Mengenali musuh itu enak lho

Oktober 13, 2010 pukul 12:02 pm | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | 5 Komentar
Tag: , , , , ,

Ada sebuah teori yang sedang berkembang belakangan ini, sebut saja teori konspirasi.
Silahkan membaca Conspiracy theory dari wikipedia tentunya supaya sedikit lebih enak dibaca.

Saya menyebutkan teori ini sebagai teori yang membuat sesuatu yang gelap seolah-olah terlihat terang.
Teori ini meletakkan “kecurigaan” sebagai pondasinya, sehingga tidak jarang akan terdengar kata-kata: “Ini pasti ulah Zionis dan Amerika serta antek-anteknya”. Dan bicara kecurigaan, sesuau yang gelap, menjadi seolah fakta, menjadi seolah sesuatu yang terang, maka dibutuhkan perbendaharaan yang lumayan komplit, sehingga sangat tidak jarang orang-orang yang “berpengetahuan”-lah pengagumnya ini, karena itulah dapat dipercayai dengan mudah oleh orang-orang yang “mendewakan’ orang-orang dunia ini. Banyak “hoax” akan tersebar dengan mudah dari orang yang mengetahui dan diterima oleh orang yang ingin tahu tetapi tidak mengetahui banyak hal, mudah tertipu. Penipu tentu ada lebihnya yang ia ketahui sehinga ia dapat menipu, dan dari sekian tipuan yang dapat ia kerjakanlah dapat kita sebut seseorang itu penipu. “Dari buahnyalah kita mengenal pohonnya”, kata YESUS.

Dan tentu apa yang dilahirkannya adalah kecurigaan…. bahkan mungkin bayangannya sendiri akan ia curigai…
Akan mudah terpecah belah,… dan… lanjutkan sajalah, Anda tentu mengerti akibat dari pondasi yang tidak mendasar dan tidak benar….

Akibat dari mengenali musuh amat penting, seorang tokoh China masa lampau menyimpulkan, “sebelum berperang kenali musuhmu”. Sayangnya ia tidak mendefinisikan musuh apa yang dimaksud. Tetapi implikasinya dapat kita aminkan, bahwa kita harus mengenali musuh.

Kitab Suci menjelaskan, musuh kita adalah bukan darah dan daging, melainkan roh-roh jahat, keinginan-keinginan, nafsu-nasfu jahat, d.l.l…(baca Efesus 6:12)
Itulah musuh kita.
Tetapi musuh ini tidak menjadi perkara personifikasi secara jelas, sebab segalanya tidak melulu teoritis. Sebab siapa saja di antara kita bisa tergoda untuk menjadi di dalam keadaan musuh.
Nah oleh karena itulah maka kita sadar dan atas dasar hukum kasih, kita tidak serta merta langsung menghujami orang dengan penghakiman, melainkan mengedepankan kasih itu sendiri, karena kita tahu bahwa musuh utama bukan personnya, tetapi keinginan yang ada padanya.
Contohnya, keinginan daging kita adalah agar dapat menjadi sangat kaya raya. Tidak ada yang salah dengan kaya raya, tetapi keinginan yang diakibatkan oleh kaya itu bisa membuat kita tergantung kepada harta itu dan bisa merendahkan kewarganegaraan sorga kita ketika mengusahakan kekayaan itu, korupsi misalnya, menggandakan uang secara serakah contohnya,…, itu semua menjadi keinginan dunia yang bertentangan dengan kenginan TUHAN. Kalau orang mengedepankan peraturan dan mengenal musuhnya maka tentu ia harus bunuh diri, sebab musuhnya ada pada dirinya. Musuh pada diri sendiri, maka diri harus dibunuh supaya perkara selesai, karena mengetahui bahwa musuh harus dihanguskan dari alam semesta ini.
Contoh lain,…
Orang bisa melihat kemaksiatan dimana-mana, nah orang yang mengetahui bahwa kemaksiatan sesuatu yang tidak baik, contohnya FPI, maka ia akan berusaha membumihanguskan orang-orang yang terlibat pada kemaksiatan itu,…

sementara jika mengenal musuh dengan baik dalam koridor kasih, orangnya harus dirangkul, diajak bicara, dibimbing, … dan memang ada kalanya mereka juga dapat diserahkan kepada iblis untuk binasa sekalian pada akhir jaman nanti. Dan mengenal musuh dengan cara seperti itu enak benar, kita tidak akan mendengar berita-berita “sweeping” lagi kan!?!?!?…

salam

5 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. He he he….

  2. hmm… mengenali musuh memang penting (kayaknya ga ada kaitannya dgn enak ato tidak enak), namun menurut fanya sih justru yg sangat penting dan dpt dipastikan enaknya adalah….. mengenali Tuhan semesta alam……….

    sejak jaman purba kala para manusia berusaha keras mengenali Tuhannya meski tak sedikit yg terkecoh dan menduga wujud2, benda2 dan sosok tertentu sebagai Tuhan.

    bercermin dari hal tsb dan mengingat sampai sekarang berkembang persepsi yg berbeda ttg sosok/jatidiri Tuhan, akan lebih baik jika manusia mengenali Tuhannya yg dgn dmk dpt dgn mudah mengenali berbagai hal penting bagi hidupnya, termasuk pula mengenali “musuh-musuhnya”.

    salam

    • @fanya

      begitu Anda mengenal TUHAN, otomatis Anda akan mengenali musuhmu…
      yaitu roh-roh jahat, hwa nafsu dan segala keinginannya…

      oleh karena pengenalan yang sepaket itulah maka sangat tidak lajim untuk saling menghakimi, apalagi membawa massa untuk membakar cafe misalnya…

      ketidak tahuan Anda akan paket di atas itu semakin menyatakan secara pasti Anda masih belum mengenal TUHAN,… TUHAN ISRAEL adalah ALLAH.. YOEL..
      terimalah DIA…

      salam

  3. “Kenalilah kekuatanmu, kenalilah musuhmu, maka kamu akan menang dalam 99999999999 . . . 999 pertempuran,,,” 😆

    • @Herwitz

      so, pertempuran apa yang Anda menangi/hadapi selama ini?
      kalau belum ada, dapatkan dikatakan Anda tidak mengenali kekuatan dan tidak mengenal musuh?

      salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: