Kuberikan Hatiku

Oktober 20, 2010 pukul 8:33 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

(Tehilim 119:112 [WLC])
נָטִיתִי לִבִּי לַעֲשֹׂות חֻקֶּיךָ לְעֹולָם עֵֽקֶב׃

Transliterasi: natiti libi laasot hhukekha leolam ekev:
natati kata dasarnya nathah = memberi (akhiran i berarti orang pertama tunggal)
libi kata dasarnya leb=hati (akhiran i berarti orang pertama tunggal)
laasot kata dasarnya ashah = membuat
hhukekha kata dasarnya chok = perjanjian/ketetapan
leolam kata dasarnya olam = kekal
ekev = hasil, akibatnya…

bandingkan dengan dua terjemahan Indonesia berikut:
(Mazmur 119:112 [ITB])
Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir.

(Mazmur 119:112 [IBIS])
Aku berhasrat mentaati ketetapan-Mu sampai akhir hidupku.

dicondongkan

dicondongkan

Sebelum kita percaya, maka ada seoalh dua kebenaran yang menonjol. Kita memiliki kebenaran diri kita sendiri. Sekali lagi karena memang kebenaran itu ada sifat subjektifnya. Ketika kita diperkenalkan tentang sesuatu, tentu telinga kitalah yang pertama bekerja, sebab pengajaran masuk melalui telinga, beberapa yang dapat kita lihat akan membantu, dan apa yang kita rasakan semakin menguatkan, lalu muara, pintu dari masuknya kehidupan rohani adalah hati kita. Ketika hati kita setuju maka kita mengaku melalui mulut dengan berkata: “Aku percaya”. Ketika mengaku percaya inilah TUHAN memberikan anugerah-anugerah khusus. Salah satunya adalah pengenalan akan DIA, dan kehausan untuk bersekutu dengan DIA. Kita sudah beranjak dewasa, kita harus bertumbuh dari keadaan kita yang dikatakan bayi-bayi iman,… proses ini disebut “mencondongkan” hati kita kepada ketetapan yang TUHAN berikan. Ketetapan yang TUHAN berikan telah IA tanamkan di dalam hati kita, sebab bukan lagi loh batu bertulis yang IA berikan tetapi ROH ALLAH sendiri,….Jadi nuranilah yang ditekankan di sini. Seperti kata Paulus: “Aku bisa makan apa saja, halal, haram, tidak ada faedahnya, tetapi jika oleh apa yang aku makan itu orang lain berdosa, maka sia-sialah semuanya”. Jadi hati kita inilah yang pertama kita berikan untuk semakin diisi oleh ROH TUHAN, sebab hati kita itu amat sangat dalam, rumit dan dapat dikatakan menggambarkan kedalam Kasih TUHAN. Ketika hati kita setujui untuk diisi dan diperbaharui maka ijinkanlah TUHAN bekerja, maka mulut, telinga, pikiran, kaki dan tangan kita semua bekerja serempak, sama tujuannya, sama pandangannya,… dan kitapun menjadi seperti anggota dari kumpulan anggota-anggota tubuh Kristus. Tubuh ROHANIAH yang kaya akan kasih karunia dan kebenaran.

Ketika segala perbuatan kita condong kepada Hukum TUHAN, maka TUHAN melihat ROH ALLAH di dalam kita, bukanlah daging kita yang dilihatNYA, sebab kalau TUHAN melihat kedagingan kita maka semuanya kita pasti akan binasa, tetapi terpujilah TUHAN atas kasihNYA, IA mau memberikan ROHNYA kepada kita… berkemah di dalam kita… dan ketika TUHAN memberikanNYA dengan kemurahanNYA Yang kaya, maka mari kita semakin condong kepada DIA,…

“TUHAN, aku tahu ini pekerjaan yang amat sangat berat, karena begitu kuatnya daging ini melawan”.

shalom

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: