Bagaimana itu terjadi?

Oktober 14, 2010 pukul 5:21 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 13 Komentar
Tag: , ,

kayu kasar-jadi kursi halus

kayu kasar-jadi kursi halus


sumber gambar:
http://www.buildingconservation.com/articles/wood/wood.htm
http://gitarahmi-queenzza.blogspot.com

Sehingga dari mekanis di atas pengetahuan manusia dapat menaksir durasi yang diperlukan untuk mengubah sebuah kayu kasar, menjadi gelondong kayu yang rapih dan kemudian berubah menjadi kursi kayu yang manis…

Bandingkan dengan cara TUHAN berikut:

ex nihilo

ex nihilo

sumber gambar globe dari:
http://www.maps-continents.com/globe-africa-asia.htm

Ada dua point yang dapat kita kumandangkan secara lantang;
1. Pengetahuan manusia tidak dapat menjelaskan keadaan dari nol (artinya pengetahuan manusia tidak dapat menjelaskan bagaimana kayu ada), tetapi TUHAN melalui Alkitab dapat menjelaskan kepada kita dari sejak awal, dari titik nol, yaitu dari “ketiadaan menjadi ada”, yang kemudian disebut “ex nihilo”.

2. Pengetuan manusia dapat menjelaskan bagaimana sesuatu menjadi dari titik tertentu, durasi dan prosesnya. Sedang TUHAN melalui Akitab menjelaskan bagaimana semua itu menjadi, yaitu melalui Keajaiban. Contoh, tentang mukjizat YESUS dari air menjadi anggur, secara pengetahuan itu dapat dijelaskan, dan membutuhkan ratusan tahun, mungkin, untuk menjadikan fermentasi air menjadi anggur (lihat artikelnya di sini Ketika manusia menghitung MUKJIZAT), tetapi Alkitab menjelaskan tentang kuasa, dengan berfirman, maka air menjadi anggur, dengan berfirman maka dari ketiadaan menjadi ada.

Jadi, bagaimana itu terjadi?
Dengan Firman TUHAN, alam semesta dan isinya menjadi ada dari ketiadaan.
Jika bicara proses, durasi normal tanpa mukjizat, tanyakanlah sama para ahli, para pakar ilmu pengetahuan…mereka dapat menjelaskannya, yang perlu diingat, ada mukjizat, ada kuasa TUHAN yang membatasi segala sesuatu dari pengetahuan manusia itu…

shalom

Iklan

13 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sehingga dari mekanis di atas pengetahuan manusia dapat menaksir durasi yang diperlukan untuk mengubah sebuah kayu kasar, menjadi gelondong kayu yang rapih dan kemudian berubah menjadi kursi kayu yang manis…

    ===> Secara teoritis binti praktis rasanya malah gak mungkin kalo kayu gelondongan terus dibuat kursi….

    Kursi itu dibuat dari sisa-sisa kayu…
    Jangan-jangan konsep manusia juga berasal dari sisa-sisa ..Entahlah..

    • @lovepassword

      bisa diperjelas maksud Anda?
      Anda mis orientasi di kayu gelondongan yang bisa di “gergaji” lalu menjadi “papan” lalu menjadi kursi? atau Anda stag di bagian sisa-sisa?

      salam

      • Kalo kamu tukang kayu, kamu pasti tahu, kursi tidak dibuat dari kayu gelondongan. Kursi yang indah itu dibuat dari sisa-sisa kayu ^_^

      • @lovepassword

        saya ngga musti mengatakan kepada Anda bahwa sisa dari makanan yang terbaiklah yang Anda berikan ke anjing bukan?

        kecuali Anda lebih rendah dari Anjing, sehingga sisa makanan yang Anda makan sendiri lalu yang terbaiknya Anda berikan ke Anjing Anda…itu lain hal…

        Yang pasti Kristus memanggil kita dari kumpulan2 yang rusak menjadi yang terbaik…

        salam

      • Bagus..bagus pidatomu itu mengingatkan aku kalimat terkenal Yesus soal meja makan. Terbukti lagi-lagi aku benar : Yang diberikan kepadamu memang cuma sisa-sisa makanan.
        “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing”

        Yang ngomong Yesus kan bukan aku .
        Lha apakah sisa-sisa itu jadi baik atau nggak kan tergantung penerimaan yang menerima : Apakah anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya? Atau anjing itu mengingkari kalo dirinya memang cuma diijinkan makan remah ? Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.

        Bagus..bagus kayaknya teori sisa-sisa ini bagus juga… Kursi tidak perlu dibuat dari kayu gelondongan cukup dari limbah kayu. Anjing juga tidak perlu makan nasi kebuli makan remah roti pun cukup bukan ? Hi Hi Hi..kayaknya gitu sih. Sip deh….
        Dengan begini manusia tidak perlu kebesaran gaya…^_^

      • @lovepassword

        Anda berkata seolah membuktikan sesuatu, Anda sama sekali tidak mengerti kata2 saya di atas…

        salam

  2. paling tidak ada 3 kemungkinan terbesar alam semesta menjadi benar ada, yakni:

    1) alam semesta diciptakan oleh pencipta ===> dianut oleh orang theis-kreasionis

    2) alam semesta tercipta secara kebetulan (spontan) tanpa memerlukan keberadaan pencipta ===> dianut oleh orang non-theis yg cinta sains

    3) alam semesta itu sudah ada, selalu ada, dan mengalami perubahan menjadi bentuk2 yg lain ===> dianut oleh orang non-theis yg cinta filsafat (^^)

  3. memang benar ada kemungkinan terbesar alam semesta diciptakan oleh pencipta, entah itu Alien, Tuhan, Gajah polkadot, Genderuwo, dsb… tapi akan semakin kecil kemungkinannya klo mengatakan alam semesta hanya diciptakan oleh Tuhan, sang pencipta yang Satu (Esa) yg mana belum ada bukti apakah Ia benar ada dan benar mampu serta mau mencipta…^^

    “Ini-itu mungkin diciptakan oleh pencipta” tidaklah keliru, tapi akan keliru jadinya klo mengatakan pencipta alam semesta itu hanya Gajah Polkadot yang Satu,,,

    merah itu (salah satu) warna betul,,, warna itu (hanya) merah keliru…

    Salam 😉

    • @Mas Herwitz

      coba berikan bukti kepada saya Bahasa Indonesia itu sampai bisa masuk ke “mulut” saudara sehingga dapat berkata-kata di dalam bahasa Indonesia..

      saya tunggu..

      salam

      • Par:
        coba berikan bukti kepada saya Bahasa Indonesia itu sampai bisa masuk ke “mulut” saudara sehingga dapat berkata-kata di dalam bahasa Indonesia..
        __________________
        Lhaa,,, berarti kmu menuntut aku utk memberikan bukti PROSES bagaimana aku bisa berkata-kata. Yap, aku bukan makhluk yang Serba-Bisa, tentu aku tidak dapat membuktikan proses-nya secara langsung dihadapanmu. Tapi, kita masih bisa mengetahui yg belum atau tidak diketahui melalui yg diketahui.

        Yang belum diketahui:
        proses bagaimana aku bisa berkata-kata

        Yang diketahui:
        Aku dan kamu itu manusia.
        Sampai saat ini tidak ada manusia yg bisa berbahasa indo (dgn lancar) tanpa proses belajar.

        Jadi, karena aku dan kamu itu manusia, aku dan kamu juga tau dan terbukti benar perlu proses belajar (membaca, menulis, mendengarkan, dll) agar dpt berkata-kata dlm bahasa indo dgn lancar…

        Mungkin gitu,,, ^_^

      • @herwitz

        coba Anda terapkan cara berpikir dan penyelesaian Anda itu tentang bagaimana cara menerima bahwa TUHAN itu ada, mencipta dan berkarya..

        semoga bisa..

        salam

      • Tidak sesuai lahh,,,

        Aku manusia, Dia bukan manusia…
        Aku tidak Maha Kuasa, Dia (katanya) Maha Kuasa,,,

        Aku tidak dapat membuktikan diriku benar ada itu wajar karena aku tidak mampu, sedangkan Tuhan, apakah juga tidak mampu membuktikan eksistensi-Nya???? ^^

        Salam 😉

      • @Herwitz

        mbulet bahasane….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: