Lebih tinggi dari yang engkau pikirkan

Oktober 5, 2010 pukul 7:31 am | Ditulis dalam Apologet, Pemikiran, Saya melihat | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Seorang Farisi, Simon, mengundang YESUS ke rumahnya. Ia menjamu YESUS untuk bersantap.
Bicara soal adat istiadat, Farisi ini sedang mempraktekkannya. Orang Ibrani terbiasa mengajak orang-orang pendatang untuk bersantap di rumahnya, mungkin kita teringat akan peristiwa Abraham, yang ternyata telah menjami Malaikat TUHAN. Atau Lot,…d.l.l, terlebih si Farisi, si Simon yang satu ini sudah mengenal siapa YESUS, ia mengharapkan YESUS adalah seorang nabi.

Hingga pada saat perjamuan makan itu seorang yang terkenal pendosa, seorang perempuan pendosa berat datang kepada YESUS. Perempuan ini di dalam kaca mata orang Surabaya ibarat seorang perempuan dari daerah Dolly, jika orang Surabaya mengenal bintangnya dolly, dan jika orang Surabaya mengerti betapa berdosanya seorang pekerja ‘beginian’, maka akan mudah berkata: “Kamu pendosa berat”. Yah perempuan yang dipandang berdosa berat beginilah yang datang kepada YESUS pada saat perjamuan makan itu.
Dan…. Si perempuan ini ‘mengurapi’ YESUS dengan air matanya…
Si Simon yang mengharapkan YESUS sebagai seorang nabi menyeletuk di dalam hatinya (memang orang banyak sudah mengenal YESUS sebagai Nabi, jadi dia bertanya dalam hatinya apa betul Dia ini nabi),…
Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”
(Lukas 7:39)

Sekali lagi si Farisi satu ini sedang memraktekkan pengetahuan adat istiadat Yahudi yang melekat padanya. Orang Ibrani paham betul, bahwa seorang yang disebut nabi disebut juga pelihat, sebab mata mereka ibarat mata TUHAN yang dapat menembus setiap dinding-dinding kemunafikan, jauh menembus ruang dan waktu, itulah pelihat, mata dan mulut mereka dipakai oleh Roh TUHAN, itulah nabi, itulah yang diharapkan si Simon sang Farisi di dalam diri YESUS.

Hingga akhirnya YESUS mengatakan sesuatu.
Saya mengatakan itu sebagai pidato anti kemapanan.
Orang yang mengaku percaya YESUS adalah orang yang anti kemapanan, orang yang anti posisi kenyamanan, posisi biasa-biasa saja, posisi yang diam saja, anti itu semua. Kita harus bergerak semakin tinggi, atau semakin ke dalam, atau semakin luas… jika hari ini engkau bisa mengerti kasih TUHAN, maka kamu akan terus dimurnikan dengan arti pengorbanan, jika hari ini kamu mengerti, besok kamu akan dimurnikan lagi, sehingga baru senantiasa,…. Dan jika kamu seperti bayi yang memakan makanan lembut, bertahap makanan keras akan datang,… sebab kita memang bukan mesin, bukan mesin, sekarang benar maka besok akan semakin dibenarkan, semakin dimurnikan….hingga pada akhirnya kita bagaikan emas yang lolos dari peleburan, emas murni yang cemerlang…

Itulah yang dijelaskan YESUS perihal perempuan pendosa itu kepada Simon. Bahwa orang yang mengenal dosanya yang sangat besar akan amat sangat merasakan betapa besarnya kemurahan TUHAN sampai-sampai TUHAN datang menyelamatkan… “Seorang yang mempunyai hutang banyak lalu dihapuskan tuannya, akan lebih bersuka cita”, kata YESUS. Seorang yang mengenal dosanya akan mengenal arti curahan darah Tebusan Salib… dan yang olehnya pancaran kasihNya akan terlihat.

Nah dari “Pidato” YESUS itu, Simon semakin mengerti, dan….sampai pada penghujung YESUS tiba-tiba berkata:…
Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”
(Lukas 7:48)

Dengan perkataan ini apa yang sedang terjadi?
Farisi, si Simon tahu betul artinya itu… ada sesuatu yang mungkin membuat dia tersesak sejenak, terhentak,… menahan nafas…
Dan bukan dia saja, melainkan…
Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”
(Lukas 7:49)

Itulah yang ada di benak mereka…
Harapan Simon si Farisi yang sekedar nabi itu tiba-tiba terhentak, “Oh TUHANKU siapa gerangan Orang ini, bukankah hanya ENGKAU Yang bisa menghapus dosa?”, kira-kira begitulah “lagu” hati Simon dengan diiringi irama jantungnya yang berdentang kencang…
“Ia bukan hanya seorang nabi, ia melebihi apa yang ia pikirkan, DIA ini telah mengklaim diri sebagai TUHAN…”

Dan belum selesai kekagetannya… YESUS masih “memproklamasikan” DIRINYA..
Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”
(Lukas 7:50)

Jika bicara kerugian, pepatah ini cocok bagi si Simon, “Sudah jatuh, tertimpa tangga pula”…Ada sesuatu yang beruntun dan cepat terjadi membuat terhentak.
Simon si Farisi, dan mungkin banyak orang yang mengerti adat istiadat penganut ALLAH YANG ESA, YAHUDI, akan sama kagetnya akan sama degupan jantungnya…
Yang diharapkannya hanya sebagai nabi, ternyata melebihi hanya sekedar nabi, ..
Yang mengharapkan hanya sang pengkotbah, atau sang pengajar, atau sang moderat, atau sang baik, atau sang baik, … ternyata sanggup menghapus dosa, bahkan sanggup menyelamatkan, sanggup melihat ke kedalaman hati orang…. Ternyata DIA-lah Yang mengutus nabi-nabi, DIA-lah yang memilih Israel, DIA-lah Pencipta alam semesta ini….DIA-lah Kristus yang dinanti-nantikan itu. DIA-lah Raja Sorga yang menjadi manusia itu.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: