Pilihan tak bersyarat, bukan karena perbuatan

Oktober 13, 2010 pukul 9:53 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , ,

Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel.
Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya.
Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: “Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu.”
(Kejadian 29:16-18)

Jika kita telusuri hidup Yakub, akan mudah bagi kita menyimpulkan bagaimana kehidupan dari Yakub.
Alkitab sangat jujur menceritakan segala sesuatu. Bagaimana tidak, sebab yang mengilhamkannya adalah ROH ALLAH Yang berkuasa menyelidiki kedalaman hati setiap manusia.

YAKUB jelas adalah seorang penipu.

Sebelum ia lahir TUHAN sudah memilih Yakub.
Tetapi rentang hidupnya sebelum terpanggil sebagai Israel, ia benar-benar penipu ulung.
Dan kutipan Golden Rule mengena kepada beliau ini,…dari segi kalimat negatifnya berkata: “Jangan kamu melakukan sesuatu yang mana tidak ingin kamu diperlakukan seperti itu”.
Perhatikan kutipan di atas, Yakub mencintai Rahel, ia ingin bekerja apa saja demi mempersunting sang kekasih.

Tetapi ketika pada masanya untuk menikahinya, sang mertua berhasil menipu dia, ia malah menikah terlebih darhulu kepada Lea, sepertinya tanpa sepengetahuannya, dan setelah ia mengetahu ia harus menunggu masa yang panjang lagi untuk dapat menikahi gadis impiannya….Rahel.

Pilihan-pilihan dan pekerjaan-pekerjaan Yakub jelas sangat menyimpang dan membuat hati miris, sudah penipu, keras kepala, poligamis lagi…

Tetapi memang TUHAN tidak salah memilih dia, sering TUHAN menampakkan diri kepada Yakub. Dan baru kemudian hari setelah “pergumulan hebat itu” Yakub dapat “menimbang” dan “dicerahkan”…
Jika memandang perbuatan dari Yakub, maka mudah bagi TUHAN membuat batu menjadi manusia,… tetapi TUHAN adalah TUHAN YANG setia dengan janjiNYA,…. pilihan kita yang salah, perbuatan kita yang salah, terkadang bisa membuat kita semakin tertunduk ke tanah, meratapi dosa dan pelanggaran kita dengan demikian menyadari betapa besar cinta dan kasihNYA kepada kita…
Tetapi pilihan yang salah, perbuatan yang salah jika kita tidak menyadarinya bisa berbuah dan matang dan ujungnya membawa maut kepada kita…

Kasih benar-benar mengalahkan peraturan. Dan karena KASIH segalanya indah pada waktunya. Perbuatan itu menuntut dan berbicara mengenai HAK, tetapi KASIH itu menyinari dan melakukan/mengedepankan KEWAJIBAN.

Bertobat, itulah gunanya bertobat dan akibat dari pertobatan itu sangat dijelaskan Kitab Suci, gamblang, jelas dan akurat. Mantap alias Maknyosss…
Bertobat itu berbicara tentang masa lalu yang kita lalui, pilihan yang kita pilih di masa lalu adalah kita sadari dan kita akui di hadapa TUHAN sebagai masa dan pilihan yang salah. Kita sadar pilihan itu “najis” di hadapan TUHAN YANG KUDUS,… tetapi karena Kuasa TUHAN, setiap pilihan kita itu bisa TUHAN rekakan menjadi kebaikan bagi kita. 12 Anak Yakub adalah “hasil” dari penipuan mertuanya Laban, penipu tertipu, tetapi Kuasa TUHAN bekerja dari setiap pertobatan itu, 12 Anak Yakup menjadi 12 Raja, dan ….Anda tahu betul Mesias digariskan turun dari Yehuda, salah satu garis Raja anak Yakub.

Bertobat? bukankah itu pekerjaan? bukankah itu menjadi syarat untuk berkat-berkat selanjutnya?
Iman lahir dari pendengaran…. Yakub dan kita di dalam hal ini sama, sama-sama mendengar hadirat TUHAN.
Sama-sama mendengar cinta dan kasih TUHAN, bahkan boleh dikatakan kita lebih beruntung dari Yakub, kita sudah disuguhkan semua cinta kasih TUHAN lengkap dan mantap di dalam 66 buah Kitab yang disebut Kitab Suci, sementara Yakub belum,… hebatnya Yakub mengalami hadirat TUHAN itu secara “fisik”, nyata betul, dan di antara kita tidak terlalu sering mengalami hal-hal yang se-ekstrim itu, tetapi ALKITAB itu sangat lebih ekstrim menjelaskan cinta dan kasih TUHAN kepada kita bukan?…
Jadi kalau kita tahu dari mendengar, maka kita memilih…dan berkat-berkatpun datanglah, tetapi berkat itu datang bukan berdasar perbuatan kita sebelum pertobatan itu, sebab berkat itu sudah tersedia sejak dahulu kala, berkat itu datang dari ALLAH, dan ALLAH adalah KEKAL adaNYA…itu sangat nyata dijelaskan secara singkat (bukan pada range waktu KEKAL) pada kehidupan Yakub. Yakub sudah dijanjikan menjadi umat ALLAH, janji itu tidak berdasarkan pada keadaan Yakub sebab Yakub masih di dalam kandungan ketika janji itu datang padanya, dan terlebih setelah masa tertentu ia adalah seorang penipu. Tetapi semua janji itu semakin nyata sebab Yakub mengatakan “YA” kepada janji-janji itu, dan iapun hidup dengan janji-janji itu.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: