Bayi yang harus bertumbuh

Oktober 15, 2010 pukul 1:45 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 6 Komentar
Tag: , , ,

Kita sudah membicarakan tentang lahir baru dua kali,
bisa dilihat di link berikut:
1. Lahir baru seperti apa seh kang
2. Relijius alias beragama

Mendengar kata lahir, berarti kita akan teringat akan sosok bayi. Sedemikian juga bahwa seorang yang baru lahir di dalam roh, adalah bayi-bayi rohaniah.
Mereka butuh bimbingan, perlu makanan lunak, nutrisi yang mumpuni supaya dapat bertumbuh dengan baik dan sehat.
Di dalam masa-masa inilah para lahir baru perlu mendapat bimbingan yang benar dari pengajar-pengajar yang benar. Pengajar yang benar adalah mereka yang gemar akan Firman TUHAN, yang sudah dewasa di dalam iman….yang makanan kesehariannya adalah makanan-makanan keras, yang pahit, kenyang dengan garam dan penderitaan dunia…yang memiliki roh yang bersatu dengan ROH TUHAN…Dan begitulah seterusnya bayi-bayi rohaniah itu akan tiba masanya untuk dilepas sendiri, bergumul sendiri dengan TUHANnya,… sebab iman adalah perkara hubungan kita dengan TUHAN.

Perihal pertumbuhan “bayi rohaniah” ini, Perjanjian Baru sering mengucapkan secara langsung, demikian:

Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya.
(1Korintus 3:2)

Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
(Ibrani 5:12)

Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.
(Ibrani 5:14)

Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis.
(1Timotius 3:6)


sumber gambar:
http://hatasipasingot.wordpress.com

Artinya, kita yang baru lahir baru, para bayi-bayi iman, harus bertumbuh,… bahkan kita yang sudah hidup oleh kelahiran baru itu harus juga terus bertumbuh, sehingga pengenalan kita akan Kristus akan semakin dalam, semakin tinggi, semakin luas, semakin baharu senantiasa…disempurnakan, dan berbahagialah mereka yang tidak kandas imannya. Kandas artinya tidak tahan uji. Pertumbuhan itu ibarat kelas di sekolah, selalu ada ujian-ujian yang menyertai. Ujian ada karena kita masih hidup di dalam tubuh kita yang fana, keinginan tubuh kita sering melawan keinginan rohaniah kita.

Bertumbuh dengan sehat, karena kita dilahirkan dari ajaran yang sehat, dari ROH Kristus.
Salam

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. jika bayi lalu jadi anak lalu jadi anak muda dst Semakin tua semakin besar makanannya pasti makin keras ya, tapi nanti kalo sudah tua beneran terpaksa harus makan bubur lagi karena giginya juga gak ada sudah ompong, kembali seperti masa-masa waktu masih bayi . Siklus manusia memang sungguh menarik.

    • @lovepassword

      bicara soal iman dan diberkati TUHAN itu bukan bicara seperti itu lagi…
      kalau Anda baca perihal Musa, justru semakin tua dia semakin kuat, ingat usia 80 tahun ia memulai perang, dan tenaganya tidak berkurang…

      ayolah lovepassword, jangan jadi anak kecil lagi pengertiannya, … beranjaklah dari tubuh Anda itu,.. jangan sampai ‘ketiak ibu’ Anda menjadi ‘pengayom ‘sampai hari tua Anda…

      salam

      • Hi Hi Hi..kamu yang tidak konsisten dalam membuat analogi, mengapa aku yang malah kamu sembur

        kalau Anda baca perihal Musa, justru semakin tua dia semakin kuat, ingat usia 80 tahun ia memulai perang, dan tenaganya tidak berkurang…===> Mana ada orang makin tua makin kuat… duh…Yang bener itu ada masa dimana manusia lemah , semakin kuat sampai optimum lalu juga ada masanya melemah. Semua siklus hidup itu ya gitu…Mau diberkati kek mau nggak, yang namanya hukum alam itu kalo tua tambah lemah seperti bayi. Semua manusia akan mengalami itu. Itu normal normal saja gak perlu diingkari. Cuma bedanya bayi gak punya kuasa, tetapi sebagian orang tua biarpun melemah tetapi mencoba menyangkal hukum alam semesta bahwa ada masa daun2 mulai layu , sehingga perlu regenerasi. Lha mereka ingin membuktikan masih mampu dsb. Bagus-bagus saja itu. Tetapi tidak ada satupun manusia yang bisa menolak hukum Kalo tua pasti akan semakin lemah. Ada siklus hidup begitu untuk semua manusia bahkan juga untuk hewan, dll…Jadi yah analogimu tidak konsisten. Menurutku gitu sih. Gimana…? Setujukah?

      • @lovepassword

        Anda bicara fisiknya
        saya bicara rohaniahnya..

        semakin lama ember diisi air semakin banyak isinya
        ….
        kata orang umum makin tua makin banyak garam yang dimakan, sehingga pepatahnya menjadi “banyak makan garam”…

        miss orientasi lagi Anda ini…

        hayolah bayi lovepassword, saatnya melangkah untuk bertumbuh dewasa,… jangan biarkan ketiak logika lamamu menjadi pedoman,.. selamanya kamu akan menjadi bayi…

        salam

  2. kalo kamu lihat semua fase peningkatan itu bentuknya seperti gunung, menanjak sampe puncak lalu turun, ada titik optimum lho . Lha titik optimum itu bisa saja di geser misalnya lebih ke kanan tetapi hukum utamanya masih tetap. Hebat gak teoriku ?

    • @lovepassword

      ada dua dimensi di dalam pertumbuhan manusia,

      ketika ia naik, ia terkadang diturunkan untuk mendapatkan bentuk naik yang lain…
      jadi main streamnya tetap naik, cuman ada yang perlu diturunkan untuk menaikkan variable yang lain…

      itu yang disebut mengenal KRISTUS semakin dalam, semakin luas, semakin tinggi dan seterusnya…
      dan disitulah terkadang ada orang gagal, dan bahkan sampai murtad…
      Anda juga gagal di titik tertentu… Anda tidak mau diturunkan, karena Anda puas dengan pengetahuan Anda itu…

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: