinin harus teruji dalam perbuatan. Maka nilailah segala tindak-tanduk manusia itu di akhir hidupnya. Jangan terlampau semangat sekali kamu mengemukakan yg jauh dari itu telah sudah saya ketahui sebelumnya. Tidak baik berdialog dgn disertai amarah tersembunyi

    .
    .
    @ Fillar Biru
    Aku seorang muslim walau seluruh isi alam ini engkau yang punya dan engkau berikan padaku aku tidak akan tergoda. Aku akan tetap menjadi tukang sapu. itulah pendirianku seteguh Filar biru di langit.
    .
    .

    Mas Fillar sepertinya latihan deklamasi nih …

  8. @ Robin

    maaf kalu aku terbawah emosi bukan aku tidak bisa menahan diri, inilah kehidupan ada di mana saat kita rilex dan ada dimana kita di amuk amarah. Sekarang aku enggak marah lagi kok,

    baik kita lanjutkan.

    *tenyata kamu lebih tuah dariku beberapa tahun.*

    Dilain sisi misal di dlm sudut pandanganmu aku sependapat denganmu hanya satu yang membedakan kita yaitu akidah. Akidah inilah yang membuat kita terpisah jauh sekali. aku tidak menyalahkan apa yang engkau sembah, aku hanya ingin tahu pola pikirmu, itu saja tidak lebih.

    aku sedang berdialog di mas jel silahkan kesana!

  9. @ Fillar Biru

    Akidah inilah yang membuat kita terpisah jauh sekali. aku tidak menyalahkan apa yang engkau sembah, aku hanya ingin tahu pola pikirmu, itu saja tidak lebih.
    .
    .

    Yang terhormat Fillar yg saya kasihi..
    Dalam posting di atas sdr Parhobas hanya mengejawantahkan satu pemikiran yg di dasarkan pada pola keyakinan dalam kepercayaan yg sama dgn saya. Artinya adalah manusia yg sudah mati tidak akan pernah memiliki janji-2 kecuali dalam masa hidupnya sudah memiliki kepercayaan yg teguh atas apa yg dia yakinin sebelumnya. Tetapi manusia yg hidup sekalipun dia sangat jahat ataupun tidak percaya kpd Tuhan dgn segala konsekwensinya tetapi bagi Allah dia masih diberi kesempatan untuk hidup menurutin ajakanNya disertai janji-2 yg akan menyertainya. Semua agama mengajarkan akan keteraturan yg harus diturutin pemeluknya dgn berbagai janji berkat dan kutuk yg mengiringinnya. Saya percaya bahwa keselamatan hidup setelah kematian hanya ada di dalam Yesus Kristus disertai perilaku yg seturut dgn segala perintahNYa. Dan kepercayaan itu tidak akan pernah saya paksakan kepada siapapun orangnya. Saya menghormatin apapun keyakinan saudara-saudara semua tetapi bukan berarti saya harus diam dgn menyimpan janji keselamatan itu bagi saya sendiri ataupun bagi kaum Nasrani. Karena sesuai topik posting sdr Parhobas maka selagi saudara masih hidup dan bernyawa maka saudara dan yg lainnya sama dan sederajat di mata Allah yg Maha Kuasa.

    .
    .
    @ Fillar Biru
    aku sedang berdialog di mas jel silahkan kesana!

    .
    .
    Mas Fillar terkasih… silahkan lanjut diskusinya dgn mas Jel.., saya tetap ada di blog ini. Salam Kasih

  10. Kenapa kamu hanya di blog ini aja?
    bisakah memberikan alasan?

  11. @ Fillar Biru

    Kenapa kamu hanya di blog ini aja?
    bisakah memberikan alasan?
    .
    .

    Saya sudah dianggap sdr Parhobas menjadi Admin di sini. So pasti saya hanya ada di sini. Sesekali akan berkunjung ke blog lain sekedar melihat-lihat. Sejujurnya saya bukan tipe Kristen yg suka konfrontir dgn yg tidak seide dgn saya. Itu makanya saya kurang berkenan dgn cara sdr Jelasnggak. Tetapi walaupun demikian saya juga saya tidak suka dgn cara sdr Hanafia dlm merefleksikan perkataannya dgn kurang sopan. Tetapi percayalah bhw dgn mewujudkan kedamaian di muka bumi Indonesia ini maka kita telah merefleksikan iman dn kepercayaan kita yg sebenarnya. Hakekatnya adalah perwujutannya dan bukan retorika yg hanya manis di mulut saja. Agama itu adalah wadah yg menampung segala peraturan untuk kebaikan manusia. Hanya oknumnya yg salah menginterpretasikan keyakinan itu. Mari kita berjalan dalam KEBENARAN Kerajaan Allah dimana saya berjalan karena keyakinan di dalam nama Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat yg hidup.
    Salam Kasih

    • Benar … agamalah yang membedakan kita dengan binatang. Agama merupakan perwujudan refelksi Tuhan untuk memberitahukan itensitas DiriNya.

      Untuk hal ini saya sepakat dengan dirimu, bagaimana menurutmu aku ini di matamu nanti giliranmu aku yang nilai.

      salam persahabatan

  12. @ Mas Fillar Biru terkasih

    Benar … agamalah yang membedakan kita dengan binatang. Agama merupakan perwujudan refelksi Tuhan untuk memberitahukan itensitas DiriNya.

    .
    .

    Yups anda sangat tepat dalam hal itu. Pembahasan teologia mungkin kurang tepat bagi anda yg sudah merasa benar dalam menganut keyakinan saudara. Sayapun melihat perbedaan keyakinan masing-masing di semua blog2 saudara lainnya yg hanya lebih mengutamakan perasaan sudah lebih benar krn darah mudanya. Padahal hidup dgn saling kasih mengasihi tanpa ada rasa curiga jauh lebih mulia semulia Tuhan yg masing-2 kita sembah. Perbedaan pendapat yg dilestarikan jelas hanya akan mengakibatkan “perang” . Perang tidak selamanya berarti mengangkat senjata tetapi bisa dlm bentuk saling menghina, menghakimi pihak lain, bahkan spt mengangap dirinya adalah Tuhan itu sendiri. Itu makanya kekerasan krn agama sangat sering terjadi krn berbagai gesekan keegoisan masing-masing umat berlainan keyakinan. Hal itu tampak dgn adanya rasa curiga dan merasa takut dgn keyakinan yg berbeda dgn dirinya. Bagi saya adalah keyakinan kpd Kristus adalah jalan keselamatan hidup satu-satunya buat jiwa dan rohku. Itu saya manefestasikan dgn tindakan mengasihi semua manusia walaupun berlainan agama. Saya tidak akan menghina siapapun manusianya yg berbeda agama dgn saya .. tetapi akan memberitahukan kpd siapapun dgn tulus bhw saya adalah pengikut Kristus yg hidup.
    Salam kasih juga

  13. Saya selaku muslim bukan merasa benar tapi Haq. Islam adalah agama Haq. tidak perlu lagi di ragukan kebenarannya. Karena agama ini berjalan di atas kebenaran, dan jantungnya adalah Tauhid.

    Sah2 saja anda berpendapat begitu tentang sebuah keselamatan, hanya saja apakah betul? Mari kita membedah apa arti dari sebuah keselamatan, yang kami mengucapkan keselamatan ini 10 kali sehari semalam. Itu baru yang wajib belum lagi di tambah dengan yang sunnah.

    Apakah orang yang selalu membaca sama dengan orang yang tidak membaca? Apakah sama peluang orang yang membaca dengan orang yang tidak pernah membaca untuk cerdas?

    Apakah sama peluangnya orang yang belajar dengan yang tidak belajar untuk naik kelas?

    sekian dulu nanti di lanjutkan apa bila engkau sudah jawab beberapa pertanyaanku?

  14. @Om RAS

    Bagi saya adalah keyakinan kpd Kristus adalah jalan keselamatan hidup satu-satunya buat jiwa dan rohku.

    ===>Tepat sekali, itulah keyakinan dan itulah landasan logis setiap individu vis a vis keyakinan yg dianutnya. Itu sebabnya fanya selalu tekankan bhw keyakinan adalah bukan utk diperdebatkan karena masing2 individu PASTI meyakini bhw keyakinan yg dianutnya adalah satu-satunya jalan yg benar.

    Itu saya manefestasikan dgn tindakan mengasihi semua manusia walaupun berlainan agama. Saya tidak akan menghina siapapun manusianya yg berbeda agama dgn saya ..

    ===> plok..plok..plok… Great!!!
    sebagaimana pernah fanya ungkapkan, itulah sikap mengagumkan Om RAS. fanya yakin begitulah karakteristik sesungguhnya seorang manusia religi…

    salam sejahtera

  15. @ Filar Biru

    Apakah orang yang selalu membaca sama dengan orang yang tidak membaca? Apakah sama peluang orang yang membaca dengan orang yang tidak pernah membaca untuk cerdas?

    .
    .

    Jawaban saya adalah hal yg akan otomatis menjadi pertanyaan bagimu. Menurut kamu apakah ALLAH adalah MAHA ADIL dalam menyikapin pola pemikiran yg sudah berakar didalam hatimu itu ?? Atau apakah kamu merasa ALLAH tidak adil jika kamu sudah melakukan apa yg sudah kamu merasa benar sesuai tertulis dari yg kamu baca tetapi malah yg tidak pernah membaca yg malah masuk ke Surga. Kalau menurutmu siapakah yg akan mewarisi keselamatan itu?

    .
    .

    @ Filar Biru
    Apakah sama peluangnya orang yang belajar dengan yang tidak belajar untuk naik kelas?

    .
    .

    Apakah ALLAH menilai seseorang itu berdasarkan kemampuan dan lama seseorang di muka bumi ini hidup ? Apakah juga demikian orang cacat dan miskin harta dapat kamu perbandingkan dgn yg berkelimpahan dan sempurna dalam beribadah ? Tidak tahukah kamu apa yg tidak dipandang manusia itulah yg dipandang ALLAH. Apa yg tersembunyi dari mata jasmani manusia itulah yg dipandang oleh Allah. Jadi kesalehan manusia tidak akan pernah mendapat tempat di hati ALLAH. Tetapi motivasi dan dasar kamu utk melakukannya utk memuliakan Allah dgn tulus dan rendah hati yg akan mendapat tempat di hati Allah itu krn DIA sendiri yg memampukan kamu utk melakukan kebaikan dan hal-hal yg DIA inginkan utk memuliakan namaNYA sendiri. Jadi jgn kamu coba-2 mengingatkan ALLAH utk menghitung perbuatan baik dan kesalehanmu di hadapanNYA. Di hadapan Allah Semesta Alam kita segenap manusia ini adalah debu yg tidak ada apa-2nya. Kita hidup hanya oleh krn kasih karuniaNYA.

    Salam kasih

  16. @Robin

    baiklah….sepertinya kita memang harus memulai lagi.

    Sayakan bertanya berdasarkan logika namun jawaban anda melebar kemana-mana.

    Apakah orang yang selalu membaca sama dengan orang yang tidak membaca? Apakah sama peluang orang yang membaca dengan orang yang tidak pernah membaca untuk cerdas?

    DAN JAWABAN ANDA???

    Analogi saya sangat sederhana, hanya saja jawaban dari kamu tidak tepat sasaran, saya mengharapkan jawaban jujur dari kamu bukan menyangkut sebuah dogmatis.

    Orang yang selalu membaca akan terbuka peluang untuk dirinya menjadi cerdas di bandingkan dengan orang yang tidak pernah membaca sama sekali. Itu jawaban yang tepat.

    Apakah kamu mampu mengukur keadilan Allah? Bagaimana yang menurutmu itu adil? Apakah kamu bisa membaca sebuah keadilan yang saya ceritakan in?

    Allah telah menciptakan tumbuh-tumbuhan seperti semangka, akar dan batangnya menjalar kemana-mana, batangnya kecil namun buahnya besar, dan sebuah pohon duku bantangnya besar namun buahnya kecil, mengapa ini bisa terjadi? Apakah kamu bisa melihat keadilan Allah di sini?

    Yang mewariskan keselamatan itu jelas orang-orang yang bertakwa dan beramal saleh yang di dadanya penuh dengan keimanan. Di dalam setiap pekerjaannya selalu mencari keridhaan Allah semata. Sebab dia tahu kunci syurga itu adalah dua kalimat syahadat.

    Sudah jelas Allah mengukur kemampuan seseorang itu berdasarkan kemauan dan kesanggupannya dalam melakukan sesuatu di luar konteks apakah dia beragama atau tidak. Seseorang atheispun tetap akan di berikan kemudahan-kemudahan oleh Allah, Sebab Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang. Untuk hal yang satu ini Allah tidak pilih kasih. Allah berikan kepda orang itu hak-hak sebagaimana orang beragama yang lain.

    Di dalam islam kami dilarang menganiayah seseorang, apabila ada seseorang teraniayah akibat dari perbuatan kami, maka apa bila yang teraniayah itu berdoa kepada Tuhan, Allah tidak akan pilih kasih apakah yang berdoa itu seorang majusi, nasrani, ataupun yahudi, Allah akan segera menolong orang itu karena sudah tidak ada lagi pembatas antara dirinya dengan Tuhannya,doa seorang yang teraniayah sangat cepat merobek pintu langit.

    Dalam beribadah Allah tidak menilai harta. Sebab Dia Maha Kaya, Allah tidak butuh harta, bahkan Allah tidak butuh siapapun, Allah tetap Allah sekalipun dunia ini binasa. Allah tidak akan perna berhenti jadi Tuhan sekalipun mahkluk tidak menyembahNya.

    Kalau di kembalikan urusan harta pada manusia jelas dalam berbedah yang berinfak dan bersedakah tidak sama nilainya, dalam islam orang kaya yang bersedekah 5000 rupiah dan orang miskin bersedekan 5000 rupiah juga maka nilai pahalanya berbeda.

    Bagi orang miskin seberapah besar kegunaan uang 5000 rupiah maka sebesar itulah pahalanya sedangkan bagi orang kaya 5000 rupiah tidak ada artinya. maka sedekah 5000 rupiah bagi orang kaya maka pahalanya juga tidak ada artinya. PAHAM?

    Orang cacat yang beribadah kepada Allah tentu nilainya tidak sama dengan orang normal beribadah di mata Allah. Kamu bisa sampai Ke Makkah itu wajar saja tapi apabila orang cacat bisa sampai ke Makkah? apakah wajar? tentu nilainya luar biasa bagi yang cacat. Tentu amalannya berlipat ganda bagi yang cacat, sedangkan di mata manusia saja luar biasa apa lagi di mata Allah tentu nilainya lebih besar dari apa yang kita perkirakan.

    Apa yang di pandang manusia baik belum tentu di mata Allah baik. apa yang di benci manusia belum tentu di benci oleh Allah.

    Boleh jadi hari ini kamu begitu sayang pada istrimu, apakah ada jaminan esok hari kamu tetap sayang pada istrimu?

    Begitu jugalah Allah memberi perumpamaan, manusia tidak suka yang namanya Puasa, namun di mata Allah sangat baik. Baik dari segi kesehatan juga baik untuk segi ekonomi.

    Apa yang di pandang oleh manusia jelek belum tentu di mata Allah. PAHAM?

    .

    Bagaimana mungkin arti sebuah kesalehan tidak mendapat tempat di hati Allah, padahal Allah menyukai yang baik-baik. Siksa kubur bisa di ringankan atau di hilangkan oleh Allah karena doa anak yang soleh! bukan doa anak yang kurang ajar.

    Allah tidak perlu di muliakan karena Allah Maha Mulia. Tidak di pujipun Allah, Dia tetap Maha Terpuji. Allah tidak memerlukan sesuatu dari manusia sebab Allah Maha Sempurna lagi Maha Perkasa.

    Yang di minta oleh Allah adalah Iman dan Taqwa.

    Di dalam beramal kebaikan kita di minta untuk tidak mengingatnya namun di dalam melakukan kesalahan dan dosa kita harus mengingatnya.

    Kita hidup di dunia bukan karena “kasihNya” melainkan rahmat dariNya.

    Kalau karena kasihNya, sudah banyak orang miskin menjadi kaya, orang cacat menjadi sempurna, orang buta menjadi melihat, orang kafir menjadi muslim.

    Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, itu yang betul. bukan “kasih”.

    Bukti Allah Maha Pengasih!
    Di dalam pemberian rezeki Allah tidak pilih kasih baik kafir maupun beriman Allah tetap menjamin rezeki,

    Namun belum tentu setiap orang yang mendapat rezeki itu beriman.

    Nah orang-orang yang beriman namun mendapat juga rezeki dari Allah, itu di namakan Allah Maha Penyayang.

    • @filar biru

      Orang yang selalu membaca akan terbuka peluang untuk dirinya menjadi cerdas di bandingkan dengan orang yang tidak pernah membaca sama sekali. Itu jawaban yang tepat.

      Ada seorang nabi konon buta huruf, apakah pernyataan seperti ini berlaku juga buat nabi seperti itu?
      atau jawaban ini hanya berlaku bagi orang yang sudah tersedia segala sumber untuk bisa dibaca? atau hanya sebuah keanehan-keanehand dari manusia untuk menolak TUHAN?…

      Kita hidup di dunia bukan karena “kasihNya” melainkan rahmat dariNya.

      mas filar,
      coba Anda jelaskan arti tanda kutip di dalam kata kasihNya di atas…
      kalau kita telusuri mendalam rahmat berhubungan dengan pemberian,… kasih berhubungan dengan pengorbanan… kalau seseorang tidak mau berkorban maka ia tidak akan memberi,… demikian juga kalau ALLAH tidak mau berkorban, maka IA tidak akan memberi, karena IA memberi maka kita menyebutNYA PEMBERI, dan kemauan TUHAN untuk berkorban itu kita sebut KASIH… artinya Anda menyebut lae Sihotang penuh dogma, sementara diri sendiri mengeluarkan dogma2…
      Anda tentu tidak akan pernah luput dari dogma, setiap saudara muslim tidak akan pernah luput dari dogma. Kenapa? karena islam tidak mengenal ROH KUDUS….

      salam

      • @Parhobas

        kamu entah kemana menghilang saja. hehehe kadang2 aku rindu juga sama kamu.

        *Hehehe… ternyata anda cukup jeli juga membaca counter saya, baiklah saya terangkan.

        Apa kamu yakin Muhammad itu buta huruf? Kalau aku yakin Rasulullah itu buta huruf.

        Apakah Muhammad perna belajar strategi meliter, ekonomi, kedokteran, ilmu falaq, sosial budaya dan politik serta ilmu kelautan? Apakah beliau perna berguru dengan bangsa eropa? yang pada waktu itu saja bangsa eropa tidak tahu menahu dengan minya wangi?

        Jelaslah sudah bahwa beliau di bimbing langsung oleh Allah SWT. Rasulullah itu kekasih Allah, yang mendidiknya Allah bukan yang lain. walaupun beliau tidak bisa baca namun yang mengajarkannya dalam segala hal adalah Allah, Zat Yang Maha Sempurna.

        Muhammad di utus bukan untuk baca membaca namun untuk memperbaiki ahklak manusia. Untuk kasus ini sangat pengecualian sebab dia di ajar langsung oleh Allah. Tidak mungkin manusia lain mampu menandinginya termasuk nabi dan rasul yang lain, bukan berarti saya membeda-bedakan nabi dan rasul. Kalau Allah menjadi gurunya apa lah artinya guru dari manusia.

        * Allah SWT mempunyai 99 nama salah satunya Ar Rahman yaitu Maha Pengasih, bukan “kasih” itulah yang saya maksudkan.
        Anda menjelaskan sendiri “Kasih” itu menurut dogma anda, anda tidak menjelaskan secara umum.

        menurut anda:

        Kasih=pengorbanan
        Rahmat=pemberian

        Dalam konteksnya apa yang harus di korbankan oleh Allah untuk manusia? Apakah begitu muliakah manusia itu sehingga Allah perlu berkorban?

        Sekali lagi saya jelaskan bahwa TIDAK ADA PUN MANUSIA DI DUNIA INI TIDAK AKAN MENGURANGI KESEMPURNAAN ALLAH DAN KESUCIANNYA.

        Jadi tidak masuk di akal kalau Allah yang Maha Perkasa itu akan berkorban demi manusia yang Dia ciptakan dari sekantong air mani, air yang hina dina.

        Saya mengatakan agama anda penuh dogma itu sangat jelas sebab tidak ada agama di dunia ini yang membuat pemeluknya pusing sendiri. Bukankah agama anda didirikan oleh Paulus dari Tarsus? yang jelas agama anda bukan agama Nabi Isa AS. Nabi Isa adalah orang islam orang yang mentauhidkan Tuhan bukan menyekutukanNya.

        Apakah engkau mendapatkan jawaban yang sama tentang masalah trinitas dengan 3 orang pendeta? Itu tandanya apa?

        Dogma di dalam islam jelas, ada rukunya dan ada kewajibannya, ada yang haram dan ada yang halal semuanya jelas. Rukun iman dan Rukun islam jelas.

        Siapa bilang Islam tidak mengenal ROH KUDUS, Roh Kudus itu Jibril sang pembawa Wahyu.

        Malaikat Jibril itu Ar-Ruh Al Amin. Dalam bahasa kita Roh Kudus. Roh Suci.

      • @Filar

        Anda katakan:
        Orang yang selalu membaca akan terbuka peluang untuk dirinya menjadi cerdas di bandingkan dengan orang yang tidak pernah membaca sama sekali. Itu jawaban yang tepat.

        Anda katakan:
        Kalau aku yakin Rasulullah itu buta huruf.

        1. dapatkah saya simpulkan Rasullah tidak cerdas?

        Anda katakan:
        Jelaslah sudah bahwa beliau di bimbing langsung oleh Allah SWT.

        2. dapatlah saya katakan allah Anda membimbing orang yang tidak cerdas, dimana orang yang tidak ini nantinya untuk menjadikan orang lain yang cerdas?

        3. Jika dibandingkan pernyataan pertama (membaca untuk cerdas) dengan pernyataan kedua (dibimbing allah Anda),… maka dua-dua pertanyaan ini dapat saya simpulkan Anda ini mengaku allah yang esa saja, tetapi tidak di dalam praktek.

        4. Semisalpun Anda mengaku allah Anda yang esa, tetapi timbul pertanyaan, kenapa justru orang yang tidak percaya allah Anda ada juga yang cerdas-cerdas.

        Anda katakan:
        Jelaslah sudah bahwa beliau di bimbing langsung oleh Allah SWT. Rasulullah itu kekasih Allah, yang mendidiknya Allah bukan yang lain. walaupun beliau tidak bisa baca namun yang mengajarkannya dalam segala hal adalah Allah, Zat Yang Maha Sempurna.

        5. Yang memberi wahyu kepada Rasullah Jibril atau allah Anda langsung? bagaimana caranya allah Anda bertemu langsung dengan allah Anda?

        kata Anda:
        * Allah SWT mempunyai 99 nama salah satunya Ar Rahman yaitu Maha Pengasih, bukan “kasih” itulah yang saya maksudkan.
        Anda menjelaskan sendiri “Kasih” itu menurut dogma anda, anda tidak menjelaskan secara umum.

        6. Coba Anda jelaskan secara umum apa itu kasih
        7. coba Anda buktikan bagaimana caranya YANG MAHA KASIH bisa ESA dengan YANG MAHA ADIL…

        salam

  17. @ Fillar Biru

    Baiklah Fillar…

    kita akhirin diskusi dalam topik ini. Mari ke topik lain

    salam kasih

  18. @Parhobas

    Rasulullah itu menag buta huruf tapi yang mendidiknya adalah Allah SWT. Beliau selalu dididik oleh Allah dengan tiap-tiap wahyu yang turun. Setiap wahyu yang turun adalah pendidikan bagi beliau. orang yang selalu dididik otomatis menjadi cerdas,

    saya menggunakan analogi membaca sebagai suatu pekerjaan yang selalu di lakukan, dengan membaca maka ilmu akan bertambah.

    Nah yang di “baca” oleh Rasulullah adalah keadaan alam ini. dunia ini, alam semesta ini.

    bukan berarti rasulullah itu bodoh atau tidak cerdas, kalau dia tidak cerdas mana bisa dia mengaplikasikan Al Quran di dalam kehidupannya.

    Kehidupan Rasulullah itu adalah Al Quran.

    ;
    ;

    Saya sudah sering membaca dan menerima komentar seperti ini:

    4. Semisalpun Anda mengaku allah Anda yang esa, tetapi timbul pertanyaan, kenapa justru orang yang tidak percaya allah Anda ada juga yang cerdas-cerdas.

    Saya sudah menjelaskan dalam artikel anda ini juga dengan @Robin. Ternyata anda tidak tahu dengan apa yang saya maksudkan dengan Rahmat tadi. Allah itu pemberi rahmat ke pada alam semesta, Allah tidak pandang buluh di dalam memberi rezeki, apa dia itu kafir atau muslim tetap Allah memberikan penghidupan baik meliputi harta maupun intelgensianya.

    * Wahyu itu datangnya dari Allah dan Allah menurunkannya kepada Malaikat Jibril, malaikat Jibril menyampaikannya kepada Muhammad itu sebabnya Muhammad itu di sebut Rasulullah, gitu aja kok repot.

    Mudah saja saya kalau ingin bertemu langsung dengan Allah, ya sholat.

    *Kasih menurutku adalah iba tidak ada yang lain.

    Yang betul adalah YANG MAHA PENGASIH bukan YANG MAHA KASIH.
    Allah adalah Zat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang adalah Tuhan Yang Maha Esa itu artinya segalah keputusan ada di tanganNya, itu artinya tidak ada yang setara denga Dia.

    Setiap manusia tentu melakukan kesalahan dan tentu berdosa, setiap ada kesalahan dan berdosa tentu ada ganjarannya. Nah di karenakan Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang Dia juga punya predikat lain yaitu Maha Adil. Jadi setiap yang berdosa Allah tetap mengadilinya sesuai dengan tingkatan kesalahan yang di lakukan oleh seorang hamba dengan sifat-sifat Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang. Artinya Allah menghukum seorang hamba bukan karena dendam. gitu aja repot

    • @filar biru

      Rasulullah itu menag buta huruf tapi yang mendidiknya adalah Allah SWT. Beliau selalu dididik oleh Allah dengan tiap-tiap wahyu yang turun. Setiap wahyu yang turun adalah pendidikan bagi beliau. orang yang selalu dididik otomatis menjadi cerdas,

      saya menggunakan analogi membaca sebagai suatu pekerjaan yang selalu di lakukan, dengan membaca maka ilmu akan bertambah.

      Nah yang di “baca” oleh Rasulullah adalah keadaan alam ini. dunia ini, alam semesta ini.

      bukan berarti rasulullah itu bodoh atau tidak cerdas, kalau dia tidak cerdas mana bisa dia mengaplikasikan Al Quran di dalam kehidupannya.
      Anda cerdas ngga?

      Kehidupan Rasulullah itu adalah Al Quran.
      Dapatkah diartikan bahwa sebelum Al Quran turun, Rasullah belum hidup?
      ;
      ;

      Saya sudah sering membaca dan menerima komentar seperti ini:

      4. Semisalpun Anda mengaku allah Anda yang esa, tetapi timbul pertanyaan, kenapa justru orang yang tidak percaya allah Anda ada juga yang cerdas-cerdas.

      Saya sudah menjelaskan dalam artikel anda ini juga dengan @Robin. Ternyata anda tidak tahu dengan apa yang saya maksudkan dengan Rahmat tadi. Allah itu pemberi rahmat ke pada alam semesta, Allah tidak pandang buluh di dalam memberi rezeki, apa dia itu kafir atau muslim tetap Allah memberikan penghidupan baik meliputi harta maupun intelgensianya.
      Kita balik sekarang, apakah allah Anda juga memberikan seseorang menjadi di dalam keadaan bodoh?

      * Wahyu itu datangnya dari Allah dan Allah menurunkannya kepada Malaikat Jibril, malaikat Jibril menyampaikannya kepada Muhammad itu sebabnya Muhammad itu di sebut Rasulullah, gitu aja kok repot.
      artinya kalimat Anda sebelumnya yang mengatakan bahwa Rasullah dibimbing langsung oleh allah Anda menjadi mentah… secara langsung, apakah Rasullah dibibmbing lansung oleh allah ANda atau Jibril? Jelas itu menjadi repot.. karena ada simpul perantara antara allah Anda dengan Rasullah, yaitu Jibirl…. bagaimana Rasullah tahu bahwa Jibril itu benar apa tidak?

      Mudah saja saya kalau ingin bertemu langsung dengan Allah, ya sholat.

      *Kasih menurutku adalah iba tidak ada yang lain.
      kita pakai kata “iba”-mu ok,
      bagaimana seseorang iba jika hanya didalam kata2, iba yang bagaimana yang lebih benar, iba dalam kata2 atau iba di dalam perlakuan?

      Yang betul adalah YANG MAHA PENGASIH bukan YANG MAHA KASIH.
      PENGASIH itu bisa disebut PEMBERI ngga? KASIH itu adalah kata kerja, jadi melakukan pekerjaan kasih dalam arti umumnya…pertanyaan allah Anda melakukan pekerjaan kasih apa tidak?

      Allah adalah Zat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang adalah Tuhan Yang Maha Esa itu artinya segalah keputusan ada di tanganNya, itu artinya tidak ada yang setara denga Dia.
      6000 tahun sebelum tahun 600M, itu sudah dituliskan di ALKITAB, jadi saya kira, kita ngga usah diskusi pangjang lebar mengenai itu…

      Setiap manusia tentu melakukan kesalahan dan tentu berdosa, setiap ada kesalahan dan berdosa tentu ada ganjarannya. Nah di karenakan Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang Dia juga punya predikat lain yaitu Maha Adil. Jadi setiap yang berdosa Allah tetap mengadilinya sesuai dengan tingkatan kesalahan yang di lakukan oleh seorang hamba dengan sifat-sifat Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang. Artinya Allah menghukum seorang hamba bukan karena dendam. gitu aja repot
      saya pilah alurnya begini:
      – Manusia tentu pernah bersalah
      – Setiap kesalahan dapat ganjaran
      – allah Anda maha pengakasih/maha penyayang
      – allah Anda akan mengadili semua tindakan (yang berbau kesalahan)
      – karena allah Anda maha pengasih dan penyayang maka allah Anda mengadili tidak dendam…
      pertanyaan:
      – allah Anda ESA setiap saat apa tidak? sebab dari keterangan di atas allah Anda hanya akan adil jika pada saat penghukuman dilakukan,…
      – apakah predikat adil menurut Anda selalu berhubungan dengan hukuman?
      – apa beda penyayang dengan pengampun?

  19. @Parhobas

    Memang susah untuk mengatakan bahwa anda memahami tulisan saya, tulisan saya yang sangat sederhana ini saja kamu tidak mengerti bagaimana mungkin kamu bisa memahami kitabmu sendiri.

    Sebelum Al Quran di turunkan benar Rasulullah belum lahir, maksud anda apa? kok bertanya seperti anak tk.

    Manusia itu ada yang baik ada yang jahat ada yang bodoh dan ada yang cerdas. Itulah kehidupan akan tetapi agar bisa dan mampu membedakan mana yang bengkok dan mana yang lurus Al Quranlah jawabannya.

    Rasulullah di bimbing oleh Allah melalui wahyu2 yang di sampaikan oleh Malaikat Jibril. Setelah wahyu itu mendekap dalam dada Rasulullah maka dengan sendirinya Rasulullah telah mendapatkan petunjuk, hidayah, rahmat, kasih dan sayang langsung dari Allah tidak ada perentara yang lain.

    Agar lebih sederhana: kalau anda ingin meyalahkan lilin maka yang anda perlukan adalah mengambil korek api dan membakar sumbuhnya. Maka setelah api itu menyalah di sumbuh lilin tersebut maka api dari sinar lilin itu akan langsung menerangi anda. Malaikat Jibril adalah korek api tadi. Apa anda sudah paham?

    Dengan wahyu yang di bawah Jibril dan membenamkannya ke dada Rasulullah jelaslah wahyu itu bekerja atas bimbingan Allah. apa kamu kira atas bimbingan Jibril?

    Wahyu yang di sampaikan kepada Rasulullah tidak akan perna salah sebab yang membimbing Jibril adalah Allah. Mana ada Wahyu yang salah. kamu ini ada2 saja.

    Dan itu terbukti bahwa Al Quran tidak ada yang salah. Dan untuk membuktikan bahwa wahyu itu salah atau tidak tidak usah Rasulullah, umat islam sendiri bisa mengetahuinya. kamu ini ada-ada saja.

    Sekarang saya perjelas coba kamu cari di AQ mana ayat2 yang salah atau saling bertentangan satu sama lainnya, coba kamu cari!!! walau kamu tidak mengerti bahasa arab dan tidak pandai baca AQ teks bahasa indonesia juga boleh.

    anda mengatakan 6000 tahun, Al Quran itu sudah ada 50.000 tahun sebelum alam dunia ini di ciptakan. mana yang lebih dahulu?

    Kasih dan pengasih itu mana sama bro. uang dan beruang mana sama, bahasa indonesianya ponten berapa di sd?

    Sekali lagi saya tegaskan Allah tidak melakukan pekerjaan kasih seperti yang ada dalam dogma anda, Allah itu Maha Pengasih itu yang benar.

    Allah Maha Esa sekaligus Maha Suci setiap saat Allah tetap akan begitu, saya menyinggung permasalahan adil karena saya memberikan analogi untuk keterangan anda sendiri, tidak yang lain, saya gambarkan demikian agar anda paham bukan berarti Allah tidak Adil di dunia.

    Predikat adil bagi Allah bukan untuk hukuman saja tapi untuk setiap saat, untuk segala aspek kehidupan.

    apa beda penyanyang dan pengampun?

    Pertanyaan anda sama dengan apa beda darah dan warna merah. hahahah.

    Seandainya saya berujar begini apakah kamu akan paham:
    Allah Maha Pengampun sebenarnya Dia telah menunjukan KeadilanNya, Allah Maha Penyanyang sebenarnya Dia telah menunjukan Anugrah sekaligus RahmatNya.

    Saya sekarang mau tanya Apakah manusia masuk syurga itu di karenakan apa?

    • @Filar

      Memang susah untuk mengatakan bahwa anda memahami tulisan saya, tulisan saya yang sangat sederhana ini saja kamu tidak mengerti bagaimana mungkin kamu bisa memahami kitabmu sendiri.
      Maksud Anda, Anda memahami Alkitab?

      Sebelum Al Quran di turunkan benar Rasulullah belum lahir, maksud anda apa? kok bertanya seperti anak tk.
      Saya sedang berusaha mengimbangi pola pikir Anda, tidak mungkin saya berdiskusi ala filsafat (seperti diskusi dengan mas lovepassword) kepada Anda,…

      Manusia itu ada yang baik ada yang jahat ada yang bodoh dan ada yang cerdas. Itulah kehidupan akan tetapi agar bisa dan mampu membedakan mana yang bengkok dan mana yang lurus Al Quranlah jawabannya.
      Mas Filar, saya pecah alur pikiran Anda ok,
      1. manusia ada status tertentu (cerdas, bodoh, jahat, d.l.l)
      2. untuk membedakan mana yang bengkok Al Quran jawabannya.

      nah pernyataan sebelumnya dari Anda adalah..
      1. Untuk cerdas dibutuhkan membaca
      2. allah Anda memberikan pemberiaan sama kepada semua manusia, tanpa pandang bulu.

      dilema yang ANda ucapkan:
      1. Manusia cerdas karena pemberian atau karena membaca?
      2. Jika allah ANda memberi tanpa pandang bulu, berarti allah Anda telah dengan sengaja membuat beberapa orang menjadi bodoh?
      3. Bagaimana orang bisa melihat dirinya lurus atau bengkok jika ternyata allah Anda telah memberikan kebodohan kepada dia sejak awalnya?

      Rasulullah di bimbing oleh Allah melalui wahyu2 yang di sampaikan oleh Malaikat Jibril. Setelah wahyu itu mendekap dalam dada Rasulullah maka dengan sendirinya Rasulullah telah mendapatkan petunjuk, hidayah, rahmat, kasih dan sayang langsung dari Allah tidak ada perentara yang lain.
      sebelum air memancar, ia melewati pipa dulu. pertanyaan air itu memancar karena pipa atau karena air itu sendiri. Air itu memancar karena ada pipa. Rasullah menerima wahyu tetap harus ada Jibril, tanpa jibril tidak ada wahyu. Jadi tetap ada simpul perantara. Jika wahyu saya diperlukan perantara, apa mungkin pengajaran/dogma terlahir tanpa ada perantara?

      Agar lebih sederhana: kalau anda ingin meyalahkan lilin maka yang anda perlukan adalah mengambil korek api dan membakar sumbuhnya. Maka setelah api itu menyalah di sumbuh lilin tersebut maka api dari sinar lilin itu akan langsung menerangi anda. Malaikat Jibril adalah korek api tadi. Apa anda sudah paham?

      Dengan wahyu yang di bawah Jibril dan membenamkannya ke dada Rasulullah jelaslah wahyu itu bekerja atas bimbingan Allah. apa kamu kira atas bimbingan Jibril?

      Wahyu yang di sampaikan kepada Rasulullah tidak akan perna salah sebab yang membimbing Jibril adalah Allah. Mana ada Wahyu yang salah. kamu ini ada2 saja.

      Dan itu terbukti bahwa Al Quran tidak ada yang salah. Dan untuk membuktikan bahwa wahyu itu salah atau tidak tidak usah Rasulullah, umat islam sendiri bisa mengetahuinya. kamu ini ada-ada saja.
      pertanyaannya adalah:
      1. jika korek api tidak ada apakah lilin akan nyala?
      2. saya mengucapkan A, diucapkan orang lain A, ada yang salah? tidak ada, tetapi muatan dari A bisa saja salah, jika kenyataan yang terjadi adalah B…Contohnya banyak kesalahan informasi yang terjadi bukan?

      Sekarang saya perjelas coba kamu cari di AQ mana ayat2 yang salah atau saling bertentangan satu sama lainnya, coba kamu cari!!! walau kamu tidak mengerti bahasa arab dan tidak pandai baca AQ teks bahasa indonesia juga boleh.
      Gampang, langsung ke konsep saja, tidak usah bertele2 ok…
      1. Al Quran itu adalah kompilasi surat2…
      2. dikatakan allah Anda mewahyukan, artinya ada unsur cerita/penyampaian antara pihak pewahyu dan yang menerima wahyu..
      3. Jenis kalimat jika diucapkan oleh pihak pewahyu langsung ke penerima wahyu menurutmu apa?

      anda mengatakan 6000 tahun, Al Quran itu sudah ada 50.000 tahun sebelum alam dunia ini di ciptakan. mana yang lebih dahulu?
      INi salah satu dogma yang dilahirkan dan dipertahankan saudara muslim…
      untuk mematahkan keyakinan ini memang sangat mudah, tetapi akan sangat berat diterima oleh kaum muslim sejagat, karena berujung kepada VONIS pendusta, dan memang tidak ada orang yang mau dicap pendusta, apalagi allah ya toh…

      contoh sederhana…
      1. Ratusan saksi Kristen awal mengatakan YESUS disalib
      2. Puluhan sejarawan masa awal mencatat YESUS disalib

      dilema;
      3. Jika Al Quran sudah ada 50000 tahun yang lalu, apa mungkin bisa berkata YESUS tidak disalib?

      dilema kedua;
      1. Muslim percaya Kitab Allah tidak bisa diutak-atik manusia
      2. Salah satu kitab adalah Injil
      3. Dikatakan muslim sendiri Injil telah dipalsukan, dan sekarang sudah disarikan ke Al Quran
      pertanyaan,
      pernyataan dari keyakinan di atas jelas upsidedown…sekarang bisa ngga mas Filar melihatnya?

      Kasih dan pengasih itu mana sama bro. uang dan beruang mana sama, bahasa indonesianya ponten berapa di sd?
      di SD saya lupa, tetapi waktu test masuk perguruan tinggi, cukuplah nilainya sehingga bisa lolos test ke PT NEGERI…jurusan TEKNIK ELEKTRO..

      Sekali lagi saya tegaskan Allah tidak melakukan pekerjaan kasih seperti yang ada dalam dogma anda, Allah itu Maha Pengasih itu yang benar.
      Semoga Anda paham yang Anda ucapkan….

      Allah Maha Esa sekaligus Maha Suci setiap saat Allah tetap akan begitu, saya menyinggung permasalahan adil karena saya memberikan analogi untuk keterangan anda sendiri, tidak yang lain, saya gambarkan demikian agar anda paham bukan berarti Allah tidak Adil di dunia.

      Predikat adil bagi Allah bukan untuk hukuman saja tapi untuk setiap saat, untuk segala aspek kehidupan.
      Dan analogimu itu belum bisa menjawab, bagaimana allah Anda yang maha adil bisa ESA dengan yang maha pengasih…

      apa beda penyanyang dan pengampun?

      Pertanyaan anda sama dengan apa beda darah dan warna merah. hahahah.
      saya menunggu jawaban kawan, bukan analogi bercabang…

      Seandainya saya berujar begini apakah kamu akan paham:
      Allah Maha Pengampun sebenarnya Dia telah menunjukan KeadilanNya, Allah Maha Penyanyang sebenarnya Dia telah menunjukan Anugrah sekaligus RahmatNya.
      pertanyaannya adalah… bagaimana 2 predikat bisa ESA?

      Saya sekarang mau tanya Apakah manusia masuk syurga itu di karenakan apa?
      Karena ALLAH mengijinkan manusia masuk ke sorga…. bagaimana caranya ALLAH mengijinkan? yaitu dengan jalan Kurban YESUS KRISTUS…

  20. @ Fillar biru
    Saya sekarang mau tanya Apakah manusia masuk syurga itu di karenakan apa?
    .
    .
    Firman yg ada di kitab suci BIBEL ada mengatakan yg empunya Kerajaan Surga adalah mereka yg spt anak-anak dalam mendengar dn menaati orang tuanya. Mat 19:14 ” Biarkanlah anak-anak itu datang kepadaKU dan janganlah menghalang-langin mereka untuk datang kpdKU sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya KERAJAAN SURGA” . Bukan dogma yg seakan-akan berasal dari perintah Tuhan dan bukan peraturan-peraturan yg sengaja dikaburkan para pendahulu agama dahulu kala untuk dapat memasuki Surga itu wahai Fillar Biru.

    .
    .
    @ Fillar Biru
    Kasih dan pengasih itu mana sama bro. uang dan beruang mana sama, bahasa indonesianya ponten berapa di sd?
    .
    .

    hehehhe
    Kamu jgn spt sifat yg ada dalam diri org Farisi wahai saudaraku. Terlampau lama mindset yg sudah tertanam di dalam dirimu ttg pengertiaan KASIH yg sebenarnya.

    • @ROBIN

      Saya kan bertanya di karenakan apa manusia itu masuk syurga? kok jawabannya kagak nyambung.

      Wahai saudara Robin…sudah terlalu tua dunia ini di ciptakan oleh Allah dan kiamat di ambang mata kita, tapi masihkah engkau mungkir dengan kekuasaan Allah, sementara kalian telah menduakan bahkan mentigakan Allah, Dunia ini seakan-akan meledak atas perkataan2 kalian tentang Allah.

      Kenapa kalian tidak bisa menjawab pertanyaan saya diatas, padahal pertanyaan itu sangat mudah di jawab?

      Maksudmu Salman al farisi?
      kalau itu maksudmu saya lebih bangga sebab dia sekarang enak2 tidur di taman2 syurga. hehehe.

  21. @Bapatua Parhobass dan Tulang RAS

    Aihhh,, masih tetap semangat, ya.. 🙂 Lama tak bisa ngobrol di ruang keluarga ini. Semoha senantiasa sehat dan tetal semangat dalam berkarya.
    Boru juga mau ngucapin: “Selamat Advent.” Selamat bersiap menyambut kedatanganNya..

    @Filar Biru
    Repost: Kenapa kalian tidak bisa menjawab pertanyaan saya diatas, padahal pertanyaan itu sangat mudah di jawab?

    Pertanyaan yg mn sih?? Yg: knp manusia bsa msuk ‘syurga’ ya?

    • @inang borusasada

      horas inang…
      sehat sehat di sini, di sana sehat kan?

      seep, selamat advent juga…

      desember segera tiba…

  22. Setiap yang hidup pasti punya harapan….

    • @Marende

      jelas, singkat, padat dan tepat…

      salam

  23. @Robin

    Jelas saya memahami Injil, sebuah kitab yang di turunkan oleh Allah kepada Nabi Isa AS dan di ubah oleh Paulus. Yang nama kitabmu itu bukan Injil lagi tapi Al bible alias alkitab. Setiap tahun Alkitab ini di revisi sesuai dengan tuntutan jaman. Kalau setiap tahun berarti sudah ada 2000 buah alkitab yang di revisi.

    *Manusia pandai membaca itu di karenakan rahmat dan hidayah dari Allah SWT.
    *Benar…Allah menciptakan manusia itu untuk kecerdasan di ukur atas kemampuan manusia maka manusia itu ada yang bodoh dan ada yang cerdas. Akan tetapi kalau engkau ukur dengan selain dari manusia umpama binatang jelas manusia cerdas semua. Semua yang di ciptakan Allah berpasang-pasangan, ada malam ada siang, ada putih ada hitam, ada bodoh dan ada cerdas. Gitu aja repot. Dan satu lagi ada halal dan ada haram.

    *Yang menilai kita itu lurus atau bengkok adalah Allah, Sebab yang menilai kadar iman seseorang adalah Allah, yang menilai orang itu dungu dan bodoh adalah manusia. Akan tetapi kalau manusia itu mau dan berusaha untuk belajar dan bekerja keras maka hasil yang didapat akan maksimal. Apakah anda lahir dalam keadaan pintar? Mampu membaca dan menulis ketika umur 1 tahun? Adakah manusia di planet ini cerdas sejak awal di lahirkan? Kalau kita bodoh dari awal-awalnya itu wajar2 saja, makan aja di suapi kok.

    *Yang perlu anda ingat Rasulullah itu orang besar. Orang yang mengubah sejarah peradaban umat manusia di planet yang engkau duduki sekarang ini. Setiap Rasul jelas mendapatkan wahyu baik langsung maupun tidak langsung. Yang langsung dan tidak langsung hanya satu orang mengalaminya yaitu Rasulullah SAW. Wahyu yang tidak langsung di turunkan kepada Rasulullah adalah selain perintah Sholat 5 waktu. Sedangkan perintah Sholat 5 waktu di ambil langsung oleh Rasulullah SAW ke Sidrtatul Muntaha di mana Allah bersemayam di Arsy. Nah di dalam penjabaran wahyu2 yang telah di sampaikan itu maka di bimbing langsung oleh Allah. Tugas Malaikat Jibril hanya menyampaikan wahyu tersebut dan prakteknya Allahlah yang membimbing Rasul. Bagaimana caranya menyantuni anak yatim, menyanyangi fakir miskin, bersedekah, berinfak, berpuasa semuanya itu di bimbing oleh Allah kepada nabi. Sekali lagi tugas Malaikat Jibril hanya menyampaikan.

    *Jelas lilin tidak akan menyalah (memangnya nabi mendapatkan ilmu dari mana? Kalau bukan dari Allah)

    *informasi yang salah yang mana? Apakah Malaikat Jibril salah dalam menyampaikan wahyu? Hahaha. Apakah menurutmu Malaikat Jibril harus belajar bahasa Arab dulu? Begitu?

    *Surat2 yang mana yang dikompilasi Al Quran, Kitab Al Quran mengatakan Babi haram, di kitab anda halal, anda mengakui trinitas, di Al Quran tidak ada trinitas, di kitab anda Isa tuhan anda, di Al Quran Isa Putra Maryam adalah seorang nabi dan rasul. Yang benar saja Bro? di Kitab anda penuh dengan cerita pornogarfi di Al Quran tidak ada, mana ayat2 yang di kompilasi Al Quran? Bisa tunjukan?

    *Benar

    * itu namanya transfer. Itu bahasa kerenya.

    *Siapa yang berdusta dan menjadi pendusta? ini ayatnya: 70:4.” Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.”
    Apakah saya akan menjelaskan tentang ayat itu agar engkau mengerti? Ingat itu ayat2 Al Quran bro seluruh kaum muslimin di seluruh dunia beriman kepada AL Quran.

    *Anda mengatakan banyak saksi yang menyaksikan Yesus di salib bisa sebutkan satu persatu? (Ingat kalau giliranmu tidak ingin ku katakan pendusta besar abad ini, kalau engkau tidak mampu menyebutkan satu persatu saksi2 itu, maka bukan saja dirimu penuh dengan dogma tapi penuh dengan dusta2)
    *Bukti bahwa yesus tidak di salib:

    4:157. dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

    *Kitab yang di maksud oleh Allah yang tidak bisa di ubah itu adalah Al Quran karena dia di kunci dengan angka 19. Kitab selain dari itu, Allah tidak menjaganya. Allah tidak pernah berkata bahwa Dia menjaga Zabur, Taurat dan Injil. Yang di jaga atau yang di pelihara oleh Allah adalah Al Quran.
    15:9. “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”
    Mengapa Allah memelihara Al Quran dan tidak yang lainnya hal ini di sebabkan bahwa Al Quran adalah kitab Nabi Penutup. Tentu kemurniannya harus di jaga, sebaik-baik penjaga adalah Allah. Dengan apa Allah menjaganya? tidak lain dengan KUNCI yang Dia ciptakan sendiri, yaitu angka 19 yang terdapat pada bacaan basmallah. (Untuk yang satu ini saya tidak akan menjabarkannya secara panjang lebar kecuali anda benar2 berantusias untuk mempelajari kunci tersebut).

    *ternyata kamu ini seorang tukang reparasi elektronik to, berarti sama dengan aku. Di samping aku seorang tukang sapu heheheh. Baiklah Tukang elektro saya akan menguji kamu dengan pertanyaan di seputar elektro di luar dari topic ini hanya sekedar menguji.

    Pertanyaan: apa yang terjadi pada kaki emitter pada transistor npn apabila elco yang menyimpan cadangan energy pecah padahal jalur yang menghubungkan kaki Q pada transtor juga terhubung pada kutub positif di elco? Ingat Transistor tidak rusak hanya tidak bisa bekerja sabagaimana mestinya. Ingat ini pengalamanku sewaktu membuat lampu klap klip ketika sd kelas 6. Dan berhasil ketika aku smp kelas 1.

    Dilanjut ke laptop:

    Saya sudah menjawab pertanyaan yang sama di blog kamu ini kalau tidak salah debat sama @Robin, carilah sendiri.
    Kalau boleh saya tahu memangnya Allah itu punya predikat? Predikat apa? Yang saya kenal Allah mempunyai nama 99 buah nama indah. Bagaimana kalau 98 predikat dan tetap Esa? Mampukah anda menjelaskannya?

    *Anda mengatakan bahwa untuk masuk syurga harus berkuban yesus kritus, Korban apa? Apa yang harus di korbankan? Sementara yesus kamu itu tidak pernah di salib?

    Seandainya kamu tidak memiliki saksi bahwa yesus di salib, maka buktinya ada bahwa yesus tidak di salib, Alkitab kamu sendiri yang mengatakannya. Ada sekitar 13 bukti bahwa yesus kamu itu tidak di salib.

    • @Filar

      istirahatlah yang banyak kawan, saya melihat “kelelahan” pada Anda…

      Maksud Anda, Anda memahami Alkitab?

      Jelas saya memahami Injil, sebuah kitab yang di turunkan oleh Allah kepada Nabi Isa AS dan di ubah oleh Paulus. Yang nama kitabmu itu bukan Injil lagi tapi Al bible alias alkitab. Setiap tahun Alkitab ini di revisi sesuai dengan tuntutan jaman. Kalau setiap tahun berarti sudah ada 2000 buah alkitab yang di revisi.

      Terimakasih buat kejujuran pengetahuan Anda…semoga ANda mau merevisi pengetahuan Anda ini…sebab itu simpang siur…
      sya tanya Alkitab, Anda menjawab Injil…kalimatmu yang mengatakan diubah Paulus itu seolah mengungkapkan kebohongan dogma Anda yang mengatakan Kitab ALLAH tidak dapat dirobah oleh manusia…
      tapi sudahlah…

      Mas Filar, saya pecah alur pikiran Anda ok,
      1. manusia ada status tertentu (cerdas, bodoh, jahat, d.l.l)
      2. untuk membedakan mana yang bengkok Al Quran jawabannya.

      nah pernyataan sebelumnya dari Anda adalah..
      1. Untuk cerdas dibutuhkan membaca
      2. allah Anda memberikan pemberiaan sama kepada semua manusia, tanpa pandang bulu.

      dilema yang ANda ucapkan:
      1. Manusia cerdas karena pemberian atau karena membaca?
      2. Jika allah ANda memberi tanpa pandang bulu, berarti allah Anda telah dengan sengaja membuat beberapa orang menjadi bodoh?
      3. Bagaimana orang bisa melihat dirinya lurus atau bengkok jika ternyata allah Anda telah memberikan kebodohan kepada dia sejak awalnya?

      A1.*Manusia pandai membaca itu di karenakan rahmat dan hidayah dari Allah SWT.
      B1.*Benar…Allah menciptakan manusia itu untuk kecerdasan di ukur atas kemampuan manusia maka manusia itu ada yang bodoh dan ada yang cerdas. Akan tetapi kalau engkau ukur dengan selain dari manusia umpama binatang jelas manusia cerdas semua. Semua yang di ciptakan Allah berpasang-pasangan, ada malam ada siang, ada putih ada hitam, ada bodoh dan ada cerdas. Gitu aja repot. Dan satu lagi ada halal dan ada haram.

      A2.*Yang menilai kita itu lurus atau bengkok adalah Allah, Sebab yang menilai kadar iman seseorang adalah Allah, yang menilai orang itu dungu dan bodoh adalah manusia. Akan tetapi kalau manusia itu mau dan berusaha untuk belajar dan bekerja keras maka hasil yang didapat akan maksimal. Apakah anda lahir dalam keadaan pintar? Mampu membaca dan menulis ketika umur 1 tahun? Adakah manusia di planet ini cerdas sejak awal di lahirkan? Kalau kita bodoh dari awal-awalnya itu wajar2 saja, makan aja di suapi kok.

      A3.*Yang perlu anda ingat Rasulullah itu orang besar. Orang yang mengubah sejarah peradaban umat manusia di planet yang engkau duduki sekarang ini. Setiap Rasul jelas mendapatkan wahyu baik langsung maupun tidak langsung. Yang langsung dan tidak langsung hanya satu orang mengalaminya yaitu Rasulullah SAW. Wahyu yang tidak langsung di turunkan kepada Rasulullah adalah selain perintah Sholat 5 waktu. Sedangkan perintah Sholat 5 waktu di ambil langsung oleh Rasulullah SAW ke Sidrtatul Muntaha di mana Allah bersemayam di Arsy. Nah di dalam penjabaran wahyu2 yang telah di sampaikan itu maka di bimbing langsung oleh Allah. Tugas Malaikat Jibril hanya menyampaikan wahyu tersebut dan prakteknya Allahlah yang membimbing Rasul. Bagaimana caranya menyantuni anak yatim, menyanyangi fakir miskin, bersedekah, berinfak, berpuasa semuanya itu di bimbing oleh Allah kepada nabi. Sekali lagi tugas Malaikat Jibril hanya menyampaikan.

      coba Anda teliti lagi omongan2 Anda kawan…
      semakin ngelantur saya lihat….
      pertama Anda katakan:
      -membaca membuat cerdas
      lalu Anda katakan
      -allah Anda memberikan kecerdasan (kebodohan?)
      -kecerdasan dinilai secara manusia…
      -kecerdasan diusahakn dengan belajar…

      sekarang timbul masalah baru,
      lihat point A1 di atas, bandingkan dengan point A3…
      nah pertanyaannya Anda sedang menilai secara manusia, atau Anda sedang mengucapkan apa penilaian allah Anda?

      *Jelas lilin tidak akan menyalah (memangnya nabi mendapatkan ilmu dari mana? Kalau bukan dari Allah)
      oleh karena itu perantara tetap dibutuhkan bukan?

      *informasi yang salah yang mana? Apakah Malaikat Jibril salah dalam menyampaikan wahyu? Hahaha. Apakah menurutmu Malaikat Jibril harus belajar bahasa Arab dulu? Begitu?
      mas filar mas filar…
      ada tiga oknum yang terlibat di dalam pewahyuan Surat..
      allah anda
      Jibril
      Rasullah
      nah untuk menguji kebenaran, bagaimana?
      maka ketiga oknum harus diuji kebenarannya…
      sekarang bagaimana rasuallah yakin bahwa Jibril benar sementara beliau tidak pernah melihat allahnya?
      dan sebaliknya dan seterusnya…

      *Surat2 yang mana yang dikompilasi Al Quran, Kitab Al Quran mengatakan Babi haram, di kitab anda halal, anda mengakui trinitas, di Al Quran tidak ada trinitas, di kitab anda Isa tuhan anda, di Al Quran Isa Putra Maryam adalah seorang nabi dan rasul. Yang benar saja Bro? di Kitab anda penuh dengan cerita pornogarfi di Al Quran tidak ada, mana ayat2 yang di kompilasi Al Quran? Bisa tunjukan?
      Quran adalah bacaan, AL Quran secara literal bisa diartikan kumpulan bacaan-bacaan,… bacaan2 mana? yaitu surah ini sampai surah itu…tidak ada hubugnannya dengan ALKITAB…

      *Siapa yang berdusta dan menjadi pendusta? ini ayatnya: 70:4.” Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.”
      Apakah saya akan menjelaskan tentang ayat itu agar engkau mengerti? Ingat itu ayat2 Al Quran bro seluruh kaum muslimin di seluruh dunia beriman kepada AL Quran.
      justru itu masalahnya kawan… coba katakan berapa kali surah turun?… maka lipatkan saja denagn 50000 tahun supaya semua surah itu lengkap,… artinya seharusnya surah itu lengkap sektiar 23 kali 50000 tahun ke depan….bicara mengenai seluruh muslim percaya al quran lalu menjadi kebenaran,… itu namanya Un CLEAR THINKING temanku… jika demikian maka Anda seharusnya percaya ALKITAB sebab 2 milyard orang lebih banyak dari umat muslim yang percaya kepada ALKITAB… pertanyaan karena lebih banyak yang percaya ALKITAB nah Anda percaya ALKITAB tidak?…

      *Anda mengatakan banyak saksi yang menyaksikan Yesus di salib bisa sebutkan satu persatu? (Ingat kalau giliranmu tidak ingin ku katakan pendusta besar abad ini, kalau engkau tidak mampu menyebutkan satu persatu saksi2 itu, maka bukan saja dirimu penuh dengan dogma tapi penuh dengan dusta2)
      terlalu besar pertaruhan antara allah Anda dengan ahli sejarah kawanku…. seharusnya ajakan lae Sihotang untuk “DIAM”, lebih Anda responi ketimbang merasa hebat dan pintar di hadapan kami….
      coba Anda google yang namanya TACITUS…

      *Bukti bahwa yesus tidak di salib:

      4:157. dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
      pertanyaan kembali ke awal diatas, bagaimana kamu menguji wahyu yang disampaikan Jibril adalah benar?

      *Kitab yang di maksud oleh Allah yang tidak bisa di ubah itu adalah Al Quran karena dia di kunci dengan angka 19. Kitab selain dari itu, Allah tidak menjaganya. Allah tidak pernah berkata bahwa Dia menjaga Zabur, Taurat dan Injil. Yang di jaga atau yang di pelihara oleh Allah adalah Al Quran.
      15:9. “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”
      Mengapa Allah memelihara Al Quran dan tidak yang lainnya hal ini di sebabkan bahwa Al Quran adalah kitab Nabi Penutup. Tentu kemurniannya harus di jaga, sebaik-baik penjaga adalah Allah. Dengan apa Allah menjaganya? tidak lain dengan KUNCI yang Dia ciptakan sendiri, yaitu angka 19 yang terdapat pada bacaan basmallah. (Untuk yang satu ini saya tidak akan menjabarkannya secara panjang lebar kecuali anda benar2 berantusias untuk mempelajari kunci tersebut).
      dikunci oleh angka 19, artinya dapat dilihat, artinya Islam melulu selalu ingin terlihat secara literal…jadi pernyataan membenci ajarannya tetapi bukan orangnya itu menjadi mentah…Anda membenci orangnya sepaket dengan membenci ajarannya… itu BERBOHONG kawan…Anda tidak jujur…

      *ternyata kamu ini seorang tukang reparasi elektronik to, berarti sama dengan aku. Di samping aku seorang tukang sapu heheheh. Baiklah Tukang elektro saya akan menguji kamu dengan pertanyaan di seputar elektro di luar dari topic ini hanya sekedar menguji.
      saya bukan seorang tukang reperasi elektronik….Anda harus bedakan TEKNIK ELEKTRO dengan POLITEKNIK ELEKTRONIKA atau SMK ELEKTRONIKA dan sejenisnya…

      Pertanyaan: apa yang terjadi pada kaki emitter pada transistor npn apabila elco yang menyimpan cadangan energy pecah padahal jalur yang menghubungkan kaki Q pada transtor juga terhubung pada kutub positif di elco? Ingat Transistor tidak rusak hanya tidak bisa bekerja sabagaimana mestinya. Ingat ini pengalamanku sewaktu membuat lampu klap klip ketika sd kelas 6. Dan berhasil ketika aku smp kelas 1.
      voltasi di capasitor itu logaritmik, jadi kalau voltasi breakdownnya masuknya melonjak tinggi, kapasitor bisa meledak… jadi kapasitor bisa rusak…

      Dilanjut ke laptop:

      Saya sudah menjawab pertanyaan yang sama di blog kamu ini kalau tidak salah debat sama @Robin, carilah sendiri.
      Kalau boleh saya tahu memangnya Allah itu punya predikat? Predikat apa? Yang saya kenal Allah mempunyai nama 99 buah nama indah. Bagaimana kalau 98 predikat dan tetap Esa? Mampukah anda menjelaskannya?

      *Anda mengatakan bahwa untuk masuk syurga harus berkuban yesus kritus, Korban apa? Apa yang harus di korbankan? Sementara yesus kamu itu tidak pernah di salib?

      Seandainya kamu tidak memiliki saksi bahwa yesus di salib, maka buktinya ada bahwa yesus tidak di salib, Alkitab kamu sendiri yang mengatakannya. Ada sekitar 13 bukti bahwa yesus kamu itu tidak di salib.
      Jika YESUS tidak disalib, maka ALKITAB PERJANJIAN BARU tidak akan ada…. jadi bagaimana sekarang?

  24. istirahatlah yang banyak kawan, saya melihat “kelelahan” pada Anda…

    *Saya memang lelah, sebab pulang dari kantor langsung ngenet di tambah kemarin malam kurang tidur begadang dan merenung sambil meneliti sebuah hardisk yang rusak. Saya perlu 50 keping dvd untuk menyelamatkan data dari hardisk tersebut. Maaf kalau jawaban saya kemarin sedikit ngelantur dan tidak focus. Sekarang saya sudah fit. Terimakasih atas nasehatnya, engkau baik sekali hanya sayang….

    Terimakasih buat kejujuran pengetahuan Anda…semoga ANda mau merevisi pengetahuan Anda ini…sebab itu simpang siur…
    sya tanya Alkitab, Anda menjawab Injil…kalimatmu yang mengatakan diubah Paulus itu seolah mengungkapkan kebohongan dogma Anda yang mengatakan Kitab ALLAH tidak dapat dirobah oleh manusia…
    tapi sudahlah…

    *Parhobas…dari cara anda bicara saya menangkap sebuah keyakinan yang baru timbul dari hati anda. Apakah engkau tidak merasakannya? Lihatlah sendiri tulisanmu itu!!! Di mata Islam yang namanya Injil adalah sebuah KITAB YANG DI TURUNKAN KEPADA NABI ISA AS OLEH ALLAH SWT. Dan Injil yang asli ini sudah tidak ada lagi mengapa? Engkau carilah sendiri jawabannya, kalau memang engkau ingin mengetahuinya. Jariku akan capek mengetiknya sebab terlalu panjang sejarahnya.
    Di mata Islam Al kitab adalah hasil rekontruksi Injil itu sendiri. Dimana Injil yang asli hanya di dapati dari ingat2tan murid2 Isa , Sedangkan Alkitab terbangun dari banyaknya campur tangan manusia. tidak ada acuan yang tetap di dalam membangun sebuah kitab tersebut, sehingga yang di rugikan adalah generasi sesudah itu di mana mereka ini tidak tahu menahu tentang keadaan yang sebenarnya. Perbuatan mereka ini di abadikan oleh Allah dalam Al Quran:

    2:75.” Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?”

    Mas Filar, saya pecah alur pikiran Anda ok,
    1. manusia ada status tertentu (cerdas, bodoh, jahat, d.l.l)
    2. untuk membedakan mana yang bengkok Al Quran jawabannya.

    *Benar Al Quran itulah jawabannya:
    “Kami menurunkan AI-Quran kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu.” (QS 16:89)

    nah pernyataan sebelumnya dari Anda adalah..
    1. Untuk cerdas dibutuhkan membaca
    2. allah Anda memberikan pemberiaan sama kepada semua manusia, tanpa pandang bulu.

    *Oke ternyata anda tidak memahami apa yang saya jelaskan dengan seksama. Baik akan saya ulangi lagi agar anda faham:
    Allah adalah Tuhan Yang Maha Luas Ilmunya. Manusia adalah ciptaan Allah, Allah menciptakan manusia itu berpasang-pasangan ada lelaki ada perempuan. Ada yang beriman dan ada yang kafir. Sampai di sini udah ngerti belum? (jangan di tanya kok bisa ada yang beriman dan ada yang kafir). Di dalam hal Maha Pengasih, Allah memberikan segala kebutuhan hidup mahkluk sesuai dengan porsinya. Ada yang kaya ada yang miskin ada yang bodoh ada yang pintar. Allah memberikan variasi seperti ini sesungguhnya Dia telah menunjukan Luasnya IlmuNya. (sampai disini udah ngerti belum?). Dengan keluasan IlmuNya Allah menciptakan banyak suku bangsa dengan satu alasan agar kita saling kenal. Demikian seterusnya….

    dilema yang ANda ucapkan:
    1. Manusia cerdas karena pemberian atau karena membaca?
    Manusia menjadi cerdas jelas di karenakan membaca, belajar dll. Emangnya kenapa kok ngotot amat seh….
    2. Jika allah ANda memberi tanpa pandang bulu, berarti allah Anda telah dengan sengaja membuat beberapa orang menjadi bodoh?

    *Hahaha… Memang demikianlah kehidupan ada yang pintar dan ada yang bodoh , apa anda mengira Allah pandang bulu? Justru di situlah Rahmat itu sebenarnya. Bagaimana kalau seluruh manusia pintar semua? Apa yang terjadi? Dan bagaimana kalau seluruh manusia kaya semua? Apa yang terjadi? Dan bagaimana kalau manusia ingin jadi presiden semua apa yang terjadi?

    coba Anda teliti lagi omongan2 Anda kawan…
    semakin ngelantur saya lihat….
    pertama Anda katakan:
    -membaca membuat cerdas
    lalu Anda katakan
    -allah Anda memberikan kecerdasan (kebodohan?)
    -kecerdasan dinilai secara manusia…
    -kecerdasan diusahakn dengan belajar…
    sekarang timbul masalah baru,
    lihat point A1 di atas, bandingkan dengan point A3…
    nah pertanyaannya Anda sedang menilai secara manusia, atau Anda sedang mengucapkan apa penilaian allah Anda?

    *Hahaha ya ya berarti saya harus menjelaskan dengan gaya anak sma, agar kamu bisa ngerti “dikit”.
    Begini:
    Apakah kamu tahu ukuran suatu Iman? Nah yang mengukur iman kamu adalah Allah, Dia tahu berapa takaran iman kamu di dada bukan? Mengapa saya berkata demikian sebab manusia tidak mengetahuinya. Manusia hanya tahu yang lahiriah saja. Contoh manusia bisa membaca itu di karenakan usahanya sendiri, di samping adalah Rahmat dari Allah juga. Itu artinya Allah menciptakan orang pintar dan orang bodoh dan itu sesungguhnya kedua-duanya adalah rahmat. Entah metode apa lagi yang ingin saya katakan padamu agar kamu ngerti. Lalu di mana kata2 saya yang kontradiksi?
    Lalu bagaimana hal ini tidak terjadi pada Nabi? Kan begitu image kamu? Padahal Rasulullah tidak pandai membaca, mengapa dia menjadi cerdas, kan begitu maksud kamu? Kamu itu lupa bahwa yang membimbingnya adalah Allah, Zat yang mengusai segala ilmu, apalah artinya ilmu manusia. Yang perlu engkau ketahui adalah bahwa Nabi Muhammad SAW adalah orang besar, beliau tidak tunduk dengan hukum yang di ciptakan manusia, manusia biasa seperti kita untuk bisa mengerti dengan apa yang ada di dalam kitab, kita harus membacanya bukan? Nah Nabi Muhammad itu tidak perlu itu semua. Beliau tidak tunduk dengan hukum2 tersebut, dia hanya tunduk dengan bimbingan Tuhan. Agar lebih sederhana begini:
    Manusia biasa seperti kita untuk menjalankan point catur maka kita memerlukan suatu siasat dan strategi untuk menipu lawan bukan? Dibutuhkan banyak langkah percobaan bukan? Nah seorang Muhammad itu sudah tahu bagaiman cara membunuh raja. Nah begitulah hakekat seorang nabi. Apa penjelasan saya ini belum nyambung?
    Baiklah saya akan memberikan contoh satu lagi agar anda bisa mengerti. Nah Nabi Isa AS adalah orang besar, setiap orang besar tidak tunduk dengan hukum yang berlaku pada kenyataan yang ada, atau hukum yang ada. Nabi Isa ini lahir ke dunia tanpa manusia lain menyentuh ibunya. Hukum-hukum yang berlaku pada manusia lain belum tentu berlaku pada orang2 besar. Kita lihat manusia yang bernama Adam, ini lebih para lagi tidak ada ibu dan bapaknya namun bisa ada. Kalaulah persoalannya bahwa Nabi Isa lahir tanpa seorang Bapak, itu menjadikan alas an kalian menyembahnya, seharusnya Nabi Adam kalian tempatkan lebih tinggi dari itu.

    oleh karena itu perantara tetap dibutuhkan bukan?

    *Sebenarnya tidak ada perantara dan ada perantara, itu hanya kebijakan Allah sendiri bukan berarti Allah tidak bisa mewahyukan langsung kepada nabi. Bukankah Wahyu itu juga langsung di turunkan kepada Jibril apa ada perantara antara Jibril dengan Allah?

    mas filar mas filar…
    ada tiga oknum yang terlibat di dalam pewahyuan Surat..
    allah anda
    Jibril
    Rasullah
    nah untuk menguji kebenaran, bagaimana?

    *Benar…itu sebabnya ada kata-kata kami dalam Al quran umpamanya: “Kami turunkan Al Quran itu….atau “Kami tidak mengutus rasul sebelum kamu…” dll.

    *Untuk mengujinya sangat mudah kalau ada kesalahan, jangan kan nabi atau malaikat, kaum muslimin juga bisa kok. Pasti akan banyak di temukan pertentangan antara ayat2 satu dengan yang lainnya. Tapi satu yang jelas bahwa Allah tidak akan pernah salah itu yang harus engkau camkan.

    maka ketiga oknum harus diuji kebenarannya…
    sekarang bagaimana rasuallah yakin bahwa Jibril benar sementara beliau tidak pernah melihat allahnya?
    dan sebaliknya dan seterusnya…

    *Saya balik bertanya siapa yang akan menguji ketiga oknum yang kamu maksud? Manusia? Hahahah. Apakah engkau akan menguji Allah, Malaikat dan RasulNya? Ah…engkau ini hanya membuat aku tertawa saja. Hahahahah
    Jibril di dalam penyampaian wahyu kepada nabi di bimbing langsung oleh Allah, oleh sebab itu tidak akan pernah salah. Sementara untuk Zat Allah tidak perlu di kaji. Apakah untuk mengetahui kebenaran bahwa anda lulus ujian semester perlu bertemu langsung dengan orang yang menguji anda? Begitu pula hakekat sebenarnya dalam pewahyuan. Nabi Muhammad SAW tidak perlu mengoreksi apa yang di turunkan kepada beliau. Sebab berita itu pasti benar adanya. Terlalu hina bagi kita untuk mengoreksi perkataan Tuhan.

    Quran adalah bacaan, AL Quran secara literal bisa diartikan kumpulan bacaan-bacaan,… bacaan2 mana? yaitu surah ini sampai surah itu…tidak ada hubugnannya dengan ALKITAB…

    *Memang tidak ada hubungannya dengan Alkitab, Alquran adalah karangan Allah sementara Alkitab karangan manusia.

    justru itu masalahnya kawan… coba katakan berapa kali surah turun?… maka lipatkan saja denagn 50000 tahun supaya semua surah itu lengkap,… artinya seharusnya surah itu lengkap sektiar 23 kali 50000 tahun ke depan….bicara mengenai seluruh muslim percaya al quran lalu menjadi kebenaran,… itu namanya Un CLEAR THINKING temanku… jika demikian maka Anda seharusnya percaya ALKITAB sebab 2 milyard orang lebih banyak dari umat muslim yang percaya kepada ALKITAB… pertanyaan karena lebih banyak yang percaya ALKITAB nah Anda percaya ALKITAB tidak?…

    *Hahaha entah mengapa pada saat2 ini saya begitu suka tertawa dengan postinganmu. Coba engkau hitung sendiri itulah umur dunia. Dengan kode yang ada di Al quran maka engkau akan mengetahui umur dunia saat ini. Penasaran???hahaha Itu bukti bahwa Al Quran itu berasal dari Allah, bukan karangan Muhammad.
    Parhobas jujur saya akui saya senang berdiskusi dengan mu, saya suka engkau selalu ingin tahu walaupun sebenarnya engkau tutup2i. Hahahaha.
    Oke saya harus mulai dari mana? Oh ya saya harus mencantumkan sebuah ayat dulu baru bisa masuk:
    70:4.” Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.”

    32:5. “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”.

    Secara ringkas, umur elemen kimia dapat diperkirakan berdasarkan uji radio aktif terhadap atom tersebut. Dan umum¬nya dapat ditentukan dengan menggunakan uji contoh batu¬batuan, yaitu dengan mengukur perubahan elemen berat seperti Rubidium Rb-87. Bila uji Rubidium ini diterapkan atas batuan yang tertua di bumi akan didapatkan bahwa batuan tertua ber¬umur 3,8 miliar tahun. Jika diterapkan atas batuan tertua dari meteor akan didapatkan angka 4,56 miliar tahun. Kesimpulan ini membuktikan bahwa tata surya kita berumur sekitar 4,6 miliar tahun, dengan tingkat kesalahan 100 juta tahun. Sedikit berbeda, bila metode ini digunakan untuk mengukur gas di alam semesta maka akan menyebabkan tingkat variasi yang lebih lebar. Ilmuwan cukup puas mengetahui umur alam se¬mesta sejak Dentuman Besar dengan perhitungan elemen kimia yaitu antara 11-18 miliar tahun.

    Mohamed Asadi dalam bukunya The Grand Unifying Theory of Everything mengatakan bahwa umur alam semesta, berdasarkan penyelidikannya terhadap bintang-bintang tertua, adalah antara 17 sampai 20 miliar tahun. Sedangkan Profesor Jean Claude Batelere dari College de France menyatakan bahwa umur alam semesta kira-kira 18 miliar tahun.

    Dalam al-Qur’an ada dua ayat yang mengindikasikan perhitungan alam semesta selain makna relativitas waktu, yaitu Surat as-Sajdah (32:5) dan al-Ma’arij (70:4).

    “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) keyada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (al-Ma’arij 70 : 4)

    Kita dapat mencatat bahwa al-Qur’an tidak mengatakan “50.000 tahun” waktu bumi. Karena waktu ini adalah waktu relatif di suatu tempat di langit, di mana satu hari sama dengan 1000 tahun waktu bumi. Hari relatif tersebut merupakan umur alam semesta di mana sistem tata surya manusia (kita) berada.

    Mari kita konversikan waktu relatif alam semesta:

    50.000 x 365,2422 = 18.262.110

    Satu hari relatif di “satu tempat” di alam semesta, di tempat malaikat melaporkan urusannya, sama dengan 1000 tahun di bumi:
    18.262.110 x 1000 = 18.262.211.000 tahun atau 18,26 miliar tahun.

    Dengan demikian, umur alam semesta relatif adalah 18,26 miliar tahun. Hasilnya hampir sama dengan perhitungan Profesor Jean Claude Batelere dari College de France tersebut di atas.

    NASA memperkirakan umur alam semesta antara 12-18 miliar tahun berdasarkan pengukuran seberapa cepat alam semesta kita ini ekspansi setelah terjadinya “Dentuman Besar” 6

    Dr. Marshall Joy dan Dr. John Carlstrom dari Universitas Chicago (tim NASA) telah mampu mengatasi masalah pengukuran kecepatan ekspansi alam semesta dengan teknik terbaru, yaitu menggunakan radio interferometer untuk menyelidiki dan mengukur fluktuasi Cosmic Microwave Background Radiation (CMBR). Dengan demikian, umur alam semesta dapat diperkirakan. Sedangkan tim NASA lainnya memperkirakan umur alam semesta antara 8-12 miliar tahun berdasarkan pengukuran jarak galaksi “M100” dengan teleskop ruang angkasa Hubble. Galaksi tersebut diperkirakan berjarak 56 juta tahun cahaya dari bumi. Namun demikian, pengukuran umur alam semesta ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin alam semesta umurnya lebih muda, padahal salah satu bintang di Bima Sakti mungkin umurnya jauh lebih tua dari perkiraan tersebut?

    Itu artinya Al Quran itu sudah berumur 18,26 Milyar tahun yang di simpan di Lauhmahfuz (Arsib Allah). Hanya saja di dalam penyampai wahyu Allah mempersingkat perjalanan Jibril.

    Kalau banyak orang lain membaca Alkitab ya syukur dong mudah-mudahan mereka bisa menemukan banyaknya kejanggalan-kejanggalan dalam kitab tersebut.

    terlalu besar pertaruhan antara allah Anda dengan ahli sejarah kawanku…. seharusnya ajakan lae Sihotang untuk “DIAM”, lebih Anda responi ketimbang merasa hebat dan pintar di hadapan kami….
    coba Anda google yang namanya TACITUS…

    *Siapa yang merasa hebat? saya kan hanya beradu argumentasi saja, tidak lebih dari itu. Kenapa menyuruhku diam, mengapa kalian tidak mengeluarkan argumen2 kalian juga untuk mematahkan apa yang saya katakan.

    pertanyaan kembali ke awal diatas, bagaimana kamu menguji wahyu yang disampaikan Jibril adalah benar?

    *kalau ada ayat2 yang saling bertentangan itu jelas menjadi sebuah pertanyaan.

    dikunci oleh angka 19, artinya dapat dilihat, artinya Islam melulu selalu ingin terlihat secara literal…jadi pernyataan membenci ajarannya tetapi bukan orangnya itu menjadi mentah…Anda membenci orangnya sepaket dengan membenci ajarannya… itu BERBOHONG kawan…Anda tidak jujur…

    *Saya tidak melihat ajaran islam ini salah, tidak ada kesalahan dalam islam, lalu untuk apa membenci, yang saya benci apa bila ajaran2 seseorang itu penuh dengan kebohongan, itu yang saya benci. Sekalipun dia seorang ulama islam, kalau memang apa yang di sampaikannya tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Kasus seperti ini banyak terjadi di tempat saya.

    Jika YESUS tidak disalib, maka ALKITAB PERJANJIAN BARU tidak akan ada…. jadi bagaimana sekarang?

    *Yesus kamu itu memang tidak di salib, kitab kamu sendiri yang mengatakannya begitu. Ada tiga belas bukti atau fakta yang ada di dalam alkitab. Mungkin juga bisa lebih bisa saja 14 bukti. Kamu seharusnya lebih paham dari pada aku tentang alkitab. Bagaimana kalau aku pertegas bahwa Perjanjian Lama adalah Taurat dan Perjanjian Baru adalah Injil.
    Taurat di turunkan kepada Musa
    Injil di turunkan kepada Isa.
    Tidak ada sangkut pautnya antara Injil dengan isu penyaliban tersebut. Yang di salibkan bukan Isa tapi muridnya yang diserupai dengannya. Bukankah kitab Injil itu ada di dalam dada Nabi Isa, sama halnya dengan Nabi Muhammad SAW bahwa Al Quran itu juga berada di dadanya.
    Bagaimana mungkin Kitab Injil tidak ada sedangkan Nabinya sehat wal afiat? Terjadi atau tidak terjadi isu penyaliban itu apa hubungan dengan kitab Injil.

    • @Filar

      Terimakasih buat kejujuran pengetahuan Anda…semoga ANda mau merevisi pengetahuan Anda ini…sebab itu simpang siur…
      sya tanya Alkitab, Anda menjawab Injil…kalimatmu yang mengatakan diubah Paulus itu seolah mengungkapkan kebohongan dogma Anda yang mengatakan Kitab ALLAH tidak dapat dirobah oleh manusia…
      tapi sudahlah…

      *Parhobas…dari cara anda bicara saya menangkap sebuah keyakinan yang baru timbul dari hati anda. Apakah engkau tidak merasakannya? Lihatlah sendiri tulisanmu itu!!! Di mata Islam yang namanya Injil adalah sebuah KITAB YANG DI TURUNKAN KEPADA NABI ISA AS OLEH ALLAH SWT. Dan Injil yang asli ini sudah tidak ada lagi mengapa? Engkau carilah sendiri jawabannya, kalau memang engkau ingin mengetahuinya. Jariku akan capek mengetiknya sebab terlalu panjang sejarahnya.
      Di mata Islam Al kitab adalah hasil rekontruksi Injil itu sendiri. Dimana Injil yang asli hanya di dapati dari ingat2tan murid2 Isa , Sedangkan Alkitab terbangun dari banyaknya campur tangan manusia. tidak ada acuan yang tetap di dalam membangun sebuah kitab tersebut, sehingga yang di rugikan adalah generasi sesudah itu di mana mereka ini tidak tahu menahu tentang keadaan yang sebenarnya. Perbuatan mereka ini di abadikan oleh Allah dalam Al Quran:

      2:75.” Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?”
      saya bertanya Alkitab, Anda menjawab Injil… itu dua hal yang berbeda kawan… Alkitab itu berisi Injil, dan Injil bukanlah Alkitab…nah hal inilah yang saya omongkan kepada Anda untuk dapat merevisi pengetahuan mu itu…sekali lagi Alkitab berisi Injil dan Injil bukanlah Alkitab…

      Mas Filar, saya pecah alur pikiran Anda ok,
      1. manusia ada status tertentu (cerdas, bodoh, jahat, d.l.l)
      2. untuk membedakan mana yang bengkok Al Quran jawabannya.

      *Benar Al Quran itulah jawabannya:
      “Kami menurunkan AI-Quran kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu.” (QS 16:89)
      itu alur pikiran Anda yang saya rangkum mas Filar, tentu saja itu benar menurutmu…


      nah pernyataan sebelumnya dari Anda adalah..
      1. Untuk cerdas dibutuhkan membaca
      2. allah Anda memberikan pemberiaan sama kepada semua manusia, tanpa pandang bulu.

      *Oke ternyata anda tidak memahami apa yang saya jelaskan dengan seksama. Baik akan saya ulangi lagi agar anda faham:
      Allah adalah Tuhan Yang Maha Luas Ilmunya. Manusia adalah ciptaan Allah, Allah menciptakan manusia itu berpasang-pasangan ada lelaki ada perempuan. Ada yang beriman dan ada yang kafir. Sampai di sini udah ngerti belum? (jangan di tanya kok bisa ada yang beriman dan ada yang kafir). Di dalam hal Maha Pengasih, Allah memberikan segala kebutuhan hidup mahkluk sesuai dengan porsinya. Ada yang kaya ada yang miskin ada yang bodoh ada yang pintar. Allah memberikan variasi seperti ini sesungguhnya Dia telah menunjukan Luasnya IlmuNya. (sampai disini udah ngerti belum?). Dengan keluasan IlmuNya Allah menciptakan banyak suku bangsa dengan satu alasan agar kita saling kenal. Demikian seterusnya….
      Dari awal saya sudah tanyakan kepada Anda…. berarti allah Anda sengaja memberikan kebodohan kepada orang-orang tertentu, tetapi suatu saat yang lain memohon orang lain supaya cerdas,… jadi bagaimana bisa terjadi orang yang diberikan kebodohan untuk menjadi cerdas? nangkap ngga mas Filar?


      dilema yang ANda ucapkan:
      1. Manusia cerdas karena pemberian atau karena membaca?
      Manusia menjadi cerdas jelas di karenakan membaca, belajar dll. Emangnya kenapa kok ngotot amat seh….
      2. Jika allah ANda memberi tanpa pandang bulu, berarti allah Anda telah dengan sengaja membuat beberapa orang menjadi bodoh?

      *Hahaha… Memang demikianlah kehidupan ada yang pintar dan ada yang bodoh , apa anda mengira Allah pandang bulu? Justru di situlah Rahmat itu sebenarnya. Bagaimana kalau seluruh manusia pintar semua? Apa yang terjadi? Dan bagaimana kalau seluruh manusia kaya semua? Apa yang terjadi? Dan bagaimana kalau manusia ingin jadi presiden semua apa yang terjadi?
      Justru itu yang harus Anda jawab dari awal sebab Anda katakan supaya cerdas maka kita harus rajin membaca… nah sekarang coba tanya kepada dirimu sendiri, apa jadinya dunia ini kalau semua cerdas?….tetapi timbul lagi pertanyaan bukan,… seperti pertanyaan di atas… ternyata kebodohan juga sengaja diberikan oleh allah Anda,.. lalu saat yang lain mengharapkan orang supaya cerdas.. trus piye jadinya?…masak kambing diajari cara mengaum ala singa? ora iso son…

      coba Anda teliti lagi omongan2 Anda kawan…
      semakin ngelantur saya lihat….
      pertama Anda katakan:
      -membaca membuat cerdas
      lalu Anda katakan
      -allah Anda memberikan kecerdasan (kebodohan?)
      -kecerdasan dinilai secara manusia…
      -kecerdasan diusahakn dengan belajar…
      sekarang timbul masalah baru,
      lihat point A1 di atas, bandingkan dengan point A3…
      nah pertanyaannya Anda sedang menilai secara manusia, atau Anda sedang mengucapkan apa penilaian allah Anda?

      *Hahaha ya ya berarti saya harus menjelaskan dengan gaya anak sma, agar kamu bisa ngerti “dikit”.
      Begini:
      Apakah kamu tahu ukuran suatu Iman? Nah yang mengukur iman kamu adalah Allah, Dia tahu berapa takaran iman kamu di dada bukan? Mengapa saya berkata demikian sebab manusia tidak mengetahuinya. Manusia hanya tahu yang lahiriah saja. Contoh manusia bisa membaca itu di karenakan usahanya sendiri, di samping adalah Rahmat dari Allah juga. Itu artinya Allah menciptakan orang pintar dan orang bodoh dan itu sesungguhnya kedua-duanya adalah rahmat. Entah metode apa lagi yang ingin saya katakan padamu agar kamu ngerti. Lalu di mana kata2 saya yang kontradiksi?
      Lalu bagaimana hal ini tidak terjadi pada Nabi? Kan begitu image kamu? Padahal Rasulullah tidak pandai membaca, mengapa dia menjadi cerdas, kan begitu maksud kamu? Kamu itu lupa bahwa yang membimbingnya adalah Allah, Zat yang mengusai segala ilmu, apalah artinya ilmu manusia. Yang perlu engkau ketahui adalah bahwa Nabi Muhammad SAW adalah orang besar, beliau tidak tunduk dengan hukum yang di ciptakan manusia, manusia biasa seperti kita untuk bisa mengerti dengan apa yang ada di dalam kitab, kita harus membacanya bukan? Nah Nabi Muhammad itu tidak perlu itu semua. Beliau tidak tunduk dengan hukum2 tersebut, dia hanya tunduk dengan bimbingan Tuhan. Agar lebih sederhana begini:
      Manusia biasa seperti kita untuk menjalankan point catur maka kita memerlukan suatu siasat dan strategi untuk menipu lawan bukan? Dibutuhkan banyak langkah percobaan bukan? Nah seorang Muhammad itu sudah tahu bagaiman cara membunuh raja. Nah begitulah hakekat seorang nabi. Apa penjelasan saya ini belum nyambung?
      Baiklah saya akan memberikan contoh satu lagi agar anda bisa mengerti. Nah Nabi Isa AS adalah orang besar, setiap orang besar tidak tunduk dengan hukum yang berlaku pada kenyataan yang ada, atau hukum yang ada. Nabi Isa ini lahir ke dunia tanpa manusia lain menyentuh ibunya. Hukum-hukum yang berlaku pada manusia lain belum tentu berlaku pada orang2 besar. Kita lihat manusia yang bernama Adam, ini lebih para lagi tidak ada ibu dan bapaknya namun bisa ada. Kalaulah persoalannya bahwa Nabi Isa lahir tanpa seorang Bapak, itu menjadikan alas an kalian menyembahnya, seharusnya Nabi Adam kalian tempatkan lebih tinggi dari itu.
      lihat dilema di atas,…
      1. jika allah Anda memberikan kebodohan kepada seseorang dan Anda sebut itu rahmatnya, maka betapa konyolnya menyuruh orang bodoh supaya cerdas…
      2. jika allah Anda memberi, maka seharusnya dia yang layak menilai bodoh atau cerdas, tetapi apa yang membuat Anda mengatai saya anak tklah, sdlah, smalah….. apakah Anda allah?


      oleh karena itu perantara tetap dibutuhkan bukan?

      *Sebenarnya tidak ada perantara dan ada perantara, itu hanya kebijakan Allah sendiri bukan berarti Allah tidak bisa mewahyukan langsung kepada nabi. Bukankah Wahyu itu juga langsung di turunkan kepada Jibril apa ada perantara antara Jibril dengan Allah?
      Anda mengatakan tidak ada korek api maka lilin tidak akan nyala, sekarang Anda plin-plan….

      mas filar mas filar…
      ada tiga oknum yang terlibat di dalam pewahyuan Surat..
      allah anda
      Jibril
      Rasullah
      nah untuk menguji kebenaran, bagaimana?

      *Benar…itu sebabnya ada kata-kata kami dalam Al quran umpamanya: “Kami turunkan Al Quran itu….atau “Kami tidak mengutus rasul sebelum kamu…” dll.

      *Untuk mengujinya sangat mudah kalau ada kesalahan, jangan kan nabi atau malaikat, kaum muslimin juga bisa kok. Pasti akan banyak di temukan pertentangan antara ayat2 satu dengan yang lainnya. Tapi satu yang jelas bahwa Allah tidak akan pernah salah itu yang harus engkau camkan.
      Mas Filar…
      1. jika sekelompok maling membuat rencana merampok bank, maka mereka akan menginformasikan suatu rencana yang matang supaya mereka berhasil dan tidak tertangkap,… nah informasi itu harus tidak bertentangan satu sama lain supaya berhasil…Intinya kalau pertentangan itu yang Anda buat patokan kebenaran, maka semua itu namanya logika tidak bersih…
      2. Wahyu itu menjadi Al Quran bukan? nah kalau kita menguji kebenaran dari 3 oknum itu dengan Wahyu itu sendiri, maka itu disebut Keras Kepala…
      dalam istilah sekarang disebut ..POKOKNYA SUDAH BEGITU…

      maka ketiga oknum harus diuji kebenarannya…
      sekarang bagaimana rasuallah yakin bahwa Jibril benar sementara beliau tidak pernah melihat allahnya?
      dan sebaliknya dan seterusnya…

      *Saya balik bertanya siapa yang akan menguji ketiga oknum yang kamu maksud? Manusia? Hahahah. Apakah engkau akan menguji Allah, Malaikat dan RasulNya? Ah…engkau ini hanya membuat aku tertawa saja. Hahahahah
      Jibril di dalam penyampaian wahyu kepada nabi di bimbing langsung oleh Allah, oleh sebab itu tidak akan pernah salah. Sementara untuk Zat Allah tidak perlu di kaji. Apakah untuk mengetahui kebenaran bahwa anda lulus ujian semester perlu bertemu langsung dengan orang yang menguji anda? Begitu pula hakekat sebenarnya dalam pewahyuan. Nabi Muhammad SAW tidak perlu mengoreksi apa yang di turunkan kepada beliau. Sebab berita itu pasti benar adanya. Terlalu hina bagi kita untuk mengoreksi perkataan Tuhan.
      Jibirl Anda katakan tidak pernah Salah, allah Anda juga begitu, Al Quran juga begitu….. yang saya tanya, bagaimana caranya Anda yakin itu pasti benar?….

      Quran adalah bacaan, AL Quran secara literal bisa diartikan kumpulan bacaan-bacaan,… bacaan2 mana? yaitu surah ini sampai surah itu…tidak ada hubugnannya dengan ALKITAB…

      *Memang tidak ada hubungannya dengan Alkitab, Alquran adalah karangan Allah sementara Alkitab karangan manusia.
      waddduh…. piye toh kang….dari awal kita bicara al quran di penggalan topik yang ini, Anda yang menghubung-hubungkannya dengan Alkitab, sehingga saya luruskan bahwa yang sedang kita bahas adalah Al Quran, bukan Alkitab…

      justru itu masalahnya kawan… coba katakan berapa kali surah turun?… maka lipatkan saja denagn 50000 tahun supaya semua surah itu lengkap,… artinya seharusnya surah itu lengkap sektiar 23 kali 50000 tahun ke depan….bicara mengenai seluruh muslim percaya al quran lalu menjadi kebenaran,… itu namanya Un CLEAR THINKING temanku… jika demikian maka Anda seharusnya percaya ALKITAB sebab 2 milyard orang lebih banyak dari umat muslim yang percaya kepada ALKITAB… pertanyaan karena lebih banyak yang percaya ALKITAB nah Anda percaya ALKITAB tidak?…

      *Hahaha entah mengapa pada saat2 ini saya begitu suka tertawa dengan postinganmu. Coba engkau hitung sendiri itulah umur dunia. Dengan kode yang ada di Al quran maka engkau akan mengetahui umur dunia saat ini. Penasaran???hahaha Itu bukti bahwa Al Quran itu berasal dari Allah, bukan karangan Muhammad.
      Parhobas jujur saya akui saya senang berdiskusi dengan mu, saya suka engkau selalu ingin tahu walaupun sebenarnya engkau tutup2i. Hahahaha.
      Oke saya harus mulai dari mana? Oh ya saya harus mencantumkan sebuah ayat dulu baru bisa masuk:
      70:4.” Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.”

      32:5. “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”.

      Secara ringkas, umur elemen kimia dapat diperkirakan berdasarkan uji radio aktif terhadap atom tersebut. Dan umum¬nya dapat ditentukan dengan menggunakan uji contoh batu¬batuan, yaitu dengan mengukur perubahan elemen berat seperti Rubidium Rb-87. Bila uji Rubidium ini diterapkan atas batuan yang tertua di bumi akan didapatkan bahwa batuan tertua ber¬umur 3,8 miliar tahun. Jika diterapkan atas batuan tertua dari meteor akan didapatkan angka 4,56 miliar tahun. Kesimpulan ini membuktikan bahwa tata surya kita berumur sekitar 4,6 miliar tahun, dengan tingkat kesalahan 100 juta tahun. Sedikit berbeda, bila metode ini digunakan untuk mengukur gas di alam semesta maka akan menyebabkan tingkat variasi yang lebih lebar. Ilmuwan cukup puas mengetahui umur alam se¬mesta sejak Dentuman Besar dengan perhitungan elemen kimia yaitu antara 11-18 miliar tahun.

      Mohamed Asadi dalam bukunya The Grand Unifying Theory of Everything mengatakan bahwa umur alam semesta, berdasarkan penyelidikannya terhadap bintang-bintang tertua, adalah antara 17 sampai 20 miliar tahun. Sedangkan Profesor Jean Claude Batelere dari College de France menyatakan bahwa umur alam semesta kira-kira 18 miliar tahun.

      Dalam al-Qur’an ada dua ayat yang mengindikasikan perhitungan alam semesta selain makna relativitas waktu, yaitu Surat as-Sajdah (32:5) dan al-Ma’arij (70:4).

      “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) keyada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (al-Ma’arij 70 : 4)

      Kita dapat mencatat bahwa al-Qur’an tidak mengatakan “50.000 tahun” waktu bumi. Karena waktu ini adalah waktu relatif di suatu tempat di langit, di mana satu hari sama dengan 1000 tahun waktu bumi. Hari relatif tersebut merupakan umur alam semesta di mana sistem tata surya manusia (kita) berada.

      Mari kita konversikan waktu relatif alam semesta:

      50.000 x 365,2422 = 18.262.110

      Satu hari relatif di “satu tempat” di alam semesta, di tempat malaikat melaporkan urusannya, sama dengan 1000 tahun di bumi:
      18.262.110 x 1000 = 18.262.211.000 tahun atau 18,26 miliar tahun.

      Dengan demikian, umur alam semesta relatif adalah 18,26 miliar tahun. Hasilnya hampir sama dengan perhitungan Profesor Jean Claude Batelere dari College de France tersebut di atas.

      NASA memperkirakan umur alam semesta antara 12-18 miliar tahun berdasarkan pengukuran seberapa cepat alam semesta kita ini ekspansi setelah terjadinya “Dentuman Besar” 6

      Dr. Marshall Joy dan Dr. John Carlstrom dari Universitas Chicago (tim NASA) telah mampu mengatasi masalah pengukuran kecepatan ekspansi alam semesta dengan teknik terbaru, yaitu menggunakan radio interferometer untuk menyelidiki dan mengukur fluktuasi Cosmic Microwave Background Radiation (CMBR). Dengan demikian, umur alam semesta dapat diperkirakan. Sedangkan tim NASA lainnya memperkirakan umur alam semesta antara 8-12 miliar tahun berdasarkan pengukuran jarak galaksi “M100″ dengan teleskop ruang angkasa Hubble. Galaksi tersebut diperkirakan berjarak 56 juta tahun cahaya dari bumi. Namun demikian, pengukuran umur alam semesta ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin alam semesta umurnya lebih muda, padahal salah satu bintang di Bima Sakti mungkin umurnya jauh lebih tua dari perkiraan tersebut?

      Itu artinya Al Quran itu sudah berumur 18,26 Milyar tahun yang di simpan di Lauhmahfuz (Arsib Allah). Hanya saja di dalam penyampai wahyu Allah mempersingkat perjalanan Jibril.

      Kalau banyak orang lain membaca Alkitab ya syukur dong mudah-mudahan mereka bisa menemukan banyaknya kejanggalan-kejanggalan dalam kitab tersebut.

      1.1000 tahun di atas solar apa lunar?

      2. Mas filar, maka saya tanya kepada Anda… jika usia al quran berdasar pengali 50000 tahun/masa itu maka dapat dipastikan al quran bentuk tulisan yang sekarang baru selesai seharusnya paling tidak 23×50000 tahun/masa ke depan….
      3. setelah ditemukan theori2 radiasi, maka paling tidak sudah 3 kali revisi usia alam semesta, nah jika saudara muslim menggunakan ilmu2 kontemporer untuk menafsir al quran, maka islam sudah diambang batas …


      terlalu besar pertaruhan antara allah Anda dengan ahli sejarah kawanku…. seharusnya ajakan lae Sihotang untuk “DIAM”, lebih Anda responi ketimbang merasa hebat dan pintar di hadapan kami….
      coba Anda google yang namanya TACITUS…

      *Siapa yang merasa hebat? saya kan hanya beradu argumentasi saja, tidak lebih dari itu. Kenapa menyuruhku diam, mengapa kalian tidak mengeluarkan argumen2 kalian juga untuk mematahkan apa yang saya katakan.
      “DIAM” artinya mari kita mengimani iman masing-masing. Hidup di dalam damai dan kasih…. toh tujuan blog ini bukan untuk berargumentasi tentang keimanan, tetapi untuk menginformasikan bahwa iman Kristen adalah ini dan itu…tujuan saya bertanya ini dan itu untuk memperjelas jurang pemisah antara Kristen dan Islam…tetapi sepertinya mas Filar tidak menangkap, sehingga saya terus bertanya saja hehehhe…


      pertanyaan kembali ke awal diatas, bagaimana kamu menguji wahyu yang disampaikan Jibril adalah benar?

      *kalau ada ayat2 yang saling bertentangan itu jelas menjadi sebuah pertanyaan.
      cara mengujinya yang saya tanya. banyak yang tidak bertentangan, tetapi nyatanya muatannya harus diuji…

      dikunci oleh angka 19, artinya dapat dilihat, artinya Islam melulu selalu ingin terlihat secara literal…jadi pernyataan membenci ajarannya tetapi bukan orangnya itu menjadi mentah…Anda membenci orangnya sepaket dengan membenci ajarannya… itu BERBOHONG kawan…Anda tidak jujur…

      *Saya tidak melihat ajaran islam ini salah, tidak ada kesalahan dalam islam, lalu untuk apa membenci, yang saya benci apa bila ajaran2 seseorang itu penuh dengan kebohongan, itu yang saya benci. Sekalipun dia seorang ulama islam, kalau memang apa yang di sampaikannya tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Kasus seperti ini banyak terjadi di tempat saya.
      sebenarnya pernyataan saya adalah mengenai kebencian Anda kepada Paulus…tetapi tidakapa2lah…
      bisa ngga pengajaran seseorang dari muslim dilepaskan dari pengajaran yang dia terima dari sumber yang lain?

      Jika YESUS tidak disalib, maka ALKITAB PERJANJIAN BARU tidak akan ada…. jadi bagaimana sekarang?

      *Yesus kamu itu memang tidak di salib, kitab kamu sendiri yang mengatakannya begitu. Ada tiga belas bukti atau fakta yang ada di dalam alkitab. Mungkin juga bisa lebih bisa saja 14 bukti. Kamu seharusnya lebih paham dari pada aku tentang alkitab. Bagaimana kalau aku pertegas bahwa Perjanjian Lama adalah Taurat dan Perjanjian Baru adalah Injil.
      Taurat di turunkan kepada Musa
      Injil di turunkan kepada Isa.
      Tidak ada sangkut pautnya antara Injil dengan isu penyaliban tersebut. Yang di salibkan bukan Isa tapi muridnya yang diserupai dengannya. Bukankah kitab Injil itu ada di dalam dada Nabi Isa, sama halnya dengan Nabi Muhammad SAW bahwa Al Quran itu juga berada di dadanya.
      Bagaimana mungkin Kitab Injil tidak ada sedangkan Nabinya sehat wal afiat? Terjadi atau tidak terjadi isu penyaliban itu apa hubungan dengan kitab Injil.
      inilah kenapa saya mengajak untuk “BERDIAM”…kenapa? karena satu:
      Anda merasa mengerti ALKITAB, tetapi memaksa apa yang kamu mengerti itu kepada apa yang seharusnya aku mengerti…jika Anda meyakini saya lebih mengerti Alkitab ketimbang Anda lalu kenapa ANda tidak percaya kepada apa yang saya omongkan?…

      dua:
      Anda tentu tidak mau saya katakan bahwa allah Anda pendusta bukan?
      bagaimana tidak, sebab 10-an ahli sejarah sekuler mencatat bahwa YESUS disalib,…bahkan sudah saya katakan jika YESUS tidak disalib, maka Perjanjian Baru tidak akan pernah ada…, nah jika Al Quran sudah ada 50000 tahun sebelumnya masak bisa salah informasi?..
      contoh matematika dasar sebagai perbandingan, 1+1=2, tetapi karena
      ada Al Quran 1+1=3… nah itu lah yang terjadi perihal YESUS disalib..

      Jadi urusan siapa pendusta sangat dipertaruhkan,.. dan semoga kebencian Anda akan pendusta bisa bertumbuh… tetapi masak segampang itu? tidak segampang yang dikira jika berhubungan dengan iman bukan?…. pernyataan Anda tidak pernah berbohong kepada ALLAH ALAM SEMESTA harus bener-bener diuji kawan…

  25. saya bertanya Alkitab, Anda menjawab Injil… itu dua hal yang berbeda kawan… Alkitab itu berisi Injil, dan Injil bukanlah Alkitab…nah hal inilah yang saya omongkan kepada Anda untuk dapat merevisi pengetahuan mu itu…sekali lagi Alkitab berisi Injil dan Injil bukanlah Alkitab…

    *Bagus ternyata anda sendiri mengakui bahwa Alkitab dan Injil itu berbeda, ternyata anda sudah ada kemajuan. Saya kira selama ini anda mengamini alkitab buatan paulus itu. Kalau kamu sudah tahu bahwa Injil dan Alkitab itu beda, mengapa kamu tetap berpegang teguh dengan Alkitab karangan paulus itu?

    “Kami menurunkan AI-Quran kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu.” (QS 16:89)
    itu alur pikiran Anda yang saya rangkum mas Filar, tentu saja itu benar menurutmu…

    *Itu benar, bukan menurutku tapi Al Quran sendirilah yang mengatakannya begitu dan saya hanya tinggal beriman kepada Al Quran itu.

    Dari awal saya sudah tanyakan kepada Anda…. berarti allah Anda sengaja memberikan kebodohan kepada orang-orang tertentu, tetapi suatu saat yang lain memohon orang lain supaya cerdas,… jadi bagaimana bisa terjadi orang yang diberikan kebodohan untuk menjadi cerdas? nangkap ngga mas Filar?

    *Salah satu sifat Allah yaitu Maha Berkehendak, Dia berhak siapa saja yang Dia kehendaki manusia menjadi penghuni neraka, apa lagi berkehendak untuk membuat manusia menjadi bodoh, sangat mudah bagiNya. Nah di dalam ajaran islam itu Allah menyuruh manusia untuk berusaha walaupun pada akhirnya takdir yang telah Dia tentukan berkata lain. Artinya walaupun engkau tahu bahwa besok hari kiamat, namun di tanganmu ada bibit tanaman maka tanamlah itulah yang di anjurkan dalam islam. Jadi yang sebenarnya nggak nangkap neh siapa Par?

    Justru itu yang harus Anda jawab dari awal sebab Anda katakan supaya cerdas maka kita harus rajin membaca… nah sekarang coba tanya kepada dirimu sendiri, apa jadinya dunia ini kalau semua cerdas?….tetapi timbul lagi pertanyaan bukan,… seperti pertanyaan di atas… ternyata kebodohan juga sengaja diberikan oleh allah Anda,.. lalu saat yang lain mengharapkan orang supaya cerdas.. trus piye jadinya?…masak kambing diajari cara mengaum ala singa? ora iso son…

    Waduh Par… Par kok para bener kamu ini. Entah bahasa yang macam mana lagi agar kamu bisa ngerti atau analogi saya terlalu tinggi? Entahlah capek neh…
    Asal kamu tahu aja, kamu itu sebelum di lahirkan di dunia ini oleh ibu kamu sudah ada takdirnya di Lauhmahfuz. Apakah pada akhirnya kamu itu masuk agama islam hanya Allah saja yang tahu, walaupun kamu itu saat ini mati-matian mempertahankan iman kamu, apa kamu sanggup melawan kehendak Allah. Begitu juga dengan manusia yang lainnya, termasuk aku, sedetik kedepan ghaib bagi manusia. Kalau Allah berkehendak bisa saja kambing mangaum ala singa, apa kamu berani bantah?

    lihat dilema di atas,…
    1. jika allah Anda memberikan kebodohan kepada seseorang dan Anda sebut itu rahmatnya, maka betapa konyolnya menyuruh orang bodoh supaya cerdas…
    2. jika allah Anda memberi, maka seharusnya dia yang layak menilai bodoh atau cerdas, tetapi apa yang membuat Anda mengatai saya anak tklah, sdlah, smalah….. apakah Anda allah?

    1*Kalau Allah berkehendak bahwa si A harus tolol, maka sampai kapanpun ya tetap tolol alias dungu. Permasalahannya sekarang adalah apakah Si A tahu kalau dia tetap akan tolol terus? Bukankah dia (Si A) tetap di perintah untuk tetap berusaha untuk bisa menjadi pintar bukan? Itulah yang di namakan TAKDIR. Yang tak seorangpun mengetahuinya.
    2*Hahaha saya menggunakan analogi itu agar kamu bisa memahami tingkatan bahasa yang saya gunakan, saya gunakan gaya anak tk, maka kamu nggak nyambung, saya gunakan pada tingkatan yang lebih tinggi dari itu, nggak juga nyambung, lalu dengan asumsi pada tingkatan yang lebih tinggi lagi kagak nyambung juga, lalu saya harus bagaimana lagi, saya gunakan sedikit bahasa ilmiah malahan kamu nyebut saya ngelantur. Lalu saya singgung tentang profesi kamu sebagai “tukang insinyur elektro“jawaban kamu salah semua. (jawaban yang benar adalah menukar posisi positif pada kutub elco pada posisi beckground) kan sudah saya katakan bahwa itu adalah hasil eksperimen saya ketika di sd. Dan lampu itu ternyata berhasil menjadi klap klip walaupun hanya menggunakan dua buah LED. Atau menukar transistor jenis npn ke pnp. Gitu aja repot. Saya juga tahu apa itu elco kalau kelebihan muatan dia akan meledak, saya kan meminta solusi bukan akibat. Payah ne kagak nyambung, Entah bagaimana lagi saya menerangkannya pada kamu. Oke besok saya fikirkan cara diskusi cantik denganmu.

    Anda mengatakan tidak ada korek api maka lilin tidak akan nyala, sekarang Anda plin-plan….

    *Saya menggunakan analogi itukan supaya kamu ngerti Parrrr….Waduh Para betul kamu ini Par…itu analogi saya yang sangat sederhana Par kalau begitu aku kabur aja Par. Mules perut ku hehehehe….

    Mas Filar…
    1. jika sekelompok maling membuat rencana merampok bank, maka mereka akan menginformasikan suatu rencana yang matang supaya mereka berhasil dan tidak tertangkap,… nah informasi itu harus tidak bertentangan satu sama lain supaya berhasil…Intinya kalau pertentangan itu yang Anda buat patokan kebenaran, maka semua itu namanya logika tidak bersih…

    1. Yang mana lagi ini Par kan sudah saya jelaskan semuanya, kamu itu mungkin memang kagak ngerti dengan konsep islam sementara kamu beranalogi dengan konsep iman kamu ya kagak nyambung dong. Saya datang ke sinikan untuk berargumentasi saja, tidak lebih dari itu, kamu layani ya syukur, kamu diam saja nggak apa2 toh kita kan punya iman masing2 hanya saja prespektif kamu tentang islam itu apa dan prespektiv saya tentang kristen itu apa, hanya itu saja tidak lebih dari itu. Tidak ada maksud di hati ini untuk menggurui kamu dalam iman kamu. Saya juga tidak bermaksud untuk mencari titik temu, sebab saya tahu memang nggak bakalan ketemu. Saya hanya ingin mengetahui bagaimana rasanya berdialog dengan orang2 nasrani itu saja. Saya senang datang kesini sebab di blog2 lain seperti “jelasnggak” lebih banyak fitnahnya dan gaya dia ngomong urakan dan seperti orang pemabuk hahaha.

    2. Wahyu itu menjadi Al Quran bukan? nah kalau kita menguji kebenaran dari 3 oknum itu dengan Wahyu itu sendiri, maka itu disebut Keras Kepala…
    dalam istilah sekarang disebut ..POKOKNYA SUDAH BEGITU…

    2. Wahyu itu adalah Al Quran itu sendiri bukan “menjadi”, Al Quran bukan mahkluk hidup.

    Jibirl Anda katakan tidak pernah Salah, allah Anda juga begitu, Al Quran juga begitu….. yang saya tanya, bagaimana caranya Anda yakin itu pasti benar?….

    *Salah satu sifat Allah adalah Dia Maha Benar, karena sifat inilah yang membuat saya yakin bahwa Al Quran adalah benar tidak mugkin salah, Atau mustahil salah. Tidak ada kamus salah dalam Al Quran. Setiap ayat yang menyinggung sebuah ilmu pengetahuan misalnya kedokteran, maka Al Quran akan menjadi salah apabila apa yang tertulis di sana tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Gitu aja repot. Contoh: Al Quran menyinggung masalah kulit di dalam penyiksaan di neraka, timbul pertanyaan ada apa dengan kulit manusia? Seorang dokter kulit dari jepang masuk islam gara2 kulit ini. Ternyata rasa sakit yang di rasakan oleh manusia bersumber dari otak, yang seluruh jaringan syarafnya terdapat di bawah kulit. Jaringan syaraf ini semakin kedalam semakin jarang, itulah sebabnya Al Quran berkata “Setiap kulit mereka hangus, maka Kami ganti dengan kulit yang baru agar mereka merasakan azab yang membakar ini”. Itulah Al Quran yang kebenarannya sangat mudah di pelajari.

    Contoh kedua: Al Quran menyinggung dalam penciptaan manusia, bahwa manusia itu diciptakan dari air yang terpancar dari tulang sulbi laki-laki yang tersimpan di dalam tempat yang kokoh (Buah Zakar) kanyataan yang ada sekarang memang demikian adanya bukankah air mani leki-laki itu tersimpan di skutrum zakar? Hahaha.

    Contoh ketiga: Allah berfirman di dalam al-Quran tentang salah satu kejahatan orang kafir yang melarang Nabi Muhammad SAW untuk shalat di Ka’bah:

    “Ketabuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubun-nya, (yaitu ) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. ”
    (QS al -Alaq : 15 -16)

    Mengapa al-Quran menggambarkan bagian depan kepala sebagai pembohongan dan perbuatan dosa? Mengapa al-Quran tidak mengatakan bahwa seseorang itu berbohong dan melakukan dosa? Apakah ada hubungannya antara bagian depan kepala dan kebohongan dan perbuatan penuh dosa?
    Jika kita melihat tengkorak bagian depan kepala, kita akan mendapatkan atau menemukan daerah prefrantal pada otak besar. Apa yang fisiologi katakan kepada kita tentang fungsi daerah ini? Sebuah buku yang berjudul Essentials of Anatomy Physiology menyatakan tentang daerah ini: “Motivasi dan tinjauan ke masa depan untuk merencanakan dan memulai atau memprakarsai pergerakan yang terjadi di bagian depan dari cuping garis depan, daerah prefrantal. Ini adalah daerah dari gabungan atau kumpulan kulit otak.” Buku ini juga menyatakan: “Dalam hubungannya dengan keterlibatannya di dalam motivasi daerah prefrantal juga dipikir untuk dijadikan pusat fungsi untuk penyerangan.”
    Sehingga daerah otak besar ini bertanggung jawab untuk merencanakan, memotivasi, dan memulai perbuatan baik maupun buruk dan bertanggung jawab untuk menceritakan kebohongan dan mengatakan kebenaran. Oleh karena itu, sangat tepat menggambarkan bagian depan kepala sebagai kebohongan dan perbuatan penuh dosa ketika seseorang berbohong atau melakukan sebuah dosa sebagaimana yang ada di dalam al-Quran surat al-Alaq : 15-16. Para ilmuwan hanya menemukan fungsi daerah prefrantal ini pada 60 tahun terakhir, menurut Profesor Keith Moore
    Saya kira tiga itu saja dulu.

    waddduh…. piye toh kang….dari awal kita bicara al quran di penggalan topik yang ini, Anda yang menghubung-hubungkannya dengan Alkitab, sehingga saya luruskan bahwa yang sedang kita bahas adalah Al Quran, bukan Alkitab…

    *Oke kalau begitu,ngomong dong dari tadi.

    1.1000 tahun di atas solar apa lunar?

    *1000 tahun itu menurut perhitungan kita itu artinya 1000 kali revolusi bumi. Itu artinya solar atau lunar kamu sendiri ngartikannya Saya udah capek ngetik. Hehehe

    2. Mas filar, maka saya tanya kepada Anda… jika usia al quran berdasar pengali 50000 tahun/masa itu maka dapat dipastikan al quran bentuk tulisan yang sekarang baru selesai seharusnya paling tidak 23×50000 tahun/masa ke depan….

    *bukan begitu maksudnya bro, itu kalau di hitung berdasarkan hitungan kita. Tentunya Al Quran itu akan sampai di bumi 18M tahun lagi. Di dalam ayat yang saya postkan itu demikianlah kecepatan Malaikat menyampai Wahyu, apa bila di lakukan oleh manusia ya 50,000 tahun lamanya. Allah sengaja menggambarkan demikan betapa tingginya dan luasnya langit ini. Dan angka 50.000 yang di gunakan oleh Al Quran juga bisa untuk mengukur lamanya berdiri alam semesta ini. Angka 50.000 itu adalah kode takdir yang ada di Lauhmahfuz yang merupakan Arsip Allah, sebelum alam ini ada takdir kita sudah ada di sana 50.000 tahun lamanya. Jadi takdir kamu itu lebih tua dari umur dunia ini yaitu lebih tua dari alam semesta ini 50.000 tahun lamanya. Nyambung belum?

    3. setelah ditemukan theori2 radiasi, maka paling tidak sudah 3 kali revisi usia alam semesta, nah jika saudara muslim menggunakan ilmu2 kontemporer untuk menafsir al quran, maka islam sudah diambang batas …

    *itu hanya berdasarkan teori buta belaka, siapa yang percaya sebab konsep itu sangat berlawanan dengan Al Quran, itulah gunanya Al Quran sebagai pedoman umat manusia, yang kita tidak akan sesat selamanya selagi berpegang teguh padanya.

    “DIAM” artinya mari kita mengimani iman masing-masing. Hidup di dalam damai dan kasih…. toh tujuan blog ini bukan untuk berargumentasi tentang keimanan, tetapi untuk menginformasikan bahwa iman Kristen adalah ini dan itu…tujuan saya bertanya ini dan itu untuk memperjelas jurang pemisah antara Kristen dan Islam…tetapi sepertinya mas Filar tidak menangkap, sehingga saya terus bertanya saja hehehhe…

    *Sah-sah saja kamu nanya malahan saya suka hehehe. Saya tidak hebat dan cerdas saya hanya hamba Allah yang hina tidak lebih dari itu, yang hebat itu hanya Allah saja.

    cara mengujinya yang saya tanya. banyak yang tidak bertentangan, tetapi nyatanya muatannya harus diuji…

    *tidak ada yang bertentangan kalau ada kamu boleh cantunmkan suratnya. Cara mengujinya ya itu tadi tiga contoh di atas, harus dengan disiplin ilmu.

    sebenarnya pernyataan saya adalah mengenai kebencian Anda kepada Paulus…tetapi tidakapa2lah…

    *Oh…Ngomong dong dari tadi, itulah kami nyangkapun tidak, ku kira maksudnya orang lain. Aku tidak benci sama Paulus. Aku hanya benci apa yang dia bawah, itu saja tidak ada manfaatnya saya membenci seseorang hanya akan menambah dendam dan merusak syaraf, adrenalin, system pencernaan dan akan cepat membuat kita cepat tua. Saya lebih suka biasa-biasa saja.

    bisa ngga pengajaran seseorang dari muslim dilepaskan dari pengajaran yang dia terima dari sumber yang lain?

    *saya kira tidak bisa sebab hal ini menyangkut hidayah Allah dan takdir tadi heheheh.

    inilah kenapa saya mengajak untuk “BERDIAM”…kenapa? karena satu:
    Anda merasa mengerti ALKITAB, tetapi memaksa apa yang kamu mengerti itu kepada apa yang seharusnya aku mengerti…jika Anda meyakini saya lebih mengerti Alkitab ketimbang Anda lalu kenapa ANda tidak percaya kepada apa yang saya omongkan?…

    *Bukan saya tidak ngerti dengan omongan kamu Par…hanya saja saya berusaha untuk menjelaskan dengan versi saya bukan versi kamu, hal itu saya lakukan agar kamu mengetahui sedikit banyak tentang islam. Bukan berarti saya menyuruh kamu untuk masuk islam, siapa sudi nyuruh kamu masuk islam, ntar nggak ada tempat di syurga buat saya (canda)

    dua:
    Anda tentu tidak mau saya katakan bahwa allah Anda pendusta bukan?

    *Itu hak kamu Par untuk mengatakan Allah pendusta, saya hanya menyampaikan apa yang patut saya sampaikan. Satu yang jelas Allah kamu dan Allahku adalah satu, tidak ada yang lain. Allah kamu yang selama ini kamu tigakan itulah yang menurunkan Al Quran, yang selama ini kamu dustai, engkau letakkan kedudukannya lebih hina dari manusia, yang engkau campakan begitu saja seperti sampah, padahal Dia tidak pernah minta hartamu dan kekayaanmu, Dia tetap memberimu penghidupan yang layak walaupun tanpa engkau sadari.

    bagaimana tidak, sebab 10-an ahli sejarah sekuler mencatat bahwa YESUS disalib,…bahkan sudah saya katakan jika YESUS tidak disalib, maka Perjanjian Baru tidak akan pernah ada…, nah jika Al Quran sudah ada 50000 tahun sebelumnya masak bisa salah informasi?..
    contoh matematika dasar sebagai perbandingan, 1+1=2, tetapi karena
    ada Al Quran 1+1=3… nah itu lah yang terjadi perihal YESUS disalib..

    *itu juga hak kamu Par untuk menuhankan manusia, yang engkau letakkan kedudukannya sederajat dengan Tuhan sesungguhnya. Apa kamu tidak bisa membedakan manusia (Mahkluk) dengan (Khalik). Tuhan kamu yang sesungguhnya itu (Allah) adalah Zat Yang Maha Suci, yang tidak tembus oleh akal manusia atas kesucianNya, apa yang dianggap suci oleh manusia.

    Jadi urusan siapa pendusta sangat dipertaruhkan,.. dan semoga kebencian Anda akan pendusta bisa bertumbuh… tetapi masak segampang itu? tidak segampang yang dikira jika berhubungan dengan iman bukan?…. pernyataan Anda tidak pernah berbohong kepada ALLAH ALAM SEMESTA harus bener-bener diuji kawan…

    *Tidak baik berburuk sangka begitu. Tidak saja menambah dosa juga menambah fikiran yang merusak struktur tubuh, ujilah semampu kamu menguji sebab tidak ada gunannya berbohong pada Zat Yang Maha Tahu juga tidak perlu berbicara keras pada Zat Yang Maha Mendengar. Jujur saya katakan bahwa saya memang tidak perna berbohong pada Allah, untuk apa sih saya berbohong pada Allah, sia-sia saja Par.

    • @Filar

      saya bertanya Alkitab, Anda menjawab Injil… itu dua hal yang berbeda kawan… Alkitab itu berisi Injil, dan Injil bukanlah Alkitab…nah hal inilah yang saya omongkan kepada Anda untuk dapat merevisi pengetahuan mu itu…sekali lagi Alkitab berisi Injil dan Injil bukanlah Alkitab…

      *Bagus ternyata anda sendiri mengakui bahwa Alkitab dan Injil itu berbeda, ternyata anda sudah ada kemajuan. Saya kira selama ini anda mengamini alkitab buatan paulus itu. Kalau kamu sudah tahu bahwa Injil dan Alkitab itu beda, mengapa kamu tetap berpegang teguh dengan Alkitab karangan paulus itu?

      ALKITAB = 4 Kitab INJIL + 62 Kitab lain (a.l Tulisan Paulus+Nabi-Nabi)…
      jadi kalau Anda katakan ALKITAB karangan PAULUS, itu salah, pengetahuanmu itu harus kamu revisi…


      itu alur pikiran Anda yang saya rangkum mas Filar, tentu saja itu benar menurutmu…

      *Itu benar, bukan menurutku tapi Al Quran sendirilah yang mengatakannya begitu dan saya hanya tinggal beriman kepada Al Quran itu.
      kembali ke awal…dari mana Anda tahu AQ benar?

      Dari awal saya sudah tanyakan kepada Anda…. berarti allah Anda sengaja memberikan kebodohan kepada orang-orang tertentu, tetapi suatu saat yang lain memohon orang lain supaya cerdas,… jadi bagaimana bisa terjadi orang yang diberikan kebodohan untuk menjadi cerdas? nangkap ngga mas Filar?

      *Salah satu sifat Allah yaitu Maha Berkehendak, Dia berhak siapa saja yang Dia kehendaki manusia menjadi penghuni neraka, apa lagi berkehendak untuk membuat manusia menjadi bodoh, sangat mudah bagiNya. Nah di dalam ajaran islam itu Allah menyuruh manusia untuk berusaha walaupun pada akhirnya takdir yang telah Dia tentukan berkata lain. Artinya walaupun engkau tahu bahwa besok hari kiamat, namun di tanganmu ada bibit tanaman maka tanamlah itulah yang di anjurkan dalam islam. Jadi yang sebenarnya nggak nangkap neh siapa Par?
      jadi ngga ada gunannya Anda puasa, beramal saleh, jika allah Anda ternyata dari awal sudah menentukan Anda jadi penghuni neraka, kira2 begitu kan artinya…


      Justru itu yang harus Anda jawab dari awal sebab Anda katakan supaya cerdas maka kita harus rajin membaca… nah sekarang coba tanya kepada dirimu sendiri, apa jadinya dunia ini kalau semua cerdas?….tetapi timbul lagi pertanyaan bukan,… seperti pertanyaan di atas… ternyata kebodohan juga sengaja diberikan oleh allah Anda,.. lalu saat yang lain mengharapkan orang supaya cerdas.. trus piye jadinya?…masak kambing diajari cara mengaum ala singa? ora iso son…

      Waduh Par… Par kok para bener kamu ini. Entah bahasa yang macam mana lagi agar kamu bisa ngerti atau analogi saya terlalu tinggi? Entahlah capek neh…
      Asal kamu tahu aja, kamu itu sebelum di lahirkan di dunia ini oleh ibu kamu sudah ada takdirnya di Lauhmahfuz. Apakah pada akhirnya kamu itu masuk agama islam hanya Allah saja yang tahu, walaupun kamu itu saat ini mati-matian mempertahankan iman kamu, apa kamu sanggup melawan kehendak Allah. Begitu juga dengan manusia yang lainnya, termasuk aku, sedetik kedepan ghaib bagi manusia. Kalau Allah berkehendak bisa saja kambing mangaum ala singa, apa kamu berani bantah?
      Jika ALLAH berkehendak tidak akan ada yang sanggup melawan, memang benar…
      pertanyaan sekarang adalah,, allah Anda telah menentukan sejak awal siapa yang masuk neraka…
      nah apa gunanya seseorang beragama Islam jika ternyata ada beberapa di antaranya yang masuk neraka?…
      bukankah masuk syurga tergantung amal saleh? alias tergantung perbuatan?… sekarang itu terbalik dengan masuk surga adalah kehendak allah Anda…

      lihat dilema di atas,…
      1. jika allah Anda memberikan kebodohan kepada seseorang dan Anda sebut itu rahmatnya, maka betapa konyolnya menyuruh orang bodoh supaya cerdas…
      2. jika allah Anda memberi, maka seharusnya dia yang layak menilai bodoh atau cerdas, tetapi apa yang membuat Anda mengatai saya anak tklah, sdlah, smalah….. apakah Anda allah?

      1*Kalau Allah berkehendak bahwa si A harus tolol, maka sampai kapanpun ya tetap tolol alias dungu. Permasalahannya sekarang adalah apakah Si A tahu kalau dia tetap akan tolol terus? Bukankah dia (Si A) tetap di perintah untuk tetap berusaha untuk bisa menjadi pintar bukan? Itulah yang di namakan TAKDIR. Yang tak seorangpun mengetahuinya.
      perhatikan point satu Anda di atas, itu tidak nyambung mas Filar… jika si A sudah dikehendaki allah Anda bodoh, maka sia2 dia mau jadi cerdas bukan?.. dan yang pasti ia tidak akan bisa cerdas, karena sudah ditakdirkan untuk bodoh… Filar, ajakamu supaya diskusi tidak dengan penuh kebencian itu harus kamu ujikan juga kepada dirimu sendiri OK…tenang saja diskusinya….

      2*Hahaha saya menggunakan analogi itu agar kamu bisa memahami tingkatan bahasa yang saya gunakan, saya gunakan gaya anak tk, maka kamu nggak nyambung, saya gunakan pada tingkatan yang lebih tinggi dari itu, nggak juga nyambung, lalu dengan asumsi pada tingkatan yang lebih tinggi lagi kagak nyambung juga, lalu saya harus bagaimana lagi, saya gunakan sedikit bahasa ilmiah malahan kamu nyebut saya ngelantur. Lalu saya singgung tentang profesi kamu sebagai “tukang insinyur elektro“jawaban kamu salah semua. (jawaban yang benar adalah menukar posisi positif pada kutub elco pada posisi beckground) kan sudah saya katakan bahwa itu adalah hasil eksperimen saya ketika di sd. Dan lampu itu ternyata berhasil menjadi klap klip walaupun hanya menggunakan dua buah LED. Atau menukar transistor jenis npn ke pnp. Gitu aja repot. Saya juga tahu apa itu elco kalau kelebihan muatan dia akan meledak, saya kan meminta solusi bukan akibat. Payah ne kagak nyambung, Entah bagaimana lagi saya menerangkannya pada kamu. Oke besok saya fikirkan cara diskusi cantik denganmu.
      saya justru masih menanggapi pernyataanmu bahwa transistor tidak ada kemungkinan rusak,… saya katakan transistor bisa rusak jika voltage breakdownya mendapat voltage lebih tinggi darinya…


      Anda mengatakan tidak ada korek api maka lilin tidak akan nyala, sekarang Anda plin-plan….

      *Saya menggunakan analogi itukan supaya kamu ngerti Parrrr….Waduh Para betul kamu ini Par…itu analogi saya yang sangat sederhana Par kalau begitu aku kabur aja Par. Mules perut ku hehehehe….

      analogimu itu tidak nyambung dengan kesimpulan dan premis awal… itu saya katakan plinplan…
      semoga Anda kabur secepatnya, dari blog ini,…..

      Mas Filar…
      1. jika sekelompok maling membuat rencana merampok bank, maka mereka akan menginformasikan suatu rencana yang matang supaya mereka berhasil dan tidak tertangkap,… nah informasi itu harus tidak bertentangan satu sama lain supaya berhasil…Intinya kalau pertentangan itu yang Anda buat patokan kebenaran, maka semua itu namanya logika tidak bersih…

      1. Yang mana lagi ini Par kan sudah saya jelaskan semuanya, kamu itu mungkin memang kagak ngerti dengan konsep islam sementara kamu beranalogi dengan konsep iman kamu ya kagak nyambung dong. Saya datang ke sinikan untuk berargumentasi saja, tidak lebih dari itu, kamu layani ya syukur, kamu diam saja nggak apa2 toh kita kan punya iman masing2 hanya saja prespektif kamu tentang islam itu apa dan prespektiv saya tentang kristen itu apa, hanya itu saja tidak lebih dari itu. Tidak ada maksud di hati ini untuk menggurui kamu dalam iman kamu. Saya juga tidak bermaksud untuk mencari titik temu, sebab saya tahu memang nggak bakalan ketemu. Saya hanya ingin mengetahui bagaimana rasanya berdialog dengan orang2 nasrani itu saja. Saya senang datang kesini sebab di blog2 lain seperti “jelasnggak” lebih banyak fitnahnya dan gaya dia ngomong urakan dan seperti orang pemabuk hahaha.
      Mas Filar…
      menurut terang Islam maka Kristen itu adalah kegelapan
      tetapi sebaliknya
      menurut terang Kristen maka Islam itu adalah kegelapan …
      jadi tetap ke pedoman saya, saya bertanya kepada ANda supaya semakin jelas betapa luasnya dan dalamnya jurang pemisah Antara Kristen dan Islam, sehingga untuk memaksakan persamaan akan amat sangat tidak mungkin….tetapi bagaimana bisa bersatu di dalam kehidupan nyata? ya seperti ajakan lae Sihotang,… hiduplah di dalam kasih dan damai.. sebab itu adalah tuntutan ajaran juga…

      2. Wahyu itu menjadi Al Quran bukan? nah kalau kita menguji kebenaran dari 3 oknum itu dengan Wahyu itu sendiri, maka itu disebut Keras Kepala…
      dalam istilah sekarang disebut ..POKOKNYA SUDAH BEGITU…

      2. Wahyu itu adalah Al Quran itu sendiri bukan “menjadi”, Al Quran bukan mahkluk hidup.
      koq jawabnya ngelantur… yang saya tanya bagaimana anda menguji kebenarannya?

      Jibirl Anda katakan tidak pernah Salah, allah Anda juga begitu, Al Quran juga begitu….. yang saya tanya, bagaimana caranya Anda yakin itu pasti benar?….

      *Salah satu sifat Allah adalah Dia Maha Benar, karena sifat inilah yang membuat saya yakin bahwa Al Quran adalah benar tidak mugkin salah, Atau mustahil salah. Tidak ada kamus salah dalam Al Quran. Setiap ayat yang menyinggung sebuah ilmu pengetahuan misalnya kedokteran, maka Al Quran akan menjadi salah apabila apa yang tertulis di sana tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Gitu aja repot. Contoh: Al Quran menyinggung masalah kulit di dalam penyiksaan di neraka, timbul pertanyaan ada apa dengan kulit manusia? Seorang dokter kulit dari jepang masuk islam gara2 kulit ini. Ternyata rasa sakit yang di rasakan oleh manusia bersumber dari otak, yang seluruh jaringan syarafnya terdapat di bawah kulit. Jaringan syaraf ini semakin kedalam semakin jarang, itulah sebabnya Al Quran berkata “Setiap kulit mereka hangus, maka Kami ganti dengan kulit yang baru agar mereka merasakan azab yang membakar ini”. Itulah Al Quran yang kebenarannya sangat mudah di pelajari.

      Contoh kedua: Al Quran menyinggung dalam penciptaan manusia, bahwa manusia itu diciptakan dari air yang terpancar dari tulang sulbi laki-laki yang tersimpan di dalam tempat yang kokoh (Buah Zakar) kanyataan yang ada sekarang memang demikian adanya bukankah air mani leki-laki itu tersimpan di skutrum zakar? Hahaha.

      Contoh ketiga: Allah berfirman di dalam al-Quran tentang salah satu kejahatan orang kafir yang melarang Nabi Muhammad SAW untuk shalat di Ka’bah:

      “Ketabuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubun-nya, (yaitu ) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. ”
      (QS al -Alaq : 15 -16)

      Mengapa al-Quran menggambarkan bagian depan kepala sebagai pembohongan dan perbuatan dosa? Mengapa al-Quran tidak mengatakan bahwa seseorang itu berbohong dan melakukan dosa? Apakah ada hubungannya antara bagian depan kepala dan kebohongan dan perbuatan penuh dosa?
      Jika kita melihat tengkorak bagian depan kepala, kita akan mendapatkan atau menemukan daerah prefrantal pada otak besar. Apa yang fisiologi katakan kepada kita tentang fungsi daerah ini? Sebuah buku yang berjudul Essentials of Anatomy Physiology menyatakan tentang daerah ini: “Motivasi dan tinjauan ke masa depan untuk merencanakan dan memulai atau memprakarsai pergerakan yang terjadi di bagian depan dari cuping garis depan, daerah prefrantal. Ini adalah daerah dari gabungan atau kumpulan kulit otak.” Buku ini juga menyatakan: “Dalam hubungannya dengan keterlibatannya di dalam motivasi daerah prefrantal juga dipikir untuk dijadikan pusat fungsi untuk penyerangan.”
      Sehingga daerah otak besar ini bertanggung jawab untuk merencanakan, memotivasi, dan memulai perbuatan baik maupun buruk dan bertanggung jawab untuk menceritakan kebohongan dan mengatakan kebenaran. Oleh karena itu, sangat tepat menggambarkan bagian depan kepala sebagai kebohongan dan perbuatan penuh dosa ketika seseorang berbohong atau melakukan sebuah dosa sebagaimana yang ada di dalam al-Quran surat al-Alaq : 15-16. Para ilmuwan hanya menemukan fungsi daerah prefrantal ini pada 60 tahun terakhir, menurut Profesor Keith Moore
      Saya kira tiga itu saja dulu.

      unclear logic…
      allah adalah benar
      siapaa yang mengatakan demikian?
      allah sendiri
      dari mana kita tahu?
      dari wahyu allah sendiri
      siapa yang menerima wahyu?
      rasulallah
      bagaimana kita tahu rasullah benar?
      dari wahyu…
      bagaimana wahyu kita tahu benar?
      karena allah benar
      bagaimana allah kita tahu benar?
      dari AQ
      dari mana kita tahu AQ benar?
      karena allah benar…
      dst.. dst.. melingkar2…
      itu namanya POKOKE wes ngono…

      waddduh…. piye toh kang….dari awal kita bicara al quran di penggalan topik yang ini, Anda yang menghubung-hubungkannya dengan Alkitab, sehingga saya luruskan bahwa yang sedang kita bahas adalah Al Quran, bukan Alkitab…

      *Oke kalau begitu,ngomong dong dari tadi.
      heran sama Anda…

      1.1000 tahun di atas solar apa lunar?

      *1000 tahun itu menurut perhitungan kita itu artinya 1000 kali revolusi bumi. Itu artinya solar atau lunar kamu sendiri ngartikannya Saya udah capek ngetik. Hehehe
      solar apa lunar?

      2. Mas filar, maka saya tanya kepada Anda… jika usia al quran berdasar pengali 50000 tahun/masa itu maka dapat dipastikan al quran bentuk tulisan yang sekarang baru selesai seharusnya paling tidak 23×50000 tahun/masa ke depan….

      *bukan begitu maksudnya bro, itu kalau di hitung berdasarkan hitungan kita. Tentunya Al Quran itu akan sampai di bumi 18M tahun lagi. Di dalam ayat yang saya postkan itu demikianlah kecepatan Malaikat menyampai Wahyu, apa bila di lakukan oleh manusia ya 50,000 tahun lamanya. Allah sengaja menggambarkan demikan betapa tingginya dan luasnya langit ini. Dan angka 50.000 yang di gunakan oleh Al Quran juga bisa untuk mengukur lamanya berdiri alam semesta ini. Angka 50.000 itu adalah kode takdir yang ada di Lauhmahfuz yang merupakan Arsip Allah, sebelum alam ini ada takdir kita sudah ada di sana 50.000 tahun lamanya. Jadi takdir kamu itu lebih tua dari umur dunia ini yaitu lebih tua dari alam semesta ini 50.000 tahun lamanya. Nyambung belum?
      Anda menggunakan rumusan ini untuk mengukur usia AQ toh… nah dengan aplikasi yang sama saya gunakan untuk menghitung berapa lama seharusnya AQ itu lengkap diwahyukan, yaitu paling tidak 23×50000 tahun ke depan… ada dasarnya Anda berdalih ke sana kemari?.. piye toh kang?

      3. setelah ditemukan theori2 radiasi, maka paling tidak sudah 3 kali revisi usia alam semesta, nah jika saudara muslim menggunakan ilmu2 kontemporer untuk menafsir al quran, maka islam sudah diambang batas …

      *itu hanya berdasarkan teori buta belaka, siapa yang percaya sebab konsep itu sangat berlawanan dengan Al Quran, itulah gunanya Al Quran sebagai pedoman umat manusia, yang kita tidak akan sesat selamanya selagi berpegang teguh padanya.
      saya melihat sebaliknya bahwa saudara moslem banyak memakain ilmu2 modern lalu menghubung2kannya dengan Al Quran.. itulah yang saya sebut, suatu saat ilmu modern itu berobah maka muslim akan kerepotan menafsir ulang AQnya… saran saya, saudara muslim harus segera meninggalkan ketergantungan kepada dunia…

      “DIAM” artinya mari kita mengimani iman masing-masing. Hidup di dalam damai dan kasih…. toh tujuan blog ini bukan untuk berargumentasi tentang keimanan, tetapi untuk menginformasikan bahwa iman Kristen adalah ini dan itu…tujuan saya bertanya ini dan itu untuk memperjelas jurang pemisah antara Kristen dan Islam…tetapi sepertinya mas Filar tidak menangkap, sehingga saya terus bertanya saja hehehhe…

      *Sah-sah saja kamu nanya malahan saya suka hehehe. Saya tidak hebat dan cerdas saya hanya hamba Allah yang hina tidak lebih dari itu, yang hebat itu hanya Allah saja.
      Jika Anda percaya hanya ALLAH yang hebat, apa gunanya kamu menguji2 saya? lalu mengatai2 PAULUS pembohong?… pikirkanlah itu kawan…

      cara mengujinya yang saya tanya. banyak yang tidak bertentangan, tetapi nyatanya muatannya harus diuji…

      *tidak ada yang bertentangan kalau ada kamu boleh cantunmkan suratnya. Cara mengujinya ya itu tadi tiga contoh di atas, harus dengan disiplin ilmu.
      ALLAH adalah MAHA PENGASIH…BENAR
      tetapi jika ada batas tertentu dari batas kesabaran, sehingga jika batas itu ditemukan maka sah untuk membalas, itu KONTRADIKSI…

      sebenarnya pernyataan saya adalah mengenai kebencian Anda kepada Paulus…tetapi tidakapa2lah…

      *Oh…Ngomong dong dari tadi, itulah kami nyangkapun tidak, ku kira maksudnya orang lain. Aku tidak benci sama Paulus. Aku hanya benci apa yang dia bawah, itu saja tidak ada manfaatnya saya membenci seseorang hanya akan menambah dendam dan merusak syaraf, adrenalin, system pencernaan dan akan cepat membuat kita cepat tua. Saya lebih suka biasa-biasa saja.
      makanya saran saya untuk istirahat itu amat tepat, ambillah istirahat beberapa hari tanpa menyentuh INTERNET, itu mungkin bisa menyegarkan pikiran Anda…

      bisa ngga pengajaran seseorang dari muslim dilepaskan dari pengajaran yang dia terima dari sumber yang lain?

      *saya kira tidak bisa sebab hal ini menyangkut hidayah Allah dan takdir tadi heheheh.
      nah karena tidak bisa itulah, maka saya wajib bertanya kepada Anda, bagaimana Anda tahu sumber penginformasi itu benar?


      inilah kenapa saya mengajak untuk “BERDIAM”…kenapa? karena satu:
      Anda merasa mengerti ALKITAB, tetapi memaksa apa yang kamu mengerti itu kepada apa yang seharusnya aku mengerti…jika Anda meyakini saya lebih mengerti Alkitab ketimbang Anda lalu kenapa ANda tidak percaya kepada apa yang saya omongkan?…

      *Bukan saya tidak ngerti dengan omongan kamu Par…hanya saja saya berusaha untuk menjelaskan dengan versi saya bukan versi kamu, hal itu saya lakukan agar kamu mengetahui sedikit banyak tentang islam. Bukan berarti saya menyuruh kamu untuk masuk islam, siapa sudi nyuruh kamu masuk islam, ntar nggak ada tempat di syurga buat saya (canda)
      sesama Kristen saja bisa berantem menjelaskan ALKITAB, sama halnya sesama ISLAM saja bisa berantem menjelaskan ALQURAN… masak ANda mau menjelaskan ALKITAB kepada saya dari sudut pandang AL QURAN? itu tidak efektif…

      dua:
      Anda tentu tidak mau saya katakan bahwa allah Anda pendusta bukan?

      *Itu hak kamu Par untuk mengatakan Allah pendusta, saya hanya menyampaikan apa yang patut saya sampaikan. Satu yang jelas Allah kamu dan Allahku adalah satu, tidak ada yang lain. Allah kamu yang selama ini kamu tigakan itulah yang menurunkan Al Quran, yang selama ini kamu dustai, engkau letakkan kedudukannya lebih hina dari manusia, yang engkau campakan begitu saja seperti sampah, padahal Dia tidak pernah minta hartamu dan kekayaanmu, Dia tetap memberimu penghidupan yang layak walaupun tanpa engkau sadari.
      ALLAH memang Satu, Esa, TUNGGAL, tetapi menyamakan ALLAH dengan allah ANda itu sudah keliru dari sudut pandang ALKITAB. jadi tidak ada dasarnya menyatakan ALLAH satu dengan allah Anda….

      bagaimana tidak, sebab 10-an ahli sejarah sekuler mencatat bahwa YESUS disalib,…bahkan sudah saya katakan jika YESUS tidak disalib, maka Perjanjian Baru tidak akan pernah ada…, nah jika Al Quran sudah ada 50000 tahun sebelumnya masak bisa salah informasi?..
      contoh matematika dasar sebagai perbandingan, 1+1=2, tetapi karena
      ada Al Quran 1+1=3… nah itu lah yang terjadi perihal YESUS disalib..

      *itu juga hak kamu Par untuk menuhankan manusia, yang engkau letakkan kedudukannya sederajat dengan Tuhan sesungguhnya. Apa kamu tidak bisa membedakan manusia (Mahkluk) dengan (Khalik). Tuhan kamu yang sesungguhnya itu (Allah) adalah Zat Yang Maha Suci, yang tidak tembus oleh akal manusia atas kesucianNya, apa yang dianggap suci oleh manusia.
      YESUS bukan manusia seperti kita, tetapi YESUS adalah FIRMAN ALLAH Yang adalah ROH yang untuk sementara menjadi MANUSIA untuk menghapus dosa dunia…dosa saya dan Anda…Sekarang YESUS sudah ESA dengan ALLAH, kembali ke asalNYA… sebab DIA adalah ROH adanya…meski sempat menjadi DAGING..

      Jadi urusan siapa pendusta sangat dipertaruhkan,.. dan semoga kebencian Anda akan pendusta bisa bertumbuh… tetapi masak segampang itu? tidak segampang yang dikira jika berhubungan dengan iman bukan?…. pernyataan Anda tidak pernah berbohong kepada ALLAH ALAM SEMESTA harus bener-bener diuji kawan…

      *Tidak baik berburuk sangka begitu. Tidak saja menambah dosa juga menambah fikiran yang merusak struktur tubuh, ujilah semampu kamu menguji sebab tidak ada gunannya berbohong pada Zat Yang Maha Tahu juga tidak perlu berbicara keras pada Zat Yang Maha Mendengar. Jujur saya katakan bahwa saya memang tidak perna berbohong pada Allah, untuk apa sih saya berbohong pada Allah, sia-sia saja Par.
      karena berburuk sangka tidak baik, maka ada baiknya Anda tidak menafsir ALKITAB berdasar ALQURAN… OK bung!!

  26. Dari banyak diskusi bagian ini yang paling saya suka yaitu kata2mu

    ALLAH memang Satu, Esa, TUNGGAL, tetapi menyamakan ALLAH dengan allah ANda itu sudah keliru dari sudut pandang ALKITAB. jadi tidak ada dasarnya menyatakan ALLAH satu dengan allah Anda….

    *BAIKLAH NASRANI, saya berusaha sopan dan santun dan tidak berburuk sangka terhadap anda dan sampai detik ini pancingan saya tidak mengena. Karena anda bertuhankan Allah dari mana anda mendapatkan kata A L L A H. dan dari bahasa apa kata A L L A H ini dan apa kata akarnya, dan apa artinya. JELASKAN PADAKU BAIK MENURUT AGAMAMU JUGA MENURUT AGAMA ISLAM, KALAU MEMANG ENGKAU TERMASUK ORANG2 YANG BENAR.

    Dan bagian ini:

    karena berburuk sangka tidak baik, maka ada baiknya Anda tidak menafsir ALKITAB berdasar ALQURAN… OK bung!!

    HEY…DENGAR YA, lain yang saya katakan lain pula yang engkau jawab, memang benar apa yang di katakan Allah dalam Al Quran tentang isi hati kalian.

    SIAPA YANG MENAFSIRKAN ALKITAB BERDASARKAN AL QURAN? Mana kata2 saya sedang menafsirkan alkitab bedasarkan AQ?

    Engkau katakan bahwa yesus kamu itu di salib, maka aku katakan ada 14 bukti bahwa yesus kamu tidak di salib, Alkitabmu sendiri yang mengatakan begitu lalu apa jawabmu? KAMU TIDAK MENJAWAB MELAINKAN BERALIH KE TOPIK YANG LAIN.

    DAN YANG INI:
    YESUS bukan manusia seperti kita, tetapi YESUS adalah FIRMAN ALLAH Yang adalah ROH yang untuk sementara menjadi MANUSIA untuk menghapus dosa dunia…dosa saya dan Anda…Sekarang YESUS sudah ESA dengan ALLAH, kembali ke asalNYA… sebab DIA adalah ROH adanya…meski sempat menjadi DAGING..

    Lihat dogma kamu yang memabukan itu, penuh dengan khayalan dan paganisme, penuh dengan konsep2 Paulus, seseorang yang mengaku dari Tarsus, entah dari mana asalnya orang ini, siapa ibu bapaknya, nenek2nya moyang2nya, kaum kerabatnya baik yang terdekat maupun yang terjauh. dan kapan tanggal matinya juga tidak ada yang tahu. Orang ini tiba2 saja mengrim surat dan mencantumkan surat tersebut dalam alkitab. Itu sebabnya saya katakan Alkitab kamu itu karangan Paulus, yang tidak bisa di pertanggungjawabkan.

    Engkau mengatakan Yesus bukan seperti kita lalu seperti apa seperti hantu (Roh) begitu? Untuk menghapus dosa saya, dosa yang mana yang mau di hapus? dasar kamu tukang ngibul. anda mengatakan menjadi hantu lalu menjadi daging, roh yang macam apa itu tidak punya pendirian lalu jadi Allah lagi hahahahahah

    Anak SD saja tertawa melihat ceritamu ini, tidak saja ceritamu itu menyedihkan, juga akan banyak membuat orang tertawa. hahahahaah

    JADI YANG PLIN PLAN ITU SIAPA SEBENARNYA, JADI DAGING LALU JADI ROH, LALU JADI TUHAN LALU JADI FIRMAN LALU JADI DAGING LAGI, engkau tidak saja buta namun juga plin plan, APA KAMU TIDAK MENGERTI DENGAN LAMPU KLAP KLIP YANG SAYA SINGGUNG? Begitulah dirimu, tidak punya pendirian.

    • @Filar

      Dari banyak diskusi bagian ini yang paling saya suka yaitu kata2mu

      ALLAH memang Satu, Esa, TUNGGAL, tetapi menyamakan ALLAH dengan allah ANda itu sudah keliru dari sudut pandang ALKITAB. jadi tidak ada dasarnya menyatakan ALLAH satu dengan allah Anda….

      Paulus menulis ke murid bimbingannya Timotius berikut:

      Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.
      (1Timotius 1:17)

      nah sekarang ternyata Anda menyukai kata2 saya dan kata-kata Paulus…sebab Paulus dan Anda serta saya …ternyata menyembah ALLAH YANG ESA..

      *BAIKLAH NASRANI, saya berusaha sopan dan santun dan tidak berburuk sangka terhadap anda dan sampai detik ini pancingan saya tidak mengena.
      masih jauh panggang dari api… belajarlah terus untuk hidup lebih sopan kawan… uji terus hati nuranimu karena itu yang dilihat oleh TUHAN YANG ESA…coba selidiki diskusi di atas, mana yang tidak sopan dan mana yang tidak dijawab… itu lebih efektif

      Karena anda bertuhankan Allah dari mana anda mendapatkan kata A L L A H. dan dari bahasa apa kata A L L A H ini dan apa kata akarnya, dan apa artinya. JELASKAN PADAKU BAIK MENURUT AGAMAMU JUGA MENURUT AGAMA ISLAM, KALAU MEMANG ENGKAU TERMASUK ORANG2 YANG BENAR.


      Sebelum saya jawab, menurut pengetahuan Anda, kata : “Allah” dan kata: “ALLAH” sama tidak?

      Dan bagian ini:

      karena berburuk sangka tidak baik, maka ada baiknya Anda tidak menafsir ALKITAB berdasar ALQURAN… OK bung!!

      HEY…DENGAR YA, lain yang saya katakan lain pula yang engkau jawab, memang benar apa yang di katakan Allah dalam Al Quran tentang isi hati kalian.
      tahan emosi…tunjukkan Anda seorang yang beragama… OK bung!!!

      SIAPA YANG MENAFSIRKAN ALKITAB BERDASARKAN AL QURAN? Mana kata2 saya sedang menafsirkan alkitab bedasarkan AQ?
      buka mata lebar-lebar…. kasihi roh mu kawan…

      Engkau katakan bahwa yesus kamu itu di salib, maka aku katakan ada 14 bukti bahwa yesus kamu tidak di salib, Alkitabmu sendiri yang mengatakan begitu lalu apa jawabmu? KAMU TIDAK MENJAWAB MELAINKAN BERALIH KE TOPIK YANG LAIN.
      Saya katakan jika YESUS tidak disalib maka tidak mungkin Alkitab Perjanjian Baru ditulis…, sekarang Anda sedang bermain dengan ALKITAB atau sedang menafsir ALKITAB berdasarkan iman Anda?

      DAN YANG INI:
      YESUS bukan manusia seperti kita, tetapi YESUS adalah FIRMAN ALLAH Yang adalah ROH yang untuk sementara menjadi MANUSIA untuk menghapus dosa dunia…dosa saya dan Anda…Sekarang YESUS sudah ESA dengan ALLAH, kembali ke asalNYA… sebab DIA adalah ROH adanya…meski sempat menjadi DAGING..

      Lihat dogma kamu yang memabukan itu, penuh dengan khayalan dan paganisme, penuh dengan konsep2 Paulus, seseorang yang mengaku dari Tarsus, entah dari mana asalnya orang ini, siapa ibu bapaknya, nenek2nya moyang2nya, kaum kerabatnya baik yang terdekat maupun yang terjauh. dan kapan tanggal matinya juga tidak ada yang tahu. Orang ini tiba2 saja mengrim surat dan mencantumkan surat tersebut dalam alkitab. Itu sebabnya saya katakan Alkitab kamu itu karangan Paulus, yang tidak bisa di pertanggungjawabkan.
      Apa alasan kamu menolak dogma yang saya ucapkan sementara Anda hidup oleh dogma?…
      Paulus itu seorang keturunan Yakub dari suku Benyamin, murid seorang Guru Besar Gamaliel… dan yang menulis ALLAH menjadi daging bukan Paulus tetapi Rasul YOHANES, murid langsung YESUS KRISTUS…
      makanya mohon Anda segera merefisi pengetahuan Anda mengenai PAULUS…

      Engkau mengatakan Yesus bukan seperti kita lalu seperti apa seperti hantu (Roh) begitu? Untuk menghapus dosa saya, dosa yang mana yang mau di hapus? dasar kamu tukang ngibul. anda mengatakan menjadi hantu lalu menjadi daging, roh yang macam apa itu tidak punya pendirian lalu jadi Allah lagi hahahahahah
      Dengan menganggap ROH/roh seperti hantu sudah menjelaskan banyak hal kepada saya, bahwa memang Anda tidak mengenal ALLAH…

      Anak SD saja tertawa melihat ceritamu ini, tidak saja ceritamu itu menyedihkan, juga akan banyak membuat orang tertawa. hahahahaah
      jangan menyamakan andak SD dengan kelas rendah tertentu, karena Anda sudah percaya bahwa ALLAH tidak pandang bulu…, jadi mulai sekarang jangan samakan orang bodoh dengan anak TK, atau yang tidak bisa berbahasa dengan anak TK atau anak SD, d.l.l… OK bung!!!

      JADI YANG PLIN PLAN ITU SIAPA SEBENARNYA, JADI DAGING LALU JADI ROH, LALU JADI TUHAN LALU JADI FIRMAN LALU JADI DAGING LAGI, engkau tidak saja buta namun juga plin plan, APA KAMU TIDAK MENGERTI DENGAN LAMPU KLAP KLIP YANG SAYA SINGGUNG? Begitulah dirimu, tidak punya pendirian.
      ALLAH adalah ROH HakekatNYA
      ALLAH adalah Bapa, Firman dan ROH KUDUS Yang ESA…
      BAPA dan Firman dan ROH KUDUS adalah ROH hakekatNYA…
      Firman inilah yang diutus menjadi Manusia…
      ROH menjadi DAGING… disebut namaNYA YESUS…
      dan oleh tugasNYA disebut gelarNYA AL MASIH atau KRISTUS atau MESIAS…
      setelah tugas selesai, yaitu ditandai dengan kematian DAGING itu, maka IA bangkit, kembali atau esa atau di dalam kosa kata palestina disebut duduk di sebelah kanan ALLAH…

      MAs Filar, mohon pertanyaan2 saya yang di atas jangan dianggap sepele, tidak usah Anda menjawabnya di blog saya ini, lebih baik Anda jawab di dalam hati, renungkan, dan responi, karena TUHAN melihat jauh ke dalam hati, melampaui kebiasaan-kebiasaan, ritual-ritual,… OK bung!!!

  27. @Par

    Saya kan bertanya sama kamu dari mana asal kata ALLAH itu, dan mengapa agamamu menggunakannya? engkau bilang Allahku dan Allahmu beda, makanya saya tanya? Apa tidak mengerti dengan yang namanya pertanyaan?

    Kalau memang beda bahwa Allahmu dan Allahku saya menanyakan akar kata dari Allahmu itu dan apa artinya, bukan ocehan paulus!!!!

    Sebab kata Allah dalam islam ada dalam genggamanku, makanya aku ingin tahu dan bertanya, apa engkau tidak mengerti dengan bahasa indonesia?

    Sebab engkau telah mengatakannya beda? INGAT JANGAN BERDALIH APA PUN ENGKAU HARUS MENJELASKAN PADAKU!!!

    • @Filar

      Saya kan bertanya sama kamu dari mana asal kata ALLAH itu, dan mengapa agamamu menggunakannya? engkau bilang Allahku dan Allahmu beda, makanya saya tanya? Apa tidak mengerti dengan yang namanya pertanyaan?
      mas filar…
      kata “ALLAH” dengan kata “Allah” itu berbeda kawan… jadi saya harus pastikan kepada Anda…
      saya tanya ulang untuk mengkonfirmasi, menurut pengetahuanmu sama ngga kata “ALLAH” dengan kata: “Allah”
      jika Anda bisa mengkonfirmasi maka akan saya jawab pertanyaan Anda…

      Kalau memang beda bahwa Allahmu dan Allahku saya menanyakan akar kata dari Allahmu itu dan apa artinya, bukan ocehan paulus!!!!
      Sebagai seoarang yang mengaku tunduk sepenuhnya kepada ALLAH seharusnya tidak ada celah untuk berkata begitu kepada seoarang Paulus yang nyatanya juga percaya kepada Allah Yang Esa…

      Sebab kata Allah dalam islam ada dalam genggamanku, makanya aku ingin tahu dan bertanya, apa engkau tidak mengerti dengan bahasa indonesia?
      saya mengerti seratus persen, tetapi saya perlu konfirmasi dari Anda, sekali lagi menurut pengetahuanmu kata “ALLAH” dengan “Allah” sama apa tidak?

      Sebab engkau telah mengatakannya beda? INGAT JANGAN BERDALIH APA PUN ENGKAU HARUS MENJELASKAN PADAKU!!!
      Anda semakin lama semakin terbukti sering berbohong kepada allah Anda… jika Anda damai dan rahmatin bla bla seharusnya capslock mu itu kamu lepas… sebab hukum tak tertulis dari dialog tertulis capslock semua pertanda marah toh? kecuali memang ANda sedang dan suka marah..maka seharusnya ANda menguji imanmu ok bung!!!

  28. @Par

    ternyata kamu itu banyak dalihnya
    saya tanya begini saja:
    1. Allah=apa artinya, akar katanya apa dan mengapa engkau menggunkannya
    2.ALLAH= apa artinya, akr katanya dan mengapa agamamu menggunakannya.

    Memangnya apa beda ALLAH dengan Allah?

    • @Filar

      ternyata kamu itu banyak dalihnya
      orang jujur lebih dihargai TUHAN mas, kalau ngga ngerti bedanya ngaku saja, daripada dialog kita berkepanjangan… weleh weeleeh…
      saya masih menunggu jawaban2 pertanyaan saya dari dialog sebelumnya…

      saya tanya begini saja:
      1. Allah=apa artinya, akar katanya apa dan mengapa engkau menggunkannya
      2.ALLAH= apa artinya, akr katanya dan mengapa agamamu menggunakannya.

      Memangnya apa beda ALLAH dengan Allah?

      saya jawab sekaligus…
      1. ALLAH/Allah memang digunakan oleh penerjemah KITAB SUCI yang berbahasa Ibrani dan Yunani ke bahasa Indonesia…
      Tanpa menyebut nama siapa penerjemah pertamanya, tetapi dasar dia menggunakan itu adalah karena di sekitar Indonesia sebutan “ALLAH/Allah” telah bermasyarakat, telah luas…dengan acuan, meski sebutannya sama jelas Esensi dan PribadiNYA berbeda…
      contoh:
      EL adalah sebutan “Allah” untuk bhs Ibrani, dan ternyata sama juga dengan el untuk dewa-dewa di daerah Filistin… tetapi dari Esensi dan Pribadi jelas berbeda, terbukti dengan begitu banyaknya cerita di ALKITAB yang menyebutkan EL mengalahkan el…
      Sehingga “ALLAH/Allah” sama juga dengan ALLAH/Allah yang mana orang Indonesia telah lebih dahulu menggunakannya secara umum, yang konon diambil dari dasar bhs Arab…

      Study kasus:
      a. EL –>ELAH–>ALLAH
      (Ibrani–>Aram–>Arab/Indonesia)
      ternyata akarnya tetap dari EL yang Ibrani…

      b. Kemana Anda menemukan KITAB SUCI, maka disitu akan didapat bahasa lokalnya, tidak mengikuti bahasa asalnya (IBRANI atau YUNANI), contoh di Batak saja disebut DEBATA = ALLAH, d.l.l… karena posisi/status/kedudukan dianggap sama yaitu Yang Maha ini dan Yang Maha itu, tetapi Pribadinya berbeda…
      Dulu orang batak menganggap debata adalah pencipta alam semesta, maha ini dan maha itu, sekadang meski dengan menggunakan Debata, tetapi pribadiNYA jelas berbeda…

      untuk lebih gampangnya, di Jawa yang namanya JOKO banyak, tetapi tidak semua JOKO sama…

      2. “ALLAH” dan “Allah”
      Sekilas memang sama,… tetapi itu berbeda
      kata “ALLAH” disubsitusi dari kata “ELOHIM”, atau “YHWH”, atau “ADONAI”, bukan diterjemahkan… yang merujuk kepada Tetragrammaton, Nama dari TUHAN yang tidak bisa dilafaskan/diucapkan karena sangat kudus, sehingga disubsitusikan….

      Sedang “Allah” bukan nama, tetapi dapat disejajarkan dengan status/gelar/kedudukan yang maha tinggi/maha kuasa/ d.l.l..

      3. Jika diteliti Nama/Panggilan dari TUHAN, maka itu bisa sampai ratusan, tetapi meski namaNYA ratusan, IA tetap ESA, IA TIDAK ADA DUANYA…
      itulah Syahadat yang berusia 6000 tahun yang dipelihara sampai sekarang…

  29. @Par

    aku akan tetap membahas permasalahan yang engkau pinta, sebelum hati ku puas dengan jawabanmu itu maka aku akan belum menjawab pertanyaan pada dialog sebelumnya.

    sekarang sudah jelas bagiku walaupun aku tahu jawaban kamu tetap akan menjurus kesana. Sekarang mengapa engkau tidak menggunakan kata Ela saja untuk menyebutkan nama tuhanmu mengapa engkau menggunakan kata Allah? Allah itu bahasa arab bahasa QURAISY BAHASA NABI YANG ENGAKU DUSTAI. Ngerti!!!!

    Menurutku sebaiknya engkau menggunakan bahasa Ibrani saja dalam beribadah kepada tuhanmu itu sebagaimana kami sholat menggunkan bahasa ARAB. Toh aku orang indonesia tulen, apa susahnya menggunakan bahasa agama.

    الله (Allah) dalam bahasa Arab terambil dari akar kata Ilah (إله) Yang artinya TUHAN. ada 2679 kali kata Allah dalam Al Quran dan 111 kata Ilah.

    Bahasa Arab adalah bahasa Nabi Adam, Bahasa para malaikat dan Bahasa Penduduk syurga, Bahasa Arab adalah Induk dari bahasa di dunia ini.

    Jadi Allah yang engkau maksudkan adalah Allah nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa Isa dan Muhammad. Jadi atas dasar apa engkau mengatakan bahwa Allah dalm kristen beda dengan Allah dalam islam?

    Kalau Allah dalam Kristen beda dengan Allah dalam Islam, maka yang terjadi adalah Tidak akan ada silang sengketa di antara dua agama ini, contoh:
    apa yang di sembah oleh agama budha dan apa yang di sembah oleh orang islam jelas bedah itu sebabnya dua agama ini tidak perna sikut menyikut.

    Orang indonesia lebih akrab dengan sebutan Allah itu hanya omonganmu saja tidak ada literatur budaya indonesia mulai dari bahasa sangsengkerta, bahasa jawa, batak, melayu yang mengenal kata Allah ini sebelum masuknya agama islam.

    Tidak ada pembendaharaan kata Allah dalam bahasa indonesia, silahkan engkau buka kamus bahasa indonesia, engkau tidak akan menemukan kata Allah yang akar katanya dari bahasa melayu.

    Muhammad lahir dari keturunan Ismail, Isa lahir dari keturunan Ishak. Isa dan Ishak adalah dua kakak beradik lain ibu namun bapaknya sama yaitu Ibrahim.

    Ibrahim bin Azzar bin Tahur bin Sarush bin Ra’uf bin Falish bin Tabir bin Shaleh bin Arfakhsad bin Syam bin NUH bin Lemik bin Matulsakh bin IDRIS bin Yarid bin Mahla’il bin Qinan bin Anwas bin SHETH BIN ADAM. Ngerti!!!!!

    • @Filar

      aku akan tetap membahas permasalahan yang engkau pinta, sebelum hati ku puas dengan jawabanmu itu maka aku akan belum menjawab pertanyaan pada dialog sebelumnya.
      terima kasih semoga Anda ingat janji Anda…

      sekarang sudah jelas bagiku walaupun aku tahu jawaban kamu tetap akan menjurus kesana. Sekarang mengapa engkau tidak menggunakan kata Ela saja untuk menyebutkan nama tuhanmu mengapa engkau menggunakan kata Allah? Allah itu bahasa arab bahasa QURAISY BAHASA NABI YANG ENGAKU DUSTAI. Ngerti!!!!
      sebab TUHAN adalah ALLAH dari segala suku, bangsa,… tidak pandang bulu….Anda percaya ALLAH Yang tidak pandang bulu bukan?… nah kalau dari bahasa saja sudah dibeda-bedakan berarti memang benar ALLAH tidak sama dengan allah Anda…

      Menurutku sebaiknya engkau menggunakan bahasa Ibrani saja dalam beribadah kepada tuhanmu itu sebagaimana kami sholat menggunkan bahasa ARAB. Toh aku orang indonesia tulen, apa susahnya menggunakan bahasa agama.
      bisa saja, tetapi apakah semua dunia harus belajar bahasa Ibrani?…
      pertanyaannya bukan disitu kawan,… pertanyaanya adalah apakah semua yang berbahasa Arab percaya kepada allah Anda? atau apakah semua yang berbahasa Ibrani percaya kepada TUHAN?,.. jawabnya tidak bukan, jadi masalah bukan pada bahasa tetapi adalah masalah hati….

      الله (Allah) dalam bahasa Arab terambil dari akar kata Ilah (إله) Yang artinya TUHAN. ada 2679 kali kata Allah dalam Al Quran dan 111 kata Ilah.
      Saya sudah kasih tau kepada ANda, sebelum orang arab Islam menggunakan kata “Allah”, orang Kristen Arab sudah lebih dulu menggunakan kata “Allah” yang diambil dari dasar “El” atau “ELAH” atau “ELOAH”…
      sementara kata “Ilah” menjadi “Allah” itu agak rancu, yang benar adalah Al-Ilah menjadi Allah…
      dimana
      EL = AL..dan
      Ilah = Tuhan/tuan
      jadi AL-ILAH = Allah dari semua tuhan, kira2 begitu arti literalnya..

      Bahasa Arab adalah bahasa Nabi Adam, Bahasa para malaikat dan Bahasa Penduduk syurga, Bahasa Arab adalah Induk dari bahasa di dunia ini.
      bisa saja Anda mempercayai itu semua,.. yang menjadi pertanyaan adalah dari sekian persen Nabi yang ada ternyata semua berbahasa Ibrani….pertanyaan siapakah yang mempromosikan bahasa arab?…dan ingat bahasa arab itu tidak tunggal….

      Jadi Allah yang engkau maksudkan adalah Allah nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa Isa dan Muhammad. Jadi atas dasar apa engkau mengatakan bahwa Allah dalm kristen beda dengan Allah dalam islam?
      dasarnya adalah DOGMA Islam tidak sama dengan Dogma Kristren… Joko banyak tetapi tidak semua Joko sama… allah memang banyak tetapi tidak semua allah sama, banyak allah ngaku ESA tetapi tidak semua allah ESA, hanya TUHAN, ALLAH Yang berfirman di ALKITAB…
      Contohnya,
      ALLAH di ALKITAB berkata bahwa YESUS disalib, ahli sejarah macam TACITUS juga mencatat demikian, dia bukan Kristen.. nah sementara allah Anda mengatakan YESUS tidak disalib,… so jelas ALLAH tidak sama dengan allah Anda…

      Kalau Allah dalam Kristen beda dengan Allah dalam Islam, maka yang terjadi adalah Tidak akan ada silang sengketa di antara dua agama ini, contoh:
      apa yang di sembah oleh agama budha dan apa yang di sembah oleh orang islam jelas bedah itu sebabnya dua agama ini tidak perna sikut menyikut.
      justru itu yang saya harapkan Anda mengerti dari awal,… jurang pemisah antara Islam dan Kristen itu sangat luas… salah satunya adalah ALLAH tidak sama dengan allah Anda…, itulah yang diutarakan oleh Lae Sihotang dari awal kepada ANda…

      tetapi kalau Anda ingat peristiwa TALIBAN vs Penganut Budha di Afghanistan, mungkin tidak sikut menyikut yang Anda sebut bisa direfisi juga

      Orang indonesia lebih akrab dengan sebutan Allah itu hanya omonganmu saja tidak ada literatur budaya indonesia mulai dari bahasa sangsengkerta, bahasa jawa, batak, melayu yang mengenal kata Allah ini sebelum masuknya agama islam.
      Bahasa Indonesia jelas banyak menyerap kata arab,… Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu Indonesia, jadi jika Islam mebawa kata “Allah” ke nusantara ya gpp toh kalau dipakai khalayak ramai oleh seluruh penduduk nusantara…toh semua agama Kristen di Indonesia yang dari basis suku tidak menggunakan kata “Allah” kan? saya sudah contohkan orang batak menggunakan kata “Debata”…. Nah karena bahasa Indonesia telah digunakan oleh orang pilihan TUHAN, maka pasti nanti di sorga ada orang Indonesia dengan bahasa Indonesia, karena di sorga akan berkumpul semua suku, bahasa, ras… tidak pandang bulu…

      Tidak ada pembendaharaan kata Allah dalam bahasa indonesia, silahkan engkau buka kamus bahasa indonesia, engkau tidak akan menemukan kata Allah yang akar katanya dari bahasa melayu.
      Bahasa Indonesia sudah menyerah kata “Allah” dari Arab… bahasa melayu adalah nenek moyangnya bahasa Indonesia.. dan umumnya orang melayu adalah Islam… piye toh kang…

      Muhammad lahir dari keturunan Ismail, Isa lahir dari keturunan Ishak. Isa dan Ishak adalah dua kakak beradik lain ibu namun bapaknya sama yaitu Ibrahim.
      apa relevansi pernyataan ini dengan diskusi kita?
      tetapi saya jadi bertanya2 Isa siapa yang kakak beradik dengan Ishak?…bisa diperjelas?

      Ibrahim bin Azzar bin Tahur bin Sarush bin Ra’uf bin Falish bin Tabir bin Shaleh bin Arfakhsad bin Syam bin NUH bin Lemik bin Matulsakh bin IDRIS bin Yarid bin Mahla’il bin Qinan bin Anwas bin SHETH BIN ADAM. Ngerti!!!!!
      kalau AQ adalah wahyu allah tentu ada kan silsilah ini di sana?
      nah saya tanya darimanakah gerangan Anda mengambil silsilah ini?…
      jangan SOK kepada saya tentang silsilah beginian, karena kemana ALKITAB berada maka SILSILAH dari ADAM sampai 100 keturunan ke bawanya masih bisa ditelusuri… dan jangan juga bermain silsilah dengan orang BATAK, sebab orang BATAK adalah orang yang rajin memelihara silsilahnya dari awal Marganya ada…mas Filar punya silsilah tidak?

  30. terima kasih semoga Anda ingat janji Anda…
    *Aku orang islam, Aku selalu berusaha menepati janji.

    sebab TUHAN adalah ALLAH dari segala suku, bangsa,… tidak pandang bulu….Anda percaya ALLAH Yang tidak pandang bulu bukan?… nah kalau dari bahasa saja sudah dibeda-bedakan berarti memang benar ALLAH tidak sama dengan allah Anda…

    *Beginilah jadinya kalau saya berdiskusi dengan orang yang tidak bisa membaca apa yang saya tulis, lain yang maksud lain pula yang kamu jawab, susah. BUKANKAH KAMU SENDIRI YANG MENGATAKAN ALLAH DALAM ISLAM DAN KRISTEN BEDA, KENAPA ENGKAU HARUS MENGGUNAKAN “MEMANG BENAR”. JADI SELAMA INI KAMU HANYA MENDUGA-DUGA SAJA? BEGITU? KALAU NGOMONG KONSEKWEN!!!!

    bisa saja, tetapi apakah semua dunia harus belajar bahasa Ibrani?…
    pertanyaannya bukan disitu kawan,… pertanyaanya adalah apakah semua yang berbahasa Arab percaya kepada allah Anda? atau apakah semua yang berbahasa Ibrani percaya kepada TUHAN?,.. jawabnya tidak bukan, jadi masalah bukan pada bahasa tetapi adalah masalah hati….

    *Hey…lihat baik2 dan pasang mata dan ikuti apa yang akan saya tuliskan di sini. Kalau kamu bisa bahasa Ibrani itu lebih baik engkau gunakan dalam ibadahmu kepada tuhanmu. Ngerti. Jangan engkau gunakan kata Allah dalam ibadahmu, engkau bisa gunakan kata eloy kek, eli kek, ela kek terserah yang penting jangan engkau gunakan kata Allah lagi, mandiri kenapa memangnya, mendopleng bahasa orang saja kerja engkau ini. BUKANKAH ENGKAU SENDIRI YANG MENGATAKAN BEDA. ENGKAU HARUS SPORTIF. Engkau harus menggunkan bahasa bani israil, sebab di situ tuhanmu bersemayam. Ngerti!!!!???
    Beda masalah hati dan bahasa???hey…seluruh umat manusia di duni ini, Tuhannya adalah Allah, mau arab kek, mau yahudi kek, mau nasrani kek terserah. TIDAK ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN MASALAH HATI.

    Saya sudah kasih tau kepada ANda, sebelum orang arab Islam menggunakan kata “Allah”, orang Kristen Arab sudah lebih dulu menggunakan kata “Allah” yang diambil dari dasar “El” atau “ELAH” atau “ELOAH”…
    sementara kata “Ilah” menjadi “Allah” itu agak rancu, yang benar adalah Al-Ilah menjadi Allah…
    dimana
    EL = AL..dan
    Ilah = Tuhan/tuan
    jadi AL-ILAH = Allah dari semua tuhan, kira2 begitu arti literalnya..

    *kamu mengatakan bahwa: orang Kristen arab menggunakan kata Allah lebih dahulu dari orang islam. Oke kalau begitu sejak kapan Kristen berdiri? 2000 tahun, 3000 tahun, 4000 tahun atau 6000 tahun? Okey selisih Nabi Isa dan Nabi Muhammd SAW 570 tahun kalau begitu aku genapkan menjadi 2000 tahun. Sekarang perhatikan baik-baik. Satu-satunya nama yang ada di alam semesta ini yang tidak berubah adalah nama Allah. Ngerti!!!!
    Sayakan sudah katakan padamu Ilah itu bahasa Arab yang artinya TUHAN. Di mana letak kerancuannya? MEMANGNYA KAU AHLI TATA BAHASA ARAB?, Tuhan dalam bahasa inggris =God, namun yang namanya Allah tetap saja orang inggris menyebutnya Allah ngerti!!!
    Perhatikan ucapan nabi Ibrahim:
    Surat Ibrahim. 39. “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.”
    Taruhlah Ibrahim orang amerika atau orang india tetap saja kata Allah harus dia gunakan, sebab Ibrahim tahu bahwa Tuhannya adalah Allah SWT.

    Berapa jarak Nabi Ibrahim dengan kamu saat ini ±5120 tahun. Mau tahu yang lebih tua dari itu, lihat ini:
    7:59. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).

    Berapa jarak Ibrahim dengan Nuh?, ±1080 tahun. Ada yang mengatakan, 1200 tahun, 1500 tahun, 1800 tahun bahkan ada yang mengatakan 2000 tahun, maka aku sengaja mengambil yang terkecil bilangannya agar lebih adil di hadapanmu.

    Jadi antara kamu dan Nuh saat ini ±6200 tahun, jarak ini adalah jarak yang paling singkat yang saya gunakan untuk beranalogi dengan kamu, saya belum masuk ke Bapak Moyang Manusia, Nabi Adam AS. Nah sekarang menjadi jelas siapa yang menebeng.

    bisa saja Anda mempercayai itu semua,.. yang menjadi pertanyaan adalah dari sekian persen Nabi yang ada ternyata semua berbahasa Ibrani….pertanyaan siapakah yang mempromosikan bahasa arab?…dan ingat bahasa arab itu tidak tunggal….

    *Memangnya selama ini saya percaya sama siapa? Sama yesus kamu? Begitu? Sayakan tidak megatakan seluruh nabi itu bangsa arab. Nenek Moyang bangsa Arab itu Ismail bin Ibrahim. Sedangkan nenek moyang bangsa Ibrani atau Bani Israel itu Ishak bin Ibrahim. Ngereti???!!!

    *Tidak ada yang mempromosikan bahasa arab, tidak ada bangsa di dunia ini yang mempromosikan bahasa arab, Seandainya Al Quran itu di turnkan dalam bahasa Sangsekerta maka yang namanya Allah tetap Allah, yang namanya PARHOBAS tetap saja PARHOBAS walau di alihkan ke sejuta bahasa di dunia ini. YANG NAMANYA NAMA TIDAK BISA DI LATINKAN DI INGGRISKAN DI ARABKAN DI INDONESIAKAN TITIK.

    *Bahasa arab tidak tunggal? Hahaha Lalu bahasa arab yang mana lagi? Bahasa Quraisy itu bahasa arab, bahasa Al Quran, memangnya bahasa Al Quran itu ada berapa bung?
    Untuk lebih mudanya begini, memangnya bahasa Indonesia itu ada berapa? INGAT KAMU SUMPAH PEMUDA NGGAK? “Berbahasa satu Bahasa Indonesia” emangnya bahasa Indonesia ada dua begitu?.
    Kalau engkau mengatakan BANGSA ARAB BANYAK BAHASANYA itu baru tepat. Seperti bangsa Indonesia, bahasanya banyak itu baru tepat. Memang bahasa Indonesia banyak mengambil akar kata dari banyak bahasa di dunia ini, akan tetapi yang namanya bahasa Indonesia itu hanya satu. TIDAK ADA BAHASA INDONESIA SEKEN. Ngerti!!!

    dasarnya adalah DOGMA Islam tidak sama dengan Dogma Kristren… Joko banyak tetapi tidak semua Joko sama… allah memang banyak tetapi tidak semua allah sama, banyak allah ngaku ESA tetapi tidak semua allah ESA, hanya TUHAN, ALLAH Yang berfirman di ALKITAB…

    *Kalu nama orang memang banyak yang sama bung!!! TAPI YANG NAMANYA ALLAH ADALAH SATU TIDAK ADA YANG LAIN, kalau engkau ingin mengacu pada tuhanmu yang engkau nyatakan bahwa Allahmu tidak sama dengan Allahku, jangan engkau panggil tuhanmu dengan TUHANNYA ORANG ISLAM mengerti. Panggil saja tuhanmu itu dengan sebutan bahasa agamamu eli kek ela kek, terserah.

    Contohnya,
    ALLAH di ALKITAB berkata bahwa YESUS disalib, ahli sejarah macam TACITUS juga mencatat demikian, dia bukan Kristen.. nah sementara allah Anda mengatakan YESUS tidak disalib,… so jelas ALLAH tidak sama dengan allah Anda…

    *Hahahaha…terserah… mau di salib kek, mau di gebukin kek, mau di apain terserah kitab kamu, siapa yang peduli. Saya sudah capek menerangkan sama kamu. Kalau engkau menganggap beda Allahku dan Allahmu ya sudah, bertuhankanlah engkau kepada yesus kamu itu, ketika mau mati saja minta tolong.

    *Memang betul ada manusia yang di salib tapi bukan yesus (Isa AS), tapi muridnya yang wajahnya di serupai oleh Allah gara-gara berkhianat kepada Nabi Isa, ngerti!!! Nah kalau ada manusia di salib 2000 tahun yang lalu aku percaya 100 persen.

    justru itu yang saya harapkan Anda mengerti dari awal,… jurang pemisah antara Islam dan Kristen itu sangat luas… salah satunya adalah ALLAH tidak sama dengan allah Anda…, itulah yang diutarakan oleh Lae Sihotang dari awal kepada ANda…

    *TERSERAH, aku berlepas diri dari apa yang engkau sembah. Mau menyembah daging, roh, terserah.

    tetapi kalau Anda ingat peristiwa TALIBAN vs Penganut Budha di Afghanistan, mungkin tidak sikut menyikut yang Anda sebut bisa direfisi juga

    *Kamu itu harus cerdas dikit napa memangnya. Permasalahan Taliban dan penganut budha di Afghanistan itu bukan seperti permasalahan agama seperti islam dan Kristen.

    Bahasa Indonesia jelas banyak menyerap kata arab,… Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu Indonesia, jadi jika Islam mebawa kata “Allah” ke nusantara ya gpp toh kalau dipakai khalayak ramai oleh seluruh penduduk nusantara…toh semua agama Kristen di Indonesia yang dari basis suku tidak menggunakan kata “Allah” kan? saya sudah contohkan orang batak menggunakan kata “Debata”…. Nah karena bahasa Indonesia telah digunakan oleh orang pilihan TUHAN, maka pasti nanti di sorga ada orang Indonesia dengan bahasa Indonesia, karena di sorga akan berkumpul semua suku, bahasa, ras… tidak pandang bulu…

    *Sekali lagi saya tegaskan yang namanya nama itu, tidak bisah di latinkan, di inggriskan, di indonesiakan. Memangnya lafaz Allah kalau di indonesiakan artinya apa? Bisakah?
    TIDAK ADA DI SYURGA ITU ORANG INDONESIA, ORANG INGGRIS, ORANG ARAB, ORANG YUNANI, ORANG ITALI DLL. Juga tidak ada bahasa itali, bahasa Indonesia, bahasa inggris di syurga itu, yang ada hanya satu BAHASA yaitu BAHASA PENDUDUK SYURGA. BAHASA AL QURAN TITIK.

    *Nah kalau ada nama tuhan dalam bahasa batak yang namanya “debata” mengapa engkau tidak memakai bahasa ini, kan jelas bagi ku. Tapi apakah debata sama dengan Allah? Tidak bukan? Sebab tidak ada akar kata “Ilah” dari bahasa batak.

    Bahasa Indonesia sudah menyerah kata “Allah” dari Arab… bahasa melayu adalah nenek moyangnya bahasa Indonesia.. dan umumnya orang melayu adalah Islam… piye toh kang…

    *mengapa engkau mengatakan bahasa Indonesia menyerah dengan kata “Allah”. Bagaimana dengan orang Inggris, Brazil, Itali ketika mereka sholat apakah mereka orang melayu? Apakah mereka orang arab?

    Muhammad lahir dari keturunan Ismail, Isa lahir dari keturunan Ishak. Isa dan Ishak adalah dua kakak beradik lain ibu namun bapaknya sama yaitu Ibrahim.
    apa relevansi pernyataan ini dengan diskusi kita?

    *Relevansinya sudah saya ceritakan di atas. Itu sebabnya sengaja saya masukan agar kamu tahu duduk persoalannya.

    tetapi saya jadi bertanya2 Isa siapa yang kakak beradik dengan Ishak?…bisa diperjelas?

    *Kamu ini pura2 tidak tahu atau benar2 tidak tahu atau orang yang tidak tahu menahu? Entah sudah berapa batang rokok yang saya isap untuk menjelaskan hal ini padamu. Air minumpun tidak engkau kasih?!
    Ternyata kamu selama ini cukup menyimak juga aku kira kamu tidak tahu, sama seperti halnya aku menguji kamu dengan bidang yang engkau tekuni, aku berharap bahwa debat ini tidak sia-sia saja itu sebabnya aku menguji kamu. Sebab aku sudah capek ngetik.

    *Mana ada Isa kakak beradik dengan Ishak (inikan hanya pengujian saja) ternyata kamu mengakui kalau begitu bahwa Isa putra Maryam adalah anak tunggal bukan? Hahahahaha. Sudah saya katakan bahwa Isa berasal dari keturunan Ishak, tapi saya belokan menjadi kakak beradik hanya sebatas pengujian saja, ternyata kamu cukup respek. Itu sudah cukup untuk ku hahahaha.

    Ibrahim bin Azzar bin Tahur bin Sarush bin Ra’uf bin Falish bin Tabir bin Shaleh bin Arfakhsad bin Syam bin NUH bin Lemik bin Matulsakh bin IDRIS bin Yarid bin Mahla’il bin Qinan bin Anwas bin SHETH BIN ADAM. Ngerti!!!!!
    kalau AQ adalah wahyu allah tentu ada kan silsilah ini di sana?

    *Al Quran memang wahyu Allah, tapi apakah ada silsilah Muhamad di sana?

    nah saya tanya darimanakah gerangan Anda mengambil silsilah ini?…

    *Engkau carilah di mbah gogel itu jalan pintas. Dan untuk silsilah Muhammad engkau cari juga di mbah gogel, mudah-mudahan ketemu juga.

    jangan SOK kepada saya tentang silsilah beginian, karena kemana ALKITAB berada maka SILSILAH dari ADAM sampai 100 keturunan ke bawanya masih bisa ditelusuri… dan jangan juga bermain silsilah dengan orang BATAK, sebab orang BATAK adalah orang yang rajin memelihara silsilahnya dari awal Marganya ada…mas Filar punya silsilah tidak?

    Coba engkau tampilkan silsilah dari Adam sampai Isa, jangan ngmong doang walaupun aku sudah mengetahuinya. Siapa yang bermain silsilah dengan orang batak? Kamu ini ada2 saja.

    Saya tidak punya silsilah, hehehe tentunya setiap manusia punya silsilah, kamu ini ada2 saja.

    • @Filar..

      sebab TUHAN adalah ALLAH dari segala suku, bangsa,… tidak pandang bulu….Anda percaya ALLAH Yang tidak pandang bulu bukan?… nah kalau dari bahasa saja sudah dibeda-bedakan berarti memang benar ALLAH tidak sama dengan allah Anda…

      *Beginilah jadinya kalau saya berdiskusi dengan orang yang tidak bisa membaca apa yang saya tulis, lain yang maksud lain pula yang kamu jawab, susah. BUKANKAH KAMU SENDIRI YANG MENGATAKAN ALLAH DALAM ISLAM DAN KRISTEN BEDA, KENAPA ENGKAU HARUS MENGGUNAKAN “MEMANG BENAR”. JADI SELAMA INI KAMU HANYA MENDUGA-DUGA SAJA? BEGITU? KALAU NGOMONG KONSEKWEN!!!!
      ALLAH adalah ALLAH dari segala suku, tidak lepas dari agama, suku, ras dan golongan, Pencipta segala sesuatu… tetapi allah Anda tidak, meski mengaku tidak pandang bulu, tetapi ada hal yang membuat allah Anda memandang bulu…jangan panik dengan bahasa2 saya ok bung!!!

      bisa saja, tetapi apakah semua dunia harus belajar bahasa Ibrani?…
      pertanyaannya bukan disitu kawan,… pertanyaanya adalah apakah semua yang berbahasa Arab percaya kepada allah Anda? atau apakah semua yang berbahasa Ibrani percaya kepada TUHAN?,.. jawabnya tidak bukan, jadi masalah bukan pada bahasa tetapi adalah masalah hati….

      *Hey…lihat baik2 dan pasang mata dan ikuti apa yang akan saya tuliskan di sini. Kalau kamu bisa bahasa Ibrani itu lebih baik engkau gunakan dalam ibadahmu kepada tuhanmu. Ngerti. Jangan engkau gunakan kata Allah dalam ibadahmu, engkau bisa gunakan kata eloy kek, eli kek, ela kek terserah yang penting jangan engkau gunakan kata Allah lagi, mandiri kenapa memangnya, mendopleng bahasa orang saja kerja engkau ini. BUKANKAH ENGKAU SENDIRI YANG MENGATAKAN BEDA. ENGKAU HARUS SPORTIF. Engkau harus menggunkan bahasa bani israil, sebab di situ tuhanmu bersemayam. Ngerti!!!!???
      Beda masalah hati dan bahasa???hey…seluruh umat manusia di duni ini, Tuhannya adalah Allah, mau arab kek, mau yahudi kek, mau nasrani kek terserah. TIDAK ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN MASALAH HATI.
      Salah satu bukti allah Anda memandang bulu adalah dengan memaksa bahasa Arab logat quraisy sebagai bahasa tunggal dalam ibadah…
      Mas Filar, Anda harus saya ingatkan sekali lagi, klaim kata “Allah” milik islam itu keliru, study kasus sudah saya beritahukan kepada Anda…
      EL–>ELOAH–>ELAH–>ALLAH… itulah kata “Allah” yang digunakan oleh orang-orang beriman/Kristen/Yahudi dari jaman ibrani kuno sampai diaspora arab khusunya…
      pertanyaannya adalah… apakah semua yang berbahasa arab Islam? atau semua yang berbahasa Ibrani Kristen? tidak kawan… tetapi jika ditanya apakah semua yang memiliki hati Kristus Kristen? jawabnya PASTI….sekarang kamu mau cari yang pasti atau tidak?

      Saya sudah kasih tau kepada ANda, sebelum orang arab Islam menggunakan kata “Allah”, orang Kristen Arab sudah lebih dulu menggunakan kata “Allah” yang diambil dari dasar “El” atau “ELAH” atau “ELOAH”…
      sementara kata “Ilah” menjadi “Allah” itu agak rancu, yang benar adalah Al-Ilah menjadi Allah…
      dimana
      EL = AL..dan
      Ilah = Tuhan/tuan
      jadi AL-ILAH = Allah dari semua tuhan, kira2 begitu arti literalnya..

      *kamu mengatakan bahwa: orang Kristen arab menggunakan kata Allah lebih dahulu dari orang islam. Oke kalau begitu sejak kapan Kristen berdiri? 2000 tahun, 3000 tahun, 4000 tahun atau 6000 tahun? Okey selisih Nabi Isa dan Nabi Muhammd SAW 570 tahun kalau begitu aku genapkan menjadi 2000 tahun. Sekarang perhatikan baik-baik. Satu-satunya nama yang ada di alam semesta ini yang tidak berubah adalah nama Allah. Ngerti!!!!
      Sayakan sudah katakan padamu Ilah itu bahasa Arab yang artinya TUHAN. Di mana letak kerancuannya? MEMANGNYA KAU AHLI TATA BAHASA ARAB?, Tuhan dalam bahasa inggris =God, namun yang namanya Allah tetap saja orang inggris menyebutnya Allah ngerti!!!
      Perhatikan ucapan nabi Ibrahim:
      Surat Ibrahim. 39. “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.”
      Taruhlah Ibrahim orang amerika atau orang india tetap saja kata Allah harus dia gunakan, sebab Ibrahim tahu bahwa Tuhannya adalah Allah SWT.
      sebelum agama Islam dibawa oleh rasullah ada seorang bernama abdullah, alias abdi allah, tetapi allah yang dimaksud adalah dewa tertentu.. bukan allahnya rasullah…karena allah dadi abdullah adalah disebut maha ini dan itu, maka prinsip yang sama yang digunakan oleh orang Kristen waktu kata “Allah” dipakai, tetapi Pribadinya berbeda. Sama seperti JOKO banyak tetapi tidak semua JOKO sama…Jelas nama allah ANda akan selalu memakai kata ‘allah’ kenapa? karena kalian harus memakai bahasa arab untuk ibadah,… jadi kalau anda gunakan ini sebagai dasar atau pedoman, jelas ngga benar kawan…itu terbalik…

      Berapa jarak Nabi Ibrahim dengan kamu saat ini ±5120 tahun. Mau tahu yang lebih tua dari itu, lihat ini:
      7:59. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).

      Berapa jarak Ibrahim dengan Nuh?, ±1080 tahun. Ada yang mengatakan, 1200 tahun, 1500 tahun, 1800 tahun bahkan ada yang mengatakan 2000 tahun, maka aku sengaja mengambil yang terkecil bilangannya agar lebih adil di hadapanmu.

      Jadi antara kamu dan Nuh saat ini ±6200 tahun, jarak ini adalah jarak yang paling singkat yang saya gunakan untuk beranalogi dengan kamu, saya belum masuk ke Bapak Moyang Manusia, Nabi Adam AS. Nah sekarang menjadi jelas siapa yang menebeng.
      pertanyaan saya adalah dari mana dasarnya Anda mengatakan jarak2 tersebut? dari dongengkah?…

      bisa saja Anda mempercayai itu semua,.. yang menjadi pertanyaan adalah dari sekian persen Nabi yang ada ternyata semua berbahasa Ibrani….pertanyaan siapakah yang mempromosikan bahasa arab?…dan ingat bahasa arab itu tidak tunggal….

      *Memangnya selama ini saya percaya sama siapa? Sama yesus kamu? Begitu? Sayakan tidak megatakan seluruh nabi itu bangsa arab. Nenek Moyang bangsa Arab itu Ismail bin Ibrahim. Sedangkan nenek moyang bangsa Ibrani atau Bani Israel itu Ishak bin Ibrahim. Ngereti???!!!
      Anda katakan bahasa di sorga dan bahasa orang beriman adalah bhs Arab, saya ajukan pertanyaan, kenapa justru kebanyakan nabi berbahasa Ibrani? bisa dijawab?

      *Tidak ada yang mempromosikan bahasa arab, tidak ada bangsa di dunia ini yang mempromosikan bahasa arab, Seandainya Al Quran itu di turnkan dalam bahasa Sangsekerta maka yang namanya Allah tetap Allah, yang namanya PARHOBAS tetap saja PARHOBAS walau di alihkan ke sejuta bahasa di dunia ini. YANG NAMANYA NAMA TIDAK BISA DI LATINKAN DI INGGRISKAN DI ARABKAN DI INDONESIAKAN TITIK.
      simpang siur lagi…. yang menyarankan ibadah harus di bahasa Arab siapa kawan? TIdak mungkin tetap dengan kata “allah” kawan, sebab sudah Anda katakan kata “allah” asalnya dari bahasa arab quraysu dan bahasa orang beriman dan bahasa di sorga adalah bahasa arab logat quraysi… konsisten dong bung!!!

      *Bahasa arab tidak tunggal? Hahaha Lalu bahasa arab yang mana lagi? Bahasa Quraisy itu bahasa arab, bahasa Al Quran, memangnya bahasa Al Quran itu ada berapa bung?
      Untuk lebih mudanya begini, memangnya bahasa Indonesia itu ada berapa? INGAT KAMU SUMPAH PEMUDA NGGAK? “Berbahasa satu Bahasa Indonesia” emangnya bahasa Indonesia ada dua begitu?.
      Kalau engkau mengatakan BANGSA ARAB BANYAK BAHASANYA itu baru tepat. Seperti bangsa Indonesia, bahasanya banyak itu baru tepat. Memang bahasa Indonesia banyak mengambil akar kata dari banyak bahasa di dunia ini, akan tetapi yang namanya bahasa Indonesia itu hanya satu. TIDAK ADA BAHASA INDONESIA SEKEN. Ngerti!!!
      saya banyak teman dari arab, orang arab mesir jelas berbeda logat dan aksen dan beberapa kosa kata jika dibanding dengan orang arab dari maroko, atau malah al jajair… saya pernah ke arab sana, dan ternyata memang banyak jenisnya kawan, karena banyak jenisnya itulah maka distandardkan ke logat suku sang rasullah…utsmanlah yang memutuskan itu bukan?

      dasarnya adalah DOGMA Islam tidak sama dengan Dogma Kristren… Joko banyak tetapi tidak semua Joko sama… allah memang banyak tetapi tidak semua allah sama, banyak allah ngaku ESA tetapi tidak semua allah ESA, hanya TUHAN, ALLAH Yang berfirman di ALKITAB…

      *Kalu nama orang memang banyak yang sama bung!!! TAPI YANG NAMANYA ALLAH ADALAH SATU TIDAK ADA YANG LAIN, kalau engkau ingin mengacu pada tuhanmu yang engkau nyatakan bahwa Allahmu tidak sama dengan Allahku, jangan engkau panggil tuhanmu dengan TUHANNYA ORANG ISLAM mengerti. Panggil saja tuhanmu itu dengan sebutan bahasa agamamu eli kek ela kek, terserah.
      ELI atau ELOY itu bukan nama Filar,…akhiran I di ibrani artinya KU di bahasa Indonesia…
      jadi ELI atinya ALLAH-KU…
      ingat EL–>ELOAH–>ELAH–>ALLAH…
      jika Kristen menyebut “Allah” itu bukan nama kawan, tetapi status/predikat/gelar… sedang NamaNYA adalah YHWH.. bisa juga disebut YESUS…

      Contohnya,
      ALLAH di ALKITAB berkata bahwa YESUS disalib, ahli sejarah macam TACITUS juga mencatat demikian, dia bukan Kristen.. nah sementara allah Anda mengatakan YESUS tidak disalib,… so jelas ALLAH tidak sama dengan allah Anda…

      *Hahahaha…terserah… mau di salib kek, mau di gebukin kek, mau di apain terserah kitab kamu, siapa yang peduli. Saya sudah capek menerangkan sama kamu. Kalau engkau menganggap beda Allahku dan Allahmu ya sudah, bertuhankanlah engkau kepada yesus kamu itu, ketika mau mati saja minta tolong.
      jangan prustasi….Jika YESUS bukan TUHAN, maka Anda dan saya masih akan menunggu Al MASIH yang lain,.. tetapi ternyata DIA adalah AL MASIH, MESIAS, KRISTUS.. maka IA adalah TUHAN…

      *Memang betul ada manusia yang di salib tapi bukan yesus (Isa AS), tapi muridnya yang wajahnya di serupai oleh Allah gara-gara berkhianat kepada Nabi Isa, ngerti!!! Nah kalau ada manusia di salib 2000 tahun yang lalu aku percaya 100 persen.
      itulah jurang pemisahyang lebar…dan itu pula yang membuat saya memfonis ada dusta di antara kita hehehhe
      3 saksi baru suatu perkara sah ya toh…
      perhatikan:
      Yahudi mencatat YESUS disalib (abad 1 M)
      Murid2 YESUS mencatat YESUS disalib (abad 1 M)
      Kekaisaran Romawi mencatat YESUS disalib…(abad 1 M)
      ROH KUDUS (ALLAH sendiri) mencatat PB mengatakan YESUS disalib (abad 1 M)

      melawan
      Al Quran mencatat YESUS tidak disalib (abad 6 M)

      pertanyaan..
      gunakan hati nuranimu Anda lebih percaya siapa?

      justru itu yang saya harapkan Anda mengerti dari awal,… jurang pemisah antara Islam dan Kristen itu sangat luas… salah satunya adalah ALLAH tidak sama dengan allah Anda…, itulah yang diutarakan oleh Lae Sihotang dari awal kepada ANda…

      *TERSERAH, aku berlepas diri dari apa yang engkau sembah. Mau menyembah daging, roh, terserah.
      nyatanya kami menyembah ALLAH Yang ESA, persis sama seperti PAULUS…

      tetapi kalau Anda ingat peristiwa TALIBAN vs Penganut Budha di Afghanistan, mungkin tidak sikut menyikut yang Anda sebut bisa direfisi juga

      *Kamu itu harus cerdas dikit napa memangnya. Permasalahan Taliban dan penganut budha di Afghanistan itu bukan seperti permasalahan agama seperti islam dan Kristen.
      Anda katakan karena allah budha dan Islam berbeda maka Islam tidak pernah mengutak atik budha. tetapi saya ajukan satu contoh yaitu bahwa Islam pernah mengutak atik allahnya agama budha

      Bahasa Indonesia jelas banyak menyerap kata arab,… Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu Indonesia, jadi jika Islam mebawa kata “Allah” ke nusantara ya gpp toh kalau dipakai khalayak ramai oleh seluruh penduduk nusantara…toh semua agama Kristen di Indonesia yang dari basis suku tidak menggunakan kata “Allah” kan? saya sudah contohkan orang batak menggunakan kata “Debata”…. Nah karena bahasa Indonesia telah digunakan oleh orang pilihan TUHAN, maka pasti nanti di sorga ada orang Indonesia dengan bahasa Indonesia, karena di sorga akan berkumpul semua suku, bahasa, ras… tidak pandang bulu…

      *Sekali lagi saya tegaskan yang namanya nama itu, tidak bisah di latinkan, di inggriskan, di indonesiakan. Memangnya lafaz Allah kalau di indonesiakan artinya apa? Bisakah?
      TIDAK ADA DI SYURGA ITU ORANG INDONESIA, ORANG INGGRIS, ORANG ARAB, ORANG YUNANI, ORANG ITALI DLL. Juga tidak ada bahasa itali, bahasa Indonesia, bahasa inggris di syurga itu, yang ada hanya satu BAHASA yaitu BAHASA PENDUDUK SYURGA. BAHASA AL QURAN TITIK.
      gini mas Filar… Daud itu bahasa Arab atau bahasa Ibrani?…. Raja Daud itu orang Arab atau orang Ibrani? Nyatanya ia adalah orang Ibrani… tetapi AQ mencatat bahwa namanya adalah DAUD…padahal orang Ibrani memanggil DAUD dengan sebutan DAVID… so AQ telah menerjemahkan IBRANI ke ARAB…sekarang pertanyaan kenapa ada ajaran bahwa nama tidak boleh diterjemahkan sementara AQ menerjemahkan DAVID menjadi DAUD?…. bisa dijelaskan?

      *Nah kalau ada nama tuhan dalam bahasa batak yang namanya “debata” mengapa engkau tidak memakai bahasa ini, kan jelas bagi ku. Tapi apakah debata sama dengan Allah? Tidak bukan? Sebab tidak ada akar kata “Ilah” dari bahasa batak.
      susah juga yah…
      bagi kepercayaan batak debata adalah pencipta alam semesta, maha ini dan itu….
      Status inilah yang sama dengan ELOHIM/EL/ELAH/ELOAH… dan karena ALLAH tidak memandang bulu, suku, ras dan golongan maka kata “debata” yang ternyata status/predikat dapat dianggap sama denan ELOHIM/EL/ELAH/ELOAH maka kata DEBATA bisa digukanan…
      tetapi DEBATA tidak sama PribadiNYA dengan debata,…
      banyak allah mengklaim Maha Kuasa, tetapi hanya SATU Yang Maha KUasa, sebab IA ESA… banyak JOKO tetapi tidak semua JOKO sama….

      Bahasa Indonesia sudah menyerah kata “Allah” dari Arab… bahasa melayu adalah nenek moyangnya bahasa Indonesia.. dan umumnya orang melayu adalah Islam… piye toh kang…

      *mengapa engkau mengatakan bahasa Indonesia menyerah dengan kata “Allah”. Bagaimana dengan orang Inggris, Brazil, Itali ketika mereka sholat apakah mereka orang melayu? Apakah mereka orang arab?
      sudah saya katakan semua suku,ras,golongan, bahasa harus memuliakan TUHAN, sementara melayu menyerah dengan kata “Allah”,… tidak ada masalah selama PRIBADINYA tidak berbeda…
      TIDAK masalah mau dipanggil YEHOSUA, YESHUA, YESUS, JESUS, ISA yang masalah adalah jika YESUS dipanggil ISA tetapi dikatakan tidak disalib, itu sudah masalah besar…

      Muhammad lahir dari keturunan Ismail, Isa lahir dari keturunan Ishak. Isa dan Ishak adalah dua kakak beradik lain ibu namun bapaknya sama yaitu Ibrahim.
      apa relevansi pernyataan ini dengan diskusi kita?

      *Relevansinya sudah saya ceritakan di atas. Itu sebabnya sengaja saya masukan agar kamu tahu duduk persoalannya.
      ngga ada relevansi, yang saya lihat kamu sedang mengumbar pengetahuanmu kepada saya…

      tetapi saya jadi bertanya2 Isa siapa yang kakak beradik dengan Ishak?…bisa diperjelas?

      *Kamu ini pura2 tidak tahu atau benar2 tidak tahu atau orang yang tidak tahu menahu? Entah sudah berapa batang rokok yang saya isap untuk menjelaskan hal ini padamu. Air minumpun tidak engkau kasih?!
      Ternyata kamu selama ini cukup menyimak juga aku kira kamu tidak tahu, sama seperti halnya aku menguji kamu dengan bidang yang engkau tekuni, aku berharap bahwa debat ini tidak sia-sia saja itu sebabnya aku menguji kamu. Sebab aku sudah capek ngetik.
      mas Filar, ada prinsip yang harus kamu pegang di dalam dialog, yaitu oran bertanya belum tentu tidak mengeti, ok… makanya saya sedang meminta penjelasan kepada Anda, apa dan bagaimana ISa saudara kakak beradik dengan Ishak?

      *Mana ada Isa kakak beradik dengan Ishak (inikan hanya pengujian saja) ternyata kamu mengakui kalau begitu bahwa Isa putra Maryam adalah anak tunggal bukan? Hahahahaha. Sudah saya katakan bahwa Isa berasal dari keturunan Ishak, tapi saya belokan menjadi kakak beradik hanya sebatas pengujian saja, ternyata kamu cukup respek. Itu sudah cukup untuk ku hahahaha.
      dalam tata bahasa Ibrani dan budaya juga, nenek moyang tidak pernah disebut kakak beradik dengan keturunan sekarang… Anda harus jujur, kalau ngelantur bilang saya ngelantur…. atau kalau memaksakan dogma bilang saja memaksakan dogma…

      Ibrahim bin Azzar bin Tahur bin Sarush bin Ra’uf bin Falish bin Tabir bin Shaleh bin Arfakhsad bin Syam bin NUH bin Lemik bin Matulsakh bin IDRIS bin Yarid bin Mahla’il bin Qinan bin Anwas bin SHETH BIN ADAM. Ngerti!!!!!
      kalau AQ adalah wahyu allah tentu ada kan silsilah ini di sana?

      *Al Quran memang wahyu Allah, tapi apakah ada silsilah Muhamad di sana?
      seharusnya Anda jawab sendiri,… darimana silsilah Muhammad didapat? dongengkah?

      nah saya tanya darimanakah gerangan Anda mengambil silsilah ini?…

      *Engkau carilah di mbah gogel itu jalan pintas. Dan untuk silsilah Muhammad engkau cari juga di mbah gogel, mudah-mudahan ketemu juga.
      lucu juga…

      jangan SOK kepada saya tentang silsilah beginian, karena kemana ALKITAB berada maka SILSILAH dari ADAM sampai 100 keturunan ke bawanya masih bisa ditelusuri… dan jangan juga bermain silsilah dengan orang BATAK, sebab orang BATAK adalah orang yang rajin memelihara silsilahnya dari awal Marganya ada…mas Filar punya silsilah tidak?

      Coba engkau tampilkan silsilah dari Adam sampai Isa, jangan ngmong doang walaupun aku sudah mengetahuinya. Siapa yang bermain silsilah dengan orang batak? Kamu ini ada2 saja.
      Kamu baca 2 Kitab Injil Matius pertama dan Lukas 3 (lengkap dari sisi Yusuf dan sisi Maria)

      Saya tidak punya silsilah, hehehe tentunya setiap manusia punya silsilah, kamu ini ada2 saja.
      nah untuk itu coba mas Filar telusuri silsilahnya sampai generasi 16 di atas kamu bisa?….

  31. @Par

    DAN INI JAWABAN SAYA UNTUK KOMENT YANG LALU DAN INI SEBAGAI BUKTI SAYA SEORANG MUSLIM. SEORANG MUSLIM ITU HARUS MENEPATI JANJI.

    ALKITAB = 4 Kitab INJIL + 62 Kitab lain (a.l Tulisan Paulus+Nabi-Nabi)…
    jadi kalau Anda katakan ALKITAB karangan PAULUS, itu salah, pengetahuanmu itu harus kamu revisi…

    *Oh…jadi selain paulus kitab2mu itu di tulis oleh nabi2 begitu? Pantesan centang perenang. Kusut mayut.

    itu alur pikiran Anda yang saya rangkum mas Filar, tentu saja itu benar menurutmu…

    kembali ke awal…dari mana Anda tahu AQ benar?
    Dari Allah, Allah sendirilah yang mengatakan bahwa Al Quran itu adalah kitab yang benar tidak ada keraguan dari padanya. Gitu aja repot.

    2:2. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

    jadi ngga ada gunannya Anda puasa, beramal saleh, jika allah Anda ternyata dari awal sudah menentukan Anda jadi penghuni neraka, kira2 begitu kan artinya…

    *Saya melakukan apa yang baik saya lakukan untuk ibadah saya dan saya tidak menghitung-hitungnya, terlepas dari itu semua, terserah Allah mau mencampakan aku kedalam nereka itu haq Dia. Aku hanya berharap ampunanNya sampai deti ini. Itu saja.

    Jika ALLAH berkehendak tidak akan ada yang sanggup melawan, memang benar…
    pertanyaan sekarang adalah,, allah Anda telah menentukan sejak awal siapa yang masuk neraka…
    *Benar sejak awal Allah telah menentukan orang-orang untuk masuk neraka, namun orang2 yang bagaimana dulu?

    nah apa gunanya seseorang beragama Islam jika ternyata ada beberapa di antaranya yang masuk neraka?…

    *Jelas besar sekali gunannya sebab islam adalah rahmat semesta alam. Walaupun di antaranya ada yang masuk neraka, akan tetapi tidak abadi, orang islam masuk neraka hanya mencuci dosa2nya saja. Selain dari orang2 islam adalah abadi. Kekal di dalamnya buat selama-lamanya. Tidak akan di lihat-lihat, maka jadi batu jadi besi lah di dalam neraka itu, bukankah itu mengerikan?

    bukankah masuk syurga tergantung amal saleh? alias tergantung perbuatan?… sekarang itu terbalik dengan masuk surga adalah kehendak allah Anda…

    *Nah pertanyaan ini yang seharusnya engkau ajukan dari kemarin2. Itu sebabnya kemaren2 aku bertanya orang masuk syurga itu karena apa? Lalu engkau jawab karena kuasa yesus. Makanya aku jadi naik pitam.

    *Benar orang masuk syurga itu semuanya atas kehendak Allah saja tidak yang lain. Kalaulah berdasarkan amalan perbuatan manusia atau pahala, maka tidak satupun manusia masuk syurga. Cara menghitungnya gampang saja.
    Contoh: Kamu tahukan yang namanya biji mata manusia. Kalau di ukur nikmat mata dengan amalan seorang manusia yang berusia 500 tahun sedangkan dia tidak pernah berbuat dosa maka seluruh amalan orang itu tidak sampai seperempat dari nikmat mata yang di berikan Allah. Padahal itu baru satu biji mata saja! Lalu apakah dia berani sombong dengan amalannya itu di hadapan Tuhan? Tidak kita tidak boleh sombong, sebab untuk masuk syurga adalah ANUGRAH ALLAH SAJA. TIDAK YANG LAIN.

    perhatikan point satu Anda di atas, itu tidak nyambung mas Filar… jika si A sudah dikehendaki allah Anda bodoh, maka sia2 dia mau jadi cerdas bukan?.. dan yang pasti ia tidak akan bisa cerdas, karena sudah ditakdirkan untuk bodoh… Filar, ajakamu supaya diskusi tidak dengan penuh kebencian itu harus kamu ujikan juga kepada dirimu sendiri OK…tenang saja diskusinya….

    *Sudah saya terangkan berulang ulang.

    saya justru masih menanggapi pernyataanmu bahwa transistor tidak ada kemungkinan rusak,… saya katakan transistor bisa rusak jika voltage breakdownya mendapat voltage lebih tinggi darinya…

    Tidak rusak hanya hangat2 saja kok, voltagenya hanya 3 volt kok.

    analogimu itu tidak nyambung dengan kesimpulan dan premis awal… itu saya katakan plinplan…

    semoga Anda kabur secepatnya, dari blog ini,…..

    *Oke kalu kamu nyuruh kabur, bukan aku berarti menyerah hahahah ingat kalau kamu nyuruhku kabur itu tandanya kamu sudah down.

    Mas Filar…
    menurut terang Islam maka Kristen itu adalah kegelapan
    tetapi sebaliknya
    menurut terang Kristen maka Islam itu adalah kegelapan …

    *Sah-sah saja kamu beranggapan demikian, namun tidak denganku, aku menganggap agamamu tidak sebagai agama kegelapan, agamamu hanya sesat saja tidak lebih dari itu.

    jadi tetap ke pedoman saya, saya bertanya kepada ANda supaya semakin jelas betapa luasnya dan dalamnya jurang pemisah Antara Kristen dan Islam, sehingga untuk memaksakan persamaan akan amat sangat tidak mungkin….tetapi bagaimana bisa bersatu di dalam kehidupan nyata? ya seperti ajakan lae Sihotang,… hiduplah di dalam kasih dan damai.. sebab itu adalah tuntutan ajaran juga…

    *dengan satu syarat hentikan kristenisasi, baru bisa damai. Beribadahlah kamu dengan ibadah kamu jangan memurtadkan kaum muslimin yang bodoh dan miskin, yang tidak mengerti apa2. Kasihan mereka, kalau memang ingin juga kalian ingin memurtadkan kaum muslimin berdebatlah dengan cerdas dan yang kalah siap-siaplah untuk convert, itu baru gentlemen.

    2. Wahyu itu menjadi Al Quran bukan? nah kalau kita menguji kebenaran dari 3 oknum itu dengan Wahyu itu sendiri, maka itu disebut Keras Kepala…
    dalam istilah sekarang disebut ..POKOKNYA SUDAH BEGITU…

    2. Wahyu itu adalah Al Quran itu sendiri bukan “menjadi”, Al Quran bukan mahkluk hidup.

    koq jawabnya ngelantur… yang saya tanya bagaimana anda menguji kebenarannya?

    *sudah saya katakana bahwa untuk mengujinya dengan ilmu pengetahuan itu saja, gitu aja repot.

    unclear logic…
    allah adalah benar
    siapaa yang mengatakan demikian?
    allah sendiri
    dari mana kita tahu?
    dari wahyu allah sendiri
    siapa yang menerima wahyu?
    rasulallah
    bagaimana kita tahu rasullah benar?
    dari wahyu…
    bagaimana wahyu kita tahu benar?
    karena allah benar
    bagaimana allah kita tahu benar?
    dari AQ
    dari mana kita tahu AQ benar?
    karena allah benar…
    dst.. dst.. melingkar2…
    itu namanya POKOKE wes ngono…

    *Hahahah sekarang saya kasih kamu pertanyaan! Kamu tahu nama buah dari mana? Terserah mau buah apa, mau durian kek rambutan kek terserah. Dari mana kamu tahu nama buah? Bukan kah pertanyaan ini tidak sesulit pertanyaanmu kepadaku bukan?

    waddduh…. piye toh kang….dari awal kita bicara al quran di penggalan topik yang ini, Anda yang menghubung-hubungkannya dengan Alkitab, sehingga saya luruskan bahwa yang sedang kita bahas adalah Al Quran, bukan Alkitab…

    *Oke kalau begitu,ngomong dong dari tadi.
    heran sama Anda…

    *sama aku juga heran

    1.1000 tahun di atas solar apa lunar?
    *1000 tahun itu menurut perhitungan kita itu artinya 1000 kali revolusi bumi. Itu artinya solar atau lunar kamu sendiri ngartikannya Saya udah capek ngetik. Hehehe

    solar apa lunar?

    *Ya solar lah, emangnya apa lagi. Bukankah kalender yang di gunakan manusia itu akibat terjadinya siang dan malam.

    Anda menggunakan rumusan ini untuk mengukur usia AQ toh… nah dengan aplikasi yang sama saya gunakan untuk menghitung berapa lama seharusnya AQ itu lengkap diwahyukan, yaitu paling tidak 23×50000 tahun ke depan… ada dasarnya Anda berdalih ke sana kemari?.. piye toh kang?

    *Kan sudah saya jabarkan apa lagi?

    saya melihat sebaliknya bahwa saudara moslem banyak memakain ilmu2 modern lalu menghubung2kannya dengan Al Quran.. itulah yang saya sebut, suatu saat ilmu modern itu berobah maka muslim akan kerepotan menafsir ulang AQnya… saran saya, saudara muslim harus segera meninggalkan ketergantungan kepada dunia…

    *tidak masalah ilmu modern itu lenyap, justru Al Quran semakin menjadi rujukan tunggal. Siapa yang menafsir Al Quran dengan ilmu modern, bukankah ilmu modern di atas modern itu Al Quran, sama halnya seperti yang anda bantah bahwa Al quran itu seharunya lengkap 23×50000 tahun kedepan. Itu artinya anda sendiri mengakui kehebatan Al Quran.

    Jika Anda percaya hanya ALLAH yang hebat, apa gunanya kamu menguji2 saya? lalu mengatai2 PAULUS pembohong?… pikirkanlah itu kawan…

    *Lalu apa gunanya pula anda membantah dan bertanya?

    ALLAH adalah MAHA PENGASIH…BENAR
    tetapi jika ada batas tertentu dari batas kesabaran, sehingga jika batas itu ditemukan maka sah untuk membalas, itu KONTRADIKSI…

    *Siapa bilang kontradiksi!, permasalahan itu. mana lebih jauh lagi kontradiksi antara Syurga dan Neraka?

    Begini:
    Allah itu menciptakan mahkluk yang bernama manusia dengan segala keterbatasannya bukan? Apakah anda tetap pergi ke medan perang sementara anda tidak mempunyai apa2? Nah bagaiman supaya anda memiliki senjata, tentu anda berusaha membuatnya bukan? Nah sampai di medan perang apakah anda tetap berkasih sayang dengan musuh anda tampar pipiku lalu kasih yang sebelahnya lagi? Begitu?
    Nah kalau anda sudah jelas2 ingin di bunuh atau martabat anda di rusah oleh orang lain apakah anda kasih pipi kanan lalu pipi kiri? TANDA ALLAH MAHA PENGASIH DALAM HAL INI DIMUDAHKAN BAGI ANDA UNTUK MEMBUAT SENJATA, WALAUPUN NYATA2 SENJATA ITU UNTUK MEMBUNUH. Dimana letak kontradiksi? Lain dengan binatang di karenakan binatang tidak mempunyai akal maka Allah sudah mempersiapkan jenis2 senjata menurut jenis binatangnya bukan? Kalu Allah tidak member taring dan kuku pada singa itu baru kontadiksi.
    bisa ngga pengajaran seseorang dari muslim dilepaskan dari pengajaran yang dia terima dari sumber yang lain?

    *saya kira tidak bisa sebab hal ini menyangkut hidayah Allah dan takdir tadi heheheh.

    nah karena tidak bisa itulah, maka saya wajib bertanya kepada Anda, bagaimana Anda tahu sumber penginformasi itu benar?

    *Lihat informasinya dahulu kalau berasal dari Rasulullah tentu benar, siapa yang tidak percaya. Anda saja percaya kok sama paulus. Padahal anda tidak mempelajari dengan cermat surat2 kiriman paulus. Justru di alkitab sendiri banyak kontradiski. Mengapa anda tiba2 bicara kontradiksi segala? Ini mengherankan sekali!

    sesama Kristen saja bisa berantem menjelaskan ALKITAB, sama halnya sesama ISLAM saja bisa berantem menjelaskan ALQURAN… masak ANda mau menjelaskan ALKITAB kepada saya dari sudut pandang AL QURAN? itu tidak efektif…

    *Kalau kalian saling berantem tentang Al kitab itu wajar saja, sebab sumbernya tidak jelas, yang menulis dan yang merevisi juga tidak jelas, wajar saling adu jotos. Tapi kalau sesama muslim berantem gara2 Al Quran saya belum perna dengar, mulai dari jaman nabi sampai sekarang!

    Saya tidak menjelaskan alkitab anda dari sudut Al Quran, bahkan saya sendiri mengatakan bahwa yesus kamu itu tidak di salib dan ada 14 bukti yang saya rekam di dalamnya, alkitabmu sendiri yang mengatakan demikian, sedangkan di Al Quran ada buktinya tapi untuk orang yang beriman saja.

    bagaimana tidak, sebab 10-an ahli sejarah sekuler mencatat bahwa YESUS disalib,…bahkan sudah saya katakan jika YESUS tidak disalib, maka Perjanjian Baru tidak akan pernah ada…, nah jika Al Quran sudah ada 50000 tahun sebelumnya masak bisa salah informasi?..

    *Yang kamu maksudkan dan katakan salah dalam AQ itu yang mana dan yang betul yang mana?

    contoh matematika dasar sebagai perbandingan, 1+1=2, tetapi karena
    ada Al Quran 1+1=3… nah itu lah yang terjadi perihal YESUS disalib..

    *oh jadi gara2 AQ yesus di salib hahahahaah.

    karena berburuk sangka tidak baik, maka ada baiknya Anda tidak menafsir ALKITAB berdasar ALQURAN… OK bung!!

    *Sudah saya katakan bahwa saya tidak menafsirkan kitabmu berdasarkan kitabku. Justru saya mengcounternya dengan kitabmu sendiri, tapi engkau berkilah. Kan sudah jelas tulisan2 saya tersebut, kenapa tidak engkau bahas. Baik… sekali lagi ada 14 bukti bahwa yesus kamu itu tidak di salib, kitabmu sendiri yang mengatakannya demikan, sekarang apa tanggapan kamu? Jangan berkilah lagi ya saya hanya pinta kamu menerangkannya padaku apa pendapatmu akan hal itu.

    • @Filar

      DAN INI JAWABAN SAYA UNTUK KOMENT YANG LALU DAN INI SEBAGAI BUKTI SAYA SEORANG MUSLIM. SEORANG MUSLIM ITU HARUS MENEPATI JANJI.

      ALKITAB = 4 Kitab INJIL + 62 Kitab lain (a.l Tulisan Paulus+Nabi-Nabi)…
      jadi kalau Anda katakan ALKITAB karangan PAULUS, itu salah, pengetahuanmu itu harus kamu revisi…

      *Oh…jadi selain paulus kitab2mu itu di tulis oleh nabi2 begitu? Pantesan centang perenang. Kusut mayut.
      Tepat, baguslah jika pengetahuanmu tentang Paulus mengubah Alkitab itu sudah melekat…
      Alkitab itu ditulis paling tidak 40 orang dalam rentang 4000 tahun…
      Menurut Anda itu kusut mayut, tetapi ternyata tidak…

      itu alur pikiran Anda yang saya rangkum mas Filar, tentu saja itu benar menurutmu…

      kembali ke awal…dari mana Anda tahu AQ benar?
      Dari Allah, Allah sendirilah yang mengatakan bahwa Al Quran itu adalah kitab yang benar tidak ada keraguan dari padanya. Gitu aja repot.

      2:2. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

      mas Filar, berpikirlah secara logic sedikit,…
      a. dari mana Anda tahu AQ benar?
      dari allah
      b. dari mana Anda tahu allah benar?
      dari AQ
      c. dari mana Anda tahu AQ benar?
      dari allah
      d. darimana Anda tahu allah benar?
      dari AQ…
      e..
      f..
      g,,
      sampai tak hingga…

      itu namanya KERAS KEPALA,….

      jadi ngga ada gunannya Anda puasa, beramal saleh, jika allah Anda ternyata dari awal sudah menentukan Anda jadi penghuni neraka, kira2 begitu kan artinya…

      *Saya melakukan apa yang baik saya lakukan untuk ibadah saya dan saya tidak menghitung-hitungnya, terlepas dari itu semua, terserah Allah mau mencampakan aku kedalam nereka itu haq Dia. Aku hanya berharap ampunanNya sampai deti ini. Itu saja.
      bahasa metematikanya gini mas Filar…
      A = allah menentukan siapa masuk surga siapa masuk neraka
      B = allah mengatakan supaya berbuat amal, berbuat baik d.l.l supaya masuk surga…

      nah kalau Anda lihat A dan B, itu bertentangan, sebab sudah ia tentukan siapa2 yang masuk ke sorga, sementara mubajir menyuruh orang berbuah baik untuk mendapat surga….
      Ingat ada dogma Islam yang mengatakan
      C. ada sejenis “TIMBANGAN”, jika amal lebih berat maka ia masuk surga, sebaliknya jika lebih ringan maka neraka…
      so… jika dibandingkan antara A dan C, apa ngga kamu lihat inkonsistensi?

      ika ALLAH berkehendak tidak akan ada yang sanggup melawan, memang benar…
      pertanyaan sekarang adalah,, allah Anda telah menentukan sejak awal siapa yang masuk neraka…

      *Benar sejak awal Allah telah menentukan orang-orang untuk masuk neraka, namun orang2 yang bagaimana dulu?
      tetapi kenapa harus disuruh berbuat baik untuk masuk surga?

      nah apa gunanya seseorang beragama Islam jika ternyata ada beberapa di antaranya yang masuk neraka?…

      *Jelas besar sekali gunannya sebab islam adalah rahmat semesta alam. Walaupun di antaranya ada yang masuk neraka, akan tetapi tidak abadi, orang islam masuk neraka hanya mencuci dosa2nya saja. Selain dari orang2 islam adalah abadi. Kekal di dalamnya buat selama-lamanya. Tidak akan di lihat-lihat, maka jadi batu jadi besi lah di dalam neraka itu, bukankah itu mengerikan?
      pertanyaannya, jika oleh karena seseorang beramal ibadah secara Islam maka ditimbanglah masuk neraka apa tidak… apakah tidak bertentangan dengan bahwa allah Anda sudah menentukan siapa masuk neraka?

      bukankah masuk syurga tergantung amal saleh? alias tergantung perbuatan?… sekarang itu terbalik dengan masuk surga adalah kehendak allah Anda…

      *Nah pertanyaan ini yang seharusnya engkau ajukan dari kemarin2. Itu sebabnya kemaren2 aku bertanya orang masuk syurga itu karena apa? Lalu engkau jawab karena kuasa yesus. Makanya aku jadi naik pitam.
      weleeeh kang…. ya sudah dijawablah semua pertanyaan di atas….
      Memang seseorang masuk ke rumah jika pemilik rumah itu mengiayakan ya toh… YESUS adalah RAJA di bumi dan di sorga, jadi kalau seseorang mau masu sorga ya minta ijin dulu saya YESUS, sebab DIA yang empunya sorga dan dunia… piye toh kang?

      *Benar orang masuk syurga itu semuanya atas kehendak Allah saja tidak yang lain. Kalaulah berdasarkan amalan perbuatan manusia atau pahala, maka tidak satupun manusia masuk syurga. Cara menghitungnya gampang saja.
      Contoh: Kamu tahukan yang namanya biji mata manusia. Kalau di ukur nikmat mata dengan amalan seorang manusia yang berusia 500 tahun sedangkan dia tidak pernah berbuat dosa maka seluruh amalan orang itu tidak sampai seperempat dari nikmat mata yang di berikan Allah. Padahal itu baru satu biji mata saja! Lalu apakah dia berani sombong dengan amalannya itu di hadapan Tuhan? Tidak kita tidak boleh sombong, sebab untuk masuk syurga adalah ANUGRAH ALLAH SAJA. TIDAK YANG LAIN.
      kalau masuk surga adalah anugerah, itu bertentangan dengan prinsip timbangan amal kawan….

      perhatikan point satu Anda di atas, itu tidak nyambung mas Filar… jika si A sudah dikehendaki allah Anda bodoh, maka sia2 dia mau jadi cerdas bukan?.. dan yang pasti ia tidak akan bisa cerdas, karena sudah ditakdirkan untuk bodoh… Filar, ajakamu supaya diskusi tidak dengan penuh kebencian itu harus kamu ujikan juga kepada dirimu sendiri OK…tenang saja diskusinya….

      *Sudah saya terangkan berulang ulang.
      teliti lagi…

      saya justru masih menanggapi pernyataanmu bahwa transistor tidak ada kemungkinan rusak,… saya katakan transistor bisa rusak jika voltage breakdownya mendapat voltage lebih tinggi darinya…

      Tidak rusak hanya hangat2 saja kok, voltagenya hanya 3 volt kok.
      hehehe…. intinya kapasitor bisa rusak… itu yang saya tanggapi…volatage breakdownnya 3V jadi kalau Anda kasih VCC 24 volt bisa meledak tuh kapasitor

      analogimu itu tidak nyambung dengan kesimpulan dan premis awal… itu saya katakan plinplan…

      semoga Anda kabur secepatnya, dari blog ini,…..

      *Oke kalu kamu nyuruh kabur, bukan aku berarti menyerah hahahah ingat kalau kamu nyuruhku kabur itu tandanya kamu sudah down.
      mas filar-mas filar,…. tujuan saya baik menyuruh Anda kabur, supaya Anda tidak berbalik memusuhi saya… sebab jika ANda betah di sini, akan banyak pengetahuanmu yang akan direfisi,… salah satunya… milikikah hati nurani yang murni, itu lebih mulia dari pada semua aturan2 agama….selamat kabur…seperti Anda lihat, balasan saya dalam dialog kita ini tertata rapi, itu membutktikan saya masih semangat, seperti sedia kala…

      Mas Filar…
      menurut terang Islam maka Kristen itu adalah kegelapan
      tetapi sebaliknya
      menurut terang Kristen maka Islam itu adalah kegelapan …

      *Sah-sah saja kamu beranggapan demikian, namun tidak denganku, aku menganggap agamamu tidak sebagai agama kegelapan, agamamu hanya sesat saja tidak lebih dari itu.
      bagi Kristen sesat itu sudah sama dengan hidup di dalam kegelapan…
      salah satu kegelapan Anda adalah dengan mengatakan Alkitab ditulis oleh Paulus….

      jadi tetap ke pedoman saya, saya bertanya kepada ANda supaya semakin jelas betapa luasnya dan dalamnya jurang pemisah Antara Kristen dan Islam, sehingga untuk memaksakan persamaan akan amat sangat tidak mungkin….tetapi bagaimana bisa bersatu di dalam kehidupan nyata? ya seperti ajakan lae Sihotang,… hiduplah di dalam kasih dan damai.. sebab itu adalah tuntutan ajaran juga…

      *dengan satu syarat hentikan kristenisasi, baru bisa damai. Beribadahlah kamu dengan ibadah kamu jangan memurtadkan kaum muslimin yang bodoh dan miskin, yang tidak mengerti apa2. Kasihan mereka, kalau memang ingin juga kalian ingin memurtadkan kaum muslimin berdebatlah dengan cerdas dan yang kalah siap-siaplah untuk convert, itu baru gentlemen.
      Filar filar….jika Anda tidak mau orang menjadi Kristen dari dasar bodoh dan ini dan itu, maka segera cerdaskan manusia-manusia Islam seluruh jagad OK… kedua, masalah seseorang menjadi Kristen itu Hak YESUS,… ke tiga, maka stop juga islamisasi di Indonesia… jangan mau memang sendiri OK….

      2. Wahyu itu menjadi Al Quran bukan? nah kalau kita menguji kebenaran dari 3 oknum itu dengan Wahyu itu sendiri, maka itu disebut Keras Kepala…
      dalam istilah sekarang disebut ..POKOKNYA SUDAH BEGITU…

      2. Wahyu itu adalah Al Quran itu sendiri bukan “menjadi”, Al Quran bukan mahkluk hidup.

      koq jawabnya ngelantur… yang saya tanya bagaimana anda menguji kebenarannya?

      *sudah saya katakana bahwa untuk mengujinya dengan ilmu pengetahuan itu saja, gitu aja repot.
      waddduhhh…..
      salah satu cabang pengetahuan adalah SEJARAH…
      sejarah mencatat YESUS disalib,,,…
      sekarang apakah Anda bisa menerima kebenaran SEJARAH atau kebenaran AQ?
      piye toh kang?

      unclear logic…
      allah adalah benar
      siapaa yang mengatakan demikian?
      allah sendiri
      dari mana kita tahu?
      dari wahyu allah sendiri
      siapa yang menerima wahyu?
      rasulallah
      bagaimana kita tahu rasullah benar?
      dari wahyu…
      bagaimana wahyu kita tahu benar?
      karena allah benar
      bagaimana allah kita tahu benar?
      dari AQ
      dari mana kita tahu AQ benar?
      karena allah benar…
      dst.. dst.. melingkar2…
      itu namanya POKOKE wes ngono…

      *Hahahah sekarang saya kasih kamu pertanyaan! Kamu tahu nama buah dari mana? Terserah mau buah apa, mau durian kek rambutan kek terserah. Dari mana kamu tahu nama buah? Bukan kah pertanyaan ini tidak sesulit pertanyaanmu kepadaku bukan?
      saya tahu nama buah dari lingkungan saya (orang tua, teman, sekolah, d.l.l)
      bagaimana ANda tahu allah, jibril, rasullah benar?

      waddduh…. piye toh kang….dari awal kita bicara al quran di penggalan topik yang ini, Anda yang menghubung-hubungkannya dengan Alkitab, sehingga saya luruskan bahwa yang sedang kita bahas adalah Al Quran, bukan Alkitab…

      *Oke kalau begitu,ngomong dong dari tadi.
      heran sama Anda…
      yang heran seharusnya saya, karena Anda tidak fokus saya lihat…. hehehe

      *sama aku juga heran

      1.1000 tahun di atas solar apa lunar?
      *1000 tahun itu menurut perhitungan kita itu artinya 1000 kali revolusi bumi. Itu artinya solar atau lunar kamu sendiri ngartikannya Saya udah capek ngetik. Hehehe

      solar apa lunar?

      *Ya solar lah, emangnya apa lagi. Bukankah kalender yang di gunakan manusia itu akibat terjadinya siang dan malam.
      Anda harus lebih banyak jujur….sudah ngga usah dilanjut bahasan ini….kalau tidak tahu ngga usah dipaksa menjadi tahu…

      Anda menggunakan rumusan ini untuk mengukur usia AQ toh… nah dengan aplikasi yang sama saya gunakan untuk menghitung berapa lama seharusnya AQ itu lengkap diwahyukan, yaitu paling tidak 23×50000 tahun ke depan… ada dasarnya Anda berdalih ke sana kemari?.. piye toh kang?

      *Kan sudah saya jabarkan apa lagi?
      dengan rumusan penjabaran Anda saya aplikasikan bahwa AQ seharusnya selesai kira2 23×50000 tahun kedepan… menurutmu gimana? itu yang harus kamu tanggapi?

      saya melihat sebaliknya bahwa saudara moslem banyak memakain ilmu2 modern lalu menghubung2kannya dengan Al Quran.. itulah yang saya sebut, suatu saat ilmu modern itu berobah maka muslim akan kerepotan menafsir ulang AQnya… saran saya, saudara muslim harus segera meninggalkan ketergantungan kepada dunia…

      *tidak masalah ilmu modern itu lenyap, justru Al Quran semakin menjadi rujukan tunggal. Siapa yang menafsir Al Quran dengan ilmu modern, bukankah ilmu modern di atas modern itu Al Quran, sama halnya seperti yang anda bantah bahwa Al quran itu seharunya lengkap 23×50000 tahun kedepan. Itu artinya anda sendiri mengakui kehebatan Al Quran.
      jika ilmu modern itu lenyap maka AQ juga akan lenyap, kenapa? karena seringnya umat muslim menghubung2kan AQ dengan ilmumoderrn…. itu harus ANda tanggapi serius… salah satunya adalah dengan menganggap AQ berusia 50000 tahun sebelum alam semesta…sebab dengan kalkulasi yang sama maka seharusnya AQ juga selesai paling tidak 23×50000 tahun ke depan…. saya bukannya mengakui kehebatannya, tetapi saya sedang tidak ingin melihat Anda terlihat bodoh dengan mitos-mitos…

      Jika Anda percaya hanya ALLAH yang hebat, apa gunanya kamu menguji2 saya? lalu mengatai2 PAULUS pembohong?… pikirkanlah itu kawan…

      *Lalu apa gunanya pula anda membantah dan bertanya?
      saya katakan di atas banget, supaya jelas jurang pemisah Antara Kristen dan Islam, antara Anda dan saya, antara ALLAH dengan allah ANda…

      ALLAH adalah MAHA PENGASIH…BENAR
      tetapi jika ada batas tertentu dari batas kesabaran, sehingga jika batas itu ditemukan maka sah untuk membalas, itu KONTRADIKSI…

      *Siapa bilang kontradiksi!, permasalahan itu. mana lebih jauh lagi kontradiksi antara Syurga dan Neraka?
      Maha itu artinya tidak ada batas….
      tetapi dengan mengatakan ada batas kesabaran, berarti itu kontradiksi….

      Begini:
      Allah itu menciptakan mahkluk yang bernama manusia dengan segala keterbatasannya bukan? Apakah anda tetap pergi ke medan perang sementara anda tidak mempunyai apa2? Nah bagaiman supaya anda memiliki senjata, tentu anda berusaha membuatnya bukan? Nah sampai di medan perang apakah anda tetap berkasih sayang dengan musuh anda tampar pipiku lalu kasih yang sebelahnya lagi? Begitu?
      Nah kalau anda sudah jelas2 ingin di bunuh atau martabat anda di rusah oleh orang lain apakah anda kasih pipi kanan lalu pipi kiri? TANDA ALLAH MAHA PENGASIH DALAM HAL INI DIMUDAHKAN BAGI ANDA UNTUK MEMBUAT SENJATA, WALAUPUN NYATA2 SENJATA ITU UNTUK MEMBUNUH. Dimana letak kontradiksi? Lain dengan binatang di karenakan binatang tidak mempunyai akal maka Allah sudah mempersiapkan jenis2 senjata menurut jenis binatangnya bukan? Kalu Allah tidak member taring dan kuku pada singa itu baru kontadiksi.
      bisa ngga pengajaran seseorang dari muslim dilepaskan dari pengajaran yang dia terima dari sumber yang lain?
      jika ada kasih perang tidak akan ada… jadi mengandaikan ada perangpun sudah tidak betul…. jadi dengan begitu banyaknya perang dapat dipastikan bahwa memang kasih tidak ada didunia, masih menjadi minoritas….

      *saya kira tidak bisa sebab hal ini menyangkut hidayah Allah dan takdir tadi heheheh.

      nah karena tidak bisa itulah, maka saya wajib bertanya kepada Anda, bagaimana Anda tahu sumber penginformasi itu benar?

      *Lihat informasinya dahulu kalau berasal dari Rasulullah tentu benar, siapa yang tidak percaya. Anda saja percaya kok sama paulus. Padahal anda tidak mempelajari dengan cermat surat2 kiriman paulus. Justru di alkitab sendiri banyak kontradiski. Mengapa anda tiba2 bicara kontradiksi segala? Ini mengherankan sekali!
      bagaimana Anda menguji rasullah pasti benar? itu yang masih saya tunggu jawabannya…
      Ada beberapa yang kasat mata terlihat kontradiksi setelah diteliti ternyata tidak,… ada yang mengaku2 tidak kontradiksi tetapi setelah diteliti penuh kontradiksi, salah satunya adalah dengan mengatakan Allah Maha pengasih tetapi sekaligus mengatakan ada batas kesabaran…

      sesama Kristen saja bisa berantem menjelaskan ALKITAB, sama halnya sesama ISLAM saja bisa berantem menjelaskan ALQURAN… masak ANda mau menjelaskan ALKITAB kepada saya dari sudut pandang AL QURAN? itu tidak efektif…

      *Kalau kalian saling berantem tentang Al kitab itu wajar saja, sebab sumbernya tidak jelas, yang menulis dan yang merevisi juga tidak jelas, wajar saling adu jotos. Tapi kalau sesama muslim berantem gara2 Al Quran saya belum perna dengar, mulai dari jaman nabi sampai sekarang!
      belagu banget hehehhe…
      Utsman mengkompilasi AQ dengan bhs Quraisy itu kenapa coba?
      Ahmadyiah masih menggunakan AQ, tetapi koq berantem?…
      hayolah belajarlah jujur….

      Saya tidak menjelaskan alkitab anda dari sudut Al Quran, bahkan saya sendiri mengatakan bahwa yesus kamu itu tidak di salib dan ada 14 bukti yang saya rekam di dalamnya, alkitabmu sendiri yang mengatakan demikian, sedangkan di Al Quran ada buktinya tapi untuk orang yang beriman saja.

      bagaimana tidak, sebab 10-an ahli sejarah sekuler mencatat bahwa YESUS disalib,…bahkan sudah saya katakan jika YESUS tidak disalib, maka Perjanjian Baru tidak akan pernah ada…, nah jika Al Quran sudah ada 50000 tahun sebelumnya masak bisa salah informasi?..

      *Yang kamu maksudkan dan katakan salah dalam AQ itu yang mana dan yang betul yang mana?

      contoh matematika dasar sebagai perbandingan, 1+1=2, tetapi karena
      ada Al Quran 1+1=3… nah itu lah yang terjadi perihal YESUS disalib..

      *oh jadi gara2 AQ yesus di salib hahahahaah.
      sedikit informasi yang berbau kontradiksi (meski tidak kontradiksi) anca langsung mencap ALKITAB palsu, sekarang masalah besar Anda anggap enteng… bahaya kamu ini…

      karena berburuk sangka tidak baik, maka ada baiknya Anda tidak menafsir ALKITAB berdasar ALQURAN… OK bung!!

      *Sudah saya katakan bahwa saya tidak menafsirkan kitabmu berdasarkan kitabku. Justru saya mengcounternya dengan kitabmu sendiri, tapi engkau berkilah. Kan sudah jelas tulisan2 saya tersebut, kenapa tidak engkau bahas. Baik… sekali lagi ada 14 bukti bahwa yesus kamu itu tidak di salib, kitabmu sendiri yang mengatakannya demikan, sekarang apa tanggapan kamu? Jangan berkilah lagi ya saya hanya pinta kamu menerangkannya padaku apa pendapatmu akan hal itu.
      Ada kalimat induktif ada ekslusif ada logic forward ada feedforward dan seterusnya dan sebaliknya
      saya katakan jika YESUS tidak disalib maka ALKITAB PERJANJIAN BARU pasti tidak akan ditulis… artinya apa…?
      jika ANda katakan bahwa ada di ALKITAB bukti bahwa YESUS tidak disalib itu sudah rancu, kacau, ngga jelas,….
      contoh gampangnya gini mas…
      A. Bubur itu lembut sekali…
      B. Lalu si Filar berkata, ada 14 bukti yang mengungkap bahwa bubur tidak lembut…

      yang namaya bubur pasti sudah lembut,… koq masih repot nyari2 bukti bahwa bubur tidak lembut…

      Yang namanya PB ditulis karena YESUS disalib
      koq masih nyari2 14 bukti bahwa YESUS tidak disalib..

      piye kang?

  32. ALLAH adalah ALLAH dari segala suku, tidak lepas dari agama, suku, ras dan golongan, Pencipta segala sesuatu… tetapi allah Anda tidak, meski mengaku tidak pandang bulu, tetapi ada hal yang membuat allah Anda memandang bulu…jangan panik dengan bahasa2 saya ok bung!!!

    *Bahasa anda paya

    Saya sudah kasih tau kepada ANda, sebelum orang arab Islam menggunakan kata “Allah”, orang Kristen Arab sudah lebih dulu menggunakan kata “Allah” yang diambil dari dasar “El” atau “ELAH” atau “ELOAH”…
    sementara kata “Ilah” menjadi “Allah” itu agak rancu, yang benar adalah Al-Ilah menjadi Allah…
    dimana
    EL = AL..dan
    Ilah = Tuhan/tuan
    jadi AL-ILAH = Allah dari semua tuhan, kira2 begitu arti literalnya..

    *itukan versi kamu, sudah saya katakan dari kemarin bahwa bahasa arab adalah bahasa paling tua di muka bumi.

    pertanyaan saya adalah dari mana dasarnya Anda mengatakan jarak2 tersebut? dari dongengkah?…

    *dari mbah gogel dari mana lagi, di mbah gogel ini banyak manusia yang punya disiplin ilmu tentang itu walaupun saya punya beberapa buku.

    simpang siur lagi…. yang menyarankan ibadah harus di bahasa Arab siapa kawan? TIdak mungkin tetap dengan kata “allah” kawan, sebab sudah Anda katakan kata “allah” asalnya dari bahasa arab quraysu dan bahasa orang berimaan dan bahasa di sorga adalah bahasa arab logat quraysi… konsisten dong bung!!!

    *kamu itu harus sedikit membuka cakrawala dikit aja jadilah. yang namanya ibadah sholat bagi kaum muslimin emang harus bahasa arab. saya memfokuskanya kesanah, tanyalah kepada kaum muslimin yang lain. itu salah satu contoh.

    dasarnya adalah DOGMA Islam tidak sama dengan Dogma Kristren… Joko banyak tetapi tidak semua Joko sama… allah memang banyak tetapi tidak semua allah sama, banyak allah ngaku ESA tetapi tidak semua allah ESA, hanya TUHAN, ALLAH Yang berfirman di ALKITAB…

    *Sejak kapan tuhan kamu berfirman dalam al kitab? tidak mungkin tuhan ngomong cabul.

    ELI atau ELOY itu bukan nama Filar,…akhiran I di ibrani artinya KU di bahasa Indonesia…
    jadi ELI atinya ALLAH-KU…
    ingat EL–>ELOAH–>ELAH–>ALLAH…
    jika Kristen menyebut “Allah” itu bukan nama kawan, tetapi status/predikat/gelar… sedang NamaNYA adalah YHWH.. bisa juga disebut YESUS…

    *kamu ini berbelit2, tadi saya membahas lafaz Allah sekarang yesus, bagi saya yesus tidak ada masalah yang masalah lafaz Allah. enteh ngerti kagak? Sebab bagi saya yesus hanyalah seorang nabi.

    itulah jurang pemisahyang lebar…dan itu pula yang membuat saya memfonis ada dusta di antara kita hehehh

    *yang berdusta itu siapa?

    3 saksi baru suatu perkara sah ya toh…
    perhatikan:
    Yahudi mencatat YESUS disalib (abad 1 M)
    Murid2 YESUS mencatat YESUS disalib (abad 1 M)
    Kekaisaran Romawi mencatat YESUS disalib…(abad 1 M)
    ROH KUDUS (ALLAH sendiri) mencatat PB mengatakan YESUS disalib (abad 1 M)

    melawan
    Al Quran mencatat YESUS tidak disalib (abad 6 M)

    pertanyaan..
    gunakan hati nuranimu Anda lebih percaya siapa?

    *Tentu saya percaya AQ. hehehe

    Anda katakan karena allah budha dan Islam berbeda maka Islam tidak pernah mengutak atik budha. tetapi saya ajukan satu contoh yaitu bahwa Islam pernah mengutak atik allahnya agama budha.

    *Islam tidk ada masalh dengan agama Budha.

    gini mas Filar… Daud itu bahasa Arab atau bahasa Ibrani?…. Raja Daud itu orang Arab atau orang Ibrani? Nyatanya ia adalah orang Ibrani… tetapi AQ mencatat bahwa namanya adalah DAUD…padahal orang Ibrani memanggil DAUD dengan sebutan DAVID… so AQ telah menerjemahkan IBRANI ke ARAB…sekarang pertanyaan kenapa ada ajaran bahwa nama tidak boleh diterjemahkan sementara AQ menerjemahkan DAVID menjadi DAUD?…. bisa dijelaskan?

    *Daud itu nama. AQ tidak pernah menconvert nama2 nabi. Daud ya daud, muhammad ya muhammad. yang menterjemahkan david menjadi daud itu bahasa ibrani. DAUD itu nabi islam. ngerti

    susah juga yah…
    bagi kepercayaan batak debata adalah pencipta alam semesta, maha ini dan itu….
    Status inilah yang sama dengan ELOHIM/EL/ELAH/ELOAH… dan karena ALLAH tidak memandang bulu, suku, ras dan golongan maka kata “debata” yang ternyata status/predikat dapat dianggap sama denan ELOHIM/EL/ELAH/ELOAH maka kata DEBATA bisa digukanan…
    tetapi DEBATA tidak sama PribadiNYA dengan debata,…
    banyak allah mengklaim Maha Kuasa, tetapi hanya SATU Yang Maha KUasa, sebab IA ESA… banyak JOKO tetapi tidak semua JOKO sama….

    *Makanya jangan banyak ngelamun.

    TIDAK masalah mau dipanggil YEHOSUA, YESHUA, YESUS, JESUS, ISA yang masalah adalah jika YESUS dipanggil ISA tetapi dikatakan tidak disalib, itu sudah masalah besar…

    *tidak ada masalah dalam hal ini karena tidak menyangkut lafaz Allah. yang saya ributkan adalah Lafaz Allah. kamu mau manggil yesus itu jesus atau isa terserah. Nabi Isa Memang tidak di salib.

    ngga ada relevansi, yang saya lihat kamu sedang mengumbar pengetahuanmu kepada saya…

    *siapa yang mengubar ilmu, saya menyebutkan silsilah para nabi itu agar kamu tahu bahwa mereka menyebut tuhan mereka itu dengan Lafaz Allah.

    mas Filar, ada prinsip yang harus kamu pegang di dalam dialog, yaitu oran bertanya belum tentu tidak mengeti, ok… makanya saya sedang meminta penjelasan kepada Anda, apa dan bagaimana ISa saudara kakak beradik dengan Ishak?

    *Oh ku kira kamu tidak tahu, gitu saja repot

    nah saya tanya darimanakah gerangan Anda mengambil silsilah ini?…

    *dari mbah gogel dari mana lagi.

    nah untuk itu coba mas Filar telusuri silsilahnya sampai generasi 16 di atas kamu bisa?….

    *hal itu tidak bisa saya lakukan kami tidak sehebat orang batak atau orang padang.

    • @Filar

      Saya sudah kasih tau kepada ANda, sebelum orang arab Islam menggunakan kata “Allah”, orang Kristen Arab sudah lebih dulu menggunakan kata “Allah” yang diambil dari dasar “El” atau “ELAH” atau “ELOAH”…
      sementara kata “Ilah” menjadi “Allah” itu agak rancu, yang benar adalah Al-Ilah menjadi Allah…
      dimana
      EL = AL..dan
      Ilah = Tuhan/tuan
      jadi AL-ILAH = Allah dari semua tuhan, kira2 begitu arti literalnya..

      *itukan versi kamu, sudah saya katakan dari kemarin bahwa bahasa arab adalah bahasa paling tua di muka bumi.
      apakah Anda juga sedang memaksakan versi kamu kepada saya?….
      Filar, ini bukan masalah siapa yang tertua… tetapi masalah penggunaan… sebab kalau ANda katakan bahasa Arab yang tertua tentu Anda harus menjelaskan bahasa arab yang mana? apakah suku quraisy? kalau arab quraisy maka menjadi bertentangan sebab konon suku quraisy baru ada jauh setelah jaman Ismael… artinya logat quraisy itu bukan yang tertua…. please mas filar jangan mengucapkan hal2 yang tidak berdasar….

      pertanyaan saya adalah dari mana dasarnya Anda mengatakan jarak2 tersebut? dari dongengkah?…

      *dari mbah gogel dari mana lagi, di mbah gogel ini banyak manusia yang punya disiplin ilmu tentang itu walaupun saya punya beberapa buku.
      dari mana sumber si pengupload di GOGLE itu? darimana si penulis buku itu mencari sumber?… dongengkah? cerita turun temurunkah?

      simpang siur lagi…. yang menyarankan ibadah harus di bahasa Arab siapa kawan? TIdak mungkin tetap dengan kata “allah” kawan, sebab sudah Anda katakan kata “allah” asalnya dari bahasa arab quraysu dan bahasa orang berimaan dan bahasa di sorga adalah bahasa arab logat quraysi… konsisten dong bung!!!

      *kamu itu harus sedikit membuka cakrawala dikit aja jadilah. yang namanya ibadah sholat bagi kaum muslimin emang harus bahasa arab. saya memfokuskanya kesanah, tanyalah kepada kaum muslimin yang lain. itu salah satu contoh.
      mutar mutar lagi sampean ini mas mas….landasannya kan bahasa arab, dan Anda dipaksa menggunakan bahasa arab dalam ibadah… nah pertanyaan apakah semua yang berbasa arab Islam? jawabnya TIDAK,… jadi sekarang masalahnya bukan di bahasa, tetapi HATI…

      dasarnya adalah DOGMA Islam tidak sama dengan Dogma Kristren… Joko banyak tetapi tidak semua Joko sama… allah memang banyak tetapi tidak semua allah sama, banyak allah ngaku ESA tetapi tidak semua allah ESA, hanya TUHAN, ALLAH Yang berfirman di ALKITAB…

      *Sejak kapan tuhan kamu berfirman dalam al kitab? tidak mungkin tuhan ngomong cabul.
      dari sini dapat saya pastikan kamu memang asal ngomong saja mengatakan mengerti ALKITAB….mas Filar nasehat saya, jangan paksakan hal luar untuk membaca ALKITAB… terima ROH KUDUS baru bisa dibuka mata hatimu…

      ELI atau ELOY itu bukan nama Filar,…akhiran I di ibrani artinya KU di bahasa Indonesia…
      jadi ELI atinya ALLAH-KU…
      ingat EL–>ELOAH–>ELAH–>ALLAH…
      jika Kristen menyebut “Allah” itu bukan nama kawan, tetapi status/predikat/gelar… sedang NamaNYA adalah YHWH.. bisa juga disebut YESUS…

      *kamu ini berbelit2, tadi saya membahas lafaz Allah sekarang yesus, bagi saya yesus tidak ada masalah yang masalah lafaz Allah. enteh ngerti kagak? Sebab bagi saya yesus hanyalah seorang nabi.
      bukan saya yang berbelat belit, tetapi bahasa Anda yang mengatakan ELI atau ELOI adalah nama ALLAH Kristen… artinya Anda memang tidak mengerti bahasa IBRANI tetapi berani2 berkata yang Anda tidak tahu….
      Jika YESUS hanya seorang nabi bagimu tidak apa2,… sebab dahulu kala di Samaria orang menyebut demikian juga, dan YESUS tidak protes…tetapi bagi latar belakang YEHUDA YESUS adalah Raja Penyelamat yang artinya MESIAS, AL MASIH, KRISTUS…

      itulah jurang pemisahyang lebar…dan itu pula yang membuat saya memfonis ada dusta di antara kita hehehh

      *yang berdusta itu siapa?

      Anda bisa mengecek sendiri..
      contoh:
      YAHUDI mengatakan ISHAK yang dikurbankan
      KRISTEN mengatakan ISHAK yang dikurbankan
      koq tiba2 ISLAM berkata ISMAEL yang dikurbankan?

      belum lagi masalah penyaliban YESUS… terlalu banyak yang harus Anda korbankan kalau terus berdialog dengan KRISTEN…

      3 saksi baru suatu perkara sah ya toh…
      perhatikan:
      Yahudi mencatat YESUS disalib (abad 1 M)
      Murid2 YESUS mencatat YESUS disalib (abad 1 M)
      Kekaisaran Romawi mencatat YESUS disalib…(abad 1 M)
      ROH KUDUS (ALLAH sendiri) mencatat PB mengatakan YESUS disalib (abad 1 M)

      melawan
      Al Quran mencatat YESUS tidak disalib (abad 6 M)

      pertanyaan..
      gunakan hati nuranimu Anda lebih percaya siapa?

      *Tentu saya percaya AQ. hehehe
      nah itulah saya katakan dari awal, masalah keimanan itu bukan masalah bahasa, sunat, ini dan itu dan semua yang lahiriah, tetapi masalah rohaniah, masalah hati nurani…
      seberapa faktapun yang disodorkan Anda tetap memilih yang salah bukan? hehehhe…. itu jurang pemisah kawan…
      hati2lah dengan hatinuramimu, kalau itu mati maka memang Anda sudah tidak ada pilihan lagi….

      Anda katakan karena allah budha dan Islam berbeda maka Islam tidak pernah mengutak atik budha. tetapi saya ajukan satu contoh yaitu bahwa Islam pernah mengutak atik allahnya agama budha.

      *Islam tidk ada masalh dengan agama Budha.
      fakta sejarah sekali lagi tidak mengatakan demikian…

      gini mas Filar… Daud itu bahasa Arab atau bahasa Ibrani?…. Raja Daud itu orang Arab atau orang Ibrani? Nyatanya ia adalah orang Ibrani… tetapi AQ mencatat bahwa namanya adalah DAUD…padahal orang Ibrani memanggil DAUD dengan sebutan DAVID… so AQ telah menerjemahkan IBRANI ke ARAB…sekarang pertanyaan kenapa ada ajaran bahwa nama tidak boleh diterjemahkan sementara AQ menerjemahkan DAVID menjadi DAUD?…. bisa dijelaskan?

      *Daud itu nama. AQ tidak pernah menconvert nama2 nabi. Daud ya daud, muhammad ya muhammad. yang menterjemahkan david menjadi daud itu bahasa ibrani. DAUD itu nabi islam. ngerti
      Daud itu orang Ibrani,… dan mereka menggunakan bahasa mereka sendiri,…. Ibrani dari dulu selalu cekcok dengan orang Arab, pada umumnya begitu… masak Orang Ibrani, raja lagi, menggunakan nama Arab?…. gunakan hati mas….
      Bukti pertama bahwa AQ menerjemahkan nama:
      DAUD, ISA, ILYAS, Yahya, d.l.l

      susah juga yah…
      bagi kepercayaan batak debata adalah pencipta alam semesta, maha ini dan itu….
      Status inilah yang sama dengan ELOHIM/EL/ELAH/ELOAH… dan karena ALLAH tidak memandang bulu, suku, ras dan golongan maka kata “debata” yang ternyata status/predikat dapat dianggap sama denan ELOHIM/EL/ELAH/ELOAH maka kata DEBATA bisa digukanan…
      tetapi DEBATA tidak sama PribadiNYA dengan debata,…
      banyak allah mengklaim Maha Kuasa, tetapi hanya SATU Yang Maha KUasa, sebab IA ESA… banyak JOKO tetapi tidak semua JOKO sama….

      *Makanya jangan banyak ngelamun.
      ??? ra nyambung blas sampean ini….

      TIDAK masalah mau dipanggil YEHOSUA, YESHUA, YESUS, JESUS, ISA yang masalah adalah jika YESUS dipanggil ISA tetapi dikatakan tidak disalib, itu sudah masalah besar…

      *tidak ada masalah dalam hal ini karena tidak menyangkut lafaz Allah. yang saya ributkan adalah Lafaz Allah. kamu mau manggil yesus itu jesus atau isa terserah. Nabi Isa Memang tidak di salib.
      nah itu dia yang memisah antara ISLAM dan KRISTEN…Nama bisa sama, tetapi apa yang IA kerjakan berbeda,… Artinya itu JOKO yang lain mas….

      ngga ada relevansi, yang saya lihat kamu sedang mengumbar pengetahuanmu kepada saya…

      *siapa yang mengubar ilmu, saya menyebutkan silsilah para nabi itu agar kamu tahu bahwa mereka menyebut tuhan mereka itu dengan Lafaz Allah.
      ISHMAEL…. dari kata ISH-MA-EL,… nah ternyata Abraham menamai ISHMAEL dengan sebutan dasar EL/ELOAH/ELAH bukan ‘allah”….
      jadi dasar Anda mengatakan semua nenek moyang itu menggunakan lafaz allah sangat rancu….

      mas Filar, ada prinsip yang harus kamu pegang di dalam dialog, yaitu oran bertanya belum tentu tidak mengeti, ok… makanya saya sedang meminta penjelasan kepada Anda, apa dan bagaimana ISa saudara kakak beradik dengan Ishak?

      *Oh ku kira kamu tidak tahu, gitu saja repot

      nah saya tanya darimanakah gerangan Anda mengambil silsilah ini?…

      *dari mbah gogel dari mana lagi.
      darimana kamu tahu si google benar?

      nah untuk itu coba mas Filar telusuri silsilahnya sampai generasi 16 di atas kamu bisa?….

      *hal itu tidak bisa saya lakukan kami tidak sehebat orang batak atau orang padang.
      y sudah, jadi ngga ada gunanya ANda adu2 pengetahuan masalah silsilah….

  33. ———–
    ———–
    ———-

    comment yang disini
    sudah ada di atas…
    saya delete saja ok

    (Admin/Hakadosh)

  34. Dua counter di atas saya jadi kan satu biar lebih ringkas, dan saya akan mengcounter permasalahan yang lebih baru dari yang sudah di bahas.

    Tepat, baguslah jika pengetahuanmu tentang Paulus mengubah Alkitab itu sudah melekat…
    Alkitab itu ditulis paling tidak 40 orang dalam rentang 4000 tahun…
    Menurut Anda itu kusut mayut, tetapi ternyata tidak…

    *Anda menggunakan angka2 seperti saya, sekarang giliran saya nanya dari mana anda mendapatkan angka-angka ini? Kalau saya cermati 40 orang menulis dalam sebuah kitab, akan banyak kontradiksi di dalamnya dan itu terbukti bukan? Entah tulisan yang mana yang anda jadikan sandaran dalam iman anda. Rentang penulisannya 4000 tahun, ini tambah tidak masuk akal lagi. Saya tahu apa itu perjanjian lama/baru, yang semuannya itu tidak lebih dari lembaran2 canon yang tidak bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya. Lihat artikel saya dalam Samudra Alfatihah di Filar Biru. Saya sudah mempostkan artikel tersebut yang menyangkut permasalahan ini.

    A = allah menentukan siapa masuk surga siapa masuk neraka

    *Benar dan tepat sekali.

    B = allah mengatakan supaya berbuat amal, berbuat baik d.l.l supaya masuk surga…

    *itu tidak tepat, Allah menyuruh berbuat kebajikan agar sesama manusia terjalin kehidupan damai dan sejahtera. Untuk masuk syurga itu hak Dia.
    nah kalau Anda lihat A dan B, itu bertentangan, sebab sudah ia tentukan siapa2 yang masuk ke sorga, sementara mubajir menyuruh orang berbuah baik untuk mendapat surga….

    *A dan B tidak ada bertentangan, Saya kan mengatakan Allah berkehendak untuk memasukan seseorang untuk masuk syurga atas yang di kehendakiNya. Mana yang bertentangan? Yang menjadi persoalan itu siapakah orang-orang yang di kehendakiNya tersebut? Itu artinya sudah ada ketetapan dariNya bukan? Jadi kalau saya jabarkan, Orang2 yang di kehendaki oleh Allah itu adalah: orang2 yang selalu berbuat amal sholeh, takwa dan beriman.

    Ingat ada dogma Islam yang mengatakan
    C. ada sejenis “TIMBANGAN”, jika amal lebih berat maka ia masuk surga, sebaliknya jika lebih ringan maka neraka…

    *Benar, ternyata kamu sudah cerdas dikit. Timbangan itu atau Al Mizan adalah suatu tempat untuk mengukur seluruh amalan kita, siklusnya begini:
    Pertama seluruh manusia di kumpulkan di padang masyar, lama di padang masyar itu kurang lebih 25.000 tahun, selama di padang masyar ini, kita di biarkan saja di sengat sinar matahari yang jaraknya sangat dekat lebih dekat dari jarak bulan. Kita tidak di Tanya, tidak di ganggu, hanya di biarkan saja. Yang kedua seluruh umat manusia mencari nabi masing masing, umat nabi adam mencari nabi adam, umat nabi nuh mencari nabi nuh begitu seteusnya. Sampai ke Nabi Muhammad SAW. Mengapa mereka mencari pada nabi? Tidak lain dan tidak bukan di karenakan tidak tahan dengan siksaan yang menghinakan tersebut, yaitu di diami. Antara nabi yang satu dengan nabi yang lain berjarak 1000 tahun. Mereka meminta kepada nabi adam agar sinar matahari itu diganti dengan yang lain dan permintaan kedua agar keputusan untuk mereka segerah di putuskan walaupun harus masuk neraka, karena mereka sudah tidak tahan lagi, padahal mereka tahu bahwa siksaan api neraka lebih dasyat dari itu. apa jawab nabi adam? Nabi adam berkata “pada hari ini Tuhanku sedang marah, aku tidak punya kuasa untuk melakukan ini semua, datanglah kalian kepada Idris!” maka mereka mencari Idris, selama 1000 tahun baru berjumpa dengan Saleh. Apa jawab Nabi Saleh, sama dengan jawaban Nabi Adam. “Datanglah kalian ke Idris”. Maka merekapun mencari Idris. 1000 tahun kedepan baru berjumpa dengan Nabi Idris. Begitu seterusnya. Akhirnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Mendengar nama ini saja hati mereka menjadi sejuk. Dan Nabi Muhammad SAW mendatangi Allah, Tuhan Yang Maha Tinggi. Maka atas permintaan Nabi Muhammad SAW kepada Allah, akhirnya matahari diganti dengan Nur yang cahayanya lebih terang dari sinar matahari dan lembutnya lebih lembut dari sinar bulan. Maka proses selanjutnya atau yang kedua adalah menujuh Al Mizan, seperti yang anda singgung. Lolos dari Mizan maka selanjutnya menuju Sirot, sebuah titian yang lebih tajam dari mata pedang. Lolos dari Sirot, maka Syurga sudah menanti. Ini hanya garis besarnya saja yang saya ceritakan padamu, untuk lebih detailnya engkau bisa rujuk ke mbah gogel saya tidak mungkin memberikan kepadamu buku.

    so… jika dibandingkan antara A dan C, apa ngga kamu lihat inkonsistensi?

    *tidak ada inkonsistensi, semuanya sesuai dengan alurnya, hanya saja engkau belum memahami.
    nah apa gunanya seseorang beragama Islam jika ternyata ada beberapa di antaranya yang masuk neraka?…

    *Islam itu jalan lurus, sebuah agama yang Allah bentangkan untuk seluruh umat manusia. Walaupun beragama islam belum tentu orangnya baik. Ada jeratan hukum yang harus di lalui oleh pemeluk islam, itu konsekwensinya. Artinya memang ada sebagian dari pemeluk agama islam yang masuk nereka. Akan tetapi tidak kekal seperti umat yang lain. Orang islam masuk neraka hanya untuk di bersihkan segala dosa2nya, bukan sebagai bahan baku, yang menjadi bahan baku api neraka adalah umat selain umat islam. Bukan saya menakut nakuti anda. Itu kenyataan. Kalau tidak percaya mudah-mudahan kita nanti berjumpa di akhirat, Insya Allah. Dan saya akan bertanya pada anda tentang apa yang anda katakan pada hari ini.

    hehehe…. intinya kapasitor bisa rusak… itu yang saya tanggapi…volatage breakdownnya 3V jadi kalau Anda kasih VCC 24 volt bisa meledak tuh kapasitor

    *saya tidak kasih 24 volt, jangankan elkonya yang rusak, LEDnya juga bisa putus, kamu ini ada2 saja.

    Filar filar….jika Anda tidak mau orang menjadi Kristen dari dasar bodoh dan ini dan itu, maka segera cerdaskan manusia-manusia Islam seluruh jagad OK… kedua, masalah seseorang menjadi Kristen itu Hak YESUS,… ke tiga, maka stop juga islamisasi di Indonesia… jangan mau memang sendiri OK….

    *tidak ada yang namanya islamisasi di dunia ini, orang2 yang masuk islam hal itu semata2 karena hidayah Allah semata, tidak lebih dari itu. kebanyakan dari mereka yang masuk islam adalah manusia yang cerdas.
    .

    Anda harus lebih banyak jujur….sudah ngga usah dilanjut bahasan ini….kalau tidak tahu ngga usah dipaksa menjadi tahu…

    *saya berpedoman kepada AQ tentang masalah waktu ini, bukan mengada-ngada dan bukan memaksa ingin tahu.

    dengan rumusan penjabaran Anda saya aplikasikan bahwa AQ seharusnya selesai kira2 23×50000 tahun kedepan… menurutmu gimana? itu yang harus kamu tanggapi?
    *Sesungguhnya Malaikat Jibril itulah yang mempunyai kecepatan yang luar biasa sebab apa bila di lakukan oleh manusia maka di butuhkan waktu 50.000 tahun, sedangkan Malaikat Jibril menyampaikan wahyu hanya membuthkan waktu satu hari saja menurut perhitungan kita. 1 hari adalah 12 jam. Logikanya begini:
    Kecepatan cahaya=300.000km/d
    12 jam kecepatan cahaya =300.000x12x60x60x60=777.600.000.000km
    Nah jarak tempuh jibril adalah 777.600.000.000×300.000x24x60x60x60x365x50.000=
    220.701.542.400.000.000.000.000km.
    jadi kecepatan Jibril ketika melesat ke bumi adalah= 220.701.542.400.000.000.000.000/777.600.000.000=283.824.000.000km/d
    dengan kecepatan 283.824.000.000km/d maka Jibril hanya membutuhkan waktu hanya sehari saja. Gitu aja repot. Nah apabila di lakukan oleh manusia dengan menggunakan kecepatan cahaya di butuhkan waktu 50.000 tahun, itu kalau dengan kecepatan cahaya, kalau menggunakan F16 tambah para lagi, tambah lama jadinya. Hehehe. Hanya saja Malaikat Jibri menyampaikan wahyu ada satu ayat ada dua ayat, bahkan ada satu surat, itu sebabnya AQ rangkum dalam waktu 22 tahum 2 bulan 22 hari. Hanya saja AQ turun tidak tiap hari, tergantung Allah, ada jaraknya 3 tahun ada 15 hari ada malam dan ada siang.
    Hal ini belum seberapa, yang paling luar biasa adalah ketika Rasulullah naik ke langit (Mi’rad) berjumpa dengan Allah di Arsy tempat paling tinggi di seluruh alam semesta (Sidratul Muntaha), Rasulullah SAW tidak menyebutkan berapa jaraknya. Saya tidak akan menceritakan kisah ini padamu, hanya akan membuat kamu pusing saja heheh. Nemu angka 50.000 kamu sudah pusing, apa lagi kejadian Mi’rad.

    jika ilmu modern itu lenyap maka AQ juga akan lenyap, kenapa? karena seringnya umat muslim menghubung2kan AQ dengan ilmumoderrn…. itu harus ANda tanggapi serius…

    *AQ itu tidak akan lenyap ketika ilmu modern lenyap, AQ itu akan lenyap apa bila Allah para ulama di matikan seluruhnya oleh Allah. Itu kuncinya bukan secara lahiriyah tidak ada, AQ tetap ada hanya saja tidak tahu lagi apa maksud dari ayat2 tersebut. Saat ini akan tiba kamu tenang saja. Yang jelas ketika AQ itu di angkat oleh Allah kembali ke langit dalam arti para ulama di matikanNya, orang islam di dunia ini sudah tidak ada lagi, kalian bebas mau ngapain, mau saling bunuh, saling hancur menghancurkan, terserah. Dan pada hari itu maka kiamat di tegakkan. Mata kepala kalian akan menyaksikan sendiri bencana super dasyat tersebut, yang mana di kejadian tersebut anak yang baru lahir langsung beruban, orang hamil menjadi keguguran. Tidak ada bagi kalian untuk tempat sembunyi. Tenang saja kalian akan menyaksikan itu semua. Kaum muslimin tidak akan pernah menyaksikan peritiwa kiamat, walaupun imannya sebesar zarah (debu). Kapan waktu dan terjadinya kiamat? Rasulullah tidak mengetahuinya sebab memang tidak di beri tahu oleh Allah. Rasulullah hanya memberi tahukan ciri2nya saja. Saya tidak akan memberitahukan ciri2nya padamu kecuali engkau ingin tahu.
    salah satunya adalah dengan menganggap AQ berusia 50000 tahun sebelum alam semesta…sebab dengan kalkulasi yang sama maka seharusnya AQ juga selesai paling tidak 23×50000 tahun ke depan…. saya bukannya mengakui kehebatannya, tetapi saya sedang tidak ingin melihat Anda terlihat bodoh dengan mitos-mitos…

    *Terserah anda menganggap saya bodoh, namun itulah kenyataannya, anda harus banyak belajar tentang islam, bukan harus masuk menjadi pemeluk agama islam. Namun satu yang perlu anda garis bawahi bahwa di islam tidak ada mitos, tahyul, kurafat, dll.

    saya katakan di atas banget, supaya jelas jurang pemisah Antara Kristen dan Islam, antara Anda dan saya, antara ALLAH dengan allah ANda…

    *terserah engaku mau berkata apa, yang jelas sebagian dari islam itu, aku telah menyampaikannya padamu, engkau tulis Allah saya dengan (a) kecil itu juga hakmu. Aku tidak akan tersinggung dengan apa yang akan engkau katakan lagi. Sebelum hari kiamat tiba, sebelum malaikat pencabut nyawa berada di depan hidungmu menari2 mumpung masih ada waktu untuk memikirkan kehidupan ini.

    belagu banget hehehhe…
    Utsman mengkompilasi AQ dengan bhs Quraisy itu kenapa coba?
    *Utsman tidak mengkompilasi AQ, Utsman hanya membakar AQ yang berdialeg selain dari bahasa quraisy. Sebab AQ itu di turunkan dalam bahasa Quraisy.

    Ahmadyiah masih menggunakan AQ, tetapi koq berantem?…

    *siapa bilang ahmadiyah menggunakan AQ sebagai kitabnya. Mereka punya kitab sendiri yang namanya At Takhira. Hanya saja kata2 dalam kitab mereka “memperkosa” ayat2 AQ.

    hayolah belajarlah jujur….

    *Aku sudah jujur kok, aku juga tahu kalau kamu jujur. Hanya saja kejujuranmu itu kejujuran buta. Engkau tidak melihat walau punya mata.

    sedikit informasi yang berbau kontradiksi (meski tidak kontradiksi) anca langsung mencap ALKITAB palsu, sekarang masalah besar Anda anggap enteng… bahaya kamu ini…

    *Apakah engkau mampu membuktikan kitab kamu itu asli turun dari langit? Atau apakah kamu mampu membuktikan bahwa kitab kamu itu perkataan yesusmu?

    sebaliknya
    saya katakan jika YESUS tidak disalib maka ALKITAB PERJANJIAN BARU pasti tidak akan ditulis… artinya apa…?
    *Kenyataannya yesus memang tidak di salib. Yang di salib itu bukan yesus. Tapi saya percaya kalau manusia ada di salib 2000 tahun lalu.

    jika ANda katakan bahwa ada di ALKITAB bukti bahwa YESUS tidak disalib itu sudah rancu, kacau, ngga jelas,….

    *Apakah anda benar2 mau bukti? Saya akan segera mempostingkan ke 14 butir point tersebut. Kalau kamu pinta.?!!!

    contoh gampangnya gini mas…
    A. Bubur itu lembut sekali…
    B. Lalu si Filar berkata, ada 14 bukti yang mengungkap bahwa bubur tidak lembut…

    *kenapa hars bubur engkau jadikan terdakwa? Dari mana engkau tahu bahwa bubur itu lembut? Bagaimana kalau tidak ada air dan bubur itu belum di masak? Akankah engkau tetap mengatakan bubur itu lembut?

    Yang namanya PB ditulis karena YESUS disalib

    *Yang menulis pb tentang yesus itu di salib siapa? Asalnya dari mana?

    koq masih nyari2 14 bukti bahwa YESUS tidak disalib..piye kang?

    *Saya tidak nyari2 kok bukti itu ada di kitabmu sendiri kok. Siapa sudi mencari2. Buat capek aja.

    simpang siur lagi…. yang menyarankan ibadah harus di bahasa Arab siapa kawan? TIdak mungkin tetap dengan kata “allah” kawan, sebab sudah Anda katakan kata “allah” asalnya dari bahasa arab quraysu dan bahasa orang berimaan dan bahasa di sorga adalah bahasa arab logat quraysi… konsisten dong bung!!!
    *siapa yang simpang siur neh? Maksudnya apa neh? Jelaskan jangan sepotong2!

    3 saksi baru suatu perkara sah ya toh…
    perhatikan:
    Yahudi mencatat YESUS disalib (abad 1 M)
    Murid2 YESUS mencatat YESUS disalib (abad 1 M)
    Kekaisaran Romawi mencatat YESUS disalib…(abad 1 M)
    ROH KUDUS (ALLAH sendiri) mencatat PB mengatakan YESUS disalib (abad 1 M)

    Filar, ini bukan masalah siapa yang tertua… tetapi masalah penggunaan… sebab kalau ANda katakan bahasa Arab yang tertua tentu Anda harus menjelaskan bahasa arab yang mana? apakah suku quraisy? kalau arab quraisy maka menjadi bertentangan sebab konon suku quraisy baru ada jauh setelah jaman Ismael… artinya logat quraisy itu bukan yang tertua…. please mas filar jangan mengucapkan hal2 yang tidak berdasar….

    *Maksud saya menampilakan doa Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim itu agar engkau memahami maksud saya bahwa mereka berdoa kepda Allah, dan lafaz Allah jelas mereka gunakan. Itu sebabnya saya mengukur jarak mereka, agar engkau paham. Saya memang mengatakan bahwa bahasa arab memang sudah tua bahkan bahsa ini adalah induk dari bahasa di dunia, kebetulan saja orang2 quraisy menggunakannya.

    itulah jurang pemisahyang lebar…dan itu pula yang membuat saya memfonis ada dusta di antara kita hehehh
    *yang berdusta itu siapa?

    Anda bisa mengecek sendiri..
    contoh:
    YAHUDI mengatakan ISHAK yang dikurbankan
    KRISTEN mengatakan ISHAK yang dikurbankan
    koq tiba2 ISLAM berkata ISMAEL yang dikurbankan?

    *Anda lupa bahwa yang mendirikan Ka’bah kembali itu adalah Ibrahim dengan Ismail. Sekarang saya mau tanya mana lebih tua Ismail atau Ishak? Maka di situlah jawabannya. Gitu aja repot.
    y sudah, jadi ngga ada gunanya ANda adu2 pengetahuan masalah silsilah….
    *keluarga kami memang tidak mengurus begitu serius masalah silsilah ini, tapi untuk orang besar apa lagi nabi, tentu sejarah sendiri yang mencatat silsilah mereka.

    • @Filar Biru

      Tepat, baguslah jika pengetahuanmu tentang Paulus mengubah Alkitab itu sudah melekat…
      Alkitab itu ditulis paling tidak 40 orang dalam rentang 4000 tahun…
      Menurut Anda itu kusut mayut, tetapi ternyata tidak

      *Anda menggunakan angka2 seperti saya, sekarang giliran saya nanya dari mana anda mendapatkan angka-angka ini? Kalau saya cermati 40 orang menulis dalam sebuah kitab, akan banyak kontradiksi di dalamnya dan itu terbukti bukan? Entah tulisan yang mana yang anda jadikan sandaran dalam iman anda. Rentang penulisannya 4000 tahun, ini tambah tidak masuk akal lagi. Saya tahu apa itu perjanjian lama/baru, yang semuannya itu tidak lebih dari lembaran2 canon yang tidak bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya. Lihat artikel saya dalam Samudra Alfatihah di Filar Biru. Saya sudah mempostkan artikel tersebut yang menyangkut permasalahan ini.
      Namanya saja ALKITAB, secara kasar bisa diartikan gabungan kitab-kitab,…contoh Kitab Nabi Yesaya, yang menulis Nabi Yesaya,…Kitab Nabi Daniel, yang menulis Nabi Daniel… d.l.l,…jadi pengetahuan Anda harus direvisi yang menganggap semua ALKITAB ditulis oleh satu orang… itu dulu awalnya, sudah bagus itu… OK. Nah kalau Anda memperhitungkan semua jumlah Kitab di ALKITAB yang 66 buah itu, maka akan dapat disarikan bahwa ada sekitar 40 orang di dalam rentang 4000 tahun ALKITAB baru lengkap sebanyak 66 buah….
      Bicara kanon, maka memang perlu dikanonkan, maka disebut rentang mejadi sebuah ALKITAB itu membutuhkan 4000 tahun,… demikian juga AQ tidak dapat dipungkiri terjadi pengkanonan oleh Utsman,… meski dengan cara yang berbeda. Dasar iman Kristen ya di Alkitab yang 66 buah itu, sebab Kitab yang satu saling berkaitan dengan Kitab yang lain, karena saling berkaitan itulah maka dikanonkan dan disebut ALKITAB…atau Kitab Suci…

      A = allah menentukan siapa masuk surga siapa masuk neraka

      *Benar dan tepat sekali.

      B = allah mengatakan supaya berbuat amal, berbuat baik d.l.l supaya masuk surga…

      *itu tidak tepat, Allah menyuruh berbuat kebajikan agar sesama manusia terjalin kehidupan damai dan sejahtera. Untuk masuk syurga itu hak Dia.
      apa gunanya allah Anda menyuruh berbuat kebajikan jika ternyata beberapa yang allah ANda suruh itu sudah ia tentukan untuk masuk neraka?

      nah kalau Anda lihat A dan B, itu bertentangan, sebab sudah ia tentukan siapa2 yang masuk ke sorga, sementara mubajir menyuruh orang berbuah baik untuk mendapat surga….

      *A dan B tidak ada bertentangan, Saya kan mengatakan Allah berkehendak untuk memasukan seseorang untuk masuk syurga atas yang di kehendakiNya. Mana yang bertentangan? Yang menjadi persoalan itu siapakah orang-orang yang di kehendakiNya tersebut? Itu artinya sudah ada ketetapan dariNya bukan? Jadi kalau saya jabarkan, Orang2 yang di kehendaki oleh Allah itu adalah: orang2 yang selalu berbuat amal sholeh, takwa dan beriman.
      Contoh :
      ada 1000 orang muslim, allah Anda sudah menentukan 500 masuk neraka, 500 sisanya masuk surga… permasalahn 1000 orang itu disuruh untuk berbuat kebajikan… dapat ngga Anda lihat inkonsistensi? pertentangan?


      Ingat ada dogma Islam yang mengatakan
      C. ada sejenis “TIMBANGAN”, jika amal lebih berat maka ia masuk surga, sebaliknya jika lebih ringan maka neraka…

      *Benar, ternyata kamu sudah cerdas dikit. Timbangan itu atau Al Mizan adalah suatu tempat untuk mengukur seluruh amalan kita, siklusnya begini:
      Pertama seluruh manusia di kumpulkan di padang masyar, lama di padang masyar itu kurang lebih 25.000 tahun, selama di padang masyar ini, kita di biarkan saja di sengat sinar matahari yang jaraknya sangat dekat lebih dekat dari jarak bulan. Kita tidak di Tanya, tidak di ganggu, hanya di biarkan saja. Yang kedua seluruh umat manusia mencari nabi masing masing, umat nabi adam mencari nabi adam, umat nabi nuh mencari nabi nuh begitu seteusnya. Sampai ke Nabi Muhammad SAW. Mengapa mereka mencari pada nabi? Tidak lain dan tidak bukan di karenakan tidak tahan dengan siksaan yang menghinakan tersebut, yaitu di diami. Antara nabi yang satu dengan nabi yang lain berjarak 1000 tahun. Mereka meminta kepada nabi adam agar sinar matahari itu diganti dengan yang lain dan permintaan kedua agar keputusan untuk mereka segerah di putuskan walaupun harus masuk neraka, karena mereka sudah tidak tahan lagi, padahal mereka tahu bahwa siksaan api neraka lebih dasyat dari itu. apa jawab nabi adam? Nabi adam berkata “pada hari ini Tuhanku sedang marah, aku tidak punya kuasa untuk melakukan ini semua, datanglah kalian kepada Idris!” maka mereka mencari Idris, selama 1000 tahun baru berjumpa dengan Saleh. Apa jawab Nabi Saleh, sama dengan jawaban Nabi Adam. “Datanglah kalian ke Idris”. Maka merekapun mencari Idris. 1000 tahun kedepan baru berjumpa dengan Nabi Idris. Begitu seterusnya. Akhirnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Mendengar nama ini saja hati mereka menjadi sejuk. Dan Nabi Muhammad SAW mendatangi Allah, Tuhan Yang Maha Tinggi. Maka atas permintaan Nabi Muhammad SAW kepada Allah, akhirnya matahari diganti dengan Nur yang cahayanya lebih terang dari sinar matahari dan lembutnya lebih lembut dari sinar bulan. Maka proses selanjutnya atau yang kedua adalah menujuh Al Mizan, seperti yang anda singgung. Lolos dari Mizan maka selanjutnya menuju Sirot, sebuah titian yang lebih tajam dari mata pedang. Lolos dari Sirot, maka Syurga sudah menanti. Ini hanya garis besarnya saja yang saya ceritakan padamu, untuk lebih detailnya engkau bisa rujuk ke mbah gogel saya tidak mungkin memberikan kepadamu buku.

      so… jika dibandingkan antara A dan C, apa ngga kamu lihat inkonsistensi?

      *tidak ada inkonsistensi, semuanya sesuai dengan alurnya, hanya saja engkau belum memahami.
      Filar,
      perhatikan contoh sederhana lagi…
      a. 1000 muslim, 500 ditentukan masuk neraka, 500 sisanya masuk surga
      b. 1000 muslim dikatakan harus berbuat baik
      c. hasil perbuatan baik itu akan menentukan timbangan masuk surga atau neraka

      lihat sekali lagi, mengerti sekali lagi…
      a dan c itu saling berntentangan…
      a mengatakan allah Anda yang menentukan
      c mengatakan perbuatan Anda yang menentukan…

      nah apa gunanya seseorang beragama Islam jika ternyata ada beberapa di antaranya yang masuk neraka?…

      *Islam itu jalan lurus, sebuah agama yang Allah bentangkan untuk seluruh umat manusia. Walaupun beragama islam belum tentu orangnya baik. Ada jeratan hukum yang harus di lalui oleh pemeluk islam, itu konsekwensinya. Artinya memang ada sebagian dari pemeluk agama islam yang masuk nereka. Akan tetapi tidak kekal seperti umat yang lain. Orang islam masuk neraka hanya untuk di bersihkan segala dosa2nya, bukan sebagai bahan baku, yang menjadi bahan baku api neraka adalah umat selain umat islam. Bukan saya menakut nakuti anda. Itu kenyataan. Kalau tidak percaya mudah-mudahan kita nanti berjumpa di akhirat, Insya Allah. Dan saya akan bertanya pada anda tentang apa yang anda katakan pada hari ini.
      Filar
      Anda sepertinya takut akan neraka,…
      sekarang pertanyaan kita balik, betapa jahatnya allah ANda menentukan beberapa manusia masuk neraka, menempatkan beberapa manusia masuk ke sesuatu yang sangat menakutkan…

      hehehe…. intinya kapasitor bisa rusak… itu yang saya tanggapi…volatage breakdownnya 3V jadi kalau Anda kasih VCC 24 volt bisa meledak tuh kapasitor

      *saya tidak kasih 24 volt, jangankan elkonya yang rusak, LEDnya juga bisa putus, kamu ini ada2 saja.
      sudah kita anggap selesai diskusi ini,….

      Filar filar….jika Anda tidak mau orang menjadi Kristen dari dasar bodoh dan ini dan itu, maka segera cerdaskan manusia-manusia Islam seluruh jagad OK… kedua, masalah seseorang menjadi Kristen itu Hak YESUS,… ke tiga, maka stop juga islamisasi di Indonesia… jangan mau memang sendiri OK….

      *tidak ada yang namanya islamisasi di dunia ini, orang2 yang masuk islam hal itu semata2 karena hidayah Allah semata, tidak lebih dari itu. kebanyakan dari mereka yang masuk islam adalah manusia yang cerdas.
      .

      a. kata Anda allah Anda tidak pandang bulu, tetapi dengan mengatakan yang masuk islam adalah manusia cerdas itu sudah pandang bulu Filar,… konsistenlah dikit…
      b. JIka kebanyakan islam manusia cerdas, lalu kenapa Anda tidak rela jika Kristen menjangkau manusia-manusia yang dianggap islam bodoh?
      c. Filar, Anda perlu survey seluruh Sekolah Dasar Negeri di daerah-daerah yang mayoritas Islam, semua murid Kristen diajar cara membaca AQ, dan mereka diajari doa-doa Islam, d.l.l, bandingkan jika itu terjadi secara terbalik,… saudara muslim banyak tingkahnya dalam hal ini…

      Anda harus lebih banyak jujur….sudah ngga usah dilanjut bahasan ini….kalau tidak tahu ngga usah dipaksa menjadi tahu…

      *saya berpedoman kepada AQ tentang masalah waktu ini, bukan mengada-ngada dan bukan memaksa ingin tahu.

      dengan rumusan penjabaran Anda saya aplikasikan bahwa AQ seharusnya selesai kira2 23×50000 tahun kedepan… menurutmu gimana? itu yang harus kamu tanggapi?
      *Sesungguhnya Malaikat Jibril itulah yang mempunyai kecepatan yang luar biasa sebab apa bila di lakukan oleh manusia maka di butuhkan waktu 50.000 tahun, sedangkan Malaikat Jibril menyampaikan wahyu hanya membuthkan waktu satu hari saja menurut perhitungan kita. 1 hari adalah 12 jam. Logikanya begini:
      Kecepatan cahaya=300.000km/d
      12 jam kecepatan cahaya =300.000x12x60x60x60=777.600.000.000km
      Nah jarak tempuh jibril adalah 777.600.000.000×300.000x24x60x60x60x365x50.000=
      220.701.542.400.000.000.000.000km.
      jadi kecepatan Jibril ketika melesat ke bumi adalah= 220.701.542.400.000.000.000.000/777.600.000.000=283.824.000.000km/d
      dengan kecepatan 283.824.000.000km/d maka Jibril hanya membutuhkan waktu hanya sehari saja. Gitu aja repot. Nah apabila di lakukan oleh manusia dengan menggunakan kecepatan cahaya di butuhkan waktu 50.000 tahun, itu kalau dengan kecepatan cahaya, kalau menggunakan F16 tambah para lagi, tambah lama jadinya. Hehehe. Hanya saja Malaikat Jibri menyampaikan wahyu ada satu ayat ada dua ayat, bahkan ada satu surat, itu sebabnya AQ rangkum dalam waktu 22 tahum 2 bulan 22 hari. Hanya saja AQ turun tidak tiap hari, tergantung Allah, ada jaraknya 3 tahun ada 15 hari ada malam dan ada siang.
      Hal ini belum seberapa, yang paling luar biasa adalah ketika Rasulullah naik ke langit (Mi’rad) berjumpa dengan Allah di Arsy tempat paling tinggi di seluruh alam semesta (Sidratul Muntaha), Rasulullah SAW tidak menyebutkan berapa jaraknya. Saya tidak akan menceritakan kisah ini padamu, hanya akan membuat kamu pusing saja heheh. Nemu angka 50.000 kamu sudah pusing, apa lagi kejadian Mi’rad.
      Filar, stoplah perhitunganmu itu,…
      kalau ANda menggunakan rumus kecepatan cahaya, maka batas kecepatan suatu object di dunia ini hanya batas mendekati kecepatan cahaya, tidak ada yang lebih dari itu… tidak ada perangkat fisik yang dapat melewati kecepatan cahaya, jadi jika Jibril Anda katakan berkecepatan sekian itu, itu lelucon ….
      dan lelucon yang lain yaitu, seharusnya AQ selesai wahyunya paling tidak kirakira 23 x 50000 tahun ke depan….


      jika ilmu modern itu lenyap maka AQ juga akan lenyap, kenapa? karena seringnya umat muslim menghubung2kan AQ dengan ilmumoderrn…. itu harus ANda tanggapi serius…

      *AQ itu tidak akan lenyap ketika ilmu modern lenyap, AQ itu akan lenyap apa bila Allah para ulama di matikan seluruhnya oleh Allah. Itu kuncinya bukan secara lahiriyah tidak ada, AQ tetap ada hanya saja tidak tahu lagi apa maksud dari ayat2 tersebut. Saat ini akan tiba kamu tenang saja. Yang jelas ketika AQ itu di angkat oleh Allah kembali ke langit dalam arti para ulama di matikanNya, orang islam di dunia ini sudah tidak ada lagi, kalian bebas mau ngapain, mau saling bunuh, saling hancur menghancurkan, terserah. Dan pada hari itu maka kiamat di tegakkan. Mata kepala kalian akan menyaksikan sendiri bencana super dasyat tersebut, yang mana di kejadian tersebut anak yang baru lahir langsung beruban, orang hamil menjadi keguguran. Tidak ada bagi kalian untuk tempat sembunyi. Tenang saja kalian akan menyaksikan itu semua. Kaum muslimin tidak akan pernah menyaksikan peritiwa kiamat, walaupun imannya sebesar zarah (debu). Kapan waktu dan terjadinya kiamat? Rasulullah tidak mengetahuinya sebab memang tidak di beri tahu oleh Allah. Rasulullah hanya memberi tahukan ciri2nya saja. Saya tidak akan memberitahukan ciri2nya padamu kecuali engkau ingin tahu.
      Kalau Anda katakan kecepatan Jibril sekian kali kecepatan cahaya, suatu saat ada refisi bahwa kecepatan cahaya ternyata sekian, lalu apakah ulama Anda tidak akan menafsir ulang AQ?… itu sudah diambang batas kawan, maka dari sekarang tafsirlah AQ bukan berdasar komtemporernya jaman…

      salah satunya adalah dengan menganggap AQ berusia 50000 tahun sebelum alam semesta…sebab dengan kalkulasi yang sama maka seharusnya AQ juga selesai paling tidak 23×50000 tahun ke depan…. saya bukannya mengakui kehebatannya, tetapi saya sedang tidak ingin melihat Anda terlihat bodoh dengan mitos-mitos…

      *Terserah anda menganggap saya bodoh, namun itulah kenyataannya, anda harus banyak belajar tentang islam, bukan harus masuk menjadi pemeluk agama islam. Namun satu yang perlu anda garis bawahi bahwa di islam tidak ada mitos, tahyul, kurafat, dll.
      lain yang Anda ucapkan lain dari kenyataannya…
      Jika Anda menggunakan perhitungan kecepatan cahaya untuk menghitung kecepatan Jibril, itu mitos…dongeng…

      saya katakan di atas banget, supaya jelas jurang pemisah Antara Kristen dan Islam, antara Anda dan saya, antara ALLAH dengan allah ANda…

      *terserah engaku mau berkata apa, yang jelas sebagian dari islam itu, aku telah menyampaikannya padamu, engkau tulis Allah saya dengan (a) kecil itu juga hakmu. Aku tidak akan tersinggung dengan apa yang akan engkau katakan lagi. Sebelum hari kiamat tiba, sebelum malaikat pencabut nyawa berada di depan hidungmu menari2 mumpung masih ada waktu untuk memikirkan kehidupan ini.
      Kebenaran bukan terserah saya atau Anda bukan? bukankah Anda sudah percaya bahwa ALLAH adalah BENAR/KEBENARAN?….
      secara universal ALLAH adalah SATU sebab bumi hanya satu, tetapi pada taraf tertentu allah itu banyak, sebab dunia ternyata banyak.. ada dunia islam, ada dunia kristen d.l.l…. itulah yang saya katakan ALLAH memang ESA, tetapi ALLAH tidak sama dengan allah Anda…

      belagu banget hehehhe…
      Utsman mengkompilasi AQ dengan bhs Quraisy itu kenapa coba?

      *Utsman tidak mengkompilasi AQ, Utsman hanya membakar AQ yang berdialeg selain dari bahasa quraisy. Sebab AQ itu di turunkan dalam bahasa Quraisy.
      nah dengan begitu berarti AQ tidak ada 50000 tahun sebelum alam semesta diciptakan, karena logat quraisy baru ada jauh setelah jaman Ismael…

      Ahmadyiah masih menggunakan AQ, tetapi koq berantem?…

      *siapa bilang ahmadiyah menggunakan AQ sebagai kitabnya. Mereka punya kitab sendiri yang namanya At Takhira. Hanya saja kata2 dalam kitab mereka “memperkosa” ayat2 AQ.
      At Takhira itu tambahan,… pondasinya masih AQ…

      hayolah belajarlah jujur….

      *Aku sudah jujur kok, aku juga tahu kalau kamu jujur. Hanya saja kejujuranmu itu kejujuran buta. Engkau tidak melihat walau punya mata.

      100-an orang berkata YESUS disalib
      12 murid berkata YESUS disalib
      sejarawan romawi berkata YESUS disalib
      ROH KUDUS bersaksi YESUS disalib…

      AQ berkata YESUS tidak disalib

      sekarang siapa yang jujur tetapi buta?…

      sedikit informasi yang berbau kontradiksi (meski tidak kontradiksi) anca langsung mencap ALKITAB palsu, sekarang masalah besar Anda anggap enteng… bahaya kamu ini…

      *Apakah engkau mampu membuktikan kitab kamu itu asli turun dari langit? Atau apakah kamu mampu membuktikan bahwa kitab kamu itu perkataan yesusmu?
      saya ambil satu ayat dari Kitab NAbi dari Perjanjian LAma, Contoh:

      Zefanya 1:1 Firman TUHAN yang datang kepada Zefanya bin Kusyi bin Gedalya bin Amarya bin Hizkia dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda.

      itu salah satu bukti bahwa Firman TUHANlah tertulis di ALKITAB

      sebaliknya
      saya katakan jika YESUS tidak disalib maka ALKITAB PERJANJIAN BARU pasti tidak akan ditulis… artinya apa…?

      *Kenyataannya yesus memang tidak di salib. Yang di salib itu bukan yesus. Tapi saya percaya kalau manusia ada di salib 2000 tahun lalu.
      nah sekarang kan ada suatu perkara, YESUS disalib atau tidak,… untuk memecahkan perkara ini dibutuhkan 2 atau 3 saksi…
      2 atau 3 saksi yang mengatakan YESUS disalib adalah:
      1. 100-an saksi mata
      2. 12 murid Yesus
      3. Sejarawan Romawi
      4. Sejarawan Yahudi
      5. Roh Kudus…

      sekarang siapa saksimu?

      jika ANda katakan bahwa ada di ALKITAB bukti bahwa YESUS tidak disalib itu sudah rancu, kacau, ngga jelas,….

      *Apakah anda benar2 mau bukti? Saya akan segera mempostingkan ke 14 butir point tersebut. Kalau kamu pinta.?!!!
      duh ngga nanggap-nanggap juga….
      PB ditulis karena YESUS disalib,
      masak masih mau mencari2 dalih menggunakan PB untuk membuktikan YESUS tidak disalib…


      contoh gampangnya gini mas…
      A. Bubur itu lembut sekali…
      B. Lalu si Filar berkata, ada 14 bukti yang mengungkap bahwa bubur tidak lembut…

      *kenapa hars bubur engkau jadikan terdakwa? Dari mana engkau tahu bahwa bubur itu lembut? Bagaimana kalau tidak ada air dan bubur itu belum di masak? Akankah engkau tetap mengatakan bubur itu lembut?
      Filar-filar, yang namanya bubur bukanlah sudah ada porsi air yang lebih banyak waktu memasak dibanding beras/jagung/daging/d.l.l yang ada di dalamnya, kenapa harus berkata kalau tidak ada air?….dimana sequence loginya kawan? Kamu mengatakan Islam itu cerdas,… tetapi saya katakan apa yang kita ucapkan itu harus juga mengajar diri sendiri lho… itu namanya sudah dogma.. sementara Anda anti dogma. piye toh kang?

      Yang namanya PB ditulis karena YESUS disalib

      *Yang menulis pb tentang yesus itu di salib siapa? Asalnya dari mana?
      Saksi-saksi dari kejadian itu…

      koq masih nyari2 14 bukti bahwa YESUS tidak disalib..piye kang?

      *Saya tidak nyari2 kok bukti itu ada di kitabmu sendiri kok. Siapa sudi mencari2. Buat capek aja.
      sekali lagi, sequence cara berpikir Anda yang mengaku cerdasitu harus diluruskan…

      simpang siur lagi…. yang menyarankan ibadah harus di bahasa Arab siapa kawan? TIdak mungkin tetap dengan kata “allah” kawan, sebab sudah Anda katakan kata “allah” asalnya dari bahasa arab quraysu dan bahasa orang berimaan dan bahasa di sorga adalah bahasa arab logat quraysi… konsisten dong bung!!!
      *siapa yang simpang siur neh? Maksudnya apa neh? Jelaskan jangan sepotong2!
      sudah jelas…perhatikan alur berikut:

      a. Anda sedang berdogma berkata bahwa bhasa orang beriman, bahasa di sorga adalah bahasa arab (bahasa AQ)
      b. sementara Utsman menyatukan AQ dengan dasar logat Quraisy karena sama dengan asal suku rasulallah…
      c. Suku/logat Quraisy ada jauh setelah jaman Ismael…

      dari 3 alur itu dipastikan Anda inkonsisten dalam mengajar dogma…

      3 saksi baru suatu perkara sah ya toh…
      perhatikan:
      Yahudi mencatat YESUS disalib (abad 1 M)
      Murid2 YESUS mencatat YESUS disalib (abad 1 M)
      Kekaisaran Romawi mencatat YESUS disalib…(abad 1 M)
      ROH KUDUS (ALLAH sendiri) mencatat PB mengatakan YESUS disalib (abad 1 M)

      Filar, ini bukan masalah siapa yang tertua… tetapi masalah penggunaan… sebab kalau ANda katakan bahasa Arab yang tertua tentu Anda harus menjelaskan bahasa arab yang mana? apakah suku quraisy? kalau arab quraisy maka menjadi bertentangan sebab konon suku quraisy baru ada jauh setelah jaman Ismael… artinya logat quraisy itu bukan yang tertua…. please mas filar jangan mengucapkan hal2 yang tidak berdasar….

      *Maksud saya menampilakan doa Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim itu agar engkau memahami maksud saya bahwa mereka berdoa kepda Allah, dan lafaz Allah jelas mereka gunakan. Itu sebabnya saya mengukur jarak mereka, agar engkau paham. Saya memang mengatakan bahwa bahasa arab memang sudah tua bahkan bahsa ini adalah induk dari bahasa di dunia, kebetulan saja orang2 quraisy menggunakannya.
      Jika suku Quraisy adalah benar keturunan Ismael, maka dipastikan bahwa logat Quraisy ada jauh setelah beberapa generasi dari Ismael, sekaligus membuktikan bahwa Nuh/Abraham tidak menggunakan bahasa arab sub logat quraisy…itu dogma tidak jelas…bahkan jika Anda jalan2 ke Arab sana, untuk angka mereka masih mengatakan angka India,… sebab penomoran Arab datangnya dari India… orang Indialah yang mengajari orang arab berhitung….

      itulah jurang pemisahyang lebar…dan itu pula yang membuat saya memfonis ada dusta di antara kita hehehh
      *yang berdusta itu siapa?

      Anda bisa mengecek sendiri..
      contoh:
      YAHUDI mengatakan ISHAK yang dikurbankan
      KRISTEN mengatakan ISHAK yang dikurbankan
      koq tiba2 ISLAM berkata ISMAEL yang dikurbankan?
      <
      >

      *Anda lupa bahwa yang mendirikan Ka’bah kembali itu adalah Ibrahim dengan Ismail. Sekarang saya mau tanya mana lebih tua Ismail atau Ishak? Maka di situlah jawabannya. Gitu aja repot.
      y sudah, jadi ngga ada gunanya ANda adu2 pengetahuan masalah silsilah….
      ada permasalahan besar jika Kabah didirikan oleh Ibrahim/Ismael…
      Kabah adalah tempat jiarah… nah jika Abraham mendirikan Kabah, berarti Kabah yang dihancurkan oleh rasullah adalah dewa-dewanya Abraham…kedua, dari jaman Abraham sampai Nabi-nabi setelahnya apakah ada cerita mereka pergi berjiarah ke Kabah?,… Nonsense bukan? justru dilema paling besar adalah… bahwa ternyata sebelum Kabah dijadikan kiblat YERUSALEMlah yang pertama jadi kiblat.. kenapa? karena memang Bait ALLAH baru pertama didirikan di YERUSALEM, bukan oleh Abraham tetapi oleh Raja Salomo, dari keturunan ISHAK, bukan keturunan Ismael…

      *keluarga kami memang tidak mengurus begitu serius masalah silsilah ini, tapi untuk orang besar apa lagi nabi, tentu sejarah sendiri yang mencatat silsilah mereka.
      sayangnya silsilah rasullah tidak selengkap yang Anda kira… Anda butuh ahli sejarah untuk mendukungnya bukan?
      karena Anda butuh ahli sejarah, maka ANda juga harus percaya apa kata sejarawan…

      nah sekarang sejarawan mencatat YESUS disalib,…. lalu kenapa Anda menolak?

      artinya ini adalah masalah hati, bukan masalah pengetahuan,

  35. Namanya saja ALKITAB, secara kasar bisa diartikan gabungan kitab-kitab,…contoh Kitab Nabi Yesaya, yang menulis Nabi Yesaya,…Kitab Nabi Daniel, yang menulis Nabi Daniel… d.l.l,…jadi pengetahuan Anda harus direvisi yang menganggap semua ALKITAB ditulis oleh satu orang… itu dulu awalnya, sudah bagus itu… OK. Nah kalau Anda memperhitungkan semua jumlah Kitab di ALKITAB yang 66 buah itu, maka akan dapat disarikan bahwa ada sekitar 40 orang di dalam rentang 4000 tahun ALKITAB baru lengkap sebanyak 66 buah….

    *Anda mengatakan bahwa pengetahuan saya harus di revisi, hahahahah saya rasa cukuplah kitab kamu saja yang di revisi dan perkataanmu untuk merevisi pengetahuanku sebaiknya di kesampingkan dulu. Saya mau tanya berapa rentang waktu antara nabi musa dan nabi isa? Saya mengakui kalau alkitab itu gabungan taurad dan injil tapi taurad dan injil yang mana dulu?

    Bicara kanon, maka memang perlu dikanonkan, maka disebut rentang mejadi sebuah ALKITAB itu membutuhkan 4000 tahun,… demikian juga AQ tidak dapat dipungkiri terjadi pengkanonan oleh Utsman,… meski dengan cara yang berbeda.

    Dasar iman Kristen ya di Alkitab yang 66 buah itu, sebab Kitab yang satu saling berkaitan dengan Kitab yang lain, karena saling berkaitan itulah maka dikanonkan dan disebut ALKITAB…atau Kitab Suci…

    *Al Quran bukan Kanon atau Apocrypha. Al Quran adalah Firman Allah, Utsman hanya menyusun dan mengumpulkan AQ itu di dada kaum muslimin dan membukukannya. Dan membakar selain dari dialeg Quraisy. Sebab Al Quran itu di turunkan dalam bahasa arab yang jelas. Sebagian Aq itu terdapat pada pelepah kurma, kulit binatang dan sebagian di dada kaum muslimin. Apa yang perlu di Kanonkan oleh Utsman? Al Quran itu barang sudah jadi hanya saja tercerai berai di berbagai tempat.
    Nah bicara Kanon Alkitab, saya salut dengan usaha2 yang keras oleh kaum yang hidup ketika itu. hanya saja manuskrip2 tersebut tidak bisa lagi di bedakan mana yang asli kanon mana yang berupa apocrypha. Mana yang asli keluar dari mulut Nabi Isa As yaitu berupa Injil mana lagi yang berupa tulisan2 para Hawariyun yang 12 itu. semuanya centang perenang dan di kumpulkan menjadi satu. Padahal dari sekian banyak penulis2 Al Kitab mereka tidak hidup pada zaman Nabi Musa dan Nabi Isa. Sedangkan ke 12 toko hawariyunpun tidak jelas keberadaannya karena di kejar oleh pasukan Rum. Okelah anda mengatakan penyusunan alkitab selama 4000 tahun, bukti2 prasastipun yang palit tidak bisa kita jumpai baik di batu maupun di media yang lain. Dan celakanya lagi setahu saya penulisan Alkitab baru di lakukan setelah 200-300 tahun setelah Nabi Isa AS. Sedangkan untuk Taurad mereka telah membakar dan menukar ayat2 Taurat itu dengan tangan mereka sendiri, oleh sebab itu seluruh isi kitab Taurad adalah ayat2 bualan kaum kafirun. Mereka menukar seluruh ayat2 yang memberatkan mereka dan mengganti menjadi ayat2 yang ringan bagi mereka untuk melaksanakannya. Sedangkan Taurat yang asli berupa batu tulis mereka hancurkan, rahasia ini bisa engkau temukan dalam AQ.

    Contoh :
    ada 1000 orang muslim, allah Anda sudah menentukan 500 masuk neraka, 500 sisanya masuk surga… permasalahn 1000 orang itu disuruh untuk berbuat kebajikan… dapat ngga Anda lihat inkonsistensi? pertentangan?

    *Saya tidak melihat pertentangan di situ. Sebab setiap umat manusia itu dianjur oleh Allah untuk melakukan kebajikan, walaupun rahasiannya Allah yang pegang. Jadi percuma saja kalau ada title Allah yang lain yaitu Maha Berkehendak. Allah Maha Berkehendak juga Maha Teliti dan juga Maha Pengampun, itu sebabnya kaum muslimin di ajarkan berdoa agar ketetapan Allah yang pada dirinya Allah mau mengubahnya dengan alasan Kemaha pengamunan Allah. Yang jelas Allah mendahului RahmatNya dari pada Siksanya. Satu yang perlu anda cermati bahwa kaum muslimin yang masuk nereka, mereka tetap berdoa di dalam nereka itu dengan zikir. Dan satu lagi yang perlu anda ketahui bahwa kaum muslimin yang masuk nereka, ada satu anggota tubuh mereka yang tidak tersentuh api neraka yaitu hati manusia yang mana di dalamnya terdapat kalimat dua syhadat. Nah benteng inilah yang mengeluarkan mereka dari azab neraka kelak menujuh syurga.

    lihat sekali lagi, mengerti sekali lagi…
    a dan c itu saling berntentangan…
    a mengatakan allah Anda yang menentukan
    c mengatakan perbuatan Anda yang menentukan…

    *sudah saya terangkan di atas.

    Filar
    Anda sepertinya takut akan neraka,…
    sekarang pertanyaan kita balik, betapa jahatnya allah ANda menentukan beberapa manusia masuk neraka, menempatkan beberapa manusia masuk ke sesuatu yang sangat menakutkan…

    *Neraka itu tidak perlu di takutkan sebab sudah ketetapan Allah adanya. Yang perlu di takuti itu adalah Allah, Zat yang menciptakan neraka. Kalaupun toh saya masuk nereka itu juga sudah ketetapan Allah, saya hanya mampu berdoa agar Dia mau mengubah ketetapan yang telah Dia tetapkan, yang penting jangan berburuk sangka kepada Allah itu saja beres. Ada perbuatan yang mampu menguba ketetapan Allah yaitu selalu berbaik sangka kepada Allah dan selalu mengharapkan ampunannya. Dan apa bila mati dalam keadaan begini Insya Allah syurga balasannya.

    a. kata Anda allah Anda tidak pandang bulu, tetapi dengan mengatakan yang masuk islam adalah manusia cerdas itu sudah pandang bulu Filar,… konsistenlah dikit…

    *Allah tidak pandang bulu dalam hal apa dulu, kalau seluruh umat manusia ini masuk syurga untuk apa Dia menciptakan neraka, untuk apa dia turunkan para nabi? Yang masuk islam adalah manusia cerdas itu tandanya adil sebab yang bodoh2 udah kalian santronin hehehe.

    b. JIka kebanyakan islam manusia cerdas, lalu kenapa Anda tidak rela jika Kristen menjangkau manusia-manusia yang dianggap islam bodoh?

    *Bukan saya tidak rela Par…hanya saja kalian mengajak mereka ke dalam Kristen tidak berdebat secara fair melainkan kalian menggunakan cara2 yang tidak terpuji, dengan sekarung mie, sekarung baju bekas dan sekarung uang, iman yang lemah lagi bodoh tentu mudah saja mereka convert. Coba kalian mengajak mereka, masuk Kristen dengan debat dengan mengundang tokoh agama masing2 saya yakin kalian pada kabur. Kalian pasti takut apa bila di suruh bahasa arab bukan hahaha, makanya ….

    c. Filar, Anda perlu survey seluruh Sekolah Dasar Negeri di daerah-daerah yang mayoritas Islam, semua murid Kristen diajar cara membaca AQ, dan mereka diajari doa-doa Islam, d.l.l, bandingkan jika itu terjadi secara terbalik,… saudara muslim banyak tingkahnya dalam hal ini…

    *Apa salahnya di ajar bahasa AQ, toh setidak-tidaknya mereka mengerti dengan bahasa arab, kan menambah ilmu juga. Mereka kan tidak di suruh masuk islam hehehe.

    Filar, stoplah perhitunganmu itu,…
    kalau ANda menggunakan rumus kecepatan cahaya, maka batas kecepatan suatu object di dunia ini hanya batas mendekati kecepatan cahaya, tidak ada yang lebih dari itu… tidak ada perangkat fisik yang dapat melewati kecepatan cahaya, jadi jika Jibril Anda katakan berkecepatan sekian itu, itu lelucon ….

    *Saya menggunakan kecepatan cahaya karena malaikat itu di ciptakan dari cahaya. Memangnya saya tidak punya bukti? Apa kamu kira malaikat itu di ciptakan dari tanah? Ah kamu ini ada2 saja.

    dan lelucon yang lain yaitu, seharusnya AQ selesai wahyunya paling tidak kirakira 23 x 50000 tahun ke depan….

    *itu lelucon kamu…buktinya saya baca AQ kok, udah rampung semuanya terdiri dari 30 juz 114 surat 6236 ayat.

    Kalau Anda katakan kecepatan Jibril sekian kali kecepatan cahaya, suatu saat ada refisi bahwa kecepatan cahaya ternyata sekian, lalu apakah ulama Anda tidak akan menafsir ulang AQ?… itu sudah diambang batas kawan, maka dari sekarang tafsirlah AQ bukan berdasar komtemporernya jaman…

    hahaha…anda yang salah pengertian, ilmu modern itulah yang sebenar mengacu pada AQ bukan di balik, AQ sudah bicara astronomi ketika daratan amerika semak belukar. Kan AQ sendiri yang mengatakan bahwa Malaikat Jibril itu naik kelangit sehari yang kadarnya 50.000 tahun. Sekarang saya mau tanya kamu ngerti nggak bahasa AQ walaupun terjemahannya?

    Jika Anda menggunakan perhitungan kecepatan cahaya untuk menghitung kecepatan Jibril, itu mitos…dongeng…

    *siapa yang bicara dongeng kan udah di terangkan. Bahwa Jibril itu bahan bakunya cahaya.

    Kebenaran bukan terserah saya atau Anda bukan? bukankah Anda sudah percaya bahwa ALLAH adalah BENAR/KEBENARAN?….
    secara universal ALLAH adalah SATU sebab bumi hanya satu, tetapi pada taraf tertentu allah itu banyak, sebab dunia ternyata banyak.. ada dunia islam, ada dunia kristen d.l.l…. itulah yang saya katakan ALLAH memang ESA, tetapi ALLAH tidak sama dengan allah Anda…

    *Sekali lagi… kalau tidak sama Allah anda dengan Allah saya, ya nggak apa2. Cuma sebaiknya seperti saran saya kemarin2 lebih baik jangan engkau gunakan sebutan Allah dalam kepercayaanmu, karena Allah itu adalah Rabb semesta Alam. Sebab penggunaan lafadz Allah sudah di gunakan oleh nabi adam,nuh, Ibrahim, isa, dan Muhammad, seluruh nabi-nabi ini beragama islam. Karena engkau Kristen gunakakan istilah agamamu sendiri, ela kek, ala kek atau debata kek terserah, mandiri kenapa memangnya kok kamu gunakakan bahasa islam?

    nah dengan begitu berarti AQ tidak ada 50000 tahun sebelum alam semesta diciptakan, karena logat quraisy baru ada jauh setelah jaman Ismael…

    *begini…perkara ini sebenarnya mudah saja untuk di jelaskan, yang saya ragukan adalah pemahaman kamu. Saya kasih contoh: kalau Allah ingin menciptakan sesuatu sebenarnya Dia hanya cukup berkata “JADILAH MAKA JADILAH IA”. Nah konteksnya begitu. Nah AQ berkata bagaimana proses terjadi penciptaan manusia, bahwa keturunan manusia yang berasal dari Adam Allah ciptakan dari air yang terpancar dari tulang sulbi yang tersimpan dalam tempat yang kokoh. Saya mau tanya sama anda ketika ayat Al Quran berbicara masalah ini apa ada ilmu kedokteran pada waktu itu? itu artinya kalau Allah ingin Sesutu Dia akan menciptakan jalannya juga. Untuk membuktikan firman Allah itu maka kita sebagai manusia harus mampu menyerap apa maksudnya.

    At Takhira itu tambahan,… pondasinya masih AQ…

    *AT itu bukan tambahan melainkan kitab yang memperkosa AQ. Pengikutnya sama dengan orang2 yang menukar ayat2 Allah pada zaman Musa dan Isa.

    saya ambil satu ayat dari Kitab NAbi dari Perjanjian LAma, Contoh:
    Zefanya 1:1 Firman TUHAN yang datang kepada Zefanya bin Kusyi bin Gedalya bin Amarya bin Hizkia dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda.
    itu salah satu bukti bahwa Firman TUHANlah tertulis di ALKITAB

    *Firman tuhan yang mana ini? Bisa jelaskan

    nah sekarang kan ada suatu perkara, YESUS disalib atau tidak,… untuk memecahkan perkara ini dibutuhkan 2 atau 3 saksi…
    2 atau 3 saksi yang mengatakan YESUS disalib adalah:
    1. 100-an saksi mata
    2. 12 murid Yesus
    3. Sejarawan Romawi
    4. Sejarawan Yahudi
    5. Roh Kudus…
    sekarang siapa saksimu?

    *Saksiku Allah dan AQ, Nabi Muhammad SAW, Nabi Isa sendiri, Ibunda Maryam, para Sahabat Rasulullah SAW, Para Tabiin, dan saya sendiri, saya bersaksi bahwa Nabi Isa tidak pernah di salib.

    Filar-filar, yang namanya bubur bukanlah sudah ada porsi air yang lebih banyak waktu memasak dibanding beras/jagung/daging/d.l.l yang ada di dalamnya, kenapa harus berkata kalau tidak ada air?….dimana sequence loginya kawan? Kamu mengatakan Islam itu cerdas,… tetapi saya katakan apa yang kita ucapkan itu harus juga mengajar diri sendiri lho… itu namanya sudah dogma.. sementara Anda anti dogma. piye toh kang?

    *hahaha anda ingin membuktikan bahwa yesus di salib dengan bubur terdakwanya, kenapa anda tidak mengatakan bahwa air keras bagai baja. Atau sebaliknya. Logika anda tidak logis, anda mencari kambing hitam untuk alasan di atas yang tidak perlu jawaban. Yang saya permasalahkan adalah yesus kamu itu bukan bubur! Siapa bilang bubur itu tidak lembek? Sayakan hanya mengetes kamu saja apa masih bangun belum? Hahaha kalau belum bobok dulu.

    Yang namanya PB ditulis karena YESUS disalib

    *Yang menulis pb tentang yesus itu di salib siapa? Asalnya dari mana?
    Saksi-saksi dari kejadian itu…

    *Siapa orangnya ngomongnya harus jelas, jangan ngarang-ngarang!
    koq masih nyari2 14 bukti bahwa YESUS tidak disalib..piye kang?
    *Saya tidak nyari2 kok bukti itu ada di kitabmu sendiri kok. Siapa sudi mencari2. Buat capek aja.

    sekali lagi, sequence cara berpikir Anda yang mengaku cerdasitu harus diluruskan…

    *hahaha…saya tidak perna mengaku cerdas juga tidak perna mengaku bodoh.

    a. Anda sedang berdogma berkata bahwa bhasa orang beriman, bahasa di sorga adalah bahasa arab (bahasa AQ)

    *betul

    b. sementara Utsman menyatukan AQ dengan dasar logat Quraisy karena sama dengan asal suku rasulallah…

    *betul

    c. Suku/logat Quraisy ada jauh setelah jaman Ismael…

    *mana counter saya yang mengatakan demikian tolong di paste di sini!

    dari 3 alur itu dipastikan Anda inkonsisten dalam mengajar dogma…

    *hahaha saya ini bukan ustad om, saya ini hamba Allah

    Jika suku Quraisy adalah benar keturunan Ismael, maka dipastikan bahwa logat Quraisy ada jauh setelah beberapa generasi dari Ismael, sekaligus membuktikan bahwa Nuh/Abraham tidak menggunakan bahasa arab sub logat quraisy…itu dogma tidak jelas…bahkan jika Anda jalan2 ke Arab sana, untuk angka mereka masih mengatakan angka India,… sebab penomoran Arab datangnya dari India… orang Indialah yang mengajari orang arab berhitung….

    *Pengetahuan anda itu yang perlu di revisi. Quraisy memang benar keturunan Ismail. Nama sebenarnya adalah Qushay Al Quraisy. Qushay berada empat tingkat di atas Rasulullah SAW, dan dan 55 generasi di bawah Ismail. Nanti kalu saya tulis lagi silsilahnya anda mengatakan bahwa saya sok.

    y sudah, jadi ngga ada gunanya ANda adu2 pengetahuan masalah silsilah….
    ada permasalahan besar jika Kabah didirikan oleh Ibrahim/Ismael…

    *emangnya permasalahan apa. Jelaskan!

    Kabah adalah tempat jiarah… nah jika Abraham mendirikan Kabah, berarti Kabah yang dihancurkan oleh rasullah adalah dewa-dewanya Abraham…kedua, dari jaman Abraham sampai Nabi-nabi setelahnya apakah ada cerita mereka pergi berjiarah ke Kabah?,… Nonsense bukan?

    *begini neh kalau nggak ngerti permasalahan sebenarnya. Rasulullah itu tidak perna menghancurkan Ka’bah. Yang di hancurkan oleh rasulullah adalah berhala2 Latta, Uzza, Manat dll. Saya mau tanya kamu ngerti apa yang di maksud Ka’bah? Semenjak doa Nabi Ibrahim semenjak itulah Ka’bah menjadi pusat perhatian dunia, mereka bukan pergi berziarah, mereka pergi untuk Tawaf, (mengelilingi atau mengitari Ka’bah). Yang namanya Ziarah adalah berkunjung kepada orang yang sudah meninggal. Piye toh om?

    justru dilema paling besar adalah… bahwa ternyata sebelum Kabah dijadikan kiblat YERUSALEMlah yang pertama jadi kiblat.. kenapa? karena memang Bait ALLAH baru pertama didirikan di YERUSALEM, bukan oleh Abraham tetapi oleh Raja Salomo, dari keturunan ISHAK, bukan keturunan Ismael…

    *Raja Sulaiman itu anak siapa? Anak Daud bukan?. Ishak itu anak siapa? Anak Ibrahim bukan? Mana dahulu Ibrahim atau Sulaiman? Itu intinya.

    karena Anda butuh ahli sejarah, maka ANda juga harus percaya apa kata sejarawan…

    *betul

    nah sekarang sejarawan mencatat YESUS disalib,…. lalu kenapa Anda menolak?

    *Iman saya yang menolak, karena sejarah islam yang menolak.

    • @Filar
      Namanya saja ALKITAB, secara kasar bisa diartikan gabungan kitab-kitab,…contoh Kitab Nabi Yesaya, yang menulis Nabi Yesaya,…Kitab Nabi Daniel, yang menulis Nabi Daniel… d.l.l,…jadi pengetahuan Anda harus direvisi yang menganggap semua ALKITAB ditulis oleh satu orang… itu dulu awalnya, sudah bagus itu… OK. Nah kalau Anda memperhitungkan semua jumlah Kitab di ALKITAB yang 66 buah itu, maka akan dapat disarikan bahwa ada sekitar 40 orang di dalam rentang 4000 tahun ALKITAB baru lengkap sebanyak 66 buah….

      *Anda mengatakan bahwa pengetahuan saya harus di revisi, hahahahah saya rasa cukuplah kitab kamu saja yang di revisi dan perkataanmu untuk merevisi pengetahuanku sebaiknya di kesampingkan dulu. Saya mau tanya berapa rentang waktu antara nabi musa dan nabi isa? Saya mengakui kalau alkitab itu gabungan taurad dan injil tapi taurad dan injil yang mana dulu?
      Alkitab atau Kitab Suci terdiri dari berbagai Sub Kitab,
      contoh Taurat (atau 5 kitab Musa), Nabi-nabi, Mazmur, Surat-surat, d.l.l…
      jadi kalau kamu bilang Paulus yang menulis Alkitab itu tidak bagus, supaya bagus pengetahuanmu itu harus direfisi…
      Musa itu hidup sekitar abad 14 SM… jd ada jawak sekitar 1400 tahun dengan YESUS Kristus…

      Bicara kanon, maka memang perlu dikanonkan, maka disebut rentang mejadi sebuah ALKITAB itu membutuhkan 4000 tahun,… demikian juga AQ tidak dapat dipungkiri terjadi pengkanonan oleh Utsman,… meski dengan cara yang berbeda.

      Dasar iman Kristen ya di Alkitab yang 66 buah itu, sebab Kitab yang satu saling berkaitan dengan Kitab yang lain, karena saling berkaitan itulah maka dikanonkan dan disebut ALKITAB…atau Kitab Suci…

      *Al Quran bukan Kanon atau Apocrypha. Al Quran adalah Firman Allah, Utsman hanya menyusun dan mengumpulkan AQ itu di dada kaum muslimin dan membukukannya. Dan membakar selain dari dialeg Quraisy. Sebab Al Quran itu di turunkan dalam bahasa arab yang jelas. Sebagian Aq itu terdapat pada pelepah kurma, kulit binatang dan sebagian di dada kaum muslimin. Apa yang perlu di Kanonkan oleh Utsman? Al Quran itu barang sudah jadi hanya saja tercerai berai di berbagai tempat.
      Nah bicara Kanon Alkitab, saya salut dengan usaha2 yang keras oleh kaum yang hidup ketika itu. hanya saja manuskrip2 tersebut tidak bisa lagi di bedakan mana yang asli kanon mana yang berupa apocrypha. Mana yang asli keluar dari mulut Nabi Isa As yaitu berupa Injil mana lagi yang berupa tulisan2 para Hawariyun yang 12 itu. semuanya centang perenang dan di kumpulkan menjadi satu. Padahal dari sekian banyak penulis2 Al Kitab mereka tidak hidup pada zaman Nabi Musa dan Nabi Isa. Sedangkan ke 12 toko hawariyunpun tidak jelas keberadaannya karena di kejar oleh pasukan Rum. Okelah anda mengatakan penyusunan alkitab selama 4000 tahun, bukti2 prasastipun yang palit tidak bisa kita jumpai baik di batu maupun di media yang lain. Dan celakanya lagi setahu saya penulisan Alkitab baru di lakukan setelah 200-300 tahun setelah Nabi Isa AS. Sedangkan untuk Taurad mereka telah membakar dan menukar ayat2 Taurat itu dengan tangan mereka sendiri, oleh sebab itu seluruh isi kitab Taurad adalah ayat2 bualan kaum kafirun. Mereka menukar seluruh ayat2 yang memberatkan mereka dan mengganti menjadi ayat2 yang ringan bagi mereka untuk melaksanakannya. Sedangkan Taurat yang asli berupa batu tulis mereka hancurkan, rahasia ini bisa engkau temukan dalam AQ.
      cara Utsman mengumpulkan AQ hampir mirip dengan mengumpulkan Kitab-Kitab di ALKITAB yang disebut KANON, cuman Orang kristen lebih jujur mengenai tidak ada lagi surat yang asli dari Kitab itu, sementara Muslim tidak bisa jujur dalam hal ini… itu disebabkan oleh dogma bahwa AQ asli…jadi banyak tulisan kitab-kitab yang sudah tersebar diseantero Kristen di ASia/Eropa waktu itu, sehingga surat2 itu dikumpulkan (dikanonkan),… hampir sama dengan AQ oleh Utsman, banyak logat dan tulisan2 di kulit kayu, di tulang, dll. cuman ia memaksakan 1 logat saja… berbeda dengan ALKITAB, tidak ada yang dibakar karena memang tidak ada manusia yang berani sebab KITAB-KITAB itu berisi Firman ALLAH…bandingkan dengan Utsman yang membakar semua teks manuscript AQ yang bukan logat QURAISY, dan membunuh beberapa yang melawan cara dia… cara utsman itu disebut juga kanon, cuman kanon Kristen ditentukan oleh FORUM, bukan oleh seorang diri macan Utsman…

      Contoh :
      ada 1000 orang muslim, allah Anda sudah menentukan 500 masuk neraka, 500 sisanya masuk surga… permasalahn 1000 orang itu disuruh untuk berbuat kebajikan… dapat ngga Anda lihat inkonsistensi? pertentangan?

      *Saya tidak melihat pertentangan di situ. Sebab setiap umat manusia itu dianjur oleh Allah untuk melakukan kebajikan, walaupun rahasiannya Allah yang pegang. Jadi percuma saja kalau ada title Allah yang lain yaitu Maha Berkehendak. Allah Maha Berkehendak juga Maha Teliti dan juga Maha Pengampun, itu sebabnya kaum muslimin di ajarkan berdoa agar ketetapan Allah yang pada dirinya Allah mau mengubahnya dengan alasan Kemaha pengamunan Allah. Yang jelas Allah mendahului RahmatNya dari pada Siksanya. Satu yang perlu anda cermati bahwa kaum muslimin yang masuk nereka, mereka tetap berdoa di dalam nereka itu dengan zikir. Dan satu lagi yang perlu anda ketahui bahwa kaum muslimin yang masuk nereka, ada satu anggota tubuh mereka yang tidak tersentuh api neraka yaitu hati manusia yang mana di dalamnya terdapat kalimat dua syhadat. Nah benteng inilah yang mengeluarkan mereka dari azab neraka kelak menujuh syurga.

      Itu bertentangan Filar…
      baiklah kita ambil dogma Anda…
      a. allah ANda menentukan ke sorga
      b. yang masuk ke neraka kalau berdoa (zikir) bisa masuk sorga lagi

      perhatikan itu…
      mereka ditentukan masuk neraka tetapi oleh usaha doa mereka maka bisa masuk sorga lagi…
      pertanyaan, masuk sorga itu pemberian atau usaha?

      lihat sekali lagi, mengerti sekali lagi…
      a dan c itu saling berntentangan…
      a mengatakan allah Anda yang menentukan
      c mengatakan perbuatan Anda yang menentukan…

      *sudah saya terangkan di atas.

      Filar
      Anda sepertinya takut akan neraka,…
      sekarang pertanyaan kita balik, betapa jahatnya allah ANda menentukan beberapa manusia masuk neraka, menempatkan beberapa manusia masuk ke sesuatu yang sangat menakutkan…

      *Neraka itu tidak perlu di takutkan sebab sudah ketetapan Allah adanya. Yang perlu di takuti itu adalah Allah, Zat yang menciptakan neraka. Kalaupun toh saya masuk nereka itu juga sudah ketetapan Allah, saya hanya mampu berdoa agar Dia mau mengubah ketetapan yang telah Dia tetapkan, yang penting jangan berburuk sangka kepada Allah itu saja beres. Ada perbuatan yang mampu menguba ketetapan Allah yaitu selalu berbaik sangka kepada Allah dan selalu mengharapkan ampunannya. Dan apa bila mati dalam keadaan begini Insya Allah syurga balasannya.
      sekali lagi ANda tidak konsisten kawan…
      Anda katakan allah Anda sudah menentukan siapa masuk neraka…
      tetapi sekarang Anda berusaha berdoa supaya allah Anda bisa mengubah ketetapannya…
      jadi Anda sedang mengatakan allah Anda bisa Anda atur melalui doa-doamu….atau ANda sedang mengatakan bahwa allah Anda tergantung kepada doa-doamu, perbuatanmu, d.l.l,


      a. kata Anda allah Anda tidak pandang bulu, tetapi dengan mengatakan yang masuk islam adalah manusia cerdas itu sudah pandang bulu Filar,… konsistenlah dikit…

      *Allah tidak pandang bulu dalam hal apa dulu, kalau seluruh umat manusia ini masuk syurga untuk apa Dia menciptakan neraka, untuk apa dia turunkan para nabi? Yang masuk islam adalah manusia cerdas itu tandanya adil sebab yang bodoh2 udah kalian santronin hehehe.
      Karena semua manusia seharusnya masuk sorga maka Nabi-nabi diutus, sehingga tidak pandang bulu, siapa saja seharusnya masuk sorga….. simple dan tidak bertele-tele..sekali lagi kalau Anda katakan Islam cerdas2, maka allah Anda telah pandang bulu… inkonsisten dengan pernyataan sebelumnya bahwa allah Anda tidak pandang bulu…

      b. JIka kebanyakan islam manusia cerdas, lalu kenapa Anda tidak rela jika Kristen menjangkau manusia-manusia yang dianggap islam bodoh?

      *Bukan saya tidak rela Par…hanya saja kalian mengajak mereka ke dalam Kristen tidak berdebat secara fair melainkan kalian menggunakan cara2 yang tidak terpuji, dengan sekarung mie, sekarung baju bekas dan sekarung uang, iman yang lemah lagi bodoh tentu mudah saja mereka convert. Coba kalian mengajak mereka, masuk Kristen dengan debat dengan mengundang tokoh agama masing2 saya yakin kalian pada kabur. Kalian pasti takut apa bila di suruh bahasa arab bukan hahaha, makanya ….
      seorang miskin kalau diberitakan tentang TUHAN, kira2 memikirkan apa kawan? memikirkan pengentasan kemiskinan atau memikirkan bagaimana mengkudeta Nabi?…. realistislah sedikit…
      Nah semisal Anda takut Kristen merebut semua kaum miskin di Indonesia, maka tunjukkanlah bahwa Islam cerdas di dalam hal mengentaskan kemiskinan….kalau tidak bisa, berarti memang Islam cerdas itu hanya dogma… nyatanya 200 juta penduduk Indonesia, 100 juta diantaranya adalah ISLAM tidak sekolah… alias tidak cerdas,…

      c. Filar, Anda perlu survey seluruh Sekolah Dasar Negeri di daerah-daerah yang mayoritas Islam, semua murid Kristen diajar cara membaca AQ, dan mereka diajari doa-doa Islam, d.l.l, bandingkan jika itu terjadi secara terbalik,… saudara muslim banyak tingkahnya dalam hal ini…

      *Apa salahnya di ajar bahasa AQ, toh setidak-tidaknya mereka mengerti dengan bahasa arab, kan menambah ilmu juga. Mereka kan tidak di suruh masuk islam hehehe.
      Anda seorang yang tidak fair, inkonsisten,.. bahaya orang seperti Anda ini….

      Filar, stoplah perhitunganmu itu,…
      kalau ANda menggunakan rumus kecepatan cahaya, maka batas kecepatan suatu object di dunia ini hanya batas mendekati kecepatan cahaya, tidak ada yang lebih dari itu… tidak ada perangkat fisik yang dapat melewati kecepatan cahaya, jadi jika Jibril Anda katakan berkecepatan sekian itu, itu lelucon ….

      *Saya menggunakan kecepatan cahaya karena malaikat itu di ciptakan dari cahaya. Memangnya saya tidak punya bukti? Apa kamu kira malaikat itu di ciptakan dari tanah? Ah kamu ini ada2 saja.
      Stoplah leluconmu itu kawan….
      Jika Malaikat diciptakan dari cahaya, maka itu dapat dipastikan kecepatannya tidak dapat melebihi kecepatan cahaya, tetapi dengan mengatakan kecepatan Jibril bisa mencapai jutaan km/d, itu sudah gila hitungannya, maksa, dongeng, bahaya itu kawan…Inkonsisten…

      dan lelucon yang lain yaitu, seharusnya AQ selesai wahyunya paling tidak kirakira 23 x 50000 tahun ke depan….

      *itu lelucon kamu…buktinya saya baca AQ kok, udah rampung semuanya terdiri dari 30 juz 114 surat 6236 ayat.
      ngga relevan, kamu bacapun semuanya, tetap saja ngga mengubah inkonsistensimu…

      Kalau Anda katakan kecepatan Jibril sekian kali kecepatan cahaya, suatu saat ada refisi bahwa kecepatan cahaya ternyata sekian, lalu apakah ulama Anda tidak akan menafsir ulang AQ?… itu sudah diambang batas kawan, maka dari sekarang tafsirlah AQ bukan berdasar komtemporernya jaman…

      hahaha…anda yang salah pengertian, ilmu modern itulah yang sebenar mengacu pada AQ bukan di balik, AQ sudah bicara astronomi ketika daratan amerika semak belukar. Kan AQ sendiri yang mengatakan bahwa Malaikat Jibril itu naik kelangit sehari yang kadarnya 50.000 tahun. Sekarang saya mau tanya kamu ngerti nggak bahasa AQ walaupun terjemahannya?
      kawan Filar, kamu sudah menggunakan kecepatan cahaya untuk menafsir kecepatan Jibril,… sekarang kamu sedang berpikiran terbalik atau mau memang sendiri?….
      Saya mengerti bahasa terjemahannya, orang Indonesia memang menerjemahkan 50000 tahun tetapi demi pengajaran yang tepat, beberapa telah menerjemahkan 50000 masa….

      Jika Anda menggunakan perhitungan kecepatan cahaya untuk menghitung kecepatan Jibril, itu mitos…dongeng…

      *siapa yang bicara dongeng kan udah di terangkan. Bahwa Jibril itu bahan bakunya cahaya.
      lihat keterangan di atas…
      saya ulang
      Jika Jibril dibuat dari cayaha, maka kecepatan Jibril harusnya hanya mendekati kecepatan cahaya, tidak boleh sama dan tidak boleh lebih, tetapi Anda telah berani2 mengatakan Jibril memiliki kecepatan jutaan km/d… kacau kamu itu kawan…..

      Kebenaran bukan terserah saya atau Anda bukan? bukankah Anda sudah percaya bahwa ALLAH adalah BENAR/KEBENARAN?….
      secara universal ALLAH adalah SATU sebab bumi hanya satu, tetapi pada taraf tertentu allah itu banyak, sebab dunia ternyata banyak.. ada dunia islam, ada dunia kristen d.l.l…. itulah yang saya katakan ALLAH memang ESA, tetapi ALLAH tidak sama dengan allah Anda…

      *Sekali lagi… kalau tidak sama Allah anda dengan Allah saya, ya nggak apa2. Cuma sebaiknya seperti saran saya kemarin2 lebih baik jangan engkau gunakan sebutan Allah dalam kepercayaanmu, karena Allah itu adalah Rabb semesta Alam. Sebab penggunaan lafadz Allah sudah di gunakan oleh nabi adam,nuh, Ibrahim, isa, dan Muhammad, seluruh nabi-nabi ini beragama islam. Karena engkau Kristen gunakakan istilah agamamu sendiri, ela kek, ala kek atau debata kek terserah, mandiri kenapa memangnya kok kamu gunakakan bahasa islam?
      Abraham menamakan anaknya Ismael, dari kata Ish-Ma-El,… artinya Abraham tidak mengenal akta ALLAH… melainkan EL, dimana EL menjadi ELOAH menjadi ELAH menjadi ALLAH (dlm bhasa Arab), kata yang sama digunakan oleh Kristen arab abad 2 M jauh sebelum Islam lahir…
      masalah kedua…
      Jika Islam sudah ada jauh sebelum Nuh misalnya, maka ada dilema, berarti mereka tidak bisa bersyahadat, karena Muhammad belum ada…

      nah dengan begitu berarti AQ tidak ada 50000 tahun sebelum alam semesta diciptakan, karena logat quraisy baru ada jauh setelah jaman Ismael…

      *begini…perkara ini sebenarnya mudah saja untuk di jelaskan, yang saya ragukan adalah pemahaman kamu. Saya kasih contoh: kalau Allah ingin menciptakan sesuatu sebenarnya Dia hanya cukup berkata “JADILAH MAKA JADILAH IA”. Nah konteksnya begitu. Nah AQ berkata bagaimana proses terjadi penciptaan manusia, bahwa keturunan manusia yang berasal dari Adam Allah ciptakan dari air yang terpancar dari tulang sulbi yang tersimpan dalam tempat yang kokoh. Saya mau tanya sama anda ketika ayat Al Quran berbicara masalah ini apa ada ilmu kedokteran pada waktu itu? itu artinya kalau Allah ingin Sesutu Dia akan menciptakan jalannya juga. Untuk membuktikan firman Allah itu maka kita sebagai manusia harus mampu menyerap apa maksudnya.

      dua hal berbeda kawan…
      1+1 = 2 sudah ada sejak dahulu kala, meski baru kemudian dinamai matematika dasar…
      sementara logat quraisy baru ada setelah suku quraisy ada, artinya logat itu baru ada jauh setelah Ismael…sebab banu quraisy belum ada maka bahasa AQ belum ada maka AQ berusia 50000 tahun sebelum alam semesta itu hanya dogma…namanya saja logat quraisy, pasti setelah ada banu quraisy dong … piye toh kang?

      At Takhira itu tambahan,… pondasinya masih AQ…

      *AT itu bukan tambahan melainkan kitab yang memperkosa AQ. Pengikutnya sama dengan orang2 yang menukar ayat2 Allah pada zaman Musa dan Isa.
      mereka masih menggunakan AQ, perkara ada AT yang bertentangan dengan AQ itu lain hal….yang pasti pemikiran bahwa semua yang berladaskan AQ satu itu menjadi tawar….

      saya ambil satu ayat dari Kitab NAbi dari Perjanjian LAma, Contoh:
      Zefanya 1:1 Firman TUHAN yang datang kepada Zefanya bin Kusyi bin Gedalya bin Amarya bin Hizkia dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda.
      itu salah satu bukti bahwa Firman TUHANlah tertulis di ALKITAB

      *Firman tuhan yang mana ini? Bisa jelaskan
      Firman dari YHWH

      nah sekarang kan ada suatu perkara, YESUS disalib atau tidak,… untuk memecahkan perkara ini dibutuhkan 2 atau 3 saksi…
      2 atau 3 saksi yang mengatakan YESUS disalib adalah:
      1. 100-an saksi mata
      2. 12 murid Yesus
      3. Sejarawan Romawi
      4. Sejarawan Yahudi
      5. Roh Kudus…
      sekarang siapa saksimu?

      *Saksiku Allah dan AQ, Nabi Muhammad SAW, Nabi Isa sendiri, Ibunda Maryam, para Sahabat Rasulullah SAW, Para Tabiin, dan saya sendiri, saya bersaksi bahwa Nabi Isa tidak pernah di salib.
      hehehe, dalam hal ini Anda memang tidak bisa paham…perhatikan dialog berikut:
      A : siapa saksi allah ANda?
      Filar : AQ
      A :lha AQ kan wahyu allah ANda?
      Filar : Isa, Maryam, Musa, d.l.l
      A: lha itukan kata AQ Anda?
      Filar: Ia tapi itukan kata allah saya
      A: Makanya siapa saksi allah Anda?
      Filar : Muhammad
      A: itu jugakan kata AQ
      Filar: Ya allah saksinya
      A: siapa saksi allah Anda?
      Filar :……
      A : jujur saja kawan Anda sedang bingung karena tidak ada saksi…

      Filar-filar, yang namanya bubur bukanlah sudah ada porsi air yang lebih banyak waktu memasak dibanding beras/jagung/daging/d.l.l yang ada di dalamnya, kenapa harus berkata kalau tidak ada air?….dimana sequence loginya kawan? Kamu mengatakan Islam itu cerdas,… tetapi saya katakan apa yang kita ucapkan itu harus juga mengajar diri sendiri lho… itu namanya sudah dogma.. sementara Anda anti dogma. piye toh kang?

      *hahaha anda ingin membuktikan bahwa yesus di salib dengan bubur terdakwanya, kenapa anda tidak mengatakan bahwa air keras bagai baja. Atau sebaliknya. Logika anda tidak logis, anda mencari kambing hitam untuk alasan di atas yang tidak perlu jawaban. Yang saya permasalahkan adalah yesus kamu itu bukan bubur! Siapa bilang bubur itu tidak lembek? Sayakan hanya mengetes kamu saja apa masih bangun belum? Hahaha kalau belum bobok dulu.
      ckckckckck…semakin heran diskusi dengan Anda…

      Yang namanya PB ditulis karena YESUS disalib

      *Yang menulis pb tentang yesus itu di salib siapa? Asalnya dari mana?
      Saksi-saksi dari kejadian itu…
      Empat kitab Injil ditulis oleh 4 saksi yang berhubungan langsung dengan masa-masa pelayanan YESUS….
      Matius, Markus (murid Simon Petrus), Lukas (seorang dokter/tabib yang menyusun kitabnya berdasar saksi-saksi mata langsung), dan Injil Yohanes oleh Rasul Yohanes murid YESUS KRISTUS….sekitar 13 surat Paulus, ditulis oleh Paulus atau teman2 sepelayanannya, sebagai saksi akan pemberitaan Kristen, dan 1 kitab WAHYU ditulis langsung oleh Rasul Yohanes di pulau Patmos di pembuangan, dibuang karena memberitakan YESUS yang disalib itu telah bangkit dan sekarang duduk disebelah Kanan BAPA (bahasa Palestina untuk mengatakan kembali ke kemuliaan semula)….

      *Siapa orangnya ngomongnya harus jelas, jangan ngarang-ngarang!
      koq masih nyari2 14 bukti bahwa YESUS tidak disalib..piye kang?
      *Saya tidak nyari2 kok bukti itu ada di kitabmu sendiri kok. Siapa sudi mencari2. Buat capek aja.
      lihat komen di atas

      sekali lagi, sequence cara berpikir Anda yang mengaku cerdasitu harus diluruskan…

      *hahaha…saya tidak perna mengaku cerdas juga tidak perna mengaku bodoh.
      saya koq jadi merasa nomong sama orang yang tidak jelas begini yah,… Anda mengatakan Islam itu cerdas2,… sekarang tidak mengaku cerdas? piye toh kang?

      a. Anda sedang berdogma berkata bahwa bhasa orang beriman, bahasa di sorga adalah bahasa arab (bahasa AQ)

      *betul

      b. sementara Utsman menyatukan AQ dengan dasar logat Quraisy karena sama dengan asal suku rasulallah…

      *betul

      c. Suku/logat Quraisy ada jauh setelah jaman Ismael…

      *mana counter saya yang mengatakan demikian tolong di paste di sini!
      weleeehhh…. a, b, c itu adalah jalan logika yang saya jelaskan kepada Anda….

      dari 3 alur itu dipastikan Anda inkonsisten dalam mengajar dogma…

      *hahaha saya ini bukan ustad om, saya ini hamba Allah
      maksud Anda?

      Jika suku Quraisy adalah benar keturunan Ismael, maka dipastikan bahwa logat Quraisy ada jauh setelah beberapa generasi dari Ismael, sekaligus membuktikan bahwa Nuh/Abraham tidak menggunakan bahasa arab sub logat quraisy…itu dogma tidak jelas…bahkan jika Anda jalan2 ke Arab sana, untuk angka mereka masih mengatakan angka India,… sebab penomoran Arab datangnya dari India… orang Indialah yang mengajari orang arab berhitung….

      *Pengetahuan anda itu yang perlu di revisi. Quraisy memang benar keturunan Ismail. Nama sebenarnya adalah Qushay Al Quraisy. Qushay berada empat tingkat di atas Rasulullah SAW, dan dan 55 generasi di bawah Ismail. Nanti kalu saya tulis lagi silsilahnya anda mengatakan bahwa saya sok.
      justru karena silsilahlah maka dapat dipastikan bahwa banu quraisy itu ada jauh di atas Muhammad, sehingga dipastikan bahwa logat mereka baru ada pas banu quraisy itu ada, sekaligus membuktikan kepada Anda bahwa AQ itu tidak lebih dari 50000 tahun sebelum alam semesta…. Jujurlah kawan….buka mata hati… tidak ada yang perlu dipertahankan….


      ada permasalahan besar jika Kabah didirikan oleh Ibrahim/Ismael…

      *emangnya permasalahan apa. Jelaskan!
      Filar tolong di dalam membacanya agak sedikit konsentrasi, masalahnya sudah saya utarakan di bawah ini…(yang berwarna purple)

      Kabah adalah tempat jiarah… nah jika Abraham mendirikan Kabah, berarti Kabah yang dihancurkan oleh rasullah adalah dewa-dewanya Abraham…kedua, dari jaman Abraham sampai Nabi-nabi setelahnya apakah ada cerita mereka pergi berjiarah ke Kabah?,… Nonsense bukan?

      *begini neh kalau nggak ngerti permasalahan sebenarnya. Rasulullah itu tidak perna menghancurkan Ka’bah. Yang di hancurkan oleh rasulullah adalah berhala2 Latta, Uzza, Manat dll. Saya mau tanya kamu ngerti apa yang di maksud Ka’bah? Semenjak doa Nabi Ibrahim semenjak itulah Ka’bah menjadi pusat perhatian dunia, mereka bukan pergi berziarah, mereka pergi untuk Tawaf, (mengelilingi atau mengitari Ka’bah). Yang namanya Ziarah adalah berkunjung kepada orang yang sudah meninggal. Piye toh om?
      sekarang ini ibadah itu bisa disebut ziarah,….

      justru dilema paling besar adalah… bahwa ternyata sebelum Kabah dijadikan kiblat YERUSALEMlah yang pertama jadi kiblat.. kenapa? karena memang Bait ALLAH baru pertama didirikan di YERUSALEM, bukan oleh Abraham tetapi oleh Raja Salomo, dari keturunan ISHAK, bukan keturunan Ismael…

      *Raja Sulaiman itu anak siapa? Anak Daud bukan?. Ishak itu anak siapa? Anak Ibrahim bukan? Mana dahulu Ibrahim atau Sulaiman? Itu intinya.
      justru karena Salomo berjarah sekitar 1000 tahun dengan Abraham maka dapat dipastikan bahwa Abraham membangun Kabah itu hanya mitos….sebab jika Abraham telah membangun tempat suci, maka dipastikan keturunannya akan mengikuti dan melaksanakan, semacam sunat, nyatanya kota suci/rumah suci/tempat ibadat suci baru ada setelah jaman Daud, jauh setelah Abraham,….dan ternyata rumah suci yang didirikan keturunan daud itu menjadi Kiblat pertama dari Muslim….
      itu masalah besar kawan….

      karena Anda butuh ahli sejarah, maka ANda juga harus percaya apa kata sejarawan…

      *betul

      nah sekarang sejarawan mencatat YESUS disalib,…. lalu kenapa Anda menolak?

      *Iman saya yang menolak, karena sejarah islam yang menolak.
      jadi dapatkah saya katakan Anda buta karena iman Anda?

  36. Alkitab atau Kitab Suci terdiri dari berbagai Sub Kitab,
    contoh Taurat (atau 5 kitab Musa), Nabi-nabi, Mazmur, Surat-surat, d.l.l…
    jadi kalau kamu bilang Paulus yang menulis Alkitab itu tidak bagus, supaya bagus pengetahuanmu itu harus direfisi…
    Musa itu hidup sekitar abad 14 SM… jd ada jawak sekitar 1400 tahun dengan YESUS Kristus…

    *Baik…mengapa kamu katakan penyusunan kitab itu 4000 tahun sedangkan jarak Musa dan isa 1400 lalu yang 2600 tahun kemana om? Dalam persepsi saya kamu tentu banyak dustanya dari pada jujurnya. Hehehehe. Kamu saya katakana berdusta karena sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi.

    cara Utsman mengumpulkan AQ hampir mirip dengan mengumpulkan Kitab-Kitab di ALKITAB yang disebut KANON, cuman Orang kristen lebih jujur mengenai tidak ada lagi surat yang asli dari Kitab itu, sementara Muslim tidak bisa jujur dalam hal ini… itu disebabkan oleh dogma bahwa AQ asli…jadi banyak tulisan kitab-kitab yang sudah tersebar diseantero Kristen di ASia/Eropa waktu itu, sehingga surat2 itu dikumpulkan (dikanonkan),… hampir sama dengan AQ oleh Utsman, banyak logat dan tulisan2 di kulit kayu, di tulang, dll. cuman ia memaksakan 1 logat saja… berbeda dengan ALKITAB, tidak ada yang dibakar karena memang tidak ada manusia yang berani sebab KITAB-KITAB itu berisi Firman ALLAH…bandingkan dengan Utsman yang membakar semua teks manuscript AQ yang bukan logat QURAISY, dan membunuh beberapa yang melawan cara dia… cara utsman itu disebut juga kanon, cuman kanon Kristen ditentukan oleh FORUM, bukan oleh seorang diri macan Utsman…

    *nah yang ini ni yang salah…Kamu tahu sifat orang islam, apalagi Umar Al Khattab Al Faruq. Akan saya jelaskan dulu bagaimana sesungguhnya tindakan Utsman dalam hal ini. Begini: Sebelum membakar Al Quran yang bahasa selain dari bahasa Quraisy tentu ada alasan yang kuat bukan?.
    Saya terangkan dahulu ketegasan agama islam ini: Dalam Islam pencuri hukumnya adalah di potong tangan. Apa bila mencuri lagi di potong kaki, secara silang dengan tangan yang di potong tadi, dalam islam perbuatan ini tidak ada toleransi, kecuali korban memaafkan pencuri, dan pencuri bertobat maka urusan kembali kepada Allah.

    Kedua: murtad dalam islam, terserah sang penganut, akan tetapi setelah murtad menjelek2 Allah dan Rasulnya dan Islam pada umumnya dan menghasut umat islam yang lain untuk murtad maka halal darah orang ini untuk di tumpahkan, bahasa kasarnya sah leher orang ini untuk di pancung.

    Nah di dalam kehidupan Islam yang tegas seperti itu yang tidak mengenal kata kompromi di dalam kezaliman, mana ada seorang Utsman mau seenak perutnya membakar Al Quran, tentu akan banyak jatuh (tentu kabilah, suku Utsman dan keluarga Utsman tidak akan berdiam diri saja, yang jelas perang akan pecah) korban di antara suku2 yang ada pada waktu itu. sebab Utsman seakan-akan meremehkan bahasa nenek moyang mereka. Dalam urusan hina menghina di kalangan bangsa Arab tidak ada kata kompromi hukum pancung lebih mereka terimah dari pada sebuah penghinaan. Utsman dalam hal ini sangat tegas bahwa apa yang di bawah oleh nabi adalah bahasa Quraisy yaitu bahasa Arab. Utsman mengedepankan dalam hal ini dengan berbagai pertimbangan:

    1. Ejaan atau lafadz Al Quran sangat berbedah dengan bahasa daerah yang tentu arti dan penafsiran juga berbeda. Contoh ada 200 kata untuk menyebut nama binatang yang bernama anjing.

    2. Apa bila dialeg2 Al Quran dalam bahasa selain bahasa Quraisy akan banyak centang perenang dan keributan yang akan terjadi, Suku ini mengatakan ini dan suku itu mengatakan itu, kalau begitu apa yang harus jadi pegangan umat?

    3. Apa bila dialeg Al Quran selain dari bahasa Quraisy tidak di bakar, maka akan banyak pertumpahan darah terjadi sebab pada umumnya orang arab suka dengan syair, selalu memanggakan suku-suku mereka sendiri. Itulah sebabnya Al Quran itu menggunakan bahasa yang indah yang belum mereka dengar keindahan bahasanya walau dalam bahasa nenek moyang mereka (quraisy) sendiri, yang ketika itu orang2 quraisy selalu mengumandangkan syair2 di antara para pembesar2 suku.

    4. Mengingat hal itu semua Utsman mengumpulkan semua kabilah2 yang ada, dan merundingkan permasalahan ini dengan di adakan sebuah forum. Seluruh kabilah para suku atau pemimpin suku menyetujui tindakan Utsman ini untuk membakar Al Quran selain dari bahasa Quraisy dengan demikian apa yang di katakan oleh Allah SWT dalm Al Quran terbukti:

    12:2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

    13:37. Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.

    41:44. Dan jika Kami jadikan Al Qur’an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?”. Apakah (patut Al Qur’an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh”.

    “Kami menurunkan AI-Quran kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu.” (QS 16:89)

    Dengan alasan yang terdapat dalam Al Quran itulah maka seluruh suku ketika itu menyetujui tindakan Utsman. Sejarah Islam mencatat tidak ada pertumpahan darah dalam hal ini.

    Itu bertentangan Filar…
    baiklah kita ambil dogma Anda…
    a. allah ANda menentukan ke sorga
    b. yang masuk ke neraka kalau berdoa (zikir) bisa masuk sorga lagi
    perhatikan itu…
    mereka ditentukan masuk neraka tetapi oleh usaha doa mereka maka bisa masuk sorga lagi…
    pertanyaan, masuk sorga itu pemberian atau usaha?

    *Masuk syurga itu anugrah Allah.

    sekali lagi ANda tidak konsisten kawan…
    Anda katakan allah Anda sudah menentukan siapa masuk neraka…
    tetapi sekarang Anda berusaha berdoa supaya allah Anda bisa mengubah ketetapannya…
    jadi Anda sedang mengatakan allah Anda bisa Anda atur melalui doa-doamu….atau ANda sedang mengatakan bahwa allah Anda tergantung kepada doa-doamu, perbuatanmu, d.l.l,

    *Yang jelas kami tidak malu ‘merayu’ (baca doa) Allah dengan rayuan yang Dia sendiri tahu keikhlasannya. Kami merayu dengan Iman kami, kami merayu dengan Taqwa kami dan kami merayu dengan shalawat Nabi Muhammad SAW, yang dengan doa nabi kami Allah memudahkan urusan kami. Dengan Shalawat Nabi Kami, Allah memudahkan segalanya bagi kami.

    Karena semua manusia seharusnya masuk sorga maka Nabi-nabi diutus, sehingga tidak pandang bulu, siapa saja seharusnya masuk sorga….. simple dan tidak bertele-tele..sekali lagi kalau Anda katakan Islam cerdas2, maka allah Anda telah pandang bulu… inkonsisten dengan pernyataan sebelumnya bahwa allah Anda tidak pandang bulu…

    *Hahaha lalu apa gunanya neraka Allah ciptakan om? Untuk kemping?

    seorang miskin kalau diberitakan tentang TUHAN, kira2 memikirkan apa kawan?

    *nah inilah kelemahan umat islam, mereka cinta dunia dan tidak cinta akhirat. Dan kelemahan ini kalian pergunakan sebaik-baiknya bukan?

    Nah semisal Anda takut Kristen merebut semua kaum miskin di Indonesia, maka tunjukkanlah bahwa Islam cerdas di dalam hal mengentaskan kemiskinan….kalau tidak bisa, berarti memang Islam cerdas itu hanya dogma… nyatanya 200 juta penduduk Indonesia, 100 juta diantaranya adalah ISLAM tidak sekolah… alias tidak cerdas,…

    *kemiskinan, kelaparan, penyakit, bencana semua itu adalah cobaan yang diberikan oleh Allah.

    2:155. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,”

    Walaupun toh ada usaha2 yang keras dari pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, kemiskinan itu tetap akan ada, karena hal ini adalah Sunatullah.

    Anda seorang yang tidak fair, inkonsisten,.. bahaya orang seperti Anda ini….

    *Siapa yang inkonsisten? sebenarnya pemahaman anda saja yang tidak nyambung dengan apa yang saya katakan.

    Stoplah leluconmu itu kawan….
    Jika Malaikat diciptakan dari cahaya, maka itu dapat dipastikan kecepatannya tidak dapat melebihi kecepatan cahaya, tetapi dengan mengatakan kecepatan Jibril bisa mencapai jutaan km/d, itu sudah gila hitungannya, maksa, dongeng, bahaya itu kawan…Inkonsisten…

    *hahaha yang perlu anda ingat adalah seluruh counter saya ini berdasarkan AQ dan Al Hikma, tidak ada karangan saya, apa bila ada yang melebar2 itu hanya pemahaman saya saja, di karenakan anda butuh penjelasan.

    ’’Malaikat-malaikat itu telah diciptakan dari nur (cahaya), sedang jin telah
    diciptakan dari percikan nyala api dan Adam telah diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepadamu semua’’ (HR. Muslim).

    ngga relevan, kamu bacapun semuanya, tetap saja ngga mengubah inkonsistensimu…

    *mana yang tidak konsisten?

    kawan Filar, kamu sudah menggunakan kecepatan cahaya untuk menafsir kecepatan Jibril,… sekarang kamu sedang berpikiran terbalik atau mau menang sendiri?….

    *Yang menggunakan istilah ini bukan saya om, tapi AQ sendiri.

    Saya mengerti bahasa terjemahannya, orang Indonesia memang menerjemahkan 50000 tahun tetapi demi pengajaran yang tepat, beberapa telah menerjemahkan 50000 masa….

    *Dalam bahasa Inggris:

    The angels and the Spirit will ascend to Him during a Day the extent of which is fifty thousand years.

    70:4. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu ‘tahun’.

    Apa ada kata “masa” di sana?
    السنة =tahun
    فترة =masa

    Sengaja tulisan asli AQ tidak saya masukan sebab percuma saja,anda juga tidak bisa membacanya.

    Sekarang anda baru paham mengapa bahasa Al Quran di bakar oleh Utsman selain dari dialeg Quraisy bukan? Lihat satu kata ini saja sangat jauh artinya. Apa lagi bahasa daerah pada suku di daerah Arab.

    Jika Jibril dibuat dari cayaha, maka kecepatan Jibril harusnya hanya mendekati kecepatan cahaya, tidak boleh sama dan tidak boleh lebih, tetapi Anda telah berani2 mengatakan Jibril memiliki kecepatan jutaan km/d… kacau kamu itu kawan…..

    *hahaha dari mana pula rumusan itu sedang AQ sendiri menuliskannya begitu terang, pemahaman yang bagaimana lagi yang kamu dustai?

    Kebenaran bukan terserah saya atau Anda bukan? bukankah Anda sudah percaya bahwa ALLAH adalah BENAR/KEBENARAN?….
    secara universal ALLAH adalah SATU sebab bumi hanya satu, tetapi pada taraf tertentu allah itu banyak, sebab dunia ternyata banyak.. ada dunia islam, ada dunia kristen d.l.l…. itulah yang saya katakan ALLAH memang ESA, tetapi ALLAH tidak sama dengan allah Anda…

    Abraham menamakan anaknya Ismael, dari kata Ish-Ma-El,… artinya Abraham tidak mengenal akta ALLAH… melainkan EL, dimana EL menjadi ELOAH menjadi ELAH menjadi ALLAH (dlm bhasa Arab), kata yang sama digunakan oleh Kristen arab abad 2 M jauh sebelum Islam lahir…

    masalah kedua…
    Jika Islam sudah ada jauh sebelum Nuh misalnya, maka ada dilema, berarti mereka tidak bisa bersyahadat, karena Muhammad belum ada…

    *Wadau… susah juga ngomong sama kamu. Islam itu adalah agama para malaikat, agama para nabi, Islam itu adalah rahmat semesta alam. Nabinya juga demikian:

    21:107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Ya Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

    Begini saya mau tanya apa kamu tahu yang namanya Nabi Adam, bapak nenek moyang manusia? Nah Nabi Adam itu tetap bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, walaupun Nabi Muhammad lahir di kemudian hari hal sangat mudah bagi Allah. Karena yang punya dan membuat alam semesta adalah Allah, anda tidak perlu pusing dalam hal ini.kehidupan ini adalah scenario Allah secara keseluruhan. Artinya Nabi Adam tetap membaca dua kalimat syahadat. Dunia ini tidak ubahnya hanyalah senda gurau (sandiwara). Artinya skenarionya sudah di atur oleh Allah, yang namanya sandiwara pasti ada sutradaranya dan sutradara yang paling baik adalah Allah, Dialah yang mengatur semuanya. Jadi sebelum Nabi Muhammad lahir Allah sudah menanamkan apa yang di namakan syahadat di dalam diri (dada) para nabi, dan itu sangat mudah bagi Allah. Dan akhir dari cerita dunia ini adalah kiamat. Dan sesungguhnya Kiamat itu juga muda bagi Allah. Dan bagaimana dan apa saja dialog2 yang terjadi di neraka juga sudah ada dalam AQ. Apa lagi hanya sekedar bersyahadatnya para nabi.

    6:32. “Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”

    32:20. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak ke luar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”.

    Lihat perkataan Malaikat Zabaniah (Malaikat Penyikasa) seakan-akan Kiamat sudah terjadi.(“Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”.)
    Padahal kiamat entah kapan akan terjadi namun dialog-dialog seperti ini banyak terdapat di dalam AQ.

    dua hal berbeda kawan…
    1+1 = 2 sudah ada sejak dahulu kala, meski baru kemudian dinamai matematika dasar…
    sementara logat quraisy baru ada setelah suku quraisy ada, artinya logat itu baru ada jauh setelah Ismael…sebab banu quraisy belum ada maka bahasa AQ belum ada maka AQ berusia 50000 tahun sebelum alam semesta itu hanya dogma…namanya saja logat quraisy, pasti setelah ada banu quraisy dong … piye toh kang?

    *apa yang anda katakan benar, tapi anda melupakan sebuah scenario yang telah di tetapkan oleh Allah. Aduh bagaimana cara menerangkannya pada anda dalam masalah ini, begini saya beri contoh agar kamu tidak salah paham lagi:

    Kalau anda seorang sutradara tentu anda yang akan menseting dan mengatur semua pemain bukan? Nah tokoh utama dalam film anda harus mati di akhir cerita. Kira2 tertebak nggak oleh penonton bahwa tokoh utama yang baik hati itu mati mengenaskan dalam film anda padahal anda sudah memberikan berbagai nama2 pada pemain, harus melakukan ini dan melakukan itu, aksi ini dan aksi itu dan tokoh utama selalu tampil sempurna. Bukankah para pemain atau tokoh utamanya harus berkata ini dan berkata itu di dalam film tersebut?. Sedangkan para pemeran pembatu harus berdialog ini dan berdialog itu di awal-awal film dan bagi sutradara dialog2 tersebut menjadi landasan dia untuk menseting akhir cerita sesuai dengan dialog2 di awal film. Begitu analogiku kira2. Ini tergantung pemahaman anda saja lagi.

    hehehe, dalam hal ini Anda memang tidak bisa paham…perhatikan dialog berikut:
    A : siapa saksi allah ANda?
    Filar : AQ
    A :lha AQ kan wahyu allah ANda?
    Filar : Isa, Maryam, Musa, d.l.l
    A: lha itukan kata AQ Anda?
    Filar: Ia tapi itukan kata allah saya
    A: Makanya siapa saksi allah Anda?
    Filar : Muhammad
    A: itu jugakan kata AQ
    Filar: Ya allah saksinya
    A: siapa saksi allah Anda?
    Filar :……
    A : jujur saja kawan Anda sedang bingung karena tidak ada saksi…

    *siapa bilang tidak ada saksi cukuplah Allah sebagai saksi kami.

    ckckckckck…semakin heran diskusi dengan Anda…

    *sabar Par nanti kau juga paham….hehehehe
    *hahaha…saya tidak perna mengaku cerdas juga tidak perna mengaku bodoh.

    saya koq jadi merasa nomong sama orang yang tidak jelas begini yah,… Anda mengatakan Islam itu cerdas2,… sekarang tidak mengaku cerdas? piye toh kang?

    *maksudnya saya pribadi bukan agamanya? kalau agamanya tentu islam adalah agama orang-orang berakal, orang-orang yang cerdas.

    14:52. (Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

    *lihatlah dirimu yang seenaknya menterjemahkan akal pikiran saya, menurut penafsiran dirimu sendiri. Saya tidak ragu sebab ini sudah menjadi kebiasaan kalian di dalam hal-hal seperti.

    *hahaha saya ini bukan ustad om, saya ini hamba Allah

    maksud Anda?

    *ternyata engkau tidak mengikuti dialog saya dengan @Robin. Ya sudah saya tidak akan menerangkannya lagi. Capek.

    justru karena silsilahlah maka dapat dipastikan bahwa banu quraisy itu ada jauh di atas Muhammad, sehingga dipastikan bahwa logat mereka baru ada pas banu quraisy itu ada,

    *Betul…memang Suku Quraisy itu jauh sudah ada sebelum kelahiran Rasulullah SAW, dan Rasul sendiri adalah suku Quraisy yang bahasa dan tutur katanya sangat fasih, jelas, padat dan tidak terkontaminasi dengan pengaruh bahasa lain.

    sekaligus membuktikan kepada Anda bahwa AQ itu tidak lebih dari 50000 tahun sebelum alam semesta…. Jujurlah kawan….buka mata hati… tidak ada yang perlu dipertahankan….

    *Saya sudah jujur, apalagi? Di dalam hal ini mulai dari pertama saya masuk ke blog kamu samapi detik ini tidak ada saya mengada-ada, semuanya berlandaskan AQ dan Al Hikmah, apa bila ada yang melebar itu tambahan dari saya pribadi. (dalam Konteks pemahaman saya sendiri)

    ada permasalahan besar jika Kabah didirikan oleh Ibrahim/Ismael…

    *emangnya permasalahan apa. Jelaskan!

    Kabah adalah tempat jiarah… nah jika Abraham mendirikan Kabah, berarti Kabah yang dihancurkan oleh rasullah adalah dewa-dewanya Abraham…kedua, dari jaman Abraham sampai Nabi-nabi setelahnya apakah ada cerita mereka pergi berjiarah ke Kabah?,… Nonsense bukan?

    *begini neh kalau nggak ngerti permasalahan sebenarnya. Rasulullah itu tidak perna menghancurkan Ka’bah. Yang di hancurkan oleh rasulullah adalah berhala2 Latta, Uzza, Manat dll. Saya mau tanya kamu ngerti apa yang di maksud Ka’bah? Semenjak doa Nabi Ibrahim semenjak itulah Ka’bah menjadi pusat perhatian dunia, mereka bukan pergi berziarah, mereka pergi untuk Tawaf, (mengelilingi atau mengitari Ka’bah). Yang namanya Ziarah adalah berkunjung kepada orang yang sudah meninggal. Piye toh om?

    sekarang ini ibadah itu bisa disebut ziarah,….

    *hahahaha sepertinya kamu yang mengatur segala peribadatan. Kata Ziarah itu beda dengan Tawaf

    justru karena Salomo berjarah sekitar 1000 tahun dengan Abraham maka dapat dipastikan bahwa Abraham membangun Kabah itu hanya mitos….sebab jika Abraham telah membangun tempat suci, maka dipastikan keturunannya akan mengikuti dan melaksanakan, semacam sunat, nyatanya kota suci/rumah suci/tempat ibadat suci baru ada setelah jaman Daud, jauh setelah Abraham,….dan ternyata rumah suci yang didirikan keturunan daud itu menjadi Kiblat pertama dari Muslim….
    itu masalah besar kawan….

    *Begini: yang membangun Ka’bah itu untuk pertama kali adalah Nabi Adam atas perintah Allah, Malaikat Jibril memberikan kontruksi begini dan begini kepada Nabi Adam, sehingga terbentuklah “rumah pertama” itu berupa kotak. Rumah kotak seperti itu di namakan Ka’bah oleh bangsa arab. Di karenakan di makan usia dan banjir yang melanda bumi ketika masa Nabi Nuh maka Ka’bah itu lenyap tidak berbekas. Dan di masa Nabi Ibrahim, Ka’bah di bangun kembali bersama putranya Ismail di tempat yang sama, atas petunjuk Malaikat Jibril juga, tentu dengan izin Allah. Ka’bah itu di bangun bukan untuk di sembah dan di puja. Ka’bah adalah Rumah Allah atau dalam bahasa arab Baitullah.

    Jadi kalau menurut kamu hanya mitos kamu bisa bertanya kepada ahli arkeolog untuk ‘mendeteksi’ berapa usia batu pondasi yang di gunakan di Ka’bah tersebut.

    Bait (bahasa arab) =Rumah.

    Kalau masalah Kiblat benar adanya Masjidil Al Aqsha di Baitul Maqdis, Palestina adalah kiblat pertama kaum muslimin ketika masa Rasulullah. Rasulullah SAW menghadapkan wajahnya ke kiblat ini sekitar 16-17 bulan. Setelah perintah Allah turun, tentang masalah ini, maka Nabi dan kaum muslimin menyambut gembira dengan rasa syukur berkah yang mereka terimah dari Allah. Perintah untuk memalingkan kiblat ini turun ketika Rasulullah sudah berada di Madinah. Di karenakan di Madinah ketika itu mayoritas penduduknya adalah Yahudi, maka mereka (yahudi) sangat senang melihat Nabi berkiblatkan ke Baitul Maqdis. Padahal Rasulullah sendiri lebih menyukai Kiblat kearah Baitullah, Kiblatnya Nabi Ibrahim. Oleh karena itu Rasul berdoa kepada Allah sambil menengadahkan wajahnya kelangit, maka Allah pun menurunkan Ayat di bawah ini:

    2:144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

    Kesimpulannya:
    Yang namanya Bait adalah rumah. Dan rumah yang pertama didirikan adalah Rumah Allah di Makkah.

    3:96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

    Kiblat pertama kaum muslimin adalah Masjidil Al Aqhsa Baitul Maqdis di Palestina. (Anda benar)

    Jadi antara Bait dan Kiblat berbeda.

    Benar adanya Sulaiman bin Daud keturunan Ishak bin Ibrahim. Dan untuk kasus ini kamu sudah cerdas.

    Permasalahan mana yang terbaik diantara dua kiblat kaum muslimin itu, hanya di sisi Allah saja ilmunya. Sebab milik Allahlah timur dan barat.
    Misalkan pada hari ini di pindahkan kiblat kaum muslimin ke Indonesia oleh Allah, tidak ada masalah, sebab kami tidak bertuhankan kepada timur dan barat sebab kami berTuhankan kepada yang punya rumah.

    • @Filar

      Alkitab atau Kitab Suci terdiri dari berbagai Sub Kitab,
      contoh Taurat (atau 5 kitab Musa), Nabi-nabi, Mazmur, Surat-surat, d.l.l…
      jadi kalau kamu bilang Paulus yang menulis Alkitab itu tidak bagus, supaya bagus pengetahuanmu itu harus direfisi…
      Musa itu hidup sekitar abad 14 SM… jd ada jawak sekitar 1400 tahun dengan YESUS Kristus…

      *Baik…mengapa kamu katakan penyusunan kitab itu 4000 tahun sedangkan jarak Musa dan isa 1400 lalu yang 2600 tahun kemana om? Dalam persepsi saya kamu tentu banyak dustanya dari pada jujurnya. Hehehehe. Kamu saya katakana berdusta karena sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi.

      Musa memang berjarak kira2 1400 tahun dengan YESUS, tetapi YESUS tidak mencatat satupun Kitab di dalam Alkitab…

      Alkitab ditulis dalam rentang 4000 tahun sampai lengkap 66 buah….
      Kitab Musa mencakup pra abad 14SM,
      sampai Rasul Yohanes di Patmos Pasca Masehi,… jadi Alkitab merentang sejauh 4000 tahun…yang dituliskan oleh Alkitab secara sosiologis merentang sejauh rentang 4000 tahun…semoga bisa dipahami….
      Nah jika dikatakan Paulus mengubah sebuah Kitab di abad 9SM, maka dapat dipastikan yang mengajari Anda mengatakan Paulus mengubah ALKITAB adalah Iblis, Pendusta…segera jauhi orang2 seperti itu, karena kata Anda, bahwa ANda membenci pendusta..Ok Bung!!!

      cara Utsman mengumpulkan AQ hampir mirip dengan mengumpulkan Kitab-Kitab di ALKITAB yang disebut KANON, cuman Orang kristen lebih jujur mengenai tidak ada lagi surat yang asli dari Kitab itu, sementara Muslim tidak bisa jujur dalam hal ini… itu disebabkan oleh dogma bahwa AQ asli…jadi banyak tulisan kitab-kitab yang sudah tersebar diseantero Kristen di ASia/Eropa waktu itu, sehingga surat2 itu dikumpulkan (dikanonkan),… hampir sama dengan AQ oleh Utsman, banyak logat dan tulisan2 di kulit kayu, di tulang, dll. cuman ia memaksakan 1 logat saja… berbeda dengan ALKITAB, tidak ada yang dibakar karena memang tidak ada manusia yang berani sebab KITAB-KITAB itu berisi Firman ALLAH…bandingkan dengan Utsman yang membakar semua teks manuscript AQ yang bukan logat QURAISY, dan membunuh beberapa yang melawan cara dia… cara utsman itu disebut juga kanon, cuman kanon Kristen ditentukan oleh FORUM, bukan oleh seorang diri macan Utsman…

      *nah yang ini ni yang salah…Kamu tahu sifat orang islam, apalagi Umar Al Khattab Al Faruq. Akan saya jelaskan dulu bagaimana sesungguhnya tindakan Utsman dalam hal ini. Begini: Sebelum membakar Al Quran yang bahasa selain dari bahasa Quraisy tentu ada alasan yang kuat bukan?.
      Saya terangkan dahulu ketegasan agama islam ini: Dalam Islam pencuri hukumnya adalah di potong tangan. Apa bila mencuri lagi di potong kaki, secara silang dengan tangan yang di potong tadi, dalam islam perbuatan ini tidak ada toleransi, kecuali korban memaafkan pencuri, dan pencuri bertobat maka urusan kembali kepada Allah.

      Kedua: murtad dalam islam, terserah sang penganut, akan tetapi setelah murtad menjelek2 Allah dan Rasulnya dan Islam pada umumnya dan menghasut umat islam yang lain untuk murtad maka halal darah orang ini untuk di tumpahkan, bahasa kasarnya sah leher orang ini untuk di pancung.

      Nah di dalam kehidupan Islam yang tegas seperti itu yang tidak mengenal kata kompromi di dalam kezaliman, mana ada seorang Utsman mau seenak perutnya membakar Al Quran, tentu akan banyak jatuh (tentu kabilah, suku Utsman dan keluarga Utsman tidak akan berdiam diri saja, yang jelas perang akan pecah) korban di antara suku2 yang ada pada waktu itu. sebab Utsman seakan-akan meremehkan bahasa nenek moyang mereka. Dalam urusan hina menghina di kalangan bangsa Arab tidak ada kata kompromi hukum pancung lebih mereka terimah dari pada sebuah penghinaan. Utsman dalam hal ini sangat tegas bahwa apa yang di bawah oleh nabi adalah bahasa Quraisy yaitu bahasa Arab. Utsman mengedepankan dalam hal ini dengan berbagai pertimbangan:

      1. Ejaan atau lafadz Al Quran sangat berbedah dengan bahasa daerah yang tentu arti dan penafsiran juga berbeda. Contoh ada 200 kata untuk menyebut nama binatang yang bernama anjing.

      2. Apa bila dialeg2 Al Quran dalam bahasa selain bahasa Quraisy akan banyak centang perenang dan keributan yang akan terjadi, Suku ini mengatakan ini dan suku itu mengatakan itu, kalau begitu apa yang harus jadi pegangan umat?

      3. Apa bila dialeg Al Quran selain dari bahasa Quraisy tidak di bakar, maka akan banyak pertumpahan darah terjadi sebab pada umumnya orang arab suka dengan syair, selalu memanggakan suku-suku mereka sendiri. Itulah sebabnya Al Quran itu menggunakan bahasa yang indah yang belum mereka dengar keindahan bahasanya walau dalam bahasa nenek moyang mereka (quraisy) sendiri, yang ketika itu orang2 quraisy selalu mengumandangkan syair2 di antara para pembesar2 suku.

      4. Mengingat hal itu semua Utsman mengumpulkan semua kabilah2 yang ada, dan merundingkan permasalahan ini dengan di adakan sebuah forum. Seluruh kabilah para suku atau pemimpin suku menyetujui tindakan Utsman ini untuk membakar Al Quran selain dari bahasa Quraisy dengan demikian apa yang di katakan oleh Allah SWT dalm Al Quran terbukti:

      12:2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

      13:37. Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.

      41:44. Dan jika Kami jadikan Al Qur’an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?”. Apakah (patut Al Qur’an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh”.

      “Kami menurunkan AI-Quran kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu.” (QS 16:89)

      Dengan alasan yang terdapat dalam Al Quran itulah maka seluruh suku ketika itu menyetujui tindakan Utsman. Sejarah Islam mencatat tidak ada pertumpahan darah dalam hal ini.

      Ma Filar dari penjelasan yang panjang itu dapat saya temukan inkonsistensi lagi:
      1. Anda antipati Alkitab di Kanon (penggabungan), sementara islam sendiri melalui Utsman melakukan kanon (penggabungan)…
      2. perhatikan yang saya bold merah di atas, itu tulisan Anda,… sebelumnya Anda sudah mengakui bahwa bahasa al quran itu sudah ada jauh sebelum nenek moyang manusia ada, tetapi sekarang Anda mengatakan bahwa nenek moyang jaman pengkanonan ala utsman belum pernah mendengar tatatulis AQ…
      3. perhatikan yang warna purple,… dapatkah dikatakan bahwa AQ hanya untuk orang Arab?… apakah 200 juta Islam indonesia memahami AQ dengan bhs Arabnya? kalau tidak maka kata2 “diturunkan dalan bahasa Arab untuk dipahami” menjadi tidak efektif…
      4. Filar, sifat dasar dogma Islam itulah yang saya sebut sebagai “cengeng”,… yaitu mengatakan allahnya maha ini dan itu salah satunya maha pengasih, tetapi mensahkan memenggal kepala demi alasan ini dan itu…
      5. Filar, sekali lagi Anda anti dogma tetapi semakin banyak dogma yang keluar dari Anda, jika benar Islam itu teguh akan ini dan itu menurutmu apakah Indonesia akan menjadi seperti ini? apakah dunia Islam selalu dianggap terbelakang di dunia ini? apa yang terjadi? yang terjadi adalah saudara Islam selalu merasa dirinya paling benar, terbukti dari bejibun kelompok-kelompok tertentu… yang patut dicontoh umat muslim seluruh dunia adalah hubungan antara Muhammadyiah dan Nahdatul Ulama…


      Itu bertentangan Filar…
      baiklah kita ambil dogma Anda…
      a. allah ANda menentukan ke sorga
      b. yang masuk ke neraka kalau berdoa (zikir) bisa masuk sorga lagi
      perhatikan itu…
      mereka ditentukan masuk neraka tetapi oleh usaha doa mereka maka bisa masuk sorga lagi…
      pertanyaan, masuk sorga itu pemberian atau usaha?

      *Masuk syurga itu anugrah Allah.
      artinya usaha apapun tidak akan mampu mengubah keputusan allah Anda ya toh,… jadi semua puasa, perbuatan baikmu itu, zikirmu itu tidak ada gunanya….itu tidak dapat mengubah keputusan allahmu bukan?,…. jadi dogma pahala, timbangan, zikir untuk sorga itu harap Anda hilangkan dari pikiran Anda…

      sekali lagi ANda tidak konsisten kawan…
      Anda katakan allah Anda sudah menentukan siapa masuk neraka…
      tetapi sekarang Anda berusaha berdoa supaya allah Anda bisa mengubah ketetapannya…
      jadi Anda sedang mengatakan allah Anda bisa Anda atur melalui doa-doamu….atau ANda sedang mengatakan bahwa allah Anda tergantung kepada doa-doamu, perbuatanmu, d.l.l,

      *Yang jelas kami tidak malu ‘merayu’ (baca doa) Allah dengan rayuan yang Dia sendiri tahu keikhlasannya. Kami merayu dengan Iman kami, kami merayu dengan Taqwa kami dan kami merayu dengan shalawat Nabi Muhammad SAW, yang dengan doa nabi kami Allah memudahkan urusan kami. Dengan Shalawat Nabi Kami, Allah memudahkan segalanya bagi kami.
      itu masuh usaha kawan, bukan anugerah, jadi termasuk dogma yang satu ini inkonsisten, kontradiksi dengan dogma anugerah….

      Karena semua manusia seharusnya masuk sorga maka Nabi-nabi diutus, sehingga tidak pandang bulu, siapa saja seharusnya masuk sorga….. simple dan tidak bertele-tele..sekali lagi kalau Anda katakan Islam cerdas2, maka allah Anda telah pandang bulu… inkonsisten dengan pernyataan sebelumnya bahwa allah Anda tidak pandang bulu…

      *Hahaha lalu apa gunanya neraka Allah ciptakan om? Untuk kemping?
      kata ‘Seharusnya semua masuk surga’ bukan berarti semua masuk sorga,….artinya memang ada yang menolak masuk sorga, ada yang menolak YESUS KRISTUS…, yang menolak YESUS KRISTUS otomatis menolak sorga, karena YESUS KRISTUS adalah RAJA SORGA…

      seorang miskin kalau diberitakan tentang TUHAN, kira2 memikirkan apa kawan?

      *nah inilah kelemahan umat islam, mereka cinta dunia dan tidak cinta akhirat. Dan kelemahan ini kalian pergunakan sebaik-baiknya bukan?
      di sini saya membagikan tentang “TUHAN”, “ALKITAB”, karena itulah kemiskinan Anda yang saya lihat…sementara tidak semua orang seperti Anda,.. ada orang yang lebih butuh makanan ketimbang ajaran2, karena memang mereka kelaparan…masak kita mengatakan : “TUHAN MAHA BESAR lagi MAHA PENYAYANG” lalu pergi begitu saja sementara mereka masih menangis mencari nafkah….lagipula TUHAN mengajarkan untuk memelihara fakir miskin bukan? nah kalau Islam melulu hanya memikirkan agama tanpa memikirkan kebutuhan dunia mereka, maka TUHAN akan mengadili Islam, salah satunya Anda yang iri sama orang yang memelihara kaum miskin…Orang Kristen “memelihara” kaum miskin bukan untuk iming2 memindahkan agama seseorang, tetapi karena itu adalah tugas utama murid-murid Kristus, memelihara sesamanya, karena TUHAN tidak pandang bulu….

      Nah semisal Anda takut Kristen merebut semua kaum miskin di Indonesia, maka tunjukkanlah bahwa Islam cerdas di dalam hal mengentaskan kemiskinan….kalau tidak bisa, berarti memang Islam cerdas itu hanya dogma… nyatanya 200 juta penduduk Indonesia, 100 juta diantaranya adalah ISLAM tidak sekolah… alias tidak cerdas,…

      *kemiskinan, kelaparan, penyakit, bencana semua itu adalah cobaan yang diberikan oleh Allah.

      2:155. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,”

      Walaupun toh ada usaha2 yang keras dari pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, kemiskinan itu tetap akan ada, karena hal ini adalah Sunatullah.
      jika begitu, maka buktikanlah ANda manusia cerdas yang bisa memelihara kaum yang dimiskinkan oleh allahmu….

      Anda seorang yang tidak fair, inkonsisten,.. bahaya orang seperti Anda ini….

      *Siapa yang inkonsisten? sebenarnya pemahaman anda saja yang tidak nyambung dengan apa yang saya katakan.
      Ketika Kristen memberi makan orang miskin Anda protes, Anda sebut Kristenisasi, tetapi ketika seluruh SD Negeri mengajar murid2 Kristen dengan Islam Anda sebut tidak apa2…., itu tidak fair,… inkonsisten, mau menang sendiri….

      Stoplah leluconmu itu kawan….
      Jika Malaikat diciptakan dari cahaya, maka itu dapat dipastikan kecepatannya tidak dapat melebihi kecepatan cahaya, tetapi dengan mengatakan kecepatan Jibril bisa mencapai jutaan km/d, itu sudah gila hitungannya, maksa, dongeng, bahaya itu kawan…Inkonsisten…

      *hahaha yang perlu anda ingat adalah seluruh counter saya ini berdasarkan AQ dan Al Hikma, tidak ada karangan saya, apa bila ada yang melebar2 itu hanya pemahaman saya saja, di karenakan anda butuh penjelasan.

      ’’Malaikat-malaikat itu telah diciptakan dari nur (cahaya), sedang jin telah
      diciptakan dari percikan nyala api dan Adam telah diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepadamu semua’’ (HR. Muslim).
      kalau ANda melandaskan pengetahuanmu itu kepada dogmamu, maka dogmamu itu sudah tidak benar…. ANda harus berani berkata benar, jika menurutmu itu salah.. ya toh…? jika tidak berani berarti Anda telah berbohong kepada ALLAH….Anda lebih takut kepada dogma daripada ALLAH,…. dalam hal ini Anda telah berbohong…

      ngga relevan, kamu bacapun semuanya, tetap saja ngga mengubah inkonsistensimu…

      *mana yang tidak konsisten?
      masih belum lihatkah?…. baca sekali lagi diskusi kita sudah panjang dan larut, masak semua asal lewat begitu saja?…

      kawan Filar, kamu sudah menggunakan kecepatan cahaya untuk menafsir kecepatan Jibril,… sekarang kamu sedang berpikiran terbalik atau mau menang sendiri?….

      *Yang menggunakan istilah ini bukan saya om, tapi AQ sendiri.
      jadi Anda sedang menimpakan kesalahan pada AQ?

      Saya mengerti bahasa terjemahannya, orang Indonesia memang menerjemahkan 50000 tahun tetapi demi pengajaran yang tepat, beberapa telah menerjemahkan 50000 masa….

      *Dalam bahasa Inggris:

      The angels and the Spirit will ascend to Him during a Day the extent of which is fifty thousand years.

      70:4. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu ‘tahun’.

      Apa ada kata “masa” di sana?
      السنة =tahun
      فترة =masa

      Sengaja tulisan asli AQ tidak saya masukan sebab percuma saja,anda juga tidak bisa membacanya.
      kalau membaca meraba-raba seh saya bisa dikit,… cuman artinya 100 persen memang saya tidak mengerti….
      perhatikan kata ‘tahun’, itu tanda petik bukan? jangan tamba2hin lho, ntar kamu bisa kenak gorok….

      di Indonesia ada paling tidak 4 terjemahan, nah bisa ngga Anda paste di sini 4 terjemahan itu?

      Sekarang anda baru paham mengapa bahasa Al Quran di bakar oleh Utsman selain dari dialeg Quraisy bukan? Lihat satu kata ini saja sangat jauh artinya. Apa lagi bahasa daerah pada suku di daerah Arab.
      point saya bukan di alasan Utsman, point saya adalah Islam melalui Utsman telah pernah mengkanonkan AQ, sementara Kristen juga pernah tetapi bukan oleh perorangan, melainkan oleh FORUM, jika oleh perorangan itu sudah pernah dilakukan abad 1 dan abad ke 2 MASEHI…

      Jika Jibril dibuat dari cayaha, maka kecepatan Jibril harusnya hanya mendekati kecepatan cahaya, tidak boleh sama dan tidak boleh lebih, tetapi Anda telah berani2 mengatakan Jibril memiliki kecepatan jutaan km/d… kacau kamu itu kawan…..

      *hahaha dari mana pula rumusan itu sedang AQ sendiri menuliskannya begitu terang, pemahaman yang bagaimana lagi yang kamu dustai?
      kamu sedang berdusta kepada realita kawan….
      contoh simplenya gini kawan…
      sebuah meja terbuat dari kayu biasa…
      tetapi karena meja ini berbau relijius lalu datanglah si Filar berkata, Meja ini lebih kuat dari baja tempaan…
      coba berhatikan, bukankah itu mubajir? jika meja itu terbuat dari kayu biasa, maka kekuatannya maksimum ya sekuat kayu itu, mana mungkin bisa lebih kuat dari baja tempaan?…
      sedemikian jika Jibril terbuat dari cahaya, maka kecepatan maksimumnya dia hanya diambang batas kecepatan cahaya itu… tidak mungkin lebih, tetapi Anda telah mengatakan kecepatan jibril jutaan km/d,…. Filar, sadarlah, jangan membohongi ALLAH YANG ESA…

      Kebenaran bukan terserah saya atau Anda bukan? bukankah Anda sudah percaya bahwa ALLAH adalah BENAR/KEBENARAN?….
      secara universal ALLAH adalah SATU sebab bumi hanya satu, tetapi pada taraf tertentu allah itu banyak, sebab dunia ternyata banyak.. ada dunia islam, ada dunia kristen d.l.l…. itulah yang saya katakan ALLAH memang ESA, tetapi ALLAH tidak sama dengan allah Anda…

      Abraham menamakan anaknya Ismael, dari kata Ish-Ma-El,… artinya Abraham tidak mengenal akta ALLAH… melainkan EL, dimana EL menjadi ELOAH menjadi ELAH menjadi ALLAH (dlm bhasa Arab), kata yang sama digunakan oleh Kristen arab abad 2 M jauh sebelum Islam lahir…

      masalah kedua…
      Jika Islam sudah ada jauh sebelum Nuh misalnya, maka ada dilema, berarti mereka tidak bisa bersyahadat, karena Muhammad belum ada…

      *Wadau… susah juga ngomong sama kamu. Islam itu adalah agama para malaikat, agama para nabi, Islam itu adalah rahmat semesta alam. Nabinya juga demikian:

      21:107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Ya Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
      dogma….realita berkata lain….

      Begini saya mau tanya apa kamu tahu yang namanya Nabi Adam, bapak nenek moyang manusia? Nah Nabi Adam itu tetap bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, walaupun Nabi Muhammad lahir di kemudian hari hal sangat mudah bagi Allah. Karena yang punya dan membuat alam semesta adalah Allah, anda tidak perlu pusing dalam hal ini.kehidupan ini adalah scenario Allah secara keseluruhan. Artinya Nabi Adam tetap membaca dua kalimat syahadat. Dunia ini tidak ubahnya hanyalah senda gurau (sandiwara). Artinya skenarionya sudah di atur oleh Allah, yang namanya sandiwara pasti ada sutradaranya dan sutradara yang paling baik adalah Allah, Dialah yang mengatur semuanya. Jadi sebelum Nabi Muhammad lahir Allah sudah menanamkan apa yang di namakan syahadat di dalam diri (dada) para nabi, dan itu sangat mudah bagi Allah. Dan akhir dari cerita dunia ini adalah kiamat. Dan sesungguhnya Kiamat itu juga muda bagi Allah. Dan bagaimana dan apa saja dialog2 yang terjadi di neraka juga sudah ada dalam AQ. Apa lagi hanya sekedar bersyahadatnya para nabi.

      6:32. “Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”

      32:20. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak ke luar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”.

      Lihat perkataan Malaikat Zabaniah (Malaikat Penyikasa) seakan-akan Kiamat sudah terjadi.(“Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”.)
      Padahal kiamat entah kapan akan terjadi namun dialog-dialog seperti ini banyak terdapat di dalam AQ.
      dogma lagi, .. realita berkata lain

      dua hal berbeda kawan…
      1+1 = 2 sudah ada sejak dahulu kala, meski baru kemudian dinamai matematika dasar…
      sementara logat quraisy baru ada setelah suku quraisy ada, artinya logat itu baru ada jauh setelah Ismael…sebab banu quraisy belum ada maka bahasa AQ belum ada maka AQ berusia 50000 tahun sebelum alam semesta itu hanya dogma…namanya saja logat quraisy, pasti setelah ada banu quraisy dong … piye toh kang?

      *apa yang anda katakan benar, tapi anda melupakan sebuah scenario yang telah di tetapkan oleh Allah. Aduh bagaimana cara menerangkannya pada anda dalam masalah ini, begini saya beri contoh agar kamu tidak salah paham lagi:

      Kalau anda seorang sutradara tentu anda yang akan menseting dan mengatur semua pemain bukan? Nah tokoh utama dalam film anda harus mati di akhir cerita. Kira2 tertebak nggak oleh penonton bahwa tokoh utama yang baik hati itu mati mengenaskan dalam film anda padahal anda sudah memberikan berbagai nama2 pada pemain, harus melakukan ini dan melakukan itu, aksi ini dan aksi itu dan tokoh utama selalu tampil sempurna. Bukankah para pemain atau tokoh utamanya harus berkata ini dan berkata itu di dalam film tersebut?. Sedangkan para pemeran pembatu harus berdialog ini dan berdialog itu di awal-awal film dan bagi sutradara dialog2 tersebut menjadi landasan dia untuk menseting akhir cerita sesuai dengan dialog2 di awal film. Begitu analogiku kira2. Ini tergantung pemahaman anda saja lagi.
      mas Filar-mas Filar,…
      yang membuat saya heran adalah kenapa justru nabi2 mayoritas berbahasa Ibrani,… itu masalah besar bagi “skenario” allah Anda…
      ada apa dengan Quraisy sampai2 harus ‘mendewakan’ bahasa ini?

      hehehe, dalam hal ini Anda memang tidak bisa paham…perhatikan dialog berikut:
      A : siapa saksi allah ANda?
      Filar : AQ
      A :lha AQ kan wahyu allah ANda?
      Filar : Isa, Maryam, Musa, d.l.l
      A: lha itukan kata AQ Anda?
      Filar: Ia tapi itukan kata allah saya
      A: Makanya siapa saksi allah Anda?
      Filar : Muhammad
      A: itu jugakan kata AQ
      Filar: Ya allah saksinya
      A: siapa saksi allah Anda?
      Filar :……
      A : jujur saja kawan Anda sedang bingung karena tidak ada saksi…

      *siapa bilang tidak ada saksi cukuplah Allah sebagai saksi kami.

      ALLAH memang Saksi Yang Setia, tetapi jika IA memberikan penglihatan kepada manusia, dan ternyata penglihatan itu tidak bisa membedakan Benar dan Salah, maka siapa yang salah?….
      jadi Nabi-Nabi, Rasul-Rasul diutus sekaligus sebagai saksi, bahwa memang ALLAH itu ADA….memandang dari sini maka siapa saksimu Filar?

      ckckckckck…semakin heran diskusi dengan Anda…

      *sabar Par nanti kau juga paham….hehehehe
      ada sebuah kebiasaan dari manusia, pertama ia akan protes tetapi jika terus menerus menemukan kesalahan yang sama maka ia akan belajar menerima keadaan, kata orang jawa sudah nasib,… tetapi saya tidak seperti itu,… saya tidak bisa berdiskusi dengan Anda dengan cara beginian….

      *hahaha…saya tidak perna mengaku cerdas juga tidak perna mengaku bodoh.

      saya koq jadi merasa nomong sama orang yang tidak jelas begini yah,… Anda mengatakan Islam itu cerdas2,… sekarang tidak mengaku cerdas? piye toh kang?

      *maksudnya saya pribadi bukan agamanya? kalau agamanya tentu islam adalah agama orang-orang berakal, orang-orang yang cerdas.

      14:52. (Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.
      Jadi Anda belum Islam? atau Islam belum membuat Anda cerdas? atau Anda salah satu yang dibuat allah ANda bodoh dari sononya?

      *lihatlah dirimu yang seenaknya menterjemahkan akal pikiran saya, menurut penafsiran dirimu sendiri. Saya tidak ragu sebab ini sudah menjadi kebiasaan kalian di dalam hal-hal seperti.

      *hahaha saya ini bukan ustad om, saya ini hamba Allah

      maksud Anda?

      *ternyata engkau tidak mengikuti dialog saya dengan @Robin. Ya sudah saya tidak akan menerangkannya lagi. Capek.
      maksud pertanyaan saya adalah:
      Anda sudah yakin bahwa allah ANda tidak pandang bulu, tetapi dengan mengatakan Ustad dan sementara Anda hanya seorang hamba Allah, sudah dapat dipastikan di dalam pikiran Anda ada kelas-kelas manusia,…Anda yang menciptakan kelas-kelas itu atau memang agama Anda benar-benar ada sistem kelas?…inilah bahayanya kalau keimanan seseorang diukur dari apa yang ia ketahui,… sangat berbahaya…

      justru karena silsilahlah maka dapat dipastikan bahwa banu quraisy itu ada jauh di atas Muhammad, sehingga dipastikan bahwa logat mereka baru ada pas banu quraisy itu ada,

      *Betul…memang Suku Quraisy itu jauh sudah ada sebelum kelahiran Rasulullah SAW, dan Rasul sendiri adalah suku Quraisy yang bahasa dan tutur katanya sangat fasih, jelas, padat dan tidak terkontaminasi dengan pengaruh bahasa lain.

      sekaligus membuktikan kepada Anda bahwa AQ itu tidak lebih dari 50000 tahun sebelum alam semesta…. Jujurlah kawan….buka mata hati… tidak ada yang perlu dipertahankan….

      *Saya sudah jujur, apalagi? Di dalam hal ini mulai dari pertama saya masuk ke blog kamu samapi detik ini tidak ada saya mengada-ada, semuanya berlandaskan AQ dan Al Hikmah, apa bila ada yang melebar itu tambahan dari saya pribadi. (dalam Konteks pemahaman saya sendiri)
      jangan menimpakan kesalahan Anda pada AQ, nanti berbahaya…kalau menurutmu salah bisa ngga yang salah itu diperbaiki? kalau Anda malah mengikuti yang salah berarti Anda telah berbohong kepada ALLAH…

      ada permasalahan besar jika Kabah didirikan oleh Ibrahim/Ismael…

      *emangnya permasalahan apa. Jelaskan!

      Kabah adalah tempat jiarah… nah jika Abraham mendirikan Kabah, berarti Kabah yang dihancurkan oleh rasullah adalah dewa-dewanya Abraham…kedua, dari jaman Abraham sampai Nabi-nabi setelahnya apakah ada cerita mereka pergi berjiarah ke Kabah?,… Nonsense bukan?

      *begini neh kalau nggak ngerti permasalahan sebenarnya. Rasulullah itu tidak perna menghancurkan Ka’bah. Yang di hancurkan oleh rasulullah adalah berhala2 Latta, Uzza, Manat dll. Saya mau tanya kamu ngerti apa yang di maksud Ka’bah? Semenjak doa Nabi Ibrahim semenjak itulah Ka’bah menjadi pusat perhatian dunia, mereka bukan pergi berziarah, mereka pergi untuk Tawaf, (mengelilingi atau mengitari Ka’bah). Yang namanya Ziarah adalah berkunjung kepada orang yang sudah meninggal. Piye toh om?

      sekarang ini ibadah itu bisa disebut ziarah,….

      *hahahaha sepertinya kamu yang mengatur segala peribadatan. Kata Ziarah itu beda dengan Tawaf

      justru karena Salomo berjarah sekitar 1000 tahun dengan Abraham maka dapat dipastikan bahwa Abraham membangun Kabah itu hanya mitos….sebab jika Abraham telah membangun tempat suci, maka dipastikan keturunannya akan mengikuti dan melaksanakan, semacam sunat, nyatanya kota suci/rumah suci/tempat ibadat suci baru ada setelah jaman Daud, jauh setelah Abraham,….dan ternyata rumah suci yang didirikan keturunan daud itu menjadi Kiblat pertama dari Muslim….
      itu masalah besar kawan….

      *Begini: yang membangun Ka’bah itu untuk pertama kali adalah Nabi Adam atas perintah Allah, Malaikat Jibril memberikan kontruksi begini dan begini kepada Nabi Adam, sehingga terbentuklah “rumah pertama” itu berupa kotak. Rumah kotak seperti itu di namakan Ka’bah oleh bangsa arab. Di karenakan di makan usia dan banjir yang melanda bumi ketika masa Nabi Nuh maka Ka’bah itu lenyap tidak berbekas. Dan di masa Nabi Ibrahim, Ka’bah di bangun kembali bersama putranya Ismail di tempat yang sama, atas petunjuk Malaikat Jibril juga, tentu dengan izin Allah. Ka’bah itu di bangun bukan untuk di sembah dan di puja. Ka’bah adalah Rumah Allah atau dalam bahasa arab Baitullah.

      Jadi kalau menurut kamu hanya mitos kamu bisa bertanya kepada ahli arkeolog untuk ‘mendeteksi’ berapa usia batu pondasi yang di gunakan di Ka’bah tersebut.

      Bait (bahasa arab) =Rumah.

      Kalau masalah Kiblat benar adanya Masjidil Al Aqsha di Baitul Maqdis, Palestina adalah kiblat pertama kaum muslimin ketika masa Rasulullah. Rasulullah SAW menghadapkan wajahnya ke kiblat ini sekitar 16-17 bulan. Setelah perintah Allah turun, tentang masalah ini, maka Nabi dan kaum muslimin menyambut gembira dengan rasa syukur berkah yang mereka terimah dari Allah. Perintah untuk memalingkan kiblat ini turun ketika Rasulullah sudah berada di Madinah. Di karenakan di Madinah ketika itu mayoritas penduduknya adalah Yahudi, maka mereka (yahudi) sangat senang melihat Nabi berkiblatkan ke Baitul Maqdis. Padahal Rasulullah sendiri lebih menyukai Kiblat kearah Baitullah, Kiblatnya Nabi Ibrahim. Oleh karena itu Rasul berdoa kepada Allah sambil menengadahkan wajahnya kelangit, maka Allah pun menurunkan Ayat di bawah ini:

      2:144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

      Kesimpulannya:
      Yang namanya Bait adalah rumah. Dan rumah yang pertama didirikan adalah Rumah Allah di Makkah.

      3:96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

      Kiblat pertama kaum muslimin adalah Masjidil Al Aqhsa Baitul Maqdis di Palestina. (Anda benar)

      Jadi antara Bait dan Kiblat berbeda.

      Benar adanya Sulaiman bin Daud keturunan Ishak bin Ibrahim. Dan untuk kasus ini kamu sudah cerdas.

      Permasalahan mana yang terbaik diantara dua kiblat kaum muslimin itu, hanya di sisi Allah saja ilmunya. Sebab milik Allahlah timur dan barat.
      Misalkan pada hari ini di pindahkan kiblat kaum muslimin ke Indonesia oleh Allah, tidak ada masalah, sebab kami tidak bertuhankan kepada timur dan barat sebab kami berTuhankan kepada yang punya rumah.

      1. Kiblat pertama adalah YERUSALEM, karena disitulah Bait ALLAH yang pertama,….
      2. Jika Adam mendirikan Bait ALLAH, maka dapat dipastikan seluruh Nabi setelahnya akan mengajarkan dan mensyaratkan jiarah ke sana, njyatanya tidak
      3. Bahkan ketika Israel di buang ke Babel (posisi kemungkinan ADAM diciptakan), Nabi Daniel justru menghadap YERUSALEM di dalam doanya, bukan ke tempat lain…

  37. @bang perhobas g terhormat
    salam kenal.

    apakh di blog anda ini ada topik yg membahas ttg dosa waris?
    saya ingin mempelajarinya.trimakasih
    GBU

  38. kenapa komen saya tidak muncul?mohon penjelasannya.

    • @perenung

      saya kasih filter, dua kali approved baru bisa komen secara otomatis tanpa moderasi…

      selamat bergabung…
      salam sejahtera

  39. @Par

    Musa memang berjarak kira2 1400 tahun dengan YESUS, tetapi YESUS tidak mencatat satupun Kitab di dalam Alkitab…
    Alkitab ditulis dalam rentang 4000 tahun sampai lengkap 66 buah….
    Kitab Musa mencakup pra abad 14SM,
    sampai Rasul Yohanes di Patmos Pasca Masehi,… jadi Alkitab merentang sejauh 4000 tahun…yang dituliskan oleh Alkitab secara sosiologis merentang sejauh rentang 4000 tahun…semoga bisa dipahami….
    Nah jika dikatakan Paulus mengubah sebuah Kitab di abad 9SM, maka dapat dipastikan yang mengajari Anda mengatakan Paulus mengubah ALKITAB adalah Iblis, Pendusta…segera jauhi orang2 seperti itu, karena kata Anda, bahwa ANda membenci pendusta..Ok Bung!!!

    *Pada abad 9SM, maksudmu apa? Kok aku jadi linglung ya

    Ma Filar dari penjelasan yang panjang itu dapat saya temukan inkonsistensi lagi:
    1. Anda antipati Alkitab di Kanon (penggabungan), sementara islam sendiri melalui Utsman melakukan kanon (penggabungan)…

    *Sejak kapan pula Utsman melakukan pengkanonan Al Quarn? Utsman itu hanya menyuruh sahabat2nya untuk menyalin Mushaf yang ada di rumah Umar yang di simpan oleh Hafsah. Sebanyak 7 eksemplar dan mengirimnya ke berbagai daerah, dan membakar selain dari Mushaf tersebut.

    2. perhatikan yang saya bold merah di atas, itu tulisan Anda,… sebelumnya Anda sudah mengakui bahwa bahasa al quran itu sudah ada jauh sebelum nenek moyang manusia ada, tetapi sekarang Anda mengatakan bahwa nenek moyang jaman pengkanonan ala utsman belum pernah mendengar tatatulis AQ…

    *Memang susah menjelaskannya padamu, Kok aku jadi heran debat sama kamu. Yang aku maksudkan di situ adalah bahwa orang2 suku Quraisy pada waktu itu suka dengan syair2. Keindahan syair mereka adalah kebanggaan bagi mereka, untuk mereka kumandangkan di depan kabilah2 mereka, di depan para pembesar2 mereka. Semakin tinggi keindahan syair mereka maka semakin terhormat kedudukan mereka di antara para pembesar suku quraisy. Dan ketika Al Quran turun yang di bawah oleh Nabi Muhammad SAW seluruh syair2 mereka tidak mampu untuk melawan keindahan bahasa Al Quran. Karena tidak mampu menandingi keindahan bahasa Al Quran maka mereka menuduh nabi sebagai tukang sihir. Dan diantara tukang2 syair tersebut mereka mengatakan bahwa mereka juga mampu membuat seperti Al Quran itu. Akibatnya Allah menantang mereka untuk membuat seumpama Al Quran itu. demikianlah penjelasan saya mengenai tulisan di atas, saya sengaja tidak menjelaskannya karena saya anggap kamu mengerti.

    3. perhatikan yang warna purple,… dapatkah dikatakan bahwa AQ hanya untuk orang Arab?… apakah 200 juta Islam indonesia memahami AQ dengan bhs Arabnya? kalau tidak maka kata2 “diturunkan dalan bahasa Arab untuk dipahami” menjadi tidak efektif…

    *Al Quran itu di turunkun untuk seluruh bangsa, untuk seluruh ras manusia, sebab yang membawahnya adalah Nabi Muhammad SAW, manusia yang menjadi rahmat bagi alam semesta. Maksud untuk di pahami adalah belajar dengan giat, bukan duduk di kedai kopi.

    4. Filar, sifat dasar dogma Islam itulah yang saya sebut sebagai “cengeng”,… yaitu mengatakan allahnya maha ini dan itu salah satunya maha pengasih, tetapi mensahkan memenggal kepala demi alasan ini dan itu…

    *sudah saya ulas di atas tidak perlu lagi saya timpali. Capek

    5. Filar, sekali lagi Anda anti dogma tetapi semakin banyak dogma yang keluar dari Anda, jika benar Islam itu teguh akan ini dan itu menurutmu apakah Indonesia akan menjadi seperti ini? apakah dunia Islam selalu dianggap terbelakang di dunia ini? apa yang terjadi? yang terjadi adalah saudara Islam selalu merasa dirinya paling benar, terbukti dari bejibun kelompok-kelompok tertentu… yang patut dicontoh umat muslim seluruh dunia adalah hubungan antara Muhammadyiah dan Nahdatul Ulama…

    *Hey Par…kalau kamu tidak suka tinggal di Indonesia kamu boleh cari negara lain. Biarlah kami yang miskin dan bodoh tinggal di sini. Perbedaan antara Muhammadiyah dgn yang lainnya hanya masalah prinsip saja, tidak lebih dari itu.

    artinya usaha apapun tidak akan mampu mengubah keputusan allah Anda ya toh,… jadi semua puasa, perbuatan baikmu itu, zikirmu itu tidak ada gunanya….itu tidak dapat mengubah keputusan allahmu bukan?,…. jadi dogma pahala, timbangan, zikir untuk sorga itu harap Anda hilangkan dari pikiran Anda…

    *terserah kamu saya sudah jelaskan di atas

    itu masuh usaha kawan, bukan anugerah, jadi termasuk dogma yang satu ini inkonsisten, kontradiksi dengan dogma anugerah….

    *benar di islam memang banyak inkonsisten kalau melihatnya dengan kacamata Kristen tapi tidak dengan kacamata islam sendiri.

    Saya beri contoh lebih mudah dari yang di atas agar IQmu itu nambah dikit. Ngerti. Dari tadi inkonsisten melulu. Baiklah perhatikan baik-baik apa yang saya tulis dan tolong kamu plototi agar kamu mengertiiiiiiiiiiiiiiiii.
    Sebelum sholat maka harus berwuduk dahulu. Sampai disini ngerti belum? Dan ketika sholat akan didirikan tidak sengaja lepas angin dari dubur. Maka seorang mukmin harus berwuduk lagi. Tapi yang di basuh bukan dubur melainkan tangan, mata, kepala, kuping, mulut, kaki. Apakah engkau akan membantah lagi perkataanku ini? Ini adalah contoh yang paling mudah yang aku gunakan untuk menjelaskannya padamu. Kalau tidak mengerti, ya sekolah lagi hehehe

    Karena semua manusia seharusnya masuk sorga maka Nabi-nabi diutus, sehingga tidak pandang bulu, siapa saja seharusnya masuk sorga….. simple dan tidak bertele-tele..sekali lagi kalau Anda katakan Islam cerdas2, maka allah Anda telah pandang bulu… inkonsisten dengan pernyataan sebelumnya bahwa allah Anda tidak pandang bulu…

    di sini saya membagikan tentang “TUHAN”, “ALKITAB”, karena itulah kemiskinan Anda yang saya lihat…sementara tidak semua orang seperti Anda,.. ada orang yang lebih butuh makanan ketimbang ajaran2, karena memang mereka kelaparan…masak kita mengatakan : “TUHAN MAHA BESAR lagi MAHA PENYAYANG” lalu pergi begitu saja sementara mereka masih menangis mencari nafkah….lagipula TUHAN mengajarkan untuk memelihara fakir miskin bukan? nah kalau Islam melulu hanya memikirkan agama tanpa memikirkan kebutuhan dunia mereka, maka TUHAN akan mengadili Islam, salah satunya Anda yang iri sama orang yang memelihara kaum miskin…Orang Kristen “memelihara” kaum miskin bukan untuk iming2 memindahkan agama seseorang, tetapi karena itu adalah tugas utama murid-murid Kristus, memelihara sesamanya, karena TUHAN tidak pandang bulu….

    *sudah saya katakan bahwa apa yang ada di dunia ini, bisa menjadi bencana bisa menjadi manfaat, semua itu kembali kepada Allah.

    jika begitu, maka buktikanlah ANda manusia cerdas yang bisa memelihara kaum yang dimiskinkan oleh allahmu….

    *kekayaan dan kemiskinan dua-duanya adalah cobaan, ada manusia di cobai oleh Allah dengan kesenangan dan kecukupan dan ada manusia yang di uji dengan kemiskinan, kesengsaraan kedua-duanya tidak mampu kita lenyapkan sebab kedua2 adalah rahmat.

    Ketika Kristen memberi makan orang miskin Anda protes, Anda sebut Kristenisasi, tetapi ketika seluruh SD Negeri mengajar murid2 Kristen dengan Islam Anda sebut tidak apa2…., itu tidak fair,… inkonsisten, mau menang sendiri….

    *memangnya mereka yang membaca Al Quaran itu pindah agama? Lagian mana ada anak2 kristen yang pandai baca Al Quran, itu makanya kalau di ajari seharusnya bersyukur.

    kalau ANda melandaskan pengetahuanmu itu kepada dogmamu, maka dogmamu itu sudah tidak benar…. ANda harus berani berkata benar, jika menurutmu itu salah.. ya toh…? jika tidak berani berarti Anda telah berbohong kepada ALLAH….Anda lebih takut kepada dogma daripada ALLAH,…. dalam hal ini Anda telah berbohong…

    *seharunya aku yang mengucapkan kata2 ini padamu, lihatlah apa kata kitabmu itu benar? Di lain waktu dia mengatakan babi haram 10 tahun setelah itu babi hutan yang haram, kamu bicara konsisiten terhadap diriku, sementara dirimu sendiri dan kitabmu tidak mampu engkau urusi. Engkau mengatakan aku berbohong sementara omonganmu tidak pernah engkau koreksi, seakan-akan engkau melebihi dari Tuhan yang begitu mengetahui watak manusia.

    *Yang menggunakan istilah ini bukan saya om, tapi AQ sendiri.

    jadi Anda sedang menimpakan kesalahan pada AQ?

    *Kamu kan mengatakan saya berdusta makanya saya rujukan kepada Al Quran dan Hadits, jadi siapa lagi yang engkau percayai? Begitu jujurnya aku padamu, kukatakan apa yang aku ketahui dan aku luangkan waktuku untuk menemui kamu di sini, sebagai sebuah bentuk persahabatan di antara kita, tapi yang aku terimah darimu adalah sebuah kata2 tuduhan dusta darimu.

    *Dalam bahasa Inggris:
    The angels and the Spirit will ascend to Him during a Day the extent of which is fifty thousand years.
    70:4. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu ‘tahun’.
    Apa ada kata “masa” di sana?
    السنة =tahun
    فترة =masa
    Sengaja tulisan asli AQ tidak saya masukan sebab percuma saja,anda juga tidak bisa membacanya.
    kalau membaca meraba-raba seh saya bisa dikit,… cuman artinya 100 persen memang saya tidak mengerti….
    perhatikan kata ‘tahun’, itu tanda petik bukan? jangan tamba2hin lho, ntar kamu bisa kenak gorok….

    *saya beri tanda petik agar kamu paham dengan yang apa aku maksudkan bahwa tahun dan masa itu beda. Apa lagi akar katanya beda. Saya beri contoh satu lagi: Al Jin berasal dari akar kata Jann. Yang artinya tersembunyi, jadi maksud dari Jin adalah sejenis mahkluk Allah yang tidak terlihat dari mata manusia. Akar kata ini juga di gunakan untuk menamai syurga yaitu Jannah, apakah kamu mampu melihat syurga. Dan akar kata ini juga di gunakan untuk menyebut cabang bayi yaitu Janin.

    di Indonesia ada paling tidak 4 terjemahan, nah bisa ngga Anda paste di sini 4 terjemahan itu?

    *terjemahan itu tidak masalah yang penting akar katanya apa dulu.

    kamu sedang berdusta kepada realita kawan….
    contoh simplenya gini kawan…
    sebuah meja terbuat dari kayu biasa…
    tetapi karena meja ini berbau relijius lalu datanglah si Filar berkata, Meja ini lebih kuat dari baja tempaan…
    coba berhatikan, bukankah itu mubajir? jika meja itu terbuat dari kayu biasa, maka kekuatannya maksimum ya sekuat kayu itu, mana mungkin bisa lebih kuat dari baja tempaan?…
    sedemikian jika Jibril terbuat dari cahaya, maka kecepatan maksimumnya dia hanya diambang batas kecepatan cahaya itu… tidak mungkin lebih, tetapi Anda telah mengatakan kecepatan jibril jutaan km/d,…. Filar, sadarlah, jangan membohongi ALLAH YANG ESA…

    *saya tidak membohongan siapapun. Allah mengatakan bahwa Malaikat itu naik ke langit yang sehari kadarnya 50.000 tahun. Apa anda tidak mampu menterjemahkan bahasa Allah ini?

    21:107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Ya Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
    dogma….realita berkata lain….

    *ketika saya berkata anda katakan saya berdusta, dan ketika saya gunakan ayat2 Allah anda katakan ‘dogma dan realita berkata lain’. Maksud anda apa?

    mas Filar-mas Filar,…
    yang membuat saya heran adalah kenapa justru nabi2 mayoritas berbahasa Ibrani,… itu masalah besar bagi “skenario” allah Anda…

    *memang benar bahwa Allah banyak mengutus nabi2 dari bangsa Israel, sebab bangsa ini yang paling banyak durhaka pada Allah, kalau Allah mengutus nabi dari Indonesia untuk bangsa Israel, maka mereka akan berkata “mengapa mereka tidak menjelaskan ayat2nya?”

    ada apa dengan Quraisy sampai2 harus ‘mendewakan’ bahasa ini?

    Tidak ada apa2 dengan Quraisy sebab Al Quran itu di ciptakan Allah lebih dahulu dari dunia. Di karenakan Allah juga mengutus seorang nabi dari bangsa arab, maka Al Quran tadi Allah turunkan dalam bahasa arab, tidak mungkin dalam bahasa Indonesia. Seandainya Allah mengutus nabi untuk orang Indonesia dan nabinya juga dari Indonesia tentunnya, maka Allah akan menurunkan Al quran itu dalam bahasa Indonesia.
    Begini, sesunggunhya Al Quran itu apa bahasanya dahulu ketika masih di Lauhmahfuz hanya Allah yang tahu sebab Dia yang menciptakan, nah ketika seorang nabi Dia utus dari bangsa arab maka Allah mengconvert bahasa yang Dia sendiri yang tahu ke dalam bahasa arab, agar menjadi jelas bagi sang utusan dan umat.
    Jadi maksud Allah menurunkan Al Quran kedalam bahasa Arab artinya sebelum di masukan kedalam bahasa arab, Al Quran itu ya bahasa Allah sendiri, Dia sendirilah yang tahu. Apa kamu ngerti dengan kata ‘dalam’? tentu lawan dalam ‘luar’ ketika Al Quran masih di luar dalam arti dalam bahasa Tuhan sendiri. Tidak seorang mahklukpun yang tahu apa bahasanya.

    ALLAH memang Saksi Yang Setia, tetapi jika IA memberikan penglihatan kepada manusia, dan ternyata penglihatan itu tidak bisa membedakan Benar dan Salah, maka siapa yang salah?….

    jadi Nabi-Nabi, Rasul-Rasul diutus sekaligus sebagai saksi, bahwa memang ALLAH itu ADA….memandang dari sini maka siapa saksimu Filar?

    *Para nabi itu saksinya adalah kami, kami saksinya adalah Rasulullah dan Rasulullah saksinya adalah Allah. Jadi saksi saya adalah Rasulullah, apa lagi?

    ada sebuah kebiasaan dari manusia, pertama ia akan protes tetapi jika terus menerus menemukan kesalahan yang sama maka ia akan belajar menerima keadaan, kata orang jawa sudah nasib,… tetapi saya tidak seperti itu,… saya tidak bisa berdiskusi dengan Anda dengan cara beginian….

    *Lalu dengan cara apa yang anda mau? Apakah saya harus mengikuti kepercayaanmu? Begitu? Sama halnya dengan anda, tentu anda memegang kuat prinsip hidup anda, dan juga keimanan anda, kita tidak membahas rekayasa genetika ataupun bagaimana caranya bisa menembus ke galaxy lain. Yang kita bicarakan ini adalah wilayah iman, kamu tidak perna berjumpa dengan yesus kamu tapi kamu percaya bukan? Nah itu sama saja dengan saya yang tidak perna jumpa dengan Nabi tapi kami percaya dengan dia.

    14:52. (Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

    Jadi Anda belum Islam? atau Islam belum membuat Anda cerdas? atau Anda salah satu yang dibuat allah ANda bodoh dari sononya?

    *itu adalah ayat al Quran yang saya postingkan untuk kamu. Jadi tulisan kamu di bawah ayat itu begitu tafsirnya? Hahahah.

    maksud pertanyaan saya adalah:
    Anda sudah yakin bahwa allah ANda tidak pandang bulu, tetapi dengan mengatakan Ustad dan sementara Anda hanya seorang hamba Allah, sudah dapat dipastikan di dalam pikiran Anda ada kelas-kelas manusia,…Anda yang menciptakan kelas-kelas itu atau memang agama Anda benar-benar ada sistem kelas?…inilah bahayanya kalau keimanan seseorang diukur dari apa yang ia ketahui,… sangat berbahaya…

    *Di dalam agama kami tidak ada kelas2 hanya saja Allah meninggikan orang2 berilmu beberapa derajat.

    46:19. Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka, sedang mereka tiada dirugikan.

    1. Kiblat pertama adalah YERUSALEM, karena disitulah Bait ALLAH yang pertama,….

    *ternyata anda tidak mampu membedakan antara yang namanya bait dan kiblat.

    2. Jika Adam mendirikan Bait ALLAH, maka dapat dipastikan seluruh Nabi setelahnya akan mengajarkan dan mensyaratkan jiarah ke sana, njyatanya tidak

    *Adam memang mendirikan Ka’bah atau Bait Allah atau Baitullah sama saja. Tapi yang namanya baitullah atau bait Allah tidak sama dengan kiblat, Baitullah ya baitullah kiblat ya kiblat. Akan tetapi Baitul Maqdis memang benar Kiblat kaum muslimin yang pertama. Yang kedua adalah Baitullah sekarang.

    3. Bahkan ketika Israel di buang ke Babel (posisi kemungkinan ADAM diciptakan), Nabi Daniel justru menghadap YERUSALEM di dalam doanya, bukan ke tempat lain…

    Emang susah bicara sama kamu, saya menjadi ragu, kamu ini menyamakan kiblat dan baitullah. Hah…capek

    • @Filar

      Musa memang berjarak kira2 1400 tahun dengan YESUS, tetapi YESUS tidak mencatat satupun Kitab di dalam Alkitab…
      Alkitab ditulis dalam rentang 4000 tahun sampai lengkap 66 buah….
      Kitab Musa mencakup pra abad 14SM,
      sampai Rasul Yohanes di Patmos Pasca Masehi,… jadi Alkitab merentang sejauh 4000 tahun…yang dituliskan oleh Alkitab secara sosiologis merentang sejauh rentang 4000 tahun…semoga bisa dipahami….
      Nah jika dikatakan Paulus mengubah sebuah Kitab di abad 9SM, maka dapat dipastikan yang mengajari Anda mengatakan Paulus mengubah ALKITAB adalah Iblis, Pendusta…segera jauhi orang2 seperti itu, karena kata Anda, bahwa ANda membenci pendusta..Ok Bung!!!

      *Pada abad 9SM, maksudmu apa? Kok aku jadi linglung ya
      pada abad sekitar 9SM ada Kitab tertulis, misalnya Kitab Hakim-Hakim,… sebekumnya ada Kitab Musa,… Kitab-Kitab inilah yang ditemukan oleh Raja Yosia,…Raja Yosia adalah turunan kesekian dari Raja Daud,…. jadi kalau Ada orang yang mengajari Anda yang mengatakan Paulus mengubah Kitab yang sudah tertulis di abad 9SM, dapat dipastikan yang mengajari kamu itu Iblis.. Pendusta…

      Mas Filar dari penjelasan yang panjang itu dapat saya temukan inkonsistensi lagi:
      1. Anda antipati Alkitab di Kanon (penggabungan), sementara islam sendiri melalui Utsman melakukan kanon (penggabungan)…

      *Sejak kapan pula Utsman melakukan pengkanonan Al Quarn? Utsman itu hanya menyuruh sahabat2nya untuk menyalin Mushaf yang ada di rumah Umar yang di simpan oleh Hafsah. Sebanyak 7 eksemplar dan mengirimnya ke berbagai daerah, dan membakar selain dari Mushaf tersebut.
      dalam konteks tertentu, itu disebut KANON (pengumpulan)

      2. perhatikan yang saya bold merah di atas, itu tulisan Anda,… sebelumnya Anda sudah mengakui bahwa bahasa al quran itu sudah ada jauh sebelum nenek moyang manusia ada, tetapi sekarang Anda mengatakan bahwa nenek moyang jaman pengkanonan ala utsman belum pernah mendengar tatatulis AQ…

      *Memang susah menjelaskannya padamu, Kok aku jadi heran debat sama kamu. Yang aku maksudkan di situ adalah bahwa orang2 suku Quraisy pada waktu itu suka dengan syair2. Keindahan syair mereka adalah kebanggaan bagi mereka, untuk mereka kumandangkan di depan kabilah2 mereka, di depan para pembesar2 mereka. Semakin tinggi keindahan syair mereka maka semakin terhormat kedudukan mereka di antara para pembesar suku quraisy. Dan ketika Al Quran turun yang di bawah oleh Nabi Muhammad SAW seluruh syair2 mereka tidak mampu untuk melawan keindahan bahasa Al Quran. Karena tidak mampu menandingi keindahan bahasa Al Quran maka mereka menuduh nabi sebagai tukang sihir. Dan diantara tukang2 syair tersebut mereka mengatakan bahwa mereka juga mampu membuat seperti Al Quran itu. Akibatnya Allah menantang mereka untuk membuat seumpama Al Quran itu. demikianlah penjelasan saya mengenai tulisan di atas, saya sengaja tidak menjelaskannya karena saya anggap kamu mengerti.
      Perhatikan kalimatmu lagi… para pujangga Quraisy tidak menemukan yang setara dengan tatatulis AQ, artinya belum ada yang seperti itu,… itu dapat dipastikan bahwa memang sejak manusia ada tatatulis itu belum ada….

      3. perhatikan yang warna purple,… dapatkah dikatakan bahwa AQ hanya untuk orang Arab?… apakah 200 juta Islam indonesia memahami AQ dengan bhs Arabnya? kalau tidak maka kata2 “diturunkan dalan bahasa Arab untuk dipahami” menjadi tidak efektif…

      *Al Quran itu di turunkun untuk seluruh bangsa, untuk seluruh ras manusia, sebab yang membawahnya adalah Nabi Muhammad SAW, manusia yang menjadi rahmat bagi alam semesta. Maksud untuk di pahami adalah belajar dengan giat, bukan duduk di kedai kopi.
      dapatkah dipastikan oleh karena ayat inilah semua Islam harus bisa membaca tulisan arab?

      4. Filar, sifat dasar dogma Islam itulah yang saya sebut sebagai “cengeng”,… yaitu mengatakan allahnya maha ini dan itu salah satunya maha pengasih, tetapi mensahkan memenggal kepala demi alasan ini dan itu…

      *sudah saya ulas di atas tidak perlu lagi saya timpali. Capek
      ??

      5. Filar, sekali lagi Anda anti dogma tetapi semakin banyak dogma yang keluar dari Anda, jika benar Islam itu teguh akan ini dan itu menurutmu apakah Indonesia akan menjadi seperti ini? apakah dunia Islam selalu dianggap terbelakang di dunia ini? apa yang terjadi? yang terjadi adalah saudara Islam selalu merasa dirinya paling benar, terbukti dari bejibun kelompok-kelompok tertentu… yang patut dicontoh umat muslim seluruh dunia adalah hubungan antara Muhammadyiah dan Nahdatul Ulama…

      *Hey Par…kalau kamu tidak suka tinggal di Indonesia kamu boleh cari negara lain. Biarlah kami yang miskin dan bodoh tinggal di sini. Perbedaan antara Muhammadiyah dgn yang lainnya hanya masalah prinsip saja, tidak lebih dari itu.
      Anda sudah mengatakan Islam cerdas2… sekarang koq bilang bodoh2?….

      artinya usaha apapun tidak akan mampu mengubah keputusan allah Anda ya toh,… jadi semua puasa, perbuatan baikmu itu, zikirmu itu tidak ada gunanya….itu tidak dapat mengubah keputusan allahmu bukan?,…. jadi dogma pahala, timbangan, zikir untuk sorga itu harap Anda hilangkan dari pikiran Anda…

      *terserah kamu saya sudah jelaskan di atas
      ??

      itu masuh usaha kawan, bukan anugerah, jadi termasuk dogma yang satu ini inkonsisten, kontradiksi dengan dogma anugerah….

      *benar di islam memang banyak inkonsisten kalau melihatnya dengan kacamata Kristen tapi tidak dengan kacamata islam sendiri.
      Orang buta tidak bisa mengatakan dirinya sendiri buta,… orang buta kiranya jangan membimbing sesamanya yang buta….

      Saya beri contoh lebih mudah dari yang di atas agar IQmu itu nambah dikit. Ngerti. Dari tadi inkonsisten melulu. Baiklah perhatikan baik-baik apa yang saya tulis dan tolong kamu plototi agar kamu mengertiiiiiiiiiiiiiiiii.
      Sebelum sholat maka harus berwuduk dahulu. Sampai disini ngerti belum? Dan ketika sholat akan didirikan tidak sengaja lepas angin dari dubur. Maka seorang mukmin harus berwuduk lagi. Tapi yang di basuh bukan dubur melainkan tangan, mata, kepala, kuping, mulut, kaki. Apakah engkau akan membantah lagi perkataanku ini? Ini adalah contoh yang paling mudah yang aku gunakan untuk menjelaskannya padamu. Kalau tidak mengerti, ya sekolah lagi hehehe
      saya ngga mengerti bagaimana Anda menghubungan inkonsistensi dengan masalah wudhu mu itu kawan,… tetapi itu semakin menimbulkan pertanyaan baru….
      oleh angin yang keluar dari duburmu itu maka tangan/kaki/d.l.l itu menjadi najis,… saya tanya, angin itu kan berada di dalam perutmu, dekat ke hatimu, lalu apakah menjadi najis seluruh perut/hatimu oleh karena angin itu?

      Karena semua manusia seharusnya masuk sorga maka Nabi-nabi diutus, sehingga tidak pandang bulu, siapa saja seharusnya masuk sorga….. simple dan tidak bertele-tele..sekali lagi kalau Anda katakan Islam cerdas2, maka allah Anda telah pandang bulu… inkonsisten dengan pernyataan sebelumnya bahwa allah Anda tidak pandang bulu…

      di sini saya membagikan tentang “TUHAN”, “ALKITAB”, karena itulah kemiskinan Anda yang saya lihat…sementara tidak semua orang seperti Anda,.. ada orang yang lebih butuh makanan ketimbang ajaran2, karena memang mereka kelaparan…masak kita mengatakan : “TUHAN MAHA BESAR lagi MAHA PENYAYANG” lalu pergi begitu saja sementara mereka masih menangis mencari nafkah….lagipula TUHAN mengajarkan untuk memelihara fakir miskin bukan? nah kalau Islam melulu hanya memikirkan agama tanpa memikirkan kebutuhan dunia mereka, maka TUHAN akan mengadili Islam, salah satunya Anda yang iri sama orang yang memelihara kaum miskin…Orang Kristen “memelihara” kaum miskin bukan untuk iming2 memindahkan agama seseorang, tetapi karena itu adalah tugas utama murid-murid Kristus, memelihara sesamanya, karena TUHAN tidak pandang bulu….

      *sudah saya katakan bahwa apa yang ada di dunia ini, bisa menjadi bencana bisa menjadi manfaat, semua itu kembali kepada Allah.
      nah kalau Anda berkata tunduk kepada ALLAH, maka peliharalah fakir miskin, jangan malah membenci saudaramu yang telah mencintai fakir miskin….

      jika begitu, maka buktikanlah ANda manusia cerdas yang bisa memelihara kaum yang dimiskinkan oleh allahmu….

      *kekayaan dan kemiskinan dua-duanya adalah cobaan, ada manusia di cobai oleh Allah dengan kesenangan dan kecukupan dan ada manusia yang di uji dengan kemiskinan, kesengsaraan kedua-duanya tidak mampu kita lenyapkan sebab kedua2 adalah rahmat.
      ALLAH-ku tidak mencobai siapapun….

      Ketika Kristen memberi makan orang miskin Anda protes, Anda sebut Kristenisasi, tetapi ketika seluruh SD Negeri mengajar murid2 Kristen dengan Islam Anda sebut tidak apa2…., itu tidak fair,… inkonsisten, mau menang sendiri….

      *memangnya mereka yang membaca Al Quaran itu pindah agama? Lagian mana ada anak2 kristen yang pandai baca Al Quran, itu makanya kalau di ajari seharusnya bersyukur.
      kamu kalau bisa teliti semua murid Kristen di SD Negeri di daerah Jawa Barat contohnya… itu saja, lakukan penelitian baru bisa ngomong,….

      kalau ANda melandaskan pengetahuanmu itu kepada dogmamu, maka dogmamu itu sudah tidak benar…. ANda harus berani berkata benar, jika menurutmu itu salah.. ya toh…? jika tidak berani berarti Anda telah berbohong kepada ALLAH….Anda lebih takut kepada dogma daripada ALLAH,…. dalam hal ini Anda telah berbohong…

      *seharunya aku yang mengucapkan kata2 ini padamu, lihatlah apa kata kitabmu itu benar? Di lain waktu dia mengatakan babi haram 10 tahun setelah itu babi hutan yang haram, kamu bicara konsisiten terhadap diriku, sementara dirimu sendiri dan kitabmu tidak mampu engkau urusi. Engkau mengatakan aku berbohong sementara omonganmu tidak pernah engkau koreksi, seakan-akan engkau melebihi dari Tuhan yang begitu mengetahui watak manusia.
      babi kalau sudah tidak dipelihara dan sudah tidak dapat disentuh, maka babi itu akan tinggal dihutan-hutan…. kalau binatang sudah tinggal 40 tahun di hutan maka anak cucu dapat memanggil itu babi hutan….jadi kembali ke point utama kita, jika menurutmu ada yang salah, berani ngga mengatakan salah? sebab ALLAH lebih Maha dari agama bukan?

      *Yang menggunakan istilah ini bukan saya om, tapi AQ sendiri.

      jadi Anda sedang menimpakan kesalahan pada AQ?

      *Kamu kan mengatakan saya berdusta makanya saya rujukan kepada Al Quran dan Hadits, jadi siapa lagi yang engkau percayai? Begitu jujurnya aku padamu, kukatakan apa yang aku ketahui dan aku luangkan waktuku untuk menemui kamu di sini, sebagai sebuah bentuk persahabatan di antara kita, tapi yang aku terimah darimu adalah sebuah kata2 tuduhan dusta darimu.
      kalau memang sudah salah, darimanapun asalnya tetap saja salah….
      tetapi bisa saja asalnya yang benar, tetapi Anda sendiri yang salah….
      Anda yang salah lalu mencari-cari pembenaran dengan cara menimpakan kesalahan pada suatu yang lain…

      *Dalam bahasa Inggris:
      The angels and the Spirit will ascend to Him during a Day the extent of which is fifty thousand years.
      70:4. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu ‘tahun’.
      Apa ada kata “masa” di sana?
      السنة =tahun
      فترة =masa
      Sengaja tulisan asli AQ tidak saya masukan sebab percuma saja,anda juga tidak bisa membacanya.
      kalau membaca meraba-raba seh saya bisa dikit,… cuman artinya 100 persen memang saya tidak mengerti….
      perhatikan kata ‘tahun’, itu tanda petik bukan? jangan tamba2hin lho, ntar kamu bisa kenak gorok….

      *saya beri tanda petik agar kamu paham dengan yang apa aku maksudkan bahwa tahun dan masa itu beda. Apa lagi akar katanya beda. Saya beri contoh satu lagi: Al Jin berasal dari akar kata Jann. Yang artinya tersembunyi, jadi maksud dari Jin adalah sejenis mahkluk Allah yang tidak terlihat dari mata manusia. Akar kata ini juga di gunakan untuk menamai syurga yaitu Jannah, apakah kamu mampu melihat syurga. Dan akar kata ini juga di gunakan untuk menyebut cabang bayi yaitu Janin.
      Mas Filar,
      surah 70:4 itu ada keterangan kakinya, kalau ngga salah nomor 1151,… di situ diartikan jika sekiranya Jibril itu adalah manusia maka masa yang akan ditempuh untuk mengirim satu surah itu setara dengan 50000 tahunnya manusia, sementara Jibril itu menggunakan cuman satu hari….
      Nah masalah Anda adalah dengan menggunakan dalil ini untuk menghitung usia AQ, dan untuk menghitung kecepatan Jibril…
      Anda menggunakannya seolah telah terjadi relatifitas ‘jarak waktu’ antara manusia dan Jibril, sehingga seolah telah terjadi jarak tempuh 50000 tahun oleh acuan manusia, sementara Jibril kan bukan manusia… nah karena perkalian Anda acuannya manusia, maka harus konsisten perkaliannya dalam acuan manusia, nah dengan acuan manusia itulah maka harus konsisten menerima konsekuensi bahwa AQ itu seharusnya lengkap di 23×50000 tahun ke depan,…. konsekuensi ke dua adalah Anda langsung menggunakan rumus kecepatan cahaya untuk Jibril… sementara dapat dipastikan bahwa rumus relatifitas mengtakan tidak ada suatu apapun yang melebihi kecepatan cahaya, karena itu akan membuat perangkat imaginer,… Anda dengan berani mengatakan kecepatakn Jibril jutaan km/d,… kamu itu ngawur,… nah untuk itu perlu Anda menjaga dan memfilter dogma-dogma yang tidak benar, meski itu datang dari ulama kamu, ok….

      di Indonesia ada paling tidak 4 terjemahan, nah bisa ngga Anda paste di sini 4 terjemahan itu?

      *terjemahan itu tidak masalah yang penting akar katanya apa dulu.
      benar-benar inkonsisten dan tidak adil kamu ini,…. ALKITAB diterjemahkan sehingga banyak versi terjemahannya kamu malah sewot, sekarang AQ ada 4 terjemahan di dalam Indonesia kamu tidak permasalahlah,…. aneh benar kamu ini…

      kamu sedang berdusta kepada realita kawan….
      contoh simplenya gini kawan…
      sebuah meja terbuat dari kayu biasa…
      tetapi karena meja ini berbau relijius lalu datanglah si Filar berkata, Meja ini lebih kuat dari baja tempaan…
      coba berhatikan, bukankah itu mubajir? jika meja itu terbuat dari kayu biasa, maka kekuatannya maksimum ya sekuat kayu itu, mana mungkin bisa lebih kuat dari baja tempaan?…
      sedemikian jika Jibril terbuat dari cahaya, maka kecepatan maksimumnya dia hanya diambang batas kecepatan cahaya itu… tidak mungkin lebih, tetapi Anda telah mengatakan kecepatan jibril jutaan km/d,…. Filar, sadarlah, jangan membohongi ALLAH YANG ESA…

      *saya tidak membohongan siapapun. Allah mengatakan bahwa Malaikat itu naik ke langit yang sehari kadarnya 50.000 tahun. Apa anda tidak mampu menterjemahkan bahasa Allah ini?

      21:107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Ya Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
      dogma….realita berkata lain….

      *ketika saya berkata anda katakan saya berdusta, dan ketika saya gunakan ayat2 Allah anda katakan ‘dogma dan realita berkata lain’. Maksud anda apa?
      lihat penjelasan saya di atas….

      mas Filar-mas Filar,…
      yang membuat saya heran adalah kenapa justru nabi2 mayoritas berbahasa Ibrani,… itu masalah besar bagi “skenario” allah Anda…

      *memang benar bahwa Allah banyak mengutus nabi2 dari bangsa Israel, sebab bangsa ini yang paling banyak durhaka pada Allah, kalau Allah mengutus nabi dari Indonesia untuk bangsa Israel, maka mereka akan berkata “mengapa mereka tidak menjelaskan ayat2nya?”
      itu tidak menjawab pertanyaan…
      tetapi pada masa Israel telah menyembah ALLAH, orang di Arabiah masih menyembah batu, bulan, setan, dl.l….

      ada apa dengan Quraisy sampai2 harus ‘mendewakan’ bahasa ini?

      Tidak ada apa2 dengan Quraisy sebab Al Quran itu di ciptakan Allah lebih dahulu dari dunia. Di karenakan Allah juga mengutus seorang nabi dari bangsa arab, maka Al Quran tadi Allah turunkan dalam bahasa arab, tidak mungkin dalam bahasa Indonesia. Seandainya Allah mengutus nabi untuk orang Indonesia dan nabinya juga dari Indonesia tentunnya, maka Allah akan menurunkan Al quran itu dalam bahasa Indonesia.
      Begini, sesunggunhya Al Quran itu apa bahasanya dahulu ketika masih di Lauhmahfuz hanya Allah yang tahu sebab Dia yang menciptakan, nah ketika seorang nabi Dia utus dari bangsa arab maka Allah mengconvert bahasa yang Dia sendiri yang tahu ke dalam bahasa arab, agar menjadi jelas bagi sang utusan dan umat.
      Jadi maksud Allah menurunkan Al Quran kedalam bahasa Arab artinya sebelum di masukan kedalam bahasa arab, Al Quran itu ya bahasa Allah sendiri, Dia sendirilah yang tahu. Apa kamu ngerti dengan kata ‘dalam’? tentu lawan dalam ‘luar’ ketika Al Quran masih di luar dalam arti dalam bahasa Tuhan sendiri. Tidak seorang mahklukpun yang tahu apa bahasanya.
      Anda katakan karena bahasa orang beriman, bahasa di sorga adalah bahasa Arab (logat Quraisy),… masak sorganya jadi berbahasa Indonesia?….

      ALLAH memang Saksi Yang Setia, tetapi jika IA memberikan penglihatan kepada manusia, dan ternyata penglihatan itu tidak bisa membedakan Benar dan Salah, maka siapa yang salah?….

      jadi Nabi-Nabi, Rasul-Rasul diutus sekaligus sebagai saksi, bahwa memang ALLAH itu ADA….memandang dari sini maka siapa saksimu Filar?

      *Para nabi itu saksinya adalah kami, kami saksinya adalah Rasulullah dan Rasulullah saksinya adalah Allah. Jadi saksi saya adalah Rasulullah, apa lagi?
      bagaimana kami bisa menyaksikan tentang Nabi, nabi-nabi hidup ribuan tahun sebelum kamu,…. waddduh saksi itu menurut apa seh kawan?

      ada sebuah kebiasaan dari manusia, pertama ia akan protes tetapi jika terus menerus menemukan kesalahan yang sama maka ia akan belajar menerima keadaan, kata orang jawa sudah nasib,… tetapi saya tidak seperti itu,… saya tidak bisa berdiskusi dengan Anda dengan cara beginian….

      *Lalu dengan cara apa yang anda mau? Apakah saya harus mengikuti kepercayaanmu? Begitu? Sama halnya dengan anda, tentu anda memegang kuat prinsip hidup anda, dan juga keimanan anda, kita tidak membahas rekayasa genetika ataupun bagaimana caranya bisa menembus ke galaxy lain. Yang kita bicarakan ini adalah wilayah iman, kamu tidak perna berjumpa dengan yesus kamu tapi kamu percaya bukan? Nah itu sama saja dengan saya yang tidak perna jumpa dengan Nabi tapi kami percaya dengan dia.

      14:52. (Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.
      apakah saya sedang mengajak Anda masuk agama tertentu dari awal?,… bukan itu yang saya mau, sudah saya katakan, saya hanya mau memberitakan TUHAN dan Alkitab, karena itu yang Anda perlu…

      Jadi Anda belum Islam? atau Islam belum membuat Anda cerdas? atau Anda salah satu yang dibuat allah ANda bodoh dari sononya?

      *itu adalah ayat al Quran yang saya postingkan untuk kamu. Jadi tulisan kamu di bawah ayat itu begitu tafsirnya? Hahahah.
      kembali Anda berlindung dan menimpakan kesalahan Anda pada suatu yang lain….

      maksud pertanyaan saya adalah:
      Anda sudah yakin bahwa allah ANda tidak pandang bulu, tetapi dengan mengatakan Ustad dan sementara Anda hanya seorang hamba Allah, sudah dapat dipastikan di dalam pikiran Anda ada kelas-kelas manusia,…Anda yang menciptakan kelas-kelas itu atau memang agama Anda benar-benar ada sistem kelas?…inilah bahayanya kalau keimanan seseorang diukur dari apa yang ia ketahui,… sangat berbahaya…

      *Di dalam agama kami tidak ada kelas2 hanya saja Allah meninggikan orang2 berilmu beberapa derajat.

      46:19. Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka, sedang mereka tiada dirugikan.
      tidak ada kelas, tetapi beberapa orang diangkat derajatnya, apakah itu sudah tidak membuat kelas? piye tho kang?

      1. Kiblat pertama adalah YERUSALEM, karena disitulah Bait ALLAH yang pertama,….

      *ternyata anda tidak mampu membedakan antara yang namanya bait dan kiblat.
      Kiblat, sederhananya tempat pusat perhatian,… nah karena di situ ada BAIT ALLAH maka perhatian dipusatkan ke situ, maka Kiblat ke sana….nah oleh karena itu, Kiblat pertama adalah Yerusalem karna di sanalah Bait ALLAH pertama dibangun oleh Orang YAHUDI… bukan oleh Abraham dan bukan oleh Adam….

      2. Jika Adam mendirikan Bait ALLAH, maka dapat dipastikan seluruh Nabi setelahnya akan mengajarkan dan mensyaratkan jiarah ke sana, njyatanya tidak

      *Adam memang mendirikan Ka’bah atau Bait Allah atau Baitullah sama saja. Tapi yang namanya baitullah atau bait Allah tidak sama dengan kiblat, Baitullah ya baitullah kiblat ya kiblat. Akan tetapi Baitul Maqdis memang benar Kiblat kaum muslimin yang pertama. Yang kedua adalah Baitullah sekarang.
      lihat komen saya di atas

      3. Bahkan ketika Israel di buang ke Babel (posisi kemungkinan ADAM diciptakan), Nabi Daniel justru menghadap YERUSALEM di dalam doanya, bukan ke tempat lain…

      Emang susah bicara sama kamu, saya menjadi ragu, kamu ini menyamakan kiblat dan baitullah. Hah…capek
      lihat komen saya di atas

  40. @PAR

    pada abad sekitar 9SM ada Kitab tertulis, misalnya Kitab Hakim-Hakim,… sebekumnya ada Kitab Musa,… Kitab-Kitab inilah yang ditemukan oleh Raja Yosia,…Raja Yosia adalah turunan kesekian dari Raja Daud,…. jadi kalau Ada orang yang mengajari Anda yang mengatakan Paulus mengubah Kitab yang sudah tertulis di abad 9SM, dapat dipastikan yang mengajari kamu itu Iblis.. Pendusta…

    *Begini, dalam pemikiran saya paulus itu bukan mengubah alkitabmu, paulus ini hanya mengirim surat, surat2 yang dikirim paulus ini berisikan ajaran2 yang sangat bertentangan dengan misi dan visi Nabi Isa, sehingga apa yang di ajarkan Nabi Isa tenggelam dengan adanya ajaran paulus ini. Sehingga dengan sendirinya misi Injil itu berubah, itulah sebabnya kaum muslimin mengatakan bahwa alkitabmu di ubah oleh paulus dari tarsus ini. Bukankah pencetus trinitas ini adalah dia. Di dalam pengetahuan saya paulus ini sangat cerdas di dalam politik adu domba. Dia datang kepada kaum yahudi dan mengatakan bahwa nasrani dan yunani adalah ajaran yang tidak benar, sehingga orang2 yanhudi menjadi simpati padanya. Dan ketika dia mendatangi orang2 nasrani dia menjelek2kan orang2 yunani dan yahudi, begitu dia datang ke orang yunani dia menjelek2kan orang yahudi dan nasrani. Maka seluruh ajaran2 itu dia jadikan menjadi satu, sebagian ajaran yunani, sebagian ajaran yahudi dan sebagian lagi ajaran nasrani, jadilah trinitas. Sebenarnya orang2 nasrani sendiri tidak bisa menerima ajaran ini, sebab sangat bertentangan dengan apa yang di katakan oleh Nabi Isa. Jadi paulus ini bukan mengubah alkitabmu tapi ajarannya yang di ubah.
    Kitab yang di ubah itu adalah Taurat, oleh rahib2 bani Israel. Mereka mengubah seluruh ajaran Nabi Musa yang memberatkan mereka dan menukar dengan yang lebih ringan dari itu. dan mereka mencampakan batu tulis itu dan menghancurkannya dan mereka membuat ayat2 mereka sendiri dengan harga yang rendah dan mereka mengatakan ini dari Allah.
    5:44. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.

    2:79. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.

    Sedangkan kitab Injil yang asli sampai saat ini tidak perna di temukan akibat pecahnya perang, sedangkan 12 orang murid Nabi Isa yang sholeh itu juga melarikan diri dari pengejaran orang2 yahudi. Itulah sebabnya Allah menurunkan Al Quran, seluruh ajaran Taurat dan Injil ada di dalam Al Quran.

    Mas Filar dari penjelasan yang panjang itu dapat saya temukan inkonsistensi lagi:
    1. Anda antipati Alkitab di Kanon (penggabungan), sementara islam sendiri melalui Utsman melakukan kanon (penggabungan)…

    *Sejak kapan pula Utsman melakukan pengkanonan Al Quarn? Utsman itu hanya menyuruh sahabat2nya untuk menyalin Mushaf yang ada di rumah Umar yang di simpan oleh Hafsah. Sebanyak 7 eksemplar dan mengirimnya ke berbagai daerah, dan membakar selain dari Mushaf tersebut.

    dalam konteks tertentu, itu disebut KANON (pengumpulan).
    *ketahuan kamu sekarang tidak mengerti apa itu kanon dan apocrypha. Ya sudah saya tidak akan menjelaskannya lagi.

    Perhatikan kalimatmu lagi… para pujangga Quraisy tidak menemukan yang setara dengan tatatulis AQ, artinya belum ada yang seperti itu,… itu dapat dipastikan bahwa memang sejak manusia ada tatatulis itu belum ada….

    *mana kalimat saya yang menyebut “TATA TULIS”?, kamu jangan mengubah2 apa yang saya tulis, cukuplah kitabmu sendiri menjadi korban.

    *Al Quran itu di turunkun untuk seluruh bangsa, untuk seluruh ras manusia, sebab yang membawahnya adalah Nabi Muhammad SAW, manusia yang menjadi rahmat bagi alam semesta.

    dapatkah dipastikan oleh karena ayat inilah semua Islam harus bisa membaca tulisan arab?

    *iyalah memangnya kamu muslimin memasukan anaknya ke pesantren, ngapain?

    5. Filar, sekali lagi Anda anti dogma tetapi semakin banyak dogma yang keluar dari Anda, jika benar Islam itu teguh akan ini dan itu menurutmu apakah Indonesia akan menjadi seperti ini? apakah dunia Islam selalu dianggap terbelakang di dunia ini? apa yang terjadi? yang terjadi adalah saudara Islam selalu merasa dirinya paling benar, terbukti dari bejibun kelompok-kelompok tertentu… yang patut dicontoh umat muslim seluruh dunia adalah hubungan antara Muhammadyiah dan Nahdatul Ulama…

    *Hey Par…kalau kamu tidak suka tinggal di Indonesia kamu boleh cari negara lain. Biarlah kami yang miskin dan bodoh tinggal di sini. Perbedaan antara Muhammadiyah dgn yang lainnya hanya masalah prinsip saja, tidak lebih dari itu.

    Anda sudah mengatakan Islam cerdas2… sekarang koq bilang bodoh2?….

    *kamu ini tidak mengerti dengan apa yang aku maksudkan.

    *benar di islam memang banyak inkonsisten kalau melihatnya dengan kacamata Kristen tapi tidak dengan kacamata islam sendiri.

    Orang buta tidak bisa mengatakan dirinya sendiri buta,… orang buta kiranya jangan membimbing sesamanya yang buta….

    *kalau kamu tidak buta mengapa engkau tidak melihat?

    Saya beri contoh lebih mudah dari yang di atas agar IQmu itu nambah dikit. Ngerti. Dari tadi inkonsisten melulu. Baiklah perhatikan baik-baik apa yang saya tulis dan tolong kamu plototi agar kamu mengertiiiiiiiiiiiiiiiii.
    Sebelum sholat maka harus berwuduk dahulu. Sampai disini ngerti belum? Dan ketika sholat akan didirikan tidak sengaja lepas angin dari dubur. Maka seorang mukmin harus berwuduk lagi. Tapi yang di basuh bukan dubur melainkan tangan, mata, kepala, kuping, mulut, kaki. Apakah engkau akan membantah lagi perkataanku ini? Ini adalah contoh yang paling mudah yang aku gunakan untuk menjelaskannya padamu. Kalau tidak mengerti, ya sekolah lagi hehehe

    saya ngga mengerti bagaimana Anda menghubungan inkonsistensi dengan masalah wudhu mu itu kawan,… tetapi itu semakin menimbulkan pertanyaan baru….
    oleh angin yang keluar dari duburmu itu maka tangan/kaki/d.l.l itu menjadi najis,… saya tanya, angin itu kan berada di dalam perutmu, dekat ke hatimu, lalu apakah menjadi najis seluruh perut/hatimu oleh karena angin itu?

    *saya tidak mengatakan najis, apa ada kalimat saya mengatakan najis? Itu sebabnya kamu tidak mengerti dengan islam. Ya sudah…itu sebab orang2 islam kalau mau ngomong mempunyai pembendaharaan kata yang tepat agar umat tidak sesat, bahasa Indonesia begini saja kamu tidak becus. Itulah sebabnya Utsman membakar apa yang harus di bakar. Aku tidak akan menerangkan masalah ini, engkau tanyalah sama tetanggamu yang mukmin!

    *sudah saya katakan bahwa apa yang ada di dunia ini, bisa menjadi bencana bisa menjadi manfaat, semua itu kembali kepada Allah.

    nah kalau Anda berkata tunduk kepada ALLAH, maka peliharalah fakir miskin, jangan malah membenci saudaramu yang telah mencintai fakir miskin….

    *hahaha mencintai fakir miskin kan tidak harus menconvert agama mereka bukan?

    ALLAH-ku tidak mencobai siapapun….

    *ho…hohoho hebat…hebat kalau begitu tuhanmu,

    Ketika Kristen memberi makan orang miskin Anda protes, Anda sebut Kristenisasi, tetapi ketika seluruh SD Negeri mengajar murid2 Kristen dengan Islam Anda sebut tidak apa2…., itu tidak fair,… inkonsisten, mau menang sendiri….

    *memangnya mereka yang membaca Al Quaran itu pindah agama? Lagian mana ada anak2 kristen yang pandai baca Al Quran, itu makanya kalau di ajari seharusnya bersyukur.

    kamu kalau bisa teliti semua murid Kristen di SD Negeri di daerah Jawa Barat contohnya… itu saja, lakukan penelitian baru bisa ngomong,….

    *jangan jauh2 di tempat saya ada kok bahkan teman sekelasku orang Kristen sewaktu di smp, kami berteman sangat akrab, bahkan aku sering kerumahnya, makan dan bercanda. Hanya saja ibunya menyodorkan alkitab kepadaku waktu itu aku iya2kan saja sebab aku tidak mengerti apa yang dia katakan. Kejadian itu tepatnya waktu aku kelas 1 smp. Dengan kacamatanya yang tebal dia menatapku dan berkata “di Al Quran nggak ada yang beginian” . dia tunjukan padaku sebuah ayat di alkitab aku tidak membacanya, sebab bagiku alkitab dan novel sama saja. Aku hanya mengangguk dan mengiyakan saja. Akupun tidak tahu entah apa yang aku iyakan hahaha. Kalau seandainya sekarang dia menunjukkan alkitab itu lagi padaku situasinya jadi lain.

    babi kalau sudah tidak dipelihara dan sudah tidak dapat disentuh, maka babi itu akan tinggal dihutan-hutan…. kalau binatang sudah tinggal 40 tahun di hutan maka anak cucu dapat memanggil itu babi hutan….jadi kembali ke point utama kita, jika menurutmu ada yang salah, berani ngga mengatakan salah? sebab ALLAH lebih Maha dari agama bukan?

    *rumus dari mana ini??? Babi hutan ya babi hutan, babi kampong ya babi kampong kedua2nya tetap babi namanya, kalau babi hutan halal sudah lama kaum muslimin memburuhnya. Yang namanya babi tetap saja haram. Apanya yang salah? Kalau ada hadits nabi yang tidak sesuai dengan Al Quran bahkan bertentangan saya berani mengatakan salah.

    *Kamu kan mengatakan saya berdusta makanya saya rujukan kepada Al Quran dan Hadits, jadi siapa lagi yang engkau percayai? Begitu jujurnya aku padamu, kukatakan apa yang aku ketahui dan aku luangkan waktuku untuk menemui kamu di sini, sebagai sebuah bentuk persahabatan di antara kita, tapi yang aku terimah darimu adalah sebuah kata2 tuduhan dusta darimu.

    kalau memang sudah salah, darimanapun asalnya tetap saja salah….
    tetapi bisa saja asalnya yang benar, tetapi Anda sendiri yang salah….
    Anda yang salah lalu mencari-cari pembenaran dengan cara menimpakan kesalahan pada suatu yang lain…

    *apa maksudmu dengan ucapan itu? oh jadi kamu orang yang betul, orang yang benar. Apa standar kamu mengatakan Al quran dan Rasulullah SAW salah? Apakah alkitabmu? Apa maksudmu dengan “suatu yang lain”?

    Mas Filar,
    surah 70:4 itu ada keterangan kakinya, kalau ngga salah nomor 1151,… di situ diartikan jika sekiranya Jibril itu adalah manusia maka masa yang akan ditempuh untuk mengirim satu surah itu setara dengan 50000 tahunnya manusia, sementara Jibril itu menggunakan cuman satu hari….
    Nah masalah Anda adalah dengan menggunakan dalil ini untuk menghitung usia AQ, dan untuk menghitung kecepatan Jibril…
    Anda menggunakannya seolah telah terjadi relatifitas ‘jarak waktu’ antara manusia dan Jibril, sehingga seolah telah terjadi jarak tempuh 50000 tahun oleh acuan manusia, sementara Jibril kan bukan manusia… nah karena perkalian Anda acuannya manusia, maka harus konsisten perkaliannya dalam acuan manusia, nah dengan acuan manusia itulah maka harus konsisten menerima konsekuensi bahwa AQ itu seharusnya lengkap di 23×50000 tahun ke depan,…. konsekuensi ke dua adalah Anda langsung menggunakan rumus kecepatan cahaya untuk Jibril… sementara dapat dipastikan bahwa rumus relatifitas mengtakan tidak ada suatu apapun yang melebihi kecepatan cahaya, karena itu akan membuat perangkat imaginer,… Anda dengan berani mengatakan kecepatakn Jibril jutaan km/d,… kamu itu ngawur,… nah untuk itu perlu Anda menjaga dan memfilter dogma-dogma yang tidak benar, meski itu datang dari ulama kamu, ok….

    *hahaha, begitulah…. engkau memang tidak akan pernah paham,
    di Indonesia ada paling tidak 4 terjemahan, nah bisa ngga Anda paste di sini 4 terjemahan itu?

    *terjemahan itu tidak masalah yang penting akar katanya apa dulu.

    benar-benar inkonsisten dan tidak adil kamu ini,…. ALKITAB diterjemahkan sehingga banyak versi terjemahannya kamu malah sewot, sekarang AQ ada 4 terjemahan di dalam Indonesia kamu tidak permasalahlah,…. aneh benar kamu ini…

    *hahaha Al Quran itu kalau mau di terjemahkan ke dalam seluruh bahasa di dunia ini dengan satu juta versi siapa yang sewot dan di tambah dengan satu juta versi lagi siapa yang peduli? Mau sejuta terjemahan versi bahasa Indonesia siapa yang sewot? Silahkan saja? Yang menjaga Al Quran bukan kami kok, bukan juga orang arab?

    *memang benar bahwa Allah banyak mengutus nabi2 dari bangsa Israel, sebab bangsa ini yang paling banyak durhaka pada Allah, kalau Allah mengutus nabi dari Indonesia untuk bangsa Israel, maka mereka akan berkata “mengapa mereka tidak menjelaskan ayat2nya?”

    itu tidak menjawab pertanyaan…

    tetapi pada masa Israel telah menyembah ALLAH, orang di Arabiah masih menyembah batu, bulan, setan, dl.l….

    *hahahaha mengapa tidak engkau tambah bani Israel adalah bangsa membunuh para nabi dan rasul? Jangan shok membelah bani Israel. Orang2 yahudi ini yang membuat agamamu menjadi sesat. Sehingga kalian sudah tidak tahu lagi mana Tuhan dan mana manusia! Aku ceritakan kepadamu bangsa yahudi ini agar mata kamu terbuka. Kamu tahu bangsa ini adalah bangsa yang paling kurang ajar di planet ini, bangsa yang membunuh para nabi dan rasul, bangsa yang paling durhaka kepada Tuhan.

    *kejahatan mereka yang pertama adalah menyingkirkan Yusuf dan mereka berdusta kepada Bapaknya Nabi Yakub, mereka memasukan Nabi Yusuf ke dalam sebuah sumur.

    *yang kedua mereka memanggal kepala Nabi Yahya dan meletakan kepala Nabi Yahya di atas nampan emas.

    *yang ke tiga mereka menggergaji leher Nabi Zakaria hingga putus dan menggergaji tubuhnya.

    * yang ke empat Setelah mereka selamat dari kejaran Firaun dengan di belahnya laut oleh Allah dengan perantara Nabi Musa, mereka yang selamat ini membuat anak sapi dan menyembahnya.

    *ke lima, target berikutnya adalah Nabi Isa mereka memburuh dan akan meyalibnya. Tapi Allah menlindungi Nabi Isa dengan KekuasaanNya.
    Raja Zu Nuwas yang berkuasa pada waktu itu memerintahkan kepada pasukannya agar membuat parit dan mengumpulkan kayu bakar dan membakar hidup2 kaum nasrani pengikut Nabi Isa As yang tidak mau murtad dari agamanya. Kisah ini di abadikan oleh Allah dalam Al Quran. (al Buruj 4-8)

    *Ke enam, pada masa Rasulullah SAW masih hidup mereka melakukan pengkhianatan dalam berbagai perjanjian, dengan cara membunuh salah seorang kaum muslimin, akibatnya perjanjian batal, oleh rasul mereka di usir dari Madinah. Ada tiga pengkhianatan yang di lakukan oleh yahudi terhadap Nabi. Di Pengkhianatan ketiga inilah Nabi memerangi mereka.

    *ketujuh zaman sekarang mereka ingin menghancurkan apa yang dapat mereka hancurkan di negara Palestina, setelah negara ini hancur maka mereka akan membentuk Kerajaan Sulaiman yang ke tiga. Atau Haikal Sulaiman.
    Oleh sebab itu mereka di ancam oleh Allah dengan 2 ancaman.

    Siapa bangsa yang akan menghancurkan Yahudi ini, Nabi telah menerangkan dalam sebuah hadits shahi. Bahwa yang akan menghancurkan mereka bukan Iran, bukan Irak, bukan Saudi Arabia, bukan pula negara2 islam lainnya. Yang menghancurkan mereka adalah Tentara Tuhan dari Afghanistan. Buka lah sekarang matamu lebar2 dan tataplah dunia ini dari zaman Adam sampai Muhammad, adakah kebohongan dari para Nabi Allah ini. Dan dunia ini sudah tidak lama lagi. Kami umat islam sedang menungguh siapa Tentara Tuhan yang di maksud oleh Rasul dan menancapkan benderanya di Al Quds.

    Salah satu tanda2 kiamat itu adalah hancurnya yahudi dari muka bumi ini. Itulah sebabnya banyak negara2 di dunia ini menjaga eksistensi negara ini. Mereka yang islam dan tidak islam percaya dengan hadits Rasulullah ini. Banyak orang2 barat yang masuk islam sebab apa yang di beritakan di Al Quran dan Hadits Nabi sudah menjadi kenyataan. Dan kenyataan2 yang akan datang akan tiba silih berganti. Tapi ketentuan Allah jualah yang bicara, sepandai-pandainya manusia melindungi negara init toh hukum Allah tetap berlaku.

    Anda katakan karena bahasa orang beriman, bahasa di sorga adalah bahasa Arab (logat Quraisy),… masak sorganya jadi berbahasa Indonesia?….

    *hahaha…sudahlah tidak perlu engkau merubah2 perkataan ku.

    bagaimana kami bisa menyaksikan tentang Nabi, nabi-nabi hidup ribuan tahun sebelum kamu,…. waddduh saksi itu menurut apa seh kawan?

    *Pas…perkataanmu mirip dengan perkataan orang-orang di akhirat. Hahaha engkau sendiri mengatakan bahwa islam adalah inkonsisten sekarang mengapa engkau heran?
    Ketika para Tuhan (walau sebenarnya Dia tahu) bertanya kepada Nuh, Wahai Nuh, apakah risalahKu telah engkau sampaikan kepada kaummu? Nuh menjawab “Ya Tuhanku Maha Suci Engkau, Engkau lebih mengetahui dari pada aku, tidaklah aku tinggalkan risalahMu melainkan telah aku sampaikan ke pada kaumku.” “siapakah saksimu?” jawab Nuh “Umat Muhammad!”, maka di datangkanlah umat Muhammad. “Wahai kaum muslimin, Nuh mengatakan bahwa dia telah menyampaikan risalah Tuhannya kepada kaumnya, apa kata kalian wahai kaum muslimin? Jawab Umat Muhammad “Nuh telah menyampaikan risalahMu kepada kaumnya dan di antara mereka sedikit sekali yang mengikutinya, Al QuranMu sendiri yang mengatakan demikian dan kami menjadi saksi untuk Nuh”.

    Di jawab oleh kaum Nuh yang kafir “bagaimana mungkin umat Muhammad menjadi saksi kami, kami adalah umat2 terdahulu sedangkan umat Muhammad adalah umat yang kemudian?”

    Demikianlah kami menjadi saksi untuk para nabi dan manusia, dan saksi kami adalah Rasulullah SAW. Dan rasulullah saksinya adalah Allah.

    2:143. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu…

    apakah saya sedang mengajak Anda masuk agama tertentu dari awal?,… bukan itu yang saya mau, sudah saya katakan, saya hanya mau memberitakan TUHAN dan Alkitab, karena itu yang Anda perlu…

    *cukuplah Allah saja menjadi berita untukku, engkau tidak perlu menceritakan Alkitab kepadaku.

    kembali Anda berlindung dan menimpakan kesalahan Anda pada suatu yang lain….

    *hahaha saya mau tanya kepada kamu, sepertinya engkau ini tidak pernah salah dalam hidupmu, apa bila saya menggunakan dalil Al Quran dan Al Hikmah engkau katakan aku sedang berlindung dan menimpahkan kesalahan. Hey…dengar ya manusia! alkitabmu itu lebih jauh salah lagi dari pada aku dan engkau menyembah manusia itu lebih jauh salahnya dari pada alkitabmu itu. ngerti!!! Lihat dirimu itu, bersihkah?, sucikah?, baikkah? Lihat perkataanmu itu yang tidak berpendidikan sama sekali, menuduh orang sembarang dengan segala dusta yang engkau tuduhkan padaku, engkau mengaku seorang sarjana, sarjana apa? Apakah seorang sarjana di ajarkan bagaimana memfitnah dan menuduh orang berdusta begitu?

    tidak ada kelas, tetapi beberapa orang diangkat derajatnya, apakah itu sudah tidak membuat kelas? piye tho kang?

    *Yang maksud Allah adalah Iman dan Takwanya bukan status sosialnya.

    *ternyata anda tidak mampu membedakan antara yang namanya bait dan kiblat

    Kiblat, sederhananya tempat pusat perhatian,… nah karena di situ ada BAIT ALLAH maka perhatian dipusatkan ke situ, maka Kiblat ke sana….nah oleh karena itu, Kiblat pertama adalah Yerusalem karna di sanalah Bait ALLAH pertama dibangun oleh Orang YAHUDI… bukan oleh Abraham dan bukan oleh Adam….

    *Ya sudah kalau begitu, kaum muslimin juga tahu kok walau tidak aku bantah lagi. capek

  41. @Filar

    pada abad sekitar 9SM ada Kitab tertulis, misalnya Kitab Hakim-Hakim,… sebekumnya ada Kitab Musa,… Kitab-Kitab inilah yang ditemukan oleh Raja Yosia,…Raja Yosia adalah turunan kesekian dari Raja Daud,…. jadi kalau Ada orang yang mengajari Anda yang mengatakan Paulus mengubah Kitab yang sudah tertulis di abad 9SM, dapat dipastikan yang mengajari kamu itu Iblis.. Pendusta…

    *Begini, dalam pemikiran saya paulus itu bukan mengubah alkitabmu, paulus ini hanya mengirim surat, surat2 yang dikirim paulus ini berisikan ajaran2 yang sangat bertentangan dengan misi dan visi Nabi Isa, sehingga apa yang di ajarkan Nabi Isa tenggelam dengan adanya ajaran paulus ini. Sehingga dengan sendirinya misi Injil itu berubah, itulah sebabnya kaum muslimin mengatakan bahwa alkitabmu di ubah oleh paulus dari tarsus ini. Bukankah pencetus trinitas ini adalah dia. Di dalam pengetahuan saya paulus ini sangat cerdas di dalam politik adu domba. Dia datang kepada kaum yahudi dan mengatakan bahwa nasrani dan yunani adalah ajaran yang tidak benar, sehingga orang2 yanhudi menjadi simpati padanya. Dan ketika dia mendatangi orang2 nasrani dia menjelek2kan orang2 yunani dan yahudi, begitu dia datang ke orang yunani dia menjelek2kan orang yahudi dan nasrani. Maka seluruh ajaran2 itu dia jadikan menjadi satu, sebagian ajaran yunani, sebagian ajaran yahudi dan sebagian lagi ajaran nasrani, jadilah trinitas. Sebenarnya orang2 nasrani sendiri tidak bisa menerima ajaran ini, sebab sangat bertentangan dengan apa yang di katakan oleh Nabi Isa. Jadi paulus ini bukan mengubah alkitabmu tapi ajarannya yang di ubah.
    Kitab yang di ubah itu adalah Taurat, oleh rahib2 bani Israel. Mereka mengubah seluruh ajaran Nabi Musa yang memberatkan mereka dan menukar dengan yang lebih ringan dari itu. dan mereka mencampakan batu tulis itu dan menghancurkannya dan mereka membuat ayat2 mereka sendiri dengan harga yang rendah dan mereka mengatakan ini dari Allah.
    5:44. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.

    2:79. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.

    Sedangkan kitab Injil yang asli sampai saat ini tidak perna di temukan akibat pecahnya perang, sedangkan 12 orang murid Nabi Isa yang sholeh itu juga melarikan diri dari pengejaran orang2 yahudi. Itulah sebabnya Allah menurunkan Al Quran, seluruh ajaran Taurat dan Injil ada di dalam Al Quran.

    a. Dengan melihat umat Yahudi sampai sekarang yang masih memelihara Taurat dan menanti-nantikan Mesias, maka dapat dipastikan apa yang kamu ketahui itu hanya fitnah….
    b. Paulus mengirim surat justru karena di suruh oleh YESUS, yang mana Paulus menyebut dirinya sebagai hamba YESUS KRISTUS…
    c. Sudah saya kasih tau sedikit bahwa Paulus adalah seoarang aliran Farisi yang menjaga tradisi dan budaya Yahudi sampai titik komanya Taurat dia hapal, nah karena itu pulalah pertama nya dia menolak Kekristenan, sampai ia membunuh Kristen2 pertama,…
    d. Salah satu ajaran yang dipegang Paulus adalah :”ALLAH adalah ESA”,… jadi kalau Anda katakan itu bertentangan dengan Ajaran YESUS KRistus dan TAURAT, maka dapat dipastkan yang memberitahukan yang berbeda dengan hal seperti itu kepada Anda adalah pendusta….

    Mas Filar dari penjelasan yang panjang itu dapat saya temukan inkonsistensi lagi:
    1. Anda antipati Alkitab di Kanon (penggabungan), sementara islam sendiri melalui Utsman melakukan kanon (penggabungan)…

    *Sejak kapan pula Utsman melakukan pengkanonan Al Quarn? Utsman itu hanya menyuruh sahabat2nya untuk menyalin Mushaf yang ada di rumah Umar yang di simpan oleh Hafsah. Sebanyak 7 eksemplar dan mengirimnya ke berbagai daerah, dan membakar selain dari Mushaf tersebut.
    ALKITAB texs asli tidak ada, sehingga adalah upaya untuk menyalin ulang dari sumber2 kopian tertua,… pada konteks tertentu dapat dipastikan bahwa kanon telah terjadi….cuman memang Kristen lebih jujur dalam hal ini

    dalam konteks tertentu, itu disebut KANON (pengumpulan).
    *ketahuan kamu sekarang tidak mengerti apa itu kanon dan apocrypha. Ya sudah saya tidak akan menjelaskannya lagi.
    ???

    Perhatikan kalimatmu lagi… para pujangga Quraisy tidak menemukan yang setara dengan tatatulis AQ, artinya belum ada yang seperti itu,… itu dapat dipastikan bahwa memang sejak manusia ada tatatulis itu belum ada….

    *mana kalimat saya yang menyebut “TATA TULIS”?, kamu jangan mengubah2 apa yang saya tulis, cukuplah kitabmu sendiri menjadi korban.
    diskusi semakin ngga jelas dengan Anda…. saya yang mengatakan bahwa memang tatatulis AQ belum ada sebab banu logat quraisy belum ada….

    *Al Quran itu di turunkun untuk seluruh bangsa, untuk seluruh ras manusia, sebab yang membawahnya adalah Nabi Muhammad SAW, manusia yang menjadi rahmat bagi alam semesta.

    dapatkah dipastikan oleh karena ayat inilah semua Islam harus bisa membaca tulisan arab?

    *iyalah memangnya kamu muslimin memasukan anaknya ke pesantren, ngapain?
    jadi AQ untuk seluruh bangsa dan seluruh ras, tetapi seluruh bangsa dan seluruh ras itu harus bisa membaca tulisan arab,… begitu?

    5. Filar, sekali lagi Anda anti dogma tetapi semakin banyak dogma yang keluar dari Anda, jika benar Islam itu teguh akan ini dan itu menurutmu apakah Indonesia akan menjadi seperti ini? apakah dunia Islam selalu dianggap terbelakang di dunia ini? apa yang terjadi? yang terjadi adalah saudara Islam selalu merasa dirinya paling benar, terbukti dari bejibun kelompok-kelompok tertentu… yang patut dicontoh umat muslim seluruh dunia adalah hubungan antara Muhammadyiah dan Nahdatul Ulama…

    *Hey Par…kalau kamu tidak suka tinggal di Indonesia kamu boleh cari negara lain. Biarlah kami yang miskin dan bodoh tinggal di sini. Perbedaan antara Muhammadiyah dgn yang lainnya hanya masalah prinsip saja, tidak lebih dari itu.

    Anda sudah mengatakan Islam cerdas2… sekarang koq bilang bodoh2?….

    *kamu ini tidak mengerti dengan apa yang aku maksudkan.
    kamu ngomongnya sudah semakin ngelantur itu intinya…

    *benar di islam memang banyak inkonsisten kalau melihatnya dengan kacamata Kristen tapi tidak dengan kacamata islam sendiri.

    Orang buta tidak bisa mengatakan dirinya sendiri buta,… orang buta kiranya jangan membimbing sesamanya yang buta….

    *kalau kamu tidak buta mengapa engkau tidak melihat?
    Ada orang yang tidak buta, tetapi matahatinya buta,… selidikilah hati kita masing-masing,… siapa tahu salah satu diantara kita selalu merasa benar, tau2nya buta,.. hati nuraninya buta,…

    Saya beri contoh lebih mudah dari yang di atas agar IQmu itu nambah dikit. Ngerti. Dari tadi inkonsisten melulu. Baiklah perhatikan baik-baik apa yang saya tulis dan tolong kamu plototi agar kamu mengertiiiiiiiiiiiiiiiii.
    Sebelum sholat maka harus berwuduk dahulu. Sampai disini ngerti belum? Dan ketika sholat akan didirikan tidak sengaja lepas angin dari dubur. Maka seorang mukmin harus berwuduk lagi. Tapi yang di basuh bukan dubur melainkan tangan, mata, kepala, kuping, mulut, kaki. Apakah engkau akan membantah lagi perkataanku ini? Ini adalah contoh yang paling mudah yang aku gunakan untuk menjelaskannya padamu. Kalau tidak mengerti, ya sekolah lagi hehehe

    saya ngga mengerti bagaimana Anda menghubungan inkonsistensi dengan masalah wudhu mu itu kawan,… tetapi itu semakin menimbulkan pertanyaan baru….
    oleh angin yang keluar dari duburmu itu maka tangan/kaki/d.l.l itu menjadi najis,… saya tanya, angin itu kan berada di dalam perutmu, dekat ke hatimu, lalu apakah menjadi najis seluruh perut/hatimu oleh karena angin itu?

    *saya tidak mengatakan najis, apa ada kalimat saya mengatakan najis? Itu sebabnya kamu tidak mengerti dengan islam. Ya sudah…itu sebab orang2 islam kalau mau ngomong mempunyai pembendaharaan kata yang tepat agar umat tidak sesat, bahasa Indonesia begini saja kamu tidak becus. Itulah sebabnya Utsman membakar apa yang harus di bakar. Aku tidak akan menerangkan masalah ini, engkau tanyalah sama tetanggamu yang mukmin!
    bagaimana kamu bisa mengatakan Utsman mengetahui kata yang tepat?
    bagaimana kamu bisa mengatakan bahasa Indonesia saya tidak bagus?
    Selama ini kamu masih bisa membaca dan menjawab pertanyaan saya, berarti kamu mengerti apa yang saya tanya, cuman memang beberapa tidak memuaskan, dan tidak bisa Anda jawab sehingga mengatai saya tidak bisa ini dan tidak bisa itu..,…

    *sudah saya katakan bahwa apa yang ada di dunia ini, bisa menjadi bencana bisa menjadi manfaat, semua itu kembali kepada Allah.

    nah kalau Anda berkata tunduk kepada ALLAH, maka peliharalah fakir miskin, jangan malah membenci saudaramu yang telah mencintai fakir miskin….

    *hahaha mencintai fakir miskin kan tidak harus menconvert agama mereka bukan?
    kalau Anda percaya bahwa suatu agama adalah hidayah, maka tidak ada wacana Anda harus iri dan protes dan sewot… seharusnya Anda sewot kepada allahmu, karena allahmu telah mengirim beberapa orang ke neraka dari sononya tanpa sebab…

    ALLAH-ku tidak mencobai siapapun….

    *ho…hohoho hebat…hebat kalau begitu tuhanmu,
    YA DIA Hebat dan Bijaksana….DIA adalah Allahnya allah….

    Ketika Kristen memberi makan orang miskin Anda protes, Anda sebut Kristenisasi, tetapi ketika seluruh SD Negeri mengajar murid2 Kristen dengan Islam Anda sebut tidak apa2…., itu tidak fair,… inkonsisten, mau menang sendiri….

    *memangnya mereka yang membaca Al Quaran itu pindah agama? Lagian mana ada anak2 kristen yang pandai baca Al Quran, itu makanya kalau di ajari seharusnya bersyukur.

    kamu kalau bisa teliti semua murid Kristen di SD Negeri di daerah Jawa Barat contohnya… itu saja, lakukan penelitian baru bisa ngomong,….

    *jangan jauh2 di tempat saya ada kok bahkan teman sekelasku orang Kristen sewaktu di smp, kami berteman sangat akrab, bahkan aku sering kerumahnya, makan dan bercanda. Hanya saja ibunya menyodorkan alkitab kepadaku waktu itu aku iya2kan saja sebab aku tidak mengerti apa yang dia katakan. Kejadian itu tepatnya waktu aku kelas 1 smp. Dengan kacamatanya yang tebal dia menatapku dan berkata “di Al Quran nggak ada yang beginian” . dia tunjukan padaku sebuah ayat di alkitab aku tidak membacanya, sebab bagiku alkitab dan novel sama saja. Aku hanya mengangguk dan mengiyakan saja. Akupun tidak tahu entah apa yang aku iyakan hahaha. Kalau seandainya sekarang dia menunjukkan alkitab itu lagi padaku situasinya jadi lain.
    sekarang yang tidak berbahasa INdonesia siapa kawan?…. makanya berdialoglah dengan tenang,… selidikilah hati,… tadi Anda bilang Islam tahu kata yang tepat,… sekarang buktinya NIHIL, saya ngomong SD Negeri Anda mengatakan SMP…. parah kamu itu kawan….

    babi kalau sudah tidak dipelihara dan sudah tidak dapat disentuh, maka babi itu akan tinggal dihutan-hutan…. kalau binatang sudah tinggal 40 tahun di hutan maka anak cucu dapat memanggil itu babi hutan….jadi kembali ke point utama kita, jika menurutmu ada yang salah, berani ngga mengatakan salah? sebab ALLAH lebih Maha dari agama bukan?

    *rumus dari mana ini??? Babi hutan ya babi hutan, babi kampong ya babi kampong kedua2nya tetap babi namanya, kalau babi hutan halal sudah lama kaum muslimin memburuhnya. Yang namanya babi tetap saja haram. Apanya yang salah? Kalau ada hadits nabi yang tidak sesuai dengan Al Quran bahkan bertentangan saya berani mengatakan salah.
    dari sekian diskusi kita seharusnya Anda sudah bisa menemukannya…. salah satunya adalah dengan mengatakan ALLAH mengirimkan beberapa manusia ke neraka dari sononya
    yang kedua, dengan mengatakan ANUGERAH tetapi masih mempertahankan TIMBANGAN kebaikan… d.l.l

    *Kamu kan mengatakan saya berdusta makanya saya rujukan kepada Al Quran dan Hadits, jadi siapa lagi yang engkau percayai? Begitu jujurnya aku padamu, kukatakan apa yang aku ketahui dan aku luangkan waktuku untuk menemui kamu di sini, sebagai sebuah bentuk persahabatan di antara kita, tapi yang aku terimah darimu adalah sebuah kata2 tuduhan dusta darimu.

    kalau memang sudah salah, darimanapun asalnya tetap saja salah….
    tetapi bisa saja asalnya yang benar, tetapi Anda sendiri yang salah….
    Anda yang salah lalu mencari-cari pembenaran dengan cara menimpakan kesalahan pada suatu yang lain…

    *apa maksudmu dengan ucapan itu? oh jadi kamu orang yang betul, orang yang benar. Apa standar kamu mengatakan Al quran dan Rasulullah SAW salah? Apakah alkitabmu? Apa maksudmu dengan “suatu yang lain”?
    dasar saya adalah dengan berdiskusi dengan Anda….

    Mas Filar,
    surah 70:4 itu ada keterangan kakinya, kalau ngga salah nomor 1151,… di situ diartikan jika sekiranya Jibril itu adalah manusia maka masa yang akan ditempuh untuk mengirim satu surah itu setara dengan 50000 tahunnya manusia, sementara Jibril itu menggunakan cuman satu hari….
    Nah masalah Anda adalah dengan menggunakan dalil ini untuk menghitung usia AQ, dan untuk menghitung kecepatan Jibril…
    Anda menggunakannya seolah telah terjadi relatifitas ‘jarak waktu’ antara manusia dan Jibril, sehingga seolah telah terjadi jarak tempuh 50000 tahun oleh acuan manusia, sementara Jibril kan bukan manusia… nah karena perkalian Anda acuannya manusia, maka harus konsisten perkaliannya dalam acuan manusia, nah dengan acuan manusia itulah maka harus konsisten menerima konsekuensi bahwa AQ itu seharusnya lengkap di 23×50000 tahun ke depan,…. konsekuensi ke dua adalah Anda langsung menggunakan rumus kecepatan cahaya untuk Jibril… sementara dapat dipastikan bahwa rumus relatifitas mengtakan tidak ada suatu apapun yang melebihi kecepatan cahaya, karena itu akan membuat perangkat imaginer,… Anda dengan berani mengatakan kecepatakn Jibril jutaan km/d,… kamu itu ngawur,… nah untuk itu perlu Anda menjaga dan memfilter dogma-dogma yang tidak benar, meski itu datang dari ulama kamu, ok….

    *hahaha, begitulah…. engkau memang tidak akan pernah paham,
    kalau saya tidak paham tolong Anda counter keterangan saya mengenai surah 70:4 itu….

    di Indonesia ada paling tidak 4 terjemahan, nah bisa ngga Anda paste di sini 4 terjemahan itu?

    *terjemahan itu tidak masalah yang penting akar katanya apa dulu.

    benar-benar inkonsisten dan tidak adil kamu ini,…. ALKITAB diterjemahkan sehingga banyak versi terjemahannya kamu malah sewot, sekarang AQ ada 4 terjemahan di dalam Indonesia kamu tidak permasalahlah,…. aneh benar kamu ini…

    *hahaha Al Quran itu kalau mau di terjemahkan ke dalam seluruh bahasa di dunia ini dengan satu juta versi siapa yang sewot dan di tambah dengan satu juta versi lagi siapa yang peduli? Mau sejuta terjemahan versi bahasa Indonesia siapa yang sewot? Silahkan saja? Yang menjaga Al Quran bukan kami kok, bukan juga orang arab?
    intinya adalah dengan apa Utsman menetapkan mana logat dan script yang benar? dengan dasar kesamaan suku dengan rasulullah bukan,.. bukan dengan allah Anda, bukan dengan nabi Anda…artinya allah Anda tidak menjaganya….sekali lagi Anda bukan tipe orang jujur dan tidak adil

    *memang benar bahwa Allah banyak mengutus nabi2 dari bangsa Israel, sebab bangsa ini yang paling banyak durhaka pada Allah, kalau Allah mengutus nabi dari Indonesia untuk bangsa Israel, maka mereka akan berkata “mengapa mereka tidak menjelaskan ayat2nya?”

    itu tidak menjawab pertanyaan…

    tetapi pada masa Israel telah menyembah ALLAH, orang di Arabiah masih menyembah batu, bulan, setan, dl.l….

    *hahahaha mengapa tidak engkau tambah bani Israel adalah bangsa membunuh para nabi dan rasul? Jangan shok membelah bani Israel. Orang2 yahudi ini yang membuat agamamu menjadi sesat. Sehingga kalian sudah tidak tahu lagi mana Tuhan dan mana manusia! Aku ceritakan kepadamu bangsa yahudi ini agar mata kamu terbuka. Kamu tahu bangsa ini adalah bangsa yang paling kurang ajar di planet ini, bangsa yang membunuh para nabi dan rasul, bangsa yang paling durhaka kepada Tuhan.
    kamu ngga bisa nangkap, di ISRAEL sejak jaman dahulu sudah menyembah ALLAH, dimana saat yang sama mereka mengenal ALLAH, di arabiah orang masih menyembah BATU, SETAN, BULAN, d.l.l, …itu pelanggaran yang sama dan amat mengerikan ….Memang beberapa jahat, dan beberapa masih bisa bertahan dan kuat….

    *kejahatan mereka yang pertama adalah menyingkirkan Yusuf dan mereka berdusta kepada Bapaknya Nabi Yakub, mereka memasukan Nabi Yusuf ke dalam sebuah sumur.
    dan Yusuf masih tetap orang Yahudi bukan? berarti memang masih ada yang baik…

    *yang kedua mereka memanggal kepala Nabi Yahya dan meletakan kepala Nabi Yahya di atas nampan emas.
    yang memenggal itu bukan YAHUDI kawan, tetapi penguasa perwakilan Romawi di Yudea… revisi pengetahuanmu yang satu ini juga

    *yang ke tiga mereka menggergaji leher Nabi Zakaria hingga putus dan menggergaji tubuhnya.
    dan beberapa leher sesama muslim juga dipenggal oleh Utsman bukan?

    * yang ke empat Setelah mereka selamat dari kejaran Firaun dengan di belahnya laut oleh Allah dengan perantara Nabi Musa, mereka yang selamat ini membuat anak sapi dan menyembahnya.
    Musa juga Yahudi bukan?

    *ke lima, target berikutnya adalah Nabi Isa mereka memburuh dan akan meyalibnya. Tapi Allah menlindungi Nabi Isa dengan KekuasaanNya.
    Raja Zu Nuwas yang berkuasa pada waktu itu memerintahkan kepada pasukannya agar membuat parit dan mengumpulkan kayu bakar dan membakar hidup2 kaum nasrani pengikut Nabi Isa As yang tidak mau murtad dari agamanya. Kisah ini di abadikan oleh Allah dalam Al Quran. (al Buruj 4-8)
    ini menarik, pertanyaan saya, ISA itu manusia atau bukan? dimana beliau sekarang?

    *Ke enam, pada masa Rasulullah SAW masih hidup mereka melakukan pengkhianatan dalam berbagai perjanjian, dengan cara membunuh salah seorang kaum muslimin, akibatnya perjanjian batal, oleh rasul mereka di usir dari Madinah. Ada tiga pengkhianatan yang di lakukan oleh yahudi terhadap Nabi. Di Pengkhianatan ketiga inilah Nabi memerangi mereka.
    kenapa Anda melupakan, bukankah mayoritas nabi juga YAHUDI, kenapa ANda melupakan itu?

    *ketujuh zaman sekarang mereka ingin menghancurkan apa yang dapat mereka hancurkan di negara Palestina, setelah negara ini hancur maka mereka akan membentuk Kerajaan Sulaiman yang ke tiga. Atau Haikal Sulaiman.
    Oleh sebab itu mereka di ancam oleh Allah dengan 2 ancaman.

    Siapa bangsa yang akan menghancurkan Yahudi ini, Nabi telah menerangkan dalam sebuah hadits shahi. Bahwa yang akan menghancurkan mereka bukan Iran, bukan Irak, bukan Saudi Arabia, bukan pula negara2 islam lainnya. Yang menghancurkan mereka adalah Tentara Tuhan dari Afghanistan. Buka lah sekarang matamu lebar2 dan tataplah dunia ini dari zaman Adam sampai Muhammad, adakah kebohongan dari para Nabi Allah ini. Dan dunia ini sudah tidak lama lagi. Kami umat islam sedang menungguh siapa Tentara Tuhan yang di maksud oleh Rasul dan menancapkan benderanya di Al Quds.

    Salah satu tanda2 kiamat itu adalah hancurnya yahudi dari muka bumi ini. Itulah sebabnya banyak negara2 di dunia ini menjaga eksistensi negara ini. Mereka yang islam dan tidak islam percaya dengan hadits Rasulullah ini. Banyak orang2 barat yang masuk islam sebab apa yang di beritakan di Al Quran dan Hadits Nabi sudah menjadi kenyataan. Dan kenyataan2 yang akan datang akan tiba silih berganti. Tapi ketentuan Allah jualah yang bicara, sepandai-pandainya manusia melindungi negara init toh hukum Allah tetap berlaku.
    Islam memang membenci amat sangat suku/ras yang satu ini,… karena bagi saya YAHUDI memiliki kunci pendustaan agama-agama….

    Anda katakan karena bahasa orang beriman, bahasa di sorga adalah bahasa Arab (logat Quraisy),… masak sorganya jadi berbahasa Indonesia?….

    *hahaha…sudahlah tidak perlu engkau merubah2 perkataan ku.
    bahasa Indonesia sekali lagi harus di cek, saya sedang tidak erubah2 perkataan Anda, saya justru sedang bertanya….

    bagaimana kami bisa menyaksikan tentang Nabi, nabi-nabi hidup ribuan tahun sebelum kamu,…. waddduh saksi itu menurut apa seh kawan?

    *Pas…perkataanmu mirip dengan perkataan orang-orang di akhirat. Hahaha engkau sendiri mengatakan bahwa islam adalah inkonsisten sekarang mengapa engkau heran?
    Ketika para Tuhan (walau sebenarnya Dia tahu) bertanya kepada Nuh, Wahai Nuh, apakah risalahKu telah engkau sampaikan kepada kaummu? Nuh menjawab “Ya Tuhanku Maha Suci Engkau, Engkau lebih mengetahui dari pada aku, tidaklah aku tinggalkan risalahMu melainkan telah aku sampaikan ke pada kaumku.” “siapakah saksimu?” jawab Nuh “Umat Muhammad!”, maka di datangkanlah umat Muhammad. “Wahai kaum muslimin, Nuh mengatakan bahwa dia telah menyampaikan risalah Tuhannya kepada kaumnya, apa kata kalian wahai kaum muslimin? Jawab Umat Muhammad “Nuh telah menyampaikan risalahMu kepada kaumnya dan di antara mereka sedikit sekali yang mengikutinya, Al QuranMu sendiri yang mengatakan demikian dan kami menjadi saksi untuk Nuh”.

    Di jawab oleh kaum Nuh yang kafir “bagaimana mungkin umat Muhammad menjadi saksi kami, kami adalah umat2 terdahulu sedangkan umat Muhammad adalah umat yang kemudian?”

    Demikianlah kami menjadi saksi untuk para nabi dan manusia, dan saksi kami adalah Rasulullah SAW. Dan rasulullah saksinya adalah Allah.

    2:143. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu…
    SAKSI itu adalah suatu yang bisa melihat, menyaksikan suatu kejadian…. masak kamu mengatakan kamu saksinya nabi-nabi…? dogma?

    apakah saya sedang mengajak Anda masuk agama tertentu dari awal?,… bukan itu yang saya mau, sudah saya katakan, saya hanya mau memberitakan TUHAN dan Alkitab, karena itu yang Anda perlu…

    *cukuplah Allah saja menjadi berita untukku, engkau tidak perlu menceritakan Alkitab kepadaku.
    jika tidak perlu segeralah minggat dari blog ini, karena blog ini berisi berita tentang TUHAN dan ALKITAB….

    kembali Anda berlindung dan menimpakan kesalahan Anda pada suatu yang lain….

    *hahaha saya mau tanya kepada kamu, sepertinya engkau ini tidak pernah salah dalam hidupmu, apa bila saya menggunakan dalil Al Quran dan Al Hikmah engkau katakan aku sedang berlindung dan menimpahkan kesalahan. Hey…dengar ya manusia! alkitabmu itu lebih jauh salah lagi dari pada aku dan engkau menyembah manusia itu lebih jauh salahnya dari pada alkitabmu itu. ngerti!!! Lihat dirimu itu, bersihkah?, sucikah?, baikkah? Lihat perkataanmu itu yang tidak berpendidikan sama sekali, menuduh orang sembarang dengan segala dusta yang engkau tuduhkan padaku, engkau mengaku seorang sarjana, sarjana apa? Apakah seorang sarjana di ajarkan bagaimana memfitnah dan menuduh orang berdusta begitu?
    yang menyembah manusia siapa?

    tidak ada kelas, tetapi beberapa orang diangkat derajatnya, apakah itu sudah tidak membuat kelas? piye tho kang?

    *Yang maksud Allah adalah Iman dan Takwanya bukan status sosialnya.
    apakah saya katakan status sosial di atas,….kelas yang saya maksud bisa apa saja, termasuk derajad,… nah jika allah Anda telah menentukan seseorang cerdas dan bodoh, dan malah menaikkan derajat orang2 tertentu, maka dapat dipastikan yang belajarlah yang naik derajadnya,… nah jika sudah dari awal ada yang cerdas dan yang bodoh, apa bisa yang bodoh naik derajadnya, wong dia sudah dibodohkan oleh allah Anda…intinya allah Anda membuat kelas dari awal, yaitu kelas bodoh dan kelas pintar, yang ujungnya menjadi ada kelas derajad…

    *ternyata anda tidak mampu membedakan antara yang namanya bait dan kiblat

    Kiblat, sederhananya tempat pusat perhatian,… nah karena di situ ada BAIT ALLAH maka perhatian dipusatkan ke situ, maka Kiblat ke sana….nah oleh karena itu, Kiblat pertama adalah Yerusalem karna di sanalah Bait ALLAH pertama dibangun oleh Orang YAHUDI… bukan oleh Abraham dan bukan oleh Adam….

    *Ya sudah kalau begitu, kaum muslimin juga tahu kok walau tidak aku bantah lagi. capek
    semoga pengetahuanmu yang satu ini juga dapat direvisi….

  42. sekumpulan orang bodoh dan idiot yang mempeributkan suatu hal yang tidak penting


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: